Disclaimer : Ichiei Ishibumi

Aku hanya memiliki OC disini


MUSUH BARU LAGI...ADEH

''Baiklah, aku rasa ini tidak akan berjalan dengan baik'' kata Ari terlihat melihat ada seorang yang terbang di atas langit, dia memakai pakaian serba putih dan terlihat rambut nya bahkan berwarna putih.

''Dia...'' terlihat Alice tahu siapa orang itu

''Kau mengenalnya, Alice?'' tanya Dion

''Ya, dia adalah salah satu Dewa dari Norse'' kata Alice

''Tapi bukankah pria tua itu juga dari Norse'' kata Ari

''Ya, mereka adalah ayah dan anak'' kata Alice

''Apa?!'' kaget Ari dan para orang awan lain nya

Mereka masih terlihat melihat ke arah orang itu yang tersenyum melihat ke para Iblis dengan tatapan sinis dan merendahkan, dia kemudian melihat ke arah Odin yang sedang melihat nya.

''Hmmm Pak tua, kenapa kau ingin berdamai dengan para makhluk bawah?'' tanya Loki

''Tidak peduli makhluk bawah atau apa pun yang kau sebutkan, kita harus melakukan perdamaian'' kata Odin dengan tegas

Loki terlihat hanya tersenyum mendengar perkataan dari Odin, dia sama sekali tidak peduli sebuah perdamaian, dia adalah Dewa yang selalu di sebut sebagai Dewa pengganggu. Loki kemudian menjentikan jari nya dan kemudian munculah lingkaran sihir di samping nya

Di lingkaran sihir itu terlihat muncul seekor serigala yang sangat besar sekali, dia berbulu putih, biru dan sedikit abu-abu, serigala itu menatap ke para tamu dengan tatapan menggeram seperti ingin memakan mereka semua

''Fenrir'' kata Rias

''Feri?'' heran Ari

''Fenrir! Dia adalah serigala yang ada di legenda Norse, dia adalah anak Loki'' kata Akeno menjelaskan

''Tunggu, dia anak nya. Hmmmm ini benar-benar aneh, jadi dia skidpapap sama serigala?'' tanya Ari dengan polos

Rias dan yang lain nya terlihat sweatdrop melihat Ari yang sepertinya handal dalam membuat lawakan yang aneh namun bisa membuat mereka tertawa. Mereka kembali melihat ke arah Loki dan Fenrir

Para tamu terlihat ada yang panik dan kemudian berlarian keluar, Fenrir terkadang menyerang salah satu para tamu. Akeno yang melihat ada anak kecil kemudian mencoba untuk menyelamatkan nya namun Fenrir sepertinya ingin menyerang anak kecil itu, Akeno berhasil memeluk anak kecil itu akan tetapi sepertinya dia tidak sempat untuk menghindari

Jleb!

Kemudian tiba-tiba ada pedang terbang menuju ke arah Fenrir dan kemudian menusuk nya, hebatnya pedang itu bisa menusuk perut Fenrir yang di katakan sangat kuat itu. Pemilik pedang itu adalah Dion yang tersenyum karena berhasil mengenai Fenrir dan menyelamatkan Akeno dan anak itu

''Pergi!'' teriak Ari

Akeno mengangguk mengerti dan kemudian pergi terbang sambil membawa anak itu, Ardi hanya tersenyum melihat apa yang di lakukan oleh Akeno itu

''Baiklah, sepertinya kita akan beraksi lagi'' kata Ardi sambil pemanasan untuk bertarung

''Ya seperti itu lah'' kata Ari yang terlihat memakai sarung tangan nya

Ari memajukan tangan nya dan terlihat pedang Dion yang tertusuk di perut Fenrir kemudian menuju ke arah Ari dan Ari memegang pedang Dion, dan kemudian memberikan nya kepada Dion

''Sepertinya kita butuh sebuah nama tim'' kata Dion

''Menurutmu nama apa yang pantas?'' tanya Ardi

''Bagaimana jika...Udin'' kata Ari

''ITU NAMA ORANG KAMPRET!'' teriak Ardi dan Dion

Ari terlihat hanya tertawa kecil saja melihat mereka berdua marah kepada nya

''Nama yang keren dong'' kata Dion

''Bagaimana kalau Alexa'' kata Ardi memberi saran

''Tidak, itu juga nama orang, kutil!'' kata Ari kesal juga

Ardi hanya terdiam

''Aku tahu! Bagaimana kalau...ZeRro'' kata Ari

Ardi dan Dion melihat ke arah Ari dan cukup setuju dengan nama pemberikan dari Ari itu.

