Balas Review! :D
Honey Sho: Criminal Case, ya? Pernah ngeliat orang main, tapi kagak pengen nyoba karena...
Mathias: "Kenapa?"
Me: "Trauma pribadi!"
Mathias: *sweatdrop.*
Kalau kagak baka juga bukan Emil namanya! *ditabok yang bersangkutan.*
Emil: "Jangan ngeledek, Author!" *death glare.*
Me: "Terserah 'Emilkita' aja!" *pokerface.*
Emil: *facepalm.*
Well, Thanks for Review! :D
Happy Reading! :D
Sebelumnya di 'The Crazy Summer Camping'...
"Baiklah! Yang barusan itu beneran gila!"
"Eh? Efek gaje alat tadi masih ada, ya?"
"Kejadian aneh? Kebetulan! Lebih baik kita ke sana aja!"
"Hooo, jadi Andre-san yang ngelakuin ini semua?!"
"NAH! ITU ORANGNYA! HAJAAAAAAR!"
Chapter 27: Bajaj Race?
Hari ini, terlihat dua belas makhluk yang sedang berkumpul di depan sebuah toko.
"Kita naik apaan, nih?" tanya Luthfi.
"Apa aja kek yang lewat!" jawab Giro-kun.
"Di sini kagak ada AC, ya?" tanya Lukas kagak nyambung.
Yang lainnya pun langsung sweatdrop mendengarnya.
'Mana ada AC di sini, Norge (Mathias)/Nore (Emil)/Nor-kun (Tino)/Lukas-san (Lance)/Bondevik-san (Ieyasu)/Noruwe-pyon (Giro-kun)/Luke (Girl-chan dan Cowboy)/pak Teplon (?) (Idham dan Luthfi)? Kalau ada mah paling cuma AC alami alias angin!' batin mereka semua (min Berwald) sweatdrop.
"Sudah-sudah! Daripada kelamaan, panggilin aja kendaraannya!" usul Idham yang langsung disetujui oleh yang lainnya.
"Bang! Bajaj empat, bang!" teriak Cowboy cuek.
Beberapa menit kemudian, empat bajaj sudah berada di hadapan mereka.
"Mau kemana, neng?" tanya salah satu abang bajaj kepada Girl-chan.
"Mau ke rumah temen, bang! Lokasinya di jalan Balrog Nomor SVDEX ya, bang!" jawab gadis itu sopan.
Tanpa banyak ngomong lagi, mereka pun langsung menaiki bajaj tersebut.
Urutannya seperti ini:
Bajaj 1: Mathias, Lukas, dan Girl-chan
Bajaj 2: Luthfi, Idham, dan Giro-kun
Bajaj 3: Lance, Emil, dan Ieyasu
Bajaj 4: Berwald, Tino, dan Cowboy
Bajaj LuthfIdhamGiro mulai jalan duluan. Selang beberapa menit, bajaj DenNorGirl juga mulai melesat. Bajaj LanIceYasu dan SuFinCow juga tidak mau kalah.
Di perjalanan, Mathias melihat bajaj Luthfi berada di depan mereka.
"Hei, itu bajaj Luthy-kun di depan!" kata Mathias sambil menunjuk bajaj LuthfIdhamGiro yang berada di depan.
"Bang! Kejar bajaj di depan ya, bang!" lanjut Mathias.
Tidak lama kemudian, bajaj itu sudah melewati bajaj LuthfIdhamGiro.
"Dadah, Luthy-kun!" kata Mathias sambil melambaikan tangannya kepada bajaj di belakangnya yang sukses membuat Luthfi emosi.
"Wah, Luthy-pyon! Kita dibalap! Bang, kejar bang!" perintah Giro-kun sambil menepuk punggung abang bajaj di depannya.
"Siap, dek!" jawab si abang bajaj dengan semangat Medan Area (?).
Terjadilah kejar-kejaran antara bajaj DenNorGirl versus bajaj LuthfIdhamGiro. Mari kita lihat keadaan LanIceYasu dan SuFinCow.
"Su-san! Ayo kita kejar bajaj Ta-san dan lainnya! Bang! Tolong kejar bajaj yang di depan itu ya, bang!" pinta Tino yang sukses membuat Berwald dan Cowboy hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarnya.
Ieyasu, Emil, dan Lance sih anteng-anteng aja. Tapi sedetik kemudian...
CLING!
Mata Lance mulai berkilat dan senyumnya pun langsung berubah menjadi seringai. Sifat aslinya di EBF 2 mulai keluar, saudara-saudara!
WUSHH!
Bajaj LanIceYasu pun melesat dengan kecepatan kilat meninggalkan bajaj teman-temannya di belakang. Yang lainnya pun langsung bengong melihat kejadian tersebut.
Luthfi pun tersadar dari lamunannya dan...
"Wah, kagak bisa dibiarin! Minggir, bang!" paksa Luthfi kayak preman pasar sambil menggeser si abang bajaj ke belakang (?) dan mengambil alih kemudi bajaj-nya.
Idham dan Giro-kun pun langsung sweatdrop melihatnya. Luthfi mengendarai bajaj-nya dengan brutal dan sepuluh detik kemudian, Luthfi sudah membalap yang lainnya.
