Aku memimpikan alasan..
Alasan mengapa kami terluka...:
Daisuke: Tentu saja karena cintanya tidak terbalas. Dan mungkin, cintanya tidak main-main...
Yukiko: Merasa bersalah pada kedua cowok itu. Takut telah melukai keduanya..
Aku: Alasan kenapa Daisuke terluka. Adalah karena aku..
Aku membuat Yukiko suka padaku..
Padahal kalau aku tidak pernah datang ke Inaba, mungkin Daisuke...
Bisa bahagia dengan Yukiko...
Kata-kata itu berputar-putar di benakku..
Pusing sekali rasanya..
Lagu All She Know yang di nyanyikan Bruno Mars..
Terdengar di kepalaku..
Layaknya seseorang yang mewakili Daisuke..
Untuk menyalahkan aku...
Dan aku hanya bisa menunduk...
16.24 Afternoon..
Aku terbangun dengan perasaan sakit. Aku di kasur. Ini... UKS. Aku berkedip-kedip. Aku merasa lemah. Panas. Dan haus. Aku melihat ke sekeliling. Aku terkejut mendapati Yukiko duduk di karpet samping kasurku dan tertidur di kasurku. Ah, dia juga menggenggam tanganku. Aku tersenyum kecil melihatnya begitu pulas. Ada jam di dinding sampingku, jadi aku tahu ini jam berapa. Dari jendela aku melihat kelopak bunga sakura yang berterbangan.
Hening... Damai...
Tiba-tiba rasanya sesak...
Kepahitan yang sangat tidak enak menyerangku. Teringat mimpi aneh tadi.
Aku tidak mengatakan apa-apa soal rasa bersalahku..
Biar kupendam...
2 orang menangis, sudah lebih dari cukup..
Aku terus memandangi jendela. Samar-samar terdengar keramaian festival. Festival ini akan terus sampai nanti malam. Ada kembang api juga, katanya. Untuk sekarang, aku hanya memandangi langit sore..
17.40 ...
Tidak sadar, aku masih terus memandangi langit.
Tiba-tiba Yukiko bangun. "Ohh.. Souji.. Kau sudah bangun?" Tanya Yukiko. Sambil mengucek-ngucek mata. "Yeah.." Jawabku. Tampaknya ada sesuatu pada nada suaraku, membuat Yukiko menatapku. "Ada apa?" Tanyanya. Aku tersenyum, "Bukan apa-apa." Kataku. Yukiko hanya mengangguk. "Kau bisa mati kebosanan di sini. Pergilah ke festival. Bersenang-senanglah." Kataku. Bukannya ngusir, aku tak tega dia membuang-buang waktu untukku.
"Dan meninggalkanmu di sini?" Tanya Yukiko sambil mengeratkan genggamannya. Aku membalasnya lembut, "Aku orang sakit. Tidak akan melakukan apa-apa. Tapi, kau bisa berjalan-jalan di festival." Ucapku. Yukiko menggeleng, "Tapi ini salahku membuatmu datang. Padahal kau sakit." Kata Yukiko sambil menatapku meminta maaf.
Aku mengeratkan genggamanku. "Itu bukan salahmu. Itu bukan salah siapa-siapa. Mungkin takdir memang begitu." Kataku. Yukiko kembali menatapku. Mata kami bertemu. Yukiko mendekat dan mencium pipiku. Tidak lupa, dia merona. "Terima kasih, Souji." Kata Yukiko. Aku tersenyum lemah. Yukiko kembali menaruh kepalanya di kasur, kami masih bergenggaman.
Kalian tahu, teman-teman...
Aku bingung bagaimana ingin menyampaikannya...
Tapi...
Aku ingin..
Tidak ada beban dalam hubunganku dan Yukiko..
Aku ingin..
Kami sama-sama jujur..
Atas perasaan bersalah ini...
Aku ingin kami bicara..
Namun..
Bagaimana caranya?
Haruskah aku menyimpannya untuk lain kali..?
Seakan Yukiko membaca pikiranku.. Dia...
"Maafkan aku, Souji." Ucap Yukiko tanpa melihatku. Aku bangun dari kasur. Turun dan duduk di belakang Yukiko. Memeluknya dari belakang. Satu lengan di pingang, dan satu lagi di leher Yukiko. Aku menaruh kepalaku di samping kepala Yukiko. "Kenapa kau meminta maaf?" Tanyaku. Aku samar-samar bisa merasakan sakit yang Yukiko rasakan. "Apakah kau.. Terluka?" Yukiko balik bertanya. Aku bingung menjawabnya. Iyakah...? "Bagaimana jika iya?" Kataku.
Yukiko memegang tanganku yang berada di lehernya. "Biarkan aku mendapat balasannya. Dengan cara apapun." Kata Yukiko. Aku merasakan dorongan kuat untuk menciumnya, namun, aku sedang sakit. Nanti dia tertular. Aku hanya memeluknya semakin erat. "Menyiksa diri sendiri bukanlah hal bijak, Yukiko." Kataku di telinganya.
