CATATAN AKHIR
Selamat pagi, semuanya!
Menimbang beberapa hal dan karena saya sangat menghargai semua teman yang mampir di 'rumah' saya, maka saya memutuskan untuk sekali lagi memperpanjang jumlah halaman ini hahaha. Udah kayak skripsi, ya, ada halaman semacam ini. Bedanya, ini di akhir. Saya memutuskan untuk membalas review kalian di sini dengan pertimbangan akan lebih mudah mencapai kalian karena gak semua menyebutkan nama atau punya akun, jadi saya gak bisa membalas secara pribadi melalui PM.
Di sini, saya pastinya cuma membalas review terakhir. Btw, maaf, ya, udah merepotkan kalian untuk baca halaman ini hahaha #dimassa
White LentLily: Halo! Iya, gpp kok. Saya justru yang makasih banget kamu udah meluangkan waktu dan menguatkan diri untuk baca cerita panjang banget ini. Ngegas, lagi. Ah, iya, Sasuke, ya? Awalnya, saya juga berpikir untuk membuat dia ngenes aja hahaha. Tapi di sisi lain, saya mencoba untuk memberikan dia 'kesempatan'. Menuliskan cerita untuk Epilog ini bukan perkara enteng sebenernya. Saya juga harus menghadapi perasaan kesal gara-gara inget dia selingkuh dulu hahaha. Tapi, sesuai 'misi' saya menuliskan cerita ini, saya ingin membuat beberapa konflik di sini mendekati realita dan realitanya adalah manusia ternyata masih dikasih kesempatan untuk meraih hidup baru setelah berbuat fatal meskipun ada banyak orang yang tidak menginginkan itu hehehe. However, I'm very happy that you love ItaSaku more; means that I've successfully built their chemistry.
chiharu rainy: Sama-sama #kecup. Iya, saya pernah nemu beberapa film yang pake epilog model begini, lupa aja judulnya, di mana setelah credit kelar, film-film itu menceritakan salah satu tokoh yang ibaratnya menjadi 'pelatuk pistol' yang ditarik dan pelurunya tertembak ke sebuah Pinata. Artinya, tokoh itu sebenarnya krusial dalam meledakkan sebuah konflik meski dia tidak harus banyak diceritakan selama cerita utama berlangsung. Ya, ada yang tetep ngenes, ada yang bahagia juga, atau cuma ditunjukkan seakan dia akan mengawali sesuatu tapi belum pasti. Sasuke masuk ke kategori terakhir. Tapi, saya lega kamu legawa untuk menerima bahwa Sasuke mencoba membuka diri dan tertarik sama cewek lain. Btw, Hanabi belum ada rasa, lho. Gak ada kalimat yang menjelaskan itu hahaha. Makasih ya huhuhu.
sitilafifah989: Aih... Maunyaaa. Btw, saya juga mau banget ngegantiin Mito buat Madara #dikeroyokMadaLovers. Terima kasih banget kamu gak pernah absen review dan selalu mendukung...
Lacus Clyne 123: Hahaha... Beberapa hari ini, salah satu provider yang murah banget yang saya pakai juga ngadat sinyalnya, jadi sementara saya terpaksa pake provider yang huhuhuhuuuu mahal. FYI, saya ini pada dasarnya SSL, I really love them being together, tapi untuk perorangan, saya herannya lebih cinta Itachi hahaha. Apakah mungkin kamu kurang ikhlas kalau Sasuke sama Hanabi? Itu kesan yang saya tangkap soalnya. FYI (2), sebenernya saya juga huweeeee. Makasih juga karena kamu selalu ngasih semangat dan nunggu cerita lain. Semoga saya tidak mengecewakan hahaha.
Annis874: Halo, Buk! Hahaha. Aku yang justru sangat berterima kasih karena kamu selalu mampir dan ngasih review, plus ditemenin ngobrol panjang lebar di PM. Makasih buat semangatnya, semoga aku tetep semangat menulis, di sini maupun di tempat lain #winkwink
MelaniEdelstein: Hai! Terima kasih banget, ya, kamu udah ngasih banyak review selama ini. Ada tiga soal nih. Pertama, soal Madara. Dia sebenernya gak jahat lah di sini huhuhu. Dia emang gitu aja orangnya, lovable malah hahaha. Kedua, soal Sai dan Shino. Well, seperti dalam medan perang politik dan berhubung ini juga jadi salah konflik dalam A Way, maka rasanya aneh kalau saya gak mengorbankan beberapa tokoh. Kalau di dunia nyata, banyak lah. Mulai dari Marsinah sampai Munir. Dari Antasari sampai banyak lagi aja pokoknya hahaha. Ketiga, soal epilog. Pada dasarnya, saya juga gak adil kayak kamu, tapi kemudian keegoan saya dalam bentuk lain menantang saya untuk keluar dari 'adat' yang saya terapkan pada Sasuke selama ini; kalau gak sama Sakura, mending dia ngenes atau mati aja #diamaterasu. Jadi, menuliskan epilog ini sama kayak menikmati ikan dengan bumbu lezat, tapi sayangnya kecampur dengan empedu yang pecah. Pahit juga, bo'! So, kalau kamu skip, then it really is understandable hehehe.
Guest: Hai, Guest! Saya bertanya-tanya apa kamu orang yang sama dengan yang pernah review positif sebelumnya. Kalau iya, maka saya simpulkan bahwa kamu kecewa dengan akhir cerita ini; Sasuke dalam Epilog sampai kamu bilang kalau gak ada yang peduli sama SasuHana. Penjelasan untuk itu sama dengan balasan review saya pada chiharu rainy. Penjelasan kedua: tanpa saya tahu apa yang tepatnya membuat kamu kecewa (kalau soal kenapa gak menceritakan ItaSaku, balik lagi ke penjelasan pertama), tapi andai kekesalanmu karena kenapa Sasuke dipertemukan dengan Hanabi, saya cuma bisa bilang kalau saya memang punya hak untuk mengatur tokoh-tokoh saya di sini. Saya pengennya dia ngenes aja karena saya gak pengen dia sama orang selain Sakura, tapi bagi saya selama saya membuat cerita di dunia nyata dulu, saya belajar memahami bahwa tokoh dalam cerita itu sebaiknya diberi 'hak' layaknya manusia lain. Membuat cerita ini sama halnya mengerti dan belajar bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai apa yang kita mau. Itu aja. Kalau kamu masih tidak peduli, itu adalah pilihanmu dan saya membuat satu halaman khusus untuk membalas review karena saya sangat menghargai semua review dalam bentuk apa pun tanpa kecuali, termasuk review kamu. Pada akhirnya, maafkan saya atas kekecewaan kamu dan terima kasih banyak untuk review-nya, terlebih kalau kamu yang pernah review sebelumnya. Salam hangat hehehe.
Masih banyak nama yang pengen saya sebutkan, tapi saya rasa ini sudah cukup tanpa mengurangi rasa terima kasih pada yang lainnya, terlebih pada yang sempat mampir di awal-awal.
Special thanks to Avheril psychomonst49 yang banyak berbagi pikiran dan bertukar info dalam review panjangnya, lalu Andromeda no Rei yang buanyak sekali berbagi info, komen, dan rumpi sampai di PM. Untuk Annis874, kemudian I'll try to summon Ayase Nanjo dan mau nagih janji update hahaha. Terima kasih untuk kalian yang pernah nyemangatin saya saat saya sempat ngilang dua bulanan lebih karena down (sakit dan kehilangan sahabat dari SD saya). Lagi-lagi (dan saya janji ini yang terakhir di sini), sampai jumpa!
Regards,
BananaZoo.
