Balas Review! :D
AriFuKi 24823: Aku refleks ngucapin itu kalau ada yang lebih muda dariku... ^^a Alpha memang kelewat narsis dan agak blangsak! :V / *dilempar bumerang.* Terima kasih telah me-Review! :D
Happy Reading! :D
Malam Minggu Spesial: Petaka bagi Para Anggota OSIS
Sebuah pengalaman paling apes terjadi tiga minggu setelah kejadian sabotase listrik dan kecelakaan yang dialami Teiron. (Note: Baca Chapter Fery dan Lisa!) Saat itu para anggota OSIS Heroes Gakuen berniat mengadakan acara tidur bersama.
Yah, kuharap mereka tidak melakukan hal yang nista, senista Magicangle Trio yang nari 'Koshitantan'.
Bentar dulu, ya!
THUNDY, TURUNIN KAGAK TUH STAFF?! AWAS AJA, ENTAR GUE BONGKAR AIB LU!
TEIRON, BISA KAGAK LU NGGAK USAH NIMPUK PAKE BATU BATA?! ENTAR GUE SODORIN LU PAKE HANATAMAGO-NYA TINO ATAU CERBERUS-NYA ADELIA!
ITU SIAPA YANG JATUHIN TORPEDO NYASAR?! SI ELEMY?! OH BAGUS, ENTAR GUE SEBARIN GAMBAR LU PAKE BIKINI KE ANAK-ANAK YANG LAIN!
Oke, harap abaikan saja yang barusan!
Rencananya mereka mau ngumpul di ruangan mereka, tapi mengingat ada anggota mereka yang masih belum sembuh dari kecelakaan, jadi mereka memutuskan untuk pindah ke kamar yang bersangkutan untuk sementara.
"Luas juga kamar lu, Ron..." gumam Vience kagum melihat betapa luasnya kamar sang tuan kamar. (Aneh banget bahasanya!)
"Menurutmu..." balas Teiron datar sambil membaca buku di atas ranjangnya. (Note: Karena kakinya masih belum sembuh, jadi dia berada di situ seharian! Itu pun masih pake piyama hijau! *eh?*)
"Moncong-moncong, kenapa ada Alpha di sini?" tanya Daren sambil menunjuk si anak berambut beige yang nyengir kuda laut.
"Flamy tidak bisa datang karena ikut kakaknya! Jadi sebagai gantinya, Ikyo ngajakin dia ke sini!" jelas Icy.
Daren pun ber-'oh' ria mendengarnya dan langsung duduk di lantai diikuti yang lainnya (kecuali Thundy yang duduk di ranjang Teiron).
"Oh iya, Ron, adek lu kemana dayo?" tanya Musket.
"Gue titipin sama Emy-chan..." jawab Teiron datar.
"Adek lu nggak apa-apa dititipin sama Emy?" tanya Thundy agak ragu mengingat kejadian absurd yang pernah mereka lakukan dengan toa sekolah. (Note: Baca fic 'Gajeness Drabble in Heroes Gakuen' Chapter 4 bagian 'Perbedaan' biar tau maksudnya! *promosi terselubung!*)
"Yah, mau gimana lagi? Mau dititipin ke bibi gue juga jauh, men!" balas cowok berkacamata itu sambil angkat bahu.
Thundy dan Musket pun hanya bisa manggut-manggut, walaupun sebenarnya mereka ragu apa benar Teiron punya bibi.
"Nonton apaan kek, biar kagak bosen..." usul Exoray menyela pembicaraan.
Mereka semua pun setuju dengan usul itu. Saphire mulai menyalakan VCD player di depan mereka dan memasukkan sebuah CD. Kemudian, TV pun menayangkan tiga orang yang posisinya... Errrrr, tidak bisa dijelaskan.
BRUUUUSH!
Terdengar suara orang menyemburkan minuman dan ketika mereka menengok ke belakang, terlihat Thundy dan Teiron yang mangap lebar dengan mulut basah (setelah mereka menyemburkan minuman masing-masing *sejak kapan mereka minum?*) karena satu hal.
"What the... Bukannya ini..." gumam Thundy menggantung.
"Video kita berdua sama Emy-chan pas kita dipaksa nari 'Koshitantan' sama Garu-sensei sebagai hukuman gara-gara ngumpet di perpus saat apel waktu itu?" sambung Teiron cengo sampai-sampai kacamatanya turun ke bawah hidung.
'Setelah ini gue bantai lu, Saphire!' batin mereka berdua kesal.
Sementara yang lainnya tetap menonton, walaupun mereka punya firasat akan ada pembantaian massal setelahnya.
(All) (Ah ah ah ahah ah ah, ah ah ah ahah ah ah! Eh eh... Eh eh...
Ah ah ah ahah ah ah, ah ah ah ahah ah ah! Eh eh... Eh eh...)
(Teiron) Fuan nozoku your voice, amaku toroketa noizu
Nou nai anji, like a sweet candy!
