Regulus White Dwarf di sini. Ini adalah episode ke-28. Emas melawan perak. Api melawan air. Aktif melawan pasif. Pertarungan ini akan menentukan siapa yang lebih kuat di antara mereka berdua.

Pairing utama: belum diketahui. Specialshipping, Franticshipping, Commonershipping, dan Laverreshipping tersirat pada episode sebelumnya.

Rate, T, untuk sekarang ini, dan lebih karena kalimat ilmiah.

Disclaimer: tokoh-tokoh dalam Pokemon Special bukan punyaku. Mereka adalah punya Hidenori Kusaka. Aku hanya seorangshipperdan astronom amatir yang mencoba untuk menyatukan keduanya. Aku tidak mengambil keuntungan apapun untuk fic ini. Semuanya murni hiburan dan pengetahuan.

Perhatian,Mars!AU, kadang OOC.

Sol 22, 22 Sagittarius 300, 19.30 AMT

Ruangan pertarungan Pokemon kembali diisi oleh keramaian dari dinding bergambar para penonton tak nyata yang diatur oleh komputer super yang dipasang di pangkalan Red Sunflora. Sol ini adalah sol kedua di mana pengelenggaraan pertarungan Pokemon di Mars akan dilaksanakan. Pada saat ini, Cheren dan Bianca kembali menjadi pembawa acara dan wasit pertandingan. Black, White, dan Ruby mempersiapkan kamera dan dokumentasi, sementara sisanya berada di ruangan mereka masing-masing sambil menyaksikan pertandingan yang akan dimulai. Hanya dua orang yang bersiap dalam pertandingan kali ini.

Sebagian dari penonton tak nyata ini bahkan membawa spanduk untuk mendukung idola mereka. Spanduk berwarna-warni ini membawa warna tersendiri terhadap pertandingan yang akan segera dilaksanakan ini.

...

Disiarkan secara langsung dari Ruang Pertarungan Pangkalan Red Sunflora di Kawah Airy-0, inilah yang telah Anda tunggu-tunggu!

INILAH MARTIAN POKEMON BATTLE 300!

Layar televisi dan monitor menunjukkan Cheren dan Bianca yang bersiap untuk membawa acara ini. Mereka memakai pakaian yang berbeda dari pertandingan sebelumnya. Jika sebelumnya mereka memakai pakaian seragam pangkalan, sekarang mereka memakai pakaian seperti pada saat mereka berada di Bumi.

"Selamat malam, pemirsa di seluruh tata surya. Selamat datang kembali ke Martian Pokemon Battle 300! Saya Bianca, bersama dengan teman saya yang cerdasnya luar biasa, Cheren, siap memandu pertandingan ini!" seru Bianca, disambut oleh riuh suara pendukung tak nyata yang muncul di dinding ruang pertarungan.

"Nah, Cheren, bagaimana menurutmu dengan pertandingan kali ini?" tanya Bianca kepada Cheren yang duduk dengan tenang dan santai di sampingnya.

"Ini pertandingan yang menarik karena ini juga pertandingan antarpria pertama di Mars, setelah kemarin adalah pertandingan antarwanita. Yang lebih luar biasanya adalah dari peserta pertandingan kali ini. Mereka berdua benar-benar berkebalikan dari sifat dan Pokemonnya. Pertandingan ini akan sangat menarik karena mereka berdua memiliki cara mereka sendiri untuk menang," kata Cheren.

"Tapi, siapa pesertanya, Cheren? Kau sudah menyebutkan bahwa mereka memiliki sifat yang berkebalikan, tapi siapa mereka?" tanya Bianca.

"Untuk membuatmu dan para penonton di tata surya tahu tentang siapa yang akan bertarung kali ini, untuk para petarung sol ini, silakan memasuki ruangan pertarungan!" seru Cheren. Kemudian, keluarlah dua orang dari pintu masuk ruang pertarungan. Yang pertama memakai kacamata renang dan membawa skateboard, sementara yang satunya berambut merah dan terlihat seperti orang yang masih mengantuk.

"Peserta pertama adalah seorang pria yang memakai kacamata dan memakai skateboard. Aku tidak tahu kalau dia membawa benda itu ke Mars, tapi tidak masalah. Dia adalah pelatih Pokemon yang melatih Pokemon dari lahir karena dia juga Sang Penetas telur Pokemon. Banyak Pokemon di rumahnya sampai-sampai dia kadang kebingungan mengurusnya, tapi dia dapat mengatasi masalah itu dengan baik, walaupun kadang dia genit," kata Bianca dengan suara sebal di bagian akhir karena dia pernah menjadi korban kegenitannya. Penonton tak nyata langsung tertawa setelah mengetahui fakta yang satu ini.

"Ini dia, wakil kapten misi Bunga Matahari Merah ke-34, Sang Penetas, Gold!" seru Bianca. Gold melambaikan tangannya.

"Hai, gadis-gadis cantik~! Aku berjuang untukmu, Cantik~" kata Gold sambil mengedipkan satu matanya. Crystal yang saat itu berada di perpustakaan langsung menepuk keningnya sendiri karena tingkah Gold yang satu ini. Platinum hanya tersenyum melihat tingkat Crystal karena tingkah Gold yang satu ini.

"Aku akan menendangnya nanti," kata Crystal, perlahan.

