Balas Review! :D

AriFuKi24823: Bukan Exoray namanya kalau dia nggak jahil! :V / *ditembak Alexia.* Yah, salam kenal juga dan terima kasih telah me-Review! :D

Bigfoot the 2nd: Untuk alasan itu, silakan tanyakan yang bersangkutan! :V / *ditembak season 2.* Well, Thanks for Review! :D

Happy Reading! :D


Malam Minggu Evaron: Bencana SMS Nyasar


Masih ingat dengan si pelayan Yousakina Resto di fic 'Golden Rare Trio and Lunch Time' itu?

Mari kita liat kegiatannya hari ini!

"Haaaaaah..." Evaron terlihat menghela nafas dengan tampang bosan.

"Kenapa sih?" tanya Peronian si cowok Psychic merangkap sepupu Evaron.

"Bosen..." jawab Evaron lesu.

"Mau pinjem HP gue nggak? Game-nya lumayan banyak lho!" tawar Peronian.

"Beneran?" tanya Evaron.

"Yoi!" balas Peronian meyakinkan.

"Ya udah deh..."

Peronian pun memberikan sebuah smartphone kepada Evaron.

"Nah, selamat bermain!" ujar Peronian sambil keluar kamar.

Evaron pun sibuk mengutak-atik smartphone itu (karena sebenarnya dia kurang tau cara memakainya).

Dia membuka aplikasi 'pesan' di menu utama, melihat 'template', menekan salah satu template, dan tak sengaja menekan 'kirim dengan nomor random' (sebenarnya option ini nggak ada sih, cuma ngarang aja kok).

Evaron nggak tau harus apa dan memilih untuk mencoba aplikasi lain.

Sepertinya bencana besar akan segera dimulai!


Di suatu tempat...

Hop-pa zunea-zunea, hop-pa toată lumea, lumea toată îi încântată, de pisica talentată~ Hop-pa hai că-i bună, hop-pa nu-i o glumă, toţi îl cată pe Costică, să le mai aduc o sticlă~ (Alexia: "BakAuthor... Kenapa harus lagu itu?" owo/Me: "Sesekali lagu non Jepang nggak apa kan? Biar greget! :V a/Alexia: -w-')

"Jiiir, gue lupa kalau HP Nii-san ada di kantong gue!" gerutu Alexia yang sedang berada di koridor lantai 2 asrama sambil merogoh saku celananya.

Begitu dia mengecek HP itu, terdapat sebuah pesan yang isinya begini:


Hay Sayang!


Entah kenapa, Alexia langsung sweatdrop membaca pesan singkat itu.

'Untung gue kantongin nih HP, soalnya kalau nggak, Nii-san pasti bakalan GR duluan gara-gara kelamaan men-jomblo...' batin Alexia sambil menghela nafas lega.


Exoray yang masih berada di halaman depan asrama tiba-tiba langsung bersin.

"Kenapa Nii-chan?" tanya Lucy bingung.

"Nggak ada, kita lanjutin nyarinya yuk!" balas Exoray seadanya.

"Nii-chan bawa HP nggak? Siapa tau aja bisa hubungin Otou-chan!" tanya Lucy lagi.

"Bawa sih, cuma masalahnya..." jawab Exoray agak menggantung. "Justru HP-nya dikantongin sama dia..."

"Itu mah sama aja bohong..." balas Lucy sweatdrop.


Di sisi lain...

Aa sekaiteki a la mode, itsu no jidai mo daremo oitsukenai~

"Hmm? Apa ini?" tanya Daren sambil memeriksa HP-nya.

Begitu dia membaca pesan yang masuk...

"NAJIS TRALALA! GUE UDAH PUNYA PACAR, CUK!"


Sementara itu...

BRAK!

"Astaga Kambing! Demi sempak Ragna (?), apaan barusan?!" seru Zeptrun kaget.

Ketika dia menengok ke arah pintu, rupanya ada Maurice dan Musket di sana.

"Kita mau minta bantuan lu, Zep!" pinta Maurice.

"Buat apaan?" tanya Zeptrun bingung.

"Pokoknya ikut aja, dayo!" jawab Musket sambil menyeret Zeptrun keluar kamar.

"Oy oy, nggak usah main seret!" sembur Zeptrun sewot.


Back to Evaron...

"Udahan mainnya?" tanya Peronian ketika melihat Evaron tengkurep di atas kasurnya sambil memutar smartphone yang dipegangnya.

"Nih..." Evaron pun menggeser benda itu untuk diambil sepupunya.

Peronian pun mengambilnya dan pergi lagi.