''Tapi apa artinya?'' tanya Dion

''ZeRro sedikit mendekati Zero yaitu nol, yang artinya kita tidak terlalu bisa di handalkan dan mungkin bisa di handalkan'' kata Ari

Ardi dan Dion hanya terbengong mendengarkan penjelasan dari Ari itu tentang nama tim mereka, namun mereka terlihat menyukai nama itu. Ari kemudian menciptakan dua tombak dan kemudian terlihat melempar nya ke arah Fenrir namun terlihat kalau tombak Ari tiba-tiba saja hancur dengan begitu mudah nya

''Woah sepertinya kulit nya terlalu keras untuk ku'' kata Ari

''Kalau begitu kau mundur saja'' kata Ardi yang kemudian maju ke depan dengan begitu cepat nya dan kemudian mencoba untuk menyerang Fenrir

Ardi kemudian mengeluarkan banyak sekali tembakan sihir penghancur dengan sangat cepat sekali, Fenrir merasakan sakit saat sihir penghancur itu mengenai nya namun terlihat Fenrir masih baik-baik saja. Dia kemudian melompat dengan sangat tinggi dan ingin mengigit Ardi

Dion kemudian dengan cepat menebas Fenrir tepat di perutnya dengan begitu cepat nya, Fenrir merasakan sakit yang begitu sakit di perutnya, Fenrir kemudian terlihat mundur dan kemudian melihat ke arah Ari namun terlihat Ari sekarang memegang sebuah pedang yang sangat besar sekali

''Crafting: Greatsword'' ucap Ari yang kemudian menebas Fenrir

Fenrir kemudian terlihat tertebas dan kemudian mundur kebelakang dan kemudian menabrak tembok bangunan di belakang nya. Loki yang melihat anak nya itu terpojok terlihat heran karena melawan tiga orang yang sepertinya bukan berasal dari Iblis bangsawan

''Cih, bagaimana bisa kau kalah dengan mereka?'' tanya Loki yang kemudian terlihat mengeluarkan lingkaran sihir dan kemudian menembakan banyak sekali tembakan sihir yang begitu banyak sekali.

Ardi mengeluarkan sayapnya dan kemudian terbang menjauh, Dion mencoba untuk menangkis semua serangan itu dan Ari terlihat menciptakan sebuah perisai untuk diri nya

''Sial, sihir nya kuat juga'' kata Ari terlihat tidak tahan lagi

''Sabar, Ardi akan melakukan sesuatu'' kata Dion

Ardi kemudian terlihat ingin menyerang Loki, Loki yang menyadari nya kemudian terlihat mundur kebelakang sehingga Ari dan Dion terlihat bisa menarik nafas lega, Ardi terlihat mencoba melawan Loki dengan jarak dekat akan tetapi terlihat kalau Fenrir tiba-tiba saja melompat untuk menyerang Ardi namun tiba-tiba saja ada lemparan pedang putih yaitu Dion dengan sangat cepat sekali dan menusuk perut Fenrir

''Tidak semudah itu furguso'' kata Dion dengan tersenyum senang

''Red Ball!'' ucap Rias terlihat menembakan bila dengan elemen kehancuran ke arah Fenrir

Bola itu meledak setelah terkena kulit Fenrir, Fenrir merasakan kesakitan. Loki hanya mendecih melihat sepertinya Fenrir benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa. Loki kemudian kaget melihat kalau ada satu wanita yang memegang sebuah kipas tangan terlihat ingin menendangnya. Loki menahan serangan wanita itu namun terlihat kaget karena kekuatan tendangan wanita itu

''Woah aku tidak tahu kalau Dewa sepertimu bisa menahannya'' kata wanita itu

''Jangan sok kuat, makhluk bawah'' kata Loki terlihat kesal

Loki kemudian menyerang nya kembali dengan sihir es namun terlihat meleleh

''Apa?'' kaget Loki

''Warm Circle!''

