Longinus 14Th ( Declare of The War )
Naruto Masashi Kishimoto
High School DxD Ichie Ishibumi
Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain
DemiDevilNaru, SmartNaru
Chapter 28 : Valerie Tepes, the First Woman King in Tepes (Invasion Plan)
Kastil Tepes.
" Kuperkenalkan pada kalian. Maskot dari organisasi yang kupimpin saat ini, sapalah ia dengan hangat, namanya adalah Lilith."
Perasaan berat langsung menghantam mereka semua. Perasaan itu langsung muncul kala gadis kecil itu menunjukkan hawa keberadaannya. Bagi Azazel dan seluruh kelompok Gremory telah melihat wujudnya pada pertemuan 3 fraksi sebelumnya.
" i – ini " Azazel tak dapat berkata apa-apa.
" Hehe sudah kubilangkah mari sapalah ia dengan hangat ... hm, kalian bisa mulai dengan memanggilnya Lilith – chan " Rizevim mengelus surai hitam panjang Lilith seraya mengulas senyum bangga.
" Oh iya. Aku memberinya nama seperti ibuku. Cocok bukan ? aku selalu senang saat menyebutnya, seperti keluargaku berkumpul kembali syololo "
" Azazel Ojiii chan, kenapa kau diam saja. Sebagai pamanku seharusnya kau tertawa bersamaku atas kebahagiaan ini syololo "
" Apa-apaan ini hah ? " Azazel berteriak marah. Bagi kelompok Gremory, ini merupakan hal yang baru. Sosok Azazel yang ramah dan kikuk, terkesan seperti orang bodoh untuk menunjukkan ekspresi semengerikan ini sungguh jarang.
Namun, Rizevim merespon kemurkaan Azazel dengan santai " Serem. Kau membuat keponakanmu ini takut, Azazel – Ojii –chan "
DEG
Atmosfer mengerikan kembali menerpa mereka. Perasaan yang memaksa mereka untuk meringkuk ketakutan. Bagi kelompok Gremory dan Agares, kondisi ini serupa dengan ikan kecil yang berada dalam lautan, dibayangi ikan hiu ganas yang siap menerkam mereka kapan saja.
" A-aku A-kan. Me-lindungi. Tu-an. Vim."
Setiap kata diucapkan dari mulut Lilith bagaikan suara kaset yang rusak. Wajahnya sama sekali tidak menampilkan ekspresi namun kentara akan nafsu membunuh. Tatapan matanya terpaku pada mereka, hanya dengan satu perintah membunuh dari Rizevim. Maka habislah sudah!
" Damee Lilith-chan. Lihat, mereka ketakutan karena kata-katamu! "
Berkat kata-kata Rizevim, tekanan mengerikan itu berangsur meringan, namun bukan berarti mereka dalam keadaan aman sekarang.
" Rizevim, apa yang kau lakukan pada Ophis sampai dia jadi begini ? "
Azazel, sebagai salah satu pimpinan aliansi 3 fraksi Bibble tentu telah mendengar mengenai rumor bahwa terjadi perseteruan antara Hero Faction dengan kelompok muridnya, Vali Lucifer. Dan rumor yang beredar mengatakan bahwa perseteruan ini berakhir dengan keberhasilan muridnya, dan semenjak itu kabar mengenai kelompok muridnya dan Ophis menghilang. Menjadikan kelompok Vali dicap sebagai salah satu buronan yang paling dicari. Namun, sekarang ia malah menemukan Ophis di sini, di tangan Rizevim. Apa mungkin bagi Vali yang sangat membenci Rizevim, menyerahkan Ophis begitu saja ? Begitu banyak pertanyaan yang berputar di kepalanya saat ini.
" Azazel – dono ? "
" Gadis kecil itu benar-benar Ophis, Dulio. Kelompok Gremory dan kau, Lavinia Reni, pasti pernah melihat visualisasinya pada saat penyerangan Wakil Ophis ketika pertemuan 3 fraksi. Aura mengerikan tak berdasar yang bagaikan tak terbatas itu mengalir dari tubuhnya. Ini hanya sebagian kecil kekuatan Ophis. "
Azazel menjelaskan semua itu di bawah tekanan kuat yang bisa saja merenggut nyawanya. Seberapa kuatnya pun dirinya sebagai Gubernur Da-tenshi, tetap saja di hadapan Ophis, ia hanyalah seekor lalat yang akan tewas hanya dengan satu kibasan ekornya.