(Thundy) Idai na ai no boudou, kei kaku naki hankou
Seimei no mooi, gimme your candy!
(Elemy) Futari kiri dake no sekai, what do you wanna do ? Kasanaru live
Kimi no iki okasare we can fly ah ah ah!
(Thundy-Elemy) Uke irete kanzen na crime, there's no lies hadaka no ai...
(Huh huh...)
(All) Miwaku one two three, kimi o tanjun ni
Ubai satte shimau shoudou, risei to no kyoubou!
Can you feel? Motto kanjou ni
Tsuyoku sawatte kowashite ran run ran...
Kimi to one two three, zutto eyes on me
Speed up tomaranai kodou, kiseki to no kyouzon!
Close to me, motto fukaku ni ochite down down down down down...
(Elemy) Kenzen na sonzai shoumei, hitsuyou nante nai no way
(Teiron-Thundy) Hoshi gachau imi I my me amai amai candy!
(Teiron) Furue tomannai shoujou, kindan no are sou more
Zenshin no kanki, let's start you and me!
(Thundy) Hotobashiru shisen no baibu, nari hibiku yabou no chaimu
Kimi ni fure sono shunkan overdrive ah ah ah!
(Teiron-Elemy) "Iranai subete wa iranai" nante iwanaide, you could be mine!
(All) Yuuwaku one two three, kimi ga saikou ni
Tsuresatte shimau choujou, tobikoeta souzou
Ride on me, saa you' re going to be
Tomo ni hatete shimau made down down down down...
(Thundy) Mukau saki wa all the night, te ni suru taimu so amai
(Elemy) Kira biyaka na hibi imi gimii sono candy!
(Teiron) Furueru seimei and daybreak we stay eien game!
(Elemy) Te ni fureta sono shunkan kidzuite
Majiwaru omoi hajimaru in your way
(Teiron) Kurikaeshi me o awaseta saki de
Hajike tobu sekai wa in my way
(Thundy) Kimi o te ni ireru sou it's time nakayubi o tate tako no aizu!
(All) Miwaku one two three, kimi o tanjun ni
Ubai satte shimau shoudou, risei to no kyoubou!
Can you feel? Motto kanjou ni
Tsuyoku sawatte kowashite ran run ran...
Kimi to one two three, zutto eyes on me!
Speed up tomaranai kodou, kiseki to no kyouzon!
Close to me, motto fukaku ni ochite down down down down down...
(Ah ah ah ahah ah ah, ah ah ah ahah ah ah! Eh eh... Eh eh...
Ah ah ah ahah ah ah, ah ah ah ahah ah ah! Eh eh... Eh eh...)
Setelah video itu selesai, entah kenapa suasananya berubah horror dikarenakan dark aura dari seo- Oh, bukan! Dua orang.
"Saphire..." panggil Teiron dan Thundy dengan tatapan mau membunuh.
"I-iya?" tanya Saphire gelagapan.
"APA-APAAN BARUSAN?! KENAPA LU PUTER VIDEO ITU, HAH?!" teriak keduanya emosi dan...
DUAK DUAK! PAK! BRAK! SRAT! JEGEEER! ZIIIIING! DUAAAAAAAR!
Yang lainnya pun hanya bisa sweatdrop melihat Saphire yang sekarang udah babak belur digebukin oleh kedua Mage barusan.
"Ganti aja, deh! Gue masih sayang nyawa!" saran Ikyo yang merinding melihat keadaan Saphire dan amukan kedua orang itu.
Yang lainnya pun setuju. Setelah Alexia mengganti CD-nya, mereka pun kembali menonton TV yang sekarang menayangkan suatu tempat.
Entah kenapa, Icy merasakan sesuatu yang tidak enak.
'Ini kan video waktu Flamy disuruh main drama bulan lalu, haduh duh!' batinnya sambil tepuk jidat.
"Surat!"
"Terima kasih!"
"Ah, ini dari putri Nirmala! Apa ya isinya?" tanya Flamy sambil melihat isi surat itu.
Halo, semuanya! Apa kabar kalian? Aku ingin mengundang kalian makan kue! Harap datang, ya!
Nirmala
"Kue, ya?"
"Oy, Flamy! Ada apa? Surat dari siapa itu?" tanya Shyo.
"A-aaah, tidak ada apa-apa! Ini hanya surat yang tidak penting! Aku ada urusan, jadi aku pergi dulu ya!" jawab Flamy sambil pergi perlahan.
"Oh, selamat bersenang-senang!" balas Shyo agak bingung.
Tanpa Flamy sadari, surat di tangannya terlepas dan jatuh.
Di tempat Nirmala...
"Putri~"
"Wah, Flamy! Terima kasih telah datang!" kata Nirmala senang.
"Putri, aku senang sekali bisa menerima-" ujar Flamy yang terpotong karena...
"Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh?!" jerit Flamy yang kaget karena melihat seseorang yang ternyata...
"Kue, kue~" gumam Arion yang rupanya sudah duduk di meja tamu.
"Oy, Arion! Apa yang kau lakukan di sini?!" tanya Flamy kaget.
"Eh, sejak kapan dia di situ?" tanya Nirmala heran.
"Memangnya aku hanya diam saja mendengar Nirma-chan membuat kue yang enak itu?" tanya Arion dengan mulut terbuka yang memperlihatkan gigi-giginya plus air liur yang menetes.
"Jangan bersikap sok keren, lihat saja mulutmu!" balas Flamy yang agak jijik dengan hal itu. "Tetap saja, kau tidak boleh memakan kue putri Nirmala! Aku tidak akan membiarkanmu!"
"Apa kau bilang?! Baiklah, akan aku buat kau menyesalinya!"
Alhasil, mereka berdua pun langsung berantem dengan hebohnya, sampai...
"Hahaha, keadilan selalu menang!" kata Flamy dengan sedikit babak belur setelah berhasil menghajar Arion.
"Sial~" umpat Arion yang udah tepar digebukin Flamy.
"Nah, nah, sekarang saatnya makan kue buatan put- Hieaaaaaaaaaah?!" Flamy langsung cengo melihat kue itu sudah dihabiskan oleh Shyo, Nirlion, dan Windy, sementara Nirmala hanya bisa sweatdrop melihat pemandangan itu.
"Ah, kenyangnya! Kue-nya enak sekali!" kata Windy senang.
"Jangan bilang kalau kue-nya enak! Betapa teganya kalian menghabiskan kue itu tanpa menyisakannya untukku!" bentak Flamy kagak nyelow.
"Kau tidak bilang kalau kita diundang putri Nirmala, dasar kejam!" seru Shyo emosi.
"Shyo?"
"Benar, benar! Kau mau menghabiskan kue itu sendirian, ya?!" timpal Nirlion kesal.
"Geez... Dari mana kalian tau hal itu?" tanya Flamy yang langsung tertohok seketika.
"Kau menjatuhkan ini, bukan?" tanya Windy sambil memegang sebuah surat.
"A-aku minta maaf!"
"Aaaah, aku dapat balasannya! Tapi aku masih mau makan kue itu!" gumam Flamy dengan tampang ngenes.
"Flam-kun, apa kau mau makan kue buatanku?" tanya Mira (yang muncul entah darimana).
"Ah, putri Mira! Betapa baiknya dirimu!" balas Flamy yang kembali bersemangat.
Tapi beberapa saat kemudian...
JRENG JRENG JRENG! TRENG TRENG TERERERERENG!
Suara BGM aneh itu pun mengiringi suasana horror yang dialami Flamy saat melihat kue buatan Mira yang dipenuh oleh berbagai macam benda aneh di dalamnya.
"Nah, silakan dimakan!" ujar Mira.
"Hieeeeeeeeh! Ada banyak benda yang seharusnya tak boleh berada di dalam kueeeeee!" seru Flamy merinding.
"Ah, putri Mira! Aku ada urusan di suatu tempat, jadi aku harus segera pergi!" Flamy berniat kabur sebelum...
KREEET!
"Woah?!" Flamy langsung kaget karena dicegat dari belakang sama Arion.
"Beruntungnya kau, Flamy! Akhirnya kau bisa makan kue buatan Mira!" ujar Arion dengan dark aura.
"Arion kisamaaaa!" umpat Flamy kesal.
"Baik, buka mulut~" kata Mira sambil memberikan sesendok kue dengan sebuah biji pinus (?) di atasnya.
"Hieeeeeeeeh! Berikan bagian apa saja, asal jangan yang itu!" seru Flamy yang tak dihiraukan karena dipaksakan oleh Mira.
"Buka mulut~"
"Buka mulut~"
"Buka mulut~"
"Apa kau tidak ingin memakan kue buatanku?!" tanya Mira marah dengan aura api di belakang tubuhnya.
"Bukan begitu, tapi bentuknya tidak terlihat seperti kue!" bantah Flamy gelagapan.
"Diam kau! Teira!" seru Mira memanggil pelayannya.
"Iya?" Teira langsung muncul di belakang Mira.
"Cepat buat mulut Flamy terbuka!" perintah Mira.
"Siap laksanakan!" balas Teira tegas.
"Hieeeeeeeeeeh! Teira-chan kenapa kau lakukan ini padaku?!" tanya Flamy ketakutan.
"Maaf ya, tapi aku hanya seorang pelayan!" balas Teira dengan tampang miris.
"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Reaksi mereka semua (kecuali Icy dan Saphire -yang masih tepar-) setelah selesai menonton video barusan? Mereka hanya bisa cengo.
'Waduh! Kalau Elwa tau ini, bisa-bisa kita bakalan dibakar hidup-hidup!' batin cowok Ice Mage itu risih sambil mengurut keningnya.
