Title : Throbbing Tonight

Author : Thazt

Pair : Yunjae

Cast : All DBSK member and Super Junior

Genre : Adventure, fantasy, romance, humour.

Rating : PG15 - NC17

Lenght : Chapter 28 - Epilogue

Disclaimer : Throbbing Tonight © Koi Ikeno and all Character of this fanfiction is belong to themseleves and God.

Happy Reading!

"Would you marry me? Be the part of my life forever? Complete me?"

"Yes, I do."

0ooo0

Throbbing Tonight – Chapter 28

Epilogue

0ooo0

:: Jaejoong POV ::

"Hyaa—Appa..." kuremas lengan jas Appa yang sedang kugandeng dengan erat. Kendaraan semacam kereta yang sedang kami kendarai saat ini membelah mulus jalanan kota Dunia Setan yang sangat sepi semenjak kemarin malam karena mereka semua sedang berkumpul di satu tempat.

"Santai saja, Jae." Bisik Appa. Aish.. bagaimana mungkin aku bisa tenang di hari ini? Di hari pernikahan ku pula?

Ya.. setelah 12 tahun di dunia setan atau yang sama dengan 6 di dunia manusia berlalu pasca perang besar dengan Donghae, akhirnya Yunho melamarku setelah kami menyelesaikan studi kami di bangku kuliah. Tentu saja aku langsung menerimanya tanpa berpikir lagi.

Dan sekarang... di sinilah aku berada. Bersama Appa yang akan melepaskanku pada Yunho. Di dalam sebuah kereta kuda kerajaan yang akan membawaku menuju ke sebuah gereja terbesar di dunia setan yang terletak di atas bukit.

"Aku gugup." Jujurku pada Appa. Jemariku bergerak tak teratur memainkan gaun pengantin yang kugunakan sekarang ini. Kenapa aku yang menggunakan gaun? Karena akulah wanita dalam hubungan ini. Lagipula wajah dan tubuh seperti Yunho itu jika menggunakan gaun pastinya akan amat sangat tidak cocok.

Appa menepuk tanganku yang melingkar di lengannya dengan lembut. "Appa mengerti perasaanmu. Tidak ada orang yang tidak gugup di hari pernikahan mereka." Appa mengendipkan satu matanya ke arahku. Membuatku berhasil menyunggingkan senyum.

:: End Jaejoong POV ::

[The Provlocater Cathedral]

Yunho duduk dengan gugup di dalam gereja tempatnya akan mengucapkan janji sehidup sematinya dengan Jaejoong. Orang yang akan menjadi pendampingnya untuk selamanya.

Tamu-tamu penting mulai berdatangan dan masuk ke dalam gereja sementara rakyat dunia setan berkumpul di luar gereja yang sangat rindang dengan tujuan yang sama. menyaksikan sang pangeran pertama dunia setan melangsungkan pernikahannya.

"Rileks saja." Yunho mendongakkan kepalanya dan menemukan sosok Siwon berserta istrinya, Kibum sedang berdiri dihadapannya.

Yunho segera menunduk hormat, "Terima kasih sudah mau datang, Yang Mulia." Ujarnya sopan.

Tawa halus terdengar dari mulut Siwon. "Jangan memanggilku Yang Mulia. Kau itu kakakku." Ditepuknya pundak Yunho dengan pelan.

Yunho mengalihkan pandangannya pada Kibum yang sudah resmi menjadi istri Siwon semenjak satu setengah tahun yang lalu, bersamaan dengan pengangkatan Siwon menjadi raja baru Dunia Setan. "Sepertinya kau terlihat sedikit gendut, Kibum-ah." Tanya Yunho. Ia bisa melihat perut Kibum yang sedikit membesar.

Kibum menundukkan wajahnya yang sedikit tersipu malu. "Dia sedang hamil saat ini." Siwon menjawab pertanyaan Yunho sambil melingkarkan satu tangannya di pinggang sang istri.

"Woaahh- Chukkae." Ucap Yunho tulus dan bahagia.

"Semoga kau dan Jaejoong bsa secepatnya menyusul kami." Senyum Kibum.

