Yoshino says enjoy reading ^^

Chapter 28 update!

.

"Kekuatan adalah sesuatu yang membuatmu merasa melebihi apapun"

"Tidak, jika aku mendapat pertanyaan itu aku akan menjawabnya dengan singkat dan cepat, karena kekuatan menurutku adalah usaha pantang menyerah, itu saja"

.

Naruto Shippuden © Masashi Kishimoto

Genre-Adventure/Action/Fantasy/Fight

Battle 100 © Yoshino

.

.

.

Battle 100 ..

Chapter 28

Kekuatan

"Disaat itu semua warga Konohagakure menjadi saksi, pertarungan seorang shinobi muda yang luar biasa hebat dia pun digadang-gadang akan menjadi Hokage di masa depan…. Kekuatannya tidak bisa dibandingkan oleh siapapun yang seumuran dengannya bahkan ia dapat mengalahkan beberapa shinobi yang sudah menjajak tingkat jonin, hal itu membuat semua orang menaruh rasa hormat kepada shinobi yang masih berumur 13 tahun tersebut " Batin Itachi dalam hatinya. Dia melihat Shisui yang berdiri sambil memasang kuda-kuda bertarung.

"Hanya aku yang bisa menandinginya, namun bukan itu yang aku bicarakan…" Lanjut Itachi yang masih mengamati tatapan mata Shisui yang mengarah kepada Naruto dan Sasuke.

Sekarang sudah terlihat Susano,o tanpa kaki menyelubungi tubuh Sasuke dan chakra kuning Kurama juga menyelubungi tubuh Naruto namun chakra yang sekarang menyelimuti tubuh Naruto hanyalah chakra kuning cerah biasa tanpa jubah.

"Hey Kurama? Apakah rencana yang dibicarakan Sasuke barusan, bisa kita lakukan?" Tanya Naruto yang sekarang sudah berdiri di depan Kurama, Kurama hanya terduduk sambil melihat ke bawah dimana Naruto berdiri menatapnya.

"Aku tidak bisa langsung mengatakan Ya dengan mudah karena memindahkan chakra dengan skala sebesar itu akan membutuhkan chakra yang sangat besar, bukan hanya itu saja jika kita berhasil melakukannya, apakah dia bisa mengendalikan Susano'onya dengan baik?" Kurama pun mengemukakan pendapatnya mengenai rencana yang baru saja Sasuke katakan.

"Kau meremehkannya? Sebenarnya aku juga tidak tahu, namun aku hanya bisa percaya kepadanya" Naruto tersenyum, tatapan percaya diri yang sudah biasa terpancar dari wajah laki-laki berambut kuning jabrik tersebut.

Percikan air terus terdengar di tempat hening tersebut, hanya perbincangan Naruto dan Kurama lah yang menghilangkan keheningan itu. Mendengar ungkapan itu Kurama pun juga tersenyum.

"Seperti biasa" Pikirnya.

"Yosh ayo kita lakukan!" Naruto pun bersemangat, kini dia sudah berada di tempat pertarungan kembali.

"Sasuke?" Panggil Naruto, Sasuke hanya memalingkan muka kepadanya.

"Kita akan memenangkan pertarungan ini" Mendengar perkataan itu, Sasuke tersenyum tipis, kini mereka berdua menatap tajam Uchiha Shisui yang sudah berdiri dengan jarak sekitar 20 meter di depan mereka. Uzuchi team akan memulai serangan.

"Sebelum melakukannya, apakah kau ingin melakukan toss denganku, Sasuke?" Ucap Naruto sambil memberikan tossnya kepada Sasuke, Sasuke pun terlihat berpikir dan setelah melihat ekspresi Naruto yang percaya diri, ia pun mengangkat tangannya perlahan dan menggabungkan tinjunya dengan tinju Naruto sehingga mereka sudah melakukan toss.

Mereka berdua pun saling menatap dan tersenyum.

"Untuk kedua kalinya aku melakukan toss dengannya" Pikir Naruto yang masih tersenyum.