Terlihat Ravel ternyata bergabung membantu wanita itu, terlihat ada lingkaran di sekitar Loki dan wanita itu yang terlihat menghangatkan daerah itu sehingga terlihat es sihir dari Loki mencair

''Apakah kau tidak apa-apa, Lyona-san?'' tanya Ravel

''Ara, terima kasih Ravel-chan'' kata Lyona terlihat mengangkat tangan nya

Dan kemudian terlihat muncul sebuah elemen sihir berwarna putih dengan beberapa garis dan logo yang sama dengan Rias, Ardi kaget melihat sihir itu yang juga hampir sama dengan mereka

''Cold Destruction'' ucap Lyona yang kemudian menyerang Loki dengan itu

Loki mengeluarkan sihir pelindung nya namun terlihat kalau serangan milik Lyona itu berbeda dengan Rias, serangan Lyona terlihat membekukan sihir pelindung Loki, Loki kemudian menyadari sesuatu dan kemudian mundur ke belakang. Terlihat sihir pelindung Loki tiba-tiba saja meledak

Loki hanya berpikir kalau dia akan terkena serangan itu kalau dia tidak menghindari tadi, Loki kemudian menahan salah satu tendangan dari kanan nya

''Apa apa? Kelelahan melawan makhluk bawah'' kata Ardi terlihat menendang Loki

''Jangan sombong'' kata Loki terlihat kesal dan kemudian menembakan banyak sekali tembakan sihir yang beberapa elemen.

Alice kemudian terlihat mengangkat tangan nya ke depan ke arah Loki

''Invasion of the Five Elements'' Alice kemudian terlihat menembakan beberapa elemen juga untuk melawan sihir dari Loki

Dan serangan sihir itu terlihat melawan dengan elemen lawan mereka sendiri seperti air melawan api dan beberapa elemen melawan satu sama lain dan terlihat kalau akan ada ledakan yang sangat kuat sekali.

Loki benar-benar tidak tahu kalau dia akan melawan beberapa orang baru dan kuat yang sepertinya bekerja sama dengan begitu kompak. Loki kemudian menyedari kalau ada dua orang yang akan menyerangnya dari depan dan terlihat kalau itu adalah Ardi dan juga Lyona

Ardi dan Lyona kemudian terlihat memukul Loki, Loki mencoba menahan nya dengan tangan nya namun dia menyadari kalau tangan mereka terlihat menggunakan elemen penghancur mereka.

Loki kemudian terpental ke belakang karena pukulan dari mereka berdua, Loki menabrak dinding belakang nya dan terlihat kesakitan sambil menatap marah ke arah Ardi dan Lyona.

''Woah persaudaraan tiri yang kuat'' kata Ari terlihat hanya terbengong

''Bantu gua monyong!'' Terlihat Dion menghindari semua serangan dari Fenrir yang ingin mencakar nya

Ari menciptakan dua tombak besar karena dia tahu kalau dia harus meningkatkan quantitas sihir nya untuk bisa melukai Fenrir, Dion memiliki pedang yang sangat kuat dari dulu sehingga dia bisa menebas kulit Fenrir dengan mudah nya. Kiba terlihat membantu Dion menyerang kaki nya dulu untuk membuat nya lumpuh. Akeno kemudian menembakan petir yang sangat kuat kearah Fenrir namun Fenrir menghindari nya dan mencoba untuk mengigit Akeno

Namun terlihat kalau Ari memegang ekor Fenrir sehingga terlihat Fenrir kembali terjatuh ke tanah

''Jangan merasa semudah itu, serigala kampret!'' teriak Ari membanting Fenrir ke lantai dengan sangat keras sekali sehingga Fenrir merasakan sakit dan lantai di bawah nya hancur dengan kekuatan banting Ari berkat dari sarung tangan nya itu

Semua orang terlihat kaget melihat kekuatan banting Ari yang begitu kuat nya membanting Fenrir, Fenrir kemudian bangun dan melihat Ari dengan marah sekali

''Hmmmm sepertinya aku dalam masalah'' kata Ari terlihat ketakutan sekarang

Fenrir kemudian terlihat ingin mencakar Ari namun terlihat ada Alika menahan nya dengan perisai nya. Ari merasa senang saat melihat Alika melindung nya namun terlihat Alika mundur kebelakang karena cakaran Fenrir yang begitu kuat nya mendorong nya dan kemudian terpental ke belakang dengan begitu cepat nya

Alika merasakan kalau dia akan menabrak tembok dan akan merasakan sakit namun saat dia menabrak tembok itu terlihat kalau dia tidak merasakan sakit sama sekali, dia kemudian melihat belakang dan kemudian kaget melihat kalau di belakangnya ada Ari

