King of Shinobi

By…Ksatria

Rate : M

Genre : Adventure, Family, Romance, Mysteri

Disclaimaer : Bukan punya saya

Pair :Naruto x ?

Warning : Masih pemula dan cerita abal, gaje dan banyak lagi….

Chapter 28:

Summary : Naruto adalah anak yang di abaikan oleh kedua orang tuanya dan di anggap aib bagi seluruh desa Konoha sejak dia berumur kurang dari 4 tahun, setelah insiden terjadinya penyerangan pria bertopeng dengan mensumonkan kyubi ekor Sembilan pada Konoha dan disegel oleh Namikaze Minato kedalam tubuh Menma kakak dari Naruto dan mereka yang dipuji oleh warga desa dianggap sebagai keluarga pahlawan desa. Naruto yang berusaha mendapat perhatian mereka, kini merekalah yang menyesal atas perbuatan mereka dan ingin memulai kembali bersama Naruto untuk membuat keluarga yang bahagia.

"jadi kau adalah Orochimaru…?" ucap Naruto yang terus melangkah dan berhenti sesaat di hadapan Orochimaru.

"apa mau mu dengan ku…?" tanya Orochimaru yang wajah kulitnya masih rusak dengan ekspresi mengejek.

"apa kau ingat dengan Yuji….?" Tanya Naruto tanpa menjawab pertanyaan Orochimaru dengan tatapan tajam nan membunuh.

"hah…" Orochimaru merasa kebingungan dengan perkataan Naruto.

"apa kau tahu Torino, Akimi, Toara…?" tanya lagi Naruto dengan tatapan tajamnya.

"siapa mereka…?aku tidak tahu mereka…?" jawab Orochimaru dengan nada mengejek.

"jadi, kau lupa dengan mereka yang menjadi bahan percobaan…." Ucap Naruto dengan tatapan tajam nan membunuh menambah tekanan chakra.

"bahan percobaan….?hahhh, aku baru ingat sekitar 10 tahun yang lalu, aku kehilangan bahan percobaanku, jadi, kau menemukan bahan percobaan itu ya, apa mereka mati atau masih hidup….?yaaa, aku sih tidak perduli lagi dengan keadaan mereka, bahkan bila mereka sudah menghilang…." Ucap Orochimaru dengan wajah yang menyeramkan seolah mengejek dengan tekanan chakra yang meningkat.

"sialan kauuuuuuuu…" ucap Naruto dengan tatapan tajam nan membunuh.

Lalu dalam kejapan mata, Naruto menghilang dengan Shunsin miliknya yang telah berkombinasi dengan Hiraisin. Orochimaru menjadi kaget melihat Naruto telah menghilang dari pandangannya dan bertambah kaget ketika Naruto telah berada di depannya dengan Rasengan berwarna hitam pekat siap meluncur mengenai tubuhnya.

Dengan cepat Orochimaru langsung menunduk ke bawah, melihat hal itu Naruto langsung merubah serangannya dan mengarahkan ke bawah tepat dimana Orochimaru menghindar dengan cara menundukkan badannya ke bawah.

BUUAARRHHHH….

Pijakan tanah kini berganti menjadi kawah kecil, dengan retakan di pinggirannya, terlihat Orochimaru yang terkena jutsu Naruto sudah terkapar tidak berdaya. Dengan cepat Naruto melangkahkan kakinya mundur menjauh dari Orochimaru.

Tubuh Orochimaru yang terkapar kini berubah menjadi ular kecil berwarna putih menyerang Naruto. Dengan cepat Naruto membentuk handseal lalu menyemburkan api besar yang membakar ular-ular kecil itu.

"kau harus bertanggung jawab atas perbuatan mu Orochimaru sialan…." Teriak Naruto lalu segera mengarahkan tinjunya ke arah kobaran api yang membakar ular kecil itu.

BUUUUAAARRRHHH….

Seekor ular raksasa telah tumbang akibat tinju Naruto yang begitu kuat, masih belum sampai di sana, Naruto kembali membentuk handseal dan mengeluarkan percikan petir berwarna hitam di tangan kirinya dan mengarahkan pada Orochimaru yang keluar dari tubuh ular raksasa itu.

Dengan cepat Orochimaru segera menghindar dengan cara mundur kebelakang, meskipun terkena goresan di pipi kanannya hingga meneteskan darah. "sialan bagaimana bisa dia menjadi sekuat ini…?" pikir Orochimaru dalam kagetnya.

Bertambah kaget lagi Orochimaru bukan saja melihat kemampuan Naruto, akan tetapi melihat sesuatu yang menakjubkan bagi dirinya. "ba…bagaimana bisa dia memiliknya…?Sharingan itu….?" Pikir Orochimaru dalam kagetnya yang melihat mata Naruto kini berubah menjadi Sharingan yang terus berputar lalu berhenti dan membentuk bintang dengan warna merah terang.

"hihihihih….hahahahhaha…..ini sangat luar biasa, jadi kau selama ini menyimpannya, NARUTO-KUN…" ucap Orochimaru yang begitu keras sambil cekikikan dengan wajah yang begitu menyeramkan.

"aku tidak akan memaaf kan mu, dasar sampah…." Ucap Naruto yang begitu keras, hingga membuat Orochimaru mendengarnya sambil cekikikan dengan wajah dan ekspresi yang menyeramkan.

"memaafkan ku…?aku tidak butuh hal itu, yang ku ingin kan adalah dirimu, aku semakin tertarik padamu, kau jauh lebih baik dari si Sasuke itu, kau adalah berlian dalam lautan dalam, kau sangat langka dan harus menjadi milikku, NARUTO-KUN…." Ucap Orochimaru.

