Title : Love You Love Me
Pairing : KyuMin
Other Cast :
- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
- Lee Donghae
- Kim Jungmo
- Lee Jinki
- Im Yoon Ah
Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). OOC, bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, TYPOSSSS, WITHOUT EDITING, AND I'LL NEVER EDIT IT AGAIN, penggunaan kata-kata kasar, KEBACOTAN author di beberapa bagian, NO BASHING!
.
.
DON'T LIKE? DON'T READ, DON'T REVIEW, AND DON'T COMPLAIN PLEASE.
.
.
Happy Reading..^^..
.
.
.
.
.
"Kumohon cobalah, mencari seorang wanita yang bisa mendampingimu.." pinta Sungmin.
"Tapi Min.."
"Ini permintaan Kyu, ku mohon sekali saja.."
Kyuhyun tak dapat mengatakan kalimat apa pun lagi.
"Sampai di sini dulu ya, aku tak punya banyak waktu.."
"Tapi Sungmin!"
-Tuuut-Tuuuutt-
Sambungan terputus, Kyuhyun menatap nanar Handphone-nya, namun, sedetik kemudian, ia sedikit mengulas senyum.
"Setidaknya ia baik-baik saja, dan aku masih dapat mendengar suaranya.."
.
_Part 28 / END_
.
Berbulan-bulan..
Kyuhyun mencoba menata kembali hidupnya, walau alasannya demi Sungmin, tapi ia tetap mencoba berkencan dengan beberapa wanita, tapi selalu saja, tak lebih dari seminggu, mereka selalu berpisah.
Pikiran Kyuhyun tak pernah lepas dari Sungmin. Apa lagi setiap melihat foto di dompetnya yang ia pasang lebih dari setengah tahun ini, atau boneka kelinci kecil berwarna biru, yang pernah Sungmin berikan di taman bermain dulu.
.
.
'Kim Jung Mo and Im Yoon Ah'
Kyuhyun tersenyum membaca tulisan itu.
"Seluruh karyawan di kantor mu juga ku undang, jangan lupa datang aku menunggumu!" ucap Jungmo setelah memberikan surat undangan pernikahan pada Kyuhyun.
Kyuhyun hanya membalasnya dengan senyuman. Sebelum Jungmo pergi meninggalkan apartment-nya.
'Apa.. Jungmo juga mengundang Sungmin?' pikir Kyuhyun sejenak.
"Jungmoya!" panggil Kyuhyun pada Jungmo yang belum terlalu jauh darinya.
"Ne?" Jungmo membalikkan tubuhnya.
..
"Ehm.. Aniya.. Semoga pernikahanmu lancar.." ucap Kyuhyun yang nampak menahan maksud utamanya.
"Gomapta!" balas Jungmo, dan akhirnya benar-benar pergi dari apartment Kyuhyun.
'Jangan berharap terlalu banyak Cho Kyuhyun!' Kyuhyun mensusgesti dirinya.
.
.
Dua orang pria yang memiliki wajah hampir serupa, berjalan keluar dari bandara, diikuti dengan seorang pria dan wanita di belakang mereka yang memilki garis wajah yang sama. Mereka terlihat memasuki sebuah mobil, dan meninggalkan bandara tersebut.
"Sungjin hyung, aku berniat untuk tinggal di apartment ku yang lama, tak apa kan?" tanya Eunhyuk sambil menoleh kebelakang menatap kakak iparnya, dan kakak kandungnya secara bergantian.
"Ne, gwaenchana, tapi kau harus rajin berkunjung ke rumah." ujar Sungjin.
"Ne! Itu pasti.."
"Sungmin, begaimana dengan mu?" tanya Sungjin, pada Sungmin yang sedang mengemudi.
"Aku tinggal bersama mu hyung.." jawab Sungmin.
Sungjin tersenyum. Begitu pula Sora di sampingnya.