Kembali ke ruang pertandingan, saatnya Bianca memperkenalkan peserta yang satu lagi.

"Peserta berikutnya adalah seorang pria yang kalemnya minta ampun. Meskipun begitu, kekalemannya mengandung masa lalu yang kelam, yang dia usahakan untuk dihapus jauh-jauh. Inilah penantang besar bagi Gold! Sang Penukar, Silver!" seru Bianca.

Silver masih berada dalam sikapnya yang dingin, tapi dia disambut hangat oleh pendukungnya yang bahkan membawa spanduk itu. Mereka memiliki pemikiran bahwa diam itu keren. Bahkan saat Silver bergerak sedikit saja, sambutan kepada Silver menjadi bertambah meriah.

"Cheren, semua petarung sudah diperkenalkan. Sekarang giliranmu. Mulaikan pertandingannya!" kata Bianca.

"Baiklah, Bianca. Sepertinya para petarung juga bersiap untuk bertarung. Para petarung, persiapkan bola Pokemon kalian!" seru Cheren. Gold dan Silver mempersiapkan Pokemon pertama mereka yang sudah mereka persiapkan sebelum pertandingan. Kemudian, Cheren memberikan perintah untuk memulai pertandingan.

"Siap ... MULAI!" seru Cheren, memberikan aba-aba untuk memulai pertandingan. Gold dan Silver langsung memerintahkan Pokemon pertama mereka untuk keluar dari bolanya.

"Polibo, tunjukkan kehebatanmu!" seru Gold sambil mengeluarkan Polibo si Politoed dari bola Pokemonnya. Pada saat yang sama, Silver mengeluarkan Pokemon pertamanya.

"Kingdra, keluarlah!" seru Silver sambil mengeluarkan Pokemon pertamanya, seekor Kingdra. Cheren terlihat fokus melihat Pokemon mereka berdua, sampai-sampai dia memperhatikan tipe dan level Pokemon-Pokemon pertama yang keluar pertama kali itu.

"Sepertinya ini adalah pertarungan Pokemon setipe. Ini baru pertama kali terjadi, penonton di seluruh tata surya. Meskipun Kingdra milik Silver memiliki tipe kedua, yaitu tipe Naga, akan tetapi tipe utama mereka berdua sama-sama air. Yang lebih luar biasanya, kedua Pokemon ini memiliki level yang sama, level 80. Mari kita lihat apa yang akan terjadi," kata Cheren. Gold memberikan perintah serang pertamanya kepada Polibo.

"Polibo, mari kita buat pertunjukan pertama untuk menghibur hati si Silver. Serang Kingdra dengan Bubble Beam!" seru Gold, kemudian Politoed itu mulai menghasilkan banyak gelembung dan memancarkannya dengan kekuatan besar dan langsung ke arah Kingdra milik Silver. Kingdra itu mulai kebingungan karena ada banyak gelembung di sekitarnya, bahkan ada gelembung yang terbawa sampai ke Bianca.

"Wah, gelembung. Gold, kau memang tahu caranya berpesta," kata Bianca. Pada saat inilah, Silver harus memberikan balasan kepada Gold karena telah membuat Pokemonnya tertutupi oleh gelembung.

"Kingdra, serang Politoed itu dengan Twister!" seru Silver. Kingdra mulai berputar-putar mengelilingi Polibo dan membuat pusaran angin yang lebih kuat karena Kingdra dapat berputar lebih cepat, terima kasih kepada gravitasi Mars yang lemah. Polibo menjadi pusing karena pusaran angin itu. Saking cepatnya angin, Bianca bahkan melupakan tugasnya menjadi pembawa acara pertarungan Pokemon dan berubah menjadi pembawa acara prakiraan cuaca.

"Pemirsa, cuaca di kawah Airy-0 hari ini adalah berangin dengan kecepatan—"

"HEI, YANG SERIUS, BIANCA!" seru Cheren. Penonton hanya bisa tertawa melihat Bianca yang salah membawakan acara. Sementara itu, Gold bersiap untuk menyerang naga kuda laut milik Silver itu sekali lagi.

"Polibo, berikan kejutan kepada Kingdra! Water Pulse!" seru Gold. Kemudian, ruangan pertarungan mulai penuh dengan air dan Polibo memberikan denyutan air bertekanan tinggi kepada Kingdra yang juga berada di air. Untungnya Gold dan Silver sudah dinaikkan dengan tiang yang naik ketika air naik di permukaan. Kingdra terkena denyutan itu dengan sangat keras.

Silver, yang terus terpojok karena serangan dari Gold, akhirnya menaikkan tensi pertandingannya. Ini waktunya Silver membalas.

"Kingdra, semprot Politoed dengan Hydro Pump!" seru Silver. Kemudian, Kingdra menyemprotkan air bertekanan tinggi ke arah Polibo dan langsung kena.

"Wah, luar biasa! Padahal Hydro Pump memiliki akurasi hanya 80%, akan tetapi Silver mampu mengenai Politoed dengan memakai Kingdra. Ini benar-benar luar biasa," kata Cheren. Seketika itu juga, airnya kembali menyurut dan kedua pelatih Pokemon itu kembali ke permukaan lantai ruang pertarungan.

