Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi

warning :Non Canon, dll


KEKUATAN KEDUA SUPERNOVA

DI SEKOLAH

''Siapa kau !'' teriak Kokabiel melihat Zoro

''Aku Zoro'' jawab Zoro dengan santai

Rias dan yang lain nya melihat Zoro dengan terkejut, Rias bisa merasakan kalau Zoro adalah manusia karena tidak memiliki energi sihir di dalam dirinya

''Aku merasa ada sesuatu yang menarik di sini jadi aku masuk saja'' kata Zoro dengan santai

''Cih jangan main-main manusia !'' teriak Kokabiel marah

Zoro tidak memperdulikan perkataan dari Kokabiel, Zoro lalu berjalan menuju ke arah Rias, Asia dan Akeno yang sedang menyembuhkan Luffy. Rias melihat Zoro yang sedang menuju ke arahnya lalu memasang mode bertarung nya karena berpikir kalau Zoro adalah orang jahat

''Tenang lah nona, aku hanya ingin melihat orang yang kalian sembuhkan itu '' kata Zoro dengan santai

''Mau apa kau dengan Luffy?'' tanya Rias masih waspada

''Luffy? jangan-jangan'' Zoro lalu kaget mendengar Rias mengucapkan nama Luffy

''Tenang saja, aku tidak akan melakukan apa-apa dengan nya'' kata Zoro dengan tenang

Rias lalu mulai percaya dengan perkataan Zoro lalu berhenti dengan mode waspada nya, Zoro lalu melewati Rias untuk melihat siapa yang terluka

Zoro lalu kaget melihat siapa yang terluka, dia sungguh kaget dengan siapa yang dia lihat. Zoro lalu tersenyum lembut kemudian melihat Asia dan Akeno yang masih mencoba menyembuhkan Luffy

''Terima kasih atas kerja keras kalian'' ucap Zoro dengan tersenyum

Rias dan kedua Peerage nya lalu kebingungan dengan perkaan dari Zoro, mereka tidak tahu kenapa Zoro tiba-tiba berterima kasih saat melihat Luffy

''Baiklah, sekarang serahkan padaku'' kata Zoro

Rias dan yang lain nya lalu kebingungan dengan perkataan Zoro lagi, Zoro lalu melihat ke arah Kokabiel yang sepertinya masih kesal karena di abaikan oleh Zoro

''Kali ini aku akan melawan mu'' kata Zoro dengan tegas

Kokabiel kaget mendengar Zoro kemudian tertawa terbahak-bahak dengan perkataan Zoro, Zoro lalu hanya menatap Kokabiel dengan tatapan netral

''Hahahahaha jangan percaya diri dulu manusia, kau tidak akan bisa mengalahkan ku '' ucap Kokabiel dengan sombong

''Oh sepertinya kau benar...'' ucap Zoro ''Dan ini akan sangat menarik '' sambung Zoro sambil mengeluarkan kedua pedang nya

Xenovia melihat pedang Zoro, Zoro memiliki tiga pedang namun Xenovia bingung karena dia hanya memakai dua pedang. apakah yang satunya hanya sebagai pengganti ?

Kokabiel sekarang berhati-hati melihat Zoro sekarang mengeluarkan pedang nya, Zoro lalu melihat kebelakang untuk melihat Luffy yang masih di sembuhkan

''Sisa nya serahkan kepada ku, Kapten'' kata Zoro kepada Luffy yang masih tidak sadarkan diri

Zoro lalu kembali melihat Kokabiel dengan tatapan tajam, Zoro lalu menggerakan kaki nya menuju ke arah Kokabiel yang sepertinya sudah bersiap-siap melawan Zoro. Zoro kemudian berlari menuju ke arah Kokabiel dengan cepat

''Jangan percaya diri dulu Manusia!'' teriak Kokabiel marah

Kokabiel lalu mengeluarakan tombak cahaya nya dengan sangat banyak dan mengarahkan nya kearah Zoro

''Matilah!'' teriak Kokabiel dengan keras

Tombak-tombak cahaya itu lalu menuju ke arah Zoro dengan sangat cepat, Xenovia masih memperhatikan Zoro yang sepertinya tenang-tenang saja

''Cih itu masih terlalu lambat!'' ucap Zoro dengan santai

Zoro lalu menghindari semua tombak cahaya itu dengan mudah, Zoro menggunakan Haki Kenbun nya untuk menghindari semua tombak cahaya itu

''Apa!'' Kokabiel kaget melihat Zoro bisa menghindari semua tombak cahaya nya

Zoro terus berlari ke arah Kokabiel dengan sangat cepat, Kokabiel lalu mengeluarakan satu tombak cahaya nya untuk melawan Zoro dengan jarak dekat. Zoro lalu menyerang Kokabiel tapi Kokabiel menahan serangan Zoro, akan tetapi Kokabiel merasa kalau serangan Zoro sangat kuat

''Apa-apaan kekuatan Manusia ini'' pikir Kokabiel

Zoro lalu terus menebas Kokabiel, Kokabiel kelihatan kesusahan menahan semua serangan Zoro. Rias dan yang lain nya tidak percaya dengan apa yang dlilhat mereka, salah satu petinggi Malaikat jatuh kelihatan kesusahan melawan satu Manusia.