" Terakhir kali aku bertemunya secara langsung, dia dalam wujud kakek tua. Sekarang seperti yang kalian lihat, penampilannya seperti bishoujo. Sebagai true dragon, penampilan hanyalah dekorasi baginya. Dia dapat berubah menjadi apapun yang dia mau. Namun, hanya dengan merasakan hawa kehadiran yang bagaikan tak terbatas ini, aku sangat yakin bahwa dia Ophis, the Ouroboros Dragon! "
Bagi Dulio dan kelompok Agares lainnya ini pertama kali mereka bertemu Ophis secara langsung. Tak ayal hawa kehadiran naga itu membuat mereka khawatir, terlebih bagi Alivian dan Megumi yang berasal dari ras Dragon. Tekanan yang mereka hadapi saat ini seumpama berhadapan dengan kematian padahal gadis kecil itu belum berbuat apa-apa.
Rizevim mengelus kepala Lilith lembut sambil menatap Azazel " Kau benar sekali Azazel Ojii-chan. Seperti penjelasanmu, gadis ini benar Ophis. Dan kemudian, kau akan bertanya bagaimana bisa ? benar bukan ? "
Azazel tak merespon. Hanya tatapan tajam yang menjadi jawaban akan basa-basi Rizevim
" Sejujurnya aku tidak tahu "
" Apa maksudmu ? "
" Beberapa jam yang lalu, sekitar 3 – 5 jam. Ada dua pemuda yang menyerahkan Ophis dalam keadaan begini setelah membuatku menunggu dalam kedinginan untuk SATU JAM PENUH ! BISA KAU BAYANGKAN AZAZEL – OJIICHAN, DUA PEMUDA ITU MEMERINTAHKU UNTUK MENUNGGU MEREKA DALAM KEDINGINGAN, TANPA MANTEL,SYAL, ATAUPUN PENGHANGAT LAINNYA ?! "
Jika dalam keadaan normal, Azazel pasti akan tertawa terbahak-bahak mendengar kemalangan yang menimpa Rizevim, namun tatapan tajam dari Ophis membuatnya tak mampu melakukan hal tersebut.
Kembali ke Rizevim, setelah berulang kali menendang-nendang lantai untuk menunjukkan emosinya, legenda iblis itu kembali berpaling pada Azazel " Kheh, tapi mereka akan merasakan akibatnya. "
" Jadi ? "
" Yah, mereka mengincar senjata pamungkas untuk tujuanku. Jadi mereka memberiku Lilith-chan ini sebagai perlindungan. Tamat"
Wajah Azazel masih tetap sama. Menuntut penjelasan.
" Dua pemuda ini sungguh berbahaya lho Azazel Ojii-chan. Aku bahkan tak yakin dapat mengalahkan mereka seorang diri. Mereka datang dengan pemikiran matang bahkan mempermainkan orang tua ini dalam permainannya sendiri. " Rizevim menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi innocent " Bahkan memikirkan rencana yang berada dalam otak mereka membuatku merasa berada di bawah. "
Mata Azazel melebar. Jika apa yang dikatakan Rizevim itu benar, maka ada kelompok yang begitu berbahaya. Mungkin jauh lebih berbahaya dibandingkan Khaos Brigade.
" Yeah kurasa itu saja yang dapat kuberitahu. Soal identitas mereka tentu saja aku tak dapat melakukannya jikalau aku masih sayang nyawa. Dan terakhir soal tujuanku, kau pada akhirnya akan tahu syololo."
" Sial! " rutuk Azazel.
" Nah, sekarang biarkan aku lewat. Ada beberapa hal yang harus kudiskusikan dengan Marius-kun. Tempat ini kekuasaan vampir, bertempur di sini bukanlah pilihan bijak. Sebuah negara yang tertutup dengan harga diri yang tinggi sungguhlan menarik syololo "
Rizevim berlalu melewati kelompok Dulio. Tepat ketika berpapasan dengan Azazel, gubernur da-tenshi itu berbisik
" Rizevim, Vali mengincarmu "
Langkah Rizevim terhenti. Seringai lebar terpatri di wajahnya.
" Ah, aku baru ingat cucuku yang cengeng itu dipungut olehmu Azazel-Ojiichan. Aku juga telah mendengar rumor bagaimana ia berseteru dengan Hero Faction tentang Ophis. Ini akan semakin menarik. Reuni antar keluarga yang mungkin dipenuhi pertumpahan darah, hihihi, memikirkannya saja sudah cukup untuk membuat hatiku melambung dalam kenikmatan. "
Dengan itu, Rizevim berjalan meninggalkan mereka.
.
Sementara itu, di Kastil Carmillia.