"Apa yang akan mereka lakukan?" Pikir Shisui sambil memasang wajah serius. Orochimaru dan Kabuto masih melihat pertarungan yang sepertinya akan berjalan menarik tersebut. "Apa yang akan mereka lakukan?" Batin Kabuto sambil menyangga sedikit kacamatanya, dia masih berdiri di dahan pohon yang cukup lebar untuk dijadikan landasan kaki.

Sedangkan Itachi juga masih mengamati suasana pertarungan itu, dia pun hanya memperhatikan wajah Shisui dengan ekspresi yang sangat misterius.

"Ketika Shisui sudah melakukan pertarungan, dia akan menunjukan sikap lainnya, sikap yang selama ini masih belum aku ketahui, tatapannya benar-benar berbeda" Batin Itachi.

"Ayo maju Sasuke!"

"Yeah!" dan tiba-tiba saja Susano'o Sasuke mulai berubah warna menjadi oranye cerah, tangan kanan Sasuke masih menempel dengan tangan kiri Naruto, "Yang harus aku lakukan adalah membuat chakra yang aku alirkan ke Susano'o Sasuke tetap stabil, dan aku hanya bisa percaya kepadanya"

Perlahan namun pasti, chakra kuning Naruto mulai berpindah ke Susano'o Sasuke. "Aku tidak tahu ini akan berhasil atau tidak, mengingat Susano'o tidak bisa bergerak dengan cepat namun aku akan mencoba memanfaatkan chakra yang diberikan oleh Naruto untuk merubah pergerakan Susano'o agar menjadi lebih fleksibel"

"Naruto? saat aku menyerangnya pastikan kau membuat pergerakan yang menghambatnya untuk bergerak karena hal itu akan mempersempit ruangnya untuk mengelak" Sasuke mulai serius, ia pun memberikan instruksi kepada Naruto yang masih berdiri di samping kanannya.

Mereka pun melepas toss, "Yosh, aku mengerti" Seru Naruto bersemangat.

"Aku merasakan chakra Naruto yang menyelimuti tubuh Susano'o dan ini… pasti kita menang" Senyum Sasuke, ia pun menoleh ke arah Naruto sambil menganggukan kepala pertanda ingin memulai serangan.

Susano'o pun menghilang dengan cepat sampai tidak berbekas sedikit pun. "Apa?"

"Cepat sekali" orang-orang yang melihatnya pun terperanga melihat kecepatan Susano'o yang melebihi batas kewajaran tersebut.

Kagebunshin no jutsu!

Naruto mengeluarkan jutsu yang biasa ia pakai, bunshin bunshin dengan chakra kuning tersebut langsung menyerbu ke arah dimana Shisui berdiri. "10, 20, 30, 40 bunshin kah?"

Disaat memperkirakan jumlah bunshin yang dikeluarkan oleh Naruto, pukulan keras pun mendarat ke tempat Shisui berdiri.

Duar!

Hantaman itu membuat tanah yang berada di area tersebut luluh lantah hancur tak berbekas, puing-puing bebatuan berterbangan tidak jelas, dan menimbulkan debu coklat yang membuat penglihatan menjadi terbatas.

Susano'o Sasuke lah yang membuat pukulan keras tersebut. Kini Susano'o berwarna ungu dan kuning itu mendarat ke tanah setelah menghancurkan tempat berdiri Shisui sebelumnya.

"Dimana dia?" Pikir salah satu bunshin Naruto yang masih berlari ke arah Shisui.

"Diatas Naruto!" Seru Sasuke yang telah melihat keberadaan Shisui.

"Aku sudah tahu Dattebayou" Dengan cepat Naruto sudah berada di belakang Shisui yang kini masih melayang di udara akibat menghindari serangan Sasuke barusan, bola spiral berwarna biru telah ia buat dan tinggal menyentuhkannya ke punggung Shisui.

"Rasakan ini!"

Disaat yang sama, bayangan Shisui sudah berada di belakang Naruto, hunusan pedang pun langsung merobek punggung Naruto, dan disaat itulah uap putih muncul sesaat tebasan itu mengenai bunshin tersebut.

Shisui yang masih melayang di udara pun langsung terjun bebas ke bawah dimana bunshin-bunshin Naruto sudah menunggu kedatangannya untuk menyerang diwaktu yang tepat. "Dia menuju kesini!"

