"Give Me A Second Chance" Chapt. 28
* Sebelumnya*
"Kyuhyun~ahhhh!" Hyorin terbangun dari tidurnya, dan terduduk.
"Kau kenapa yeoboe?" tanya Teukie yang duduk di tepi kasur dan menatapnya cemas.
Hyorin memeluk erat Teukie, lalu menangis tersedu-sedu, " Aku bermimpi…,Kyuhyun…telah terjadi sesuatu padanya. Aku sangat khawatir, yeoboe…ayo kita cari Kyuhyun!, hatiku benar-benar tidak tenang"
"Kau baru saja ke luar dari rumah sakit ,lagipula mimpi adalah bunga tidur. Jika kau sudah benar-benar sembuh, baru kita cari Kyuhyun" tolaknya.
*Selanjutnya*
"Kenapa kau selalu menolak untuk mencari Kyuhyun?!, jika sesuatu terjadi padanya bagimana?!"
"Kau hanya mimpi!, dan mimpimu itu akibat kau terlalu banyak berpikir yeoboe!, sebaiknya kau banyak beristirahat. Jika kau sudah benar-benar sehat, kita akan mencari Kyuhyun bersama"
"Benarkah?, kau harus janji untuk menepatinya!"
"Aku janji, yeoboe"
Hyorin senang mendengar bahwa Teukie berjanji padanya untuk mencari Kyuhyun bersama-sama.
Hyorin melepaskan pelukannya pada Teukie, dan menatapnya bahagia.
"Gumawo yeoboe" ucapnya.
"Mm…,dan kau harus sehat lebih dulu"
"Ne, aku akan segera sembuh" sahutnya dan tersenyum lebar.
Kyuhyun segera dilarikan ke Rumah Sakit Inha. Kyuhyun segera menerima pertolongan di bagian UGD, Hana mencoba untuk menenangkan Haru yang masih menangis,sedangkan Changmin berdiri di depan ruang UGD.
Changmin merasa sangat bersalah, karena dirinya yang menyebabkan Kyuhyun sakit dan Haru menangis.
"Changmin~ah!"
Changmin menoleh keasal suara yang memanggilnya. Terlihat Yoochun bergegas lari menghampirinya.
"Apa terjadi sesuatu?" tanyanya cemas.
Changmin menumpahkan air matanya saat ia memeluk Yoochun.
"Aku yang menyebabkan Kyuhyun seperti ini hyeong!, aku bersalah padanya juga Haru!, ini semua terjadi karenaku!" Changmin menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Kyuhyun.
"Nde!, ajussi jahat!, appa ku sakit, karena ajussi!" teriak Haru menyalahkannya.
"Haru~ah, jangan marah sama samchon ku!" ucap Hana sedih.
Changmin melepaskan pelukannya, kemudian ia berlutut di depan Haru.
"Miahe Haru~ah…ajussi salah, ajussi sangat bersalah. Ajussi menyesal!" Changmin tertunduk dan menangis terisak-isak.
Seorang Dokter dibagian UGD dan telah memeriksa Kyuhyun, ke luar dari UGD untuk menemui keluarga Kyuhyun.
"Dokter Han, bagaimana keadaan pasien yang baru saja dibawa kemari oleh dongsaeng saya?" tanya Yoochun yang mengenalnya.
"Apa pasien itu keluargamu, Yoochun~ssi?"
Changmin beranjak dan menyeka air matanya, "Bagaimana keadaan Kyuhyun?" tanyanya cemas.
"Kondisi pasien sangat lemah, apa pasien belum pernah berobat ?"
"Belum" sahut Changmin.
"Apa appa ku sakit?" tanya Haru khawatir. Matanya sembab karena menangis.
Dokter Han mengatakan kondisi yang sebenarnya pada Haru, dan hal itu membuat Yoochun juga Changmin cemas, karena mereka sering membohongi Haru mengenai kondisi Kyuhyun.
"Nde, appa mu sakit, dan harus berobat, jika tidak berobat, appa mu bisa meninggal"
"Dokter Han!" ucap Yoochun
"Meninggal?, aniyo….appa gak boleh meninggal!, appa gak boleh tinggalin Haru" tangisnya pecah, dan Haru berlari masuk ke dalam ruang UGD.