Ratu Carmillia menunjukkan ekspresi sendunya pada peti emas yang menampung tubuh Lord Tepes. Vampire pemimpin Tepes itu masih hidup, hanya tak sadarkan diri. Namun, sepertinya akan sedikit sulit untuk memulihkan pemimpin Tepes tersebut. Ia berpaling pada meja tamunya, dimana terdapat Sasuke yang sedang duduk menghirup teh hangat yang telah dihidangkan Elmenhide. Gadis vampire yang menjadi ajudan Ratu Carmillia itu juga berdiri di samping sofa Sasuke, tatapannya seperti kebingungan.
" Mereka menyegelnya di kedalaman gua. Gua itu penuh dengan kandungan sulfat, sangat minim oksigen. Mereka yang tak cukup kuat hanya akan bertahan 1 menit dalam lingkungan seekstrim itu. " lapor Sasuke.
" Dan kalian menemukannya. Seperti yang diharapkan dari mereka yang disebut sebagai the Prodigy of Makkai " Ratu Carmillia mengambil tempat duduk di hadapan Sasuke. Tak butuh berselang lama hingga Elmenhide menyajikan teh yang sama kepada ratunya.
" Mencari jejak seperti merupakan keahlian si Naruto-dobe. Ia sangat mahir tentang itu " ujar Sasuke menekankan. Ratu Carmillia mengangguk mengerti, seulas senyum jahil tercipta di wajahnya ketika melihat Elmenhide kembali menunjukkan raut ingin bertanya.
" Dan kemanakah Naruto – san itu ? " Wajah Elmenhide terlihat bersinar setelah pertanyaan itu keluar, membuat Ratu Carmillia harus berusaha keras menahan kikikannya. Ia harus mengajarkan ajudannya ini sedikit tentang bagaimana seorang gadis harus sedikit jual mahal.
" Dia ya ... " Sasuke menghela nafas " Katanya ia ada sedikit urusan di Makkai. Sebentar lagi, ia akan kembali "
XoX
Kuoh
" Jadi, mengapa kau membawaku kemari, Uzumaki Naruto ? " Diehauser Bellial memperhatikan sekelilingnya, menatap bosan pada daerah hutan gundul yang berada di sudut kota Kuoh.
" Aku ingin memperlihatkan kesungguhan atas perjanjian yang kuajukan padamu, Kottei – san. " Naruto terus berjalan menyusuri beberapa batang pohon tersebut, ia berhenti tepat di sebuah batang pohon beringin raksasa, yang terlihat mencolok dibandingkan yang lainnya.
" Ada apa dengan pohon ini ? " alis Diehauser mengkerut. Sang juara bertahan Rating Game itu masih belum bisa menebak apa yang berada dalam pikiran iblis muda terkuat Makkai ini.
" Kau akan terkejut, Kottei – san " Naruto menjentik jarinya. Sulur-sulur yang menggantung di dahan pohon beringin itu dengan cepat bergerak acak, bergabung membentuk lingkaran yang kemudian membangun sebuah portal.
Naruto memasuki portal tersebut tanpa ragu, memberikan isyarat untuk Diehauser mengikutinya.
Sedikit ragu, namun penasaran. Diehauser akhirnya ikut masuk setelah Naruto. Cahaya terang menerpa penglihatannya, untuk sesaat ia tak dapat membuka matanya. Hanya dapat mendengar suara, suara yang sudah lama tak ia dengar.
" Ah, Naruto – san selamat datang. Tumben sekali, kau tidak mengabari sebelum datang " gadis pemilik suara itu menyapa Naruto dengan sapaan hangat. Ia masih belum melihat Diehauser yang berdiri di belakang Naruto. Diehauser membuka matanya, irisnya terbelalak melihat rupa gadis tersebut yang masih segar di ingatannya.
" Maaf tidak mengabarimu Cleria-san. Aku ingin memberimu kejutan " Cleria ? Diehauser menepuk dirinya dan mengecek apakah ia berada dalam sebuah ilusi. Namun, seketika gadis itu kembali berbicara ia segera menyadari bahwa ini kenyataan.
" Kejutan ap- Nii-san ?! " Belum sempat selesai bertanya, Cleria begitu terkejut ketika Naruto bergeser ke kiri, memperlihatkan Diehauser yang sama seperti dirinya begitu terkejut.
" Cleria ?! " Diehauser memanggil nama gadis itu sedikit ragu.
" Ha'i, Nii-san "
Naruto tersenyum tipis kala melihat dua kakak beradik yang terpisah sekian lama itu berpelukan satu sama lain, mencoba menyembuhkan sesak rindu akibat perpisahan mereka ratusan tahun lamanya.