Ketika Peronian memeriksa history smartphone-nya, tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang nggak enak.

'Semoga kau nggak di-'introspeksi', Varon...' batinnya gelisah.


Sekarang kita beralih ke ruang OSIS dimana beberapa orang di sana sedang berdiskusi.

"Jadi, apa yang mau dibicarakan?" tanya Vience sambil melahap telur rebusnya.

"Ini soal SMS nyasar..." jawab Daren. "Siapa yang tadi dapat?"

"Maksudmu ini?" Alexia memperlihatkan pesan singkat yang diterimanya di HP Exoray (yang masih ada di tangannya).

"Benar sekali..." Daren membenarkan maksud Alexia. "Maka dari itu, aku akan meminta Zeptrun untuk melacak nomor itu..."

BRAK!

Pintu ruangan pun langsung ditendang dengan kejamnya oleh Musket yang menyeret Zeptrun. Di belakang mereka, terdapat Maurice yang ngos-ngosan entah karena apa.

"Jiir, bisa aja lu seret dia!" ujar Alexia cengo saat melihat Musket yang menyeret Zeptrun.

"Lu kenapa, Rice?" tanya Vience saat melihat keadaan Maurice.

"Hosh hosh, Musket larinya kenceng banget, hosh hosh, kayak lagi dikejar, hosh hosh, kendaraannya Aligura..." jawab Maurice yang masih ngos-ngosan.

"Lepasin gue!" seru Zeptrun sambil berusaha melepaskan cengkraman Musket darinya.

"Ma-maaf dayo, hehehe..." Musket pun segera melepaskan sang Researcher.

Zeptrun pun bangun dan menaikkan kacamatanya sambil bertanya, "Jadi, aku harus bantuin apa?"

"Nih..." Alexia memberikan HP-nya.

Zeptrun pun mengambilnya dan ketika meneliti nomor yang tertera, dia merasakan sesuatu yang janggal.

"Hmm, sepertinya aku kenal nomor ini..." gumam cowok berambut putih itu. "Lex, lu punya pulsa nggak?"

"Itu HP abang gue, jadi jangan dipake..." jawab Alexia sambil mengambil kembali HP itu.

"Ah, baiklah... Sebentar ya..." Zeptrun pun berjalan keluar.


Sang Researcher mengambil HP miliknya dan mulai menelpon seseorang.

"Ya Zeptrun?"

"Peron, gue mau nanya sesuatu!"

"Soal SMS nyasar kan?"

"Lu tau darimana?"

"Tadi gue pinjemin HP gue ke sepupu gue, terus dia nggak sengaja ngirim pesan ke beberapa nomor!"

"Sepupu yang mana? Setau gue sepupu lu anak kembar!"

"Bukan mereka, gue masih punya sepupu yang lain! Moncong-moncong, lu pernah ke Yousakina Resto?"

"Hmm, belum!"

"Oh gitu! Hmm, coba deh lu tanya sama Teiron! Sepupu gue kerja di sana dan mereka temenan!"

"Lha, ngapain gue harus nanyain si Kacamata Ceroboh itu?"

"Memangnya kenapa? Kayaknya lu nggak demen sama Teiron, rival ya?"

GLEK!

Hayoloh, Zeptrun!

"Nggak, cuma nggak suka aja..."

"Zep, lagi nelpon siapa lu? Kenapa ngomongin Teiron?"

Sang Researcher langsung jantungan begitu mendapati Thundy yang udah berada di sebelahnya.

"H-Heh, se-sejak kapan lu di sini?!" tanya Zeptrun gelagapan.

"Barusan..." jawab Thundy datar.

"Zep, yang tadi itu siapa?"

"Temennya si Kacamata Ceroboh..."

"Tanyain dia aja ya, bye!"

Tuuut tuuut tuuut!

"Eeeh?!" Zeptrun langsung kaget karena tiba-tiba Peronian memutuskan panggilan.

"Hmm?" Thundy memiringkan kepala karena bingung.

Zeptrun hanya bisa nyengir gugup sambil bergumam, "Mending kita bicarain di dalem aja deh..."


Setelah beberapa saat kemudian...

"Jadi sebenarnya itu perbuatan sepupunya Peronian yang tidak disengaja..." ujar Zeptrun menjelaskan.

"Sepupu yang mana? Setau gue dia punya sepupu kembar!" tanya Saphire bingung.

"Katanya dia masih punya satu sepupu lagi dan dia kerja di tempat langganan Teiron..." jawab Zeptrun.

"Yousakina Resto?" tanya Maurice meyakinkan dan Zeptrun pun mengangguk.