"Semuanya bersiaplah!"

Gerombolan bunshin tersebut terlihat berdesak-desakan seperti hewan kelaparan yang sedang menunggu mangsanya untuk di jadikan santapan. Namun justru sebaliknya tatapan Shisui malah semakin serius dari yang sebelumnya tatapan itu membuat Naruto dan Sasuke bertanya-tanya.

"Tatapan itu?" Pikir Sasuke yang masih melihat situasi Shisui dari permukaan tanah.

Bayangan Shisui yang sebelumnya menebas bunshin Naruto pun juga ikut turun ke bawah dan terjun bebas. Bayangan itu langsung menyebar menjadi burung gagak yang jumlahya mencapai 30 ekor, burung-burung hitam itu berubah menjadi shuriken dan menghujam bunshin-bunshin Naruto.

Dan bunshin-bunshin berambut kuning itu pun langsung lenyap ditemani uap berwarna putih yang muncul setelah menghilangnya bunshin-bunshin tersebut. Melihat itu Sasuke tidak tinggal diam ia pun mengaktifkan amaterasu dan langsung ia arahkan ke tubuh Shisui.

"Apa kau tahu akibat jika amaterasu bertemu amaterasu, Sasuke?" Ucap Shisui yang mulai mendarat ke tanah, mata kiri Shisui pun berubah menjadi mangekyou dan langsung membalas api hitam milik Sasuke dengan api hitam miliknya, dan jutsu khas Uchiha pun bertumbukan. Kedua amaterasu itu langsung lenyap tak berbekas.

"Dia melawan amaterasuku dengan amaterasu miliknya?" Pikir Sasuke cemas. Keringat mengucur di sebagian wajahnya.

"Bagaimana pun juga ini bukan akhirnya dattebayou, rasakan ini!"

Fuuton: Rasen Shuriken!

Serangan Uzuchi team tidak berhenti begitu saja, Naruto tidak melemparkan rasen berelemen angin itu namun ia menyerangkannya dengan memanfaatkan chakra kuning cerah untuk memanjangkan tangannya supaya lebih dekat dengan jangkauan target.

Shisui pun telah mendarat ke tanah ia langsung terfocus oleh serangan Naruto yang datang kepadanya secara tiba-tiba bahkan sampai membuatnya terkejut. "Apa?" Pikirnya. Namun disaat semua mata tertuju pada serangan itu Susano'o Sasuke datang dengan cepat dan langsung memukulkan tangan besarnya ke tubuh Shisui yang masih terfokus oleh serangan Naruto.

Dash!

Shisui pun langsung melesat kencang dan menghantam pohon yang berada di belakangnya dengan keras sampai menimbulkan pecahan-pecahan kayu dari batang pohon besar tersebut. Runtuhan kayu dan debu berwarna coklat masih menyelubungi tempat terhempasnya Shisui. Dari jarak yang cukup jauh, Naruto dan Sasuke hanya bisa mengamati dengan pandangan yang terbatas sambil menunggu debu itu menghilang dengan sendirinya.

"Yosh!" Ucap Naruto kegirangan.

"Mustahil, pertahanan sempurna Shisui bisa tertembus" Pikir Itachi semakin antusias, namun dia juga tidak percaya karena serangan Sasuke berhasil mengenai Shisui.

"Serangan itu…. Disaat Shisui hanya terfokus untuk menghentikan serangan Naruto, Sasuke datang dengan tiba-tiba dan langsung menyergapnya tanpa ampun, mereka benar-benar tahu cara memanfaatkan kerja sama tim" Kabuto dan Orochimaru masih melihat pertarungan menarik itu, meskipun begitu tetap saja mereka terheran-heran dengan Shisui yang notabene adalah shinobi yang sangat kuat dapat terkena serangan seperti itu.

"Sebenarnya Shisui dalam kondisi yang baik untuk mengelak serangan itu, namun kombinasi mereka lah yang lebih baik daripada pertahanan tanpa celah Shisui sehingga mereka berhasil menyerang titik lemah dari Shisui" Lanjut Itachi mengenai analisanya.