"Keundae.. bagaimana dengan suamimu itu?" tanya Sungjin tiba-tiba. Ya sepertinya Sungjin telah mengetahui semuanya.. Dan entah, Sungjin tampaknya tak mempermasalahkan masalah gender pada hubungan adiknya.
"Aku tak pernah benar-benar menikah, kini kami sudah berpisah, dan berhentilah membahas tentang ini hyung, aku sedang menyetir." ucap Sungmin dengan nada datar. Ia masih menjatuhkan pandangannya pada jalan raya didepannya.
"Tapi Min.."
"Hyung, jangan bahas dan pikirkan tentang hidupku dulu hyung! Hyung harus memikirkan kesehatan hyung dulu! Ingat keadaan jantungmu belum sepenuhnya memulih."
"Hn, ne araseo.." ucap Sungjin. Ia menatap istrinya, Eunhyuk yang menoleh ke jok belakang pun ikut bertukar pandang dengannya. Kini Sungjin malah terlihat seperti adik dibanding kakak, Hhh~.
Setelah itu tak ada lagi percakapan, mereka melajukan mobil mereka ke sebuah rumah besar, yang nantinya akan menjadi tempat tinggal Sungjin, Sora, dan Sungmin.
.
.
"Ingat! kau harus datang! Aku sudah mengirimkan undangannya ke alamat barumu!" seru Jungmo di telephone.
"Ne, araseo! Tidak usah berteriak seperti itu.." ujar Sungmin, tak dapat menahan senyumannya.
"Datanglah bersama Eunhyuk dan temannya, aku juga mengundang mereka.."
"Ye, sudah ya, aku baru tiba, aku harus merapikan kamarku dulu."
"Ne, annyeong.."
Sambungan terputus, Sungmin tersenyum mendengar suara Jungmo.
Setengah tahun terakhir, selama berkomunikasi Jungmo terdengar berubah, cara bicaranya menjadi lebih bersahabat.
Pengaruh calon istrinya kah?
Mungkin..
Sungmin meletakkan baju-bajunya di lemari, lalu benda-benda kesayangannya di meja.
Benda terakhir, tak dapat menyembunyikan senyuman miris Sungmin saat menatap benda tersebut.
Sebuah frame foto, dengan beberapa foto yang dipasang rapi di sana, bingkai yang berisi tujuh foto kecil, ia ingat sekali, bahwa ia kehilangan foto kedelapan, yang membuatnya kesal setengah mati.
Dipajangnya frame itu, di samping tempat tidurnya.
"Sungmin, ada undangan untukmu.." seru Sora dari luar kamar Sungmin.
"Ne noona.." balas Sungmin.
.
Surat undangan dari Jungmo rupanya.
Sungmin tersenyum melihatnya, tapi ia tak yakin, akankah ia datang ke acara pernikahan itu?
.
.
"Sungmin!" panggil seseorang, Sungmin menoleh, ia tersenyum memandang orang tersebut.
"Kau terlambat! Kau melewatkan acara pemberkatan kami!" ujar Jungmo pura-pura kesal.
"Mian, banyak hal yang harus aku kerjakan, chukaeyo!" Sungmin memeluk Jungmo, begitu pula sebaliknya.
"Oh ya kenalkan, istriku, Im Yoon Ah!" ujar Jungmo setelah melepas pelukkannya.
"Lee Sungmin.." Sungmin menyodorkan tangannya.
"Yoona.." Yoona menyambut tangan Sungmin.
"Gadis ini yang bersama mu di bandara waktu itu kan?" tanya Sungmin.
"Kau melihatnya?"
Sungmin hanya tersenyum.
"Nikmati pestanya, tadi Eunhyuk dan temannya sudah datang, entahlah mereka mungkin sekarang sedang menikmati hidangan di sini.."
"Ne, arachi.. Sana terima tamu lagi.." usir Sungmin lembut.
"Bye.."
.
.