Naruto tidak memperdulikan perkataan Orochimaru, rasa amarah, rasa sakit, dan dendam yang bergejolak, semua ingatan masa lalunya tentang teman lamanya terus bergentayangan, seolah menjadi suatu alasan baginya untuk membunuh Orochimaru. Aura pekat yang menyelimuti tubuhnya terus bertambah besar, serta matanya kini mengeluarkan darah di balik selaput matanya.

OOOOAAAARRRRHHHKKKKK….

Teriakan yang begitu mencekam dan mengerikan dari raksasa berwarna hitam pekat dengan wajah seperti tengkorak dan tidak luput pula dengan tubuhnya yang berbentuk seperti tengkorak dengan setengah badan, bertanduk dua yang terpasang di kiri dan kanan yang muncul menyelimuti tubuh Naruto, pohon dan tumbuhan serta beberapa hewan yang berada di dekat sekitarnya ikut hangus menjadi abu akibat terkena aura hitam pekat yang menyelimuti Naruto dan juga raksasa berwarna hitam pekat yang tidak jauh dari Naruto.

"apa-apaan ini….?semuanya berubah menjadi abu, yang benar saja…" Gumam Orochimaru yang terkejut dengan penglihatannya.

OOOOOOOAAAARRRRRHHHHKKKKK….

BRAAAAKKKKKKKK….

BUUUUUKKKKKK…..

Teriakan yang sangat keras dari suara raksasa milik Naruto membuat angin yang begitu kencang, para hewan banyak lari ketakutan. Pohon telah berubah menjadi abu yang dibawa angin dan hewan yang tidak dapat melarikan diri ikut menjadi abu yang dibawa angin.

Kuchiyosen Sanju Rashomon

Ucap Orochimaru setelah membentuk handseal, dan memunculkan 3 gerbang raksasa.

Tinju yang begitu keras mengarah pada Orochimaru dan meninggalkan kawah besar, ketiga gerbang yang muncul untuk melindunginya pun ikut hancur dan menghilang menjadi kepulan asap tebal, tubuh Orochimaru yang terkapar di tanah, akibat tinju raksasa itu kini berubah kembali menjadi ribuan ular kecil yang menyerang Naruto dan beberapa menyatu kembali menjadi Orochimaru.

Semua ular kecil yang menyerang Naruto kini telah hangus terbakar menjadi abu akibat hembusan nafas raksasa itu. Tampak Orochimaru yang berdiri dengan keadaan yang letih sedang berusaha berpikir. "bagaimana bisa dia memilikinya…?Susano'o bukanlah hal yang mudah untuk di kuasai oleh seseorang yang memiliki mata yang bukan dari keturunan Uchiha…." Pikir Orochimaru dalam letihnya.

Terbersit senyum licik di wajahnya. "hehehe….aku semakin tertarik, akan kupastikan kau menjadi milikku, Naruto…." Gumam Orochimaru, lalu membentuk handseal.

Kuchiyose No Jutsu

Setelah mengucapkan jutsunya, muncul lah kepulan asap yang begitu tebal dan setelah menghilang, terlihatlah ular raksasayang sangat berbeda dari sebelumnya.

"oh, apa kau ingin segera aku makan, dasar bocah…." Bentak ular raksasa itu.

"tenanglah, Manda, kau bisa mendapatkannya yang lain…." Ucap Orochimaru.

"ahhkkhhhaahhaa….hhaahh…..hhaahh….sial rasanya panas dan menyakitkan…" gumam Naruto yang terduduk memuntahkan darah segar, terlihat pula darah segar mengalir di matanya.

Ketika Naruto menyadari raksasa itu, Naruto sangat kaget. Meskipun begitu Ia dapat mengendalikan dirinya dan berusaha untuk mengontrol raksasa yang belum bisa dia kuasai dengan sempurna.

"tampaknya, Naruto-kun, masih belum menyempurnakannya, hehehehe…..ini menjadi sempurna, aku pasti akan memiliknya…." Gumam Orochimaru dengan cekikikan yang menyeramkannya.

Raksasa itu tampak tenang ketika Naruto masih dalam keadaan yang sulit bagi dirinya, rasa kelelahan dan sakit yang luar biasa di terima Naruto akibat teknik yang belum pernah dia keluarkan sekali pun, membuatnya kesulitan, bahkan dalam pemulihan menjadi lambat.

Melihat ketenangan itu, Orochimaru menjadikannya kesempatan, dan menyerang Naruto. Manda langsung menggigit raksasa itu, tapi masih saja tampak tenang tanpa ada pergerakan sekalipun.

AAAARRRRRHHHHKKKKKK….

Jeritan dari Manda yang melepaskan gigitannya, terus menjerit kesakitan dan terkelepar dengan rasa sakit yang dirasakan. Tampak kobaran yang berbentuk api berwarna hitam membakar Manda, lalu menghilang menjadi kepulan asap tebal.

"yaaaa, tidak apa meski begitu, tidak jadi masalah…." Gumam Orochimaru.

Jagei Jubaku

Ucapnya, lalu muncul ular berwarna putih dari kedua tangannya dan melilit Naruto, namun sayangnya sebelum mencapai tubuh Naruto kedua ular putih itu menjadi debu yang di bawa angin.

"sial, pertahannya sangat kuat, bukan saja dari luar melainkan dari dalam, selama raksasa itu ada, Naruto akan tetap tidak bisa di tembus…." Pikir Orochimaru.