"Pengantin wanita akan segere telah tiba!" ucapan lantang sang penjaga pintu gereja membuat Yunho dan Siwon menghentikan pembicaraan mereka. Siwon mengajak Kibum kembali ke tempat duduk mereka sementara Yunho dengan sigap langsung berdiri dan berjalan tegap menuju altar. Ia kembali menghembuskan nafas gugup.

Sebentar lagi Jaejoong akan muncul dan mereka akan mengucapkan janji yang akan mengikat mereka untuk selamanya.

Kangin yang berdiri di samping Yunho, menepuk pundak sang anak dan meremasnya pelan. Yunho melirik ke arah Kangin dan tersenyum gugup.

Suara deritan pintu gereja yang terbuka secara perlahan membuat Yunho secara refleks membalikkan badannya menghadap pintu masuk bersamaan dengan para tamu yang juga berdiri dan mengahadap ke arah pintu.

::Yunho POV ::

OH MY GOD!

Aku tak tahu kata apa yang sanggup mendeskripsikan penampilan Jaejoong sekarang. He is so damn beautiful and perfect!

Gaun pengantinnya yang simpel namun terlihat elegan menempel dengan sangat pas di tubuhnya. Dengan langkah anggun dan pelan dan diiringi musik lembut khas acara pernikahan, ia berjalan menyusuri karpet merah di sepanjang lorong gereja yang menghubungkan kami. Di sampingnya Hankyung aboji mendampinginya dengan sebuah senyuman yang menghiasi wajahnya.

Jaejoong tersenyum malu-malu ke arahku. Sementara aku hanya memandangnya tanpa berkedip dengan seulas senyum bangga yang terukir di wajahku. Aku masih belum bisa percaya, aku akan segera menikahi sesosok mahluk tuhan yang menurutku sangat sempurna meskipun ia seorang laki-laki.

Aku terus memeperhatikan Jaejoong hingga akhirnya ia tiba di hadapanku. Hankyung aboji melepaskan tangan Jaejoong yang berada di lengannya dan mengulurkannya padaku. Dengan gerakan mantap aku langsung meraih tangan Jaejoong dan mengenggamnya erat.

"Kuserahkan ia padamu." Ucap Hankyung aboji pelan dan langsung berjalan ke arah samping Jaejoong.

Kutatap Jaejoong dan tersenyum seraya membalikkan badan kami menghadap pendeta yang akan memimpin upacara pernikahan kami.

::End Yunho POV::

Sang pendeta berdehem pelan sebelum memulai ceramah singkatnya sebelum memulai pengucapan sumpah untuk kedua mempelai.

Jaejoong mengenggam erat tangan Yunho yang berdiri tegak di sampingnya dengan raut wajah datar. Ia sama sekali tak bisa menangkap apakah Yunho sama tegang nya seperti nya atau tidak.

"Apakah kalian berdua siap?" suara sang pendeta membuat Jaejoong sedikit kaget. Namun sedetik kemudian ia tersenyum dan mengucap kalimat 'siap' tak lama setelah Yunho dengan tegasnya mendeklarasikan jika ia siap.

Sang pendeta kembali bertanya, "Jika di antara hadirin sekalian ada yang berkeberatan dengan pernikahan ini, silahkan berbicara sekarang."

Yunho menahan nafasnya kala sang pendeta bertanya hal itu. Ia takut jika ada seseorang entah siapapun itu datang dan merusak semua kebahagiaannya hari ini.

Satu menit

Dua menit

Ia menghembuskan nafas lega saat tak ada satupun yang membuka suara mereka.

Sang pendeta tersenyum tipis. "Karena tidak ada yang menolak pernikahan ini, pengucapan sumpah akan saya mulai." Dibenarkannya kacamatanya yang sedikit melorot sebelum memulai ucapannya. "Di sini.. Ditempat yang suci dan dihadapan Tuhan. Dua anak manusia ini akan mempersatukan ikatan mereka dalam satu ikatan suci. Pernikahan. Jung Yunho, apakah kau bersedia menerima Kim Jaejoong sebagai pasangan hidupmu untuk selamanya dan saling membantu di saat duka ataupun senang, di saat sakit ataupun sehat maupun di saat kaya ataupun miskin?"