"Polibo, ayo kita berikan teriakan semangat kita kepada Silver. Hyper Voice!" dan Polibo langsung mengeluarkan teriakannya yang keras, ditambah dengan efek dari Hyper Voice, membuat Kingdra mendapatkan suara yang terlalu keras dan membuatnya bingung.

"Fiuh, untung aku sudah membawa penyumbat telinga," kata Gold. Silver, Bianca, Cheren, dan para penonton hanya bisa memberikan wajah sinis mereka kepada Gold, ditambah dengan efek suara jangkrik. Silver langsung memberikan perintah tanpa basa-basi.

"Kingdra, serang si tukang bohong itu dengan Hyper Beam," kata Silver dengan dingin, masih bersikap sinis terhadap apa yang dikatakan Gold tadi. Dia tahu kalau dia berbohong soal penyumbat telinga itu. Kemudian, Kingdra menyemburkan pancaran kuatnya ke Polibo dan sekali lagi, langsung kena. Polibo langsung terkapar di tempat setelah terkena sinar kuat dari Kingdra. Cheren langsung melihat keadaan Polibo dan memberikan keputusannya.

"Politoed tidak dapat bertarung lagi. Gold, persiapkan Pokemon kedua," kata Cheren. Gold langsung menghampiri Polibo dan memasukkannya kembali ke bola Pokemonnya.

"Selamat beristirahat, Polibo," kata Gold. Setelah Polibo masuk ke bola Pokemonnya, Gold mempersiapkan Pokemon keduanya.

"Hei, Silver, aku tidak berbohong tentang penyumbat telinga itu. Kau akan merasakan akibatnya karena sudah menuduhku berbohong kepada publik. Sunbo, berikan Silver kehidupan di hatinya!" seru Gold sambil mengeluarkan Sunbo si Sunflora dari bola Pokemonnya.

"Wah, maskot misi pangkalan Red Sunflora akhirnya muncul di sini! Sunflora! Sepertinya Gold memiliki misi besar di dalam mengalahkan Silver!" seru Bianca.

"Kau memakai Hyper Beam untuk mengalahkan Polibo. Aku akan melemahkanmu dengan Leaf Storm!" seru Gold, dan Sunbo langsung memberikan badai daun berkecepatan tinggi ke arah Kingdra. Bianca mulai melakukan pemberitaan prakiraan cuaca lagi.

"Pemirsa, kali ini cuaca di Airy-0 adalah badai daun dengan kecepatan tinggi, bahkan banyak daun yang sampai ke tempat saya melaporkan saat ini," kata Bianca. Cheren hanya bisa menepuk keningnya karena Bianca tidak mengabarkan pertandingan dengan benar lagi. Sementara itu, Kingdra menjadi lemah karena banyak daun yang mengenai tubuhnya.

"Kingdra, bertahanlah sebentar saja. Sekali serang untuk melemahkan Sunbo. Kau mengerti, kan?" tanya Silver. Kingdra mengangguk. Kemudian, Silver memberikan perintah serangnya kepada Kingdra.

"Kingdra, Hydro Pump!" seru Silver, dan Kingdra menyemprotkan air bertekanan tinggi ke Sunbo si Sunflora itu. Namun ...

"Sunbo, menghindar!" seru Gold. Sunbo menanggapi perintah dari Gold dengan baik dan berhasil menghindari semprotan air bertekanan tinggi itu, meskipun itu hampir mengenai dirinya sendiri. Di sisi lain, Silver menutup matanya, mengetahui bahwa Kingdra miliknya akan dikalahkan.

"Sunbo, serangan sederhana. Aku agak kasihan dengannya. Absorb!" seru Gold. Sunbo langsung menyedot energi terakhir yang tersisa dari Kingdra dan langsung membuatnya pingsan sementara Sunbo menjadi lebih segar.

"Kingdra tidak dapat bertarung lagi. Silver, persiapkan Pokemon kedua," kata Cheren. Silver mendekati Kingdra yang sudah kelelahan sampai pingsan untuk memasukkannya ke bola Pokemonnya kembali.

"Kau sudah berjuang keras, Kingdra. Aku akan membuat Pokemon berikutnya membalas Sunbo," kata Silver. Setelah Silver memasukkan Kingdra kembali ke bola Pokemonnya, dia mempersiapkan Pokemon keduanya.

"Baiklah, Weavile, keluarlah!" seru Silver sambil mengeluarkan Weavile miliknya dari bola Pokemonnya. Setelah itu, Silver langsung memberikan perintah serang pertamanya untuk Weavile.

"Weavile, saatnya untuk membuat Sunflora itu tertidur karena dingin. Berikan dia Icy Wind!" seru Silver, kemudian Weavile miliknya memberikan angin bersuhu rendah ke arah Sunbo dan membuatnya menggigil.

"Kembali ke acara prakiraan cuaca, kali ini cuacanya dingin dengan angin berkecepatan 50 km perjam dan suhu udaranya -25 derajat Celsius," kata Bianca, entah bagaimana sudah memakai pakaian penghangat tubuhnya sementara Cheren hanya bisa menepuk keningnya sambil menahan dingin karena dia masih memakai pakaian biasa.

Kembali ke Gold, dia berencana untuk mengembalikan panas dari Sunbo.

