The Heroes of Olympus © Rick Riordan, penulis tidak mengambil keuntungan material apapun dari pembuatan karya transformatif ini.
Pairing: Jason Grace/Piper McLean. Genre: Romance. Rating: T. Other notes: untuk 30 days challenge; prompt #28: promise.


Piper menggoyang-goyangkan kakinya sambil bersenandung. Baru saat itulah Jason membuka matanya dan mengangkat kepalanya dari meja makan. Cahaya matahari sudah semakin menusuk. Piper yang duduk berjuntai kaki di konter hanya bisa sedikit menutupi.

Jason mengucek mata, mengusap pipinya kalau-kalau ia kena karma gara-gara sering mengejek Percy yang tidur sambil ngiler. Tidak ada. Syukurlah. Hukum sebab-akibat belum berlaku untuknya setidaknya untuk hari ini.

"Kau bisa kembali ke kamar kalau masih butuh tidur." Piper berhenti sebentar untuk mengunyah apel keras-keras. "Boleh, lho."

Jason berdiri dan meregangkan tangannya tinggi-tinggi. Ia menghampiri Piper dan mengambil cangkir dari sudut lain meja. Kopi paginya telah dingin.

"Aku bisa keterusan," katanya, singgah tepat di hadapan Piper, memberi kopinya harapan palsu dengan meletakkannya kembali di atas konter. "Aku harus menghabiskan pagi ini baik-baik." Kedua tangannya di samping tubuh Piper, dan ia mencium hidung perempuan itu. "Karena aku akan pergi cukup lama mulai malam ini, hm?"

"Ah, hanya dua minggu," Piper tertawa halus. "Kau pernah pergi selama sebulan."

"Tapi yang waktu itu hanya ke Roma Baru. Sekarang, Italia. Apalagi pelatihan semacam itu takkan mungkin memberiku banyak waktu untuk meneleponmu."

"Santailah. Nikmati saja waktumu di sana."

"Aku ke sana tidak untuk liburan, tahu."

"Annabeth adalah teman yang menyenangkan," Piper menjawil hidung Jason. "Dan aku bersama Percy di sini akan menonton drama picisan untuk menangisi nasib kami yang ditinggal pergi." Piper lantas tergelak, sementara Jason tak menganggapnya lucu dan malah mengernyitkan dahi.

"Aku berjanji akan pulang lebih cepat jika bisa."

"Silakan berjanji sesukamu, tapi penyelenggara acara selalu bisa punya cara mereka sendiri." Piper kemudian mengangkat bahu, "Entahlah, tapi kurasa hal-hal seperti inilah yang membuat 'janji' itu tak punya entitas pelindung, seperti cinta, kebijakan, atau peperangan. Selalu ada hal dari semesta yang tak mengizinkan kita untuk terus-menerus berjanji."

"—Hm, satu-satunya peradaban yang kutahu memiliki dewa pelindung janji hanya Nordik. Var. Juga dewa untuk sumpah. Tidak ada di Yunani dan Romawi—entahlah jika aku hanya kurang tahu."

"Aku juga tidak pernah dengar." Piper mengunyah sisa apel terakhirnya, kemudian mengalungkan tangannya di leher Jason. "Pulang cepat atau lambat, aku tidak mengapa, karena aku tahu kau tetap tahu ke mana harus menuju."

"Ow, sedang berusaha romantis, Pipes?"

end.


a/n: yah, setahuku sih, ya, setahuku, setelah mencari sana-sini, tidak ada dewa pelindung janji di romawi maupun yunani, bahkan di tempat2 lain, kecuali nordik. kalo punya info lain silakan kasi tahu XD