"aahhhaaaa…..hhaahhh…..hhhaaahhh….tinggal sedikit lagi, aku pasti akan menghancurkannya…" gumam Naruto yang kembali memuntahkan darah segarnya. Lalu teriakan dari raksasa itu yang begitu besar di ikuti dengan tangannya menyerang ke arah Orochimaru.

"sial…" gumam Orochimaru yang begitu kaget dan berusaha menghindarinya dengan merubah bagian tubuhnya menjadi ular dan terus bergerak menjauh dari tangan raksasa itu.

"kurasa ini sia-sia saja, aku harus menggunakannya…." Pikir Orochimaru yang sudah terdesak dan tidak mampu melarikan diri, lalu berhenti dan menyiapkan jutsunya.

Tiba-tiba raksasa itu semakin mengecil dan menghilang, Naruto terlihat sangat kelelahan dan terus memuntahkan darah segarnya. "sial, padahal tinggal sedikit lagi…." Gumam Naruto.

"aahhhhaaahhh….hhhaaahhh….hhhaaahh….aku pikir akan mati setelah melihat serangan tadi, tapi sekarang kau akan menjadi milikku…" ucap Orochimaru dalam keadaan letih dan merubah bagian tubuhnya kembali seperti semula sambil melangkah ke hadapan Naruto.

"hampir saja aku akan menggunakan Yamata No Jutsu, ini merupakan keberuntungan ku…." Pikir Orochimaru.

Sai terus berlari melompati pohon demi pohon sambil membawa Sakura, Karin, Menma, dan Sasuke dengan ke tiga bunshinnya.

"hentikan Sai, aku tidak ingin membiarkan Naruto sendirian…." Berontak Karin dengan tetesan air matanya.

"aku tidak bisa meninggalkan Naruto…." Berontak Sakura dengan air matanya terus menetes.

Sepanjang jalan mereka berdua terus memberontak, hingga sampai di tempat yang cukup aman, dan menurun kan tubuh Menma yang keadaannya masih tidak sadarkan diri, dan tubuh Sasuke yang juga dalam keadaan tidak sadarkan diri.

"Sai, kenapa kau lakukan ini….?seharusnya kita juga membawa Naruto…." Ucap Karin yang meneteskan air matanya.

"kau benar-benar jahat, Sai…." Ucap Sakura setelah menaruh tubuh Menma dan Sasuke dengan aman.

Mendegar suara kebisingan tersebut Menma terbangun. "dimana aku…?" gumam Menma.

"Menma, kamu baik-baik sajakan…?" ucap Sakura yang menghampiri Menma dan berbalik bertanya dengan ekpresi yang begitu khawatir.

"hmmmm, tunggu, bagaimana dengan Genin itu….?" Jawab Menma yang mengangguk, lalu berbalik bertanya setelah mengingat kembali kejadian itu.

Semuanya tampak terdiam sesaat, melihat ekspresi itu dan keadaan Sasuke yang berada di sampingnya dalam keadaan tidak sadarkan diri, membuatnya merasa mengerti akan semua kejadian tersebut.

"kita berhasil melarikan diri…" ucap Karin dengan perasaan gelisahnya.

"yokata, lalu dimana Naruto…?" ucap Menma yang merasa lega, lalu berbalik bertanya ketika melihat tidak ada Naruto di sekelilingnya.

"Naruto bertarung untuk menyelamatkan kita…." Ucap Sakura sambil meneteskan air matanya.

"apa…?maksudmu, Naruto menjadikan dirinya sebagai umpan…." Ucap Menma dalam kagetnya.

"hmmm…." Anggukan Karin sambil meneteskan air matanya.

"kalau begitu aku akan menyelamatkan Naruto…." Ucap Menma lalu berdiri dan hendak pergi.

Hendak melangkahkan kakinya, kedua tangan merangkul pundak Menma dan menjatuhkannya ke tanah. "urusai, kalian tidak tahu apa-apa tentang Naruto…" teriak Sai yang menindih tubuh Menma sambil meneteskan air matanya.

"apa yang kau lakukan Sai…?aku akan menyelamatkan Naruto….." bentak Menma yang berusaha melepaskan pegangan Sai yang begitu kuat.

"menyelamatkan Naruto…?yang benar saja, bahkan kau tidak pernah memperdulikannya, setelah kau mengetahui penderitaannya, jangan seolah-olah kau ingin mendapatkan posisimu sebagai seseorang yang dapat di maafkan olehnya dan kembali seperti semula, dasar baka…." Teriak Sai, yang membuat Menma terdiam.

"bukan seperti itu, aku tidak berpikir akan semudah itu, tapi, sebagai Nii-sannya aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku tahu kalau aku tidak bisa di maafkan karena telah menyakitinya, tapi setidaknya biarkan aku menyelamatkannya, karena Naruto itu Otouto ku…." Ucap Menma dengan air matanya yang berlinang.

"kalau begitu, cukup percaya saja, Naruto itu kuat dan aku tahu Naruto pasti akan kembali….." ucap Sai meyakinkan Menma dan Karin, serta Sakura.

Mendengar perkataan Sai, Sakura, Karin, dan Menma menjadi terdiam untuk sesaat. "tapi, aku masih tetap ingin menyelamatkan Naruto…" tangis Sakura. Sai pun ikut menangis mendengar perkataan Sakura bahkan lebih keras lagi, Karin dan Menma pun ikut menangis.

Setelah tangisan itu reda, mereka tampak kembali seperti biasa dan kini mulai merawat Sasuke yang dalam keadaan memburuk. "siapa sebenarnya Dia hingga bisa membuat Sasuke seperti ini…?" tanya Menma.

"Dia menyebut dirinya Orochimaru, aku tidak tahu detailnya, tapi aku yakin Dia pasti sangat kuat…" jawab Sai.