Di perpustakaan asrama, Elwa pun langsung bersin di tempat.
"Kenapa isi CD-nya rada-rada buka aib semua, ya?" tanya Alexia sweatdrop.
"Nggak tau, itu pun juga Tei-chan dikasih sama Garu-sensei..." jelas Teiron datar yang sukses membuat para pendengarnya ikutan sweatdrop.
'Ternyata Garu-sensei itu penyebar aib orang...' batin mereka semua (kecuali Teiron dan Saphire).
"Masih untung video kita yang 'itu' belum diputer ya, Kyo..." gumam Alpha pelan.
"He-eh..." balas Ikyo sambil mengangguk.
"Video yang mana, dayo?" tanya Musket bingung.
"Pokoknya lu nggak usah tau, atau lu bakalan berakhir sama kayak dia!" ancam Ikyo sambil menunjuk Saphire yang masih tepar.
Musket pun langsung mengangguk sambil merinding dengan tampang ngeri. Dia nggak mau bernasib sama kayak Saphire yang digebukin Thundy dan Teiron.
"Nggak ada kegiatan lain apa? Mending karaoke aja..." usul Daren yang langsung disambut death glare dari Alexia dan Thundy serta ditanggapi dengan senyuman penuh arti dari Icy.
"Hey, ayolah! Sekali-kali kek!" balas Daren agak risih ditatap kedua kawannya barusan.
"Boleh juga, sih..." ujar Exoray sambil mikir. "Tapi kita kan nggak pu-"
"Icy udah nyiapin, tuh!" potong Vience sambil menunjuk ke depan.
Sontak, mereka semua pun langsung mangap lebar begitu mendapati seperangkat alat karaoke yang udah disiapkan Icy entah sejak kapan.
"Nah, siapa yang mau nyanyi duluan?" tanya Icy sambil nyengir nista.
"Gimana kalau kita undi?" usul Thundy.
"Oke, baiklah!" balas Alexia setuju.
"Sebenarnya aku nggak mau bilang ini, tapi bisakah kita kasih kesempatan sang tuan kamar buat nyanyi duluan sebelum diundi?" tanya Alpha.
Sontak, mereka semua pun langsung melirik sang Earth Mage berkacamata yang memasang tampang bingung.
"E-eh?"
"Sekali-kali kita denger lu nyanyi Ron, boleh kan?" tanya Ikyo sambil masang puppy eyes.
Teiron pun hanya bisa menghela nafas pasrah dan memilih untuk menuruti permintaan kawan-kawannya. Icy menyerahkan sebuah mic kepadanya dan dia pun mulai bernyanyi.
ano kousaten de minna ga moshi SUKIPPU wo shite
moshi ano machi no mannaka de te wo tsunaide sora wo miagetara
moshi mo ano machi no dokoka de CHANSU ga tsuka mitai no nara
mada naku no niwa hayai yo ne tada mae ni susumu shikanai wa iya iya
PON PON dashite shimaeba ii no
zenzen shinai no tsumaranai desho
HEADPHONE kakete RIZUMU ni nosete
WEI WEI akete atashi no michi wo
PON PON susumu iroiro na koto
dondon kiiteru anata no kimochi
poipoi suteru warui ko wa dare
sou sou ii ko ARE YOU MAKE ME HAPPY
EVERY DAY PON
EVERY TIME IS PON
MERRY-GO-ROUND noritai no
EVERY DAY PON
EVERY TIME IS PON
tabun sonna ja dame desho...
PON PON dashite shimaeba ii no
zenzen shinai no tsumaranai desho
HEADPHONE kakete RIZUMU ni nosete
WEI WEI akete atashi no michi wo
PON PON WEI WEI WEI
PON PON WEI PON WEI PON PON
WEI WEI PON PON PON
WEI WEI PON WEI PON WEI WEI
PON PON WEI WEI WEI
PON PON WEI PON WEI PON PON
WEI WEI PON PON PON
WEI WEI PON WEI PON WEI WEI
ano kousaten de minna ga moshi SUKIPPU wo shite
moshi ano machi no mannaka de te wo tsunaide sora wo miagetara
moshi mo ano machi no dokoka de CHANSU ga tsuka mitai no nara
mada naku no niwa hayai yo ne tada mae ni susumu shikanai wa iya iya
PON PON susumu iroiro na koto
dondon kiiteru anata no kimochi
poipoi suteru warui ko wa dare
sou sou ii ko ARE YOU MAKE ME HAPPY
EVERY DAY PON
EVERY TIME IS PON
MERRY-GO-ROUND noritai no
EVERY DAY PON
EVERY TIME IS PON
tabun sonna ja dame desho
PON PON WEI WEI WEI
PON PON WEI PON WEI PON PON
WEI WEI PON PON PON
WEI WEI PON WEI PON WEI WEI
PON PON WEI WEI WEI
PON PON WEI PON WEI PON PON
WEI WEI PON PON PON
WEI WEI PON WEI PON WEI WEI
PON PON WEI WEI WEI
PON PON WEI PON WEI PON PON
WEI WEI PON PON PON
WEI WEI PON WEI PON WEI WEI
PON PON WEI WEI WEI
PON PON WEI PON WEI PON PON
WEI WEI PON PON PON
WEI WEI PON WEI PON WEI WEI
"Lagu apaan, tuh?" tanya Daren bingung.
