Disclaimer :

Naruto milik Masashi Kisimoto

High School DxD milik Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, Uzumaki Hinata, Namikaze Naruko dan Namikaze Menma, akhirnya bangkit kembali setelah 1000 tahun dan mendapatkan sebuah misi dari Tuhan untuk menciptakan sebuah kedamaian di dimensi lain yang penuh hal Supranatural dan mencari sumber energi di Dimensi lain, bagaimana perjalanan mereka.

Naruto : Second Chance In New Dimension

Pair :

Naruto x Hinata

Menma x Koneko

Naruko x Kiba

Issei x Harem ( Tsubaki, Momo, Kusaka, Xenovia, Irina )

Genre : Adventure, Fantasy, Sci-fi, dll

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, Overpower!Naruto, Doujutsu!Naruto, Susano'o!Naruto, Rikudo!Naruto, Godlike!Hinata, Godlike!Menma, Godlike!Naruko

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Biju/Sacred Gear

[' Halo '] batin biju/ Sacred Gear

Note : Yosh! Kembali update!

Baiklah kita langsung saja penjelasan mengenai chap sekarang.

Akhirnya pertarungan yang di tunggu dimulai dan pencarian Misi berikutnya berlanjut kawan! Ayo kita baca bersama!

Open Fanfic : One Ok Rock – memories

( Fix Music )

Layar memperlihatkan gambaran Komik-komik dari cerita ini, lalu layar berubah menjadi putih dengan Judul cerita ini )

Watch'n outer space I see them shine

( Layar di ganti dengan tampilan tubuh Naruto yang masih terbaring di kasur )

Crazy stuff like this it blows my mind

( Layar kembali di ganti dengan Menma, Hinata dan Naruko yang berdiri di depan pasukkan dengan Hinata yang memimpin )

So many times, waking up to the radio

I'm breaking out of the safety of radio

( layar kembali di ganti dengan gambar sebuah Foto dimana terdapat Naruto, Hinata, Menma dan Naruko yang saling berpelukan dan tersenyum)

When did I stop searching for miracles?

( lalu layar kembali berubah memperlihatkan Naruto yang tengah terbaring mulai bercahaya )

It's bad enough when nobody helps

( lalu layar kembali berubah memperlihatkan wajah Naruto dari atas dan Naruto membuka matanya memperlihatkan mata dewanya )

Memory Memory now

( Layar seketika sobek dengan sobekkan diagonal dan memperlihatkan Menma, Hinata dan Naruko beserta pasukkan yang tengah menyerbu pasukkan )

You are nothing but a

( lalu kamera bergerak ke arah Hinata yang menarik pedangnya lalu menebasnya ke layar hingga membuat sobekkan diagonal kembali )

Memory Memory now

( Layar seketika berubah menjadi Chi Bunshin 2 yang tengah mengendarai Mobil berisi senjata bersama anak muda di H.O.T.D dan melesat ke arah kamera )

You're burning out

( Lalu layar kembali berubah menjadi Naruto Chi Bunshin 3 yang tengah mengangkat tangannya lalu menghentakkannya di tempat yang berpasir hingga membuat pasir itu naik )

utsurikawari iku sedai koutai

( Layar kembali berubah menjadi Naruto Chi Bunshin 1 dari belakang yang tengah berlari dan mengeluarkan rantainya lalu melesat cepat dengan rantainya )

atooi wa shinai shin jidai

( layar kembali berubah menjadi Naruto Chi Bunshin 4 yang tengah berlari menghindar dengan Sabit besar di tangannya, lalu melompat ke atas dan melesat ke arah Kamera yang ada di bawah hingga kamera masuk ke Pupil Mata Naruto yang mengaktifkan Shayonringan )

Memory Memory now

( sementara itu pada tubuh Naruto yang asli seketika menghilang seperti kilat )

Go on and fuck yourself

( Lalu layar berganti pada pasukkan Menma, Hinata, Naruko dan yang lain dan di sana terlihat sebuah kilat dan memunculkan Naruto yang telah bergabung dalam perang lalu mengangkat kepalanya memperlihatkan Mata Dewanya )

Fix Music

( lalu layar seketika terang dan menjadi Backgroud putih )

Note : Butuh Imajinasi level atas.

Baiklah kita mulai.

.

Chapter 28 : Gate Soul Body

.

Naruto Side

.

Saat ini di sisi Naruto asli, Naruto masih berdiri di depan Gerbang Jiwa tubuh, dirinya tengah mempersiapkan dirinya untuk bertarung kembali " Yosh! Saatnya mulai " gumam Naruto, setelah siap Naruto berjalan ke arah Gerbang dan mendorong gerbang itu hingga terbuka.

Tap! Tap! Tap!

Blaaaam!

Setelah itu Naruto langsung berlari ke dalam mencari lawan berikutnya sementara gerbang yang di buka tadi kembali menutup, Naruto memandang sekitar dimana di sekitarnya terlihat seperti gua, namun dirinya bisa melihat karena ada sedikit pencahayaan dengan obor.

" Tempat ini cukup menyeramkan " gumam Naruto lalu kembali menatap ke depan, mata Naruto seketika menyipit saat melihat sebuah Kastil bercahaya lampu ada di hadapannya, Naruto yang melihat itu langsung menambah kecepatan larinya.

" hmmm~ "

Jraaaash! Jraaaaash!