"Sunbo, bertahanlah! Akan kukembalikan panasmu. Pakai Giga Drain dan sedot energi panas darinya!" seru Gold. Kemudian, dengan kekuatannya, Sunbo menyedot banyak energi dari Weavile dan membuat Weavile melemah, sementara Sunbo kembali ke kondisinya yang paling prima.

"Mantap, Sunbo! Bersiaplah untuk menyinari hari ini!" seru Gold, menyemangati Sunbo lebih intens setelah energinya kembali.

"Sial! Tipe rumput dan tukang penyedot energi! Weavile, sebarkan denyutan kegelapan dengan Dark Pulse!" seru Silver. Weavile langsung membawa hawa gelap ke seluruh ruangan pertandingan dan setelah cukup gelap dan suram, Weavile melepaskan denyutan kegelapannya ke Sunbo, membuatnya terlempar jauh ke belakang karena kekuatan dari kegelapan yang mengenainya.

"Pemirsa, aku takut. Suasananya gelap sekali di sini," kata Bianca, bersembunyi di belakang Cheren. Kemudian Cheren langsung menyodori Bianca dengan sesuatu dari kantung celananya.

"Kau takut? Nih, makan coklat," kata Cheren.

"Mengapa?" tanya Bianca.

"Kau penakut kalau sedang makan," kata Cheren. Kemudian Bianca mengambil coklat milik Cheren dan memakannya. Wajahnya yang awalnya takut menjadi cerah gembira.

"Lebih baik?" tanya Cheren. Bianca mengangguk sambil tersenyum kepadanya.

"Terima kasih, Cheren," kata Bianca, membuat Cheren memunculkan warna merah di pipinya, entah kenapa.

Kembali ke pertandingan, Gold bersiap untuk serangan berikutnya ke Silver.

"Sunbo, serap energi lampu ruangan ini dan ubah menjadi energi bagimu. Energy Ball!" seru Gold. Sunbo mulai menyerap energi dari sinar lampu ruang pertandingan dan mengunpulkannya dalam satu bola energi, kemudian dia tembakkan ke Weavile. Weavile yang terkena serangan itu terlempar ke belakang seperti yang terjadi pada Sunbo tadi.

"Wah, sepertinya Sunbo si Sunflora bersiap untuk membalas Weavile! Apa yang akan dilakukan Silver?" tanya Bianca.

"Weavile! Buat serangan kejutan dengan Feint Attack!" seru Silver, kemudian Weavile menghilang. Gold dan Bianca menjadi heran dengan hilangnya Weavile.

"Eh? Apa yang terjadi? Weavile milik Silver menghilang!" seru Bianca.

"Sunbo, berhati-hatilah. Dia bisa menyerangmu—" dan terlambat. Ketika Gold memperingatkan Sunbo untuk berhati-hati terhadap serangan milik Weavile yang satu ini, justru dia terkena serangan itu secara tiba-tiba dan langsung terlempar ke samping.

"Mengejutkan sekali! Feint Attack benar-benar serangan kejutan bagi Pokemon tipe gelap!" seru Bianca. Silver tersenyum puas melihat Gold yang kebingungan karena serangan mendadaknya.

"Oke, Gold, sepertinya kau tidak bisa bermain-main lagi di sini," kata Silver.

"Aku memang tidak bermain-main dari awal. Akan kutunjukkan kepadamu, Silver! Sunbo, Leaf Storm!" seru Gold.

Sunbo mulai berputar-putar, menciptakan angin kencang yang bertiup di segala penjuru ruangan pertarungan. Kemudian, daun-daun mulai beterbangan dengan kecepatan tinggi. Kecepatan yang tinggi membuat momentum yang dihasilkan juga tinggi sehingga walaupun daunnya kecil, akan tetapi mampu menyerang Weavile berkali-kali dan membuatnya kepayahan dan akhirnya jatuh kelelahan. Cheren yang melihat pertandingannya akhirnya memberikan keputusannya.

"Weavile tidak dapat bertarung lagi. Silver, persiapkan Pokemon ketiga!" seru Cheren. Silver mendekati Weavile yang terpakar pusing karena serangan daun yang banyak itu.

"Tidak apa-apa, Weavile. Aku juga merasa pusing," kata Silver sambil memasukkan Weavile kembali ke bola Pokemonnya.

"Ya, sepertinya harus ada pekerjaan baru di ruangan pertarungan ini. Namanya adalah tukang bersih-bersih ruangan pertarungan. Kalau menurutku, yang menerima pekerjaan ini akan mendapatkan uang yang banyak," kata Bianca.

Langsung pada waktu yang sama, Sun yang sedang mengurusi Rhyhornia langsung fokus menonton pertandingan itu. Di sana, sudah ada Moon dan Yvonne yang menonton dan ketika Sun datang, mereka berdua langsung heran.

"Apa tadi ada yang berkata 'uang'?" tanya Sun. Itulah yang membuat Moon dan Yvonne heran.

Kembali ke ruangan pertarungan. Silver bersiap untuk mengeluarkan Pokemon ketiganya.

"Waktunya untuk membalas Sunbo. Honchkrow, beri kegelapan tingkatan yang baru!" seru Silver sambil mengeluarkan Pokemon tipe gelapnya yang lain, Honchkrow. Kali ini, juga bisa terbang. Silver langsung mempersiapkan serangan pertama Honchkrow kepada Sunflora milik Gold.

