Balas Revievv :
Girl-chan 2 :
Red : Ok, Ok gue juga tanggung jawab.. Bentar, gue manggil temen Exorcist gue, Dorny dulu kesini. *summon orangnya.
Dorny : Apaan?
Red : Ada temen gue yang kesurupan tuh! Lu bisa kan?
Dorny : ok, tapi biayanya nggak murah.
Red : iye, iye gue tau. Sekalian sama Ibu juga deh, lagi pula dia itu Omyouji..
Thx!
Chapter 25 : Tiga Orang baru yang ternistakan.
Pagi hari di ruang makan squad..
"Selamat Makan!!"
"Mana Red?" Tanya Yuki yang melihat salah satu bangku yang biasa ditempati Red kosong. Semuanya mengangkat bahunya. "Aku.. Disini.."
Red tiba-tiba muncul dengan..
Telinga dan ekor serigala...
Krik, krik, krik...
"Apa yang terjadi denganmu?" tanya Yuki tetap tenang biarpun sebenarnya agak kaget dengan Red.
"Red? Emangnya lu itu Werewolf!?" tanya Ethan panik.
"Nggak tau dan gue bukan Werewolf!" jawab Red agak kesal.
"Red buka mulutmu coba.." kata Yuki. Red membuka mulutnya dan memperlihatkan giginya. Yuki agak tersentak ketika melihat semua gigi taring Red tumbuh lebih besar dari yang lain.
"Red... Sepertinya, mode 'itu' mu mencoba untuk... Yah, kau tau.. Kehidupan sebagai manusia biasa, tanpa penggunan sihir ataupun senjata." jelas Yuki datar.
Red menghela nafasnya dan duduk dibangku, "hooh.. Kukira bakal terjadi hal-hal yang aneh." ucapnya kemudian mengambil sepotong roti di piringnya.
"Red! Jangan makan i-"
Telat, dia sudah menelan rotinyan duluan dan..
"Tu..."
"Ungh!" Red langsung lari ke westafel biarpun menghasilkan kecelakaan kecil karena dia nabrak Lectro sampe terkapar dilantai dengan tidak elite orangnya.
"HOOOOOEEEKKK!!"
Dan suara absurd pun terdengar sampai penjuru markas. Sementara sang pembuat suara hanya bisa muntah dengan indahnya di wastafel dapur *ditimpuk botol kaca.
"Ok, itu adalah pertama kalinya gue liat Red muntah karena makanan..." gumam Eris yang baru selesai makan.
"Ergh! Itu rasa terburuk yang pernah gue makan selama hidup gue!" gerutu Red setelah kumur-kumur air kran.
"Sudah ibu bilang jangan dimakan, perutmu sedang nggak kuat makan-makan manusia biasa, ini daging untukmu!" ucap Yuki sambil menyodorkan sebuah daging yang sudah direbus.
Red langsung mengambilnya dan memakannya dengan lahap tanpa dia sadari sepiring daging itu sudah habis...
"Kenyang~"
"Oh iya, apa ada perasaan lain didirimu, Red?" tanya Rei sambil menyeringai iseng dan sepertinya Red tau maksud kakaknya itu.
"Mau ng'anu' sama Re-chan."
BRRRUUUUUUHHH
"Oi! Jangan siram ke gue juga kale!" gerutu Ethan yang menjadi korban siraman air 'rohani' (?) dari Revan. "Maap..."
"Sudahlah, dipikirkannya nanti aja, ntar ribet jadinya." Takano menghelakan nafasnya dan mengajak Red keluar sebentar.
Seorang pria berambut Beige, pirang, dan Merah datang ke markas secara bersamaan. (Itu bertiga Coeg! *diinfinity spear).
"Apakah ini tempatnya?" tanya sang pria berambut merah yang merupakan seorang mutant.
"Ya, kalau lihat dipeta sih.. Begitu.." jawab pria berambut beige sambil membenarkan kacamatanya dan tombaknya dipunggungnya.
"Udahlah, kita masuk aja.. Siapa tau ntar bakalan ketemu ketuanya." ucap sang pria berambut pirang dengan santai.
Mereka membuka gerbang markas dan menutupnya lagi, tapi kemudian mereka mendapatkan sebuah pemandangan yang absurd.
"Oi! Turun dari situ Red!!" teriak Takank yang melihat Red nimbrung diatas genteng.
Sontak, ketiga pria itu sweatdrop berjamaah dan bergubrak ria.
