Baekhyun, Luhan dan Kyungsoo menatap bangunan besar di hadapan mereka dengan takjub. Salah satu universitas terbaik di Korea. Dengan masih menggunakan seragam Elyxion, mereka masuk kesana dengan dihadiahi tatapan setiap orang yang mereka lewati. Ada yang berpikir, 'apa yang dilakukan anak SMA disini?' 'Ughh mereka manis sekali!' 'Apa mereka sudah punya pacar?' Dan pemikiran-pemikiran lainnya.

Sebenarnya ini semua ajakan si korban 'LDR' Byun Baekhyun. Hari ini Elyxion pulang lebih awal. Jadinya Baekhyun memberikan ide untuk mengunjungi pacar. Luhan dan Kyungsoo sempat menolak. Tapi aegyo Baekhyun mengalahkan segalanya.

"Kita harus mencari kemana?" tanya Luhan.

"Molla"

"Nado molla. Tadi Chanyeolie mengatakan dia sedang break. Kelasnya masih dimulai sekitar satu jam lagi" ucap Baekhyun. Sebenarnya tadi Kyungsoo menyarankan untuk menelpon, tali Baekhyun menolak dengan alasan ayo memberi kejutan. Alhasilnya sekarang mereka seperti anak hilang berdiri di tengah halaman luas universitas ternama Korea.

Baekhyun mengedarkan pandangannya dan kemudian bergerak cepat mendekati seorang laki-laki berwajah kotak yang hendak melewati mereka.

"Chogio... " cegat Baekhyun.

"Ya? " tanyanya menatap lekat wajah Baekhyun.

"Boleh aku bertanya? "

"Tentu saja!" serunya kentara sekali merasa senang. Siapa yang tidak senang diajak bicara oleh makhluk macam Baekhyun?

"Apa hyung mengenal Chanyeol? Park Chanyeol? Yang telinganya lebar seperti Yoda? Kalau kenal, sekarang dia ada dimana? " tanya Baekhyun.

"Tentu saja kenal. Siapa yang tidak kenal Park Chanyeol? Kulihat tadi dia di fakultas musik. Disana" tunjuknya.

"Terimakasih hyung! " seru Baekhyun tak lupa tersenyum manis.

"Ngomong-ngomong kau siapanya Chanyeol? "

"Hehe aku tunangannya" jawab Baekhyun dan menarik tangan kedua temannya untuk pergi.

"Tunangan? Pupus sudah..." sesalnya berharap mendapat nomor ponsel Baekhyun.

Mereka menemukan fakultas musik setelah kembali bertanya. Baekhyun tersenyum lebar saat melihat sosok Chanyeol di antara banyak orang disana.

"Disana! " seru Baekhyun pada Luhan dan Kyungsoo. Dia menarik tangan dua sahabatnya untuk mendekat kesana. Luhan dan Kyungsoo hanya menurut. Padahal mereka yakin kalau nanti Baekhyun sudah bersama Chanyeol, pasti mereka akan dilupakan.

Baekhyun sudah akan memanggil Chanyeol ketika dia menyadari laki-laki itu tak sendiri disana. Dia tertawa bersama seorang wanita dengan dandanan super tebal.

"Kenapa berhenti? " tanya Luhan.

"Lihat saja sendiri" Kyungsoo menjawab dan menunjuk dengan dagunya.

"Siapa wanita itu? Dandanannya kampungan sekali" ucap Luhan. Mereka masih tertawa dan Baekhyun menyaksikan itu semua. Bagaimana wanita itu berusaha mendekati dan menggoda Chanyeolie-nya dengan menempelkan dada palsunya pada lengan Chanyeol. Chanyeol tampak tidak risih sama sekali dan malah terus tertawa dengan lebar menanggapi wanita itu.

"Chanyeolie" panggil Baekhyun dengan lirih setelah cukup dekat dengan mereka. Chanyeol tampak terkejut dan wanita itu malah tersenyum remeh padanya.

"Baek? " Chanyeol berdiri dengan kaku ketika melihat Baekhyun hampir menangis di tempatnya.

"Chanyeolie... Aku berusaha disini bertahan. Memahami kesibukan Chanyeolie. Mencoba tidak meminta lebih. Mencoba berpikir dewasa bahwa kita hanya dipisahkan oleh sekolah yang berbeda. Aku ingin dipeluk. Aku ingin dicium. Aku ingin Chanyeolie. Tapi sepertinya hanya aku yang merasakan itu semua disini. Kulihat Chanyeolie baik-baik saja. Bahkan tertawa bersama wanita aneh ber-make up tebal ini yang jelas-jelas sedang menarik perhatianmu" ucap Baekhyun dalam tangisnya. Dia menangis tanpa peduli orang disekitar. Apa yang salah? Dia sedang terluka disini.