"Honchkrow, serang Sunflora itu dengan Night Slash!" seru Silver. Kemudian, Honchkrow terbang dengan kecepatan yang tinggi dan dipercepat karena gravitasi Mars, memberikan sabetan cepat dan gelap ke Sunbo dan melemparkan Sunbo jauh ke samping lapangan lagi.

"Sekali serang, dan Honchkrow langsung memberikan hantaman kuat kepada Sunflora milik Gold!" seru Bianca. Gold langsung berpikir untuk membalas Pokemon tipe gelap yang bisa terbang ini.

"Sunbo, dia harus kita lemahkan sedikit demi sedikit. Kita akan memakai gerakan itu terus menerus. Kau paham apa maksudku kan?" tanya Gold kepada Sunbo yang langsung memahami ide pemiliknya.

"Sepertinya Gold memiliki ide untuk mengalahkan Honchkrow. Ide apa yang akan ditunjukkan Gold kepada kita?" tanya Bianca. Pada saat itulah, Gold bersiap untuk menyerang Silver lagi.

"Sunbo, Giga Drain!" seru Gold. Sunbo menyerap energi dari Honchkrow seperti pada saat Sunbo menyerap energi Weavile, membuat Honchkrow sedikit melemah dan Sunbo sedikit menguat juga.

"Giga Drain? Apakah ini ide dari Gold?" tanya Bianca. Sementara itu, Silver berusaha untuk membaca ide dari gerakan yang dipakai Gold.

"Gold sudah memakai Giga Drain dua kali dan itu menyerap energi Pokemonku. Itu berarti, aku harus menghabisi energinya sebelum Pokemon itu menghabisi energi Pokemonku. Baiklah, Honchkrow. Kau tahu harus bagaimana kan?" tanya Silver. Honchkrow mengangguk dan mempersilakan Silver membuat perintah untuknya.

"Honchkrow, Brave Bird!" seru Silver, dan Honchkrow langsung terbang dengan kecepatan yang dipercepat ke arah Sunbo yang terlihat tidak dapat berkutik dari serangannya dan akhirnya Sunbo tertubruk oleh kekuatan Honchkrow dan terhempas ke belakang. Honchkrow juga menjadi sedikit melemah karena penggunaan gerakan ini memang akan mengorbankan energi sendiri.

"Sunbo, masih dengan ide yang sama, Giga Drain!" seru Gold. Sunbo menyerap lagi energi dari Honchkrow. Sunbo masih dapat bertahan karena menyerapan energi dari Honchkrow, akan tetapi, tidak untuk waktu yang lama. Silver tersenyum karena dia mengetahui sesuatu.

"Wah, wah, wah. Sepertinya pertarungan Sunflora milikmu, termasuk penyerapan energi Pokemonku, harus berakhir di sini. Honchkrow, balas dia dengan Foul Play," kata Silver dengan santai. Honchkrow, di sisi lain, justru langsung terbang lagi dan memberikan hantaman terakhirnya kepada Sunbo. Hantaman yang cukup kuat sampai membuatnya terbentur dinding belakang dari sisi lapangannya. Dia langsung jatuh terkapar setelah serangan itu.

"Sunflora tidak dapat bertarung lagi. Gold, persiapkan Pokemon ketiga!" seru Cheren. Gold langsung memasukkan Sunbo kembali ke bola Pokemonnya. Lalu, dia mempersiapkan Pokemon ketiganya.

"Sunbo, aku menemukan temanmu yang bisa membalas serangan Honchkrow. Togebo, keluarlah!" seru Gold, mengeluarkan Togebo si Togekiss. Kemudian, Gold langsung mempersiapkan serangan pertama Togebo untuk Honchkrow milik Silver.

"Togebo, pakai Extrasensory!" seru Gold. Togebo seperti mendapatkan kekuatan mistis indra keenam dan langsung mempengaruhi Honchkrow hingga membuatnya tidak terkendali dan jatuh sendiri.

"Kekuatan psikis? Kita belum pernah melihatnya sebelumnya. Ini akan sangat menarik!" seru Bianca. Gold tersenyum melihat Honchkrow bingung karena kekuatan aneh nan mistis itu. Namun Silver masih fokus untuk mengalahkan Gold. Dia lantas memberikan perintah kepada Honchkrow.

"Dia memakai kekuatan psikis ya? Oh, baiklah. Honchkrow, Psychic!" seru Silver. Honchkrow langsung menggunakan efek telekinesisnya untuk menghempaskan Togekiss itu ke atas, kemudian ke bawah. Itu membuat Togekiss itu bingung. Kebingungan ini membuat Gold tidak bisa memberikan perintah kepada Togekiss miliknya.

Ini adalah kesempatan bagi Silver untuk menyerang lagi.

"Mari kita akhiri. Honchkrow, pakai Wing Attack!" seru Silver. Lalu Honchkrow terbang menuju Togebo sambil mempersiapkan sayapnya untuk menyerang Togebo. Sekali serang, Togebo langsung terhempas lagi, dan ketika sudah berada di atas, dia memilih untuk terbang di atas. Dia masih kebingungan karena serangan Psychic tadi. Ini adalah kesempatan berikutnya untuk Silver.