Cleria Bellial, adik sepupu dari sang Champion Rating Game, Diehauser Bellial. Ia merupakan penguasa Kuoh sebelum Rias dan Sona. Gadis iblis cantik tersebut menjalin hubungan dengan seorang Exorcist. Keduanya saling mencintai, namun hubungan mereka tidak direstui oleh bangsa mereka masing-masing. Dan keduanya dibunuh, untuk menjaga status quo antar kedua bangsa. Setidaknya itulah yang Diehauser tahu, namun melihat bagaimana adik sepupu yang begitu ia sayangi berada di tempat ini. Ia sangat terkejut. Setelah puas melepas rindu, Diehauser menatap Naruto keras, menuntut penjelasan.
" Anda pasti pernah mendengar sesuatu tentang Bidak King, kotei –san ? "
Diehauser mengangguk. " Aku sudah mengira bahwa ada keanehan dari eksekusi kalian berdua. Apa itu benar, Cleria ? "
Cleria mengangguk. Ia mulai menceritakan bagaimana ia mengetahui bidak King yang disalahgunakan oleh para petinggi untuk menciptakan pasukan iblis sekelas Satan. Semuanya itu bermula ketika Rating Game pertama kali diadakan. Para tetua yang menganggap Cleria dapat menyebarkan hal ini ke publik, menganggap dirinya sebagai ancaman. Dan kemudian mengirimkan asassin untuk membunuhnya dengan dalih hubungannya dengan exorcist, Yasogami Maegaki.
" Ajuka-sama yang mengetahui ini memintaku untuk menyelidiki hal ini kembali. Cukup sulit memang, namun aku berhasil menemukan mereka. Walaupun saat itu, aku masih sangat belia sehingga tak dapat menyelamatkan Yasogami-san. Setelah melaporkan hal ini pada Ajuka-sama, beliau memasang segel yang lebih mutakhir, sehingga Cleria –san aman berada di sini " Naruto menceritakan sisi ceritanya.
" Begitu ternyata. "
" Dan kemudian, Kottei-san apa yang akan kau lakukan ? "
" Tentu saja menghabisi para tetua bangs*t itu! " Diehauser menggertakkan buku-buku jarinya. Sebagai seorang kakak yang sangat menyayangi saudaranya, ia tak bisa diam saja setelah mendengar kebenaran kisah ini.
"Aku percaya kau dapat melakukannya, Kottei – san. Namun, itu hanya akan berimbas kembali padamu. Nama Bellial akan tercemar, dan selanjutnya keluargamu akan diincar oleh para tetua. Aku yakin jika kau sedikit lebih tenang kau menyadari hal itu " Cleria yang sebelumnya sedikit terkejut dengan perubahan sikap sang kakak sepupu ikut menyahut ucapan Naruto.
" Naruto-san benar, Nii-san. Jangan bertindak gegabah ! "
Mendengar peringatan langsung dari adiknya membuat Diehauser segera berusaha menenangkan diri. Sebuah senyum tipis terukir di wajahnya, ketika mulai dapat menangkap maksud Naruto.
" Aku yakin kau memancingku kemari dengan bekal yang matang. Katakanlah, aku akan membantumu sekuat tenaga "
" Itu yang ingin kudengar. Untuk saat ini, aku akan meninggalkan klonku di sini. Ia akan menjelaskan rencanaku selanjutnya. Aku masih ada urusan penting. " Dari ketiadaan, klon Naruto muncul begitu saja. Naruto yang asli berjalan pelan menuju portal masuk tadi.
" Aku pergi dulu, Cleria – san. Senang bertemu denganmu! " pamit Naruto, segera melompat keluar tanpa menunggu balasan Cleria. Diehauser melirik pada klon Naruto, mengukur kekuatan sang klon dan hanya dapat menahan keterkejutannya ketika menyadari kekuatan klonnya hampir menyetarai yang asli.
" Aku pikir ada baiknya aku mulai menjelaskan apa yang master ingin lakukan selanjutnya "
" Ah, aku sampai kelupaan. Naruto – san dan Nii-san kalian duduk saja dulu, aku akan membawakan cemilan " Dengan itu, Cleria berlalu ke dapur meninggalkan klon Naruto dan Diehauser.
" Lanjutkan ... "
" Kami membutuhkanmu untuk menyusup ke pillar Great King Bael ! "
XoX
Rumania, Tepes Teritory
Tidak banyak perubahan yang terjadi pasca kedatangan kelompok Dulio ke wilayah Tepes. Azazel yang mencium gelagat kurang baik dari para petinggi Tepes memerintahkan kelompok Dulio untuk berbagi tugas. Kelompok Agares akan tetap dengan misi mereka yakni mencari petunjuk mengenai keberadaan Naruto dan Sasuke. Rias, Akeno, dan Yuuto akan menyelesaikan status Gasper dengan Lord Vladi. Sedikit memutar kisah lama, Lord Vladi menceritakan bagaimana ibu Gasper meninggal tak lama setelah kelahiran Gasper. Proses persalinan yang sulit, ditambah dengan shock berat menjadi penyebab utama ibu Gasper meninggal.