"Orochimaru, Dia itu salah satu Legenda Sannin, bukan saja sangat kuat, Dia memang sangat kuat…." Ucap Menma yang merasa sangat gelisah.

"salah satu Legenda Sannin…?" ucap Sai yang agak kebingunan.

"itu artinya Dia setara dengan Jiraya…." Ucap Sakura yang mulai merasa kegelisahan.

"semoga saja Naruto selamat…." Gumam Karin yang berdo'a dengan perasaan gelisahnya.

"Sai, maaf aku tetap akan pergi, aku percaya dengan Naruto, tapi, jika lawannya Orochimaru yang setara dengann Jiraya sensei, aku harus membawanya meskipun taruhannya nyawaku sendiri…." Ucap Menma yang berdiri dan hendak pergi.

"yaaa, aku juga ingin pergi tapi, aku tidak bisa meninggalkan mereka, apa lagi Sasuke sedang dalam keadaan memburuk seperti ini….." ucap Sai.

"biarkan aku ikut, Menma…" ucap Karin dan Sakura bersama.

"oi…oi…oi…jika kalian pergi, bagaimana dengan Sasuke dan Aku, apa kalian ingin menambah beban untuk Menma…" ucap Sai.

"Sakura, kau harusnya merawat Sasuke, jadi biarkan aku yang membawa Naruto…." Ucap Karin yang menyarankan Sakura dengan tatapan seram.

"ya, tapi kan Sasuke ada di team mu, jadi aku saja yang membawa Naruto…" ucap Sakura dengan tatapan seram.

"ini tidak ada hubungannya dengan team, Sakura, kau harusnya mengerti…." Ucap Karin yang mulai menunjukkan keseramannya.

"tidak, seharusnya kau yang mengerti, dasar Megane…." Ucap Sakura yang menunjukkan wajah seramnya.

"apa katamu, dahi lebar….?" Ucap Karin dengan wajah seramnya.

Melihat pertengkaran itu, Menma dan Sai hanya dapat menghela nafas beratnya. "terserah kalian…" ucap Menma.

"baik, kita putuskan saja dengan ini…." Ucap Sakura menyarankan.

"baik, mari kita lakukan…." ucap Karin menyetujui.

"yeeeee, aku menang…" teriak Sakura dengan gembira.

"sial, kenapa aku harus batu….." gumam Karin yang lesuh dengan kekalahannya.

"sialan Naruto semakin popular saja…" pikir Sai dengan air matanya yang menyedihkan.

Kembali di tempat pertarungan Naruto melawan Orochimaru. Naruto sudah begitun kelelahan akibat penggunaan Susano'o tanpa kendali penuh. Sedangkan Orochimaru yang juga sudah kelelahan akibat serangan dan pertahanan mutlak milik Naruto, mulai membalikkan keadaan.

"ikutlah bersama ku Naruto, kau pasti akan memiliki semua yang kau inginkan…" ucap Orochimaru yang terus melangkahkan kakinya kehadapan Naruto.

Dengan perasaan waspada, Orochimaru menjaga jarak untuk berhenti di beberapa jarak dan memanjangkan lehernya. Kepala Orochimaru terus melaju ke arah Naruto, sesaat sebelum ingin menggigit leher Naruto, tiba-tiba tubuhnya tidak dapat bergerak dan menerima menolak perintah darinya.

Darah terlihat mengucur kembali dari kedua mata Naruto. "a..apa ini…?" pikir Orochimaru yang terjatuh ke tanah.

Kotoamatsukami

Gumam Naruto, lalu Orochimaru yang terkapar tidak berdaya di tanah kembali seperti semula, dan menempelkan senjata kunai ke lehernya sendiri.

Di dalam kesadaran Orochimaru, rasa ketakutan, membuat tubuhnya begitu gemetar. Hanya tinggal menggoreskan ujung kunai dan menusukkan ke lehernya sudah membuatnya pasti terbunuh. Matanya membulat lebar dengan perasaan yang begitu ketakutan.

"ahhhaaahhhaaa…..hhhaaaahhh…..hhhaaahhh…." suara nafas Naruto begitu berat, rasa kelelahan dan sakit yang luar biasa diemban tubuhnya. Matanya kini berkunang-kunang, begitu juga dengan kesadaran.

"tinggal sedikit lagi, bertahanlah, kumohon…" pikir Naruto dengan mata yang berkunang-kunang dan hampir kehilangan kesadaran.

Darah mulai mengalir di kulit leher Orochimaru, akibat ujung kunai mulai masuk secara perlahan, rasa ketakutan didalam kesadarannya, membuatnya tidak dapat berbuat apa pun. Hanya tinggal waktu yang menentukan pertarungan tersebut, stamina Naruto atau keberuntungan Orochimaru yang akan menyelesaikan pertarungan tersebut.

"sia…lan…" gumam Naruto lalu terjatuh dan kehilangan kesadaran.

"ahhhhaaaa….hhhaaahhh…..hhhhaaaahhh…..bocah sialan, dia bahkan dapat menggunakan Kotoamatsukami, yaaa, tidak jadi masalah selama aku bisa membawanya…" ucap Orochimaru yang begitu keletihan, lalu berusaha menggerakkan tubuhnya yang letih menuju Naruto untuk di bawa, namun pemikiran Orochimaru berubah dan menghilang masuk kedalam tanah.

Setelah menghilangnya Orochimaru dengan masuk ke dalam tanah. Menma dan Sakura tiba di tempat pertarungan mereka sebelumnya, yang melawan Genin dari Kusagakure yang ternyata adalah Orochimaru. Menma dan Sakura begitu kaget melihat tempat itu telah berubah menjadi tanah tandus tanpa adanya pepohonan atau pun rerumputan bahkan hewan terkcil pun.

