Lah, aku is come back again (benar gak tuh tulisan ahh au ahhh bomat) dan sekarang aku lagi males yang namanya WB meski otak ini terkadang selalu WB dan gak jelas gini yah aku malas paksain jika di paksain nanti kepalanya kayak Patrick berasap kayak kereta jaman dulu yang pakai kayu bakar yang di sebut kereta Uap nyoss! Kita masuk ke Chapter 27 dan yang nanya lemon harap sabar cerita masih berjalan jangan yang ada diotaknya hanyalah lemon dan maksiat saja dan tolong kondisikan anda jika, mau lemon cari Fic yang setiap chapter isinya lemon jika, saya akhir arc saja ditaburi bumbu wijen yang berfaedah whaks :v
P.s : lagi main Evil within yang seto kedua baru ajah Chapter pertama tapi, musuhnya dah wah jika, ditanya ada gergaji mesin? Jangan tanya bahkan lebih ganas dari seri sebelumnya oh yah untuk karakternya si Sebastian dan itu juga main Karakter yang berada di Evil Within sebelumnya dan ini bukan Spoiler karena, saya gak bicara terlalu banyak.
Chapter 22 : Fairy Law
.
...
.
"Tck! Tck! Tck! Tak sesuai rencana rupanya Nagaku yang kalah dari Naga kalian" Komentar Jose dia tampaknya mengetahui kekalahan DragonSlayer Besi ini "tapi, itu tak masalah dan oh ya Titania bisakah kita bermain sambil berbicara sebentar karena, tak baik jika kita berdiam saja" Dia menggerakan jarinya dan membuat bola ungu yang mengurung Gadis Scarlet ini tentu saja efeknya adalah membuat Shock terapi yang seperti di setrum
*Bzzttttt!
"Arggghhhhh!"
"Kau benar-benar yang terburuk di sini!" Umpat Erza kesal serangan tadi cukup melukainya namun, dia masih bisa menahannya "aku tau kau memang iri" dia tampaknya masih terkurung dalam tehknik milik Jose.
"Iri? Kurasa itu tak beda jauh Tapi, tujuan kita adalah untuk Anak Kolongmerat itu dan juga orang terkaya dari negeri ini" Ucap Jose "dan kalian mencuri mata pencaharian kami dan bila itu terjadi maka Guild kalian akan jadi terkenal dan ternama!" Dia langsung menghempaskan Erza.
"Pemikiranmu sungguh konyol!" Komentar Erza sarkastik dia menyeka mulutnya "hal konyol seperti itu membuatmu melakukan tindakan gak jelas seperti ini huh?"
"Bagiku itu tak menjadi masalah untukku selama ini bisa terwujud dengan cara apapun" Balas Jose dia mengangkat kedua tangannya membuat lapisan udara dan membuatnya secara kecil dan perlahan "dan juga kita takkan menyerahkannya secara langsung tentu saja kita akan memeras mereka sebelum mengembalikannya" dia tersenyum licik dan tak lama melepaskan tehkniknya yang berbentuk Bola kompresan udara kecil.
"Kau bajingan!" Teriak Erza bersiap menghindar namun, jose menjentakan jarinya dan mengucapkan satu hal.
"SHOCK WAVE!"
*cyutttttt
*Jduarrr
Dan tak lama serangan tadi berubah menjadi meledak dan menciptakan Gelombang kejut yang besar dan sayangnya tak bisa di hindari oleh Erza dan Jose hanya menyeringai karena serangan itu memiliki jangka waktu yang lama namun, beberapa saat kemudian menghilang Jose tau ada seseorang yang menghentikan ini.
"Terlalu banyak pertumpahan darah dan anak-anakku menjadi korban itu" Muncul sosok bayangan di balik asap "ini terlalu menyakitkan Tapi, hal seperti ini takkan kubiarkan terjadi lagi" dan tak lama Figure itu kelihatan dan yang lain dan tak bukan adalah Master Makarov.
"Oh, ya kau ingin bertanggung jawab atas semua ini huh?" Jose menyeringai
"Kau yakin sudah tau jawabanku apa" Makarov hanya memberi Deathglare.
