Baekhyun membawa sebingkai foto yang telah pecah dan turun ke lantai bawah. Di lantai 1 Bibi kepala pelayan melihatnya dengan wajah penuh kekhawatiran. Baekhyun lalu memberikan senyuman yang suram kepada wanita paruh baya itu dan tiba tiba...
Hoeeeek !
Baekhyun menutup mulutnya dengan segera, entah kenapa perutnya berasa bergejolak.
"Nyonya, Nyonya anda tidak apa apa ? Wajah anda pucat sekali." Baekhyun menggelengkan kepalanya pelan, ia sendiri tak tahu apa yang terjadi pada dirinya, rasanya aneh. Rasa mual, pusing, membuatnya tak karuan.
Mungkin hanya terlalu lelah.. pikirnya, ia lalu menghela nafas.
"Bibi, aku ingin berterima kasih untuk selama ini. Selamat tinggal."
Hoeeek.. ! Sekali lagi rasa mual itu membuat kepala baekhyun tak karuan, ini ada apa sebenarnya.
"Nyonya, Nyonya lebih baik anda beristirahat anda kelihatannya sedang tidak sehat.. "
Baekhyun menggerak gerakkan tangannya, ia dengan cepat mengenakan sepatu tanpa berkata sepatah kata pun lalu pergi menuju beranda. Ia berusaha menguatkan bahunya yang bergetar. Ia tak ingin meninggalkan rumah ini untuk terakhir kalinya dengan penampilan menyedihkan. Baekhyun pun melangkahkan kakinya selangkah demi selangkah dengan hati hati, meski rasanya perutnya tak karuan dan rasa mual yang terus menyeruak. Dalam keadaan seperti itulah baekhyun pergi meninggalkan rumah itu.
._xxx_.
Chanyeol bangun dengan wajah kacau dan disilaukan oleh cahaya matahari yang menembus melalui jendela kamarnya. Sudah lima hari sejak wanita itu pergi meninggalkannya. Selama itu pula ia tidak bisa melakukan apa apa. Hari pertama dan kedua ia sakit parah. Hari ketiga ia pergi ke kantor, tetapi hanya duduk melamumun selama berjam jam tanpa melakukan apa apa lalu kembali ke rumah begitu saja. Lalu, kemarin ia minum alkohol seharian. Ia tidak bisa berpikir apapun karena pikirannya sangat kacau. Bagaimanapun juga ia selalu teringat wajah wanita itu atau laki laki, seperti pengakuannya waktu itu, entahlah tapi semua hal itu membuatnya tersiksa.
Wanita itu benar benar telah pergi. Kemana wanita itu pergi ? Apa wanita itu pergi ke sisi laki laki yang dicintainya ? Apa maksud perkataannya sebelum dia pergi meninggalkan dirinya ? Dia bilang akan hidup sebagai Byun Baekhyun, bukan Jung Seung Won. Apa wanita itu benar benar sudah gila ? Kalau bukan begitu, apa hal seperti itu sungguh sungguh mungkin di dunia nyata ? Katanya wajah mereka sangat mirip.
Kalau ucapan konyol itu benar jika ia menganggap semua perkataan wanita itu benar, bukankah Chanyeol selama ini telah menganggap wanita itu aneh dan mencurigai perubahan dirinya ? Chanyeol pun mulai menyadari satu persatu keanehan dalam diri istrinya. Seung won yang sama sekali tidak pernah menggunakan bahasa sopan tiba tiba berbicara dengan sopan kepadanya. Bukan hanya itu, wanita itu juga bangun sejak pagi buta dan bersliweran di dalam rumah. Kemudian ia dengan cerobohnya memakan kepiting padahal dirinya alergi kepiting. Pekerjaan dikantor pun di kerjakannya dengan mudah bahkan kelewat mahir untuk ukuran seorang Seung Won. Wanita itu juga mampu menaklukan pria bongsor dengan satu kali pukulan. Suasana, cara bicara, kegembiraan yang dipancarkan benar benar lain.
Rasanya tidak ada habisnya chanyeol menjabarkan perubahan istrinya satu persatu.
Namun chanyeol membuang pemikiran yang menurutnya terdengar seperti omong kosong tersebut. Dirinya yang berpikir seperti itu membuktikan rasa penyesalan yang dimilikinya kepada wanita itu. Seharusnya sejak awal ia tidak mengizinkan wanita itu mendekatinya karena tali yang terhubung dengan wanita itu sangat panjang dan tajam, kecurigaan yang kecil seperti ini pun membawa hasil yang fatal.
Seung won dan dirinya sendiri kini telah hancur.
Mulai hari ini chanyeol harus bekerja, akan tetapi tak ada secuil pun niat bekerja di hatinya. Chanyeol masuk ke kamar mandi lalu mengeluarkan alat pencukur. Ia memandang pisau cukur yang sangat tajam itu. Apa yang akan terjadi jika ia menggores pergelangan tangannya dengan ini ? Benarkah bisa mati dengan mudah ? Ketika Seung Won benar benar ingin mati, ia sama sekali tidak bisa memahaminya. Namun, kini sepertinya ia bisa memahami sedikit sekali tentang perasaan wanita itu. Seperti inikah rasanya ? Perasaan dibuang sendirian di dunia. Perasaan ketika tidak ada semangat untuk melanjutkan bayangan sosoknya yang berkata seperti itu, ia menghantamkan kepalan tangannya ke arah cermin.