"Maaf, kalian siapa ya? Kalau tidak ada keperluan dengan siapapun jangan asal sembarang masuk." tanya Takano dengan skeptisnya melihat ketiga pria yang tiduran ditanah.
"Ah, kami ingin menemui ketua squad ini, kami mau bergabung!" ucap si pria berambut beige itu yang tiba-tiba berdiri.
"Ketua sedang pergi, sekarang kalian harus menemui wakilnya." balas Takano.
"Siapa wakilnya?" Takano menunjuk Red yang lagi turun dari atap markas. "Dia wakil utamanya, sisanya ada didalam."
"Apa!? Pria aneh itu!?" tanya sang pria berambut merah kaget.
"Iya, hanya saja dia sedang mengalami keadaan serius sekarang, jadi susah untuk diajak berkompromi dengan orang baru, tuh.. Lihat dia langsung menggeram kearah kalian." Takano menunjuk Red yang sudah ditanah dan menggeram kearah ketiga pria itu.
Sontak, sang pria berambut beige loncat karena ketakutan dan dibopong bridal style sama temannya yang berambur pirang. "Oh, Ayolah! Berat Coeg!"
"Red! Hentikan! Mereka bukan ancaman, dan sadarlah!" Takano memukul kepala Red dan sekejap pula Red kembali normal.
"Hah- hei, siapa kalian?" tanya Red.
"Sudah ya, aku tinggal dulu!" ucap Takano kemudian masuk ke markas.
"Kami ingin mendaftar menjadi anggota baru.." ucap si pria berambut merah watados.
"Baiklah, sebutkan nama kalian.."
"Jefforn Noir lance, Black Spear, 25 tahun, 179 cm, tanggal lahir 31 desember. Benci dengan tempat kotor."
"Karasuma Raven, Crow, 24 tahun, 185 cm, tanggal lahir. 4 febuari. Apapun itu, aku nggak akan permasalahkan asal nggak mengganggu tidurku."
"Edderkop Gumo, Mutant, 23 tahun, 180 cm, tanggal lahir 16 Agustus. Kerja sebagai polisi."
"Wait- tadi lu bilang polisi? Kenal Eudo?" ganya Red.
"Ya, dia itu senpai-ku. Bagaimana kau tau?" tanya (balik) Gumo.
Tiba-tiba, Eudo nongol dari semak-semak sekitar mereka. "Ada yang manggil gue?" sontak, semuanya langsung sweatdrop melihatnya. "Se- Senpai!? Kau disini?"
"Hah? Oh, Edder, apa kabar? Yah aku memang squad sini." ucap Eudo, tapi tiba-tiba Red langsung gusel di dada dia.
"Oi! Red! Sadar!" bentak Eudo yang menghadiahkan Red sebuah jitakan dikepalanya.
"Auh! Sorry mas, sikap itu gue kadang minta diperhatiin.." balas Red sambil menghelakan nafas.
"Senpai?"
"Ya?"
"Dia pacar mu?" sebuah Aura hitam pekat keluar dari balik tubuh Eudo yang sedang tersenyun kejam kearah Gumo, banyak perempatan yang muncul dikepala Eudo, dia mulai mendekati Gumo dan Gumo malah mundur. "Apa tadi kau bilang?"
"Uwah! Maafkan aku senpai!" jerit Gumo sambil mundur tapi dia malah ditahan sama kedua temannya. "Apa yang kalian lakukan!?"
"Maaf, entah kenapa aura itu menyuruh kami menahanmu.." bisik Jeff yang merinding disko melihat Eudo. "EEEEEHHHHHH!!!"
"Edderrrr!!!" teriak Eudo dan mulai mendekat kearah Gumo, dan mengsummon buku sihir simpanan dia (yang merupakan buku turun menurun dari ayahnya dan kebetulan hanya dia yang bisa pake tuh buku) dan mengsummon lima bola sihir dibelakangnya dan rambutnya bertambah panjang dan berubah jadi pirang.
"Huuaaa!! Maafkan aku!!" jerit Gumo.
"Tak ada ampun!! Mass Missle! Laser! Seal! Floating balon!!"
Jangan ditanya kejadian berikutnya yak! Pokoknya mengenaskan!
Beberapa saat kemudian..
"Dia ini temanku! Jangan Asal sembarang ngomong kau!" Sembur Eudo setelah menghabisi 'Kouhai'-nya itu dengan skill simpanan dia. "Argh! Mana ini rambut kalau meu kembali kesemula itu lama banget lagi!"