"Ugh, perasaan macam apa ini" Gray mengerang dan terbangun dari tidurnya
"Entah kenapa rasa ini tak terasa asing bagiku" Komentar Sorano yang juga ikut bangun
"Kalian keluarlah dari sini secepatnya" Perintah Makarov Dia tak ingin anak-anaknya terluka
"Apa kau yakin Master!" Elfman tampak orang yang pertama Protes.
"Sebaiknya dengarkan saja yang di katakan Master" Ucap Erza berlari melewati Jose begitu saja "bila kita disini terus kita akan hanya menjadi beban saja" semuanya setuju dan ikutan berlari menyusul Erza.
"Sudah lama sekali yah, kita tak berhadapan seperti ini? Apa perlu aku menyiapkan Kopi untuk mengobrol?" Ucap Jose terlihat mengejek "sampai saat ini siapakah diantara kita 10 penyihir suci jika bertarung siapakah yang terkuat kau? Atau aku?"
"Sayang sekali, aku tak tertarik dengan itu" Balas Makarov dia membuat aksara sihir dengan jarinya "Tapi, sekarang ini tugasku untuk menguburmu di dalam Guildmu Sendiri" dia memanggil Guntur dari langit dan mengarahkan langsung ke depan hingga mengenai Bahu jose namun, Jose melakukan sesuatu hingga membuat Bahu Makarov mengeluarkan Darah.
"DEAD WAVE!" Jose menunjuk jarinya ke lantai dan tak lama Kilatan kecil menuju Makarov namun, Master Fairy Tail ini menyatukan tangannya dan menyapu bersih yang ada di depannya dengan cahaya putih.
*Booommmmm
"Whoaaa! Pak tua ini seenaknya saja melakukan hal gila seperti ini!" Ucap Natsu yang tengah menggendong Lucy "aku tau dia telah sadar tapi, gak harus gini juga kali!" dia sedikit kehilangan keseimbangan.
"Kenapa kau malah Protes" Komentar Happy.
"Uhnn, ini Master?" Tanya Lucy dia memegang erat tubuh Natsu yang menurutnya hangat "aku tak tau kekuatannya sehebat ini" dia cukup terkagum.
"Yah, kakek keren jika serius tapi, jika hal konyol janga tanya lah" Balas Natsu tersenyum "yah, sebaiknya kita pergi dari sini" dia langsung berlari keluar tak lama dia berhenti dan melamuh.
"Ada apa?" Tanya Lucy menyadari yang aneh.
"Kau bisa berjalan Sendiri sampai ke Guild?" Tanya Natsu balik Gadis Pirang ini hanya mengangguk "baiklah kau pulang dengan Happy ada sesuatu di sini yang perlu kuurus sebentar dan aku takkan lama" dia langsung menghilang.
"Ayo Happy"
"Aye!"
.
.
.
.
.
- Hutan
"Arrghh Makarov bodoh itu! Bilang kalau dia ingin mati mati saja! dasar bodoh! Bisanya hanya merepotkan orang!"Polyrusica berteriak kesal menendang apapun yang ada di depannya "kau Pikir dengan perang akan menyelesaikan masalah!" dia masih kesal dan sadar ada seseorang yang duduk di dekat pohon dengan Penutup wajah dan kepala.
"Mystogan"
"Boleh kumakan?" Pinta lelaki itu memegang sebuah Apel
"Jadi, begitu rupanya ini ulahmu" Ucap Polyrusica dia mengerti kenapa alasan Makarov sembuh dengan cepat tapi, dia di abaikan dan terus makan "grrr! Sialan dengarkan jika orang tua sedang bicara" dia sekarang masuk dalam mode kesalnya lagi.
"Aku sudah selesai dengan sisanya" Jawab Mystogan singkat dan menunjukan Bendera Phantom yang berterbangan "boleh kuminta ini lagi?" dia memegang sebuah Apel.