Changmin berlari mengejarnya, dan Yoochun kesal pada Dokter Han yang berbicara tanpa melihat situasi, "Kau keterlaluan!, seharusnya sebagai seorang Dokter, kau bisa menyembunyikan masalah yang sebenarnya dari anak sekecil itu!, kau lihat sekarang! , anak itu menangis karenamu!"
"Mianhe, tapi aku mengatakan yang sebenarnya"
"Huh!, kau membuat situasi semakin runyam saja!"
Di dalam ruang UGD, Haru mencari sosok Kyuhyun. Haru menatap wajah pucat Kyuhyun yang bernafas dibantu oleh masker oksigen.
"Appa…appa bangun!, appa jangan meninggal!..,appa…bangun appa!"seru Haru dan menggoyang-goyangkan lengan Kyuhyun.
Changmin meneteskan air matanya, ia menangis terisak-isak. Haru terus menerus berteriak memanggil Kyuhyun.
Taman ini sangat luas, angin berhembus lembut menyapa dedaunan yang menari-nari, beberapa kupu-kupu terbang, dan ada juga yang hinggap di beberapa bunga yang mekar.
Kyuhyun hanya sendiri di Taman seluas itu, ia bingung karena berada di sana.
"Aku ada dimana?, kenapa tempat ini sangat asing?, kenapa aku hanya sendiri?" gumamnya dan menatap sekeliling.
"Appa!"
Kyuhyun mendengar suara Haru memanggilnya, tapi tak menemukannya.
"Appa!"
"Haru!, Haru~ahhh, kamu dimana chagi? ,Haru~ahhh" teriak Kyuhyun.
"Kyuhyun!"
Kyuhyun menyipitkan matanya karena silau, seorang laki-laki tua berdiri tidak jauh darinya, dan berkata padanya.
"Kau siapa?" tanya Kyuhyun bingung.
"Aku adalah Lee Heechul, aku haraboji mu, Kyu"
"Haraboji?" Kyuhyun berjalan mendekatinya.
"Jangan mendekat"
"Kenapa haraboji?, haraboji tahu!, aku sangat merindukanmu?"
"Haraboji tahu, tapi ini bukanlah tempatmu, Kyu. Kau harus kembali, belum saatnya kau ada di sini"
"Kenapa haraboji?"
"Kembalilah, Kyu. Kau dengar suara anak kecil yang terus memanggilmu?, anak itu sangat menyayangimu. Kau harus kembali, temui Haru"
"Tapi haraboji sendirian"
"Tidak apa-apa, Kyu. Jika saatnya tiba, kau pasti akan datang menemuiku di sini"
"Benarkah?"
"Nde"
"Ne, aku pasti akan menemani haraboji di sini"
"Mm" angguknya.
"Sekarang pulanglah"
"Ne, haraboji" sahut Kyuhyun.
"Mian Donghae, bukan maksud kami mengaitkan masalah Ji Won denganmu. Tapi…" ucap Yunho merasa tidak enak hati.
"Huh!, kau membuat bad mood saja!" kesal Donghae.
Suny beranjak dari kursi, saat Suny berbalik, betapa terkejutnya Donghae, karena Suny mendengar semuanya. Suny sangat kecewa pada Donghae, Suny menatap tajam Donghae sesaat, kemudian pergi melewatinya.
"Suny" gumamnya pelan.
Suny ke luar dari Cafe, Donghae tersadar lalu ia bergegas mengejar Suny.
"Suny~ahhh" panggilnya, tapi Suny tidak peduli, Donghae berlari dan menarik tangannya, "Kau mau kemana?!, kau sudah berjanji untuk mengatakan semuanya padaku!"
"Cih!" sahutnya sinis.
Suny melepas paksa genggaman tangan Donghae padanya, lalu Suny menginjak kaki Donghae.
"Argh!"
Suny tersenyum sinis kemudian bergegas masuk dalam Taksi setelah ia menghentikannya saat melintas.