Gasper ketika lahir tidak berbentuk seperti makhluk hidup, tidak ada kemiripan sedikitpun dengan vampir. Ia lahir sebagai sesuatu yang terbungkus aura kelam. Benda hitam yang menggeliat keluar dari rahim ibunya, tak dapat dideskripsikan dengan kata-kata, bahkan melihatnya saja seperti kau akan kena kutukan. Itulah yang membuat ibu Gasper menderita shock berat. Tak hanya sampai di sana, perawat dan pelayan yang berada di ruang persalinan tersebut itu meninggal satu persatu dengan cara yang aneh, seakan dikutuk!
Beberapa jam setelah kelahirannya, Gasper berubah menjadi bayi normal. Ia tak pernah tahu kejadian tersebut, dan ayahnya melarang siapapun untuk memberitahunya. Untuk hal itu pula, Gasper tidak diundang dalam perbincangan ini.
Menyadari keanehan yang mengerikan itu, Gasper dianggap bukan vampir, bukan pula manusia, dan ditolak sebagai half-vampire. Ia tak dianggap di wilayahnya sendiri. Oleh karena itulah, ketika Naruto datang sebagai perwakilan bangsa Akuma yang menawarkan perjanjian aliansi, Lord Vladi mempengaruhi para tetua Tepes untuk memasukkan ketentuan bahwa Gasper diserahkan pada bangsa Iblis sebagai pengikat kerja sama ini. Dia dapat hidup normal di Makkai. Maka pada akhir perbincangan itu, Lord Vladi dengan tegas menyampaikan bahwa Gasper akan menjadi tanggung jawab Gremory secara penuh. Apapun yang terjadi pada Gasper, tidak ada lagi hubungan dengan bangsa Vampire.
Berbicara tentang Gasper, ia bersama Koneko selama seharian ini bermain bersama Valerie. Dalam waktu senggang mereka tersebut, Marius datang dan menyampaikan 'kabar gembira' yakni ia dapat melepas Holy Grail dari tubuh Valerie sehingga gadis itu dapat bebas kemanapun. Sama sekali tak mengerti maksud Marius, kedua vampir itu kegirangan berpikir mereka akan mendapatkan kembali kenangan masa lalu mereka. Berbeda dengan Koneko yang hanya dapat menatap tajam pada Marius.
Dulio kembali ke Carmillia. Ia tidak menyampaikan alasannya, namun Asia merasakan firasat buruk hanya dengan melihat seringai di wajah saudara laki-lakinya itu. Azazel bergerak sendiri, ia berbaik hati mengajarkan para Vampir mengenai Sacred Gear. Sementara sisanya, diperintahkan Azazel untuk menjelajahi kota Tepes, mengamati tanda-tanda kudeta, sekecil apapun.
Kini semua kelompok Gremory bergabung kembali. Kelompok Agares, Sitri, dan Dulio sendiri belum dapat dihubungi.
Azazel yang selanjutnya datang segera menyapa.
" Ah, seperti yang kuduga ... kalian telah kembali. Jadi, bagaimana dengan keadaan diluar ? "
" Seperti yang sensei katakan. Para penduduk hidup begitu tenang, seakan tak tahu apa-apa tentang kudeta. "
Azazel langsung menyahut laporan Xenovia " Benar kan ?! "
Kudeta yang dilakukan Marius dan petinggi vampire lainnya terhadap Lord Tepes sebelumnya sangatlah rapi. Semuanya dilakukan tanpa melibatkan penduduk. Lord Tepes dapat dengan mudah ditumbangkan dengan keberadaan naga-naga jahat di Istana Tepes. Kudeta berhasil, dan Valeria naik menjadi Lord Tepes yang baru.
" Bagaimana dengan Nii-sama, Azazel-sama ? Anda telah memberitahu hal ini bukan ? " Rias bertanya.
" Tentu. Aku sudah melaporkan tentang Rizevim. Tapi, masih belum ada tanggapan. Mereka tengah kebingungan dengan berita Euclid yang masih hidup, ditambah sekarang masalah Rizevim. Belum lagi, tentang dua pemuda yang mampu mengubah Ophis. Rumit ! "
Semuanya terdiam pada kata-kata Azazel.
Kata-kata terakhir Azazel membekas di ingatan para kelompok Gremory. Belum sempat mereka bertanya, Azazel menyahut terlebih dahulu.