''Kenapa ? apakah ada yang salah'' ucap Zoro dengan santai

Kokabiel lalu kesal dengan ejean dari Zoro. Zoro lalu dengan sangat cepat berhasil menebas Kokabiel di dadanya dengan sangat cepat

''Cepat sekali ! aku sampai tidak tahu kalau dia sudah menebas nya'' ucap Xenovia melihat Zoro

Xenovia tertarik dengan cara Zoro menggunakan pedang nya, Zoro lalu terus menyerang Kokabiel tanpa ampun

''Sial ! aku harus menjauh dari orang ini!'' ucap Kokabiel

Kokabiel lalu menjauh dari Zoro dengan melompat kebelakang dengan sangat jauh, Kokabiel lalu terbang dan melihat Zoro dengan tatapan kemarahan

''Sialan kau Manusia!'' Geram manusia

''Kenapa ? apakah ada yang salah'' ucap Zoro sambil tersenyum

Rias tidak percaya dengan apa yang dilihat nya, Salah satu petinggi Malaikat jatuh terlihat kesulitan, Akeno dan Asia masih sibuk untuk menyembuhkan Luffy yang sepertinya sudah mulai baikan melihat luka nya sudah mulai menutup

''Sedikit lagi, kita harus menutup luka nya dengan sempurna'' ucap Akeno kepada Asia

Asia lalu mengangguk mengerti dengan Akeno, mereka lalu mengeluarkan sihir mereka lebih banyak

''Baiklah saat nya serius'' kata Zoro dengan tersenyum. Zoro lalu bersiap-siap menggunakan kedua pedang nya untuk menyerang

''Nitouryuu Iai: Rashoumon'' Zoro lalu menyerang ke arah Kokabiel dengan maju ke depan dengan cepat

Kokabiel lalu mencoba untuk menghindar akan tetapi terlihat sidikit di perut nya terluka terkena tebasan dari pedang Zoro. terlihat pepohonan di belakang Kokabiel terbelah

''Apa-apaan kekuatan Manusia itu'' ucap Kokabiel melihat pephonan di belakang nya

''Jangan lengah''

Tanpa spengetahuan dari Kokabiel, Zoro sudah ada di belakang nya

''Nitouryuu : Taka Nami'' Zoro lalu menebas Kokabiel dari belakang

Kokabiel lalu merasakan kalau salah satu sayap nya putus setelah di tebas oleh Zoro, Kokabie lalu terpental ke belakang dengan sangat cepat

Zoro lalu mendarat dengan halus di tanah melihat Kokabiel yang sepertinya kesakitan saat dia menebas salah satu sayap nya

''Sialan kau Manusia!'' teriak Kokabiel kesakitan mengeliat di tanah

Rias melihat Kokabiel menggeliat di tanah hanya tidak percaya, Dia tidak menyangka kalau Manusia itu bisa menghajar Kokabiel dengan mudah, padahal dia hanya lah Manusia yang hanya memakai pedang

''Apakah kau sudah menyerah?'' tanya Zoro dengan tersenyum

Kokabiel lalu hanya menatap Zoro dengan kemarahan karena sudah mengejek nya, Kokabiel lalu bangun dari jatuh nya dengan sedikit kesakitan

''Mana mungkin aku akan kalah dengan makhluk rendahan seperti mu'' ucap Kokabiel dengan marah

''Terserah, tapi kau masih bisa bertarung kan?'' tanya Zoro dengan santai

Kokabiel lalu mengeluarakan tombak cahaya nya lagi yang lebih banyak, Zoro hanya melihat semua tombak cahaya itu hanya tersenyum

''Kau mungkin bisa menjadi lawan yang tangguh'' ucap Zoro dengan tersenyum sadis

Zoro lalu mengeluarkan pedang ketiga nya kemudian menaruh nya ke mulutnya, Xenovia melihat Zoro menggunakan ketiga pedang nya hanya bingung. Xenovia melihat sekarang Zoro sepertinya sudah mulai menggunakan kekuatan nya sebenarnya

''Santoryuu...'' Zoro lalu berlari menuju kearah Kokabiel dengan sangat cepat

''Jangan memaksakan keberuntungan mu, Manusia!'' teriak Kokabiel langsung meluncurkan tombak cahaya nya ke arah Zoro

Zoro dengan mudah menghindari semua serangan dari tombak cahaya itu dengan sangat mudah, Rias dan yang lain nya kaget melihat gaya Zoro menghindari semua tombak cahaya itu seperti Luffy

''Oni Giri !'' teriak Zoro

Zoro lalu menebas Kokabiel tepat di dadanya dengan sangat cepat tanpa terlihat oleh Kokabiel dan Rias beserta yang lain nya

''Cepat sekali'' ucap Rias melihat serangan dari Zoro yang begitu cepat

Kokabiel lalu tergeletak di tanah dengan merasakan dada nya yang sakit karena di tebas oleh Zoro.

''Sialan kau Manusia!'' teriak Kokabiel

Kokabiel sekali lagi menggeliat di tanah setelah dadanya telah tertebas oleh Zoro dengan sangat cepat. Zoro melihat Kokabiel hanya merasa aneh, apakah ini salah satu petinggi malaikat jatuh yang di ceritakan oleh Sona ?

''Hebat ! aku tidak tahu kalau Sona memiliki Peerage yang kuat seperti ini'' ucap Rias mengira Zoro adalah Peerage nya Sona

''Ara Ara kalau begini kita bisa kalah dalam Rating Game, Bucho'' kata Akeno sambil menyembuhkan Luffy

''Sial, kita ketinggalan jauh dengan Sona'' kata Rias membayangkan Sona menertawai nya sekarang

Zoro sekarang melihat Kokabiel dengan tatapan mengantuk karena merasa kalau lawan nya sangat lah lemah. Zoro lalu nelihat ke arah Rias dan yang lain nya ingin menanyai kabar Luffy sekarang yang sedang di obati oleh Akeno dan Asia

''Woy, apakah Luffy sudah baikan?'' tanya Zoro melihat Rias

Rias kaget mendengar pemuda itu yang sepertinya mengenal Luffy, Rias lalu melihat ke arah Zoro dengan tatapan mencurigai