Di depan kastil terlihat dua makhluk Minotaur tengah mengawas, Salah satu Minotaur yang menghirup bau manusia menoleh ke tempat Naruto namun baru saja menoleh, Naruto sudah memotong kepalanya bersama temannya hingga putus, Naruto yang berhasil membunuh kedua Minotaur itu, Naruto kembali berlari menuju Pintu depan Kastil.

Braaak! Blaaaam!

Dengan keras Naruto langsung mendobrak Pintu itu hingga masuk sambil berguling kedepan dan setelah itu Pintu Kastil itu kembali menutup. Naruto yang berhasil masuk kembali berdiri dan menatap sekitar.

Sriiiing!

Sambil menatap sekitar Naruto mencabut kedua pedang Dark Repulser dan Elucidator miliknya dan mengeluarkan Kunai Khusus miliknya dan memasang posisi siaga.

Tap! Wush! Jleb!

Naruto yang mendengar suara langkah kaki berhenti langsung melempar kunai miliknya ke sumber suara namun Kunainya meleset dan menancap di samping sosok Pria.

" Jadi... Apa kau Dewa Tubuh? " tanya Naruto tajam.

" Selamat datang, Kami-sama " ucap Pria itu dengan suara agak sopan " Namaku Syuriko Ryuu, dewa tubuh " lanjut pria bernama Ryuu

" Hmm, dari penjaga depan tadi, sudah jelas pasti kau Sudah di kuasai juga " gumam Naruto lagi sambil memasang posisi bertarung.

" Khuhu, sepertinya Frukuzo, sudah di kalahkan, baiklah kalau begitu aku juga akan serius " tawa Ryuu lalu memasang wajah seriusnya.

Bziiit! Sreeet! Buuum!

Dengan gerakan kilat Naruto langsung menghilang dengan Hiraishinnya, Namun Ryuu mengangkat tangannya ke depan dan setelah itu tanpa di duga tubuh Naruto sudah berhenti di depan Ryuu, sementara Naruto terkejut karena Ryuu bisa menghentikan gerakkannya.

Wush! Buuaagh! Wush!

Sreeeet!

Ryuu, yang berhasil menghentikan Naruto langsung memukul perut Naruto hingga terpental beberapa meter, Naruto yang terpental langsung menancapkan kedua pedangnya dan membuat badannya berhenti.

' Apa itu tadi, itu seperti Shinra Tensei ' batin Naruto menatap Ryuu yang menatapnya santai.

" Ayo, tunjukkan kemampuanmu Kami-sama. Apa hanya ini kemampuan sang Kami? " tantang Ryuu, Naruto yang mendengar itu hanya diam.

Craak! Craak!

Naruto mencabut kedua pedangnya lalu kembali berdiri, Naruto memandang Ryuu yang seolah meremehkannya, merasa di remehkan Mata Naruto langsung bergerak liar ke segala arah untuk melakukan sebuah rencana.

" Ho~ mencari celah ya " gumam Ryuu santai.

' Aku akan mencoba memastikannya lagi, setelah itu baru aku akan membuat rencana ' batin Naruto mengaktifkan Sannin Mode miliknya.

Wush!

Setelah itu Naruto kembali melesat ke arah Ryuu dengan cepat, Ryuu yang melihat itu hanya menyeringai.

Sreet! Wuuuush! Sraaash!

Setelah itu Ryuu kembali mengarahkan tangannya ke arah Naruto dan membuat Naruto berhenti berlari lalu kembali terpental, Namun Naruto tidak tinggal diam, sejak awal Naruto telah mengumpulkan Energi Sannin Mode miliknya pada Pedang Dark Repulsernya. Selagi kesempatan Naruto langsung menebas Udara lalu bergumam " Kawashu Shoshin " gumam Naruto.

Jraash! Wuush! Blaaaaar!

Karena Ryuu yang tidak bisa melihat energi Sannin Naruto, Tubuh Ryuu seketika menerima luka Horisontal dan terpental jauh hingga menabrak dinding begitu juga Naruto.

' Ughhh! Serangannya boleh juga ' batin Ryuu menyeringai terhadap Naruto.

Sementara Naruto yang melihat efek serangannya keluar dari lubang dinding lalu tersenyum senang ' Begitu ya, jadi dia tidak bisa melihat, efek cepat dari Senjutsu, baiklah jika begitu... Berarti dua Jutsu saja yang bisa melukainya, sekarang adalah Ninjutsu ' batin Naruto laku merapal segel dengan cepat lalu menghirup nafas dalam-dalam. Ryuu yang melihat itu langsung bersiaga.

" Fuuton : Kazekiri No Jutsu! " ucap Naruto lalu menghembuskan sebuah gelombang angin besar.

Crak! Crak! Crak!

Ryuu yang merasakan sebuah gelombang angin langsung menyilangkan tangannya untuk menahan serangan Naruto, namun seketika lantai di bawah kastil terlihat sebuah Goresan-goresan besar begitu juga di dinding, tak lama setelah itu Ryuu'pun juga mengalami hal yang sama.

" Shinra Tensei! " teriak Naruto mengarahkan lengannya ke arah Ryuu.

Wuush! Blaaaar!

Sekali lagi Ryuu harus terpental dan menabrak dinding, sementara Naruto hanya tersenyum.

Deg! Wush! Blaaaar!