"Suny~ah!"" seru Donghae dan mengejarnya, namun Taksi yang ditumpangi Suny sudah pergi. Donghae segera masuk ke dalam Mobil untuk mengejar Suny.
Sungmin melihat Donghae bergegas masuk ke dalam Mobil, sewaktu Sungmin ke luar dari Toko pakaian seberang jalan Cafe yang dikunjungi Donghae. Sungmin penasaran kemana Donghae pergi
sebenarnya. Sungmin pun bergegas masuk dan mengikuti Donghae dengan
menggunakan mobilnya.
"Mau pergi kemana anak itu?" gumamnya.
"Pasti dia mau berbuat ulah lagi, aku harus mengikuti kemana dia pergi!"
Donghae tidak sadar jika Sungmin mengikutinya. Kendaraan di jalan cukup padat, Suny tahu bahwa Donghae mengikutinya, dia meminta sopir untuk mempercepat laju kendaraannya, agar Donghae kehilangan jejak, tapi Donghae sangat mahir mengendarai Mobil hingga Donghae selalu berhasil mengikutinya, sedangkan Sungmin berhenti mendadak ketika ada sebuah Mobil berwarna putih yang menyelipnya, hingga ia kehilangan jejak Donghae.
"Ish!, Mobil sialan!"umpatnya geram.
Donghae terus mengejar Taksi yang ditumpangi Suny. Awalnya Suny ingin menghindar, namun Suny teringat akan pesan Shindong padanya, hingga mau tidak mau Suny mengarahkan Sopir untuk membawanya ke Pemakaman. Suny meminta Sopir untuk berhenti, Suny ke luar setelah membayarnya.
Donghae memarkirkan Mobilnya di tepi jalan, meski bingung kenapa Suny pergi ke Pemakaman, tapi Donghae tetap mengejarnya untuk mencari jawaban yang sebenarnya.
"Suny!" panggilnya, tapi Suny pura-pura tidak mendengarnya, hingga membuat Donghae menarik paksa tangan Suny.
"Lepaskan tanganku!"
"Suny, katakan padaku apa maksud perkataanmu
saat itu?!"
"Untuk apa aku menjelaskannya padamu?!, karena tidak akan menghidupkan kembali Ji Won onni yang meninggal karenamu!"
"Karenaku?!, apa maksudmu? ,kenapa Ji Won meninggal karena perbuatanku?" tanyanya masih bingung.
"Ikut denganku!" sahut Suny ketus, dan melepaskan tangannya dari genggaman tangan Donghae.
Kemudian Suny berjalan di depannya,dan Donghae mengikutinya dari belakang. Donghae masih bingung kenapa Suny menyalahkannya atas kematian Ji Won.
Suny menghentikan langkahnya tepat di Makam Ji Won, "Onni, aku datang, dan kali ini aku tidak datang bersama Shindong oppa, tapi aku datang bersama dengan seseorang yang telah menyakitimu dan tidak mau mengakui Haru"
"Huh!, aku memang salah!, tapi Ji Won juga salah!" Donghae benci jika dirinya selalu di cap bersalah.
"HAHA!, Ji Won onni salah katamu?!, Hey!, Lee Donghae!, seharusnya kau menerima semua hukumanmu!, dan seharusnya yang di Makamkan di sini adalah dirimu!" sahut Suny dengan mata berkaca-kaca.
"Kenapa?!, kenapa kau selalu menyalahkanku?!" Bentaknya.
"Karena menyelamatkanmu!, kondisi penyakit Ji Won onni bertambah parah!, bahkan Ji Won meninggal di tempat karena Ji Won onni sudah tidak bisa bertahan lagi!"
"Apa maksudmu?"
Suny menceritakan semuanya pada Donghae, hingga membuat Donghae terduduk lemas di depan Makam Ji Won.
~flashback~
"Onni mau kemana?" tanya Suny pada Ji Won yang mengenakan sweater abu-abu berlapis mantel juga syal putih di lehernya, karena di luar sangat dingin.
"Aku ingin jalan-jalan, Suny. Aku bosan jika di kamar terus" sahutnya dan mengenakan kaos kaki.
"Tapi ini sudah malam, onni. Kau juga masih sakit, bagaimana jika penyakitmu kambuh?"