"a..apa…ini….?" gumam Sakura dalam kagetnya.

"ku…kurasa kita salah tempat…." Ucap Menma dalam kagetnya.

"y..ya…" ucap Sakura yang menyetujui. Sebelum beranjak pergi dari tempat mereka melihat Naruto yang terkapar tidak sadarkan diri, dengan cepat Sakura menghampirinya dan memanggil Menma.

"Naruto…." Ucap Sakura yang begitu khawatir langsung memeriksa keadaan Naruto.

Mendengar Sakura memanggilnya, Menma langsung datang menghampiri nya dan melihat Naruto dalam keadaan yang memburuk.

"cih, bagaiman bisa ini terjadi….?" Gumam Menma yang menitikkan air matanya. Menma dan Sakura segera membawa Naruto ke tempat yang lebih aman.

Hari menjelang malam, Anko terus melompati pohon demi pohon dengan perasaan gelisah, dan berhenti di satu pohon. "lama tidak bertemu, Anko…." Ucap sesosok wajah di balik pohon besar menatap Anko dengan senyum liciknya.

"kau ninja tingkat S yang masuk dalam daftar orang berbahaya yang paling di cari, aku harus menghentikanmu walaupun harus mengorbankan nyawaku, itu adalah tugas dari mantan bawahanmu, yang kupelajari dari mu, benar kan Orochimaru….?" Ucap Anko dengan senjatanya siap di hujamkan kapan saja.

"kau tidak akan bisa…" ucap sesosok itu yang tidak lain adalah Orochimaru yang telah kembali pulih.

Anko langsung menghujamkan senjatanya berupa jarum ke arah Orochimaru, dengan cepat lidah Orochimaru langsung memanjang dan menyerang Anko. Dengan cepat pula Anko menghindarinya. Masih belum menyerah, lidah Orochimaru terus mengarah pada Anko dan berhasil mengikat lengan kanan Anko, senjata berupa jarum kini terlepas dari tangan Anko. Lidah Orochimaru menarik lengan kanan Anko, dengan cepat Anko langsung mengembalikan keseimbangannya.

Senei Jashu

Ucap Anko lalu keluarlah ketiga ular di balik lengan kirinya dan menyerang Orochimaru. "tidak akan kulepaskan…" teriak Anko lalu menariknya.

BUUUAARRR….

Debu yang tebal dan menghilang terlihat Orochimaru ditarik dan di hantamkan ke pohon besar. Lalu langsung menyerang dengan kunai nya ke arah Orochimaru dan menyerang tangan kanan Orochimaru dengan kunai yang di tahan dengan tangannya sendiri.

"aku menangkap mu…" ucap Anko dengan rasa senangnya.

"Orochimaru aku pinjam tanganmu…" ucap Anko lalu menghubungkan tangan kirinya ke tangan kirinya Orochimaru, lalu membentuk handseal.

"segel tangan ini…." Gumam Orochimaru dalam kagetnya.

"benar, kau dan aku akan mati di sini…." Ucap Anko.

Ninpou Soujasosai No

Ucap Anko menyebutkan jutsunya. "kau mau bunuh diri…?" ucap Orochimaru, lalu muncul di belakang Anko lewat pohon besar yang tidak jauh darinya.

"jutsu perubahan…" ucap Orochimaru lagi sambil mengambil wajah rusak yang masih menempel di wajahnya. Dan Anko terkejut saat melihat Orochimaru yang dihadapannya berubah menjadi lumpur.

"hahahhahha….kau adalah Jonin khusus di desa, kau hanya menggunakan jutsu terlarang yang ku ajarkan…" ucap Orochimaru dengan tawanya.

Tanpa memperdulikan perkataan Orochimaru, Anko menyerang Orochimaru dengna kunainya.

"itu tidak mungkin berhasil…" ucap Orochimaru, lalu dengan handsealnya mampu menekan Anko.

Anko yang di tekan tidak dapat berkutik, bahkan bergerak sekalipun, kunai yang di tangannya kini terjatuh menancap. Orochimaru melangkah ke hadapan Anko.

"kenapa kau datang sekarang…?" tanya Anko yang terus berusaha untuk bergerak.

"sudah lama kita tidak bertemu, tapi kau sangat dingin…" ucap Orochimaru yang tanpa menjawab pertanyaan Anko.

"apa kau datang ingin membunuh Hokage-sama…?" tanya Anko lagi.

"tidak, jumlah anak buahku belum cukup untuk itu, aku datang karena aku mau mengambil ninja berbakat dari desa ini…" jawab Orochimaru.

Anko yang merasakan kesakitan di bahu kirinya hanya dapat terduduk lemas menahan rasa sakit itu. "baru saja, aku memberikan Dia segel yang sama denganmu, tapi aku menemukan anak yang jauh lebih menyenangkan, aku sangat menginkannya…" ucap Orochimaru dengan tawa cekikikannya.

"selalu saja egois, anak itu pasti akan mati…" ucap Anko.

"kemungkinannya dia bisa bertahan adalah 1:10, tapi mungkin saja Dia bisa bertahan sama seperti mu, yaaa, kalau pun tidak aku juga tidak perduli, karena ada seorang anak yang jauh lebih baik dari itu…" ucap Orochimaru.

"kau sangat tertarik dengan anak ini, ya…?" ucap Anko.