Seketika Naruto tersentak saat dirinya tidak bisa mengendalikan tubuhnya, dan seketika tubuh Naruto terbang tinggi lalu kembali jatuh dengan cepat ke tanah dan menabrak tanah dengan keras hingga membuat kawah berukuran sedang.

' Eggghh! Apa... Itu tadi ' batin Naruto menyentuh dadanya yang cukup sakit.

" Khuhuhu! Bagaimana rasanya " tanya Ryuu keluar dari balik asap yang memperlihatkan tubuhnya sedikit terluka.

" Apa yang kau lakukan padaku? " tanya Naruto sambil berdiri.

" Tidak ada... Hanya ingin bermain dengan tubuhmu " balas Ryuu mengayunkan tangannya ke kiri.

Wush! Blaaar!

Seketika tubuh Naruto terpental ke arah Kanan, Naruto yang akan menabrak dinding langsung menyilangkan tangannya namun, tubuhnya akhirnya tetap menabrak dinding hingga hancur, Ryuu yang melihat itu menyeringai.

.

.

Yasaka Place

.

Untuk saat ini, semua tengah berkumpul di tempat Yasaka untuk mempersiapkan senjata, persediaan dan yang lain, selagi mempersiapkan, Menma dengan seluruh anggota persiapan perang kembali berdiskusi untuk melakukan serangan selanjutnya.

Selagi mereka berbicara, tiba-tiba, muncul lingkaran sihir di belakang Azazel dan memperlihatkan sosok Pria, Akeno yang melihat Pria itu langsung tersentak dan mengepalkan tangannya, Menma yang merasakan energi Akeno melirik Akeno.

" Baraqiel? Ada apa kau ke sini? " tanya Azazel pada panglimanya.

" Aku hanya memberitahu bahwa pasukkan yang kau minta sudah datang " balas Baraqiel, lalu pandangan Baraqiel seketika terhenti saat melihat seorang yang dia kenal.

" Akeno-chan " gumam Baraqiel.

" Sedang apa kau disini Pria tua? " tanya Akeno dingin dengan aura pekat.

" Akeno, aku... Aku bisa jelaskan "

Wush! Tap!

Tanpa aba-aba, Akeno langsung melesat ke arah Baraqiel, namun Menma dengan cepat menahan Akeno.

" Hentikan Akeno-senpai, jangan mencari keributan " pinta Menma.

" Akeno-chan, maaf jika aku melakukan ini " ucap Naruko lalu menyentuh kepala Akeno dan mengaktifkan Rineggannya, setelah itu terjadi keheningan beberapa menit, Naruko kembali membuka matanya lalu mengangguk-ngangguk " Souka " gumam Naruko.

" Ada apa? Naruko-sama? " Tanya Poseidon

" Tidak. Hanya saja aku mulai mengerti kenapa Akeno-chan membenci Baraqiel-san. Jadi... Akeno-chan, biarkan aku yang menjelaskan apa yang akan di katakan Baraqiel padamu. Baraqiel-san ingin meminta maaf padamu karena telah menyakiti perasaanmu... Dia terpeksa melakukan pembunuhan terhadap ibumu karena jika para Da-tenshi tahu Ayahmu menikah dengan Seorang Manusia, kalian bisa saja di usir dan di bunuh... Sebenarnya ayahmu mencintaimu. Tapi dia terpaksa melakukannya maka dari itu dia ingin meminta maaf padamu dan memulainya dari awal lagi " jelas Naruko panjang lebar, semua diam dan tidak ada yang berbicara. Sementara Azazel mengangguk-ngangguk kepalanya sambil tersenyum.

" Apa yang di katakan Naruko-san memang benar Himejima-san, kau seharusnya tidak membenci ayahmu tanpa alasan " ucap Azazel memberi nasehat, sementara Akeno hanya menundukkan kepalanya.

" Akeno-chan " gumam Baraqiel mendekati Akeno.

" Hiks... Hiks.. Tou-sama " lirih Akeno memeluk ayahnya, sementara Baraqiel membalas pelukan Akeno, pelukan keluarga yang telah lama hilang kembali lagi.

Semua yang melihat itu tersenyum, namun seketika semua tersentak saat semua mendengar suara " Ara~ Apa ada yang aku lewatkan? " semua yang mendengar itu langsung menoleh ke sumber suara dan mereka melihat Hinata yang tengah berjalan ke arah mereka dengan penampilan jaket Ungu miliknya, celana biru panjang dan sebuah Jubah beraksen Api Biru dan pedang di pinggangnya. ( pedangnya pedang Asuna )

" Hinata? / Hinata-chan? / Hinata-sensei? / Hinata-sama? " gumam semua saat melihat Hinata datang.

" Hinata, bukannya kau bersama Naruto? kenapa kau kemari? Dan apa Naruto sudah berhasil? " tanya Menma beruntun.

" Um-Um, aku kembali ke sini lagi karena aku takut menyusahkan Naru-kun, tapi... Saat ini dia pasti sedang melawan Jiwa ke dua " jawab Hinata sambil melepas Headnsead di telinga kirinya.

" Souka? Lalu... Kau? " tanya Menma lagi

" Aku kesini untuk memimpin Pasukan tentunya " jawab Hinata lagi.

" Hah! " teriak semu terkejut.

" Kau memimpin pasukkan? " tanya Roswisse ulang.