Yunho menarik nafas. "Aku bersedia." Ucapnya mantap.

"Dan kau Kim Jaejoong, apakah kau bersedia menerima Jung Yunho sebagai pasangan hidupmu untuk selamanya dan saling membantu di saat duka ataupun senang, di saat sakit ataupun sehat, maupun di saat kaya ataupun miskin?"

"Aku bersedia." Balas Jaejoong.

Leeteuk maju ke depan dengan membawa sebuah kotak merah beludru yang di dalamnya tersemat dua buah cincin pernikahan Yunho dan Jaejoong yang sangat berwarna keemasan dengan mata sebuah batu berlian kecil. "Silahkan memasangkan cincin pada pasangan kalian masing-masing." Perintah sang pendeta pelan.

Tangan Yunho terjulur dan mengambil satu cincin yang berukuran lebih kecil dengan namanya yang terukir di bagian dalam cincin. Diraihnya tanganJaejoong dan menyematkan cincinnya di jari manisnya.

Begitu Yunho selesai, Jaejoong pun melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Yunho.

"Silahkan mencium pasangan anda." Ucap sang pendeta begitu Yunho dan Jaejoong selesai memakaikan cincin.

Yunho menghadap Jaejoong dan merengkuh pinggangnya dalam satu gerakan, menariknya mendekat ke arahnya. "Kau milikku seutuhnya." Bisik Yunho pelan sebelum menyatukan bibir mereka dengan gerakan lembut diiringi dengan tepukan tangan yang membahana dari para tamu maupun rakyat dunia setan yang berada di luar gereja.

::Thazt::

Sebuah pesta besar di adakan, taman istana dunia seta disulap dan ditata sedemikan indah dan megahnya demi menciptakan sebuah pesta pernikahan yang elegan dan mewah.

Seluruh masyarakat dunia setan datang dan mengucapkan selamat pada sang pengantin baru. Jung Yunho dan Kim Jaejoong.

Dengan seulas senyum bahagia Yunho dan Jaejoong terus bergerak ke seluruh areal tempat pesta mereka. Kini gaun pengantin Jaejoong telah berganti dengan tuksedo putih dan begitu juga dengan Yunho.

"Junsu!" Jaejoong langsung berjalan cepat ke arah sahabatnya yang baru saja datang bersama sang kekasih, siapa lagi jika bukan Park Yoochun.

"Woahh.. Jae.. istana ini sungguh indah." Takjub Junsu. "Aku kira istana seperti ini hanya ada di dunia dongeng."

"Bisa saja." Kekeh Jaejoong pelan. "Yaah, aku beruntung karena menikah dengan seorang pangeran."

"Yayaya..jika aku tahu, Yunho adalah seorang pangeran aku tak akan melepaskannya padamu" pekik Junsu bersemangat.

"Yah, Su! Jadi kau menyesal memilihku?" sahut Yoochun berpura-pura kesal.

Junsu langsung melemparkan cengirannya pada Yoochun, "Hehehe.. Aku cuma bercanda, Yoochunie. Aku sayang dan cinta kok padamu." Dikecupnya pipi Yoochun sebentar.

"Ngomong-ngomong kapan kalian akan menikah?" goda Jaejoong. Bibirnya melengkung dan membuat kekehan kecil.

"Iya! Kapan kau akan melamarku, Chunnie?" tanya Junsu. "Kau itu lamban sekali."

"Mungkin aku enggak akan melamarmu." Balas Yoochun santai.

"Yah!" tangan Junsu bergerak dan meninju keras lengan atas Yoochun dan membuat Yoochun mengaduh kesakitan. "Tega sekali!" Junsu membuang muka dengan wajah kesal dan tangan yang terlipat di depan dadanya.

"Ups.. Mianhae chagiya.." Yoochun memeluk tubuh Junsu dari belakang dan berbisik pelan. "Tunggu saja, oke."