Debu coklat mulai menghilang, kini terlihat seseorang yang telah terduduk di batang pohon itu, kepalanya tertunduk seakan-akan mengerang kesakitan dan tak sadarkan diri. Naruto dan Sasuke masih terfokus kepada tempat dimana Shisui berada dan saat diperhatikan baik-baik mata merah menyala muncul dari tengah debu berwarna coklat tersebut dan senyuman mengerikan terlihat jelas dilekukan bibirnya dan….

Api hitam amaterasu langsung hinggap di tubuh Naruto dengan cepat. "Sial apa ini!" Seru Naruto kepanasan ia pun berguling-guling di tanah dan tidak tahu harus berbuat apa. Sasuke pun langsung sigap menolong Naruto namun disaat ia hendak memfokuskan mata sharingannya ke tubuh Naruto tiba-tiba saja, dari langit muncul sesosok hitam dengan cepat menuju ke arah Sasuke.

"Sial jika begini Naruto akan…." Pikir Sasuke cemas.

Bayangan hitam itu tersenyum menyeringai dan bersiap menghunuskan pedangnya ke tubuh Sasuke. Mata merah menyala menyelimuti wajah dengan tatapan mengerikan tersebut namun hanya mata sebelah kirinya saja yang menyala.

Sasuke pun terlihat memikirkan cara, ia langsung mengeluarkan halilintar dari tangannya dan mengarahkan halilintar biru itu tepat ke tubuh Shisui yang akan terjun ke arahnya. Shisui pun tertusuk halilintar biru sehingga tidak bisa bergerak untuk sesaat dan diwaktu yang bersamaan Sasuke langsung memfokuskan mata sharingannya ke tubuh Naruto supaya amaterasu dapat menghilang dan lenyap. Api hitam itu pun telah padam, namun Naruto masih terlihat tidak sadarkan diri untuk sesaat.

Shisui yang tertusuk oleh halilintar biru Sasuke langsung berubah menjadi burung gagak hitam dan menyebar ke berbagai arah.

Aaaak Aaaak Aaaak

Suara burung gagak terdengar lantang di udara, Sasuke masih berusaha mengawasi daerah sekitarnya. "Hanya bayangan?" Pikirnya cemas.

"Disaat seperti ini…" Sasuke tetap mengawasi daerah sekitar sambil memperhatikan Naruto yang terbujur lemah tak berdaya di tanah, pakaian joninnya sebagian hangus terbakar yang disebabkan oleh serangan api abadi Uchiha Shisui.

"Sial aku terkena seragannya" Gumam Naruto yang berusaha berdiri kembali.

Dan disaat yang sama, secara tidak diduga Shisui keluar dari dalam tanah dan memukul dagu Sasuke sampai dia terlempar ke atas dan Susano'o yang menyelimuti tubuhnya hilang tak berbekas. "Aku tidak menyadari keberadaannya? Sejak kapan" Gumam Sasuke yang sekarang jatuh ke tanah sambil berusaha menyeimbangkan tubuhnya agar cara jatuhnya tidak fatal dan berakibat cedera serius. Sasuke pun terseret dan terhempas beberapa meter di permukaan tanah.

"Sasuke!" Seru Naruto cemas, ia masih terlihat berusaha berdiri kembali, beberapa luka telah bersarang ditubuhnya terlihat goresan-goresan kecil di wajahnya.

"Inilah gaya bertarung Uchiha Shisui, dia hanya menggunakan teknik dasar dari semua jutsunya dan membuat teknik dasar itu menjadi senjata andalannya terbukti dia dapat dengan mudah melumpuhkan Naruto dan Sasuke dengan gerakan yang berkualitas tinggi, bukan hanya itu dia juga mengamati detail setiap gerakan yang dibuat oleh musuhnya sehingga pertahanan dan serangannya melebihi shinobi pada umumnya" Pikir Itachi yang masih terduduk di batang pohon.

"Sial, bagaimana bisa" Gumam Naruto yang kini telah berdiri kembali, namun dia masih terlihat kesakitan karena efek dari api hitam abadi yang baru saja mengenainya. Shisui pun menatapnya dengan tatapan kosong.

