Sorry I Love You
"Cincin itu.."
Donghae teringat dengan cincin pernikahan yang ia pakaikan dijari Hyukjae, ia melangkah ke arah Siwon untuk melihatnya,
"Cepat dokter" Siwon berteriak panik, dokter dan beberapa perawat segera membawa Hyukjae untuk menanganinya, Siwon dan Yoona ikut mengantar
Langkah Donghae terhenti, ia tak sempat melihat siapa wanita yang mengenakan cincin itu, "Kenapa cincin itu mirip sekali dengan cincin Hyukjae?"
"Hae.."
Suara Yejin mengalihkan perhatian Donghae, ia menoleh melihat ibunya yang baru saja tiba dirumah sakit, "Ibu.."
"Bagaimana keadaan Leeteuk?" tanya Yejin tampak cemas
"Dokter sudah menanganinya, syukurlah Leeteuk tidak apa-apa bu"
Yejin menghela nafas lega mendengarnya, ia bersyukur menantunya baik-baik saja, "Apa yang terjadi? Kenapa Leeteuk bisa masuk rumah sakit?"
"Kami bertengkar, Leeteuk mencoba mencelakai dirinya, dia melukai pergelangan tangannya"
"Apa?" Yejin terkejut mendengarnya, ia tak mengira Leeteuk akan melakukan hal senekat itu, "Kenapa Leeteuk sampai melakukan itu? bukankah ibu sudah mengatakan kalian jangan bertengkar lagi Hae"
"Aku juga tidak ingin bertengkar bu, tapi aku tidak tahan dengan Leeteuk yang selalu bersikap seenaknya dan membenci Hyukjae" jawab Donghae sedih
Yejin prihatin mendengarnya, "Apa kau sudah mengabari orangtua Leeteuk?"
"Ne, mereka sudah disini".
.
.
"Bagaimana keadaan Hyukjae dokter?" Siwon bertanya pada dokter yang menangani Hyukjae
"Pasien mengalami kram dan menyebabkannya kesakitan, kondisi ini terjadi karena pasien mengalami stres, tekanan darahnya juga tinggi, seharusnya dalam kondisinya sekarang, pasien tidak boleh terlalu banyak berpikir, hal itu akan berpengaruh buruk pada kondisinya dan janinnya" ujar dokter itu menjelaskan keadaan Hyukjae, Siwon dan Yoona sedih mendengarnya
"Lalu bagaimana dengan kandungannya dokter? Apa kandungan Hyukjae baik-baik saja?"
"Ne, syukurlah kandungannya tidak apa-apa, tapi untuk saat ini pasien harus dirawat inap sampai keadaannya pulih"
"Baiklah dokter, lakukan yang terbaik untuk Hyukjae"
"Ne"
"Apa kami boleh melihatnya?"
"Ne, pasien sudah sadar, kalian boleh melihatnya, tapi jangan mengajaknya berbicara dulu, biarkan dia beristirahat"
"Baiklah, terimakasih dokter"
Siwon dan Yoona segera masuk kedalam ruang rawat Hyukjae untuk melihatnya,
"Hyuk-ah.."
Hyukjae yang terbaring lemah menoleh melihat Siwon dan Yoona, wajahnya tampak pucat
"Bagaimana keadaanmu? Apa masih terasa sakit?" tanya Siwon
Hyukjae menggeleng pelan, "Aku sudah tidak apa-apa.." sahutnya lemas
"Kau selalu saja mengatakan tidak apa-apa, tapi lihat keadaanmu sekarang, kau sakit seperti ini, kau membuat kami sangat cemas"
"Maafkan aku.."
"Tidak perlu meminta maaf"
Melihat keadaan Hyukjae membuat Siwon sangat sedih, ia tak dapat membendung air matanya, "Dokter bilang kau tidak boleh berbicara dulu, kau harus beristirahat, tidurlah, aku akan menjagamu" ucapnya menggenggam jemari Hyukjae
Yoona memperhatikan Siwon yang tampak begitu cemas dan takut, ia merasa kakaknya itu memiliki perasaan pada Hyukjae.