"Memiliki kekuatan Hebat tidak menghasilkan kebahagiaan apapun kecuali penderitaan" Komentar Polyrusica "dan berkat itu seseorang menjadi sombong dan lupa bahwa masih ada dirinya di atas sana yang lebih hebat"
"Yah, sebuah Cahaya Suci"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
"Kau cukup mengesankan juga untuk kekuatanmu itu" Komentar Makarov "apalagi jika, masih muda tak heran jika kau masuk 10 Penyihir suci Tapi, tampaknya kau salah dalam menggunakannya"
"Wah, wah kau mulai menceramahiku" Ucap Jose.
"Bedasarkan sistem keadilan kau kuberi waktu dalam hitungan ketiga untuk menyerah dan berlutut" Ucap Makarov masuk dalam mode Titan "Satu!" dia menggosok kedua tangannya dan tak lama muncul bola cahaya yang berputar.
"Hah, berlutut yang benar saja" Jose memutar bola matanya dengan bosan.
"Dua!"
"Berhentilah bertindak bodoh aku takkan melakukan hal konyol itu!" Teriak Jose.
"Tiga!"
"AKULAH YANG TERHEBAT!"
"Waktumu habis sekarang" Makarov memutar bola cahaya itu dan langsung menyatukannya dalam kedua tangan dan tak lama cahaya muncul dari kedua tangannya dan juga tempatnya berpijak "FAIRY LAW!" muncul pilar cahaya di sekitarnya.
*Cling!
Tak lama kekuatan cahaya itu membuat langit gelap jadi, terang dan Cahaya itu perlahan membesar dan berkilauan dan membuat jangkauan efeknya sangat luas sayangnya itu berguna hanya untuk Pasukan buatan Jose dan anak buahnya.
"Silau sekali apa ini?" Guman Cana menutup matanya "selain itu Cahaya ini menghancurkan pasukan buatan Jose"
"Cahaya, ini bersahabat dengan kita" Ucap Bisca shock.
"Ini Fairy Law" Jawab Erza
"Fairy Law?" Lisanna tampak bingung.
"Sebuah kekuatan Cahaya dimana ini akan menghancurkan apapun yang dianggap musuh oleh pemiliknya" Jawab Erza "ini, Sihir legenda tak semua orang bisa melakukannya"
"Lain kali jangan Ganggu kita lagi" Ucap Makarov pergi meninggalkan Jose dengan wajah shock dan kondisi mematung Putih "aah, sial sebaiknya kalian juga pergi aku yakin, Dewan akan bertindak dan saat ini kami harus menyelamatkan diri" dia tau ada Aria di belakangnnya yang siap menyerang namun, terdahului oleh Natsu yang muncul tiba-tiba dan menendang keras orang itu.
"Orang itu perlu dikasih penghargaan sewaktu-waktu" Komentar Natsu kesal
"Natsu?!" Makarov cukup shock melihat anak bakanya yang satu ini "kupikir kau sudah kabur bersama dengan yang lain"
"Perasaan aku tak pernah dengan perintahmu?" Tanya Natsu cuek.
"Iya, aku tau" Jawab Makarov jika, berdebat lebih lama lagi situasinya akan panjang "sebaiknya kau pergi juga kau tau kan bagaimana sikap Dewan keoadamu" dia hanya memasang wajah Horror jika membayangkannya.
"Iya deh!"
*Cling
.
.
.
.
.
"Oii kau sadar?" Panggil Natsu namun, DragonSlayer besi itu tak membalasnya meski Natsu tau orang itu sudah bangun "baiklah, langsung intinya saja, Sihir DragonSlayer itu darimana kau mempelajarinya? Ini pertama kalinya ada DragonSlayer selain aku di sini"
"Naga Besi Metalicana" Jawab Gajeel terlihat kesal.
"Jadi, kau dari Naga juga rupanya Tapi, bagaimana kabarnya?" Tanya Natsu
"Aku tak tau" Jawab Gajeel cemberut "suatu hari Metalicana menghilang tanpa mengucapkan sepatah kata apapun padaku"
"Apakah Tanggal 7 bulan Tujuh tahun 777 dia menghilangnya?" Tanya Natsu serius.
"Kau tau dia dimana?" Gajeel shock mendengarnya.