Eudo mulai menarik tubuh 'Kouhai'-nya itu kedalam dalam keadaan yang masih bersungut-sungut tanpa mengubris pertanyaan dari beberapa anggota yang melewati dirinya.
"Eudo!? Lu kenapa!?" tanya Sandra kaget melihat Eudo tampangnya jadi berbeda dari sebelumnya, tapi malah mendapat sebuah kacang dari Eudo yang masih menueret tubuh 'Kouhai'-nya ke ruang farmasi.
~Karasu~
Beberapa saat kemudian...
"Ketua, habis dari mana?" tanya Yuki yang sedang menyapu ruang tengah.
"Toko buku, yang laen kemana Yuki?" jawab Reha.
"Tuh, lagi pada main kartu.." ucap Yuki sambil menunjuk segerombolan orang yang sedang bermain kartu... UNO.
"Ok, gue jalan..." Red menggantungkan ucapannya dan kemudian, "maafin banget ye, Lectro.. Skip 3 kali dan juga i win." ucap Red yang mengeluarkan seluruh kartunya.
"Jiah!" Lectro menaruh kartunya yang sisa tiga dimeja. "Berikan gue Dare."
"Pocky game sama Eris sono!" ucap Red datar sambil menggaruk ekornya. "Nggak mau tau ya, inget peraturan seperti biasa."
Dengan terpaksa dia melakulannya, "sori, Ris.."
"Iye, gue tau.."
1 cm..
Muka Eris mulai memerah dan Lectro juga ikutan memerah karena tak kuat jika mereka harus ciuman.
"Ayo! Ayo!" sorak Iris yang sudah siap dengan kameranya. Sementara, Alfred udah aura suram duluan. (Ea Brocon nih :V *lempar tombak)
0,5 cm..
1 milimeter dan...
Tuk!
Mereka dengan pinternya hanya menyentuhkan giginya bro!!
"Yah! Nggak seru nih!!" protes Iris manyun. Sementara Alfred langsung menarik Eris dan..
Chu~
Mencium Eris!
Semuanya (bahkan 3 orang lucknut Jeff, Gumo, Karasu) langsung jawdrop melihat kejadian itu. Kecuali, you know lah... Fujo lucknut siapa.
"Adek gue itu punya gue!! Nggak ada yang boleh kayak gitu lagi!!" protes Alfred setelah melepas ciumannya dari Eris.
'Ok, sekarang kecurigaan kami udah benar kalau Alfred itu ngebet sama Eris..' batin semua orang sweatdrop. "Yaudahlah, lanjut!"
Beberapa saat kemudian..
"Argh! Gue kalah!" keluh Karasuma sambil menaruh kartunya yang sisa enam. "Berikan gue Truth... Buat jaga-jaga."
Iris nyengir, "menurut lu, lu itu pantesnya jadi Seme apa Uke?" tanya Iris sambil nyengir jahil dan langsung diberi tatapan -WTF- sama orang-orang yang main.
"Apa bisa yang lain?" tanya Karasu gugup.
Red memberika Karasu sebuah kertas untul dibaca, 'Jika menghindari Dare atau Truth atau bohong di Truth, maka hukuman yang harus diterima orang itu adalah Summon hero Unique permanen atau CSD 1-60 hanya dengan gear full dexterity (pala Rugby, tameng Viking, baju Sapper) kemudian teriak di yell, 'saya tiap hari menonton KucingPoi sambil F*p-F*p dan juga saya mengakui bahwa Pico adalah waifu saya.'
Sekian, Anak Squad Reha.
"Wut!!" Pekik Karasu kaget setelah baca itu.
"Yaudah makanya cepet jawab, awas boong!" perintah Red sambil menggaruk kupingnya.
Karasu menelan ludah dan mulai menjawabnya, "M... Mu... Engh!"
"Apa!"
"G.. GU.. GUE!!"
'LU KENAPA!?"
"GU.. GUE, S.. SE.. ME!"
"YANG JELAS!"
"GUE, SE. ME!"
"Nah, bagus.. Sekarang tinggal ngecek badan lu gimana.." kemudian, Anak laki-laki mulai ngerumunin Karasu dengan seringai ganasnya buat nelanjangin dia. "Eh! Jangan!"
Dan kemudian..
"Suit, Suit! Cie yang bukan triplek badannya!" goda Jung.