"Kalian ini. Selesaikan sajalah masalah kalian dan nikmatilah hidangan yang ada. Aku kembali ke tempat Yunnie dulu. Bye." Jaejoong melambaikan tangannya dan segera berlalu dari pasangan itu.

"Katanya nggak mau melamarku!" ketus Junsu.

"Cuma bercanda.. mana mungkin aku nggak mau melamarmu? Aku nggak sudi kamu sama orang lain." Balas Yoochun.

"Benarkah?"

"Iya.. My Dolphin."

"Tunggu apa lagi? Ayo kita coba hidangan yang ada. Aku tidak pernah mencoba masakan kerajaan." Dengan bersemangat Junsu langsung menarik Yoochun untuk mencoba satu persatu hidangan yang ada. Sementara Yoochun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat mood sang kekasih yang cepat sekali berubah.

Hari mulai menjelang sore, tapi pesta itu masih sangat ramai dan semakin meriah dengan musik bertempo cepat yang dimainkan, ditambah dengan beberapa pasangan yang mulai berdansa dengan bersemangat.

"Dance?" tawar Yunho ke arah Jaejoong dengan telapak tangan yang terjulur ke arah Jaejoong.

"Dengan senang hati." Balas Jaejoong dengan tawa manis yang terdengar dari mulutnya.

Heechul menyenggol lengan Leeteuk. "Ganti lagunya. Yunho dan Jaejoong bergerak ke arah tempat dansa." Suruh Heechul yang langsung di sambut dengan senang hati oleh Leeteuk, ia langsung menuju tempat para pemain musik dan membisikkan sesuatu.

Tak lama, para pemusik itu mengangguk mengerti dan mulai menyiapkan musik mereka. Sebuah musik klasik yang lembut mulai mengalun. Semua pasangan dansa yang tadinya berdansa dengan gerakan bersemangat mulai mengganti posisi mereka.

Tak terkecuali Yunho dan Jaejoong, Yunho melingkarkan kedua tangannya di pinggang Jaejoong sementara Jaejoong melingkarkan tangannya di leher Yunho dan mulai bergerak pelan sesuai irama lagu.

"Aku senang bisa mengenalmu, Jaejoongie." Bisik Yunho pelan.

Jaejoong mendongakkan kepalanya sedikit dan menatap Yunho lebih dalam. "Aku juga." Balasnya.

Yunho menyentuhkan dahinya di dahi Jaejoong. "Rasanya menakjubkan jika mengingat awal kita bertemu. Bagaimana aku begitu cuek padamu dan lihat sekarang, aku jatuh dalam pelukanmu."

"Aku lebih tak menyangka, jika orang yang membuatku jatuh cinta dari pertama kita bertemu kini menjadi suamiku." Balas Jaejoong.

"Yeah.. aku juga tak menyangka jika orang yang selalu ribut dengan Junsu dan terkadang sungguh mengganggu hari-hariku di sekolah kini menjadi istri ku."

Tanpa mereka berdua sadari, kini hanya ada merek berdua di tengah-tengah area dansa degan dikelilingi seluruh tamu undangan yang memandang mereka dengan tatapan iri dan kagum.

"Saraghae, BooJaejoongie." Bisik Yunho pelan. Perlahan wajahnya mulai mendekat ke arah Jaejoong. "Saranghae, Yunnie." Balas Jaejoong sebelum bibirnya dilumat dengan halus oleh bibir Yunho.

::Thazt::

Jaejoong berdiri di balkon sebuah villa di mana ia dan Yunho akan menghabiskan waktu berbulan madu mereka. Menikmati semilir angin malam yang membuatnya merasa lebih rileks setelah pesta besar-besaran yang mereka lalui.

"Egh.. Yunnie.." Jaejoong berbisik pelan kala merasakan dekapan tangan kekar milik Yunho yang kini telah sah menjadi suaminya itu dipinggangnya. Disandarkannya punggungnya di dada Yunho, mencari sebuah kenyamanan.

"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Yunho.

"Hanya menikmati angin malam." Jawab Jaejoong.

"Kau bisa kedinginan, Boo."