"Togekiss itu masih bingung. Mari kita serang dia lagi. Ini adalah penghabisan baginya. Honchkrow, serang Togekiss lagi dengan Dream Eater!" seru Silver. Honchkrow langsung memakan mimpi-mimpi yang dimiliki Togekiss sekaligus menguras energinya, membuat Togekiss melemah seketika dan membuat Honchkrow menguat lagi.

Silver tersenyum karena dia bisa membalas Gold dengan serangan sejenis. Sementara itu, Gold kesal.

"Sial! Kau meniru gerakanku, ya?" tanya Gold.

"Aku tidak menirumu. Aku memakai penyerap energi tipe psikis sementara kau tipe rumput. Secara teknis, aku tidak menirumu," kata Silver. Kemudian, Gold mempersiapkan diri untuk serangan berikutnya.

"Togebo, kau sudah siap menyerang lagi kan?" tanya Gold. Togebo mengangguk karena dia sudah tersadar dari kebingungannya.

"Baiklah. Togebo, pakai Fire Blast!" seru Gold. Kemudian, Togebo menembakkan semburan api yang kuat, akan tetapi ...

"Honchkrow, menghindar, dan pakai Dream Eater lagi!" seru Silver. Honchkrow langsung terbang menjauh dari semburan api itu dan langsung menyerap mimpi dan energi dari Togebo sampai energinya habis. Togebo langsung pingsan di tempat.

"Togekiss tidak dapat bertarung lagi. Gold, persiapkan Pokemon keempat!" seru Cheren. Gold mendekati Togebo yang tidak mampu bergerak lagi karena sudah kelelahan.

"Terima kasih, Togebo. Beristirahatlah," kata Gold sambil memasukkannya kembali ke dalam bola Pokemonnya. Kemudian, dia mengambil pokemon keempatnya.

"Aibo, persiapkan ekor kuatmu untuk menghajar Pokemon Silver!" seru Gold dan keluarlah Aibo si Ambipom dari bola Pokemonnya. Langsung saja, Gold memberikan perintah pertamanya kepada Ambipom miliknya.

"Aibo, pakai Giga Impact untuk menunjukkan siapa dirimu!" seru Gold. Aibo langsung melompat dan menyarangkan tubrukannya ke arah Honchkrow.

"Honchkrow, menghindar, dan pakai Dream Eater!" seru Silver. Kemudian, Honchkrow berhasil bebas dari tubrukan yang dibuat oleh Ambipom milik Gold dan langsung menyerap mimpi dan energi dari Aibo dan membuat Aibo terjatuh tanpa hasil yang memuaskan bagi Gold.

"Aibo, kau masih kuat, kan?" tanya Gold. Aibo mengangguk dan bersiap untuk menyerang lagi.

"Baiklah, berikan dia Giga Impact lagi dan kali ini, jangan meleset!" seru Gold. Aibo melompat lagi dan kali ini, Honchkrow yang sedang terbang tidak berkutik dan langsung terkena tubrukan keras dari Aibo. Honchkrow langsung jatuh dari ketinggian dan harus menanggung kesakitan karena serangan dari Gold. Silver masih tersenyum.

"Honchkrow, pakai Dream Eater lagi, apapun yang terjadi!" seru Silver. Honchkrow menyerap lagi mimpi dari Aibo dan membuatnya bertambah lemah. Sementara itu, Honchkrow kembali prima.

"Wah, sepertinya ide dari Gold dicuri oleh Silver dengan telak. Silver terus-menerus menyerap energi dari Gold. Akankah Ambipom milik Gold bisa bertahan dari penyerapan energi yang terus-menerus ini?" tanya Bianca.

"Aku sudah bilang kepadamu, kau mencuri ideku!" seru Gold.

"Aku tidak mencurinya. Aku hanya memakai idemu pada waktu yang tepat dan langsung mengubah keadaan. Serang saja Honchkrow, dan kau akan menyesal," kata Silver.

"Dasar kau ini, Silver! Giga Impact!" seru Gold yang terbakar emosi. Aibo langsung melompat dan berusaha untuk menghantam Honchkrow lagi. Namun ...

"Honchkrow, menghindar, dan serang Ambipom itu dengan Dream Eater!" seru Silver. Honchkrow berhasil terbang tepat pada waktunya dan akhirnya ketika Aibo jatuh tanpa dapat menghantam Honchkrow, Honchkrow milik Silver itu menyerap mimpi dan energi dari Aibo dan membuatnya jatuh tersungkur.

"Ambipom tidak dapat bertarung lagi. Gold, persiapkan Pokemon terakhir!" seru Cheren. Gold berjalan pelan ke Aibo miliknya yang terkapar.

"Maaf, Aibo. Sepertinya aku terlalu terpancing. Dream Eater milik Silver harus dibalas dengan sesuatu," kata Gold sambil memasukkan Aibo kembali ke bola Pokemonnya. Kemudian, dia mengeluarkan Pokemon terakhirnya.

"Exbo, keluarlah, dan bakar Silver dan Pokemonnya!" seru Gold, mengeluarkan Exbo si Typhlosion yang langsung memasang mode serangnya.

"Exbo, Blast Burn!" seru Gold, dan Exbo langsung meluncurkan api dari tanah, menyebar sampai mendekati Honchkrow. Namun, Silver memiliki ide lain. Ide yang sama seperti ide sebelumnya untuk menyedot energi Pokemon.