''Ya, dia sudah mulai baikan'' jawab Rias dengan nada santai

Zoro hanya tersenyum mendengar jawaban dari Rias, Zoro lalu melihat ke arah Xenovia yang sepertinya terluka cukup parah. Zoro melihat pedang milik Xenovi dan kaget melihat pedang Xenovia

''Wah, itu pedang bagus'' kata Zoro melihat pedang Xenovia

Xenovia lalu kaget mendengar perkataan dari Zoro, Xenovia lalu melihat pedang nya yaitu Durandal kemudian melihat Zoro lagi

''Terima kasih'' ucap Xenovia

Zoro hanya tersenyum kecil mendengar pekataan dari Xenovia, Zoro lalu melihat Kokabiel lagi untuk melihat apa yang sedang dia lakukan

''Sialan kau manusia'' geram Kokabiel sekali lagi bangun

Zoro hanya tersenyum melihat Kokabiel, Kokabiel lalu mengeluarkan tombak cahaya nya yang lebih banyak lagi. Zoro yang melihat nya hanya tersenyum

Kiba dan Issei masih bertanya-tanya siapa Manusia ini yang tiba-tiba membantu mereka, Issei menduga kalau Manusia ini sepertinya mengenal Luffy

''Jadi kau masih ingin melawan ku?'' tanya Zoro dengan santai

Akeno dan Asia lalu terlihat senang karena melihat luka Luffy sekarang sudah mulai tertutup rapat

''Syukurlah luka Luffy kun sudah menutup'' kata Akeno melihat tubuh Luffy sekarang sudah lebih baikan

''Luffy san tenang saja, kami akan menyembuhkan mu'' kata Asia sekarang sudah mulai semangat melihat kalau penyembuhan nya berhasil

Rias yang melihat Luffy yang sepertinya akan sembuh lalu tersenyum, Rias lalu melihat ke arah Zoro lagi

''Sialan kau Manusia!'' teriak Kokabiel

Kokabiel lalu mengarahkan tombak cahaya nya menuju ke arah Zoro dengan sangat cepat tanpa sepatah kata pun. Zoro lalu menghindari semua tombak cahaya itu dengan menggunakan Haki Kenbun nya, Zoro lalu berlari ke depan menuju ke arah Kokabiel yang sepertinya benar-benar marah sekarang

''Kau terlalu banyak bicara, kau hanya bisa merendahkan Manusia hanya karena mereka tidak bisa menggunakan sihir akan tetapi...'' Zoro lalu mengeluarkan satu pedang nya untuk menebas Kokabiel

Kokabiel lalu mengetahui kalau Zoro akan menebas nya lalu mencoba memblock serangan dari Zoro dengan menggunakan tombak cahaya nya akan tetapi tombak cahaya Kokabiel tiba-tiba pecah saat Zoro menebas tombak cahaya itu

''Apa!'' Kokabiel tidak percaya dengan apa yang dilihat nya

Zoro lalu menggunakan satu kaki nya untuk menendang Kokabiel kebelakang dengan sangat cepat. Kokabiel merasakan perutnya yang di tenang oleh Zoro hanya merasakan sakit

''Kami bisa menggunakan Haki'' sambung Zoro

Rias kagum dengan cara berpedang nya Zoro, termasuk Kiba dan Xenovia yang sepertinya merasa kalau cara berpedangnya Zoro sangat lah hebat

''Kau lihatkan, kau merasa kalau kau memiliki satu kelebihan kau merasa spesial, itu adalah pemikiran yang bodoh bagi kapten kami'' kata Zoro

Kokabiel hanya menatap Zoro dengan tatapan kemarahan karena terus mempermalukan dirinya

~X~

DI LUAR SEKOLAH

''Apakah kau yakin kalau Luffy sama baik-baik saja di dalam sana?'' tanya Reynare kepada Kalawarner

Reynare dan Kalawarner sedang bersembunyi di belakang pepohonan di depan sekolah Kouh. Mereka bisa melihat kelompok Sona yang memperkuat pertahanan yang menjaga wilayah disitu

''Tenang saja, Luffy sama akan baik-baik saja'' kata Kalawarner percaya diri

''Kenapa kau bisa begitu yakin?'' tanya Reynare

''Karena Luffy sama tidak sendirian'' jawab Kalawarner

Reynare kaget mendengar perkataan dari Kalawarner, Reynare kemudian tersenyum mengerti dengan perkataan dari Kalawarner

''Tapi kita harus waspada'' kata Kalawarner

''Iya, aku mengerti'' kata Reynare

Tidak jauh dari tempat itu terlihat Sona dan para Peerage nya, Sona terus fokus mengeluarkan kekuatan sihirnya

''Ketua'' Saji lalu memanggil Sona

''Ada apa Saji?'' tanya Sona

''Apakah kira-kira Luffy san baik-baik saja?'' tanya Saji

''Entahlah, aku merasa kalau dia sepertinya baik-baik saja'' kata Sona dengan tenang

Saji lalu merasa bingung dengan perkataan dari ketua nya, Ketuanya sepertinya sangat percaya kalau Luffy akan baik-baik saja

''Tenang saja saji, kan ada si tukang nyasar itu'' kata Reya

''Ya tenang saja Saji'' setuju Momo

Saji lalu mengerti dengan teman-teman nya, Saji lalu berharap kalau teman nya itu baik-baik saja

~X~

DI DALAM SEKOLAH

Zoro lalu melihat sekarang Kokabiel sepertinya benar-benar marah sekarang. Rias yang melihat Kokabiel semakin marah hanya menatap nya dengan netral

''Luffy kun!'' tiba-tiba terdengar suara Akeno di belakang nya

Rias lalu berbalik untuk melihat apa yang terjadi dengan Luffy, Rias lalu melihat Luffy sekarang sepertinya sudah sadar