"Sudah tak lagi." Ditepuknya tangan Yunho yang saling terkait di perutnya dengan pelan. "Kau sudah menghangatkanku sekarang."

Yunho sibuk mengharumi rambut Jaejoong yang masih setengah basah. "Kau tidak lelah?" tanya Yunho kembali. Tangannya semakin erat mendekap Jaejoong dalam pelukannya. "Aku yakin pesta tadi benar-benar menguras tenagamu."

"Tidak." Jawab Jaejoong santai. "Yun, pulau ini memiliki pemandangan yang indah. Aku suka." Bisiknya pelan. Ia menatap pemandangan pulau tempatnya dan Yunho berada. Sebuah pulau kecil di tengah lautan luas di ujung barat Dunia Setan. Pulau yang saat ini hanya dihuni oleh Yunho dan Jaejoong. Berdua saja.

"Pulau ini milik kita, Boo." Yunho menyandarkan dagunya di pundak Jaejoong yang sedikit terekspos karena baju kerah v-neck yang digunakannya.

"Benarkah?" tanya Jaejoong tak percaya. 'Apakah ini yang dimaksud oleh Leeteuk omoni sebagai hadiah pernikahan kami?' batinnya.

"Nde.. Umma memberikannya sebagai hadiah pernikahan kita." Jawab Yunho disertai dengan gerakan wajahnya yang mulai mengecup ringan pundak Jaejoong.

"Ungh—geliii.." bisik Jaejoong pelan kala Yunho mulai memberikan kecupan-kecupan serta hisapan pelan di leher jenjangnya yang menurut Yunho sendiri leher Jaejoong itu mempunyai daya tarik tersendiri yang tak bisa dilewatkan setelah bibir plum cherry milik Jaejoong yang tentu saja amat sangat mengoda untuk dicicipi.

Yunho tak bergeming. Ia terus saja melakukan aksinya mengekplorasi leher Jaejoong dan membuat sang pemiliknya mulai mendesah kecil. Tangan kiri melingkar di pinggang Jaejoong sementara tangan kanannya mulia bergerak naik dan bermain-main di area dada Jaejoong yang terekpose.

"Yunhooo-" Jaejoong sedikit menjerit kaget dengan perubahan gerakan Yunho yang tiba-tiba saja dengan cepat meraup tubuhnya dan membawanya masuk. Secara refleks Jaejoong melingkarkan tangannya di leher Yunho agar dirinya tak jatuh.

Suara deritan kecil ranjang akibat tubuh Jaejoong yang terhempas pelan ke atasnya terdengar samar. Jaejoong mengerjabkan matanya beberapa kali sambil menatap Yunho yang telah mengurung dirinya dari atas.

"Bisa kita lakukan itu sekarang? Aku sudah tak tahan." Yunho menatap wajah Jaejoong yang merona merah karena perkataannya tadi. Tangan Yunho bergerak membelai lembut pipi Jaejoong dengan mata yang menatap intens pada mata Jaejoong.

Perlahan Jaejoong menganggukkan kepalanya dengan wajah semerah apel. "Lakukan lah."

::Thazt::

"Pagi, Yun." Jaejoong mengecup sekilas bibir Yunho sebelum berniat beranjak turun dari kasur menuju kamar mandi. Belum sempat ia bangkit, Yunho sudah terlebih dulu menarik tangan Jaejoong hingga jatuh tepat ke atas tubuhnya. Dikecupnya bibir plum Jaejoong sekilas dan melempar senyum kekanak-kanakannya.

"Mau kemana?" tanya Yunho.

"Mau mandi, badanku lengket semua." Jawab Jaejoong

Yunho menyunggingkan seringaiannya, "Ok! Ayo kita mandi!" Belum sempat Jaejoong memberontak, Yunho sudah terlebih dahulu menggendong tubuhnya dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.

"Yah! Jung Yunho!" jerit Jaejoong.

Tak lama berselang, suara desahan dan erangan kembali terdengar dari dalam kamar mandi itu.

"Jae." Panggil Yunho. Jaejoong yang sedang berjalan santai di samping Yunho langsung menolehkan kepalanya dan tersenyum. Saat ini mereka sedang berjalan-jalan mengelilingi pulau yang tak terlalu luas itu.

