Chapter : 24
Cheer up
Cast :
Kang Daniel x Ong Seongwoo; Bae Jinyoung x Park Jihoon;
Lai Guanlin x Yoo Seonho; Park Woojin x Ahn Hyungseob;
Joo Haknyeon x Lee Euiwoong; Kwon Hyunbin x Hwang Minhyun;
Kim Jonghyun ; Kim Jaehwan ; Yoon Jisung ; Kim Taedong.
Hong Eunki.
Dan Yang Lainnya.
.
– T. YAOI, AU, OOC, and Typo. Romance, Humor gagal.
Bahasa campur aduk.
.
.
.
Selang beberapa hari, berita mengenai Seongwoo yang dirawat pun tersebar ke penjuru sekolah. Entah siapa yang menyebarkan berita ini, karna setau Showtime tim hanya mereka lah yang tau mengenai Seongwoo.
Tak mungkin kan jika diantara mereka yang menyebarkan berita tertutup ini?
Eunki sedang berjalan dikoridor yang cukup ramai seorang diri. Senyum liciknya mulai terukir saat pendengarannya lagi-lagi mendengar semua siswa yang sedang membicarakan Seongwoo.
Ia tau, ia memang sudah diluar batasnya kali ini. Tapi, jika ini bisa membuat hatinya senang mau diapakan lagi? Nasi sudah menjadi bubur, jadi dia nikmati saja kejahatannya. Toh, orang juga tidak tau dia yang melakukannya. Benar kan?
Saat akan berbelok, tangannya ditarik oleh seseorang. Eunki terlonjak dan menoleh.
"Yak! Lepaskan tanganku!" Ujar Eunki saat orang itu mulai menariknya entah kemana.
Orang itu tak hiraukan berontakan Eunki. Dan tetap membawa atau mungkin menyeret Eunki ketempat yang ia tuju.
"Yak! Jungjung! Lepaskan tanganku! Kau ini kenapa?!" Eunki berusaha melepaskan tangannya yang ditarik oleh Jungjung.
Iya, yang menarik Eunki itu Jungjung.
"Diam." Ujar Jungjung dingin.
Eunki sedikit menciut ngomong-ngomong. Baru kali ini, Eunki melihat raut wajah Jungjung yang mengeras seperti menahan emosi dan berbicara dingin padanya. Biasanya, Jungjung itu selalu hangat walaupun telah di cueki olehnya.
Akhirnya, Eunki berhenti berontak dan pasrah saja diseret Jungjung yang entah akan membawanya kemana.
Mereka berdua sudah sampai ditempat tujuan, iya atap. Jungjung membuka pintu atap dan menutupnya dengan keras. Eunki dibelakangnya berjengit kaget.
Jungjung menghentikan langkahnya dan melepaskan tangan Eunki yang sudah diseretnya sedari tadi. Sedangkan Eunki, sedikit meringis setelah Jungjung melepaskan tangannya. Terlihat kemerahan dipergelangan tangannya itu, karna memang Jungjung sedikit kencang menariknya tadi.
"Apa kau sudah puas?" Tanya Jungjung memulai pembicaraan dan terdengar dingin.
Eunki menatap Jungjung dengan tatapan tak mengerti.
"Apa maksudmu?" Jungjung mendecih dan tersenyum miring.
"Tak usah pura-pura bodoh, Hong Eunki." Ujar Jungjung sambil menahan emosi. Eunki mengerutkan dahinya, memang ia tidak mengerti.
"Aku sungguh tak mengerti maksudmu, Jungjung." Balas Eunki.
"KAU KAN YANG MELUKAI ONG SEONGWOO?!" Seru Jungjung, Eunki terlonjak kaget.
"K-kau.." Eunki menatap Jungjung tak percaya.
"APA?! KENAPA?! KAU TAK PERCAYA JIKA AKU TAU SEMUA KELAKUAN BUSUKMU ITU?!" Oke, Jungjung sudah meledak. Eunki masih terdiam ditempatnya.
"SADARLAH EUNKI! SADARLAH!"
Raut wajah Eunki mengeras dan dia menatap Jungjung dengan tatapan tajamnya yang menusuk.