"Cie, Uhuk, Cie!" timpal Ethan yang pura-pura batuk.
"Ergh! Ini agak memalukan..." gumam Karasu sambil menutup mukanya.
"Yaelah! Biasa aje kali! Orang disini anak cowo biasa digituin!"
Lanjut..
"Ahh! Gue kalah!" keluh Revan sambil menaruh kartunya yang sisa empat dimeja. "NgeDare aje, tapi kasih yang normalan dikit!"
"Ok, ini gue kasih yang gampang..." Ethan membisikan sesuatu le kuping Revan dan berakhir diberi tatapan horor sana Revan. "Lu. Serius!?"
"Emangnya apa salahnya sih? dua kata doang." batah Ethan sambil berseringai.
"Emangnya dia lu suruh ngomong apa sih?" tanya Rone.
Ethan langsung membisikannya ke Rone, dan dia langsung diberi jitakan keras dari Rone. "LU GILA YA!!? KEHIDUPAN MANUSIA BISA TERANCAM OI!!"
"Engh! Uhh!..."
"apa?"
"K-kh.. E.. Emy..." semuanya langsung menatap horor ke Revan.
"Revan Jangan!" teriak Red.
"E.. Emy, C... Can, tik..."
"TIDAK, JANGAN KATAKAN ITU!!" Jerit anak perempuan yang mulai kabur pontang-panting.
"Emy, Can-Tik!"
"KABUUUUURRRR!!!"
Terereret, tereret (?)
Semuanya melihat ke langit dan meteor segede bogem (?) jatuh dari langit.
SYUUUUUUUTTTT!!
JEGEEEEERRRR!!
"Huwa- maafkan aku umat manusia! Salahkan Ethan yang suruh gue!"
ToD End...
~Jeff~
Kemudian, Jeff ngerasa mau 'Kondangan' di kamar mandi. Tapi, yang ada dia malah menemukan sebuah pemandangan aneh di depan pintu kamar mandi.
"OI! CEPET MANDINYA!! JANGAN SEMEDI-AN DI DALEM!!" teriak Jung sambil gedar-gedor pintu kamar mandi.
"OI KAMBING! LU MANDI APA NGE-SPA SEH!" timpal Eris yang nggak kalah hebohnya.
"LU MANDI! APA LAGI NGELIATIN KEONG JALAN HAH!? LAMA BANGET!?" sahut Rei nggak kalah hebohnya.
"CEPETAN! GUE MAU PERGI NIH!!" bentak Alex.
"CANGCIMEN!?" timpal Eudo yang bikin tambah heboh.
"SABAR APA!? TAU SABAR NGGAK SIH! GUE LAGI PAKE BAJU NIH!!" teriak Lectro selaku biang kerok masalah tersebut.
"HAH!? EMANGNYA LU BISA PALE BAJU!?" timpal Eudo.
"KASIH TAU GUE! KAPAN LU MAKE BAJU HAH!? Protes Jung.
"HALAH, NGGAK USAH PAKE BAJU LU, BIASANYA KE TOKO AJA MAKE CELANA DOANG!?" Sahut Rei.
"EMANGNYA LU PUNYA BAJU!?" benyak Eris.
"SETAU GUE NIH, GUE BARUSAN NGEBAKAR BAJU LU DEH!!" teriak Alex.
'Sial' batin Lectro yang nyesel punya temen satu squad yang membuat dia ingin meminum shampo dan body wash.
Apa dia perlu melakukannya sekarang yak?
"BURUAN KELUAR! JANGAN BEAUTY CARE! UDAH TAU LU COWOK!" bentak Eris yang mulai gondog.
"LU KONDANGAN YA DIDALEM!?" Sahut Rei yang memperburuk suasana.
"UDAH DISIRAM BLOM!?" timpal Jung.
"ISH, AMIT-AMIT JABANG BAYI! NAJIS GUE MANDI SAMA BEKAS HAJATAN ORANG!!" timpal Alex.
"KAPAN BISA DAPET CEWE LU! OH IYE KAN ADA SI IRIS!" teriak Eudo.
Di kamarnya Iris langsung mencoret gambarnya dengan tinta hitam. "NOOOO!! MY MASTERPIECE!!!"
"IYE, IYE! NIH LU MAU MANDIKAN! SILAHKAN MASUK!!" terka Lectro saat keluar kamar mandi yang kemudian dia ditatap intens sama semua orang. "Apa gue Ganteng!?"