"Tentu saja tidak bodoh!" Teriak Natsu kesal "jika, aku tau tak mungkin bertanya padamu lagipula aku juga mencari Igneel yang hilang"
"Yah, itu bukan masalah bagiku sekarang" Gajeel yang mencoba berdiri.
"Jika, kau mau pergi pergilah" Ucap Natsu dengan wajah datar.
"INI GUILD KITA! SEHARUSNYA KAU YANG PERGI!" Gajeel langsung Sewot.
"Ya! Ya! Tak usah berteriak begitu akupun akan pergi" Balas Natsu mengurek telinganya "dan jangan begitu kau ini sungguh keras kepala sekali"
"KAU YANG KERAS KEPALA DENGAN MENGHANCURKAN GUILD KITA SEENAKNYA!
" KAU YANG MEMULAI DULUAN! AKU TAKKAN MELAKUKAN SESUATU YANG KONYOL JIKA, KAU YANG TAK MULAI DAN SEKARANG IMPAS!"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Depan Guild Yang Hancur
"Kau baik-baik saja Mira?" Tanya Natsu ke Gadis Barmaid itu.
"Tentu saja Natsu sayang!" Mirajane langsung merangkul kepala DragonSlayer itu dan membenamkannya Ke Dada "dan terima kasih sudah bertanya ini hadiah pelukan dariku" dia memeluk erat.
"Hei! Apa-apaan kau White Harlot!" Sorano langsung ambil tindakan Protes namun, Gadis barmaid ini langsung memeluk Natsu dari belakang dengan lidah menjulur.
"Aw, ini benar-benar Hancur" Komentar Makarov yang biasa saja melihat Guildnya Hancur "hmmm, nampaknya kau sedikit memiliki masalah yang rumit" dia tau Lucy ingin berbicara sesuatu namun, ditahan
"Maaf" Ucap Lucy dengan ekspresi sedih.
"Jangan terlalu dipikirkan Lu-chan!" Ucap Levy menghibur Gadis Pirang ini "lagipula kita sudah mendengar semua ceritanya dan kau tak sepenuhnya salah dan maaf membuatmu Khawatir" dia tersenyum.
"Yah, walau Guild Hancur setidaknya kita bisa membangunnya kembali" Sambung Droy hanya Tertawa.
"Dengar Lucy Kesedihan kebahagian kau tak bisa membagi semuanya tapi, kita bisa mengusahakannya dan itulah yang namanya Guild" Ucap Makarov memulai Pidatonya "kebahagian, dan kesedihan satu orang itu berarti kebahagian dan kesedihan semuanya kau tak perlu merasa bersalah di sini karena, kau masih bagian dari kita" dia memamerkan Grinnya dan tak lama terdengar sorakan dan tangisan Lucy.
"Happy ending" Natsu hanya mmemainkan topinya dengan bosan
"Hohoho, kau tampaknya bersedih begitu ada apa?" Tanya Kurama dia tau seluk beluk partnernya termaksud perasaaan hatinya
"Nanti, akan kuceritakan jika ingin" Balas Natsu
"Yang benar saja, kau becandanya kelewatan" Kurama Sweatdrop
Dan tak lama Irene datang kesini dengan menuntun Ur yang agak kesulitan berjalan setelah tehknik Pendauran Ulang kekuatan.
"Sudah kubilang bukan kita hanya akan dapat Happy Endingnya saja" Komentar Irene melihat sorakan itu.
"Yah, tapi aku ingin melihat ini dan menurutku bagus" Jawab Ur tersenyum.
'Arrgghh, sial bagaimana ini nanti, Pasti Dewan akan melakukan sesuatu kepadaku' Batin Makarov bergetar 'tunggu! Bagaimana jika aku yang ditahan atas pertanggung jawaban ini' dia sudah memasang wajah Horror dan sudah membayangkan yang terjadi.
"Aku, yakin dia sedang Depresi saat ini" Komentar Natsu memutar bola matanya dia dengan tehknik Kenbun mengetahui sesuatu dari sifat seseorang.
"Bagus!"
.
.