" Um, itu perintah dari Naru-kun " jawab Hinata lagi.

" Lalu... Apa yang akan kita lakukan sekarang, Hinata-sama? " tanya Tengu pada Hinata.

" selagi mereka belum bergerak, sebaiknya kita mempersiapkan persediaan, senjata dan yang lainnya, masalah pengawasan, aku berikan itu pada Menma dengan Bunshin miliknya dan pengawasan udara, biar Kuchiyose Taka milikku yang melakukannya " jawab Hinata memberitahu rencana selanjutnya, sementara yang lain hanya mengangguk.

.

.

.

Naruto Side

.

Blaaaaar!

Sementara di sisi Naruto, Naruto keluar dari dinding dan kembali berdiri di hadapan Ryuu, Naruto menatap tajam Ryuu seolah mencari tahu apa yang baru saja dia lakukan sehingga dirinya terpental, darah terus mengalir melalui bibirnya, namun Naruto seolah tidak memperdulikannya.

" Khuhuhu, bagaimana Kami-sama? Apa menyakitkan? " tanya Ryuu dengan raut senang lalu mengibaskan tangannya ke atas.

Wush! Braaak!

Sekali lagi tubuh Naruto seketika terpental ke atas dan menabrak atap lalu jatuh kembali dengan posisi terlentang.

' Ghuu! Kuso! Apa itu tadi ' batin Naruto dengan dahi dan kepala yang mengeluarkan darah mengaliri wajahnya.

" Khuhuhu " tawa Ryuu senang saat melihat wajah Naruto.

Naruto kembali bangun dari terlentangnya lalu mengambil posisi berlutut dengan satu kaki di depan Ryuu.

[" Dark And Ice Sword! Balance Breaker! Hands Sword! "] teriak Naruto panjang.

Pyaaarsh! Swuuuuush!

Seketika pedang Elucidator dan Dark Repulser menyatu dengan tangan Naruto hingga membuat sebuah senjata Pedang ( gambarannya ada di Facebook ).

Sriiing!

Setelah itu Naruto juga mengaktifkan Shayonringan miliknya, Ryuu yang melihat Naruto serius tersenyum_ tidak. Lebih tepatnya menyeringai.

" Baiklah, jika kau ingin bermain pedang, lebih baik kau melawan mereka saja " gumam Ryuu

Grrrr~

Grooaaaaarr!

Graaaahh!

Seketika Naruto memandang sekitar di mana ada banyak Minotaur yang datang ke arahnya, mengandalkan kecepatannya, Naruto langsung melesat ke arah Minotaur di hadapannya, sementara dua Minotaur di hadapan Naruto langsung mengibaskan kedua senjata mereka.

Traaaank!

Pedang kedua Minotaur itu'pun berhasil di tahan oleh Naruto, Naruto yang melihat celah langsung melebarkan mata kirinya.

Swush! Tap!

Craaaaaash!

Setelah itu tiba-tiba tubuh Naruto kembali ke tempat awal dan tak lama setelah itu kedua Minotaur itu'pun tertebas menjadi dua lalu lenyap.

Wush! Wush! Trink! Trank!

Naruto melakukan gaya menghindar saat tiga Minotaur menyerangnya membabi buta, Naruto yang melihat salah satu Minotaur menebasnya dari samping langsung menahan pedang Minotaur dan kembali menahan sebuah serangan yang muncul di atasnya.

Wush! Pyaaarsh!

Seketika Naruto menunduk saat sebuah kapak melesat ke arahnya dan melewatinya, Namun Sisi Pedang Es atas Bahunya hancur, Naruto yang melihat itu mengeram dan langsung menyerang balik Minotaur di sekitarnya.

Wush! Crash! Crash! Jraakk! Twuuush!

Naruto langsung mendorong senjata yang menahan pedangnya dan membuat tiga tiga Minotaur di hadapannya mundur beberapa langkah, tanpa kedipan Mata Naruto langsung menusuk perut dua Minotaur dengan kedua pedangnya lalu menusuk kembali lagi satu di dada dengan pedang Api Hitamnya. Dan setelah itu tubuh Minotaur itu terbakar Api hitam hingga lenyap.

Sementara Ryuu, dirinya duduk santai di kursi sambil melihat Naruto yang tengah melawan pasukkannya ' Khuhuhu, sungguh menarik ' batin Ryuu.

' Kuso jumlah mereka terlalu banyak ' batin Naruto memandang sekitar.

Wush! Triiiink!

Naruto kembali menahan dua pedang Minotaur yang ada di depannya, namum seketika Naruto tersentak saat sebuah palu mengarah padanya.

Buuaaagh!

Palu itu'pun berhasil mengenai Naruto hingga membuat Naruto terpental, Ryuu yang melihat itu menyeringai.

Sraaaash!

Naruto kembali menancapkan pedang Esnya untuk membuat dirinya berhenti, Naruto langsung menoleh siapa pemilik palu itu dan dia melihat sosok Orc besar.

' Sial, mereka semakin banyak ' batin Naruto.

' berjanjilah kau akan kembali ' Naruto yang mengingat permintaan Hinata langsung tersentak.

' Cepatlah kembali Naruto ' Naruto yang kembali mengingat perkataan Menma langsung kembali berdiri.