"Aku tidak apa-apa, Suny. Lagipula…aku ingin sekali melihat Donghae oppa. Setelah aku memberikan Haru ke keluarganya, meski dia tidak ingin mengakui Haru sebagai anaknya, setidaknya ada yang merawat Haru, dan aku sangat merindukan Donghae oppa"
"Kenapa selalu Donghae yang ada dipikiranmu onni?!, apa dia mencarimu?!, apa dia mencemaskanmu?!, tidakkan?!, dia tidak pernah peduli padamu, onni!"
"Suny~ah, anggap saja ini adalah kesempatan terakhirku untuk melihatnya, walau hanya dari jauh dan tidak menyapanya, tapi bagiku, itu lebih dari cukup"
" Tapi onni…"
"Aku mohon, Suny. Kali ini saja, biarkan aku bertemu dengan Donghae oppa. Aku janji, tidak akan menemuinya lagi setelah hari ini" pintanya.
Suny sangat mengetahui hati Ji Won, betapa Ji Won sangat mencintainya, betapa Ji Won harus merelakan Kuliahnya demi melahirkan Haru. Suny pun luluh dan mengizinkan Ji Won bertemu dengan Donghae.
Setelah Ji Won pergi, Suny tidak tenang, hingga ia mengikuti kemana Ji Won pergi. Sesekali Suny berhenti da bersembunyi karena Ji Won merasa ada yang mengikutinya. Setelah Ji Won melanjutkan langkahnya, Suny kembali mengikutinya.
Suny bersembunyi dari balik Pohon Pinus. Dari kejauhan Suny melihat Ji Won bersembunyi di balik tiang lampu jalan, saat Donghae berjalan menuju Mobil yang diparkirnya. Suny tampak terkejut ketika ada seorang laki-laki berpakaian serba hitam seperti mengeluarkan sesuatu dari dalam saku mantel hitamnya. Ia berjalan di belakang Donghae. Suny ingin berteriak, tapi ia mengurungkan niatnya karena bagi Suny, lebih baik Donghae menerima akibatnya. Tapi dugaan Suny salah, karena Ji Won tampak berlari kearah laki-laki itu dan berdiri di depannya. Sedangkan Donghae yang tidak tahu menahu masuk ke dalam Mobil dan pergi meninggalkan Perusahaan ayahnya. Setelah laki-laki berpakaian hitam itu pergi karena ketakutan , Ji Won berjalan sambil memegang bagian perutnya yang masih tertancap belati, dan ia melangkah ke tengah jalan sembari memandangi Mobil Donghae yang semakin menghilang dari hadapannya. Ji Won menahan rasa sakit dibagian perutnya, Ji Won sengaja tidak bergeming dari posisinya ketika sebuah Mobil melaju kearahnya, karena si pengemudi tampak mabuk hingga ia menabrak Ji Won. Suny sangat shock melihatnya.
"Onni!" teriak Suny yang berlari kearahnya.
"Onni!" Suny sangat panik, ia memeluk tubuh Ji Won yang bersimbah darah, dan sebilah belati masih tertancap di perutnya.
"Onni!, ku mohon bertahanlah!, Tolong!, Tolong aku!"
"Bertahanlah onni!, ku mohon!" Suny menangis sambil memeluk Ji Won. Wajah Ji Won semakin pucat, tangannya bergetar saat ia berusaha menyeka air mata Suny.
"Ja…jangan…me…nangis…Su…ny"
"Bertahanlah onni!, ku mohon!"
"A…aku…aku…ba…hagia…,a..aku…su…dah…me..li..hatnya…un..tuk..ter…akhir…ka…li"
"Jangan berkata seperti itu onni!, kau tidak boleh mati. Kau pasti masih bisa bertemu dengannya lagi!" Ji Won menggelengkan kepalanya dan berusaha tersenyum.
"A…aku…ti…dak…kuat..la…gi" ucapnya terbata-bata.
"Onni!, ku mohon bertahanlah!"
Ji Won tersenyum untuk terakhir kalinya dipelukan Suny.
"Onni!" tangisnya histeris.