.
.
Melihat Hyukjae yang sudah tidur, Siwon melangkah keluar dan duduk dikursi tunggu yang berada tidak jauh dari ruang rawat Hyukjae.
Yoona menghampiri kakaknya itu dan duduk disampingnya, "Kak Hyukjae pasti memikirkan keluarganya hingga membuatnya menjadi stres"
"Ne"
"Disaat seperti ini seharusnya kak Hyukjae bersama dengan suaminya, kak Hyukjae pasti merindukan suaminya"
Siwon merasa sakit mendengar apa yang Yoona katakan, tapi ia merasa adiknya itu berkata benar, "Kita harus menemui keluarga Hyukjae dan memberitahu keadaannya"
"Tapi bagaimana caranya kak? kita tidak tahu dimana alamatnya"
"Apa Hyukjae tidak pernah mengatakannya padamu?"
Yoona menggeleng, "Kak Hyukjae hanya pernah menunjukkan fotonya saja, tidak pernah mengatakan dimana alamat keluarganya"
"Lalu bagaimana dengan nomor ponselnya?"
"Aku juga tidak tahu, sepertinya kak Hyukjae sengaja menghapusnya"
Siwon diam, berpikir bagaimana caranya ia bisa menemui keluarga Hyukjae.
.
.
.
.
Donghae membuka pintu dan melangkah masuk keruang rawat Leeteuk, ia melihat kedua orangtua Leeteuk juga berada disana
"Untuk apa lagi kau datang kemari?" tanya Leeteuk tak suka melihat kehadiran Donghae
"Aku ingin melihatmu, bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Donghae
"Memangnya apa pedulimu? seharusnya kau tidak perlu membawaku kerumah sakit dan membiarkanku mati saja!"
"Jangan bicara seperti itu Teuk" Donghae sedih mendengarnya, "Aku minta maaf.."
"Aku sudah tidak bisa menahan semua ini lagi, kita akhiri saja semuanya"
"Mengakhiri semuanya?" Donghae mengernyit, bingung dengan maksud perkataan Leeteuk
"Ne, aku ingin kita bercerai" putus Leeteuk
Donghae dan kedua orang tua Leeteuk terkejut mendengarnya
"Kau ini bicara apa Teuk?" ujar Jungyeon tak setuju dengan keputusan putrinya
"Aku sudah tidak tahan dengan semua ini bu, aku ingin bercerai saja"
"Aku tidak ingin bercerai" tolak Donghae
"Aku sudah tidak ingin hidup bersamamu, aku benar-benar lelah dan tidak ingin melihatmu lagi, sebaiknya kau pergi dari sini" usir Leeteuk
"Teuk-ah.."
"Aku bilang pergi dari sini!" teriak Leeteuk menangis
Donghae terdiam, Jihyun menghampiri menantunya itu dan mencoba memberi pengertian, "Sebaiknya kau memaklumi Leeteuk Hae, biarkan dia menenangkan diri dulu, ayah akan mencoba bicara padanya nanti"
"Ne, baiklah ayah" sahut Donghae memahaminya dan melangkah keluar dari ruangan itu
"Tenanglah Teuk.." Jungyeon memeluk putrinya yang menangis, berusaha menenangkannya, Jihyun menatapnya sedih.
.
.
Yoona melangkah menuju pintu keluar rumah sakit, berniat membeli makan siang untuknya dan Siwon.
"Dimana dompetku?" langkah Yoona terhenti saat ia merogoh sakunya, "Ck, aku meninggalkannya diruang rawat kak Hyukjae, bagaimana aku bisa lupa membawanya" Yoona berdecak sebal dan berbalik untuk mengambil dompetnya
"Ahh.." ia meringis saat tubuhnya tak sengaja menabrak seseorang dibelakangnya, "Maafkan aku" Yoona segera meminta maaf
"Ne, tidak apa-apa" jawab Donghae dan melangkah pergi
"Sepertinya aku pernah melihatnya? Tapi dimana?" Yoona merasa tidak asing dan mencoba mengingat, "Bukankah dia adalah pria di foto yang pernah kak Hyukjae tunjukkan? Dia suami kak Hyukjae" ucapnya terkejut.
