Jomblo; bbf, hs!au; 701w
.
.
Jongin melempar ranselnya di atas kasur sebelum akhirnya menjatuhkan dirinya di kasur yang berada di seberang kasurnya. Tak mengindahkan sang pemilik kasur yang sedang asik berkutat dengan laptopnya dan hampir menimpanya. Membuat Jongin mendapat sebuah pekikan keras karena rasa sakit yang diterima oleh tubuh kurus yang ditimpa oleh tubuh Jongin yang jelas jauh lebih besar.
"YAH! YAH!" seru si kurus, "Kau tidak lihat aku tengah tengkurap dengan laptopku, ha!?"
"Cerewet!" balas Jongin ketus lalu menarik guling yang terjepit di antara si kurus dan dinding, menutupi wajahnya sambil berteriak kasar.
"YAH! Itu gulingku! Jangan berteriak kepadanyaaa!" seru si kurus lagi lalu menarik gulingnya, menampilkan wajah Jongin yang kusut. "Kau kenapa sih, Jong?"
"Kau tahu si telinga aneh Chanyeol dari kelas sebelah, Hun?" tanya Jongin menoleh ke arah si kurus dengan julukan 'Hun' yang ternyata kembali menekuni laptopnya.
"Mm.. Uhuh?" gumam si kurus lalu tersentak, "Yah! Bagaimana aku tidak tahu Park Chanyeol si tukang jahil yang menyebalkan itu!"
"Kau tahu tidak, Jong? Dia mengejekku karena aku masih belum punya pacar, like-man! Mind your own business?" lanjut si kurus kelewat bersemangat karena kini ia tengah meninjukan tangan kanannya ke udara dengan ekspresi kesal.
"Whoa, Sehun, whoaaa~" seru Jongin sedikit menjauh dari si kurus bernama Sehun, membuatnya hampir jatuh dari single bed yang tengah memuat dua remaja tanggung di tahun terkahir sekolah menengah atas.
"Kau tidak lihat wajah songongnya itu sih, Jong! Aku serius hampir menonjoknya kalau tidak ingat dia lebih tinggi dariku dan lebih besar!" kesal Sehun sambil menggembungkan pipinya.
"Well, yeah, dia kurang lebih juga mengejekku seperti itu dengan tampang songongnya yang minta dilempar dengan panci gosong milik ibuku," gumam Jongin muram.
Sejenak hening karena Jongin memutuskan untuk memejamkan matanya. Hey, jangan salahkan dia karena ia baru saja kembali dari bermain basket dengan anak kelas sebelah dan tolong jangan beritahu Sehun kalau dia belum mandi hehehe. Sedang Sehun kembali berkutat dengan laptopnya.
"Jong, Jong!" seru Sehun sambil mengguncangkan bahu Jongin.
"Apa sih?" tanya Jongin membuka sebelah matanya, melirik ke arah Sehun yang mengarahkan laptopnya padanya.
"Lihat ini!" seru Sehun sambil menunjuk layar laptopnya.
"Huh?" Jongin berusaha memfokuskan pandangannya dan membaca tulisan yang ada di gambar, "Kenapa Zodiak Masih Jomb-What the fuck, man?"
Sehun mengedikkan bahunya dan kembali menarik laptopnya, "Kau mau membaca tidak? Siapa tahu bisa untuk memperbaiki diri."
"Layaknya kau sudah benar saja," gerutu Jongin yang telah menguap kantuknya dan kini tak bisa kembali tidur.
"Hahaha-uhuk!" tawa Sehun tersela oleh batuknya karena ia kaget ketika membaca zodiak miliknya yang berada di paling atas dengan-
"Aries. Kamu terlalu berisik dan belagu. HAHAHAHA!"
Well shit, double shit karena Jongin justru membacanya dan menertawainya.
"Nah, kurasa itu benar. Kau terlalu berisik, Sehun-ah. Dan belagu? Well, can't agree more!"
"Fuck off, Kim!" gerutu Sehun yang buru-buru mencari zodiak temannya itu.
"Well, well, as for Capricorn, kamu jarang tersenyum dan tertawa! Ha! Tuan pelit senyum!" cemooh Sehun sebagai ajang balas dendam.
"Bukan salahku kalau aku jaga image," ucap Jongin acuh tak acuh sebagai pembelaan.
"Jaga image my ass!" gerutu Sehun.
"Dan kau percaya begitu saja dengan hal macam ini?" tanya Jongin membuat Sehun diam, "Maksudku, setiap orang punya alasan tersendiri kenapa ia tidak mau berpacaran atau kenapa ia tidak menyukai orang ini atau orang itu, kan?"
"Well, yeah, kau benar," gumam Sehun mengangguk, "Aku jujur saja bosan dengan pacaran yang diinginkan oleh cewek-cewek di luar sana. Seperti bergandengan tangan di musim dingin? Uh nope? I'm not into that romantic thing. No thanks."
"Yoi banget. Masang gembok couple di Namsan Tower biar langgeng, my ass. Apa mereka ga kepikiran apa itu pagar kalo keberatan trus jatuh ke bawah kena pengunjung lain gimana? Heran. Memang ada yang jamin bakal beneran langgeng kalo masang itu gembok?"
"Tau tuh. Yakin seratus persen pasti ada pasangan yang biar udah pasang gembok itu tetep aja putus."
"Cewek dan delusional mereka, ckckck."
.
.
.
F I N
.
.
iya absurd. Ini gara2 gue liat/baca ig r*h*s*a g*d*s dengan title seperti yang dibacakan Jongin itu. Masa tulisan buat gue soalnya gue lebih cinta makanan? Tapi emang iya sih /digampar XD gue jadi inget pernah ngambek ke gebetan soalnya pas sms gue laper dia malah bilang lagi makan ayam bakar. Mana disebutin ayam bakarnya enak banget, bumbunya meresap banget, trus sambelnya pedeeeesss banget. Kan kampret :( dan sialnya zodiak kita sama. Gue ga ngebayangin kita kalo jadian pasti kerjaannya hunting makanan /ga /ngarep -_-
Anyway, gue pernah ketemu sama cewek yang gay. Waktu gue tanya kenapa milih jadi gay (ya amplop pertanyaan gue kurang ajar banget dan gue baru sadar beberapa tahun kemudian kalo itu kurang ajar pake banget oh em gee tabok oe plesss), dia bilang dia trauma sama cowok brengsek yang udh jadi mantannya. Trus gue bilang, kan udah mantan. Lagian ga semua cowok brengsek dan dia bilang kalo sadar semua cowok ga brengsek tapi ya gitu. Dia lebih prefer cewek tetep aja. Dan gue cuma bisa angguk-angguk bego. Hahaha! Dan cowok yang gay pun jawabannya sama kayak jawaban Om Joni dan Dek Seno seperti di atas. Cewek manja! (GUE ENGGA!) Cewek alay! (Dulu sih XD) Cewek delusional! (Enggg kayaknya iya XD) dsb (dan saya bingung)
Okelah telimikiciw buat kamu, kamu, kamu, kamu, dan kamu semuaaaaaaa yang sudah baca dan komen (atau numpang kewat doang kkk)~ see ya laters! :D
