hatimu, dalam tangan ini
disclaimer: mobile legends: bang-bang (c) moonton.
chapter 28: predicament; lesley/gusion, gusion/angela [workplace au.] – 28 maret 2017
sinopsis: tiga kata terkutuk, dan gusion memutuskan untuk pacaran dengan angela*.
note: no martis. Saya usaha mati-matian nulis martis tapi eeeh, ternyata saya masih ga bisa ngebayangin dia—mungkin karena saya ga begitu tertarik sama dia
.
.
"Kita putus, Gusion."
Gusion langsung istighfar, tiga tahun menjadi sepasang kekasih dalam suka maupun duka, berakhir sangat mudah—hanya dengan mengucapkan kalimat keramat itu. Mulutnya menganga menatap pasangannya selama tiga tahun—ah, padahal mereka selalu bersama-sama, diganyang-ganyang sebagai pasangan paling romantis seantero kantor.
(Sebenarnya gelar itu dimiliki oleh Layla dan Clint beberapa bulan lalu. Satu dan lain hal terjadi sehingga Layla terpaksa harus cuti—tapi Clint memaksanya untuk resign saja; biar ia yang bekerja sebagai tulang punggung keluarg—Layla hamil, oke, itu yang terjadi.)
Pria paruh baya itu mendengus—walau masih tidak terima, ia harus stay cool. Jual mahal, harap-harap cemas Lesley mengubah keputusannya. "Y-yasudah! Masih banyak orang yang mau sama aku, kok! Misalnya… misalnya—"
Ia celingak-celinguk; ada Alice dan Vexana—nama panggilan, nama aslinya sangat… tidak enak untuk diucapkan—di depan dispenser. Wajahnya pucat; jangan mereka—ogah banget disangka pacaran sama pelakor atau janda bau tanah. Lalu ada pegawai magang, Ruby dan Fanny yang tertawa di depan akuarium—mereka… aneh. Gusion tidak mau.
(Pernah terciduk keduanya membuka situs porno yang benar-benar… kontroversial menggunakan wi-fi kantor. Sebuah situs membaca manga, yang menceritakan tentang pengalaman yang malang seorang pemuda saat ia berada di pantai—Gusion merinding mengingatnya.)
Eudora dari marketing? Ah, dia itu kan (secara harfiah) seorang nenek lampir.
Sekretaris, Aurora itu? Terlalu dewasa—standar wanita itu terlalu tinggi, dan ia tak mungkin sudi bersandiwara untuk menolong Gusion—menolong bosnya (Estes) dari amukan pacar mudanya saja, wanita itu tak gentar untuk menolak. Akhirnya terjadi drama rumah tangga berakhir dengan Estes yang diseret oleh kekasihnya, Miya untuk pergi berkencan—padahal mereka memiliki project yang harus selesai hari itu juga.
Melenceng dari topik, intinya perempuan di kantor ini rata-rata tidak waras, atau terlalu normal; Gusion tidak sudi dengan yang kelewat normal.
Haruskah ia bilang pada Lesley kalau ia penyuka sesama jenis? Haruskah ia bicara pada teman masa kecilnya, Alucard, untuk berpura-pura menjadi pacarnya? Haruskah ia berpacaran dengan Martis?—eugh, ia mendadak ingin muntah.
Ah—
Matanya tertuju pada Angela, android edisi terbaru yang dibawa kemari sebagai bagian eksperimen ketahanannya di lingkungan sosial. Profesor Baker menyebutnya anak perempuannya.
"Angela!"
Gadis robot itu menoleh ke arahnya. Ia melompat-lompat dengan riang, wajahnya cerah saat didongakkan untuk menatap Gusion tepat di mata. "Kau mencintaiku, kan?!"
"Mmh, tentu! Angela mencintai Gusion!" ia terkekeh.
Lesley menatap (mantannya) dengan heran. "Gusion, apa yang kau rencana—"
"Angela mau jadi pacarku, kan?!"
….
Orang yang mendengar jeritan itu segera menghentikan pekerjaan mereka dan memandang Gusion seolah ia adalah sampah masyarakat. Gadis itu memiringkan kepalanya. "Apa itu…? Pacar?"
"Gusion, kau kelewat idiot." Adalah kata-kata yang keluar dari mulut Lesley[1]. Wanita itu menginjak kaki Gusion—yang meringis kesakitan (iyalah sakit, diinjeknya pake heels), lalu perhatiannya ditujukan pada Angela. "Bukan apa-apa, Angela, jangan terlalu dipikirkan."