''K-Kenapa kau bisa ada di belakangku?'' tanya Alika

''Bukankah kau tadi melindungiku namun aku malah terkena serangan juga'' kata Ari yang menahan sakit sambil terlihat berwajah datar

Alika hanya tertawa kecil melihat nasib Ari yang selalu saja sial, Fenrir menyerang Akeno dan terlihat Akeno kaget karena Fenrir yang begitu cepat nya, salah satu sayap nya kemudian terlihat terkena serangan dari Fenrir dan kemudian dia terjatuh ke bawah

''Akeno!" teriak Rias panik

''Bucho, Koneko-chan tiba-tiba saja menghilang'' kata Issei

Rias sekarang benar-benar bingung untuk melakukan apa, apakah dia harus menolong yang lain nya untuk melawan Loki dan Fenrir apakah dia harus mencari Koneko

''Pergilah Rias, cari Koneko'' kata Alice

''Tapi...''

''Tidak apa-apa, kami akan baik-baik saja'' kata Alice

Rias kemudian melihat kalau mereka semua bekerja sama untuk menyerang Loki yang di anggap sebagai Dewa, kakak nya dan Azazel terlihat sedang membantu mereka dengan sedikit dan terlihat mencoba menolong para tamu yang masih belum keluar.

''Baiklah, aku serahkan ini kepada kalian'' kata Rias yang kemudian terlihat pergi

Issei kemudian terlihat mengikuti Bucho nya untuk melindungi nya, mereka berdua kemudian menuju ke ruang belakang berpikir kalau Koneko ada disana.

Azazel dan Sirzechs terlihat hanya melihat mereka bekerja sama untuk melawan Fenrir dan juga Loki, Sirzechs sepertinya berpikir mereka tidak perlu ikut campur namun mereka tahu kalau Loki tidak akan selemah itu.

''Asuka apakah sihir nya sudah siap?'' tanya Sirzechs

''Tunggu beberapa menit lagi'' kata Asuka terlihat ingin menggunakan sihir

''Sihir apa yang akan kalian lakukan?'' tanya Odin

''Sebuah sihir penyegel sementara'' kata Sirzechs

Odin terlihat mengangguk mengerti dan kemudian kembali melihat pertarungan ini yang terihat begitu seru sekali.

Lyona terlihat menembakan beberapa sihir penghancur namun berwarna putih dan terlihat menembakan nya dengan begitu banyak sekali ke arah Loki. Loki terlihat hanya menangkis serangan dari Lyona itu dengan sihir pelindungnya dan kemudian menyerang kembali dengan sihir nya, Ardi kemudian menaruh tangan nya ke bawah dan kemudian melihat ke arah Loki

Loki merasakan kalau akan ada serangan di bawah nya, dia kemudian terlihat terbang mundur ke belakang dengan begitu cepat nya dan terlihat kalau tanah di bawah Loki mengeluarkan serangan sihir yang begitu besar.

''Lumayan, kau cukup cermat dalam menggunakan sihir mu'' kata Lyona memuji Ardi

Ardi terlihat hanya terdiam saja dan terlihat kalau dia cukup senang mendengar pujian itu, Loki tidak tahu terus di rendahkan dan kemudian terlihat menembakan sihir es kepada Ardi dan Lyona namun tetap aja terlihat kalau ada lingkaran api yang selalu saja mencairkan es Loki itu.

Ravel terlihat benar-benar cukup handal dalam menggunakan sihir api nya dari keluarga nya namun dia masihlah seorang pemula yang masih memiliki jalan panjang. Ravel terlihat kelelahan karena sepertinya terlalu banyak sudah mengeluarkan sihir nya

''Mundurlah'' kata Alice menyuruh Ravel

Ravel terlihat mengangguk mengerti dan kemudian terlihat mundur untuk beristirahat mengisi sihir nya, Alice kemudian terlihat mengangkat kedua tangan nya.

''Blazing Fire''

''Windstorm''

Alice kemudian terlihat menyerang Loki dengan elemen api dan juga angin dengan begitu besar sekali, Loki yang melihatnya kemudian terlihat menembakan beberapa sihir es ke arah api itu dan terlihat Loki mencairkan es nya. Seluruh Api milik Alice terlihat padam karena serangan Loki itu namun terlihat Loki terkena serangan angin milik Alice dan kemudian terpental.