"kau cemburu, hei, apa kau masih dendam padaku karena kau kubuang begitu saja, berbeda denganmu, anak ini sangat berbakat, karena dia adalah keturunan Clan Uchiha, dia juga tampan, lalu berikutnya tubuhnya yang akan menjadi pewaris berikutnya, kalau anak itu bisa bertahan, itu akan menarik sekali, tapi ada seorang anak yang jauh lebih menarik, bukan dari keturunan Clan Uchiha melainkan Clan Uzumaki, tidak lebih tepatnya, Clan Namikaze, ooohhhhh…..benar-benar sangat mengagumkan, pastikan untuk tidak menghentikan tes ini, ada tiga orang anak buahku juga ikut ujian ini, aku akan menikmatinya, kalau kau mau mengacaukan kesenanganku, anggap saja Desa Konoha akan berakhir…." Ucap Orochimaru yang menghilang dalam kelebatannya.

Anko yang mendengar perkataan Orochimaru hanya dapat duduk terdiam dalam keheningan malam.

Aliran sungai yang tenang, terlihat ketiga orang sedang santai di salah satu pohon besar.

"kita sudah menghabiskan waktu sekitar setengah hari untuk mencari makanan dan air dan sekarang ini sebagian team pasti sedang beristirahat, sesuai rencana, waktunya mengincar mereka, kita bertiga berpencar sambil mengawasi daerah sekitar, walaupun bertemu team lain atau tidak, kita harus kembali ke tempat ini, mengerti…" ucap Neji yang memainkan kunainya lalu melemparkan ke tanah hingga menancap.

"ok…" ucap Tenten sambil meminun airnya.

"roger…" ucap Lee dengan santai.

"yosh, berpencar…" ucap Neji memberi perintah, lalu menghilang dalam kepulan asap.

Malam hari yang tenang di dalam akar berbentuk gua yang besar dari salah satu pohon yang besar. "nafasnya sudah mulai teratur, tapi demamnya masih tinggi…" ucap Sakura yang memeriksa keadaan Sasuke.

"keadaan Naruto, masih belum membaik juga…." Ucap Sakura yang memeriksa keadaan Naruto.

"hei, kau seharusnya merawat Sasuke saja…" ucap Karin dengan tatapan seram.

"heh….siapa yang perduli dengan itu, aku akan merawat mereka berdua…" ucap Sakura dengan tatapan seram.

Menma dan Sai hanya dapat mengehela nafas beratnya, melihat perkelahian mereka berdua.

"mulai sekarang aku harus melindungi Naruto…." Pikir Sakura dengan serius.

"aku harus bisa berguna di pertempuran..." pikir Karin dengan serius.

Di bebatuan besar dengan rerumputan menghijau di terpa kegelapan di malam hari yang hanya di terangi oleh cahaya bulan bersinar. Anko yang duduk di salah satu batu besar sambil membalut tangan kirinya dengan perban, setelah itu menghembuskan nafas beratnya.

"aku harus memberi tahu ini pada Hokage-sama…" pikir Anko lalu berdiri dan berjalan hendak pergi.

Berjalan melangkahkan kakinya lalu berhenti karena melihat sesuatu yang mencurigakan. Terlihat seekor Harimau yang keluar dari balik semak belukar datang menuju Anko.

"sial disaat seperti ini…" gumam Anko, lalu menoleh kebelakang dan melihat seekor Harimau lagi datang ke arahnya.

Harimau besar itu mulai mengaum dan menyerang Anko, namun sesuatu mengenai harimau besar itu hingga jatuh tidak sadarkan diri.

"ini kan Kanashibari No Jutsu…" gumam Anko.

"jadi kau disini Anko…" ucap salah satu Anbu yang berada di pohon besar. Kedua Anbu itu melompat dan mendarat di hadapan Anko.

"sebagai anggota Anbu kau telat…" ucap Anko.

"jangan berkata begitu…" ucap salah satu Anbu.

Tiba-tiba, Anko menjerit kesakitan. "kau tidak apa-apa…?" tanya salah satu Anbu itu.

"hah…ini….segelnya muncul….mungkinkah…Orochimaru…." ucap salah satu Anbu yang melihat tanda segel di balik bahu kiri Anko.

"apa…benarkah…?" ucap salah satu Anbu yang berdiri tidak jauh dari Anko.

"kalau begini, aku akan membawamu ketempat Hokage-sama…" ucap Anbu yang duduk di hadapan Anko.

"tidak, bawa aku ke menara saja…" ucap Anko.

"apa yang kau katakana…?saat ini Orochimaru ada di desa, keadaan darurat harus dikeluarkan, ini lebih mendesak dibandingkan ujian itu…" ucap Anbu yang berdiri.

"aku tahu, jadi, aku akan menceritakan semuanya dan tolong panggil Hokage-sama juga…" ucap anko.

Di tempat Sakura, Karin, Naruto, Sasuke, Sai, dan Menma. Mereka tertidur pulas, tanpa ada penjagaan sama sekali. Tidak jauh dari mereka ketiga ninja luar tengah memperhatikan mereka dari balik pepohonan.

"hhahahha…ketemu, seperti perintah Orochimaru-sama, kita serang mereka saat pagi nanti, targetnya adalah Uchiha Sasuke dan anak dari Yondaime Hokage…." Ucap Genin dari Otogakure yang memakai perban di kepalanya.

"kalau ada yang mengganggu, kita bunuh saja mereka, benar kan….?" ucap Genin dari Otogakure yang berambut hitam dengan di kedua pipinya ada lempengan besi.

"ya…" ucap Genin dari Otogakure yang memakai perban di kepalanya.

Sinar matahari telah menampakkan dirinya, Sakura yang terkena sinar mentari telah terbangun, begitu juga dengan Sai, Menma, dan Karin.