"Honchkrow, menghindar lagi, dan serang dia dengan Dream Eater!" seru Silver. Tepat pada waktunya, Honchkrow terbang dan selamat dari semburan panas yang dihasilkan oleh Exbo dan kembali menyedot energi dan mimpi dari Exbo. Honchkrow kembali ke kondisinya yang paling prima sementara Exbo sedikit melemah.

"Exbo, kau masih kuat kan?" tanya Gold. Exbo mengangguk dan menyemburkan api di belakang kepalanya. Ini saatnya Gold membalas Silver.

"Exbo, serang Honchkrow milik Silver dengan Overheat!" seru Gold. Exbo langsung meningkatkan suhu tubuhnya sendiri sampai dia kepanasan dan panasnya tersebar ke seluruh ruangan pertarungan. Honchkrow yang terbang tidak dapat menghindar dari panas berlebih yang dikeluarkan dari Exbo. Bbahkan Bianca juga kepanasan sampai ...

"Pemirsa, suhu udara di Airy-0 kali ini adalah mendekati 40 derajat Celsius. Kalau ini pantai, enaknya kita berjemur sambil menikmati hangatnya mentari. Itu kalau Anda ingin mencoklatkan tubuh," kata Bianca, bersiap dengan kacamata hitam dan topinya.

"Hei, kau masih punya kacamata hitamnya?" tanya Cheren.

"Tentu saja," kata Bianca, memberikan kacamata hitam kepada Cheren. Namun ...

"Bianca, aku tidak bisa melihat apa-apa. Kacamata apa yang kau berikan padaku?" tanya Cheren, tidak bisa melihat apapun. Kemudian, Bianca melihat tasnya dan menemukan bahwa sisa kacamata yang dia bawa adalah ...

"Maaf, Cheren. Itu kacamata gerhana," kata Bianca. Cheren hanya bisa menepuk keningnya lagi sementara Bianca hanya bisa terkekeh. Sementara itu, Silver yang juga kepanasan masih berpegang teguh dengan idenya.

"Honchkrow, Dream Eater lagi!" seru Silver. Honchkrow menyerap mimpi dari Exbo lagi dan membuatnya kembali menguat dan membuat Exbo melemah lagi dan lagi.

"Sial! Silver memakai serangan itu terus. Kalau aku tidak dapat memberikan serangan yang kekuatannya sebanding, aku bisa kalah. Exbo, serang Honchkrow dengan Blast Burn!" seru Gold. Exbo memunculkan api dari tanah lagi dan kali ini, semakin tinggi.

"Honchkrow, menghindar!" seru Silver, tapi api dari serangan Exbo terlalu tinggi untuk dihindari oleh Honchkrow sehingga dia terkena api panas dari Exbo.

"Honchkrow, serang mimpinya lagi dengan Dream Eater!" seru Silver. Sekali lagi, Honchkrow menyerap energi dan mimpi dari Exbo dan pada akhirnya Exbo mulai kelelahan karena kehabisan tenaga.

"Gold, kau tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Kau sudah kalah. Menyerahlah," kata Silver, kalem.

"Kau juga sama saja, Silver. Seranganku berikutnya bisa membuatmu jatuh seketika. Exbo, Blast Burn lagi!" seru Gold. Exbo langsung menyemburkan api dari tanah lagi dan menyebar ke seluruh ruangan pertarungan. Honchkrow yang sudah kepanasan dibuat panas lagi oleh serangan api itu. Pada akhirnya, dia pingsan dalam keadaan kepanasan.

"Honchkrow tidak dapat bertarung lagi. Silver, persiapkan Pokemon keempat," kata Cheren yang kali ini sudah memakai kacamata hitam yang tepat. Silver langsung mendekati Pokemonnya yang kepanasan itu.

"Honchkrow, kau luar biasa bisa bertahan sampai titik ini. Tenang saja, Gold akan segera kalah," kata Silver sambil memasukkan kembali Pokemonnya ke dalam bolanya. Kemudian, dia mengeluarkan Pokemon terakhirnya.

"Mari kita akhiri ini. Feraligatr, keluarlah!" seru Silver, mengeluarkan Feraligatr, hasil evolusi terakhir dari Pokemon starter yang dia miliki, atau tepatnya, yang dia curi.

"Wah, lihatlah ini! Dua Pokemon starter yang sudah berevolusi. Typhlosion dari Cyndaquil, dan Feraligatr dari Totodile. Mereka berdua memiliki sifat yang berlawanan seperti pemiliknya. Namun terlihat bahwa pertandingan ini akan diselesaikan dengan mudah," kata Bianca. Silver langsung mempersiapkan serangan pertamanya.

"Feraligatr, semprot dia dengan Water Gun!" seru Silver. Feraligatr langsung menembak Exbo dengan tembakan air yang langsung mengenai Exbo dan mendorongnya sedikit ke belakang. Dengan semua serangan ini, Exbo sudah berada dalam keadaan terlemahnya.

"Exbo, bisakah kau bertahan sebentar saja?" tanya Gold. Exbo hanya bisa terdiam. Api di belakang kepalanya sedikit meredup.