Lyona kemudian terlihat menggunakan kesempatan ini dan kemudian menembakan banyak sekali serangan sihir penghancur berwarna putih nya kepada Loki, Loki benar-benar begitu terpojok sekarang namun dia begitu keras kepala berpikir kalau dia akan menang melawan mereka.

Fenrir terlihat masih melawan sisa peerage Rias, Ari dan juga Dion dengan begitu sengitnya. Ari terlihat menciptakan beberapa senjata dari sihirnya namun akan tetap hancur di gunakan untuk menyerang Fenrir karena kulitnya itu namun Dion begitu santai nya menebas Fenrir karena pedang nya yang sepertinya tidak patah sama sekali

''Pedang itu benar-benar hebat'' kata Sona melihat Dion

Dion kemudian mengeluarkan tebasan cahaya ke arah Fenrir, Fenrir sekali lagi merasakan sakit karena tebasan cahaya itu, Ari kemudian terlihat menciptakan palu yang begitu besarnya

''Rasakan ini keparat!'' teriak Ari yang kemudian memukul kepala Fenrir dengan palu itu dan kepala Fenrir menabrak lantai dengan begitu keras nya.

Ari benar-benar kelelahan sekarang karena stamina nya benar-benar terkuras karena pertarungan ini. Dia tidak tahu harus sampai mana mereka menghadapi serigala ini yang sepertinya tidak lelah dari tadi. Akeno sekali lagi terlihat menembakan sihir petir kepada Fenrir

''Holy Thunder'' kata Akeno menembakan petir berwarna kuning dengan begitu besar nya kepada Fenrir

Fenrir benar-benar tidak tahu harus melakukan apa lagi sekarang karena dia hanya sendirian melawan mereka semua, Fenrir kemudian melihat ke arah ayah nya yang juga terlihat tidak tahu harus melakukan apa

''Baiklah, semua nya sudah siap'' kata Asuka

''Kalau begitu lakukanlah'' kata Sirzechs

Asuka kemudian terlihat mengarahkan tangan nya ke arah Loki, Loki kemudian terlihat merasakan adanya sihir di sekitarnya dan terlihat bingung untuk melakukan apa. Loki benar-benar sangat marah karena sudah di permalukan oleh para Iblis dan juga Manusia

''Sialan kalian semua makhluk bawah!" teriak Loki yang kemudian terlihat menghilang

Fenrir juga terlihat menghilang entah kenapa yang mungkin karena ayah nya juga terlihat menghilang, para Iblis terlihat lega melihat kalau sepertinya sihir milik Asuka berhasil memindahkan Loki entah kemana

''Woah sepertinya sudah berakhir'' kata Lyona sambil mengipas dirinya dengan kipas tangan nya itu

''Kau ini selalu saja tenang'' kata Sona mendatangi Lyona dan juga Ardi

''Ara Sona-chan, aku tidak tahu kalau kau disini. Apakah kau dari tadi hanya menonton saja?'' tanya Lyona

''Ya begitulah, aku hanya berjaga-jaga kalau pertarungan kalian tidak terlalu parah'' kata Sona

Lyona terlihat hanya tersenyum saja mendengar perkataan dari Sona, Ardi terlihat hanya diam saja namun dia benar-benar cukup kelelahan karena melawan Loki tadi.

''Kerja bagus kalian'' kata Sirzechs mendatangi mereka

''Hmmm kau sepertinya jangan terlalu merendahkan kami, Sirzechs'' kata Lyona

''Ohhh maaf kalau begitu, mbak Lyona'' kata Sirzechs terlihat bercanda

Lyona hanya kesal mendengar candaan Sirzechs itu, Ari dan Dion kemudian mendatangi mereka semua.

''Yooo kalian berhasil juga'' kata Ari dengan kelelahan

Ardi dan yang lain nya kemudian melihat ke arah Ari dan juga Dion yang sepertinya berhasil bertahan melawan Fenrir tadi.

''Oh kalian masih hidup?'' tanya Ardi

''JANGAN MENGATAKAN SEPERTI ITU KAMPRET!'' teriak Ari dan Dion secara bersamaan.

Lyona hanya terlihat tertawa melihat mereka berdua yang marah, Ari kemudian melihat ke arha Lyona

''Woah kau sepertinya wanita yang kuat'' kata Ari memuji Lyona

''Oh terima kasih, aku tidak tahu kalau aku akan dapat pujian dari orang yang sudah mengalahkan Iblis bangsawan seperti mu'' kata Lyona

Ari hanya menggaruk belakang kepala nya sambil terlihat heran, Ari kemudian terlihat menyadari para saudari nya yang berpikir apakah mereka baik-baik saja.