.
.
Siwon yang berada diruang rawat Hyukjae menoleh saat Yoona membuka pintu, "Kau sudah kembali"
"Aku lupa membawa dompetku"
"Ah begitu"
Yoona melihat Hyukjae yang sedang tidur, "Ada yang ingin aku katakan pada kakak" ucapnya pelan dan menarik tangan Siwon, membawanya keluar
"Ada apa?" tanya Siwon
"Aku baru saja melihat suami kak Hyukjae" jawab Yoona
"Benarkah?" tatapan Siwon melebar
"Ne, dia ada dirumah sakit ini"
"Kau yakin itu suami Hyukjae?"
"Ne, wajahnya sama dengan pria yang pernah kak Hyukjae tunjukkan padaku"
"Dia ada dimana?"
"Tadi aku melihatnya berjalan menuju pintu keluar, sepertinya dia akan pergi"
"Kita harus menemuinya" Siwon segera mengejar pria yang dimaksud oleh Yoona, Yoona ikut menyusulnya
"Itu dia kak" Yoona menunjuk Donghae yang tengah melangkah menuju parkiran
Siwon menghampirinya, "Donghae-ssi?" panggilnya
Donghae menghentikan langkahnya saat mendengar namanya dipanggil, ia berbalik melihat Siwon
"Apa kau Lee Donghae?" tanya Siwon
"Ne" sahut Donghae dan melihat Yoona, teringat dengan wanita yang tadi bertabrakan dengannya, "Kalian siapa?" tanyanya
Siwon tersenyum, "Syukurlah, aku benar-benar bertemu denganmu" ujarnya lalu melayangkan pukulan kewajah Donghae
Yoona terkejut melihat apa yang kakaknya lakukan, Donghae meringis dan merasa sangat kesal, "Apa yang kau lakukan?!" bentaknya
"Itu hanya hukuman kecil karena kau tidak bisa menjaga Hyukjae"
perkataan Siwon membuat Donghae tertegun, "Apa kau mengenal Hyukjae?"
"Ne".
.
.
Setelah memberitahu keadaan Hyukjae, Siwon dan Yoona membawa Donghae menuju ruang rawatnya, Siwon membuka pintu, memperlihatkan Hyukjae yang terbaring disana
"Hyuk-ah.." air mata Donghae menetes saat melihat Hyukjae
Siwon menahan Donghae saat Donghae akan melangkah masuk "Sebelum kau menemui Hyukjae, ada yang ingin kubicarakan denganmu" ujarnya
"Kau ingin bicara apa?"
"Sebaiknya kita bicara diluar saja"
"Baiklah"
Siwon dan Donghae duduk diluar, Yoona memilih masuk untuk menemani Hyukjae, membiarkan kakaknya berbicara dengan Donghae
"Selama ini Hyukjae tinggal bersama kami" ucap Siwon memulai pembicaraannya
"Apa kalian temannya?" tanya Donghae
"Ne, kami menjadi teman sejak bertemu dengan Hyukjae"
Donghae mengernyit mendengarnya
"Saat itu aku tidak sengaja melihatnya dikejar oleh dua orang pria, Hyukjae pingsan dan aku membawanya kerumahku, tapi saat Hyukjae sadar, ia mengatakan salah seorang pria yang mengejarnya itu adalah ayah tirinya"
Donghae terkejut mendengarnya, "Jadi, mereka yang membawa Hyukjae pergi?"
"Ntahlah, aku juga tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya, tapi saat itu Hyukjae meneleponmu dan mengatakan ia tidak ingin kembali"
"Ne.."
"Maaf selama ini aku tidak berusaha mencaritahu tentangmu, aku hanya ingin menghargai keputusan Hyukjae, tapi sekarang aku menyadari dia membutuhkanmu"
"Tidak apa-apa, aku memahaminya"
"Syukurlah adikku tidak sengaja melihatmu dirumah sakit ini dan segera memberitahuku"
"Apa yang terjadi pada Hyukjae?"