.
.
.
- Lucy Pov'S
Sudah seminggu berlalu kita berperang melawan Phantom dan akhirnya kami mulai hidup tenang lagi tapi, kami mendapatkan masalah setelah kejadian itu dan kami dikepung oleh pasukan Dewan Knight Runs dan seperti biasa Natsu ingin kabur Tapi, ditahan oleh Mirajane.
Dan setelahnya kami dibawa ke Tenda untuk diintrogasi dan terus ditanya setiap hari dan setelah seminggu baru kita bebas tapi, kita tinggal menunggu keputusan dewan untuk memberi hukuman atau tidak kepada kita tapi, ibu jangan khawatir karena, aku di sini sebagai korbannya
Pasti ibu akan terkejut siapa dibalik semua ini yah, dia adalah ayah oh ya ibu sekarang aku telah menyatakan perasaanku pada Natsu dan sekarang kita resmi berhubungan mungkin ibu akan tertawa dan senang mendengarnya tapi, aku sulit mempercayai bahwa aku jatuh cinta pada Idiot itu tapi, terkadang Natsu bisa menjadi Pribadi yang lain dan itu keren menurutku
Ugghh, luka di perut kiriku masih kerasa sampai sekarang tapi, untungnya Irene-san memberi sebuah Salep untukku sehingga aku bisa mengurangi rasa sakitnya tak seperti waktu itu yang sakitnya terasa jelas.
Sebenarnya aku tak mau pulang dari sini Tapi, jika dia tentunya melakukan hal konyol seperti itu lagi dan aku yakin dia akan bersikeras tetap akan memaksaku pulang dan melakukan sesuatu terhadap teman-temanku dengan uangnya itu dan nampaknya aku harus melakukan sesuatu sekarang
[ END ]
"Bahhh! Berat juga sial!" Komentar Natsu kepayahan wajahnya terlihat menahan sesuatu itu jelas saja karena tubuhnya menahan dan membawa tumpukan balok Kayu di atasnya "kupikir beratnya cuman 5 kilo"
"Itu kayu Natsu bukan karung beras" Jawab Lisanna tertawa kecil dan memberi minum
"Itu karena, kau kebanyakan bodoh" Ucap Gray yang hanya membawa satu balok "huh?" dia merasa di perhatikan begitu menoleh tak ada apapun untuk Natsu dia bisa mencium bau familiar.
"Hahh! Itu karena kau lemah!" Ucap Natsu mengejek "makanya kau bawa yang kecil!"
"Hah, aku bisa jauh lebih hebat darimu" Jawab Gray berlagak sombong "kau bisa lihat ini?" dia membawa tumpukan balok jauh lebih banyak dari Natsu tentu saja wajahnya kepayahan juga tapi, dia mendengar tawa kecil begitu menoleh tak ada siapapun dan dia akhirnya kehilangan keseimbangan dan tertumpuk Balok yang di bawanya sendiri.
"Guahhhh!"
"Bwahhahaha! Lihat Happy Gray pecundang!" Natsu tertawa puas melihat penderitaan kawannya.
"Hei, hei, kalian kembali bekerja!" Perintah Erza mengenakan pakaian ala bangunan "daripada kalian main-main cepat bantu aku dan kita selesaikan Guid kita ini"
"Bahkan Master juga" Sambung Mirajane tersenyum menunjuk Master yang masuk dalam mode Titannya.
"Yah, dia juga tak mau diam diri dan duduk disana juga" Ucap Sorano memegang sebuah denah Guild yang akan dibangun "Tapi, masalahnya bagaimana bisa kita melakukannya jika denah gambarnya seperti ini" dia Sweatdrop melihat sketsa itu.
"Sungguh seniman" Ur Tertawa kecil melihat Sketsa lucu ini.
"Seni itu bebas waktu di jaman dulu" Ucap Makarov "dan itu hanyalah sebuah Prefekstif ilusi Optik belaka" Sorano hanya memutar bola matanya.