''Hey apakah kalian baik-baik saja?'' tanya Ari berbalik untuk melihat mereka

Namun terlihat kalau mereka baik-baik saja bahkan terlihat sangat baik-baik saja, terlihat kalau mereka sedang memakan beberapa cemilan dan terlihat duduk dari tadi. Ari benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat

''Kenapa kalian bisa sesantai itu?!'' teriak Ari heran

''Memangnya kenapa, lagian tidak ada lagi penyerangan'' kata Rani

Ari hanya terbengong melihat para saudarinya itu, dia benar-benar heran kenapa dia bisa mendapatkan para saudari seperti ini. Ari kemudian mendesah pasrah

''Lalu apa yang akan kita lakukan?'' tanya Dion

''Tunggu, kemana Issei dan Rias?'' tanya Ari menyadari sesuatu

''Oh mereka mengatakan kalau mereka ingin mencari Koneko yang menghilang'' kata Alice memberitahu

''Koneko menghilang? Bagaimana ceritanya dia hilang?'' tanya Ari

''Aku tidak tahu tapi saat kita bertarung dia tiba-tiba saja sudah menghilang'' kata Alice

Terlihat Ari dan yang lain nya hanya bisa bingung tentang ini yang begitu aneh nya, tak lama kemudian terlihat Rias dan yang lain nya menuju ke arah mereka. Terlihat kalau Issei sedang menggendong Koneko di belakang nya.

''Woah itu mereka'' kata Ari

Mereka semua kemudian melihat ke arah Rias dan Issei, mereka heran melihat Issei sedang menggendong Koneko

''Ada apa dengan nya?'' tanya Ardi

''Dia bertemu dengan seseorang yang dia kenal, aku tidak tahu tapi sepertinya dia benar-benar merasakan perasaan yang kacau sekarang'' kata Issei

Ari dan yang lain nya terlihat hanya bingung saja mendengar perkataan dari Issei yang ingin menjelaskan akan tetapi terlihat tidak tahu harus bagaimana.

''Baiklah, sepertinya kita harus pulang sekarang. Pertemuan nya sudah selesai dan kita harus memikirkan apa yang akan kita lakukan di masa depan'' kata Rias

Mereka semua terlihat mengangguk mengerti dengan Rias.

SKIP TIME

Sudah satu tiga hari lewat dengan kejadian di tempat pertemuan, terlihat ada gadis kecil sedang tertidur dengan pulas nya di sebuah kasur yang begitu besar. Tak lama kemudian terlihat dia terbangun dengan membuka mata nya, dia berposisi duduk dan kemudian melihat apa yang ada di sekitarnya.

Terlihat kalau ada satu laki-laki yang sepertinya tertidur di salah satu sofa di samping nya, dia adalah Ari. Namun terlihat kalau di mulut Ari ada smartphone yang sepertinya masih hidup, Koneko berpikir kalau sepertinya Ari bermain game smartphone dan kemudian tertidur dengan pulas. Koneko hanya bisa tersenyum melihat sifat Ari itu, Koneko kemudian terlihat berdiri dan kemudian menuju ke arah Ari dengan langkah pelan nya.

''Ari-senpai, bangunlah'' kata Koneko mencoba untuk membangunkan Ari

''Wuaaaah! Sumpah aku tidak memakan cemilanmu!'' teriak Ari kaget karena ada seseorang yang membangunkan nya.

Ari kemudian melihat siapa yang telah membangunkan nya.

''Oh Neko, aku kira siapa'' kata Ari sambil tertawa kecil

Koneko hanya tersenyum

''Kau sudah sadar, kau tidak sadarkan diri selama tiga hari lho'' kata Ari

''Apakah kau menjagaku?'' tanya Koneko

''Tidak, Rias dan yang lain nya menjagamu'' kata Ari

Koneko terlihat hanya mengangguk mengerti, dia benar-benar sudah memiliki orang-orang yang sudah menyayangi nya.