' Huh! Tetaplah disitu Gaki, dan kau lihat saja dari atas bagaimana nanti kami akan menghancurkan dunia ini ,Khahahaha ' Naruto yang mengingat perkataan Kaguya langsung mengeluarkan energi miliknya, semua Minotaur yang merasakan energi Naruto langsung berhenti.

" Tidak... " gumam Naruto " Tidak... " gumam Naruto lagi.

Bzit! Bzit! Bzitzitzit!

Tiba-tiba Tubuh Naruto seketika teraliri petir merah dan petir itu semakin membesar, Ryuu yang melihat itu menyipitkan matanya.

" Sudah cukup main-mainnya " lanjut Naruto mengangkat wajahnya melihatkan wajah yang tengah emosi.

Bziiiit! Craassh! Craash!

Dengan secepat Kilat, Naruto kembali melesat ke arah pasukan Orc dan Minotaur, sementara Orc dan Para Minotaur yang melihat Naruto menghilang langsung bersiaga. Namun kesiagaan mereka tidak berguna karena Naruto berhasil menebas mereka dalam beberapa detik tanpa tersisa, Ryuu yang melihat itu semakin menyeringai.

Jraaash!

Minotaur yang tersisa memandang takut tempat di mana teman-temannya mati, baru saja akan lari dia langsung berhenti dan di hadapannya terlihat Naruto yang tengah menusuk dadanya lalu mencabut tangan pedangnya dan membiarkan tubuh Minotaur itu jatuh.

" Wah! Wah! Cukup mengesankan Kami-sama, kau bahkan berhasil mengalahkan pasukkanku dalam beberapa detik " puji Ryuu memberi tepuk tangan.

" Sudah cukup bermain Ryuu-dono, kau harus melawanku sekarang " balas Naruto menyiapkan posisi bertarung.

" Heh! Bahkan kau melawanku saja kau tidak bisa " ejek Ryuu pada Naruto.

" Jadi begitu kau bisa mengendalikan tubuh Manusia sesukamu dengan kehendakmu " gumam Naruto " Aku benar bukan? " tanya Naruto menyeringai.

" Khahaha! Sepertinya kau cukup pitar Kami-sama " puji Ryuu " tapi cukup sampai sini " lanjut Ryuu mengarahkan tangannya ke arah Naruto.

" Arrkkk! " teriak Naruto saat merasakan tubuhnya seperti di remuk

" Khahaha! Bagaimana rasanya Kami-sama? Apa enak? " tanya Ryuu perlahan mengerakkan jarinya seperti meremas.

" Ghaaaaaa! " teriak Naruto lagi ' Kuso, ini bahaya ' batin Naruto mencoba melawan.

' Naruto, Kaguya sudah mulai bergerak, saat ini dia pasti bergerak ke tempat Makhluk Immortal itu, jadi kami berharap kau bisa selesai dan kembali sebelum dia bebas ' Naruto yang kembali mengingat perkataan Kakaknya mencoba melawan kehendak Ryuu, sementara Ryuu menatap Naruto tidak percaya.

' Aku... Harus berhasil... Tidak boleh berhenti di sini ' batin Naruto mencoba melawan.

" Tidak ada gunanya! " teriak Ryuu meremas tubuh Naruto lebih keras

" Aarrrrrrkkkkkk! Kuso! Tidak... Akan aku biarkan! " balas Naruto dengan berteriak " Tsukiyomi! " teriak Naruto melebarkan mata Shayonringan miliknya pada Ryuu.

Deg!

Seketika Ryuu tersentak saat ruangan mereka berubah menjadi gelap, tubuh Naruto perlahan juga lenyap dalam kegelapan, Ryuu yang melihat itu langsung memandang sekitar.

" Apa ini? Ini... Seperti milik Tsukiyomi-mikoto " gumam Ryuu.

" Katon : Ryuusei No Jutsu! "

Seketika Ryuu kembali tersentak saat mendengar suara Naruto, dia langsung menatap sekitar tapi tidak ada apa-apa. Namun seketika dia tersentak saat sesuatu yang panas jatuh ke arahnya.

Deg!

Ryuu seketika tersentak saat sebuah Meteor Api jatuh ke arahnya tidak hanya itu.

Swuuuuush!

Meteor api itu seketika berubah menjadi Meteor Api Hitam, Ryuu yang melihat itu mencoba lari namun dirinya tidak bisa memghindar.

Blaaaaaaaaaar!

Swuuush!

Seketika ruangan itu kembali semula dan Ryuu bisa melihat Naruto yang ada di atas tengah melesat ke arahnya dengan Lengan pedang es Besar.

" Hyaaaaaa! Rasakan ini! " teriak Naruto mengarahkan Lengan Pedang Es besarnya.

Blaaaaaaaaaaaaaar!

.

.

.

Hinata Side

.

Sementara itu di sisi Hinata, saat ini Hinata tengah duduk di bawah pohon dengan Earphone di telinganya, dia memejamkan matanya sambil menikmati lagu yang dia dengar.

Seketika Hinata tersentak saat sesuatu menyentuh perasaannya, Mata Lavender itu menatap ke arah langit biru yang perlahan berubah menjadi mendung.

" Sepertinya akan di mulai " gumam Hinata ' Naru-kun, sudah sampai manakah kau? ' batin Hinata .

.

.

Naruto Side

.

Bruk!