"Hufftr! Aku lapar jadinya aku malas bekerja" Ucap Natsu menghela nafas
"Aku juga" Sambung Gray memegang perutnya
"Maafkan aku Natsu tak membawa makanan" Ucap Irene dia sedikit bersalah
*wushhh
Dan beberapa saat kemudia siluet berwarna biru berlari cepat melewati mereka berdua Natsu dan Gray cukup shock karena di tangan mereka tampak sebuah bekal makanan.
"Tunggu, siapa dia?" Tanya Natsu dia melihat siluet itu dan baunya terasa tak asing Tapi, dia berterima kasih terhadap dia yang memberi makanan.
"Ara?" Irene hanya tersenyum dia sedikit melihat Wajah Gadis tadi.
"Tampaknya seorang Gadis" Jawab Happy.
"Whoa! Sepertinya enak!" Komentar Natsu membuka kotak bekal makanan yang isinya Nasi bento, dan Daging dan sayuran berlambang Hati "apapun itu akan kumakan" dia seperti anjing dengan air liur menetes
"Natsu air liurmu itu" Irene tertawa kecil
"Apa! Ini bekal makanan!" Gray cukup terkejut dengan wajah tak berselera melihat makanannya "kau gila? Aku mana mungkin memakan makanan tak enak ini"
"Kalau begitu boleh kuambil?" Pinta Natsu Gray hanya mengangguk dan memberikannya "whoa! Ini benar-benar makanannya yang lezat siapapun itu aku ingin membalasnya" dia terlihat sangat rakus memakannya
'Juvia sedih karena Gray-Sama tak memakan dan menyukai makanan Juvia padahal aku sudah bangun pagi-pagi membuatnya' Batin Juvia yang bersembunyi di belakang tembok dengan wajah lesu 'tapi, Juvia bahagia jika Natsu-San memuji dan menyukai Makanan yang Juvia buat' dia tersenyum senang dengan efek blush mendengar pujian Natsu.
"Natsu... Gray..." Panggil Loki kedua orang itu menoleh "dimana Lucy? Kalau bisa tolong berikan ini pada dia" dia memegang Kunci emas.
"Kau kemana saja hari ini?" Tanya Gray tak melihat lelaki berkacamata.
"Hahah, seperti biasa jadi, pejuang Wanita" Loki tertawa kering "Tapi, ngomong-ngomong Lucy ada di sini"
"Mwyughkin dswi rtughahnya (mungkin di rumahnya)" Jawab Natsu dengan mulut penuh makanan.
"Telan dulu makananmu" Happy Sweatdrop melihat tingkah laku Partnernya.
"Yah, aku juga sedikit khawatir tentangnya juga" Ucap Gray "kita akan kerumahnya kau mau ikut?" Tawar dia.
"Tidak, terima kasih aku ada urusan sebentar" Tolak Loki halus "selain itu aku juga punya hubungan buruk dengan Penyihir bintang Roh"
"Baiklah!" Gray langsung berjalan pergi
"Hei! Mau kemana kalian! Kembali bekerja!" Teriak Erza kesal dengan rambut yang mengangkat ke atas dan wajah Marah.
"Oh, sial saatnya ambil langkah seribu" Gray panik dan berlari cepat melihat kemarahan Erza.
"Ahhh ada Hanabero mengamuk!" teriak Natsu dia cukup senang mengerjai Gadis Scarlet ini namun, langkahnya terhenti di sebuah bangunan dan melirik kebelakang "aku tau kau ada disini!" dia melihat Gadis berambut biru itu berdiri menempel tembok.
"Eepp! Natsu-San!" Juvia terkejut dengan efek blush "errmm Ha-Halo?"
"Apa, yang kau lakukan di sini?" Tanya Natsu penasaran.
"Juvia, disini untuk melihat Gray-Sama" Jawabnya Malu-malu.
"Kau ingin berbicara dengan Gray? Kenapa tak sedari tadi?" Tanya Natsu
"Juvia malu untuk bicara sendiri" Ucsp Juvia dengan efek blush.