''Memangnya kenapa kau bisa pingsan semalam?'' tanya Ari

''Tidak, tidak ada apa-apa'' kata Koneko

Ari hanya heran melihat Koneko yang tidak mau menceritakan kenapa dia bisa pingsan begitu lama nya

''Oh baiklah, sekarang kita harus memberitahu yang lain nya'' kata Ari

Koneko mengangguk mengerti, mereka kemudian terlihat berjalan keluar namun Koneko menyadari kalau dia masih memakai pakaian tidur nya. Koneko kemudian memegang tangan Ari

''Hmmm Ari-senpai tunggu, aku mau mengganti pakaianku'' kata Koneko

''Oh baiklah, aku keluar dulu'' kata Ari

''Tidak Ari senpai, aku mau berbicara sesuatu kepada mu'' kata Koneko

Ari terlihat heran melihat Koneko sepertinya ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan nya

''Ada apa?'' tanya Ari

''Kau punya adik kan, bisakah kau ceritakan apakah yang harus di lakukan adik kepada kakak nya? Apakah dia harus menuruti perkataan kakak nya?'' tanya Koneko dengan terlihat menatap ke arah lantai

Ari heran melihat pertanyaan Koneko itu dan kemudian tersenyum

''Aku tidak berpikir seperti itu, aku hanya membiarkan apa yang Ayu mau lakukan. Aku hanya mencoba untuk menjaga nya dari hal buruk, dia lah yang menentukan mau jadi apa dia, dan aku akan selalu mendukungnya, jika dia melakukan sesuatu yang salah maka aku akan memperingatkan nya kalau itu salah'' kata Ari terlihat menjelaskan tentang hubungan adik dan juga dirinya

Koneko terlihat kaget mendengar perkataan dari Ari tadi, dia membiarkan adik nya untuk melakukan apa yang dia mau dan dia akan terus menjaganya, ini benar-benar berbeda dengan kakak nya yang tidak mengerti sama sekali dengan dirinya, dia sudah memiliki keluarga dan kakak nya Kuroka tetap saja ingin mengambil nya, apakah itu benar-benar di katakan kasih sayang seorang kakak yang ingin merebut kebahagian adik nya?

Koneko benar-benar tidak tahu harus melakukan apa, di hatinya dia masih memiliki rasa kasih sayang kepada kakak nya namun di sisi lain dia memiliki Rias dan yang lain nya sudah sebagai keluarga

''Aku berharap kalau aku memiliki kakak seperti mu'' kata Koneko

Ari terlihat hanya terdiam saja mendengar perkataan dari Koneko, Ari kemudian memegang kepala Koneko dan kemudian mengelus nya

''Kau tidak perlu mengatakan itu, kau harus senang memiliki kakak'' kata Ari mengelus kepala Koneko

Koneko terlihat kaget mendengar perkataan dari Ari yang terlihat begitu mengerti dengan nya, Koneko kemudian terlihat mengeluarkan air mata sedikit

''Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, hiks. Aku mau bersama kalian tapi aku juga ingin bersama kakak ku, kami selalu bersama, hiks, hiks'' tangis Koneko

Ari terlihat tersenyum kaku sekarang karena tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dia belum pernah melihat wanita menangis seperti Koneko namun dia pernah membuat nangis Ayu dengan menjahili nya.

''H-Hey sudahlah, kau tidak perlu menangis. Dengar, aku akan berbicara dengan kakakmu kalau aku akan bertemu dengan nya'' kata Ari mencoba untuk menghibur Koneko

Koneko kemudian membersihkan air mata nya dan kemudian melihat kearah Ari

''Janji?'' tanya Koneko

''Tenang saja, aku berjanji'' kata Ari ''Sial, kenapa aku harus janji, aku benci janji'' pikir Ari

Koneko tersenyum mendengar perkataan dari Ari, Koneko menyadari kalau Ari adalah orang yang licik dan realisme di mana sifat baik dan jahat tergantung dari situasi nya namun Koneko percaya kalau Ari memiliki janji atau hutang maka dia akan pasti membayarnya

''Baiklah, aku akan mengganti pakaian ku'' kata Koneko

Ari kemudian terlihat keluar dari kamar dan kemudian menunggu Koneko selesai mengganti pakaian nya, dan kemudian terlihat Koneko selesai mengganti pakaian nya dan kemudian melihat ke arah Ari.