" Mengenai dua pemuda yang mampu mengubah Ophis, jujur saja ... yang sempat terpikir bagiku hanya dua. Pertama, pemuda misterius dengan kemampuan menduplikasi Longinus, ia yang memperkenalkan dirinya sebagai wakil Ophis "
Tidak ada yang menentang pendapat Azazel ini. Mereka telah melihat sendiri kemampuan sosok itu, bagaimana sosok itu mampu menciptakan ilusi yang begitu kuat hingga memerangkap para petinggi. Bukan tak mungkin dalam benak mereka jika berpikir orang itu sanggup menggunakan ilusinya untuk mempengaruhi Ophis.
" Lalu siapa yang kedua, Azazel – sama ? " Irina yang penasaran mengacungkan tangannya.
Azazel menghela nafas, menggaruk poni kuningnya. Dengan tatapan serius, ia bergumam " Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke "
" Eh ? Bagaimana mungkin mereka melakukannya ketika mereka masih di penjara di sini ? " Issei berteriak tak percaya. Memang ia memiliki masalah dengan Uzumaki Naruto, namun untuk berpikir orang yang kabarnya tak terdengar selama 3 bulan lebih karena terkurung di penjara Vampir mengubah Ophis. Sedikit sulit diterima.
" Issei-senpai benar. Naruto-nii tidak akan mungkin melakukan hal tersebut " Gasper ikut menyuarakan pembelaannya terhadap Naruto.
" Mah, itu hanya pikiranku. Namun, peluang untuk keduanya melakukan itu ada. Coba pikirkan kembali, mereka berdua yang dikenal sebagai kelompok infiltrasi terhebat Makkai dapat tertangkap dengan mudah oleh pasukan Vampir. Kemudian, setelah cukup lama, mereka melarikan diri begitu saja dengan mudah, dan sama sekali tak diketahui lagi keberadaannya. Terdengar mencurigakan bukan ? "
Gasper membuka mulutnya, hendak protes. Namun, tak ada satupun kata-kata yang bisa ia keluarkan untuk menyanggah pendapat Azazel. Sama seperti Gasper, Asia yang sekarang lebih bergabung ke kelompok Agares ikut bimbang.
" Jika kita berpikiran positif, Naruto pasti tengah merencanakan sesuatu untuk membebaskan Valerie. Bocah itu, pikirannya sulit ditebak. Berharaplah ia memang bertujuan untuk itu "
Kata-kata Azazel itu mengakhiri pikiran-pikiran buruk kelompok Gremory terhadap Naruto dan Sasuke. Gasper tiba-tiba, menunjukkan wajah begitu senang, sebuah senyuman lebar penuh makna
" Azazel – sama, tadi Marius-san mengatakan padaku bahwa dia akan melepaskan Valerie. Dengan begitu, ia berkata dapat membiarkan Valerie untuk ikut ke Jepang bersamaku. Aku sungguh senang. "
Azazel mengernyit tak mengerti. Gubernur Da-tenshi itu memandang Koneko, yang sejak tadi terus bersama Gasper, menuntut penjelasan.
" Marius-san tadi mengatakan bahwa ia dapat melepas Holy Grail dari Valerie sehingga ia dapat bebas pergi bersama Gasper. "
Azazel menyipitkan matanya, sebelumnya mata terbelalak kaget.
" aku yakin, beberapa dari kalian sudah mengerti maksud kata-kata Marius ini bukan ? " tanya Azazel menggeram.
" Apa maksudmu Azazel –sama ?" Gasper yang sebelumnya diliputi kesenangan, merasa khawatir dengan perubahan sikap Azazel.
" Membebaskan Holy Grail dari Valerie, bukankah artinya sama merenggut sacred gear dari pemiliknya ? Apa yang terjadi pada pemiliknya ketika sacred gear ditarik keluar ? "
" Mati " ujar Issei menjawab umpan Azazel, ingatannya kembali ke kilas balik ketika Asia mati karena Twilight Healingnya direnggut Raynare.
Menyadari itu, kelompok Gremory mulai terbakar emosi. Terlebih kepada Gasper, aura hitam yang pekat akan kutukan menguar dari tubuhnya, sosoknya semakin mengerikan dengan binar merah terang dari matanya.
" Kita akan melakukannya ! "
" Ha'i. Aku akan menyelamatkan Valerie dari tanah terkutuk ini ! "
Cahaya terang dari luar mengalihkan sejenak emosi mereka. Melihat keluar jendela, mereka dapat menyaksikan kekkai berbentuk kubah raksasa mengurung kastil Tepes, tempat mereka berada sekarang.