Sementara itu di sisi Naruto, saat ini Naruto jatuh berlutut karena kelelahan, pedang yang menyatu dengan dirinya sudah menghilang dan kembali semula, sementara tubuh Ryuu tergeletak jauh di depannya dengan luka besar di dadanya.

" Hah... Hah... Hah... Akhirnya berhasil juga " gumam Naruto dengan nafas terengah-engah.

Sriiiingg—

Seperti Frukuzo, tubuh Ryuu perlahan bercahaya dan mengeluarkan Jiwanya, Ryuu membungkuk hormat terhadap Naruto " Arigato... Naruto-Sama, kau telah membebaskanku " ucap Ryuu berterima kasih.

" Hehe... Itu tidak masalah " balas Naruto kembali berdiri namun tubuhnya kembali jatuh karena tubuhnya sudah tidak kuat.

" Biar aku menyembuhkanmu Naruto-sama " ucap Ryuu mengarahkan lengannya pada tubuh Naruto.

Sriiiing—

Perlahan tubuh Naruto mulai bercahaya dan luka-luka yang ada di tubuhnya mulai menghilang. " Maaf karena aku berani menyakitimu Naruto-sama " sesal Ryuu sambil mengobati Naruto.

" Iie, Fruku-dono telah memberitahuku, kalian di kuasai kegelapan, oleh karena itu aku datang kesini " balas Naruto.

" Naruto-sama, apa kau akan pergi ke tempat Jiwa berikutnya? "

" Hm, aku harus pergi " jawab Naruto.

" Baiklah, aku hanya ingin memberitahumu, berhati-hatilah, karena tempat berikutnya cukup berbahaya " ucap Ryuu " Naruto-sama, aku ingin memberitahu, tempat berikutnya tidak ada di tanah melainkan di udara, maka dari itu biarkan Grifin mengantarmu " lanjut Ryuu memanggil seekor Grifin untuk mengantar Naruto.

" Begitu ya?... Arigato " balas Naruto berterima kasih. Perlahan Naruto berdiri lalu menaiki Grifin Ryuu.

" Semoga berhasil Naruto-sama " ucap Ryuu.

" Ha'i... Jaa, Aku berangkat " ucap Naruto lalu memacu Grifin yang di tungganginya.

" lakukan yang terbaik Naruto-sama " gumam Ryuu.

" Yosh! Ikuzo! Grifin! " teriak Naruto sambil melewati gerbang ujung dan menuju Gerbang berikutnya.

.

.

.

.

Other Place

.

Di suatu tempat yang gelap, terlihat sosok berambut panjang tengah memandang keluar jendela dengan seringai di bibirnya.

" Souka? Di sudah berhasil mengalahkan keduanya ya? " gumam sosok itu entah kepada Siapa " Baiklah, cepatlah kemari Naruto-sama... Iie, atau aku harus memanggilnya Naruto-kun? Fufufu~ aku sungguh tidak sabar kedatanganmu Naruto... -kun "

.

.

.

Naruto Side

.

Crak! Crak! Crak!

Sementara Naruto, Naruto masih menunggangi Grifin pemberian Ryuu sambil melewati sebuah Daerah bebatuan, Naruto memandang sekitarnya di mana hanya daerah bebaturan runcing yang banyak di daerah itu, dan di atasmya hanya terlihat awan tebal namun berwarna Hitam.

Bhaaaats! Wuuuush!

Seketika Grifin yang di tunggangi Naruto mengepakkan sayapnya dan terbang ke atas, sementara Naruto berpegangan pada Grifin agar tidak jatuh.

Swuuush!

Naruto dan Grifin'pun berhasil menembus Awan hingga ujung, Seketika pandangan Naruto terpaku pada sebuah objek di atas awan.

.

" Itu... " gumam Naruto

.

~ Naruto : second Chance In New Dimension ~

.

Yasaka Place

.

" BERDIRI TEGAK! "

Drap! Drap!

Sementara itu di tempat Yasaka, terlihat 100.000 Pasukkan Manusia saat ini tengah berdiri tegak di sebuah lapangan luas, dengan senjata di tangan mereka. Saat ini mereka di kumpulkan untuk di latih dan pelatihnya? Hoho kalian akan tahu nanti.

" Ne, menurutmu siapa yang akan melatih kita? " tanya salah satu pasukkan pada temannya.

" Aku tidak tahu. Tapi... Aku berharap tidak Naruko-sama " jawab temannya.

" Memangnya ada apa dengan Naruko-sama? " tanya salah satu orang tertarik.

" Katanya jika dia melatih, sangat ekstrim, bahkan katanya Xenovia-sama saja bisa di kalahkan dengan cepat dan julukannya adalah Crayz Flash " jawab pasukkan itu, setelah terjadilah saling bisik-bisik.

Tap! Tap!

Seketika semua pasukkan diam saat suara langkah kaki ada di panggung depan mereka dan menampakkan sosok perempuan berambut kuning dengan di ikat twins

" Sepertinya nasib berkata lain " gumam Pasukkan yang memulai pembicaraan di awal.

" Baiklah! Dengar! Aku Namikaze Naruko! Pelatih kalian! Disini aku akan melatih Kalian hingga kalian menjadi Kuat! Jika bagiku Cukup maka kalian boleh Istirahat! Jika Belum, Kalian tetap latihan! PAHAM! " ucap Naruko Tegas pada murid-muridnya / pasukkannya

" SIAP! PAHAM! " balas seluruh pasukkan.