''Luffy!'' Rias lalu menuju ke arah Luffy

Rias lalu langsung memeluk Luffy dengan rasa bersyukur karena Luffy selamat. Akeno dan Asia hanya tersenyum bersyukur juga karena mereka berhasil menyembuhkan Luffy

''Oh Rias?'' Luffy bingung karena Rias tiba-tiba memeluknya

''Aku sangat senang kau selamat Luffy'' kata Rias dengan bahagia

Luffy hanya kebingungan dengan perkataan Rias, kemudian Luffy lalu tersenyum melihat Rias kelihatan bahagia. Luffy juga melihat Akeno dan Asia sepertinya kelihatan senang sekali kalau dia bangun

''Ah tidur ku nyenyak sekali'' kata Luffy dengan santai

Issei dan Kiba hanya sweatdrop mendengar perkataan Luffy yang sepertinya tidak mengalami masalah sama sekali

''Apakah dia tidak tahu kalau dia sudah hampir mati?'' tanya Issei

''Aku juga berpikiran seperti itu'' kata Kiba setuju dengan Issei

Luffy lalu melihat ke arah Kokabiel yang sepertinya sedang benar-benar marah dengan seseorang di depan nya. Luffy melihat orang itu lebih teliti lagi hingga akhirnya dia sadar

''Oh Zoro!'' teriak Luffy

Zoro lalu menghadap kebelakang dengan tersenyum setelah mendengar suara kapten nya

''Oh Luffy, kau sudah bangun'' kata Zoro dengan tenang

''Ya, aku tadi tidur cukup nyenyak'' kata Luffy polos

Rias hanya mendesah melihat kepolosan Luffy, Akeno tertawa kecil dan Asia kelihatan nya hanya senyum saja

''Luffy, tadi kau terluka parah, Akeno dan Asia yang telah menyembuhkan mu'' kata Rias memberitahu Luffy

''Benarkah? kalau begitu terima kasih Akeno, Asia'' kata Luffy berterima kasih kepada Akeno dan Asia

Akeno sidikit malu saat Luffy berterima kasih kepada nya, terlihat pipinya yang memerah mendegar Luffy berterima kasih sedangan Asia hanya tersenyum. Luffy lalu melihat kearah Zoro lagi

''Zoro!'' panggil Luffy

Zoro lalu melihat ke arah Luffy lagi yang memanggil nya, Zoro penasaran kenapa Luffy memanggil nya

''Ada apa Luffy?'' tanya Zoro

''Aku akan melawan orang gagak itu, sebaiknya kau istirahat'' kata Luffy

Zoro lalu sedikit kesal dengan perkataan Luffy, dia sudah menemukan lawan yang tepat untuk dia sendiri tapi sekarang Luffy langsung ingin mengambil mangsa nya

''Tidak! kau saja yang istirahat'' tolak Zoro

Luffy lalu juga kesal dengan perkataan Zoro, Luffy lalu berdiri dan dan berjalan untuk menghampiri Zoro. Rias lalu memegang tangan Luffy menahan nya agar tidak bertarung lagi

''Tunggu Luffy! sebaiknya kau istirahat dulu'' kata Rias

Luffy lalu menatap Rias yang sepertinya sangat menghawatirkan nya, Luffy lalu tersenyum melihat ke arah Rias

''Tenang saja Rias aku pasti menang'' ucap Luffy dengan percaya diri

Rias masih khawatir dengan keadaan Luffy yang sepertinya tidak memukinkan tapi Luffy kelihatan tersenyum seperti tidak terkena apa-apa

''Baiklah tapi kau harus menang'' kata Rias

''Shishishi tenang saja Rias'' kata Luffy dengan tertawa khasnya

Luffy lalu berjalan menuju ke arah Zoro yang sepertinya sedang bersiap-siap melawan Kokabiel lagi, tapi kelihatan nya Luffy tidak mau berdiam diri

''Zoro sudah kubilang aku saja yang akan melawan nya'' kata Luffy

''Kau duduk saja Luffy, biar aku yang akan melawan nya'' kata Zoro bersikeras

''Tidak! biar aku saja yang akan melawan nya'' Luffy juga bersikeras

Luffy dan Zoro lalu terlihat sedang berkelahi kecil karena memperebutkan lawan mereka. Kokabiel yang melihat kedua Manusia itu sedang bertengkar

''Jangan main-main dengan ku Manusia!'' geram Kokabiel yang kemudian meluncurkan tombak cahaya nya ke arah Luffy dan Zoro

Luffy dan Zoro lalu melihat tombak cahaya Kokabiel yang menuju ke arah mereka lalu menghindari tombak cahaya itu dengan mudah

''Kalau begitu, bagaimana kau kita bersama-sama menghajarnya?'' saran Zoro

''Baiklah aku setuju'' setuju Luffy

Luffy dan Zoro lalu bersiap-siap melawan Kokabiel, Zoro lalu mengeluarkan ketiga pedang nya lagi sedangkan Luffy...

''Gear Second!'' kata Luffy sambil memakai mode Gear Second nya

Luffy lalu dengan cepat langsung menuju ke arah Kokabiel yang terbang di angkasa, Luffy muncul di depan Kokabiel dengan sangat cepat

''Apa!'' Kokabiel kaget

''Jet Pistol!'' teriak Luffy memukul Kokabiel dengan sangat cepat

Kokabiel lalu terpental kebelakang dengan sangat cepat, Zoro lalu menuju ke arah Kokabiel bersiap-siap menyerang nya

''108 Pound Hou'' Zoro lalu menyerang Kokabiel dengan sangat kuat hingga Kokabiel terhempas lagi kebalakang dengan sangat cepat

Kokabiel terpental kebelakang dengan sangat cepat, sebelum Kokabiel menabrak pepohonan di belakang nya. Luffy tiba-tiba ada di atas Kokabiel