"uaaaahhhh….aku tidur lama sekali…" ucap Sai yang menguap sambil merentangkan tangan ke atas.

"Sakura, apa Naruto dan Sasuke sudah membaik…?" tanya Menma yang dibalas gelengan oleh Sakura.

"baiklah, aku akan mencari air dan makanan…" ucap Menma.

"aku akan membantu…" ucap Sai yang ikut pergi bersama Menma.

Sakura dan Karin sedang merawat Naruto dan Sasuke yang terbaring. "kau mau kemana…?" tanya Sakura yang melihat Karin ingin beranjak pergi.

"aku ingin mencari tanaman obatan untk Sasuke dan Naruto…" jawab Karin dengan perasaan khawatir.

Sakura yang melihat kekhawatiran di mata Karin, merasa mengerti. "tidak apa-apa, aku akan menjaga mereka…." Ucap Sakura tersenyum.

"hah, apa kau yakin…?" tanya Karin dalam kekhwatirannya.

"hmmm…." Ucap Sakura mengangguk.

"tapi, bila ada musuh…." Ucap Karin yang begitu khawatit.

"tenang saja…" ucap Sakura.

"aku pasti akan datang lebih cepat…" ucap Karin, lalu pergi.

"hmmm…" ucap Sakura mengangguk.

Di dalam keheningan, Sakura terus merawat dan menjaga Sasuke dan Naruto. Mendengar suara yang mencurigakan Sakura memegang kunai dengan tubuh yang menggigil ketakutan. Lalu menoleh kebelakang. "tupai, bikin kaget saja…" ucap Sakura yang melihat tupai sedang makan lalu berlari ke arah Sakura.

"oh…." Kaget Sakura lalu melemparkan kunainya ke arah tupai, tapi tidak mengenainya hanya menancap ditanah.

Tupai itu langsung lari menjauh. "hampir saja…" pikir Sakura.

"apa dia tahu, kertas peledak yang ada di tupai itu…" tanya Genin Otogakure yang berambut hitam dengan lempengan besi menempel di kedua pipinya.

"tidak, bukan begitu…" jawab Genin Otogakure itu yang memakai perban di kepalanya.

"hah, lalu apa..?apa itu….?" Tanya balik Genin Otogakure itu.

"kita akan tahu kalau kita mendekatinya, jadi saatnya menyerang…." Ucap Genin Otogakure yang memakai perban di kepalanya.

"target kita si anak Yondaime itu juga telah pergi, kasihan sekali Dia itu…." Ucap Genin perempuan dari Otogakure.

"tenang saja dia pasti akan mendapatkannya juga…." Ucap Genin Otogakure yang memakai perban di kepalanya.

Jauh dari tempat itu terlihat Lee, sedang melompati pohon demi pohon dan berhenti sesaat karena melihat beberapa dedaunan yang berguguran.

"jika aku bisa menangkap 20 helai daun itu sebelum jatuh ke tanah, Sakura akan menyukaiku, tapi kalau ada yang tidak aku tangkap, cinta ku akan bertepuk sebeleah tangan…" gumam Lee lalu menangkap dedaunan yang beguguran sambil menghitung satu persatu daun berguguran itu.

"1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19,ugh, 19…satu lagi…" gumam Lee yang melihat satu daun lagi yang belum di tangkap.

Dengan cepat Lee langsung menangkapnya, namun Lee melihat seekor tupai yang sedang menggulingkan punggung belakangnya yang terbakar oleh api, dan segera menangkap tupai itu.

"fiuhhh, tepat waktu, ini adalah kertas peledak yang akan meledak kapan saja dalam waktu tertentu, siapa yang melakukan ini…?" ucap Lee yang berhasil mengambil kertas peledak dari punggung tupai itu dan memadamkannya.

Di perjalanan terlihat Neji melihat sesuatu yang mencurigakan. Shikamaru, Ino, dan Chouji sedang berada di semak belukar. "jangan bersembunyi, keluarlah…." Ucap seseorang yagn membuat team Shikamru menjadi kaget sekaligus ketakutan.

"sial, padahal, kita sudah cepat-cepat sembunyi…" gumam Ino dalam kagetnya.

"sial, sudah berusaha sembunyi tapi masih di temukan…" gumam Shikamaru dalam kagetnya.

"rencana pertama, Bersembunyi Supaya Tidak Bertemu Lawan….GAGAL….jadi kita akan menggunakan rencana kedua…" ucap Ino memberitahu.

"hah…kau serius…" gumam Chouji.

"apa…?tidak masalah kan…?kita akan mencobanya…" gumam Ino.

"mau bagaimana lagi…" gumam Shikamaru.

Lalu mereka bertiga keluar dari semak belukar."waaaahh, kita bisa bertemu dengan Rookie nomor satu tahun lalu, Hyuga Neji, di tempat seperti ini…" ucap Ino.

"minta tanda tangan dong…?" ucap Chouji.

"itu hanya kalian…" ucap Shikamaru.

"rasakan rencana kedua, Keseksianku Akan Menjadi Daya Tarik…" pikir Ino lalu melepaskan ikatan rambut dan memancarkan pesonanya.

"Sudah lama aku sangat ingin bertemu dengan mu…." Ucap Ino menggoda.

"pergilah…" ucap Neji lalu pergi meninggalkan mereka.

Tampak perempatan di kening Ino yang begitu kesal, karena di cuekin. "kenapa…?kenapa keseksianku tidak mempan…?padahal aku sudah berusaha…" pikir Ino dalam kesalnya.

Neji yang melangkahkan kakinya lalu behenti. "kalian masih tinggal di situ, apa kalian mau melawanku…?" ucap Neji.