"NAJES!" pekik Eudo sambil memasang muka jijik.
"EWH! NO WAY, YOU LOOK LIKE A PIECE OF SH*T!" timpal Alex.
"Kebanyakan makan micin ya gini gejalanya!" sahut Eris jijik.
"Muka kayak Bokong Lauren gitu dibilang ganteng!" timpal Jung kesal.
"Dasar Tydac mendydyc, keseringan OD mecin dari bubuk mesiu ya gini!" kata Rei jijik.
'Kampret!' batin Lectro kemudian pergi.
"Ok, gue yang make ya!"
"Apaan lu! Gue udah dari tadi!
"Gue udah booking duluan!"
"Gue udah dari zaman apaan tau cuk!"
"Dasar Bodoh..." gumam Jeff kemudian dia masuk dengan seenak pantatnya ke kamar mandi tanpa menghiraukan kelima orang yang sedang berantem itu.
~Gumo~
Gumo mempunyai kebiasaan untuk gelayutan di langit-langit markas tanpa ada yang tau sama sekali. Tapi, Yuki sendiri kesal karena Gumo nggak pernah membersihkan apa yang sudah dia lakukan.
"Gumo! Kalau habis tiduran dilangit-langit bersihkan!" perintah Yuki sambil memberikan sebuah sapu ke Gumo.
Sejak dia diomelin sama Yuki akhirnya dia memilih untuk tiduran di luar di taman. Tapi, ada satu hal yang buat dia kapok tidur di luar..
Suatu Sore..
Suasana marlas sedang masa damai-damainya sampai sebuah teriakan yang terbilang ambigu terdengar dari ruang farmasi squad.
"Ah, Aaahh!! Ittai~"
"Njir.. Suara siapa tuh?" tanya Ethan yang lagi mengelap meja merasa risih dengan teriakan yang kadar keambiguannya tinggi.
"Tau dah! Cek yuk!" ajak Jung.
Kemudian, mereka segera ke ruang farmasi markas tapi, didepan ruangan itu sudah ada Iris dan Lectro yang sudah siap sedia dengan alat perekam mereka dan tisu.
"Hei ad-"
"Ssshhttt!!!" Potong Lectro kemudian mereka kembali mereka itu.
"Se.. Senpai! Stop! Sakit!"
"Yee! Namanya juga 'itu' ya sakitlah!"
Ethan dan Jung yang mendengarkan percakapan itu langsung memikirkan hal yang sama. "Kok ambigu ya?"
"Pe.. Pelan-pelan! Aaah!"
"Kalau pelan-pelan malah tambah sakit tau!"
Mereka langsung memasang muka -WTF- mendengar hal ambigu itu.
"Aduh! Aahh! Jangan tiba-tiba juga, Senpai!"
"Oh, maaf!"
'Positive thinking!' batin mereka agar nggak menjerumus ke hal berbau 'IYKWIM'
"Aah! Ittai!"
"Sstt! Pelan-pelan jangan tereak-tereak nanti pada salah pikirannya!"
"Ta.. Tapi Sakit! Ahn!"
"Ya tahan dong!"
"Ahn! Ngh! Uwah! Tu.. Tunggu, aku nggak kuat!"
"Sabarlah, sedikit lagi kok."
"Mmnnh! Se.. Sen- mnh!"
"Diam! Gigit bantalnya jika nggak tahan!"
"Mmnh!"
"Huff~ Udah selesai! Makannya lain kali kalau mau duduk ditanah liat-liat dulu, taunya lu malah dudu dilandak yang lewat barusan.."
"Iya- aku tau..."
Sontak, mereka berempat langsung hening seketika...
"Jadi, tadi Gumo nggak sengaja dudukin landak dan lu tadi itu nyabutin duri-duri landaknya Eudo?" tanya Lectro pas memastikan keadaan itu. Eudo mengangguk sematara, Gumo hanya bisa nungging di kasur dengan ngenesnya.
"TAPI, BISA NGGAK DENGAN CARA YANG BIASA AJA!! JANGAN YANG AMBIGU!!" Bentak Jung emosi.
Mungkin, bakalan segera terbit EudoxGumo sebentat lagi karena ada Iris disebelah Lectro.
Dahkan? Yaudah. :V
A/N : Jangan Tanya Gue nyummon tiga orang itu gimana yak, Rahasia Jalur Gelap LS soalnya :V