"Kenapa?"

"Err.. itu.." Yunho menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. Ia benar-benar terlihat salah tingkah saat ini.

"Ada apa?" tanya Jaejoong, ia menghentikan langkahnya dan menempelkan tangannya di pipi Yunho.

Dengan wajah yang sedikit memerah akhirnya Yunho membuka mulutnya, "Errr... Apa kau seperti Heechul omoni yang mempunyai rahim atau seperti Umma yang harus meminum tetesan bunga bulan untuk bisa mempunyai rahim?" tanyanya pelan menahan malu.

Jaejoong mengerjab-ngerjabkan matanya sesaat lalu terkekeh pelan. Dielusnya pipi Yunho pelan dan menyunggingkan senyum. "Apa aku belum bilang padamu jika aku mempunyai rahim?"

Wajah Yunho berubah kaget dan berangsur-angsur melemas, "Benarkah? Kau tak pernah mengatakan itu Boo." Diraihnya pinggang Jaejoong dan memeluknya.

"Itulah mengapa Umma membuat peraturan yang aneh dan banyak itu, Yun." Jelas Jaejoong.

Yunho tersenyum dan meraih tengkuk Jaejoong lalu menyambar bibir plum itu dan melumatnya. "Kalau begitu, ayo kita membuat anak lagi." Seringainya.

-oooo-ooo-ooo-oooo-

"Joongie!" Jaejoong langsung menghambur ke pelukan Heechul yang sudah menunggunya di pintu ruang bawah tanah.

"Sepertinya kau tambah gendut, sayang." Ucap Heechul.

"Mau bagaimana lagi, Umma. Kerjaanku di sana Cuma makan dan tidur sambil sesekali mengelilingi pulau bersama Yunnie." Kekeh Jaejoong pelan.

Heechul mencubit pipi anaknya itu dengan gemas. "Ayo kita duduk dan mengobrol. Satu bulan kau pergi berbulan madu dan meninggalkan Umma."

Jaejoong melempar senyum pada Yunho. "Ayo." Ajaknya pada Yunho.

Dan sepanjang haripun di sepanjang pagi hingga sore itu dihabiskan oleh Yunho, Jaejoong, Hankyung, dan Heechul untuk mengobrol.

"Umma sedang memasak apa?" Jaejoong yang sedang menuruni tangga bertanya pada sang Umma yang sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam. Jaejoong berjalan menuju dapur dengan santai sebelum ia mencium sesuatu yang berasal dari dapur dan membuat perutnya bergejolak dengan hebat.

"Ukh." Gumam Jaejoong. "Apa yang sedang Umma masak?"

"Daging sa—" ucapan Heechul terpotong oleh suara Jaejoong yang terdengar seperti menahan muntah dan di susul oleh derap langkah nyaring Jaejoong yang sepertinya terdengar menuju arah kamar mandi.

Heechul segera mematikan kompor dan melesat menuju tempat Jaejoong.

"Gwaenchana?" tanya Heechul pada Jaejoong yang sibuk membersihkan mulutnya.

"Aku mual mencium bau daging sapi asap itu." Jujur Jaejoong.

Heechul mengernyit bingung dan sedetik kemudian ia tersenyum senang. "Apa kau sering merasa pusing saat bangun pagi?" tanyanya.

Jaejoong mengangguk. "Jaejoongie! Kau hamil sayang!" jerit Heechul keras.

"A-Aku hamil?" ulang Jaejoong tak percaya.

Heechul berteriak nyaring, "YUNHO! HANKYUNG!" dalam sekejab Yunho dan Hankyung turun tergopoh-gopoh menuruni tangga.

"Kenapa? Ada apa?" tanya Hankyung panik. "Ada sesuatu yang terjadi?"

"Cepat panggil Changmin ke sini! Dia harus memeriksa Jaejoong sekarang juga!" jerit heechul yang tak mampu menahan rasa gembiranya.

"Ada dengan Jaejoong, Omoni?" tanya Yunho tak sabar. Ia merasa sangat khawatir. "Apa dia sakit parah?"