"Naruto? kau masih terlalu lemah untuk mengikuti tahapan-tahapan ini, kau masih belum siap untuk menerima semua kenyataan bahwa kau adalah shinobi yang lemah, kau berpikir semuanya akan mudah tetapi semua itu salah, terbukti aku yang sekarang ini tidak menggunakan seluruh kemampuanku, sudah bisa membuatmu kewalahan apalagi jika aku mengerahkan seluruh kemampuanku untuk melawanmu, kau bisa pikirkan hasilnya dan pasti kau akan langsung mengetahuinya" Shisui masih menatap Naruto dengan tatapan kosong. Naruto juga masih mendengar perkataan yang keluar dari mulut laki-laki berambut hitam itu.

"Aku yakin kau juga sudah mengetahuinya, bahwa di Konohagakure ini masih terdapat shinobi yang lebih kuat darimu, 10, 100, 1000, mereka tersebar luas di penjuru Konohagakure oleh sebab itu aku ingin memastikannya bahwa senyuman semangatmu itu…. akankah bisa bertahan sampai akhir? Ataukah kau hanya membuatku menghabiskan waktu dengan permainan kecil ini" Lanjut Shisui. Naruto mulai termakan perkataan Shisui, keringat menetes dari kelenjar kulitnya.

Sasuke yang tadi terkena pukulan keras Shisui mulai bangkit kembali.

"Jangan dengarkan dia Naruto, kau itu kuat aku bisa tahu itu, apapun yang terjadi kita akan tetap maju!" teriak Sasuke sambil bergerak cepat ke arah Shisui, tangan kanannya membawa halilintar berwarna biru yang telah siap untuk di arahkan ke tubuh Shisui.

Chidori!

"Hn…" Tangan kanan Sasuke yang mengarah ke bagian perut Shisui langsung ia genggam dengan erat. "Sebenarnya seberapa jauh kekuatannya?" genggaman itu semakin kuat dan kuat sampai suara retakan tulang pun terdengar keras.

Krttkk

Setelah menerima genggaman kuat itu pakaian Sasuke pun langsung diangkat ke atas sehingga tubuhnya juga ikut terangkat ke atas. "Sial" Sasuke mencoba memberontak, dia pun membuat gerakan elegan untuk lepas dari cengkraman kuat Shisui. Ia membuat tubuhnya berputar dan menendang kepala Shisui. Namun tendangannya berhasil ditepis mentah-mentah oleh tangan kiri Shisui, dan hasilnya Sasuke berhasil lepas dari genggaman tangan kanan Shisui dan mundur beberapa langkah ke belakang.

"…" Sasuke masih terlihat focus ke depan.

"Aku sudah berulangkali mengatakan ini kepada kalian berdua, tidak akan mempunyai kesempatan menyentuh arena Battle 100, karena kekuatan kalian masih dibawah harapan bukan begitu, Naruto Sasuke?" Ujar Shisui yang mulai mencoba memprovokasi Naruto dan Sasuke agar semangat mereka redup.

"Cih, memang benar apa yang kau katakan barusan itu, tapi tidak peduli apa yang kau katakan, kami berdua akan tetap maju" Balas Sasuke pelan.

Mendengar perbincangan itu, Itachi pun tersenyum. "Mereka berdua telah memiliki ikatan yang kuat" Pikirnya.

"Huh huh huh?"

"Kau tidak apa-apa Naruto?" Tanya Kurama cemas, sekarang mereka berdua telah berada di tempat dengan keheningan dan gemercik air yang terus menetes.

"Dia kuat sekali dattebayou, chakra yang kau berikan belum cukup Kurama, kapan aku bisa memakai bijuu mode kembali?" Naruto meminta Kurama agar memberikan sebagian kekuatannya untuk berubah menjadi mode bijuu.

"Apa kau ingat saat kita bertarung melawan 3 monster, untuk pertama kalinya aku memberikan chakraku kepadamu, namun ada sesuatu di dalam tubuhmu yang menghambat aliran chakra tersebut sehingga aliran chakraku tidak teralirkan dengan lancar"

"Sesuatu yang menghambat?" Jawab Naruto dengan tatapan bingung.