" Sekarang Aku akan membagi Pasukkan! 20.000 Pasukkan dari kalian! Keluar dari barisan! Kalian akan berlatih menggunakan panah! Siapa saja yang bisa menggunakan panah silakan keluar barisan dan berbaris di sana! CEPAT! " perintah Naruko lagi.

" SIAP! LAKSANAKAN! " balas seluruh pasukkan, setelah itu semua pasukkan yang bisa menggunakan panah langsung keluar barisan dan berbaris di tempat di tunjuk Naruko, berikutnya Naruko memberi perintah untuk sisa Pasukkan akan menggunakan Pedang dan Prisai hingga menjadi pasukkan Infantry dan sebagian lagi menggunakan Prisai dan Tombak hingga menjadi Packman.

" Hmm~ sepertinya mereka akan kelelahan melawan Ruko-chan " gumam Menma menatap kasihan pasukkan manusia.

" Lalu... Bagaimana dengan pasukkan Iblis, Rias-chan? " tanya Hinata pada Rias yang ada di sampingnya.

" Kata Onii-sama, pasukkan Iblis sudah Siap tinggal menunggu perintah saja" jawab Rias.

" Sementara Pasukkan Da-tenshi, mereka juga tinggal menunggu perintah, kata Azazel-sama " ucap Gasper memberitahu.

" Kalau pasukkan Tenshi, mereka juga tinggal menunggu perintah " ujar Xenovia tanpa di tanya.

" Hn, pasukkan Hades selalu siap " ucap Koneko sambil memakan roti miliknya.

" Ne, Issei, bagaimana kau dan Draig saat ini? " tanya Menma penasaran akan kekuatan Issei setelah Naruto selesai melatih Issei.

" Um, aku sudah sangat siap, jiwaku membara bersama Draig untuk melawan Mereka, dan aku akan menghabisi mereka dengan kekuatan baruku! " balas Issei semangat.

" semangat saja tidak akan bisa mengalahkan mereka Baka! " ejek Saji.

" Tapi... Jika menyerah itu lebih memalukan dari pada tidak bisa melawan " balas Sona datar.

" Jadi... Bagaimana tentang jalur pasukkan? " tanya Tsubaki penasaran.

" Masalah itu kau bisa melihatnya nanti, saat ini Hinata-chan tidak memberitahu bagaimana rencananya " balas Menma sambil menatap Hinata yang hanya menatap semuanya dengan senyum manisnya.

.

.

Other Place

.

Sementara itu di suatu tempat terlihat Le Fay tengah duduk di dekat jurang sambil menatap bulan yang bersinar di malam hari di temani beberapa awan dan bintang.

Tap! Tap!

Le Fay yang mendengar suara langkah kaki menoleh ke belakang dan dia melihat Momoshiki ada di belakangnya.

" Otsutsuki-sama? " gumam Le Fay ' Ada apa ini? Tidak biasanya dia menemuiku ' batin Le Fay waspada.

" Sedang apa kau disini? " tanya Momoshiki.

" Tentu saja melihat bulan " balas Le Fay.

" Hmm, ada yang ingin aku tanya padamu? "

" Hm? "

" Apa yang kau lakukan kepada mereka? " tanya Momoshiki dingin, Le Fay yang mendengar itu pura-pura memiringkan kepalanya tidak tahu, tapi kata-kata Momoshiki dia mengetahui maksudnya

' Gawat, aku harus pergi ke tempat Menma-nii ' batin Le Fay mencoba kabur.

Setelah itu muncul celah dimensi di belakang Le Fay dan menghisap Le Fay, Momoshiki yang melihat itu langsung melesat ke arah celah di mensi itu tapi celah itu langsung menutup membuat Momoshiki tidak bisa mengejar Le Fay.

' Cih! Dia kabur ' gumam Momoshiki.

.

Naruto Side

.

Swush! Swush!

Sementara itu di tempat Naruto, Naruto masih terbang dengan Grifinnya dan matanya masih terpaku apa yang di lihatnya.

" Itu... " gumam Naruto.

Dan yang di depan Naruto adalah, sebuah Istana melayang di udara dengan warna emas menghiasi istana itu, Naruto terpaku melihat Istana yang baginya sungguh luar biasa, lalu mata Naruto seketika menyipit saat melihat sebuah gerbang dengan gambar hidung di sana.

" jadi ini tempat berikutnya " gumam Naruto " Sugoii " puji Naruto.

Wush! Tap! Wush!

Lalu Naruto yang melihat tidak ada apa-apa langsung turun dari grifin dan mendarat di atas awan sementara Grifin Naruto pergi kembali ke tempatnya.

Naruto menatap kagum pada awan yang di pijaknya, setahunya awan tidak bisa di pijak namun sekarang dia bisa menginjaknya.

" Yosh! Ikuzo " gumam Naruto langsung berlari ke arah istana.

.

In Castel

.

Sementara itu di dalam kastil, terliha sosok wanita menatap keluar jendela dengan seringai menghiasi bibirnya.

" Akhirnya kau datang juga Naruto-kun " gumam Wanita itu " Tapi sebagai pembuka bagaimana jika kau menghiburku Naruto-kun " lanjut Wanita itu.

.

Naruto Side

.

Tap! Tap!