Azazel mendengus " Kubah ini ... Sudah jelas, Marius dan para pengikutnya memulai langkah selanjutnya dalam kudeta ini setelah menyingkirkan Lord Tepes sebelumnya. Ritual pengeluaran Holy Grail dari Valerie! "
Rias yang masih dapat berpikir jernih segera bertindak " Kita harus bergerak cepat. Jika mereka menggunakan teknologi yang sama dengan da-tenshi maka masih ada waktu untuk menyelamatkan Valerie"
Dengan anggukan Azazel dan semuanya, mereka mulai melangkah. Namun, mereka segera berhenti ketika dua lingkaran sihir beraksara Sitri dan Agares muncul pada dinding di samping pintu masuk. Dari sana, Bennia dan Alivia Bune pertama keluar.
"Hai! Maaf baru datang sekarang. Butuh sedikit waktu untuk menghubungkan tempat ini dengan di luar. Beruntung kami memperoleh bantuan dari Alivia-neesama dan kelompoknya yang lain hehe " sapa Bennia dengan senyuman manis.
" Bennia-chan, apa itu jalur pelarian yang diperintahkan Sona pada kalian ? " tanya Rias.
" Benar sekali, Gremory-sama. Sona-sama menugaskanku untuk melakukan ini " Bennia menggeser dirinya ke samping, begitu pula Alivia.
Dengan adanya jalur pelarian ini, mereka akan aman setelah berhasil menyelamatkan Valerie.
Melewati lingkaran sihir yang sama, Elmenhide melompat keluar.
Berikutnya yang keluar adalah Rugal dan kelompok Agares lainnya, Alivian, Megumi, dan Reni. Mereka semua segera bergabung dengan kelompok Gremory menyisakan Elmenhide seorang diri berhadapan dengan mereka.
" Senang melihat kalian baik-baik saja " ujar Elmenhide, dengan nada sarkasme yang kentara.
Rias tak mempedulikan hal tersebut. " Jadi, kau menyusup kemari Elmenhilde ? "
" Aku bertemu Bennia – san ketika aku dan kelompokku mencari jalan masuk ke wilayah Tepes. "
" Karena tujuan kita sama, maka aku mengajaknya untuk ikut bergabung hehe " sahut Bennia ceria.
Elmenhilde, menatap pada ke arah luar dengan kebencian " Kurasa kita semua telah mengerti apa yang selanjutnya akan terjadi. Tahap terakhir dari kudeta ini akan segera dimulai. Mereka berencana menggunakan Holy Grail untuk mengontrol negeri ini sepenuhnya. Dengan pengembangan, kemampuan Holy Grail dapat digunakan untuk mendesain ulang seluruh penduduk vampir ! "
Tak mengerti dengan pernyataan Elmenhilde, Rias mewakili kebingungan di pihak iblis bertanya
" Apa maksudmu mendesain ulang penduduk ?! "
Azazel maju selangkah, menatap pada gadis pirang kecil itu dengan tajam "Selama berada di sini, aku telah mendapatkan sebuah informasi bahwa mereka juga berencana untuk menggunakan artefak ini untuk menciptakan vampir tanpa kelemahan, vampir yang kebal terhadap cahaya matahari, salib atau apapun itu. Apakah sesuatu itu masih pantas disebut sebagai vampir ? "
Elmenhilde menampilkan ekspresi jijik " Tentu saja tidak. Siapapun yang menolak aturan hidup vampir harus dibasmi. Karena itulah, fraksi Carmillia bersama vampir yang pro terhadap pemerintahan tepes telah mengepung kastil Tepes. Kami semua akan mengalahkan mereka. "
Elmenhilde berjalan kembali ke lingkaran sihir yang diciptakan Bennia " Karena itulah, aku akan kembali ke luar untuk menjalankan rencana kami. Untuk kalian, sebisa mungkin untuk tidak mengacau ... "
" Tidak mengacau ? " Issei menyahut bingung.
" Ha... sebenarnya aku ingin masalah ini diselesaikan oleh internal vampir saja. Namun, aku mengerti bahwa sejak dulu bangsa Akuma telah terlibat. Maka dari itu, Ratu Carmillia menyetujui keterlibatan kalian ... dan juga mereka "
Menyentuh lingkaran sihir yang dibuat kelompok Agares, lingkaran sihir itu bersinar terang, aksaranya menyusun diri membentuk aksara lain dan semuanya terbelalak menyadari aksara tersebut. Melewati lingkaran sihir baru tersebut, satu persatu pemuda keluar. Ada tiga orang, dan sangat mereka kenal.
