Seorang Ichigo Kurosaki tidak akan pernah mau menyentuh dapur jika bukan karena terpaksa. Jadi jika seorang menemukannya di dapur seperti sekarang ini, mereka pasti akan mengabadikannya dengan foto dan merayakannya. Ok, yang terakhir itu berlebihan.
Pasti kalian akan bertanya-tanya tentang alasan mengapa cowok berambut oranye tersebut berada di dapur? Jawabannya ada pada keesokan harinya.
~skip time~
Seorang cowok berlari-lari di lorong sekolahnya sambil membawa sebuah bungkusan kado berwana biru tua. Entah isinya apa. Dia mengejar cowok berkacamata yang sedang berjalan santai sambil membaca bukunya.
"Uryuu! Tunggu aku!" panggil Ichigo.
Yang dipanggil menghentikan langkahnya dan menoleh.
"Ada apa?" tanya Ishida Uryuu ketika Ichigo sudah berada di depannya tapi masih mengejar nafasnya yang tersengal-sengal.
"Ini buatmu. Jangan komen tentang bentuknya. Aku begadang hanya untuk membuat ini," jawab Ichigo sambil menyodorkan bingkisan yang dipegangnya.
"Valentine's day? How sweet of you," balas Uryuu sedikit bernada sarkasme.
"Whatever."
"Hmm, seharusnya kau menggunakan warna biru muda. Bukan biru tua seperti ini."
"Ya, lain kali aku akan menggunakan biru muda."
"Dan seharusnya kau tidak usah memberikannya pita. Aku bukan cewek."
"Ya, ya, ya, sorry about that."
"Lain kali buatlah lebih besar."
"..." Ichigo mulai merasa speechles.
"Oh ya, jangan harap aku mau memberikan hal yang sama padamu nanti saat white's day."
"Sudah? Apa ada hal lain lagi yang perlu kucatat?"
"Kurasa cukup. Kau seperti sedang mewawancaraiku."
"Kau yang tiba-tiba mengoceh tidak jelas!" sentak Ichigo gemes dengan kekasihnya yang memiliki tingkat sarkasme diatas rata-rata.
"Aku juga mendengarkanmu jika kau lagi PMS," balas Uryuu tidak mau kalah. Tapi kali ini, sebuah seringai kecil telah muncul di wajahnya. Perlu diketahui Uryuu Ishida hampir tidak pernah menyeringai.
Twitch.
"Kembalikan coklatku!"
"Coklatmu? Ini sudah menjadi coklatku. Aku ada urusan, tunggu aku di gerbang sekolah. Bye dear," pamit Uryuu sambil mengecup pipi sang cowok berambut oranye itu.
"Uryuu Ishidaaaaa!"
Malangnya nasib tokoh kita yang satu ini.
~end~
A/N (Author's Note): Okay, saya udah gak mau cari alasan kenapa lama update. Hehehe... You know what is it. Untuk valentine's day ini. That's all for me and Happy Valentine's Day. Whether you are single or comitted. Well, I'm single by choice. XDD. Bye dear!
Next chap: Ikkaku Madarame (saya tahu harusnya chapter ini. Tapi pas liat kebelakang sudah janji bikin yang Uryuu tapi malah Juha Bach)