''Sekarang kita harus bertemu dengan yang lain nya'' kata Ari

Koneko mengangguk mengerti dan kemudian mereka terlihat berjalan di ruang tamu, di ruang tamu terlihat ada Rias dan yang lain nya yang terlihat sedang melakukan aktivitas mereka namun terlihat kalau kaget melihat kalau Ari sedang berjalan bersama Koneko

''Koneko, kau sudah sadar'' kata Rias mendatangi peerage nya itu

Dion terlihat tersenyum melihat Koneko sudah sadar bersama para saudari Ari, Ardi hanya terdiam saja dan terlihat merasa tidak peduli sama sekali.

''Akhirnya kau bangun, kami sangat menghawatirkanmu'' kata Rias

''Maafkan membuat kalian khawatir'' kata Koneko terlihat meminta maaf kepada mereka

''Tidak apa-apa, kami mengerti. Kau pasti mengalami hari yang sangat berat sekali'' kata Alice

Koneko hanya tersenyum melihat mereka tidak marah sama sekali dan terlihat senang dia sudah sadar, Koneko benar-benar berpikir kalau dia sudah menemukan apa yang dia butuhkan dalam hidup nya.

Ari kemudian terlihat duduk sambil memainkan smartphone nya, dia benar-benar tidak di pisahkan dalam menggunakan smartphone nya.

''Memangnya apa yang terjadi dengan kalian?'' tanya Dion kepada Rias

Rias melihat Dion sambil terlihat ingin menjawab itu namun terlihat Rias melihat ke arah Koneko untuk meminta izinnya, Koneko terlihat mengangguk menjawab Rias

''Baiklah, akan aku ceritakan. Kami menemukan Koneko di halaman belakang, dia terpancing karena ada nya energi aneh yang membuatnya tertarik. Energi itu berasal dari seorang wanita yaitu kakak perempuan nya'' kata Rias

Ari kemudian kaget mendengarnya

''Tunggu, apa?'' Ari terlihat tertarik

''Kakak nya ternyata untuk mengambil Koneko karena dia sepertinya masih menyayanginya'' kata Rias menjelaskan

''Tapi aku ingin bersama kalian'' kata Koneko menambah penjelasan Rias

Semua orang terlihat terdiam memikirkan ini, Alice hanya mendesah mendengar kalau ternyata ini masalah keluarga lagi sama seperti Ardi. Apakah masalah keluarga sering terjadi kepada semua orang

''Hmmmm ini benar-benar menyebalkan'' kata Ardi mendengar masalah keluarga lagi

''Dan sepertinya kakak nya bergabung dengan organisasi teroris, yaitu Kaos Brigade'' kata Rias

Semua orang sekali terlihat mengerti, ini benar-benar sangat rumit karena melihat kalau kakak Koneko bergabung dengan organisasi yang tidak baik untuk mereka dan juga musuh mereka, mungkin.

Ardi kemudian terlihat berdiri dan kemudian berjalan ke pintu keluar, semua orang heran melihat Ardi pergi

''Hey mau kemana kau?'' tanya Rani

''Tenang mbak Rani, aku hanya jalan-jalan'' kata Ardi tersenyum

Rani hanya mendesah melihat sifat sahabat adik nya itu, sejak kecil dia selalu saja seperti itu. Rias dan yang lain nya hanya terlihat tidak tahu harus melakukan apa kepada Ardi yang memiliki sifat dingin seperti itu.

Mereka semua terlihat terdiam dan kemudian tiba-tiba muncul Sirzechs

''Onii-sama'' kata Rias

''Oh kalian disini rupanya, aku mau berbicara denganmu, Rias'' kata Sirzechs

Rias terlihat kaget mendengar kalau kakak nya ingin berbicara dengan nya dan dia benar-benar penasaran.

BERSAMBUNG


Yoooooo saya kembali lagi, maaf kalau fanfic ini sementara hiatus karena jalan ceritanya, maaf kalau alur nya lama. Saya akan melanjutkan fanfic ini

Saatnya membalas Review

Austintistan16: Mereka belum mengetahui Ari memiliki pacar karena dia belum bilang apa pun kepada teman dan keluarga nya :V. Aria masih netral disini dan kita belum tahu apa yang akan dia lakukan di masa depan (Ane membalas jawaban ente sekali lagi, padahal sudah di pm :V)

Guest: Aktif lagi kok :)

Fazakhi indra: Tada! Saya lanjutkan :V

Einz-Zwei: Maaf bos, itu di chapter satu dan itu doc nya sudah hilang :V tapi akan saya coba untuk perbaiki

Terima kasih yang sudah baca dan review

Jangan lupa untuk tinggalkan Review nya

Salam Author