''Gomu-Gomu No Jet Stamp!''teriak Luffy sambil menyerang Kokabiel hingga membentur ke bawah tanah

Zoro yang melihat Kokabiel sekarang tidak berdaya lalu menyerang nya lagi dengan ketiga pedang nya

''Oni Giri!'' teriak Zoro

Kokabiel lalu merasakan kalau punggung nya lagi-lagi terkena tebasan dari Zoro. Kokabiel lalu melihat kedepan nya yang tidak tahu kalau Luffy sudah ada di depan nya

''Jet Bazzoka!'' Luffy lalu memukul Kokabiel tepat di perutnya

Kokabiel memuntahkan cukup banyak darah saat Luffy memukul perutnya dengan sangat kuat. lagi-lagi Kokabiel lalu terpental kebelakang

Zoro yang melihat Kokabiel sekali lagi tidak berdaya lalu sedang menyiapkan serangan lagi, Zoro lalu memegang pedang nya sejajar dengan mulutnya

''Tora Gari!'' Zoro lalu mengayunkan pedang nya ke bawah dengan sangat cepat

Kokabiel lalu merasakan sakit lagi saat Zoro menebas nya dengan sangat kuat, Kokabiel lalu memegang dada nya yang sudah di tebas oleh Zoro

Luffy dan Zoro lalu berlari secara bersama-sama menuju kearah Kokabie, Kokabiel yang melihat mereka berlari secara bersama-sama lalu mengeluarkan sisa tombak cahaya nya dan meluncurkan tombak cahaya nya menuju ke arah Luffy dan Zoro

Luffy dan Zoro yang melihat tombak cahaya itu lalu menghindari nya dengan Haki Kenbun mereka. Luffy dan Zoro dengan mudah dapat menghindari semua tombak cahaya itu

''Gomu-Gomu No...''

''Santoryuu...''

Luffy dan Zoro lalu bersiap-siap menyerang Kokabiel yang sepertinya tidak bisa bergerak lagi karena sudah terlalu lemah setelah di hajar oleh Luffy dan Zoro

''Jet Bullet!''

''Ushi Bari!''

Luffy dan Zoro lalu menyerang Kokabiel secara bersamaan dengan sangat cepat, Kokabiel lalu sekali lagi harus merasakan sakit di sekujur tubuh nya karena di serang secara bersamaan oleh Luffy dan Zoro

Rias dan yang lain nya yang melihat ini hanya kaget tidak percaya dengan apa yang di depan mereka, kedua Manusia itu telah menghajar salah satu petinggi Malaikat jatuh dengan sangat mudah. Rias tidak menyangka kalau Bajak Laut yang dijuluki Supernova itu sangatlah kuat

''Hebat!'' Asia kelihatan kagum melihat Aksi Luffy dan Zoro

''Mereka benar-benar kuat'' Akeno juga sepertinya tidak kalah takjub

Kiba dan Issei tidak bisa mengucapkan satu kata pun, Kiba yang melihat Zoro bertarung hanya kagum saat Zoro menggunakan ketiga pedang nya. Kiba berpikir kalau dia bisa mengajarinya

Luffy dan Zoro lalu tersenyum dengan puas setelah menghajar Malaikat jatuh itu tanpa ampun, Luffy dan Zoro melihat kearah terpental nya Kokabiel. kedua Supernova itu tahu kalau Kokabiel masih hidup

''Sialan kau Manusia, Huft Huft'' Kokabiel memuntahkan banyak darah dari mulutnya

Luffy dan Zoro lalu kembali ke mode santai mereka, Luffy kembali ke bentuk semulanya tanpa Gear Second dan Zoro menyarung kan pedang nya

''Kau sudah kalah'' kata Zoro kepada Kokabiel

Kokabiel hanya menggeram kesal karena sudah di kalahkan oleh kedua Manusia di depan nya ini, Kokabiel mencoba untuk bisa berdiri akan tetapi sangat sulit

''Sudahlah, kau tidak akan bisa menang melawan kami'' kata Luffy

''Benar, kau sudah terluka cuku parah'' kata Zoro

Kokabiel hanya bisa merintih dengan luka yang di deritanya, Kokabiel lalu mencoba untuk mengeluarkan tombak cahaya nya akan tetapi tidak memili sihir lagi

'' Itu sudah cukup Kokabiel'' tiba-tiba terdengar sebuah suara misterius

Kemudian muncul sebuah cahaya putih dari angkasa menuju ke bawah dengan sangat cepat, cahaya itu lalu menghancurkan Barrier buatan Sona dan Peerage nya dengan sangat mudah. Sona dan Peerage nya lalu kaget karena Barrier mereka di hancurkan dengan mudah

''Apa!''

''Apa yang terjadi'' ucap para Peerage Sona

Cahaya putih itu lalu sampai kebawah tanah dengan sangat pelan, ternyata cahaya putih itu adalah sebuah sosok seseorang yang sepertinya memakai baju zirah berwarna putih.