"Semalam Hyukjae tiba-tiba kesakitan dan kami membawanya kesini, dokter bilang Hyukjae mengalami stres, syukurlah sekarang ia dan kandungannya baik-baik saja"
Donghae merasa sangat sedih mendengarnya
"Dia pasti sangat merindukanmu"
Air mata Donghae kembali menetes membasahi wajahnya, "Selama ini aku selalu berusaha mencarinya, terimakasih karena kalian sudah menjaga Hyukjae"
"Tidak perlu berterimakasih, kami sudah menganggap Hyukjae sebagai keluarga kami juga" ucap Siwon tersenyum, "Aku sudah mendengar masalah yang terjadi diantara kalian, aku tidak berhak untuk mencampurinya tapi aku ingin minta satu hal padamu, setelah ini tolong jaga Hyukjae dengan baik, jangan biarkan dia menangis lagi"
"Ne Siwon-ssi" sahut Donghae berjanji
.
.
Sorry I Love You
.
.
Setelah beberapa hari dirawat, akhirnya dokter memperbolehkan Hyukjae pulang, Siwon dan Yoona membawanya kembali kerumah
"Pelan-pelan Hyuk" Siwon memapah Hyukjae dan membantunya berbaring ditempat tidur
"Terimakasih Won-ah"
"Ne"
"Syukurlah sekarang kak Hyukjae sudah tidak apa-apa, dokter bilang kakak akan segera melahirkan, aku benar-benar tidak sabar ingin melihat bayi kakak" ujar Yoona terlihat sangat senang dan antusias
Hyukjae tersenyum, "Ne, aku juga" ucapnya menyentuh perutnya
"Bayi Hyukjae pasti mirip denganku" ujar Siwon
"Bagaimana bisa mirip dengan kakak?"
"Tentu saja, aku ini pamannya"
"Begitu kah?"
"Ne, wajahnya akan lucu sepertiku"
"Memangnya kakak lucu?"
"Tentu saja, lihat ini" Siwon memasang wajah konyol, membuat Yoona dan Hyukjae tertawa
"Kakak ada-ada saja"
.
.
Donghae yang baru saja tiba dirumah sakit memarkirkan mobilnya, ia memasuki rumah sakit dan melangkah menuju ruang rawat Leeteuk, "Semoga saja Leeteuk sudah tenang" ucapnya berharap Leeteuk mau mendengarkannya dan merubah keputusannya, Donghae tidak ingin bercerai dengan istrinya itu.
.
.
"Ck, kenapa kamar kak Siwon selalu saja berantakan?" Yoona melihat barang-barang yang berantakan dikamar kakaknya dan segera membereskannya, ia mengambil beberapa pakaian Siwon yang berantakan diatas tempat tidur dan menyusunnya,
Pandangan Yoona tertuju pada sebuah papan kanvas yang tertutup kain disudut kamar, "Sepertinya kak Siwon melukis lagi" ucapnya menghampiri papan kanvas itu, ia penasaran dan membuka kain penutupnya,
"Lukisan ini" Yoona tertegun melihat Lukisan dicanvas itu, Siwon melukis wajah seorang wanita disana, wajah yang sangat Yoona kenal, "Ini kak Hyukjae" ucapnya menyentuh lukisan itu
"Kenapa kak Siwon melukis kak Hyukjae?" Yoona memikirkan bagaimana Siwon yang selama ini selalu bersikap perhatian pada Hyukjae, kakaknya itu juga selalu terlihat bahagia saat sedang bersama Hyukjae, "Apa kakak benar-benar menyukai kak Hyukjae?"
.
.
"Mau apa dia meneleponku lagi?" Jungyeon menatap layar ponselnya, melihat panggilan masuk dari Jungsik, melihat Leeteuk yang sedang tidur, Jungyeon memutuskan menjawab teleponnya itu, "Ada apa lagi?" tanyanya
"Aku ingin kau memberikanku uang" ucap Jungsik diseberang telepon
"Uang katamu?" Jungyeon berdecih kesal, "Yaa, pekerjaanmu saja tidak becus, beraninya kau meminta uang padaku lagi"
"Aku butuh uang"
"Memangnya apa peduliku? aku tidak akan memberikannya!"