"Jinki, kita pulang sekarang saja.." Kyuhyun terlihat sedikit pusing, karena pengaruh whiskey yang baru saja diminumnya.
"Kita baru merayakan resepsinya Kyuhyun, lihat, banyak wanita cantik di sana.. Siapa tahu di antara mereka ada yang membuatmu tertarik." ujar Jinki, sambil meneguk softdrink-nya.
Kyuhyun sedikit melirik ke arah yang di tunjuk, tapi langsung ia membuang pandangannya.
"Wanita-wanita itu tidak ada yang seperti Sungmin.." ujar Kyuhyun dingin.
"Ck!" Jinki membuang mukanya, bosan mendengar ucapan yang sama dari mulut Kyuhyun.
"Yeee?! Itu Sungmin kan?!" Jinki membulatkan matanya dan menatap ke arah balkon.
"Jangan bercanda! Sungmin sedang di Jepang!" ujar Kyuhyun sambil meneguk kembali segelas Whiskey-nya.
"Ish! Itu benar-benar Sungmin! Aku tidak bercanda!" Jinki memutar kepala Kyuhyun, ke arah yang ia pandang.
Seorang pria cantik tengah berdiri di balkon, dan menatap ke arah langit.
Sontak Kyuhyun langsung berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati Sungmin.
"Yah, kenapa aku jadi ditinggal -_-" gumam Jinki.
.
.
"Mendung.." gumam Sungmin, sambil menatap ke arah langit yang gelap.
"Sungmin.." panggil Kyuhyun.
Sungmin menoleh.
Sungmin membelalakan matanya begitu mendapati Kyuhyun dihadapannya.
"K-Kyuhyun.."
"Kau kembali ke Korea?" tanya Kyuhyun basa-basi.
"Ne, pengobatan Hyungku di Jepang sudah selesai, ia kembali ke Korea untuk pemulihan." jawab Sungmin, sambil membuang pandangannya.
"Hyungmu? Ku dengar ia menderita lemah jantung.. Apa dia sudah membaik?" tanya Kyuhyun basa-basi.
"Ne.. Dengan pemulihan, dan menjaga pola hidupnya ia akan baik-baik saja.." jawab Sungmin seadanya.
"Eum.. Lalu bagaimana dengan keadaanmu, kau baik-baik saja kan selama ini?" tanya Kyuhyun.
"Ne.. Aku baik, kau? Bagaimana? Sudah menemukan wanita idamanmu?" tanya Sungmin, pertanyaan yang sebenarnya sangat tidak disukai Kyuhyun.
"Belum.." jawab Kyuhyun.
"Kau tak mencoba mencarinya?"
"Setiap saat.. Bahkan Jinki pun membantu, namun belum kutemukan yang kuinginkan.." jawab Kyuhyun pelan.
"Oh.."
Tak ada lagi komunikasi di antara mereka, mereka hanya saling diam, dengan posisi yang berhadapan.
"Ehm, kau mau minum?" tanya Kyuhyun memecah keheningan, sambil menawarkan segelas penuh moonshine.
Sungguh pertanyaan bodoh! -,-
"Aniya, tadi sudah.." jawab Sungmin.
"Oh ne.." Kyuhyun malah meneguk minuman itu sendiri sampai habis.
.
.
Wait!
Moonshine?! Segelas penuh.. Moonshine?!
Kyuhyun terlihat oleng setelah meminum segelas minuman beralkohol nomor satu di dunia itu..
Namun dengan cepat Sungmin berlari dan menahan beban tubuhnya agar tidak terjatuh.
Kyuhyun terlihat bertumpu dengan Sungmin.
"Kyuhyun-ah gwaenchana?" tanya Sungmin kahawatir.
Kyuhyun menjatuhkan gelasnya. Sungmin agak terkejut, dengan bunyi gelas yang pecah itu.
Tangan Kyuhyun tiba-tiba berpindah ke tengkuk Sungmin. Sedetik kemudian.