"Iya, jika aku memberikan chakraku kembali itu percuma saja karena kau hanya bisa bertahan di mode itu selama kurang lebih 5 menit saja" Tutur Kurama mengenai pendapatnya, ia pun membaca hal-hal yang akan terjadi ke depannya.

"Meskipun begitu, aku terkejut dengan kekuatan bocah Uchiha itu dia bisa mengimbangi Naruto dan Susano'o Sasuke, benarkah dia seorang shinobi?" Pikir Kurama melamun. Melihat itu Naruto semakin frustasi dibuatnya.

"Hey, kenapa kau malah melamun! Kurama!" Teriak Naruto sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah kepala musang berekor 9 itu.

"Kenapa, ngajak ribut?" Balas Kurama seraya mendekatkan kepalanya ke tubuh kecil Naruto. Wajah Naruto pun kembali serius, "Ini bukan waktunya bercanda, aku akan mencoba menyerangnya sekali lagi, amatilah pergerakannya, Kurama" Laki-laki berambut kuning itu pun berlari menjauh dari tempat Kurama sambil menyuruh Kurama agar mengamati setiap gerakan yang akan Shisui lakukan. "Mengamati?" Pikir Kurama, teman Naruto itu pun tersenyum sesaat Naruto keluar dari tempatnya. "Kau bisa mengandalkanku, Naruto" Ucapnya pelan.

Kembali ke pertarungan. "Aku akan mencoba menyerangnya kembali tapi kali ini akan berbeda dengan sebelumnya" Batin Naruto dalam hatinya.

Sasuke masih berdiri beberapa langkah dari Shisui, sekarang Shisui sudah berada di tengah-tengah antara Naruto dan Sasuke. Sasuke pun telah bersiap untuk menyerang Shisui, ia mengeluarkan pedang dari sarung pedangnya. Naruto pun juga begitu dia mengambil kunai dari kantung ninjanya.

"Kali ini…"

Mereka berdua pun mengangguk pertanda serangan selanjutnya akan segera mereka lancarkan. Shisui pun hanya terdiam dan tidak bereaksi melihat Naruto dan Sasuke dengan kecepatan tinggi yang sedang menuju ke arahnya. Shisui terlihat memikirkan sesuatu karena di depannya sudah meluncur seorang berambut hitam dengan kecepatan tinggi sedangkan di belakangnya, Naruto mulai mengintai dan mencari celah yang lowong dari pertahanan Shisui untuk menyerangnya pada detik detik akhir. Kunai yang dipegang oleh Naruto pun langsung ia lempar ke arah belakang Shisui, kunai berwarna hitam yang terselimut oleh chakra biru itu melesat tanpa gangguan apapun, disaat kunai itu masih melayang di udara, Sasuke pun juga melempar pedangnya lurus ke depan mengarah tepat ke posisi Shisui berdiri sekarang. Kunai dan pedang itu pun meluncur bersamaan.

Dan disaat itulah Sasuke dan Naruto sudah mempersiapkan serangan di tangan mereka masing masing, chakra biru spiral mulai terkumpul di telapak tangan Naruto, dan halilintar biru juga sudah terkumpul di telapak tangan Sasuke, rasengan dan chidori pun siap untuk diserangkan kepada Shisui.

"Rasengan dan Chidori kah? Sebelum menghentikan kedua serangan itu aku harus menghentikan kunai dan pedang ini, benar benar merepotkan" Batin Shisui, ia pun berinisiatif untuk menghindari serangan beruntun yang telah dilancarkan oleh uzuchi team.

Naruto dan Sasuke masih berlari dengan langkah yang sama, Shisui menjadi target hidup mereka. Pedang dan kunai yang dilempar oleh Naruto dan Sasuke sebelumnya masih melayang sesuai sasaran dan hendak mengenai Shisui namun benar saja Shisui yang masih menggenggam pedangnya dengan cepat menangkis 2 benda itu dengan teknik tinggi.

Trngg Trngg

Benturan pedang Shisui dengan sesuatu yang dilempar oleh Sasuke dan Naruto menimbulkan bunyi yang cukup nyaring, dan pada saat yang bersamaan. "Rasakan ini!" Seru Naruto dan Sasuke kompak.