"Ah, gue inget!" Thundy langsung menepuk tangannya. "Gue pernah ketemu tuh, namanya Evaron!"

"Samperin aja yuk!" ajak Vience.

"Buat apaan?" tanya Alexia agak skeptis. "Kejadiannya kan hampir sama kayak waktu Teiron nggak sengaja bikin HP Alpha error sampe nelpon delivery Pizza Hut!"

Webek, webek...

"Me-memangnya kalian udah lupa dengan itu?" Alexia langsung cengo begitu melihat teman-temannya udah masang tampang suram.

"Lex, kita kan udah sepakat untuk nggak ngomongin masalah itu lagi..." balas Daren.

"Betul, tuh! Entar kalau Teiron denger, lu pasti bakalan di-Sand Jail sama dia!" timpal Thundy.


Di Yousakina Resto, tiba-tiba Teiron langsung bersin di tempat.

"Lu kenapa sih, Ron?" tanya Icy yang lagi makan bareng dia.

"Nggak tau, nih! Dari tadi bersin mulu, kayak ada yang ngomongin gue berkali-kali!" jawab Teiron sambil mengusap hidungnya.


Back to OSIS Room... *RIP English.*

"Udah, deh! Jangan ngomongin dia mulu, dayo! Entar kasihan orangnya bersin berkali-kali!" nasihat Musket.

Lha, tumben bijak dan darimana lu tau kalau Teiron bersin berkali-kali?

"Iya juga sih..." gumam mereka semua sambil membayangkan Teiron bersin berkali-kali.

Oke, sepertinya gue harus kabur dulu karena ada bahaya! Bye bye! *Girl-chan langsung kabur dikejar-kejar Teiron yang melempar bumerang Alpha.*


Alpha: "Well, karena Author lagi dikejar-kejar sama Teiron (yang dengan laknatnya bawa-bawa bumerang gue), jadi biar gue aja yang narasiin sisa Chapter ini! So, enjoy!" :)


Setengah jam kemudian...

Vience, Saphire, Daren, Alexia, Musket, Thundy, Maurice, dan Zeptrun sedang berada di depan rumah Peronian dan ketiga sepupunya.

Tok tok!

"Iya, sebentar..."

Pintu pun terbuka dan terlihat seorang gadis Cuchulain berambut hijau yang bertanya, "Ada apa ya?"

"Peronian ada?" tanya Zeptrun.

"Oh, ada kok! Masuk aja!"

Mereka semua pun masuk ke rumah itu dan duduk di ruang tengah. Tidak lama kemudian, datanglah sang tuan rumah.

"Well, sebenarnya gue mau minta maaf aja buat kejadian tadi..." ujar Peronian tidak enak hati.

"Nggak apa-apa, Peron! Kami maklumi, kok!" balas Vience mewakili mereka semua.

Marukaite Chikyuu, Marukaite, Chikyuu, Marukaite Chikyuu, Ore Igirisu~

Sontak, mereka semua langsung melirik Alexia yang buru-buru mengangkat panggilannya. "Iya?"

"Lex, kamu dimana? Dicariin kok nggak ketemu sih?" tanya Exoray di seberang sana.

"Memangnya Nii-san nyari kemana?"

"Malah nanya balik, capek tau nyari kamu sampe muterin satu asrama!" sembur Exoray sampai kedengeran seisi ruangan dan mereka yang mendengarnya langsung sweatdrop.

"Ah, baiklah! Entar juga balik, nih!"

"Ya udah, cepetan ya! Kasihan si Lucy sampai resah!"

"Iya iya..."

Dan panggilan pun berakhir.

"Tadi dicariin kenapa?" tanya Thundy penasaran.

"That's secret..." jawab Alexia sambil memancarkan aura keji yang sukses membuat mereka semua merinding.

Yah, setidaknya masalah SMS nyasar itu selesai kan?


Teiron: "APANYA YANG SELESAI?! TERUS MASALAH GUE YANG BERSIN BERKALI-KALI ITU GIMANA?!"

Alpha: "Tanyalah Author-nya, jangan tanya gue!" *langsung kabur.*

Teiron: *ngejar Alpha sambil bawa bazoka.*


Special Omake: Ping Pong Madness

Sekarang para murid Heroes Gakuen sedang berada di gedung olahraga sekolah.

Buat apa? Ya buat olahraga lha, masa buat tawuran?

"Wah! Ada permainan bola ping pong, nih!" celetuk Teiron saat melihat sebuah lapangan ping pong.

"Mau main?" tanya Zeptrun.

"Gimana kalau kita mainnya kayak di anime aja?" usul Exoray.