.
.
Chu~
Bibir Kyuhyun telah menempel di bibir Sungmin.
Kyuhyun memeluk Sungmin erat. Sementara yang di peluk hanya membulatkan matanya shock.
Setelah cukup lama, akhirnya Sungmin tersadar. Ia mendorong tubuh Kyuhyun sekuat mungkin, hingga Kyuhyun terjatuh.
.
-Pingsan-
.
Entah pingsan atau tertidur, Yang jelas Kyuhyun sudah menutup matanya. Tapi, untungnya dia masih bernapas, -,-
"Hey, Kyuhyun!" panggil Sungmin sambil menepuk pipi Kyuhyun.
"Kyuhyun!" panggil Sungmin untuk yang kesekian kalinya.
Namun, Kyuhyun tak kunjung bangun.
Padahal Sungmin tahu betul cara membangunkan Kyuhyun, yang biasa ia lakukan. Kiss...eu...
Tapi.. Ia tak mau melakukannya..
Ya, mau tidak mau, Sungmin harus memapah Kyuhyun.
Diraihnya tangan Kyuhyun lalu diletakkannya dibahunya.
Berapa selisih berat mereka?
Adakah 10 kg?
Entahlah, yang jelas, Sungmin bersusah payah untuk memapah Kyuhyun.
"Hei! Hyukjae! Donghae!" panggil Sungmin, dengan susah payah.
Eunhyuk dan Donghae menoleh, dengan cepat mereka menghampiri Sungmin dan membantu Sungmin memapah Kyuhyun.
"Dia mabuk, ayo bantu aku mengantarnya pulang.. Lagi pula sudah malam.." ujar Sungmin.
Eunhyuk dan Donghae mengangguk.
.
.
Sungmin, Eunhyuk, dan Donghae, baru saja berniat meninggalkan apartment Kyuhyun, setelah mereka membawa Kyuhyun pulang, dan tidur di ranjangnya.
Namun sepertinya mereka mereka harus menginap di sini. Karena sedari tadi, Sungmin terus memeluk mereka dengan erat. -,-
'JLEGEERR!'
"AAAAA!" jerit Sungmin.
"Ya! Uhukk uhukk! Sungmin! Kau mencekikku!" protes Eunhyuk.
"Aku hampir matii.. Uhukk uhukkk.. Sungmiiiin.." seru Donghae.
'JLEGEEERRRR'
"AAAAAAA!"
.
.
Pagi pun tiba..
Kyuhyun membuka matanya perlahan, di lihatnya ke sekeliling, rupanya ia telah berada dikamarnya. Ia tak ingat apa-apa setelah mabuk tadi malam.
Yang ia ingat hanya mimpinya semalam.
Sungmin tidur bersamanya, memeluknya, mengecupnya.. Mimpi yang sungguh indah, namun sayangnya memang hanya mimpi, ya kalau hanya mimpi, ya mimpi saja -,-
'CKLEK'
Pintu kamar terbuka.
Sungmin masuk ke dalam kamar, sambil membawa sebuah nampan, berisi sarapan dan susu hangat.
"Kau sudah bangun.." ujar Sungmin, sambil duduk di tepi ranjang dan meletakkan nampan itu di meja.
"Sungmin? Kau-Kau di sini?" tanya Kyuhyun hampir tersenyum penuh harap.. Hampir..
"Tadi malam, aku, Eunhyuk, dan Donghae terpaksa menginap di sini, kami tidak bisa pulang karena hujan.. Mian tidak minta izin dulu sebelumnya.."
"Gwaenchana.." Kyuhyun mengulum senyumnya.
Padahal ia berharap, Sungmin mengatakan bahwa ia ingin tinggal di sini lagi.
"Makanlah, setelah ini, aku akan pulang, Eunhyuk dan Donghae sudah duluan tadi.." ujar Sungmin beranjak dari tepi ranjang.