"Jika kau tidak memberikanku uang, aku akan memberitahu semuanya pada menantumu"
"Apa kau mencoba mengancamku?!" ujar Jungyeon semakin kesal
Leeteuk terbangun mendengar suara ibunya,
"Dengar, aku tidak takut dengan ancamanmu, lagipula waktu itu aku telah memberikanmu banyak uang, dan kau yang tidak becus melakukan tugasmu, kau tidak berhak meminta uang padaku lagi!"
"Tapi aku telah menculik Hyukjae untukmu"
"Memang benar kau menculik Hyukjae, tapi dia berhasil kabur kan? Aku tidak peduli dengan apapun yang kau katakan sekarang, kalau kau berani memberitahu semuanya pada menantuku, aku pastikan aku juga akan menyeretmu kepenjara!" ancam Jungyeon dan memutus telepon itu
"Benar-benar orang tidak tahu diri, berani sekali dia mengancamku!" gerutu Jungyeon kesal
"Dia siapa bu?"
Jungyeon terkejut mendengar suara Leeteuk, ia menoleh melihat Leeteuk yang sudah bangun, "Kau sudah bangun Teuk.."
"Ne, siapa yang baru saja bertelepon dengan ibu? Dan apa maksud perkataan ibu tadi? Apa yang ibu lakukan pada Hyukjae?"
"Teuk..itu.." Jungyeon bingung harus berkata apa menyadari putrinya sudah mendengar semuanya
"Jawab pertanyaanku bu, apa yang ibu lakukan pada Hyukjae? apa ibu menyuruh orang untuk menculiknya?"
"Ne" sahut Jungyeon mengaku
Leeteuk terdiam, ia tak percaya dengan apa yang sudah ibunya lakukan, "Bagaimana bisa ibu melakukan itu?"
"Ibu tidak punya pilihan lain, Hyukjae sudah merusak kebahagiaanmu, lagipula ibu tidak menyuruh orang lain, ayah tiri Hyukjae sendiri yang membawanya pergi"
"Apa?" Leeteuk terkejut mendengarnya
"Saat itu ibu tidak sengaja bertemu dengan ayah tiri Hyukjae dan seorang temannya didepan gerbang rumahmu, mereka bilang ingin menemui Hyukjae, ibu mengajak mereka berbicara dan meminta mereka membawa Hyukjae pergi, mereka bersedia melakukannya setelah ibu memberikan mereka uang"
"Ayah tiri Hyukjae adalah orang yang jahat, kenapa ibu melakukan itu? bagaimana jika terjadi sesuatu pada Hyukjae?"
"Sudahlah Teuk, kau jangan berpikir seperti itu, ibu yakin selama ini Hyukjae bersekongkol dengan ayahnya, dan sekarang mereka ingin memeras ibu lagi"
"Ibu benar-benar keterlaluan" air mata Leeteuk menetes
"Apa? kau mengatakan ibu keterlaluan? ibu melakukan semua ini untukmu"
"Aku tidak pernah meminta ibu melakukannya? Bagaimana bisa ibu melakukan hal setega itu?" teriak Leeteuk membuat ibunya terdiam
Langkah Donghae terhenti didepan pintu mendengar suara keras Leeteuk,
"Dimana Hyukjae? katakan padaku kemana mereka membawa Hyukjae?"
"Ibu tidak tahu, ayahnya bilang Hyukjae kabur, dan mereka juga tidak tahu Hyukjae pergi kemana"
Leeteuk terisak, ia stres dan mencemaskan Hyukjae
"Tenanglah Teuk.."
"Bagaimana aku bisa tenang setelah apa yang ibu lakukan pada Hyukjae? jika terjadi sesuatu pada Hyukjae semuanya salah ibu!"
"Kenapa ibu melakukannya?"
Jungyeon menoleh mendengar suara Donghae, ia terkejut melihat Donghae ada disana, "Hae, kau datang.."