"Duluan ya, minna!" ejek Luthfi penuh seringai.
"Pak Teplon! Duluan, ya!" canda Idham kepada Lukas.
NGEK!
Aura hitam pun langsung menyelimuti tubuh Lukas.
"Teplon?!" tanyanya geram.
"Aduh, Norge ngamuk lagi! Bakalan gawat, nih!" kata Mathias panik.
"Udah, biarin aja! Kayaknya bakalan menarik, nih!" balas Girl-chan santai.
"JANGAN MEMANGGILKU TEPLON! NAMAKU LUKAS BONDEVIK! AWAS KAU!" teriak Lukas sambil menguasai setir bajaj-nya.
WUSSHH!
Sepersekian detik kemudian, Lukas sudah berada di garis depan.
"Wah! Pembalap kagak jadi kayak begini, nih!" kata Girl-chan datar yang dipeluk Mathias.
Ck ck ck ck! Tuh Kambing memang suka mengambil kesempatan dalam kesempitan, ya! -_-" *Narator dipenggal Mathias.*
"Ngajak ribut, nih?! Oke, deh!" balas Luthfi sambil menambah kecepatan bajaj-nya.
Para abang bajaj pun komat-kamit agar bajaj mereka selamat.
"Oh, Jashin-sama! Lindungi kami!" jerit si abang bajaj yang salah fandom.
Di tengah balapan reality yang menantang maut mereka, tiba-tiba ada sebuah bajaj yang melewati mereka semua.
Bukan, bukan salah satu dari empat bajaj mereka. Terus siapa, dong?
"Hoi, minna! Duluan, ya! Bye!"
Setelah berkata begitu, sang bajaj pun sudah tidak terlihat lagi.
"Bu-bukannya itu Thun-kun, Deer-kun, dan Sap-kun?" tanya Cowboy heran plus sweatdrop.
Yang lainnya pun juga ikutan sweatdrop.
Beberapa jam kemudian, kedua belas makhluk sarap itu pun sudah sampai di depan tempat tujuan alias CSO Dorm.
"Makasih ya, bang! Nih, ongkosnya!" kata Giro-kun sambil memberikan uang yang disambut dengan tangan gemetar oleh para abang bajaj.
Sabar ya, wahai para abang bajaj!
"Lho, ada Thundy, Daren, dan Saphire! Berarti tadi beneran kalian, ya?" tanya Tino yang melihat ketiga makhluk itu di depan CSO Dorm.
"Hehehe, iya!" jawab Thundy sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
TING TONG!
Mathias menekan bel pintu CSO Dorm.
"Iya, tunggu sebentar!" kata seseorang.
Beberapa saat kemudian, terlihat Andre dan Gerrard di depan pintu.
"Lho, kok kalian keringetan begitu?" tanya Gerrard heran.
"Kagak kenapa-napa! Tadi abis adu adrenalin aja, kok!" jawab Girl-chan tenang padahal udah kecapean.
"Eh?" Kedua orang itu pun semakin bingung dengan jawaban Girl-chan.
"Sudahlah! Kita kagak dikasih masuk, nih?" tanya Ieyasu yang dari tadi kegerahan di luar terus.
"Iya iya, ayo masuk!" ajak Andre.
Keesokan harinya...
"Ayo kita mulai balapan ronde kedua!" tantang Mathias.
"Siapa takut?" jawab Luthfi.
"Balapan?" tanya Andre heran dan menatap Gerrard yang berada di sebelahnya.
Gerrard hanya mengangkat bahunya karena sama bingungnya dengan Andre.
"Bang! Bajaj lima, bang!" panggil Emil.
Kenapa lima? Karena itu tambahan buat Thundy, Daren, dan Saphire!
Saat para abang bajaj menoleh untuk melihat siapa penumpangnya, mereka pun langsung shock berat.
"Jiah, mereka lagi! Apa salah saya sampe dapet penumpang kayak mereka?" tangis si abang bajaj yang ternyata adalah abang bajaj yang kemaren, pemirsa!
"Let's party, minna!" teriak Lance yang copas (?) kalimat Masamune.
Balapan ronde kedua pun tidak terelakan lagi.
"Oppa Gangnam Style!" kata Lukas sambil nari-nari gaje.
Betapa OOC-nya dirimu, wahai Teplon! *Narator diinjek-injek Troll Lukas.*
Lagu itu pun langsung menjadi BGM balapan mereka entah bagaimana caranya (?).
To Be Continue...
Preview for Chapter 28:
"Oi, David! Apa kau serius membiarkanku menggunakan lapangan ini?"
"Se-sepertinya re-rencana itu akan berhasil, Andre-san! Huek!"
"Pertama, lu nyegel kamar gue! Sekarang, lu nyuruh gue di sini sampe jam tujuh?! LU UDAH GILA YA, HAH!?"
"Hah, hah, hah! Pa-pasti ini mimpi, kan? Menakutkan sekali! Sejak mimpi itu, aku tidak mau melihat Annabelle lagi! Ayolah, Mathias! Tenang!"
"Te-terima kasih su-sudah memberikan ke-kejutan ini u-untukku!"
Review! :D