"Ngomong-ngomong kau yang buat bekal tadi?" Tanya Natsu memastikan Gadis berambut biru itu mengangguk "itu sungguh enak! Lain kali kau buatkan lagi! Yah, jika kau tak keberatan"
"Yah, aku senang Natsu-San menyukai Makanan Yang kubuat" Balas Juvia blush mendengar pujian tadi "lain kali Juvia akan membuatkannya lagi"
"Baiklah aku ada urusan sampai jumpa" Ucap Natsu berlari melambaikan tangan
"Sampai Jumpa"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Rumah Lucy
"Lucy tak ada disini" Ucap Natsu yang tak merasakan keberadaan Gadis Pirang itu "dan baunya juga menghilang, apa mungkin keluar sebentar" dia mengendus
"Mungkin berbelanja" Jawab Gray asal "tunggu kenapa kau disini juga?" dia bertanya pada Erza yang di sampingnya.
"Aku khawatir juga jadi, aku menyusul kalian" Balas Erza
"Coba, ke kamar mandi mungkin ada sesuatu buruk di sana" Usul Gray langsung pergi namun, tampaknya sudah terdahului oleh Natsu yang menunjukan wajah tak ada apapun "cepat banget kau kemari!" dia melonjak Kaget.
"Mungkin dia disini" Ucap Happy membuka rak kecil "huh, dia juga tak ada wahhh!-" dan tak lama setumpuk surat menimpa badan kecilnya.
"Surat yang sering ditulis Lucy" Ucap Natsu memegang satu surat dan mulai membacanya "ibu hari ini aku bergabung Fairy Tail dan aku bertemu dengan teman lamaku Natsu dan juga teman baru..." dia tampak menghayati pembacaannya
"Oii! Berhenti membaca surat orang tanpa izin" Gray melarangnya namun, dia malah ikutan membaca juga "oh ada lagi satu lelaki aneh namanya Gray dia sering kehilangan pakaiannya sampai aku harus berfikir membuat obat penghilang lupa... Ahh! Apa-apaan tulisan ini" dia kesal dan melemparkannya ke sembarang arah.
"Ini surat untuk ibunya tapi, kenapa gak di kirim?" Ucap Natsu selesai membaca.
"Entahlah mungkin, surat ini bersifat Diary" Jawab Gray yang penasaran dan terus baca "selain itu mungkin dia tengah kabur dari rumah"
"Kurasa aku tau kemana dia?" Celetuk Erza memegang Surat kecil berisi tulisan "di sini tertulis aku pulang itu berarti dia akan kerumahnya" dia menunjukan tulisan itu.
"Ohh!, begitu tak apa" Natsu tampak santai menanggapinya.
"Sial bagaimana kau bisa sesantai itu tolol! Kita harus segera menyusulnya" Gray yang paling panik di antara kedua orang itu "meski itu hanya pulang ke rumah aku ragu bakal ada sesuatu yang baik di sana"
"Kau terlalu berlebihan Ice Boxer! Dia sudah Dewasa dan mengerti mana yang salah dan benar!" Jawab Natsu duduk di kursi dengan tangan terlipat.
"Dia teman kita!" Teriak Gray kesal namun dia menyadari sesuatu dari tingkah laku Natsu "apa kau Macao?" dia mendekati lelaki itu dan menggaplok kepala Natsu dengan keras.
"Apa masalahmu sialan!" Teriak Natsu kesal memegang kepalanya yang sakit
"Oh, habisnya tingkah kau seperti itu ini mengingatkanku dimana waktu itu kau bertingkah sama seperti ini pas menyusul Erza ke Dewan dengan alih-alih tubuhmu bertukar dengan Macao" Jawab Gray merasa tak bersalah di ekspresi wajah mengabaikan wajah kesal Natsu.
"Yah, sebaiknya kita susul saja dia" Usul Erza menengahi pertengkaran dalam hati dia tersenyum senang atas insiden di Dewan waktu itu yang membuatnya harus di penjara selama semalam 'dasar idiot'
"Oke aku ikut!"
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Ahhh, maaf yah jika agak sedikit Wordnya yang untuk keperluan cerita jadinya, aku buat dikit jadi, jangan marah slow aja dan nikmati cerita yang kubuat.
Pm
.
RnR