"Ne, aku sudah mendengar semuanya"
Jungyeon diam, merasa tersudut karena Donghae telah mengetahui apa yang dia lakukan
"Jawab aku bu, kenapa ibu melakukan itu pada Hyukjae?"
"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya kulakukan" jawab Jungyeon tanpa rasa bersalah
"Ibu tahu bagaimana keadaan Hyukjae, dia sedang hamil kenapa ibu setega itu?!"
"Karena wanita itu telah menyakiti putriku!" jawab Jungyeon dengan suara keras, "Aku tidak akan biarkan siapapun menyakiti putriku!"
"Cukup ibu!" teriak Leeteuk, "Sudah cukup..jangan katakan apapun lagi.." isaknya
"Biarkan ibu berbicara Teuk, suamimu ini harus tahu apa yang ibu rasakan!"
"Aku benar-benar kecewa pada ibu" ucap Donghae tak ingin mendengar apapun lagi dan melangkah pergi
"Apa ibu sudah puas? apa yang ibu lakukan hanya semakin membuatku merasa sakit" isak Leeteuk
Jungyeon menagis mendengarnya, ia memeluk Leeteuk, "Maafkan ibu.."
.
.
Sorry I Love You
.
.
"Saengil chukha hamnida...saengil chukha hamnida...saranghaneun uri Hyukjae, saengil chukha hamnida.." Siwon membawa kue ulangtahun dan menyanyikan lagu ulangtahun untuk Hyukjae
Hyukjae tersenyum haru melihatnya
"Ayo kak Hyuk, tiup lilinnya" ujar Yoona antusias
"Ne" Hyukjae memejamkan mata dan berdoa, setelah itu ia meniup lilin kue ulangtahunnya
"Yeeeyy" Yoona bertepuk tangan senang
"Bagaimana kalian tahu hari ulangtahunku?"
"Tentu saja kami tahu, memangnya apa yang tidak kami tahu tentang kak Hyukjae? bukankah kita adalah keluarga? Kami mengetahui segalanya"
"Ne" Hyukjae tersenyum mendengarnya
"Kajja, sekarang potong kuenya" ujar Siwon tersenyum
"Ne" jawab Hyukjae dan memotong kue ulangtahunnya, ia memberikan suapan pertama pada Siwon
Siwon memeluk Hyukjae, "Selamat ulangtahun ne, semoga kau selalu bahagia"
"Terimakasih Won-ah"
Yoona tersenyum, "Kak Hyuk harus menyuapiku juga" ujarnya
"Ne, tentu saja" Hyukjae tersenyum dan menyuapi Yoona
"Selamat ulangtahun kak Hyuk" Yoona memeluk Hyukjae
"Terimakasih Yoona-ah"
"Kakak juga harus makan kue ulangtahunnya" Yoona menyuapi Hyukjae, "Ini untuk kak Hyuk dan calon keponakanku" ujarnya, Hyukjae tersenyum dan memakannya
Siwon ikut tersenyum melihatnya, "Hyuk-ah, ada seseorang yang ingin merayakan ulangtahunmu juga"
"Siapa?"
Siwon menoleh ke arah pintu, menunjukkan Donghae yang berdiri disana, "Ayo kemarilah Donghae-ssi"
"Hae.." Hyukjae tertegun melihat Donghae berada disana
Donghae melangkah ke arah mereka
"Bagaimana kau bisa ada disana Hae?" tanya Hyukjae bingung
Yoona tersenyum, "Kami tidak sengaja bertemu saat dirumah sakit, maaf kami memberitahu soal kak Hyukjae" ujarnya, Hyukjae diam mendengarnya
Donghae memeluk Hyukjae, air matanya menetes, "Aku sangat merindukanmu"
Air mata Hyukjae menetes, ia memeluk Donghae dan menangis
"Bagaimana keadaanmu?"
"Aku baik-baik saja"
Donghae menyentuh wajah Hyukjae, "Aku benar-benar menemukanmu, kenapa kau pergi? Kau membuatku sangat cemas dan sedih, aku mencarimu kemana-mana.."
"Maafkan aku Hae.."