"Aku setuju!" jawab Icy.

"Gue aja yang jadi wasitnya..." ujar Alexia datar.


Nah, sekarang kita liat permainan mereka! Teiron dengan Zeptrun, Exoray dengan Icy. Bola di tangan Icy.

Alexia: "Pertanyaan pertama, sebutkan lagu Vocaloid yang diciptakan oleh Umetora dengan penyanyi Divine Diva!"

Teiron: "Eh?"

Icy: "Gishinanki!"

Zeptrun: "Koshitantan!"

Exoray: "Ifudoudou!"

Teiron: "Gue nggak tau banyak soal begituan..."


Ronde kedua, bola masih di tangan Icy.

Alexia: "Pertanyaan kedua, sebutkan nama lengkap anggota Libra!"

Icy: "Klaus Von Reinherz!"

Zeptrun: "Zed O'Brien!"

Exoray: "Steven A. Starphase!"

Teiron: "Apa ada pertanyaan yang lebih gampangan lagi?"

Alexia: "Ini udah yang paling gampang, lu aja yang nggak bisa!"


Di sisi lain, terdapat Teira yang juga main ping pong bareng Elemy, Lucy, dan Alpha. Dia sedang memikirkan pertanyaan yang bagus dan saat melihat Teiron, anak itu pun langsung nyengir kuda laut.

Teira: "Sebutkan siapa aja yang pantas jadi Seme-nya Teiron-nii!"

Alhasil, semua orang langsung nengok ke arah arena ping pong yang dipakai mereka berempat.

"Hah?!" Teiron pun langsung kaget mendengarnya.

Teira: "Ikyo-senpai!"

Ikyo langsung memasang tampang mesumnya.

Elemy: "Thun-kun!"

Thundy yang lagi minum langsung tersedak.

Lucy: "Zeptrun!"

Zeptrun langsung ngasih death glare mautnya.

Alpha: "Flamy!"

"Sejak kapan Flamy jadi Seme?!" teriak Teiron sewot, sementara Flamy udah tepar duluan.

Elemy: "Giro-sensei!"

"Yang ada mah gue mati duluan..." gumam Teiron sambil merinding disko, sementara Giro langsung ngeluarin dark aura andalannya.

Lucy: "Maurice!"

"Hoi, mana mungkin?!" bantah Maurice.

Alpha: "Yorei!"

Adelia pun langsung menatap tajam sepupunya.

"Eh, ini nggak seperti yang kau pikirkan, Adelia!" elak Yorei.

Teira: "Lance-sensei!"

"Emil-san, ini kagak kayak yang lu pikirin! Hati gue cuma buat lu doang!" bantah Lance gelagapan.

Bola pun menuju ke arah Alpha yang masih memikirkan jawabannya dan ketika melihat para penonton, dia pun nyengir kuda laut.

Alpha: "Avel!"

Webek, webek...

"Ma-maksudnya, Eiuron?" tanya Elemy.

"Iyalah, memangnya siapa lagi yang aku panggil 'Avel'?" jawab Alpha watados.

"Memangnya Eiuron pernah jadi Seme?" tanya Lucy.

"Kayaknya iya, deh!" balas Jioru (si cowok Zeus) yang nongol tiba-tiba. "Soalnya gue pernah nemu beberapa majalah porno di kamarnya, terus gue juga bajak laptop-nya dan nemu foto-foto Hentai banyak banget!"

Eiuron pun langsung headbang di tembok terdekat karena rahasianya telah terbongkar, sementara Teiron hanya bisa pundung di pojokan meratapi nasibnya memiliki adik seorang fujo.

Omake End!


OC of the Day:

Evaron Alloiouménos

Umur: 16

Tanggal lahir: 30 September

Zodiak: Libra (Nama organisasi di Kekkai Sensen kah? *dikeroyok rame-rame.*)

Warna rambut/mata: Beige/biru

Hero: Mutant

Kelas: Rare

Fakta unik:

-Pelayan di Yousakina Resto.

-Buta warna, tidak bisa membedakan merah dan hijau (ini akan dijelaskan nantinya).

-Biasa dipanggil 'Eva' atau 'Varon'.

-Punya tiga sepupu: Peronian si Psychic beserta sepasang kembar Cuchulain Ian dan Irina.

-Kurasa segitu aja. *plak!*


Gara-gara emak gue yang cerita soal HP error dan SMS yang nyasar ke 28 nomor, gue jadi kepikiran bikin ini! Gue nggak tau harus ngakak atau kasihan dengan hal itu! :'V a *laknat amat, mbak!*

Review! :D