"Dan Kumohon Kyuhyun, jangan mencariku lagi, mencari tahu kabarku, keadaanku, atau apa pun itu, tolong jangan cari tahu tentang aku lagi."
"Tapi Sungmin, aku.."
"Aku yakin kau bisa melupakanku!" ujar Sungmin memotong kalimat Kyuhyun.
"Aku pergi.."
Sungmin keluar dari kamar Kyuhyun, begitu pula apartmentnya.
Sekarang Kyuhyun kembali sendiri..
Sanggupkah ia tanpa Sungmin untuk yang kesekian kalinya?
.
.
Kyuhyun mencoba untuk tidak mencari tahu tentang Sungmin selama lebih dari satu bulan ini.
Tapi sulit! Sangat sulit!
Eunhyuk sudah tidak bisa di ajak kerja sama dengannya, karena ia seluruhnya memihak pada Sungmin kini.
Sedangkan Donghae?
Seandainya ia tahu sesuatu, ia pasti rela memberitahukannya pada Kyuhyun, tapi sayang, Eunhyuk tidak memberi kabar apa pun tentang Sungmin padanya, otomatis, ia tidak tahu apa-apa tentang Sungmin.
Kyuhyun juga mencoba menyuruh orang mencari alamat Sungmin dan Kakaknya, namun, yang ia temukan malah alamat lamanya, alamat baru Sungmin belum ditemukan.
Setidaknya Sungmin masih berada di negara yang sama dengannya.
.
.
'TING NONG TING NONG'
Seseorang memencet bel pintu apartment Kyuhyun.
Dengan langkah malas, ia membuka pintu apartmentnya.
"Nuguse...yo.."
Kyuhyun menatap tidak percaya sosok dihadapannya.
.
.
Sungmin tengah berdiri dihadapannya, sambil melipat tangan di dada, dan menatapnya tajam.
Ia menatap Kyuhyun begitu dingin.
Sedetik kemudian, Sungmin menarik tangan Kyuhyun, dan memberikan sepucuk surat dengan kasar.
Lalu, Sungmin menarik koper-koper dibelakangnya, dan masuk ke dalam apartment Kyuhyun.
Kyuhyun masih berdiri terpaku di depan pintu.
Setelah sadar, ia membuka surat terebut dan di sana terteralah bacaan di sana...
#####
- Nama : Lee Sungmin
- Jenis Kelamin : Pria
- Umur : 24 tahun
Dengan ini dinyatakan POSITIF hamil dan tengah memasuki usia kandungan 7 minggu.
#####
Kyuhyun membelalakan matanya membaca tulisan tersebut.
de javu..
Ia melirik ke arah Sungmin yang berjalan membawa kopernya masuk ke dalam kamar.
Kyuhyun menatap kembali tulisan-tulisan di sana.
Tak lama, kemudian, ia langsung berlari ke kamar, dan menemui Sungmin.
"S-Sungmin.. ini.. kau.. aku.. Kita.. Kapan.. Positif.. Surat.. Itu.." Kyuhyun terlihat bingung merangkai kata-katanya.
Sungmin melirik Kyuhyun tajam.
"Jangan bilang kau tidak mengingatnya lagi?!" ujar Sungmin dingin.
Kyuhyun malah menatapnya bingung.
"Kau! Lelaki bejat! Memperkosaku untuk yang kesekian kalinya di malam terakhir kita bertemu! Dan kau tidak ingat?! Keji!" hina Sungmin tiada ampun.
Sungmin kembali mengambil baju-bajunya di koper, dan memindahkannya ke dalam lemari.
Kyuhyun terlihat, berpikir..
Malam terakhir mereka bertemu?
Kyuhyun memperkosa Sungmin?!
Wait...
Jangan-jangan.. Itu bukan mimpi..
"Jadi malam itu.. Itu-Itu bukan mimpi?! Aku dan Kau benar-benar..." Kyuhyun sendiri pun tak dapat melanjutkan kata-katanya.