"Yak! Berani sekali kau menghinaku! Lagipula anak kecil sepertimu tahu apa huh? Sial sekali Chanyeol bertunangan denganmu! Kau pikir wajah anak anjing milikmu bagus heh?!" teriak wanita itu mendekati Baekhyun dan mengangkat tangannya untuk menampar Baekhyun. Tapi Chanyeol lebih tanggap dan mencengram tangan itu sebelum menyentuh wajah Baekhyun.

"Jangan coba-coba sentuh milikku Lee Sunbin. Benar. Dia masih kecil. Dia seorang siswa kelas dua SMA. Dia kekanakan. Dia manja. Dia suka merajuk. Dia suka menangisi hal-hal yang kuanggap sepele. Tapi aku mencintai dirinya yang seperti itu. Dia apa adanya tanpa dibuat-buat. Dia membuatku merasa diriku menjadi orang yang paling beruntung. Dia pusat rotasiku. Dia hal terindah yang pernah kuperjuangkan seumur hidupku. Dia Baekhyun-ku, duniaku" Chanyeol menjelaskan semua itu sambil menatap wajah Baekhyun yang memerah dan juga basah oleh air mata.

"Kau mempermalukanku karena bocah ini Park Chanyeol? " tanya Sunbin tak tahu malu.

"Ya dan dia yang kau sebut bocah adalah tunanganku. Bokong seksinya lebih menarik daripada dada palsumu. Jadi mulai sekarang menjauh dan berhenti menempeliku" ucap Chanyeol dengan suara rendahnya dan menghempaskan tangan Sunbin. Wanita itu langsung pergi darisana karena tak kuat menahan malu.

"Sayang... " panggil Chanyeol dan meraih wajah Baekhyun. Menatapnya penuh pemujaan. Bibir chery kesukaannya melengkung kebawah.

"Chanyeolie~ "

"Maafkan aku. Aku tidak tau kau memikirkan semua itu. Aku juga ingin memeluk dan menciummu. Bahkan sekarang menginginkannya..." ucap Chanyeol menarik wajah Baekhyun dan menjatuhkan bibirnya di atas bibir chery itu. Bukan sekedar menempel, Chanyeol juga melumatnya di hadapan orang-orang yang masih menyaksikan adegan drama itu.

"Aku malu. Ugh kenapa Chanyeolie suka sekali menciumku di depan banyak orang?" Baekhyun menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Chanyeol dan merengek disana. Chanyeol terkekeh dan memeluk tubuh itu semakin erat.

"Kau milikku. Jadi aku bebas melakukan apapun"

"Dasar menyebalkan dan suka seenaknya" kesal Baekhyun menarik rambut Chanyeol yang disambut erangan kesakitan oleh Chanyeol. Tapi Chanyeol mengecupnya lagi sehingga tarikannya pada rambut Chanyeol terlepas.

"Sayang, ayo menikah" ucap Chanyeol seringan angin.

"A-apa? "

"Aku ingin dirimu menjadi nyonya Park"

"Tidak mau! Aku menolak lamaran tidak romantismu. Apa-apaan melamar di depan gedung universitas?" tolak Baekhyun dan mencemooh cara melamar Chanyeol yang sama sekali tak romantis.

"Apa aku harus melamarmu di lantai tertinggi Burj Khalifa agar kau menerima lamaranku?"

"Aku menunggu" ucap Baekhyun seolah dia memang menginginkan itu. Setelahnya mereka tertawa tanpa peduli keadaan sekitar.

"Lu, benarkan. Kita akan terabaikan jika dia sudah bertemu si Yoda itu" kesal Kyungsoo.

"Benar. Lain kali jangan termakan rayuan Baekhyun lagi. Semenggemaskan apapun itu" ucap Luhan.

"Ayo cari Kai dan Sehun"

Sepertinya istilah dunia hanya milik berdua dan yang lain menumpang itu benar adanya.

•••

•••

•••

-Kkeut-

Haiii

Sorry for late update, juga ini mungkin gak sesuai harapan readers semua ^^

Aku lagi sibuk sama skripsi. Do'ain bentar lagi seminar (aku udah tau siapa dosen penguji aku. Takutnya pake banget. Killer) dan aku bisa lanjut penelitian. Dannnn insyaallah Oktober wisuda heheh. Pengen cepet selesai. Soalnya kemaren aku nemenin kakak kost yang ujian skripsi. Dia nangis pas keluar dan udah nyandang gelar aja. Kan pengen juga kayak gitu jadinya...

Aku do'ain juga buat kalian yang lagi sibuknya kayak aku. Soga cepet selesai!

Fighting!