"Lagunya Kyary Pamyu Pamyu yang itu, lho! Masa nggak tau?" balas Icy menjelaskan.
"Sekarang siapa yang pertama?" tanya Exoray.
Tanpa diduga, Alexia mengangkat tangannya dan langsung mengambil mic di tangan Teiron.
"Well, aku akan nyanyikan lagu dari sebuah anime..." kata Alexia dengan senyuman penuh arti dan mulai bernyanyi.
STAND UP! Kawaige nashi karui BACK
YES ALL yukai ni sabaite, hora BREAKFAST
Naifu ando foku [knife and fork] de TIE TOGETHER
ALRIGHT, REASON NO REGRETS THROUGH LIFE!
LIVE FREE, YOUR OWN ORPHAN!
Haato [heart] wa gekiatsu furumai wa COOL
COOLER, COOLEST, makeru na GET DOWN!
Pan paran pa BECAUSE YOU ARE LOW
Gekiryuu ni sae tachi mukae
Nagare! Sakarae! Suzushi ge na FACE de
Puran [plan] wa hibi wo kazaru hanataba
FOR ore, hitori demo suteji [stage] no ue
Maku agari wa YOU KNOW THE ANSWER
IT'S SHOWTIME!
Dekinaitte sorasu sono me wa
Mabushiku kokoro no NEW WORLD
OH, YEAH! YEAH! Bureru na HEY BOYS!
Afuredasu omoi OH, LET'S RUN THE CHAOS!
SPECIAL na purezento [present]
Ikou ze GO, ari no mama de
BREAK OUT! Arashi otose yo
Omote dasu omae tsureteku HEAVEN WAVE
WAKE UP! Yowaki mono yo
Hamidase HEY, kuuki nante yomu na yo
Ori yabure omae no sutairu [style] wo oshi taose
Tomo ni ikou HEY, GO!
Karei ni suteppu [step] ibara no ROAD
"Itu OST 'Sakamoto Desu Ga'?" tanya Teiron.
"He-eh, suka nonton juga?" balas Alexia nanya balik.
"Yah begitu deh..." jawab Teiron seadanya.
"Thun, giliran lu ya! Lu janji mau nyanyiin lagu itu, kan?" tanya Alexia sambil nyengir nista dan menyerahkan mic itu kepada yang bersangkutan.
"Sie haben mir keine andere Wahl, mein Freund (Kau membuatku tak punya pilihan lain, kawanku)!" balas Thundy sweatdrop sambil mengambil mic itu.
"Enzetsu wo shiteiru" to mietemo tada no kai wa sa
Betsuni
Toki ni wa kewashii kao wa suru kedo Tada samui nosa
Kini shinai kedo
Chimitsu na sagyou ga tokui dakedo Yubi wa futoi sa
Dakara
"Daitai, tekitou" toka iwaretemo Genmitsu ni wa
wakaranai
Einsamkeit
Einsamkeit
Einsamkeit
Mitsukete hoshii
Imo bakari tabeteru to iwaretemo
Soba mo pasta mo Onaji
Daidokoro ga yogoreru kurai nara
Betsuni ryouri wo shinakyaii
Einsamkeit
Einsamkeit
Einsamkeit
Kokoro wo hiraki, toki hanachitai
Kimi ga iru kara, boku de irareru
Itsumo niranderu to iwareru keredo
Egao wo tayashita koto nado nai
Kowai to omowareteru keredo
Kao de rikinde waratteru dake sa
Tsuyoku
Einsamkeit
"Aku nyanyi ini gara-gara kemaren kalah taruhan sama Alexia..." ujar Thundy yang langsung membuat mereka semua (kecuali Alexia dan Saphire) sweatdrop.
"Yosh, siapa berikutnya?" tanya Vience.
Di saat bersamaan, Saphire udah bangun dari masa teparnya (?) dan bertanya, "Aku kelewatan apa, nih?"
"Eh, lu masih hidup ya? Lu mau gue summon Golem buat bikin lu pergi ke alam sana?" tanya Teiron sambil nyengir jahil.
"Kejam banget lu, Ron! Gue masih mau hidup!" balas Saphire ketakutan.
"Lu mau karaoke nggak, Sap?" tawar Alpha.
"Boleh, deh! Mana mic-nya?"
Thundy pun melempar mic itu ke arah Saphire, tapi sayangnya gagal ditangkap dan suara super annoying pun terdengar saat mic itu terjatuh di depan Saphire.