Yukiko menunduk. "Kau.. Selalu berkorban untukku. Kau selalu menolongku. Tapi... Aku hanya... Terus melukai orang-orang..." Ucap Yukiko. Hatiku sakit mendengarnya. "Aku merasa tak tahu diri.. Rasanya... Ingin bersembunyi dan tidak keluar lagi..." Suara Yukiko bergetar. Aku tidak merubah posisi sama sekali. Yukiko mengepalkan tangannya erat-erat.
"Kau bilang.. Kau ingin mendapat balasan karena melukaiku, huh? Tapi aku bilang.. Kau mau bersembunyi dan tidak keluar lagi.. Itu berarti... Kau meninggalkanku. Sendirian." Kataku perlahan. Yukiko makin menahan perasaannya. "Dengan kau pergi.. Kau kira, bagaimana hidupku nanti, Yukiko?" Tanyaku. Ini sebetulnya bukan pertanyaan. Ini pernyataan. "Tidak ada lagi.. Salju indah.. Salju menyenangkan... Salju dingin.. Dan salju yang terus membuatku jungkir balik jatuh cinta.." Ucapku. Salju... Adalah arti nama Yukiko..
Ucapanku mengena. Yukiko meneteskan air matanya. "Kau... Berharga untukku. Jangan bahkan berfikir untuk menjauhiku. Aku manusia. Yang bisa terluka." Aku terus berbicara lembut di telinganya. "Kuakui, agak berat untuk menjalani semua ini. Ini juga pertama kalinya aku jatuh cinta. Jatuh cinta pada gadis manis sepertimu.. Di tambah segala kesibukanku, dan kamu. Walau begitu, aku tidak menyesalinya." Kataku.
"Aku.. Juga baru pertama kalinya menyukai seorang cowok. Apalagi yang langka sepertimu. Aku senang, kau suka padaku. Aku juga senang, takdir menuntunku padamu." Kata Yukiko dengan agak bergetar. "Kau baik, sungguh. Aku bersyukur mendapat kamu. Tapi... Selalu ada perasaan bersalah setiap aku bersamamu. Tatapan menusuk dari para fansmu, adalah yang teburuk.. Dan aku merasa sebal, karena tidak bisa menolong diriku sendiri. Sedangkan kau selalu bertahan, dan balas melawan." Kata Yukiko.
"Bukan sebuah dosa, jika kau bersandar pada orang lain..." Ucapku.
Lalu, aku terdiam. "Jika kau mau, kau bisa melawan. Itu tergantung seberapa besar cintamu padaku." Kataku setelah beberapa detik. Yukiko menarik nafas panjang. Lalu berputar menghadapku, aku melepas pelukanku. Aku dapat melihat wajahnya dengan sangat jelas. Dia tidak menangis banyak. Yukiko menggenggam kedua tanganku. "Ya. Tunggulah. Aku pasti akan membuktikannya padamu." Janjinya sambil menatap mataku.
Aku mengangguk dan tersenyum lemah.
Lalu, aku dan Yukiko tiduran di karpet. Hanya tiduran. Aku mengelus pipinya. Yukiko menggenggam tanganku yang satunya.
Lama-lama, kami tertidur. Guru UKS tampaknya sedang menikmati festival, jadi tidak akan kembali. Memang kodisi badanku masih sangat kurang bagus, tapi aku ingin terus di sisi Yukiko.
Kami terbangun saat ada kembang api pertama.
Pukul 19.00. Kami hanya berdua di UKS.
Kami menghabiskan waktu dengan hanya beristirahat.
Hati kami sudah sama-sama ringan.
Author: Sebagai penutup untuk chapter ini, mari sama-sama kita bernyanyi! Kalau belum punya lagunya, download ya! *gampar aja*
Secondhand Serenade-Half Alive.
It's four AM, I'm waking up to your perfume
Don't get up, I'll get through on my own
I don't know if I'm home
Or if I lost the way into your room
I'm spiraling into my doom
I'm feeling half alive but I know one day
You and I will be free,
To live and die by our own rules,
Free...
Despite the fact that men are fools.
I'm almost alive, and I need you to try
And save me.
It's okay that we're dying,
But I need to survive tonight, tonight.
Well excuse me while I get killed softly,
Heart slows down and I can hardly tell you I'm okay
At least 'til yesterday,
You know you got me off my highest guard,
Believe me when I say it's hard.
We'll get through this tonight
And I know one day you and I will be free
To live and die by our own rules,
Free...
Despite the fact that men are fools.
I'm almost alive, and I need you to try
And save me.
It's okay that we're dying,
But I need to survive tonight, tonight.
And you touch my hand ever so slightly
Girl we're not ready for this yet
And the deadly look she cast upon me
I won't regret, I won't regret
I won't regret. I won't regret...
And I was trying to disappear,
But you got me wrapped around you
I can hardly breathe without you
I was trying to disappear
But I got lost in your eyes now,
You brought me down to size now.
I'm almost alive
And I need you to try and save me.
It's okay that we're dying
But I need to survive tonight, tonight
Tonight...
I'm almost alive, and I need you to try
And save me.
It's okay that we're dying,
But I need to survive tonight, tonight.
I need to survive tonight, tonight.
Cerita ini masih belum akan berakhir!
Bagi yang masih tertarik..
Please keep waiting!