Donghae kembali memeluk Hyukjae, "Jangan pergi dariku lagi.."
Siwon dan Yoona tersenyum haru melihatnya, mereka bahagia mempertemukan Hyukjae dan Donghae,
Setelah mengobrol, Donghae meminta izin untuk membawa Hyukjae keluar bersamanya, "Apa aku boleh membawa Hyukjae keluar sebentar?" tanyanya pada Siwon
"Tentu saja" sahut Siwon tersenyum, "Hyukjae adalah istrimu, kau tidak perlu meminta izin untuk membawanya"
Donghae tersenyum mendengarnya, "Terimakasih Siwon-ssi"
.
.
Leeteuk yang sudah kembali dari rumah sakit pulang kerumah orangtuanya, ia termenung dikamarnya memikirkan Hyukjae,
"Hari ini Hyukjae berulangtahun" ucapnya sedih, air matanya menetes memikirkan semua yang telah terjadi, Leeteuk menyesali apa yang telah ibunya lakukan pada Hyukjae, ia berharap dimanapun Hyukjae berada, keadaannya baik-baik saja.
.
.
Yoona melangkah keteras, menghampiri Siwon yang duduk termenung disana
"Kenapa kakak melamun?" tanya Yoona ikut duduk
Siwon menoleh, "Tidak apa-apa, aku hanya memikirkan sesuatu"
"Kakak pasti memikirkan kak Hyukjae kan?"
"Ne"
"Wae? apa kakak sedih melihat kak Hyukjae bersama suaminya?"
"Kau ini bicara apa, kenapa aku harus bersedih? aku justru bahagia" jawab Siwon mencoba tersenyum
"Bagaimana kakak bisa bahagia?"
"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Siwon menatap wajah adiknya yang tampak sedih
"Kakak tidak perlu menutupinya dariku, aku tahu kakak memiliki perasaan pada kak Hyukjae" ujar Yoona, Siwon terdiam mendegarnya
"Seharusnya kakak mengatakannya pada kak Hyukjae" ucap Yoona lagi
"Hyukjae sudah memiliki suami, meski aku mencintainya aku sama sekali tidak berhak untuk mengungkapkan perasaanku"
"Tapi kakak tidak harus berpura-pura terlihat bahagia dihadapan kak Hyukjae"
"Aku tidak berpura-pura, aku benar-benar bahagia untuknya" ucap Siwon tersenyum, "Melihat Hyukjae bahagia adalah kebahagiaan untukku, cinta tidak harus memiliki kan? Aku hanya ingin yang terbaik untuk Hyukjae"
Yoona memeluk kakaknya dan menangis, "Dasar bodoh"
"Kenapa kau menangis?"
"Tidak, aku tidak menangis"
"Benarkah?" Siwon menghapus air mata diwajah adiknya, "Kau akan mengerti saat kau benar-benar mencintai seseorang nanti"
"Ne, kakak pria yang baik, aku bangga pada kakak"
"Tentu saja" Siwon tersenyum, "Jangan menangis lagi, kau terlihat semakin jelek" canda Siwon
"Aish, kakak yang jelek!"
.
.
"Pelan-pelan Hyuk" Donghae membantu Hyukjae keluar dari mobil
Hyukjae menatap gemerlap lampu dan pemandangan sungai Han yang tampak indah, "Kenapa kita kesini Hae?" tanyanya
"Karena aku ingin menghabiskan malam ulangtahunmu disini bersamaku" jawab Donghae tersenyum, "Tempat ini indah bukan?"
"Ne"
Donghae menggenggam tangan Hyukjae dan membawanya berjalan di taman, cherry blossom dan lampu taman membuat pemandangan disana semakin indah, "Sudah lama aku tidak datang ketempat ini, aku bahagia karena sekarang aku datang kesini bersamamu" ucapnya, Hyukjae tersenyum mendengarnya,
Donghae telah mempersiapkan tempat untuk merayakan ulangtahun Hyukjae disana, sebuah meja dinner yang telah didekorasi dengan indah, makan malam serta kue ulangtahun telah ditata diatas meja, lilin, bunga, dan lampu juga menghias tempat itu,
"Hae, kau menyiapkan semua ini?" tanya Hyukjae
"Ne" sahut Donghae tersenyum, "Ayo duduklah Hyuk.." ucapnya membantu Hyukjae duduk disalah satu kursi
"Kenapa repot-repot begini Hae?"