NGIIIIIIIIIIIIING!
"My ear!" seru Teiron, Exoray, dan Vience sambil menutup kuping mereka.
"Nggak usah pake dilempar juga, kale!" sembur Saphire sebal kepada Thundy (yang malah nyengir) sambil mengambil mic itu dan setelah memastikan kalau mic itu tidak rusak, dia pun mulai bernyanyi.
ii koto zukume no yume kara sameta DISUKU (Disk) no aki MEMORI (Memory) wa,
Virus to iu etai no shirenai mono ni okasarete shimaimashite, sore kara wa
dou shiyou mo naku futatsu ni saketa SHISUTEMU (Sistem) bougyo wo
seigyo suru dake no SEKYURITI SOFUTO (Security software) tousai shite iru hazu mo nai no de
aimai na taigai no INOSENTO (Innocent) na keikokuon wo buchimaketa kono hako no naka
dou ni ka kou ni ka genzai chiten wo kakunin suru medama wo hoshigatte iru
doushite zukume no mainichi soushite aashite koushite SAYONARA genjitsu
gamen ni chokushi to genjitsu touhi no hyouriittai na kono Windows
douka ni zip ga nai kana, nante NETTONetue no jibun ni tou yo.
jimon jitou, jimon tatou, tamon jitou GUGUREKASU (Ggrks), aaaa
tada honnouteki ni funjatte, demo iitai kototte nainde,
otoshite, hiraite, aeide, ten ni mo noboreru ki ni natte,
dou ni mo kou ni mo nicchi mo sacchi mo acchi mo kocchi mo
ima sugu RINKU (Link) e tobikonde ike.
ayashii MEERU (Mail) hiraichatte
mou UIRUSU (Virus) ni okararechatte
kojin jouhou torarechatte
dou surya ii no MAJI OWATA
dondon UIRUSU (Virus) fuechatte
mishiranu exe mo fuechatte
kyoufu ni fueagacchatte yo
ai nai ai nai
mou BURAKURA (Browser crasher) wo funjatte
tairyou ni mado ga fuechatte
kabegami toka kaerarechatte
KURIKKU (Click) shite mo ugokanai
nanika wo INSUKO sarechatte
SHISUTEMU FAIRU (Sistem file) kesarechatte
mou aogamen de yucchatte yo!
nai nai DEETA (Data) ga hitotsu mo nai
"Tu fes eror?" tanya Ikyo dengan English ngaco.
"English-mu, mas! Yang bener tuh 'Two Faced Error'!" ralat Alexia sweatdrop.
"Nih, siapa berikutnya?" tanya Saphire sambil mengarahkan mic itu entah kepada siapa.
Di suatu tempat...
"Jadi gimana, mau kita kerjain mereka?" tanya sesosok bayangan kepada kedua temannya.
"Baik, jadi aku akan membuat lubang yang akan mengirim mereka semua ke gudang yang terbengkalai! Kemudian, setelah mereka semua sadar, kita akan mengaktifkan pendingin untuk membuat mereka menggigil!" jelas salah satu temannya.
"Oke, mari kita lakukan!" balas sosok yang satunya bersemangat.
Back to Teiron's room...
'Kenapa perasaan gue nggak enak gini?' batin Alexia sambil mengerutkan kening.
"Lex, muka lu kenapa ketekuk begitu?" tanya Daren saat menyadari kelakuan Alexia.
"Gue punya firasat buruk nih..." jawab Alexia yang masih mengerutkan kening.
"Hah? Maksudnya?" tanya Daren bingung.
Sebelum Alexia sempat menjawab, tiba-tiba ruangan itu dilanda gempa bumi.
"A-ada apa ini, dayo?!" tanya Musket panik.
Entah kenapa, muncullah sebuah lubang raksasa di bawah mereka yang sukses membuat kesebelah orang itu jatuh ke dalamnya.
"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Setelah mereka semua jatuh ke dalamnya, lubang itu mulai menutup dan kamar itu pun langsung sepi tanpa penghuni.
Beberapa saat kemudian...
"Ugh..."
Thundy membuka matanya perlahan dan mendapati ruangan yang gelap dan kumuh. Setelah merasa cukup kuat untuk bangun, dia pun memutuskan untuk duduk.
"Thun, ini dimana?"
Cowok berambut biru itu menengok dan mendapati Icy yang terduduk tak jauh darinya.
"Aku juga tidak tau, mungkin gudang atau semacamnya..." jawab Thundy seadanya sambil mengangkat bahu.
GUBRAK! GROMPYANG!
Kedua Mage itu menengok ke arah sumber suara dan mendapati sesosok cowok berpiyama hijau yang jatuh tengkurep dengan ember di kepalanya.
"Teiron!" seru mereka berdua sambil menghampiri cowok itu untuk membantunya berdiri, kemudian menyingkirkan ember dari kepalanya.