Rias dan para Peerage nya kaget melihat sosok itu sedangkan Luffy kelihatan sangat kagum melihat sosok itu karena armornya

''Keren!'' kata Luffy dengan mata berbinar-binar, Zoro hanya menatap sosok itu dengan wajah netral

Sosok itu lalu melihat kearah Kokabiel yang sepertinya kesusahan berdiri dan kaget melihat sosok nya

''Kau akan ku bawa'' kata sosok itu

''Kau ingin membawa ku?'' Kokabiel kaget

''Azazel ingin menemui mu, jadi aku harus membawa mu'' kata sosok itu dengan santai

''Jangan bercanda! aku tidak mau!'' kata Kokabiel menolak

''Kalau begitu aku akan membawa mu dengan cara paksaan'' kata sosok putih itu

Sosok putih itu lalu meluncur ke arah Kokabiel dengan sangat cepat, Kokabiel yang tidak bisa menghindar lagi lalu terkena serangan dari sosok putih itu dengan sangat keras. Kokabiel lalu terpental kebelakang

Luffy dan Zoro hanya menatap sosok itu yang menyerang Kokabiel hanya berdiam diri saja, mereka berdua berpikir kalau Kokabiel mengenal orang itu

''Sial, aku tidak bisa bergerak'' kata Kokabiel

''Kau tidak akan bisa melawan seseorang lagi dengan keadaan seperti itu'' kata sosok putih itu yang kemudian memukul kepala Kokabiel ke bawah tanah dengan sangat keras

Kokabiel lalu tidak sadarkan diri setelah di pukul oleh sosok putih itu, sosok putih itu yang melihat Kokabiel sekarang tidak sadarkan diri lalu mengangkat Kokabiel untuk membawa nya. sosok putih itu lalu berniat untuk pergi

''Hey tunggu!'' Luffy tiba-tiba memanggil sosok itu

Sosok itu lalu melihat kearah Luffy yang telah memanggil nya, sosok itu bingung karena merasakan kalau Luffy adalah manusia di situ bersama orang di sebelah nya

''Siapa kau?'' tanya Luffy heran dengan sosok di depan nya ini

Sosok itu hanya menatap Luffy dengan tatapan netral, sosok itu lalu melihat kearah Issei yang sepertinya tidak mengenal nya

''Oh sudah lama si merah'' tiba-tiba terdengar suara mekanik dari Gauntlet sosok putih itu

Rias dan yang lain nya kaget mendengar suara mekanik itu, Luffy dan Zoro penasaran dengan sosok putih itu semakin membesar

''Oh si putih rupanya'' tiba-tiba terdengar suara mekanik dari tangan Issei

Luffy dan Zoro semakin penasaran dengan Gauntlet nya Issei dan sosok putih itu

''Apakah kalian saling kenal?'' tanya Luffy

''Tidak, aku tidak mengenal nya'' jawab Issei

''Oh jadi kau adalah Rival ku'' tiba-tiba sosok putih itu berbicara

Luffy dan Zoro lalu melihat ke arah sosok putih itu dengan perasaan penasaran, Rias dan yang lain nya juga sepertinya penasaran

''Tapi sepertinya kau masih lemah, kalau begitu jadi kuatlah''

Sosok itu lalu terbang tinggi menuju ke angkasa membawa Kokabiel di bahu nya, sosok itu lalu terbang pergi dari sekolah Kouh

''Wah dia cepat juga'' kata Luffy melihat ke atas langit

''Ya kau benar, aku ingin tahu apakah dia musuh atau teman'' kata Zoro di samping Luffy

Issei masih melihat sosok itu pergi hanya bertanya-tanya siapa dia, Issei lalu melihat ke arah Luffy dan Zoro yang sepertinya sedang membicarakan sesuatu

''Kenapa kau bisa ada disini Zoro?'' tanya Luffy

''Entalah aku tiba-tiba terkirim ke tempat aneh ini dan aku sekarang tinggal bersama seorang Gadis berkacamata yang mengatakan kalau dia adalah Iblis'' kata Zoro

''iblis! Rias juga Iblis'' kata Luffy blak-blakan

Rias kaget melihat Luffy langsung mengatakan kalau dia adalah Iblis, Zoro lalu melihat ke arah Rias yang sepertinya kebingungan menjelaskan nya

''Ya aku dengar kalau Gadis berkacamata dan Gadis berambut merah itu adalah teman'' kata Zoro melihat Rias

''Benarkah'' Luffy kelihatan semangat sekali

''Siapa yang kau bilang dengan Gadis berkacamata''

Terdengar suara seorang wanita, Luffy dan Zoro lalu berbalik untuk melihat siapa yang berbicara, ternyata yang berbicara adalah Sona yang sambil memegang kacamatanya

''Oh bukankah Sona'' kata Luffy menunjuk Sona

''Ya, aku Sona, apakah kau kaget topi jerami mengetahui kalau aku ini Iblis'' kata Sona

''Tidak, aku tidak terlalu kaget mengetahui kalau kau Iblis karena kau itu Gadis yang aneh'' kata Luffy

''Aneh?!'' Sona kelihatan kesal mendengar perkataan dari Luffy yang blak-blakan

Rias hanya tertawa melihat pembicaraan mereka bertiga, Rias lalu mendatangi Luffy, Zoro dan Sona.

''Sepertinya pembicaraan kalian cukup menyenangkan'' kata Rias mendengar ini

''Kau sebaiknya jangan ikut campur Rias'' kata Sona melihat Rias

''Ara, sepertinya ada yang marah di sini'' kata Rias

Kedua Supernova dan kedua Gadis Iblis bangsawan itu lalu berbicara satu sama lain, Asia sedang mengobati Koneko yang sepertinya terkena tombak cahaya nya Kokabiel

''Kau tidak apa-apa Koneko?'' tanya Asia sambil menyembuhkan Koneko

''Aku tidak apa-apa, hanya luka gores saja'' jawab Koneko

Koneko lalu melihat kearah Luffy dan Zoro berpikir siapa mereka sebenarnya bisa mengalahkan salah satu petinggi malaikat jatuh, Akeno sedang mengobati Issei dan Kiba yang sepertinya mengalami luka yang cukup parah

''Baiklah setelah ini luka nya akan sembuh'' kata Akeno

''Terima kasih Akeno'' kata Issei

Akeno hanya tersenyum mendengar Issei berterima kasih sedangkan Kiba sedang melihat pedang nya berpikir kalau dia telah membangkitkan Balance Breaker nya

''Teman-teman, aku berhasil'' kata Kiba mengingat teman-teman nya saat masih kecil