Sementara Naruto terus berlari seolah tidak ada masalah dirinya semakin ceoat berlari saat melihat gerbang yang akan dia tuju tinggal beberapa meter.

Trak!

Seketika Naruto tersentak saat kakinya kehilangan pijakkan dan membuat dirinya terjatuh.

" Huwooooo! " teriak Naruto sambil mengulurkan tangannya ' Kuso! Bagaimana ini ' batin Naruto

' Senjata?... Ya! Senjata! ' batin Naruto baru ingat dia langsung menarik sabit miliknya yang selalu bertengger di punggungnya.

Wush! Sriiiiing! Jleb!

Setelah itu Naruto langsung melempar Sabitnya ke atas hingga menancap kembali di awan.

Sriiiiing!

Setelah itu Naruto kembali menarik rantai senjatanya membuat dirinya kembali ke atas.

Tap! Wush!

Baru saja Naruto berpijak dengan Awan kembali, Seketika Naruto di kejutkan akan sosok Makhluk yang tiba-tiba muncul di hadapannya, Naruto menatap terkejut akan apa yang di hadapannya.

" Apa " gumam Naruto

.

.

.

Grooaaaar!

.

.

.

.

.

Music End

Aoi Tada – Yakeochinai Tsubasa

( Fix music first )

( layar memperlihatkan Hinata yang tengah bersandar di bawah pohon sambil memandang ke ara lain dengan menggenggam sebuah Jubah ada di tubuhnya )

miwataseru basho ni kesa wa tadoritsuku tooku senro ga nobiru

( Gambar di ganti dengan Gambar Naruto tengah berjalan di sebuah Jembatan dari Batang Pohon dengan di temani beberapa Hewan )

kobiritsuita tsuchi kakato kara otoshi aruita kyori o hakatte mitari

( Gambar di ganti dengan gambar Hinata yang berdiri di atas batu sambil menyentuh dadanya dengan di sinari sinar matahari terbenam )

maegami o yurasu you ni kaze ga tsuyoku fuitara mou nanimo mayowanai

( Gambar di ganti dengan Gambar Naruto yang tengah membelakangi layar dengan langit malam di hiasi bintang-bintang )

sekai no hate sae bokura wa shiranai

( Gambar di Ganti dengan Hinata yang kini tengah menahan sebuah Pedang dengan pedangnya dengan efek percikkan api akibat adu pedang mereka )

kanashimazu ikiru sube mo motte nai

( Gambar kembali di ganti dengan Naruto yang juga tengah menahan sebuah serangan dengan pedang Dark Repulsernya bersama dengan Elucidator dengan mata Mangenkyou Sharingan dan darah yang menghiasi wajahnya )

mezasu kono saki ni matteru yuuki sore o te ni shitara owaru yume o mita.

( Gambar di ganti dengan Hinata yang tengah memasang Posisi bertarungnya dengan Juhouno Shoushiken miliknya dengan efek para musuh yang sudah di pukul )

sora ga kawari hate hoshi wa megutte yuku mezametara sugu ni kyou mo arukidasou

( gambar di ganti dengan Gambar Naruto yang ada di sebelah Kanan sedang mengulurkan tangannya ke arah Gambar sebelah kiri di mana di sana juga terdapar gambar Hinata yang sedang mengukurkan tangannya )

Fix Music

( Uluran tangan itu'pu berhasil di tangkap bersama hingga cahaya putih menerangi layar dan End )

.

Pakai lagu fullnya baru bisa membayangkan.

.

.

TBC

.

Chapter Berikutnya :

" Kuso! Mereka terlalu banyak! "

" Fufufu~ selamat datang Naruto-kun "

" Ughh! Kusoo! "

" Heh! Sepertinya misiku akan selesai sekarang dan bisa kembali "

" Hyaaaaa! Enyahlah! "

" Hm, aku harus kembali dan maaf ne minna aku tidak bisa selalu bersama kalian, jaa ne "

.

Selanjutnya di NSCIND, Chapter 29 : Gate Of breath and A Story In Dimensions Shingenki No Kyoijin

.

Note : Yo! Minna san! Bagaimana ceritanya? Hoho pasti semakin penasarankan?

Chachacha ~ sepertinya makin panas saja perjalanan Naruto. Hoho pertarungan tadi sepertinya juga menarik, walau kurang seru

Hm-hm, banyak yang bilang jika ini Fic Sampah, tapi tetap saja menurutku mereka baca tapi malu mengungkapkan.

Hn~ Hn~ Hn~ ( # bersenandung ). Baiklah sekarang ayo kita jawab beberapa Review di cerita sebelumnya.

.

Dark Resolvet : Hm, masalah buatmu? Aku bisa saja membuat cerita panjang, tapi ketentuan sudah ada dalam cerita ini. Batas cerita juga sudah maksimal.

.

No Name : Not Like Go Out!

.

Arif : Masih 16 tahun bro, masa sudah nikah, pacaran saja belum

.

Hitori Hanzo : Hmmm~ mungkin saranmu bisa di gunakan dan kita lihat saja nanti ya : )

Baiklah itu saja yang bisa saya balas, dan bagi yang suka panjang-panjang, ide tidak mudah munculnya bro. Tapi jika kalian yang ingin panjang saya sudah tambahkan cerita di balik misi di dunia dimensi.

Yosh! Kalau begitu saya dedek undur diri dulu. Jaa Ne~

.

Please Review