"BERISIK! AKU TAK BUTUH NASIHATMU! AKU TAK BUTUH!" Teriak Eunki.
Jungjung menghela napasnya, ia melangkah dan memegang kedua bahu Eunki yang langsung ditepis oleh pemuda Hong itu.
"Jangan menyentuhku." Ujar Eunki dingin. Jungjung tersenyum kecut.
"Eunki, ku mohon. Aku sudah bilang padamu untuk tidak melibatkan Seongwoo kedalam masalahmu. Seongwoo tak salah apapun disini. Kau hanya melibatkannya demi ego mu itu." Jungjung mulai memberi pengertian pada Eunki. Tapi, bukan Eunki namanya jika langsung menurut.
"Kau tau apa dengan masalahku?" Tanya Eunki sambil menatap Jungjung remeh.
"Okey, aku memang tidak tau dengan masalahmu yang sebenarnya. Tapi, aku hanya ingin mengingatkanmu untuk berhenti melakukan kelakuan busuk ini. Ini tidak baik untuk kedepannya, Ki. Kau bisa saja diketahui oleh teman-temannya Seongwoo, dan mungkin kau bisa didrop out dari sekolah." Jelas Jungnjung dan menatap Eunki.
"Dan, masalah utamamu itu ingin menjatuhkan Kang Daniel kan?"
Pertanyaan barusan membuat Eunki lagi-lagi membulatkan matanya. Ia sungguh tak percaya dengan sosok dihadapannya ini. Pemuda China ini sebenarnya cenayang atau apa? Kenapa selalu tepat sasaran.
"Aku benar kan?" Eunki tidak menjawab. Jungjung mengeluarkan suaranya lagi.
"Apa mungkin, kau menyukai Kang Daniel?" Eunki mendelik.
"Tidak! Aku tidak menyukainya!" Jawab Eunki sedikit menaikkan nada ucapannya.
"Lalu, kenapa kau melakukan ini semua?" Jungjung menatap Eunki lelah.
"Sudah kubilang ini bukan urusanmu!" Seru Eunki. Jungjung menghela napasnya sejenak lalu mengacak surainya.
"Baik! Ini bukan urusanku. Dan aku lelah selalu memperingatkanmu yang keras kepala. Sekarang, terserah padamu. Kau mau lakukan apapun itu, aku tak perduli. Jika terjadi sesuatu padamu, aku tak akan mencarimu. Lakukan sesuka hatimu. Aku pergi."
Setelah mengucapkan itu, Jungjung pergi dari sana meninggalkan Eunki yang membatu. Entah kenapa, hatinya menolak Jungjung untuk pergi. Tapi di sisi lain, ia menginginkan Jungjung pergi. Entahlah, Ia sendiri juga bingung.
Dan tanpa disadari, air mata sudah meluncur dengan bebasnya dari pelupuk mata indah Eunki.
Euiwoong sedang berjalan tanpa tujuan. Sesekali ia gigiti kuku jarinya. Tandanya ia sedang bingung.
Ia masih memikirkan omongan dari kedua sunbaenya tadi. Ia yakin pendengerannya masih bagus, jadi tadi ia tak mungkin salah dengar kan?
"Tak mungkin. Ini sulit dipercaya." Gumamnya.
Sebelumya...
Euiwoong sedang dalam mood tidak baik hari ini. Dan entah ide darimana ia ingin membolos untuk pertama kalinya. Sungguh, rasa-rasanya ia penat sekali jika harus berurusan dengan buku-buku. Sekali-kali, ia ingin mencoba sensasi membolos itu seperti apa.
Dan ia memutuskan untuk membolos diatap sekolah. Dia dengar dari beberapa teman kelasnya, jika atap adalah tempat yang tepat untuk membolos. Jadi ia lebih memilih atap sebagai tujuan bolosnya.
Euiwoong sudah berada dianak tangga yang dekat pintu masuk, saat akan membuka pintu Euiwoong mendengar sayup-sayup suara dua orang yang sedang bertengkar, mungkin.
"Eh, ada orang?" Batin Euiwoong.
Karna penasaran, Euiwoong membuka pintu itu sedikit. Dan mengintip dua orang yang sedang terlibat pembicaraan yang serius.