Rasengan!

Chidori!

Susano'o!

Shisui yang melihat serangan itu pun hanya tersenyum. "Aku akan menunjukan kepada kalian kekuatan yang sebenarnya" dan hal yang tidak diinginkan pun akhirnya terjadi, Susano'o berwarna hitam muncul dengan cepat menyelubungi tubuh Shisui, serangan Naruto dan Sasuke akhirnya dapat dimentahkan dengan mudahnya. Keduanya terhempas ke arah yang berbeda dan terseret ke tanah beberapa meter jauhnya. "Sial, apalagi ini!?" Pikir Naruto kesal, dia pun berusaha bangkit kembali.

"Inikah Susano'o milik Shisui-san?" Batin Sasuke yang perlahan lahan berdiri kembali. Wajah tercengang pun terpasang diraut muka Sasuke, keringat mulai menetes dan keluar dari kulit wajahnya. Karena benar apa yang telah berada di depannya, sesuatu yang seharusnya tidak muncul, Susano'o hitam dengan tinggi 60 meter.

"Apa apaan ini? apakah dia bercanda?" Setelah melihat lagi, Naruto pun baru menyadari kekuatan yang sebenarnya dimiliki oleh Shisui.

"Kenapa dia mengeluarkan seluruh kemampuannya, dasar?" Ucap Itachi sambil memegangi kepalanya pertanda bingung dengan apa yang telah Shisui lakukan.

"Inikah kekuatan sebenarnya yang dimiliki oleh Shisui?" Pikir Kabuto tercengang. "Bagaimana pendapat anda mengenai ini, Orochimaru-sama?" Tanya Kabuto kepada Orochimaru yang juga berdiri di dahan pohon sambil mengamati pertarungan tersebut, pria berambut hitam itu juga baru pertama kali melihat Susano'o sebesar ini selama hidupnya.

"Kekuatan yang luar biasa, dia lebih kuat dariku" Ungkapnya singkat.

"Orochimaru-sama mengakui kehebatan Shisui? Jika dia bicara seperti itu, maka aku tidak akan mempunyai kesempatan apapun jika melawannya" Batin Kabuto.

"Apa kalian terkejut melihat kekuatanku? Naruto Sasuke?" mendengar celotehan itu membuat Naruto dan Sasuke hanya menelan ludah sambil mengepal tangan dengan erat, mereka berpikir sudah tidak ada kesempatan lagi untuk menang.

"Benar benar"

"Diluar batas kekuatanku" Batin Naruto dan Sasuke secara bergantian. Kini Shisui berada di kepala Susano'o dengan ketinggian 60 meter di atas permukaan tanah. "Ada yang ingin aku tunjukkan kepada kalian, kenapa aku bisa menghindari serangan serangan kalian"

"Apa maksudmu?" Jawab Naruto tanggap.

"Apa kalian ingat berulang kali kalian menyerangku namun hasilnya nol, dari semua serangan itu belum ada yang berhasil melukaiku sedikit pun, bahkan untuk satu goresan ditubuhku pun tidak ada. hanya 1 serangan yang berhasil tapi hanya bayanganku yang terkena serangan tersebut " Pungkas Shisui serius.

"Memang benar apa yang baru saja ia katakan, aku dan Sasuke belum berhasil melukainya sedikit pun" Pikir Naruto geram. Ia terlihat kesal sendiri, dan Sasuke tiba tiba saja muncul disampingnya.

"Untuk sekarang kita tidak akan bisa mengalahkannya Naruto, lebih baik kita mundur" Ujar Sasuke sambil tetap focus ke depan dimana Susano'o bertinggi 60 meter masih berdiri disana.

"Apa hanya sampai disini saja? Sial!" Naruto masih menahan emosinya, sekarang ia hanya memandang Shisui yang berada di ketinggian 60 meter dengan tatapan tajam.

