Urban Legend
Elevator
From Unknown
.
Girl's Day's Hyeri and Minah
.::.
.
.
Hyeri membenarkan seragamnya seraya melirik jam yang melingkar di tangannya.
Okay, ia tahu mungkin ini sudah agak larut untuk pulang, tetapi beginilah kesibukannya di kampus. Mengharuskannya untuk menghabiskan waktu lama di gedung ini daripada di ranjang apartment-nya. Ranjang yang begitu hangat, bergulung selimut dan menikmati malam dengan bahagia. Tidak seperti ini. Berusaha bertahan dari dinginnya cuaca, yang dengan bodohnya ia lupa membawa jaketnya. Bukannya lupa, tetapi cuaca tadi siang—saat ia berangkat ke kampus—terlampau panas. Dia tidak mungkin mengenakannya. Ranselnya saja sudah cukup berat dengan buku-buku dan jas almamaternya.
Hyeri bergegas menuju elevator, dimana ia bertemu dengan Minah, mahasiswi kedokteran tercantik di universitasnya. Hyeri mungkin sempat melupakan rasa dingin dan lelah yang menusuk di tubuhnya. Dia memang memiliki crush pada Minah. Dan sangat beruntung sekali dirinya dapat berdua dengan gadis itu. Ditambah lagi gedung ini sudah sepi.
Minah tentu mengenal Hyeri—karena ada mata kuliah dimana mereka satu kelas, tetapi mereka tidak pernah memiliki percakapan. Maka sangat kecil kemungkinan untuk Minah menyukainya, kecuali jika Hyeri yang berusaha.
Jadi, Hyeri akan menggunakan kesempatan ini.
Pintu elevator terbuka, keduanya melangkah masuk secara bersamaan. Hyeri menekan tombol lantai satu, dimana lobby berada. Hyeri yakin Minah juga menuju tempat yang sama dengannya, karena ia tampak tidak menekan tombol apapun.
Saat melewati satu lantai, tiba-tiba elevator berhenti lalu terbuka. Seorang pria tampak masuk. Ia sedikit agak kumal dan bau. Ia memakai jas lab yang sangat kotor. Tetapi Hyeri berusaha untuk tidak mempermasalahkannya. Namanya juga jas lab, sudah pasti agak bau, bukan?
Padahal, Hyeri baru saja mau bertanya pada Minah, 'kau pulang sendiri?'. Ya, sekedar-kedar untuk memulai percakapan dan membuat mereka menjadi lebih dekat.
Tetapi ketika Minah melihat pria itu masuk, ia segera memegang tangan Hyeri. Hyeri sedikit terkesiap. Dan seketika itu juga ia merasa sangat senang. Melebihi kata senang. Benar-benar pendekatannya akan menjadi lebih mudah setelah ini.
Minah semakin merapatkan tubuhnya ke arah Hyeri. Hyeri yakin suhu tubuhnya memanas dan pipinya memerah. Sial, Hyeri benar-benar menyukai Minah dan berada dalam kedekatan seperti ini membuat jantungnya berdegup tidak terkendali.
Hyeri ingin bertanya mengapa Minah melakukannya. Apakah sebuah tanda? Sinyal-sinyal bahwa ia juga menyukainya? Bahwa ia ingin dimiliki?
Gila kau Lee Hyeri. Pikiranmu hampir saja menjurus pada hal yang bersifat intim.
Tetapi Minah hanya menatap pria itu, jadi Hyeri mengurungkan niatnya. Apakah pria itu mantan kekasih Minah, jadi ia cukup ketakutan melihatnya? Tapi dia cukup tua untuknya. Mana mungkin?
Ah, mungkin saja.
Di lantai dasar, lantai tujuan mereka, elevator berhenti dan pria itu lebih dahulu melangkah keluar. Hyeri hampir saja beranjak, tetapi Minah memilih untuk diam. Jadi Hyeri mengurungkan niatnya.
"Ada apa?" Hyeri memulai percakapan seraya terkekeh, "Apa dia profesormu yang suka berbuat mesum?"
Hyeri tidak memilih pertanyaan yang bertanya apa dia mantan kekasihnya seperti yang terdapat di dalam pikirannya. Ia tidak mau jika ia salah dan Minah menamparnya karena tidak suka.
"B-bukan." Minah menjawab dengan suara terbata, dan terdengar ketakutan.
Hyeri menatapnya bingung sekaligus khawatir. Ia takut berbuat salah padanya.
"Jadi ada apa?"
Minah menggigit bibir bawahnya dan menatap Hyeri dengan perlahan. "Kami baru saja mengotopsi mayat itu pagi ini..."
.
.
.
.
HOLLAAAAAAA
MAAF TIDAK SEMPAT BALAS REVIEW
Untuk yang sudah request, harap sabar yaaa, satu-satu
Ini untuk yang meminta Girl's Day sebagai cast ^^
Oh ya, saya ulang tahun haari iniiiii *terusnape* minta review sebagai kado yaaaaaa
So, mind to RnR?
LOVE YAAAAAA
*big love sign*