"Tapi Angela ingin tahu! Angela ingin tahu! Plis, plis, plisplisplis—"
Pria itu berdehem keras sebelum Lesley dapat menjelaskan, dengan segera membungkamnya. "Itu adalah sebuah komitmen yang kau buat saat kau mencintai seseorang."
Bola-bola mata Angela membulat. "Waaaaah, kalau begitu! Angela harus menjadi pacar semua orang!" setelah itu ia pergi dengan langkah lebar dan panik menyertai.
Lesley menginjak kaki Gusion (lagi, lebih kuat), lalu berlari mengejar si android sebelum ia melakukan kesalahan yang besar.
Beberapa hari kemudian, Lesley menghela napas.
Dilihatnya Angela dan Gusion bersama-sama dengan tangan digandeng. Angela tertawa cekikikan. Ia tahu Gusion adalah manusia sampah—ia tak sampai pikir pria itu akan benar-benar melakukan ini; pacaran dengan robot.
Ruby dan Fanny mengampirinya, tangan Fanny dilingkarkan pada bahunya. "Seseorang cem-bu-ru~?"
Jangan digubris, jangan digubris, jangan digubris. Gadis pirang yang satunya tersenyum kikuk. "Ia marah…."
Fanny menaikkan alisnya, ada sesuatu yang mengatakan kalau ia ingin melakukan sesuatu yang besar. "Les, kau ingin dengar apa yang kupikirkan? Menurutku, Angela tak mungkin memiliki liang surga di antara kakinya—"
"Tolong jangan mulai membahas ini." [2]
"Apa? Dengar dulu dong! Jadi tidak mungkin Gusion akan tahan berpacaran dengan robot itu." Fanny mengecilkan volume suaranya. "Ia kan, laki-laki, semua laki-laki membutuhkan seeeeeks walau hanya sekali-dua kali. Jadi aman kemungkinan ia akan mati frustasi."
Lesley memijit keningnya—kata-kata itu datang dari mulut seorang wanita muda yang bahkan belum pernah melihat milik laki-laki sebelumnya. Ia tak percaya ia membiarkan percakapan ini berlangsung selama lebih dari lima menit.
Sementara itu Gusion, berpura-pura antusias mendengar cerita Angela, melirik Lesley yang diapit oleh dua pegawai magang itu—oh, tidak, jangan sampai virus mereka menular ke Lesley—menghentikan pekerjaannya, ia berusaha mendengar apa percakapan mereka, namun hasilnya tak ada—karena Angela terus menerus bicara tanpa henti, menceritakan tentang Ayah-nya yang luar biasa.
Ayahku ini, ayahku itu.
Gusion lelah, baru juga berapa hari.
Ia ingin balikan sama Lesley saja. [3]
[1] Ini bukan pertama kalinya; pertama kalinya terjadi adalah saat mereka putus di awal-awal bulan hari jadi mereka, Gusion pergi mencari wanita lain dengan harapan dapat menyulut api cemburu Lesley. Lesley malah menyulut api di atas ranjang pria itu, membuat teman-temannya yang khawatir melakukan intervensi dan mengajak mereka duduk dan bicara baik-baik.
[2] Hal serupa juga pernah terjadi. Bedanya, saat Gusion memilih untuk berpura-pura berpacaran dengan Alice (sebelum kedok pelakornya terekspos), Fanny bilang: "Tak mungkin ia suka dengan yang sudah melar, kalau kau mengerti maksudku."
[3] Beberapa minggu kemudian, mereka balikan[*], dimulai oleh Gusion yang mengajak wanita itu untuk makan malam. Akhirnya, mereka bicara tentang apa yang membuat Lesley tidak betah dalam hubungan mereka—Lesley bilang: "Aku bukan tidak betah. Aku hanya ingin melihat tingkah bodoh apa yang akan kau lakukan untuk mendapatkanku kembali—kau romantis, kau tahu? Romantis, tapi idiot. Tapi kau adalah idiot-ku."
[*] Angela sudah menggunakan google untuk mencari tahu apa arti pacar, dan ia sangat senang ketika Gusion dan Lesley kembali pacaran. Karena Angela pikir, cinta Lesley pada Gusion lebih besar dari rasa sayang Angela pada Gusion; cinta wanita itu tak memiliki saingan bila menyangkut Gusion.[**]
[**] Kecuali Harley.
.
.
[end.]