"Aku akan mengakhiri permainan ini dengan satu serangan" Shisui pun membuat handseal di tangannya. "Sebelum aku mengakhirinya, aku ingin mengatakan beberapa hal yang penting, mengenai kekuatan yang sesungguhnya, kesempurnaan dalam kekuatan, mental, teknik, dan cara berpikir ini aku dapat sejak aku lahir atau bisa disebut bakat alami, dan aku menyebut diriku adalah shinobi yang sempurna" Ucap Shisui sambil melirih tajam ke bawah dimana Naruto dan Sasuke juga masih memandangnya.

"Shinobi yang sempurna, katamu!" Jawab Naruto lantang. Dia pun semakin geram dengan tingkah sombong Shisui. Kepalan erat masih terlihat di tangan kanannya.

"Ini akan segera berakhir" Susano'o hitam itu langsung menarik kapak yang berada di punggungnya, dan mengayunkannya dengan cepat dan kuat. Hantaman kapak dan tanah pun membuat dataran di area tersebut hancur luluh lantah, merasa akan terkena dampaknya Itachi, Orochimaru dan Kabuto langsung bergegas menjauh untuk menghindari dampak serangan tersebut.

Duarrr!

Serangan dahsyat itu menyebabkan seluruh dataran di area pertarungan itu hancur luluh lantah, tanah yang semula rata sekarang tidak beraturan dan bergelombang, bebatuan yang berterbangan pun berjatuhan mengakibatkan reruntuhan yang dahsyat. Debu hasil serangan itu masih menyelubungi kawasan itu.

"Kau tidak apa-apa, Sasuke?" Naruto berusaha mendekati Sasuke yang berada tidak jauh darinya, sekarang Sasuke terbujur lemah tak sadarkan diri, Naruto merayap dengan raut wajah yang terlihat menahan rasa sakit.

"Dia terlalu kuat" Pikir Naruto sambil tetap merayap perlahan-lahan untuk mendekati Sasuke yang kedua matanya masih terpejam. Susano'o hitam Shisui menghilang dengan sendirinya dan seketika itu langkah kaki mulai terdengar di gendang telinga Naruto, semakin dekat dan dekat. Debu coklat mulai terbawa angin, Shisui dan Naruto pun akhirnya saling menatap dengan jarak kurang lebih 7 meter.

"Kekuatan adalah sesuatu yang membuatmu merasa melebihi apapun, dan sekarang aku melebihi apapun dari semua hal yang kau miliki Naruto" mendengar itu ekspresi Naruto terlihat kesal dan marah.

"Diamlah….. aku tidak akan kalah dan jika aku mendapat pertanyaan itu aku akan menjawabnya dengan singkat dan cepat, karena kekuatan menurutku adalah usaha pantang menyerah, itu saja" Pungkas Naruto sambil melihat sorot mata Shisui dari bawah. Laki laki berambut kuning jabrik itu pun berusaha berdiri secara perlahan lahan.

"Kau masih tidak menyerah juga? Berpikirlah jernih kau tidak akan bisa mengalahkanku meskipun kau berlatih selama 10 tahun" dan debu yang mengelilingi area itu pun telah hilang tersapu angin, kini Itachi telah berdiri di balik pohon untuk menghindari dampak serangan Shisui sebelumnya.

"Hanya aku yang bisa menandinginya, tapi bukan itu yang aku bicarakan…

karena semasa hidupnya dia belum pernah mengalami kekalahan dalam sebuah pertarungan" Lanjut Itachi mengenai perkataannya saat pertama kali, dia masih melihat ekspersi Shisui dari kejauhan. Ekspresi Shisui masih sama seperti sebelumnya, mata rinnengan (kanan) dan mata mangekyou sharingan (kiri) terus menatap tajam semua lawan yang ia hadapi.

Dan disaat yang sama Kurama terkejut dengan apa yang disembunyikan oleh Shisui, "Tidak mungkin dia…."

To be continue

Chapter 28 END

Saya tidak suka melebih lebihkan kekuatan Naruto, karena jika itu saya tulis maka cerita akan terkesan membosankan dan bisa ditebak, kekuatan Naruto akan muncul dengan sendirinya dari chapter ke chapter selanjutnya dan begitu pun seterusnya.

Thanks for reading,

Power of White masih dalam pengerjaan, dan jika sudah selesai akan segera saya update ..

Mohon review dengan bahasa yang sopan..

see you ^^