Kiba lalu melihat kearah kedua Supernova yang sedang berbicara dengan Rias dan Sona yang sepertinya sedang membicarakan sesuatu yang cukup menyenangkan

''Sudah kubilang kalau aku ini bukan Gadis aneh'' kata Sona bersikeras

''Itu tidak benar, kau itu Gadis aneh, kau selalu saja menghukumku tanpa sebab'' kata Luffy kepada Sona

''Tanpa sebab?! kau menghabis kan makanan di kantin tanpa menyisahkan untuk yang lain nya, apakah menurutmu itu bukan pelanggaran?'' tanya Sona sambil marah

''Tidak, aku hanya makan'' jawab Luffy polos

Sona tambah kesal dengan Luffy yang selalu saja membuat nya marah, Rias hanya tertawa melihat Sona sangat kesal dengan Luffy sedangkan Zoro hanya tersenyum santai melihat mereka

''Sudahlah Sona, menurutku Luffy benar'' kata Rias

''Kenapa kau juga mendukung nya Rias?!'' teriak Sona marah

''Ternyata kau ini berisik ya'' kata Zoro

''Diam kau dasar tukang nyasar!'' kata Sona

Zoro lalu merasa jengkel saat Sona mengatakan kalau dia adalah si tukang nyasar, Luffy tertawa mendengar perkataan Sona

''Hahahahah, itu benar sekali'' kata Luffy

''Diam lah Luffy!'' teriak Zoro kesal

''Sudahlah kalian bertiga'' Rias lalu menenangkan mereka bertiga

''Ya Rias benar, sebaiknya kalian bersiap-siap'' kata Sona

Luffy dan Zoro lalu bingung dengan perkataan Sona yang mengatakan bersiap-siap

''Memang nya ada apa?'' tanya Luffy

''Kalian harus menjelaskan hubungan kalian yang sebenarnya'' kata Sona

Rias lalu mengangguk setuju dengan Sona, Luffy dan Zoro hanya mendesah karena akan sangat membosankan saat mereka menceritakan tentang mereka berdua

~X~

DI PUSAT KOTA KOUH

Di pusat kota Kouh terlihat ada seseorang Gadis yang sedang duduk di salah satu atas gedung sedang memikirkan sesuatu. Gadis itu adalah Lily

''Si bodoh itu, kenapa dia tidak mau menyerang ku'' kata Lily

Lily masih memikirkan tentang perkelahian nya dengan Luffy, Luffy terus menolak untuk melawan nya dirinya walaupun dia berusaha meyakinkan nya untuk melawan nya

''Kenapa dia masih menganggapku teman?'' pikir Lily masih melamun

Saat Lily melamun tiba-tiba terlihat ada sebuah sihit teleport di belakang nya, sihit teleport itu berwarna hitam

''Kau sudah gagal Lily'' kata sebuah sosok do sihir teleport itu

''Rex'' ucap Lily tahu siapa yang datang

''Kau sudah mengecewakan Master Lily, Master menginginkan kau mati'' kata Rex

''Hm siapa pula yang ingin terus di bawa perintah orang bodoh itu, dengar ya aku bergabung dengan kalian karena aku ingin membalaskan dendam ku'' kata Lily

''Oh jadi itu tujuan mu, baiklah karena ini adalah perintah Master jadi aku akan membunuh mu'' Rex lalu mengeluarkan sihir hitam nya

Lily hanya tersenyum saat Rex mengeluarkan sihir hitam nya. Rex lalu menembak kan bola kegelapan ke arah Lily, Lily lalu menghindari bola kegelapan itu

''Hm kau pikir aku akan terkena serangan lemah itu'' kata Lily

Lily lalu mengeluarkan sihir api nya untuk menyerang Rex, Rex lalu menghindari nya dengan mudah. Rex lalu menghilang dengan kekuatan sihirnya

''Kau menghilang? sungguh tipe yang pegecut'' kata Lily melihat sekitarnya

Lily melihat-lihat area di sekitar nya untuk melihat apakah Rex akan menyerang nya, tiba-tiba muncul sebuah bola kegelapan menuju ke arah Lily. Lily yang menyadari bola itu lalu menghindarinya dengan mudah

''Kau lengah'' tiba-tiba Rex muncul di belakang Lily

Rex lalu menendang Lily dari belakang dengan kekuatan kegelapan nya, Lily lalu terpental ke depan dengan sangat cepat dan menabrak dinding bangunan

''Kau lihat, kau sepertinya bukan lawanku'' kata Rex mengejek Lily

Rex melihat dinding yang hancur bekas Lily terlempar, Rex merasa kalau Lily sekarang harus nya sudah terluka parah karena tendangan nya sudah dialiri energi kegelapan nya

''Benarkah? sepertinya kau terlalu percaya diri'' kata Lily

Rex lalu kaget melihat Lily tidak apa-apa, seharusnya Lily sudah terluka parah karena serangan nya tadi yang begitu kuat

''Serangan mu tadi cukup kuat ya'' ejek Lily

Rex lalu merasa kesal dengan perkataan Lily yang mengejek nya, Rex lalu mengeluarkan energi kegelapan lebih kuat lagi

''Kau ingin menyerangku lagi dengan sihirmu yang lemah itu?'' tanya Lily

Rex lalu meluncurkan sihir nya kearah Lily dengan berharap kalau Lily akan terkena serangan itu dan akhirnya mati dengan menyedihkan akan tetapi Lily dengan mudah menghindari serangan itu

''Hampir saja, kenapa kau ingin menyakiti ku~'' goda Lily

Rex hanya tambah kesal melihat Lily menggoda dirinya, Rex lalu mencoba untuk menyerang Lily lagi akan tetapi...