"tidak…..itu tidak mungkin…." Ucap Ino sambil tersenyum paksa.

"kalau begitu pergilah, merebut gulungan dari pengecut seperti kalian, hanya akan membuatku menjadi bahan tertawaan desa…." Ucap Neji.

"baik…" ucap mereka bertiga lalu melompat ke semak belukar.

"huh, mereka seperti kecoak…" ucap Neji.

"seorang teman seperti itu tidak akan mengambil gulungan dari pengecut seperti kami, kecuali kami menyerangnya….." gumam Shikamaru yang kelelahan.

"baiklah, ayo kita cari lawan yang lebih lemah…" ucap Ino sambil mengikat rambutnya kembali.

"sudah kubilang kitalah yang paling lemah…" gumam Shikamaru yang melihat tindakan Ino yang diluar batas.

Di pinggiran sungai, terlihat Menma dan Sai sedang mengambil air dan mencari beberapa makanan. "Sai, kita harus cepat…" ucap Menma.

"ya, aku tahu itu, kita tidak bisa membiarkan Sakura dan Karin sendirian…" ucap Sai.

Di hutan yang lebat dengan pepohonan yang besar, terlihat Karin sedang mengambil beberapa tanaman obat. "tunggulah aku Sakura…." ucap Karin yang sedang mencabut tanaman.

Kembali ketempat Sakura yang sedang merawat Sasuke dan Naruto. "jadi semalaman kau tidak tidur…?" ucap seseorang yang membuat Sakura terbangun dalam kantuknya dan menoleh ketempat suara itu.

"tapi jangan khawatir, bangunkan Sasuke, kami mau melawannya….." ucap Genin Otogakure yang memakai perban di kepalanya yang kini sedang bersama dengan kedua temannya.

"kurang ajar…." Pikir Sakura lalu mengambil kunai di peralatan senjatanya dengan tubuh menggigil ketakutan.

"apa yang kau katakan…?kenapa kau mau melawannya…?aku tahu Orochimaru ada dibalik semua ini…." Ucap Sakura yang membuat kaget mereka bertiga.

"tanda aneh apa yang ada di leher Sasuke…?itu pasti yang membuatnya jadi seperti ini, bagaimana bisa kalian bertarung dengannya..?bahkan Naruto juga….kalian benar-benar kejam…" ucap Sakura.

"apa yang Dia pikirkan…?" ucap Genin Otogakure yang memakai perban dikepalanya.

"tapi akau tidak bisa tinggal diam saja, aku akan membunuh gadis itu dan juga Sasuke…" ucap Genin Otogakure yang berambut hitam dengan lempengan besi menempel di kedua pipinya.

"tunggu, Zaku…" ucap Genin Otogakure yang memakai perban di kepalanya menghentikan tindakan gegabah temannya itu.

"hah, ada apa…?" tanya Genin Otogakure itu yang bernama Zaku.

"ada perangkap, tanah ini baru saja di gali, rumput ini tidak tumbuh di tempat seperti ini…" ucap Genin Otogakure yang memakai perban di kepalanya.

"gawat…." Pikir Sakura yang muali gelisah.

"kau tahu, jebakan itu tidak ada gunanya kalau tidak dibuat supaya tidak ketahuan…." Ucap Genin Otogakure yang memakai perban dikepalanya melangkah kedepan dan mengambil sesuatu di balik rumput hijau itu.

Mendengar perkataan Genin Otogakure yang memakai perban dikepalanya itu membuat Sakura bertambah gelisah bercampur takut.

"menggelikan, kau menggunakan pisau kunai itu supaya tupai tidak terkena jebakan, kan….?bunuh dia…" ucap Genin Otogakure yang memakai perban di kepalanya memberi perintah pada kedua kawannya.

Ketiga Genin Otogakure itu melompat ke arah Sakura dengan kunai di tangan mereka siap menyerang Sakura.

Terlihat senyum licik terbersit di wajah Sakura. dengan kunai di tangan kananya, Sakura memotong tali kawat yang terikat dengan kunai yang menancap di tanah tidak jauh darinya.

"batang pohon..?di atas juga ada perangkap..?gawat…" ucap Genin Otogakure yang memakai perban di kepalanya dalam kagetnya.

"bercanda.." ucap Genin itu, lalu menggunakan tangan kanannya menghancurkan batang pohon besar itu.

"apa..?" kaget Sakura.

"kau tidak punya bakat, kau perlu berusaha lebih keras lagi…" ucap Genin Otogakure itu.

Air mata mulai menetes, dengan rasa takut Sakura tidak mampu bergerak untuk menghindarinya.

Konoha Senpu

Ucap seseorang yang datang langsung menendang ke arah Genin Otogakure. Genin Otogakure itu segera menghindar dan menangkis serangan itu. Seseorang yang menendang telah mendarat di hadapan Sakura.

"apa….?Dia…" gumam Sakura yang melihat kedatangan orang itu.

"kalian perlu berusaha lebih keras lagi…" ucap seseorang yang datang dan berdiri melindungi Sakura.

"siapa kau…?" tanya Genin Otogakure yang memakai perban di kepalanya dengan tatapan tajam.

"aku ninja dari Desa Konohagakure, Rock Lee…" jawab seseorang itu yang ternyata tidak lain adalah Rock Lee.

To Be Continue…

Terima kasih atas reviewnya…

Maaf lama update, sesuai janji hari minggu bakal update lagi….

Bagi para Reader's tolong tetap reviewnya saran, komentar, dan kritikannya sangat membantu…..

ARIGATOU GOZAIMASU…

LOG OUT