Dahinya langsung mengernyit saat tau dua orang itu ternyata adalah sunbaenya.
"Eunki sunbae dan Jungjung sunbae? Ada hubungan apa mereka?" Gumamnya bingung.
Setelah dirasa cukup, Euiwoong memilih untuk pergi, tadinya seperti itu. Sebelum dia mendengar nama yang sangat familiar diucapkan oleh Jungjung.
"Eunki, ku mohon. Aku sudah bilang padamu untuk tidak melibatkan Seongwoo kedalam masalahmu. Seongwoo tak salah apapun disini. Kau hanya melibatkannya demi ego mu itu."
"Seongwoo hyung?" Batin Euiwoong.
Ia mengurungkan niatnya untuk beranjak dari sana. Dan lebih memilih untuk menguping pembicaraan kedua sunbaenya itu.
"Kau tau apa dengan masalahku?"
"Okey, aku memang tidak tau dengan masalahmu yang sebenarnya. Tapi, aku hanya ingin mengingatkanmu untuk berhenti melakukan kelakuan busuk ini. Ini tidak baik untuk kedepannya, Ki. Kau bisa saja diketahui oleh teman-temannya Seongwoo, dan mungkin kau bisa didrop out dari sekolah."
Euiwoong menutup mulutnya tak percaya. Jadi, yang mencelakai Seongwoo hyung itu Eunki sunbae, tak masuk akal. Pikir Euiwoong.
Ia kembali mengintip dan kembali menguping.
"Dan, masalah utamamu itu ingin menjatuhkan Kang Daniel kan?"
Dahi Euiwoong mengernyit saat salah satu dari hyungnya itu disebut.
"Daniel hyung? Jadi ini ada hubungannya dengan Daniel hyung?" Batin Euiwoong.
"Aku benar kan?"
"Apa mungkin, kau menyukai Kang Daniel?"
"Tunggu, Eunki sunbae menyukai Daniel hyung?" Gumam Euiwoong, sungguh ia tidak mengerti.
"Tidak! Aku tidak menyukainya!"
"Ah ku kira, Eunki sunbae menyukai Daniel hyung." Euiwoong entah kenapa bernapas lega saat Eunki mengatakan tak menyukai hyungnya.
"Lalu, kenapa kau melakukan ini semua?"
"Sudah kubilang ini bukan urusanmu!"
"Baik! Ini bukan urusanku. Dan aku lelah selalu memperingatkanmu yang keras kepala. Sekarang, terserah padamu. Kau mau lakukan apapun itu, aku tak perduli. Jika terjadi sesuatu padamu, aku tak akan mencarimu. Lakukan sesuka hatimu. Aku pergi."
Euiwoong dengan tergesa-gesa berlari menuruni tangga dan bersembunyi dibalik tembok. Ia bisa melihat Jungjung yang melewatinya yang sedang memasang raut wajah marah. Euiwoong akui, itu sedikit menakutkan.
Ia keluar dari persembunyiannya. Ia melirik kearah pintu yang sedikit terbuka, ia bingung. Apa ia harus tetap pergi ke atap atau tidak.
Tapi jika ia tetap pergi ke atap, ia pasti bertemu dengan Eunki. Dan ia lebih memilih untuk pergi dari sana. Mungkin membolos diatap bisa ia lakukan lain kali saja.
Nah, jadi seperti itu.
Euiwoong akhirnya belok kiri menuju uks, mungkin membolos diruangan penuh obat itu tidak buruk. Saat diperjalanan, ia kebetulan melihat Haknyeon diujung koridor.
"Haknyeon hyung!" Panggilnya Euiwoong sedikit berteriak karna jaraknya memang lumayan jauh.
Haknyeon menoleh dan setelahnya pemuda Jeju itu tersenyum dengan sejuta wattnya . Euiwoong menghampiri Haknyeon dengan berlari kecil.
"Hai, Ung." Sapa Haknyeon saat Euiwoong sudah berada dihadapannya, tak lupa Haknyeon menyempatkan untuk mengusak surai hitam milik Euiwoong.