"Terima kasih..." kata Teiron sambil memperbaiki letak kacamatanya yang miring.
"Makanya kalau belum sembuh total jangan dipaksain jalan!" nasihat Thundy sambil menyikut cowok berkacamata itu.
"Sekarang kita ngapain?" tanya Icy.
"Tungguin yang lain sadar aja!" usul Teiron seadanya.
Setelah setengah jam mereka bertiga menunggu, akhirnya teman-teman yang lain pun mulai terbangun satu per satu.
"Jadi, Lex, ini firasat buruk yang mau lu bilang itu?" tanya Daren yang sukses membuat mereka semua melirik Alexia yang masang tampang merasa dipojokkan.
"Sebentar, deh! Kok dingin banget, ya?" tanya Alpha sambil memeluk tubuhnya sendiri.
"Iya, nih!" timpal Saphire yang ikut memeluk tubuhnya.
"Kok gue nggak ngerasain, ya?" tanya Icy bingung.
"Itu karena lu punya elemen es, jadi wajar kalau lu tahan dingin!" balas Thundy dan Teiron bersamaan.
"Iya juga ya..." ujar Icy watados sambil menggaruk kepalanya yang sukses membuat teman-temannya sweatdrop.
Di sisi lain...
"Aku baru ingat kalau Icy punya Frost Resist, tapi tak apalah!"
"Dasar bodoh..."
Kita kembali ke para pengurus OSIS!
"Ini ada pintu, tapi susah banget dibuka!" kata Ikyo sambil berusaha membuka pintu yang baru saja dia temukan di saat kawan-kawannya sibuk menghangatkan diri.
"Ya iyalah nggak bisa, orang pintunya udah karatan!" sahut Alexia sebal dengan suara agak bergetar karena menggigil.
"Kyo, lu nggak kedinginan apa?" tanya Exoray yang menggigil.
"Kedinginan gimana? Dia kan ekornya lebat, bisa dijadiin mantel penghangat tuh!" celetuk Vience ikutan menggigil.
"Coba ada Flamy di sini, pasti nggak bakalan kedinginan kayak gini..." gumam Daren sambil menggosokkan tangannya untuk menghangatkan diri.
"Eh Tikus Jupiter, lu nyariin tuh anak cuma buat jadi penghangat portable?!" tanya Thundy agak emosi.
"Udah, Thun, udah!" lerai Teiron yang dari tadi nyender di pojokan.
"Ini gudang atau Kutub Utara, ya? Dinginnya nggak kira-kira!" celetuk Saphire yang masih meluk diri sendiri.
"Gue juga mikir begitu, Sap!" balas Alpha yang juga ikutan meluk tubuhnya.
Akhirnya mereka semua terpaksa saling merapatkan badan agar bisa mendapatkan kehangatan, kecuali Icy (yang mempunyai Frost Resist), Ikyo (yang memiliki penghangat berupa ekornya), dan Teiron (yang entah kenapa lebih memilih untuk mojok di ujung ruangan).
"Oy, sampai kapan kita berada di sini terus?" tanya Alexia sambil menyender di punggung Exoray dan memeluk lutut.
"Entah..." jawab Daren pelan sambil menggosokkan tangannya.
"Ada yang bawa HP nggak? Kali aja bisa minta bantuan!" tanya Exoray.
"HP gue lowbat!" (Thundy)
"Ketinggalan di kamar!" (Saphire)
"Pulsa gue cuma seratus perak, dayo!" (Musket)
"Pulsa gue kepake buat internetan!" (Alpha)
"Ditelan Jeronium kemaren!"
Webek, webek...
Sontak, mereka semua yang mendengarnya langsung melirik Vience sambil memasang tampang skeptis plus sweatdrop.
"Vience, gue heran deh! Kok bisa-bisanya lu punya peliharaan gajebo kayak gitu?" tanya Icy.
"Tau nih, pantesan aja HP lu ganti mulu!" timpal Ikyo.
"Entar isi kotorannya kayak gimana coba?" celetuk Daren.
"Paling isinya besi karatan semua, wong abis kena cairan asam di lambung gitu!" balas Alexia sinis.
'Anjer, kenapa malah di-bully begini?!' batin Vience kicep.
"Errrr, sollte für Aufmerksamkeit bitten (boleh minta perhatiannya)?" tanya Thundy, tapi sayangnya malah dikacangin sama kawan-kawannya yang sibuk nge-bully naganya Vience.
"WOY, KALIAN DENGER NGGAK SIH?!" pekik sang Lightning Mage sewot dan sukses membuat mereka semua menengok.
"Kenapa, Thun?" tanya Icy bingung.
"Gue lagi khawatir, nih!"
"Hah? Khawatir apanya?" tanya mereka semua bingung.
"Haciuh!"
Tiba-tiba terdengar suara bersin dari ujung ruangan dan mereka semua langsung menengok hanya untuk mendapati Teiron yang sibuk memeluk lutut dengan badan menggigil.