Dengan cepat Kyuhyun langsung memeluk Sungmin dengan erat dari belakang.
"Ya! Lepas!" titah Sungmin.
"Andwae! Aku tidak akan melepasmu lagi!" seru Kyuhyun sambil mengeratkan pelukannya.
Sungmin pun mendengus kesal.
"Terima kasih Tuhan.." ucap Kyuhyun pelan.
"Apanya yang terima kasih?! Kau akan menghancurkan hidupku untuk yang kesekian kalinya!" ujar Sungmin menusuk.
Kyuhyun memutar tubuh Sungmin, agar dapat menatapnya.
"Dan aku juga yang akan membantumu menatanya kembali... Bersamaku..." ujar Kyuhyun sambil menatap mata Sungmin dalam.
"Saranghae.. Jeongmal saranghamnida.." Kyuhyun memeluk Sungmin dengan erat.
Perlahan, Sungmin menangkat tangannya dan meletakkannya di punggung Kyuhyun. Lalu ikut mengeratkan pelukkan mereka.
"Nado saranghae.."
Kyuhyun terpaku mendengarnya.
Ia melepas pelukkannya dan menatap Sungmin tak percaya.
"Ne? Kau bilang apa?" tanya Kyuhyun dengan tampang polosnya.
"Saranghamnida, jeongmal neomu neomu sarang!" ucap Sungmin tegas, kemudian kembali memeluk Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum, ia masih tidak percaya, perlahan, dibalasnya pelukkan Sungmin, dengan sangat erat, lalu diletakkannya kepalanya di bahu Sungmin.
"Nado.. Saranghae.."
"Ah, Min bagaimana kalau kita menikah lagi?" tawar Kyuhyun.
"NE?!"
"Ne! Tapi kita menikah di Belanda. Supaya kau tidak usah menyamar jadi wanita, dan pernikahan kita sah! otte?"
"NDEE?!"
.
*flashback*
"YA! Buka pintunyaa!" seru Sungmin sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.
"Andwae! Kami bisa mati tercekik oleh mu!" balas Eunhyuk dari dalam kamar mandi.
"Ne! Aku masih ingin hidup lebih lama! Aku belum menikah tahu!" seru Donghae juga dari dalam.
Sungmin mendengus kesal.
Memang hujan sedang mereda, hanya gerimis-gerimis kecil di luar, namun agaknya ini tidak akan bertahan lama.
Dengan sangat amat terpaksa. Sungmin masuk ke dalam kamar Kyuhyun, dan merebahkan dirinya di samping Kyuhyun.
'DREESSSSSS..'
Hujan kembali datang dengan deras. Spontan, Sungmin memeluk Kyuhyun dengan erat. Sambil membenamkan wajahnya di dada Kyuhyun.
Agak lama, sampai hujam kembali reda.
Sungmin berniat melepas pelukkannya, tapi, tiba-tiba saja...
Kyuhyun membalas pelukkannya, Kyuhyun kini malah memeluknya erat, sangat erat.
Sungmin mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun.
Mata Kyuhyun sedikit terbuka. Kyuhyun menatapnya sayu.
Tatapan itu seakan membuat Sungmin terhipnotis.
Bahkan ia sudah tidak sadar, saat Kyuhyun telah menautkan bibir mereka, dan memperdalam tautannya.
Setelah itu...
Ya...
Hanya Tuhan dan mereka yang sadarlah yang tahu..
Sementara di luar..
Eunhyuk dan Donghae terlihat was-was mereka keluar dari kamar mandi dengan mengendap-endap.
"Fiuh.. Tidak ada Sungmin.. Mungkin ia sudah tidur.." ujar Eunhyuk lega.
'Ngh..'
Terdengar suara aneh di sana.
"Hey, kau dengar suara itu?" tanya Donghae.