''Ara sepertinya ada sebuah perkalihan disini'' tiba-tiba terdengar sebuah suara wanita dewasa yang melihat kejadian itu

Lily dan Rex lalu melihat siapa yang berbicara, Lily kaget melihat siapa orang itu sedangkan Rex hanya menatap orang itu dengan netral

''Evelin sama'' Lily kaget melihat wanita itu

Rex menatap wanita yang berbicara itu lalu hanya menatap jijik melihat nya, Rex lalu menujuk wanita itu

''Sedang apa kau kesini?'' tanya Rex kesal

''Aku hanya mencari dia'' kata Evelin menujuk Lily

Lily tidak bisa berkata apa-apa lagi melihat Ratunya sudah menemukan nya, Rex lalu melihat ke arah Lily lalu kembali ke arah sang Ratu

''Cih, wanita yang kau cari ini akan segera mati'' kata Rex menunjuk ke arah Lily

Lily lalu marah mendengar perkataan Rex yang semena-mena mengatainya, Evelin lalu hanya tersenyum mendengar perkataan dari Rex

''Wah ternyata kau anak yang semangat ya'' kata Evelin melihat Rex dengan tersenyum

Rex lalu kesal mendengar perkataan dari Evelin, Rex tanpa basa-basi lalu mengeluarkan bola kegelapan yang kemudian meluncurkan nya ke arah Evelin. Evelin hanya tersenyum melihat serangan itu

''Dasar bodoh, serangan seperti itu tidak akan bisa mengenai nya, bahkan serangan itu tidak bisa mengenai ku, bagaimana bisa serangan itu bisa mengenai orang yang mengajari ku bertarung'' kata Lily melihat Rex

Rex kaget mendengar perkataan Lily, jadi wanita ini adalah Guru Lily yang mengajari nya tentang cara menggunakan sihir yang baik dan orang yang mengajarinya bertarung. Evelin lalu menghilang menghindari serangan dari Rex, Rex kaget melihat Evelin tiba-tiba menghilang

''Wah ternyata kau orang yang tidak mau berbasa-basi ya'' tiba-tiba Evelin sudah ada di belakang Rex

Rex kaget menyadari kalau Evelin ada di belakang nya, Rex lalu mencoba menyerang sang Ratu

''Terlalu lambat'' kata Evelin yang kemudian memukul Rex dari belakang dengan sangat cepat

Rex lalu terpental ke depan dengan sangat cepat, Rex lalu menabrak di dinding di depan nya. Evelin terlihat masih senyum-senyum saja. Lily lalu hanya menggeleng-geleng kepala nya melihat kecerobohan Rex

''Sial, dia bukan level ku'' pikir Rex melihat Evelin

Rex lalu mencoba kabur dengan membuat sebuah kabut yang sangat gelap sehingga menutupi mata Evelin dan Lily. Dengan sangat cepat Rex lalu melarikan diri dengan kekuatan sihit teleport nya

''Wah dia kabur'' ucap Evelin melihat Rex kabur

Evelin lalu tersenyum berpikir kalau itu tidaklah masalah sekarang, Evelin lalu menatap ke arah Lily yang sepertinya kaget melihat Ratunya

''Jadi Lily, sebaiknya kita pulang'' kata Evelin

''Tidak Evelin sama'' jawab Lily langsung

Evelin bingung dengan perkataan dari Lily, Lily terlihat sedang memikirkan sesuatu sambil menunduk kan kepala nya ke bawah

''Aku tidak bisa lagi kembali dengan mu'' kata Lily

Evelin tersenyum sambil berjalan menuju ke arah Lily yang sepertinya sedang merenungkan sesuatu yang sangat menyedihkan, terlihat ada air mata jatuh dari pipi Lily. Evelin lalu memegang pipi Lily

''Tidak apa-apa Lily, ini bukanlah salah mu, Ibu mu mengorbankan dirinya hanya untukmu, dia tidak mau kau mendapatkan masalah'' kata Evelin mengingatkan Lily

Lily terlihat tersentuh dengan perkataan dari Ratunya, Lily lalu memeluk Ratunya sambil menangis dengan terisak-isak

''Tidak apa-apa, keluarkan semua air matamu itu'' kata Evelin mengelus kepala Lily

Lily terus menangis di bahu Ratunya mengingat Ibu nya yang mengorbankan dirinya untuk nya, Lily lalu berhenti menangis sambil melepaskan pelukan

''Apakah sudah baikan?'' tanya Evelin

''Sudah'' kata Lily sambil membersihkan air matanya

''Kalau begitu ayo kita pulang, Lulu merindukanmu'' kata Evelin

Lily lalu tersenyum sambil mengangguk mengerti, dia ingat kalau anak Ratunya itu sangat kesepian karena tidak memiliki teman. Lily baru ingat kalau anak Ratunya ini memiliki sifat yang sama seperti Luffy. apakah berarti Luffy memiliki hubungan dengan Lulu?

Evelin lalu membuka sihit teleportasi dan kemudian menarik Lily untuk masuk ke dalam sihir teleportasi itu dan mereka lalu menghilang

BERSAMBUNG


Akhir bab

Luffy dan Zoro akhirnya mengalahkan Kokabiel walaupun ada Vali yang tiba-tiba mengganggu mereka

Luffy tidak terlalu bisa memaksimalkan kekuatan nya karena saat pertama melawan Kokabiel tubuh Luffy mengalami luka yang sangat berat sehingga tidak bisa leluasa melawan Kokabiel

Kenapa Luffy tidak melawan balik Lily? karena Luffy tahu kalau Lily tidak berniat membunuh nya walapun sudah melukai nya sehingga Luffy menolak untuk melawan Lily yang Luffy pikir Lily pasti memiliki tujuan tertentu

Terima kasih yang sudah baca dan Review dan tak lupa untuk tinggalkan Review

Selamat jumpa di bab berikutnya

Salam Author