"Nah, itu yang mau aku bilang..." gumam Thundy pelan sambil menunjuk cowok berkacamata itu.
Icy pun mendekati Teiron, kemudian menempelkan punggung tangannya di kening anak itu dan berseru kaget, "Ya ampun! Badannya hangat!"
"Jangan-jangan, di-dia kena demam..."
"Atau flu..." sela Daren menyambung perkataan Ikyo dengan tampang datar.
Webek, webek...
"AAAAAAAAAAARGH! GUE UDAH NGGAK TAHAN LAGIIIII!" teriak Alexia kesal sambil mengeluarkan sebuah bazoka.
"ANJER, DAPET DARIMANA TUH BAZOKA?!" pekik Saphire dan Alpha kaget saat mendapati bazoka yang dipegang sang Gunman.
Alexia pun langsung mengarahkan bazoka itu ke depan pintu dan...
SYUUUUUUUUUNG! DUAAAAAAR!
Pintu itu pun sukses terbuka dan meninggalkan asap gosong di sekitarnya.
"Cepat bawa Teiron ke Klinik, jangan sampai kita ikutan jadi korban!" perintah Alexia.
'Lu kate ini Zombie Apocalypse?' batin beberapa orang sweatdrop.
Alhasil, Teiron pun langsung digotong ramai-ramai keluar dari ruangan itu sebelum mereka semua ikut ketularan flu.
Keesokan harinya...
"Huachiuuuuuuuuh!"
Terdengar suara bersin dari kamar si kembar Chairone. Yap, suara itu berasal dari Teiron yang terkena flu setelah kejadian sebelumnya.
"Geez, udah kaki belum sembuh, malah ditambah flu! Apes deh! Hachiuh!" gerutu Teiron yang bersin lagi sambil mengelap hidungnya dengan serbet.
Tok tok tok!
"Masuk..."
Pintu kamar pun terbuka dan rupanya Teiron kedatangan tamu.
"Hey, Tei-kun! Kudengar kau sakit, boleh kutemani?" tanya Lisa sambil menutup pintu dan menghampiri ranjang Teiron.
"Tentu saja... Haciuh!"
Gadis itu pun duduk di ranjang Teiron dan bertanya lagi, "Bagaimana kau bisa flu begini?"
"Ceritanya panjang, seharusnya- Haciuh! Kau tanyakan ke Alpha..."
Lisa menyentuh dahi cowok berkacamata itu dengan punggung tangannya dan berceletuk, "Hmm, hangat! Jangan bilang kalau kau abis terpapar suhu dingin!"
"Haciuh!" Teiron yang kembali bersin langsung menutup mulutnya dan sukses membuat Lisa menyingkirkan tangannya dari dahi cowok itu.
Suasana pun langsung hening untuk beberapa saat sampai...
"Tei-kun..."
"Hah, kena- Hmmph!"
Satu ciuman dari Lisa langsung mendarat di bibir Teiron dan dia tidak punya pilihan selain menerimanya. Perlahan ciuman mereka mulai memanas sampai muncullah Teira yang datang membawa bubur untuk kakaknya.
"Teiron-nii, aku bawa bu- Etto..."
Teiron yang menyadari kedatangan adiknya langsung mendorong Lisa menjauh dan keduanya pun langsung memalingkan wajah yang sudah mengeluarkan semburat merah.
"Hey, sudahlah! Aku tidak akan bilang siapa-siapa, kok!" ujar Teira sambil menghampiri kedua orang itu dan menaruh bubur yang dibawanya di atas meja di samping ranjang kakaknya.
"Maaf, Tei-chan..." gumam Lisa merasa bersalah.
"Kalau Lisa-senpai memang suka Teiron-nii ya nggak apa-apa, aku bisa maklumi itu! Lagian juga aku dengar Alpha-senpai merestui kalian!" balas Teira watados.
"Se-segitunya?" tanya Teiron yang wajahnya tambah merah.
"Yap!" Teira mengangguk mantap.
Sementara itu, terlihat beberapa orang yang mengintip situasi di kamar itu dengan teropong layar lebar (?).
"Sial, nggak sempet gue foto tuh!" umpat Alpha sebal.
"Harus banget gitu fotoin adek lu ciuman sama dia?" tanya Ikyo sweatdrop.
"Yang jadi pertanyaan, lu nggak takut adek lu ketularan flu-nya Teiron?" tanya Saphire ikutan sweatdrop.
"Memangnya bisa nular lewat ciuman, ya?" tanya Alexia dengan tampang skeptis.
"Nggak tau juga sih..." balas Saphire datar sambil angkat bahu dan sukses membuat teman-temannya sweatdrop.
Malam Minggu Spesial Selesai!
Yah, iseng aja bikin Chapter spesial untuk para anggota OSIS di Heroes Gakuen! Setidaknya berusaha agar nggak ngaret! ^^V
Review! :D