"Exbo! Jangan menyerah! Walaupun kita akan kalah, kita buktikan bahwa kita tetap akan bertarung sampai akhir! Lagipula, ini bukan pertandingan terakhir kita, melainkan pertandingan pertama. Kita akan semakin kuat selama kita terus semangat!" seru Gold. Exbo mulai mendengarkan.

"Lagipula, kau tidak perlu khawatir. Semuanya akan baik-baik saja di pertarungan berikutnya. Aku jamin itu," kata Gold. Exbo mulai memanaskan dirinya lagi di sisa energinya.

"Kau siap untuk menyerang lagi?" tanya Gold. Exbo mengangguk lagi.

"Baiklah. Mari kita berikan serangan untuk Feraligatr itu. Wild Charge!" seru Gold. Semua orang terkejut dengan pilihan Gold.

"Tunggu dulu! Wild Charge, di keadaannya yang seperti itu? Itu bunuh diri!" seru Crystal yang sedang menonton bersama Platinum dan Emerald di perpustakaan. Sebagai tambahan, dia dalam keadaan bingung dan sedih melihat Gold yang hanya satu langkah menuju kekalahan.

Sementara itu, Exbo mengumpulkan muatan listrik liar dan setelah dirasa cukup, dia berikan ke Feraligatr yang langsung tersetrum. Namun, karena sengatan listrik itu juga mengenai dirinya sendiri, dia juga tersetrum dan akhirnya terjatuh. Cheren membuka kacamatanya dan memberikan keputusannya setelah dia melihat keadaan Exbo.

"Typhlosion tidak dapat bertarung lagi. Pemenang pertandingan sol ini adalah Silver!" seru Cheren. Tribun penonton tak nyata yang terpampang di dinding ruang pertandingan langsung ramai dengan sorakan gembira dari pendukung dan penonton di sana. Sementara itu, Gold mendekati Exbo.

"Sampai akhir. Itulah kau, Exbo. Terima kasih," kata Gold yang memasukkan Pokemonnya kembali ke dalam bola Pokemonnya. Kemudian, dia berjalan ke tengah lapangan, di mana Silver sudah berada di sana, menunggunya. Kali ini, dengan senyuman di bibirnya. Itu membuat Gold heran.

"Silver, kau tersenyum?" tanya Gold. Silver mengangguk.

"Pertandingan yang menarik. Meskipun aku yang menang, tapi strategimu yang membuatku menang. Jadi, walaupun kau kalah, selamat untukmu, Gold," kata Silver sambil menyodorkan tangannya untuk Gold. Gold akhirnya ikut tersenyum dan menyalami Silver. Sorakan kembali menggelora saat mereka berdua bersalaman.

Bianca dan Cheren sudah berada di kursinya masing-masing. Mereka mulai membicarakan pertandingan yang baru saja selesai tadi.

"Itu tadi adalah pertandingan yang keren, Cheren. Pada awalnya, Gold meminpin, tapi di bagian akhir, Silver membalikkan keadaan, bahkan Silver masih belum menggunakan satu Pokemonnya," kata Bianca.

"Benar sekali. Ada satu Pokemon yang belum dikeluarkan oleh Silver yaitu Gyarados yang bersinar," kata Cheren.

"Gyarados bersinar?" tanya Bianca.

"Ya, seperti Gyarados tapi dengan warna yang berbeda. Yang dimiliki Red adalah Gyarados biasa," kata Cheren.

"Seperti itu ya? Lalu, bagaimana pertandingannya?" tanya Bianca.

"Kuakui bahwa pertandingan ini didominasi dengan serangan penyedot energi, baik dari Gold maupun Silver. Sayangnya, Gold tidak dapat mempertahankan serangan Giga Drain secara maksimal sehingga Silver mampu menyerang balik dan membalikkan keadaannya dengan Dream Eater," kata Cheren.

"Bicara tentang Dream Eater, itu mengingatkanku akan Black. Musharna milik Black sangat menyukainya karena mimpinya yang sangat banyak sampai-sampai bisa dimakan terus," kata Bianca.

"Ha, benar juga. Mereka memiliki simbiosis mutualisme. Black bisa menjernihkan pikirannya dari mimpinya yang saking menumpuk di kepala, dan Musharna bisa kenyang karena memakan mimpi milik Black terus," kata Cheren.

"Semoga saja Black tidak sedang dimakan mimpinya kali ini," kata Bianca, lalu mereka terkekeh bersama.

"Nah, itulah MPB-300 untuk sol ini. Pertandingan berikutnya akan dilaksanakan pada 24 Sagittarius 300 pada jam yang sama, 19.30 waktu Airy. Yang akan bertarung pada sol itu adalah Crystal dan Ruby. Pada akhirnya, saya Bianca dan rekan saya, Cheren, mengucapkan selamat malam dan sampai jumpa lagi," kata Bianca.

Akhirnya, lambang MPB-300 muncul dengan layar belakang masih berupa lapangan ruangan pertandingan. Kemudian, acaranya ditutup dengan banyak baris yang menunjukkan siapa yang bekerja di dalam pembuatan acara ini.

...

Bersambung.

Perhatian, ini bukan iklan untuk serangan Dream Eater. Kalau ini iklan untuk Dream Eater, Black pasti akan muncul dengan Musharna di kepalanya, menyerap mimpinya.

Kritik dan saran diapresiasi.

RWD, keluar.