"Hai, juga hyung." Balas Euiwoong dengan senyum manisnya.
"Ada apa memanggilku?" Tanya Haknyeon menyadarkan Euiwoong dengan tujuan awalnya.
"Aku.. ingin berbicara denganmu." Jawab Euiwoong. Haknyeon mengangguk sekilas.
"Bicaralah."
"Tapi, tidak disini. Ayo kita bicara ditaman." Usul Euiwoong yang lagi-lagi diangguki oleh Haknyeon.
"Yasudah, ayo."
Haknyeon dan Euiwoong sudah sampai ditaman sekolah. Mereka berdua berdiri dengan saling berhadapan.
"Ingin bicara apa?" Tanya Haknyeon dengan senyum sejuta wattnya.
Euiwoong menggigit bibir bawahnya sebentar. Apa ia harus menceritakan apa yang dia dengar tadi pada Haknyeon? Ia belum yakin sih, bisa saja kan Eunki dan Jungjung itu sedang berlatih akting untuk memenuhi tugas mereka.
Tapi, jika ini memang benar mungkin ini bisa jadi jawaban dari semua kejadian yang menimpa Seongwoo.
Haknyeon menatap Euiwoong bingung, karna pemuda manis itu terlihat gusar.
"Ung, kau baik?" Tegur Haknyeon sambil mengguncangkan bahu Euiwoong dengan pelan.
Euiwoong tersentak.
"A-ah iya, aku baik hyung."
"Jadi, apa yang ingin kau sampaikan padaku?" Tanya Haknyeon, Euiwoong menjilat bibir bawahnya. Ia lebih memilih memberitahukan apa yang dia dengar tadi pada Haknyeon.
"Hyung, Seongwoo hyung masih dirumah sakit kan?" Haknyeon mengangguk.
"Dan kau tau, siapa orang yang menyebabkan Seongwoo hyung jadi terbaring dirumah sakit?" Tanya Euiwoong, Haknyeon menggeleng.
"Belum. Setauku sih, orang yang menyebabkan Seongwoo hyung terluka itu kabur. Kenapa?" Euiwoong menunduk sambil menggigit bibir bawahnya.
"Ung? Hey, kau ini kenapa?" Tanya Haknyeon sambil mengangkat dagu Euiwoong agar pemuda manis itu mendongak.
"Begini hyung, tadi aku sempat dari atap. Saat aku sudah sampai, ternyata sudah ada dua orang disana. Dan aku sempat menguping pembicaraan mereka."
Haknyeon menyimak dengan baik yang Euiwoong ucapkan.
"Mereka berdua sempat menyebut nama Seongwoo hyung dan Daniel hyung, hyung." Dahi Haknyeon berkerut,
"Lalu?"
"Mereka sepertinya sedang bertengkar. Tapi, hyung. Salah satu dari mereka itu adalah pelaku yang sudah mencelakai Seongwoo hyung."
Haknyeon terkejut.
"K-au serius?" Euiwoong mengangguk.
"Aku serius, hyung. Pendengaranku tak mungkin salah."
"T-tapi, kau tau siapa orangnya? Maksudku, kau tau siapa pelaku yang sudah melukai Seongwoo hyung?" Tanya Haknyeon, Euiwoong lagi-lagi mengangguk.
"Siapa Ung? Siapa?" Desak Haknyeon sambil memegang kedua bahu Euiwoong.
"Hong Eunki sunbaenim."
"HAH?!"
.
.
.
.
To Be Continued...
Kok jadi gini ya? :((( Chapter ini cuman munculin Hakwoong sama Junki doang :))) Soalnya yang kepikiran cuman mereka doang xD hahahaha
Maaf lama, aku bingung soalnya mau lanjutin ini gimana :(( Jadi, kalo ini aneh maapin aja ya wkwk. Terus, kuota lagi sekarat. Ini juga up nyuri" wifi tetangga xD Aku up dihape soalnya :))
Mau tanya, sekesel apa sih kalian teh sama Eunki? xD Tiap baca review pasti aja ngehujat pacar kesekiannya aku xD
Udah ah. See you ya~
Typo Everytime Everywhere~
Sekian,
Babychickjojang.