Seorang pria asing dalam cermin sedang memandang dirinya sendiri dengan pandangan kasihan. Orang yang bodoh, Orang yang tidak bisa menjaga dengan baik istri satu satunya. Semakin ia menghabiskan waktunya di depan cermin, semakin kuat ia mendengar suara hatinya. Seakan tak ingin mendengar suara hatinya sendiri, Chanyeol mengayunkan tinju.
Buk !
Chanyeol menghantam kaca kamar mandi dengan tinjunya. Tangannya mengeluarkan tetesan darah. Namun tiba tiba datang dorongan hati yang membuatnya berlari keluar kamar mandi dengan darah masih mengalir dari tangannya, menuju kamar wanita itu.
Kamar tidur wanita itu masih hancur berantakan sama ketika dirinya menghancurkannya beberapa hari yang lalu. Ia melarang para pelayan untuk membersihkannya, karena tidak ingin kamar itu dibereskan. Ini adalah kamar yang tidak ingin dimasukinya, sebab jika dimasukinya, ia merasa menjadi salah satu dari puluhan laki laki yang pernah dibawa wanita itu.
Kreek..krek..Kreek.
Terdengar suara pecahan kaca yang terinjak oleh kaki chanyeol. Meskipun kakinya menginjak pecahan kaca itu, tetapi ia tidak merasakan sakit sedikit pun. Ia lalu berjalan mendekat ke tempat tidur. Tiap jejak kakinya terukir oleh darah yang merah. Terdapat baju tidur wanita itu yang tergeletak di atas tempat tidur. Ia mengambil dan menciuminya. Ia merasakan aroma wanita itu di ujung hidungnya seolah akan membuatnya gila. Di satu sisi ia sangat merindukannya. Namun, di sisi lain ia juga membencinya. Ia begitu dendam pada wanita yang mengkhianati cintanya yang begitu dalam dan pergi meninggalkannya. Air mata mengalir dari mata chanyeol, ia menangis sejadi jadinya, merasakan rindu yang mengorek dadanya hingga membuatnya ingin mati.
Malam semakin larut, Baekhyun keluar beranda dan memandang langit, bulan besar di langit malam gelap sedang bersinar dengan terangnya. Bintang bintang tak mampu menjalankan tugasnya karena bulan di malam hari ini begitu terang. Baekhyun kini berada di rumah yang dulu ditinggalinya sebelum bertukar tempat dengan Seung won, sudah sepuluh hari sejak ia meninggalkan rumah chanyeol, selama itu juga baekhyun telah banyak berpikir.
Hanya saja sekarang, perutnya benar benar terasa aneh. Ia pernah menghubungi Seung won dan seung won memintanya untuk mengecek ke dokter. Seperti itu pula yang dilakukan oleh Baekhyun ketika tengah malam ia berteriak menelepon Seung Won karena ranjangnya tiba tiba saja berubah merah, dengan perlahan Seung Won memberitahu kalau itu adalah darah haid wanita. Awam bagi Baekhyun untuk mengetahui hal hal seperti itu akan tetapi tubuhnya sekarang adalah tubuh Seung Won, Jiwanya mungkin tertukar tapi tidak untuk hal lain. Tapi untuk bulan ini tidak keluar lagi, bukan masalah bagi baekhyun karena itu suatu kelegaan yang luar biasa tapi justru itu yang di khawatirkan seung won.
Apa kau melakukannya dengan chanyeol ?
Lalu ketika pertanyaan itu terlontar, baekhyun mengiyakan. Bahkan beberapa kali, ungkapnya. Seung Won hanya menepuk kepala baekhyun lalu memberikannya alat kontrasepsi.
Bagaimana aku memakai ini ? Kata Noona ada petunjuknya, baiklah aku coba.
Baekhyun mencoba membaca intruksi cara pemakaian setelah membaca ia membuang instruksi itu ke tong sampah.
Jadi wanita itu ternyata sulit ya, Baekhyun mendengus di kamar mandi. Sambil menunggu hasil yang di berikan. Ok, 30 detik. Baekhyun pun menunggu, tiba tiba saja ia teringat akan chanyeol, sedang apa ia sekarang. Ketika Baekhyun memikirkannya dan merindukan chanyeol setengah mati, air matanya akan mengalir keluar. Namun, ia menahan perasaannya dan menghibur dirinya sendiri, bahwa ia akan baik baik saja dan mampu melewatinya.
Ah, sudah 30 detik. Hmm ini artinya apa ?
Baekhyun meraih ponsel diatas meja lalu menelepon Seung Won.
"Noona, aku sudah mengerjakan apa yang kau suruh waktu itu."
(Ya, lalu bagaimana hasilnya ?)
"Aku tak mengerti Noona.. "
(Anak ini benar benar... ssh.. lihat garisnya, satu atau dua ? Apa kau tidak baca petunjuknya)
"Apa hasil yang bagus itu satu atau dua.. Ya, aku baca tapi sudah aku buang."
( Byun Baekhyun kau ini benar benar.., berhentilah bercanda dan beritahu aku hasilnya )
Baekhyun menyipitkan matanya.
"Hehe, maaf Noona.. ah nampaknya.. uhm sebentar "
(Cepatlah baekhyunnie.. )
"Dua garis merah Noona..."
cklek ! Seung Won dengan cepat menutup teleponnya.
"Noona.. kau disana ? cih, dia menutup teleponnya. Memangnya ada yang salah jika hasilnya dua garis merah ?" Baekhyun menelengkan kepalanya dan kembali ke kamar mandi untuk mencari petunjuk yang dibuangnya tadi.
.
TBC
*
.
.
.
.
.
.
.
Anneyong, how is your weekend ?? TBC guys, im shock. hahaha.. hope u enjoy it.