"Cepat Hankyung!" gertak Heechul yang langsung membuat Hankyung berlari cepat menuju ruang bawah tanah dan memanggil Changmin. "Yun, bawa Jaejoong ke kamar kalian." Tanpa basa basi, Yunho langsung memeluk Jaejoong dan bertransportasi menuju kamar mereka.

Yunho merebahkan Jaejoong di kasur dan menyelimutinya, sementara ia duduk di sisi pinggir kasur dan mengenggam tangan Jaejoong. "Apa kau sedang sakit?" khawatirnya pelan.

Jaejoong menggeleng, "Aku baik-baik saja." Jawabnya.

"Lalu kenapa Omoni sehisteris itu?" desak Yunho.

"Itu..." Jaejoong menutup wajahnya dengan selimut karena ia tiba-tiba saja merasa amat sangat malu. Yunho menatap Jaejoong dengan padangan yang benar-benar sangat khawatir.

Pintu kamar terbuka dengan cukup keras da memunculkan serombongan orang yang membuat Yunho maupun Jaejoong terkejut.

Hankyung, Heechul, Kangin, Leeteuk, dan Changmin langsung menghambur masuk ke dalam kamar dan berdiri mengelilingi ranjang yang sedang ditiduri Jaejoong. Sementara Changmin meraih tangan Jaejoong untuk memeriksanya dan juga memerikasa bagian lainnya.

Beberapa menit kemudian, Changmin tersenyum lebar dan berdiri. "Jaejoong positif hamil 3 minggu."

Yunho langsung melopat dari kasur dengan wajah terkejut. "Jeongmal?" tanyanya tak percaya, sementara orang tua mereka sudah berteriak kegirangan.

Changmin menepuk pundak Yunho, "Selamat, Kau akan menjadi ayah." Ucapnya senang. Raut wajah Yunho langsung berubah riang. "Aku akan jadi Appa!" teriaknya senang, Yunho langsung naik ke atas kasur dan langsung memeluk Jaejoong dengan sayang.

"Malam ini kita pesat untuk merayakan kehamilan, Jaejoongi!" teriak Leeteuk yang langsung disambut dengan teriakan persetujuan dari Hankyung, Heechul, dan Kangin.

"Gomawo, Boo." Yunho mengecupi pipi Jaejoong berkali-kali. Ia tak tahu, kalimat apa yang bisa melukiskan perasaannya saat ini. Ia merasa amat sangat bahagia.

Jaejoong menggerakkan badannya menyamping dan menenggelamkan wajahnya di dada Yunho. "Cheonma.." balas Jaejoong dengan tak kalah bahagia.

Sebentar lagi, ia dan Yunho akan mempunyai sebuah keluarga lengkap dan akan ia pastikan keluarga kecilnya itu kelak akan penuh dengan kebahagian.

== THE END==

Gimana?

Epilogue yang nggak terlalu buruk kan?

Hhh.. Akhirnya seri terakhir dari Throobing Tonight selesai juga.. :D

hari ini aku update sampai tamat..:)

-o-o-o

*review reply di chap 25*

-o Park Minnie : ini udah aku update sampai epilog, semoga nggak capek bacanya.. :)

-o Shin Young Rin : ini lanjutannya.. semoga suka.. :)

-o Shappire Pearls : iya panggil aku terserah kamu deh..:)

yup, Donghae cinta beneran ini sama Eunhyuk..

nih update kilat, tiga chap lagi.. ^^

jangan capek ya bacanya.. :)

-o Jung Ah Mi : masalah itu ya?

kalo emang benaran mau di larang sih, aku nyantai aja..

aku punya blog sih.. ^^ nanti ngungsi ke blog ku ya.. www(dot)fanfictionetworks(dot)wordpress(dot)com

readers yang lainnya juga yaah..^^

kalau mau ketemu aku lagi, mampir aja blog ku..

ada fanfic Yunjae, Yoosu, Jaesu, Homin, Jaemin, dll...

.

terakhir, mind to comment?

ini chap selanjutnya ya.. :)