"Suara yang mana?" tanya Eunhyuk balik.
'Hmp..'
"Yang itu! Tadi, masa kau tidak dengar.." ujar Donghae.
"Eh? iya aku dengar, asalnya dari kamar Kyuhyun!" ucap Eunhyuk.
"Ayo cek!" ajak Donghae.
Eunhyuk dan Donghae membuka pintu kamar Kyuhyun secara perlahan.
Mereka cukup terkejut dengan pemandangan yang mereka dapatkan.
"Haaaahh.. Hmmpp!" Donghae yang tadi mengambil napas dan bersiap untuk berteriak, kelihatannya harus menelan kembali teriakkannnya, karena mulutnya sudah terlanjut dibungkam oleh Eunhyuk.
Eunhyuk meletakkan telunjuknya dipermukaan bibirnya dan sedikit mendesis.
"Ssssst!" titah Eunhyuk agar Donghae lebih diam.
Eunhyuk mengeluarkan handphone dari aku celananya, lalu mengaktifkan mode video, dan mengarahkannya pada pemandangan yang hampir Donghae teriakkan tadi.
"Kau gila?!" seru Donghae.
"Ssssttt! Bisa diam tidak?! Ini kejadian langka!" ujar Eunhyuk, sambil kembali merekam.
Sementara Donghae sibuk menahan perang batin, antara ingin melihat dan tidak.
*flashback end*
.
.
.
.
.
.
_THE END_
tamat jugaaaaaaaaaaaa,,,,, huaaaaaaaaaaahhh.. legaaaaaa banget!
Dan akhirnya.. Eunhae yang diharapkan.. tidak berjalan seperti apa yang ceman-cemans harapkan.. Aku terlalu ga rela menyatukan mereka. mereka udah kayak anak kembar disini X3
capcus dulu deh buat yang nanya-nanya :)
.
.
Q: Author ada ff lama lagi nggak? publish disini dong?
A: Ada, banyak tuh yg Oneshoot.. publish disini? pikir-pikir dulu yah..
Q: Author tinggal dimananya rumah sakit islam?
A: di perumahan malaka country, gak jauh kok dari situ, nih yak biar jelasnya. Prm. Malaka Country, Jl. Malaka Biru 3 no.10.. #plakkk
Q: Happy Ending kan thor?
A: So, gimana? happy end nggak buat kalian? XD
Q: Sungjin sakit apa? EunHae nggak jadian?
A: Sungjin itu ceritanya punya lemah jantung disini :P. EunHae nggak jadian.
.
.
Thanks banget buat temen-temen yang udah ngereview dari awal sampe chapter kemaren, aku minta maaf yang sebesar-besarnya, karena nama kalian-kalian yang udah ngereview nggak bisa aku tulis disini satu-persatu.. You know what? tadinya aku mau nulis nama temen-temen sekalian, satu persatu, tetapi...
setelah aku tulisa nama-nama-nama-nama-nama kalian itu...
document ini nggak ke save D''''''''''''''''X, sumpah sedih sedih sedih sesedihsedihnyah.. pen bet nangis kecap gue TTATT..
Makasih banget berkat kalian review FF ini bisa menembus angka yang WAW buat aku.. makasih juga buat para readers yang tidak mereview ff ini, ya buat 100000 viewers.. makasih udah mampir *sebenernyatragis TAT
terima kasih sebanyak-banyaknya pun nggak bakal mampu buat ngungkapin rasa terima kasihku yang sebenernya buat temen-temen semua..
setelah ini aku gak yakin bakal post ff di sini lagi.. jadi yang mau menghubungi aku silahkan, lewat pm, twitter: diniaulicious (mention follback request for follback), dan
.
.
Facebook: Dini Auliya Zayyana Elf (message for accept)
Sekian dariku, akhir kata..
.
Review lagi yaa? hhe..
Thanks
Diniaulicious
1st published for chapter 28: August 7th, 2011