~flashback end~
"Ini semua terjadi karenamu!"
"Kau tahu Ji Won onni sangat mencintaimu!, bahkan rela mati karenamu!, dan kau masih tetap menyalahkannya!, kau bahkan tidak mau mengakui anakmu sendiri?!, Ji Won onni mempertaruhkan nyawanya hanya demi melahirkan anak kalian!, selama Ji Won onni hamil!, kau tidak ada kabar, hingga Ji Won onni harus berhenti Kuliah dan bekerja untuk membiayai hidupnya, juga anak yang ada dalam kandungannya!, Ji Won onni bahkan rela tidak melanjutkan Kemoterapi , tapi bekerja agar Haru bisa hidup seperti bayi lainnya!, kau tahu perjuangan Ji Won onni sangat berat!, dan kau!, kau sama sekali tidak peduli pada mereka!, kau namja B#*#¥ %, seharusnya kau yang menderita, bukan orang-orang baik seperti mereka!, bukan hanya Ji Won onni!, tapi juga Haru dan namdongsaeng mu sendiri!"
Donghae merasa tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya dari mulut Suny.
"Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan hal ini padamu! ,karena aku sangat membencimu, Lee Donghae!, kau tidak pantas menjadi appa bagi Haru, dan aku bersyukur Ji Won onni telah pergi dari Dunia ini!, setidaknya namja sepertimu, tidak bisa menyakitinya lagi!"
Donghae hanya diam, air matanya mengalir karena semua yang dikatakan Suny padanya itu benar. Suny merasa lega karena telah menyampaikannya pada Donghae. Suny kemudian pergi meninggalkan Donghae seorang diri di depan Makam Ji Won.
Kyuhyun mulai sadar, ia membuka matanya perlahan-lahan. Kyuhyun menatap Haru yang masih menangis karenanya.
"Haru~ah" panggil Kyuhyun lemah.
Haru segera menyeka air matanya, "Appa" ucap Haru senang.
Changmin menatap lirih pada mereka, Changmin menghampiri Kyuhyun untuk meminta maaf padanya, "Mianhe, aku bersalah pada kalian" sesal Changmin.
"Ajussi jangan dekat-dekat lagi dengan appa ku!, ajussi jahat!" Seru Haru mengusirnya.
Kyuhyun melepas masker oksigen, dan menasehati Haru.
"Haru~ah, Changmin ajussi tidak jahat. Haru tidak boleh mengusirnya seperti itu"
"Tapi, ajussi bilang Haru bukan anak appa!, ajussi pasti jahat!"
"Haru~ah, cheongmal mianhe. Ajussi tidak akan berkata seperti itu lagi. Haru tetap anak appa"
"Haru dengarkan?, Haru adalah anak appa, hanya anak appa" ucap Kyuhyun.
"Kyu, mianhe…aku tidak akan membahas tentang masalah itu lagi. Aku tidak ingin melihatmu sakit seperti ini"
"Appa~, tadi Dokter bilang appa sakit, dan bisa meninggal. Appa gak boleh meninggal!, appa gak boleh tinggalin Haru sendirian" ucapnya sedih dan air matanya kembali mengalir. Kyuhyun mencoba beranjak, dan Changmin membantunya, Kyuhyun menyeka air mata Haru.
"Appa tidak akan pergi, bukankah kita sudah berjanji, walau apapun yang terjadi, kita harus bersama"
"Eoh" sahutnya dan mengangguk.
Kyuhyun tersenyum padanya.
Donghae menangis meratapi penyesalannya di depan Makam Ji Won. Matanya sembab, dan ia memukul dadanya karena sesak akibat rasa bersalahnya.
"Kenapa kau tidak mengatakan padaku bahwa kau sakit, Ji Won?!, kenapa kau harus menanggungnya sendiri?!, KENAPA?!"
"Kau tahu!, aku juga sangat mencintaimu!, tapi kenapa kau membuatku harus menyakiti kalian?!"
"Kenapa Ji Won?!, kenapa kau harus menyelamatkan nyawaku?!" "Aku bersalah padamu!, aku sangat bersalah!" sesalnya.
Donghae menangis dan terus menangis.
TBC