"Karena ini adalah hari yang spesial, hari ulangtahunmu"
Donghae menyalakan lilin diatas kue ulangtahun lalu menyanyikan lagu ulangtahun untuk Hyukjae, Hyukjae tersenyum haru mendengarnya,
"Kajja, sekarang tiup lilinnya.."
"Ne"
Hyukjae meniup lilin ulangtahunnya, kembang api meledak diudara dan menghias langit, Hyukjae menoleh memperhatikan kembang api itu dan tersenyum bahagia, "Indah sekali.."
"Kau suka kembang api?"
"Ne"
"Aku juga menyukainya" Donghae tersenyum memperhatikan senyum diwajah Hyukjae, senyum yang begitu ia rindukan, ia lalu membuka sebuah kotak perhiasan yang sudah ia siapkan sebagai kado ulangtahun Hyukjae, ia mengambil sebuah kalung didalamnya dan mengenakannya dileher Hyukjae,
"Apa ini Hae?"
"Kado ulangtahun dariku" Donghae tersenyum melihat kalung yang ia pilih terlihat begitu indah dikenakan oleh Hyukjae
Hyukjae tersenyum, "Ini indah"
"Ne" sahut Donghae dan memeluk Hyukjae, "Selamat ulangtahun Hyuk-ah, aku mencintaimu"
Hyukjae hanya diam mendengar apa yang baru saja Donghae katakan, Donghae memperhatikan senyum diwajah Hyukjae yang menghilang,
"Ada apa Hyuk?"
"Kau tidak boleh mencintaiku Hae.."
"Wae?"
"Kau sudah berjanji hanya akan mencintai Leeteuk dan tidak akan menyakitinya, kau tidak boleh mengingkarinya"
Donghae terdiam mendengarnya, ia mengingat janji yang pernah ia buat pada Hyukjae, "Ne, aku memang sudah berjanji, tapi sekarang aku sadar aku mencintai dan membutuhkanmu, aku tidak ingin kehilanganmu lagi Hyuk"
"Tidak Hae..itu salah, kau tidak boleh seperti ini"
Donghae merasa sakit mendengarnya, "Aku mencintai istriku, wanita yang mengandung anakku, apa itu salah?"
"Ne, kau tidak boleh mengingkari janjimu"
"Aku tidak bisa menepati janjiku, maafkan aku"
"Tidak Hae..kau tidak boleh seperti ini"
"Aku mencintaimu, tolong jangan katakan itu lagi Hyuk" air mata Donghae menetes
"Kita menikah untuk Leeteuk, kau tidak boleh melupakan itu"
"Ne, aku tidak melupakannya, tapi setelah semua yang terjadi, aku tidak bisa membohongi perasaanku, kehilanganmu membuatku merasa sangat sakit, aku tidak bisa hidup tanpamu"
Hyukjae menundukkan wajahnya dan menangis,
"Jangan menangis Hyuk-ah.."
"Aku harus bagaimana jika kau seperti ini.."
Donghae memeluk Hyukjae, "Tolong jangan memintaku untuk menghentikan perasaan ini, aku benar-benar tidak bisa"
Hyukjae hanya diam, ia tidak ingin mengingkari perkataannya pada Leteuk tapi ia juga tidak tega pada Donghae,
Donghae melepas pelukannya, ia menatap iris mata Hyukjae yang tampak sendu, "Izinkan aku mencintaimu Hyuk-ah.." ucapnya, ia mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Hyukjae,
Hyukjae memejamkan mata saat bibir Donghae menyentuh bibirnya, air matanya menetes, "Mianhae Teuk-ah.. maaf aku telah mencintai Donghae, aku tahu ini salah..tapi biarkan aku mencintai Donghae sebentar saja...hanya sebentar saja..".
TBC