" Naruto – san ! Sasuke – san ! Dan Dulio – san ! "
Naruto tersenyum lebar, terlebih pada kelompok Agares " Yo, lama tak berjumpa "
Azazel menatap tajam Naruto dan Dulio " Apa maksudnya ini ? Bisa kalian jelaskan! "
Elmenhilde maju selangkah hingga berada di depan ketiga pemuda itu " Naruto – san dan Sasuke-san bergerak diam-diam mencari keberadaan Lord Tepes. Saat ini, Lord Tepes dalam fase pemulihan. Kemudian, mereka juga membantu membersihkan pemerintahan Carmillia dari mereka yang juga berniat kudeta. Seperti yang kalian tahu, bukan hanya Tepes yang bermasalah. "
Dulio hanya nyengir melirik pada Naruto " Instingku sangat kuat. Aku dapat merasakan sedikit aura kekuatan dari rivalku ini dari Carmillia. Berbekal itu, aku berangkat ke sana. Beruntung aku datang tepat waktu, sehingga dua orang ini tidak perlu tewas di hadapan 3 naga jahat. " Dulio menunjuk Naruto dan Sasuke dengan jempol kanannya.
" Sebagai informasi saja, Dulio yang terhormat. Kami bisa mengalahkan 3 naga jahat itu tanpa bantuanmu "
" Hn " Sasuke mendengus menyetujui ucapan Naruto.
Sebelum pergi, Elmenhilde menatap pada Naruto sebentar kemudian berhenti pada Gasper.
" Gasper Vladi, kupikir kau akan merebut kembali pemilik Holy Grail, Valerie Tepes ? "
" Tentu saja! " Gasper menjawab dengan penuh keyakinan menarik senyuman bangga di wajah Naruto. Menyaksikan betapa bangganya sosok Naruto, Elmenhilde sedikit tersenyum.
" Kalau begitu lakukanlah semasimal yang kau bisa. Jangan sampai ada penyesalan" Dengan itu Elmenhilde pergi melewati lingkaran sihir tersebut.
" Jadi, apa kau memiliki rencana Naruto ? " Azazel menatap Naruto dengan sorot tajam
" Aku mengikutimu Azazel – dono. Otakku sudah cukup pusing karena harus mencari Lord Tepes sebelumnya. Lagipula ... " Naruto menatap pada Gasper " Kupikir ini adalah waktu yang tepat bagi seseorang untuk berkembang "
Gasper tak melihat tatapan Naruto, karena tatapannya hanya terfokus pada area di luar pintu.
Azazel mengangguk " Ayo. Jangan buang waktu lagi! "
XoX
Suara ledakan berdengung di mana-mana. Sudah jelas, pasukan Carmillia dan Tepes yang pro pemerintahan telah melancarkan aksi mereka. Getaran dari ledakan itu hingga terasa pada kelompok Dulio yang kini berada di lorong kastil memperhatikan pada Azazel yang tengah memperlihatkan sebuah peta buatan tangannya sendiri. Peta sederhana itu menunjukkan gambaran singkat mengenai kastil Tepes.
" Dengar, selama di sini, aku telah membuat peta ini diam-diam. " Azazel menunjuk satu titik " Kalian lihat ini ? " Azazel memancing seluruh perhatian pada titik yang ia tunjuk " Ini sebuah tempat luas yang terletak cukup dalam di kastil ini, terdiri atas empat lantai utama. Paling bawah merupakan areal yang paling luas dan penjagaannya ketat. Aku yakin tempat ini tempat ritualnya "
" Kau benar Azazel-dono. Aku dapat merasakan segerombolan vampir berjaga di setiap lantainya. Lantai satu memiliki penjaga sekitar 40 puluh vampir, dan masih akan terus bertambah. Semakin ke bawah, jumlahnya semakin banyak. " Ujar Naruto mengkonfirmasi kata-kata Azazel dengan kemampuan sensornya.
" Namun, bukan hanya itu masalahnya. Langkah kita menuju ke sana juga tidak mudah. Akan banyak penghalang dan membuat kita kehabisan waktu " Azazel mendecak kesal setelah mendengar informasi tambahan dari Naruto ini.
Yuuto yang melihat peta itu baik-baik, sontak mengangkat tangannya " Azazel-sama, kupikir aku mengetahui jalan yang tepat untuk mencapai areal luas tersebut. " Memperoleh anggukan dari Azazel, Yuuto lanjut menjelaskan bahwa selama ia berada di sini bersama Rias, ia telah mengamati bagaimana formasi dan jadwal para vampir pengawal. Oleh karena itu, berdasarkan pengamatan terdapat jeda sekitar 3 detik bagi setiap pengawal untuk berganti shift jaga. Dan pergantian itu terjadi setiap menjelang matahari terbenam.
Naruto melihat arloji di tangannya.
" Tepat sekali. Berdasarkan pengamatanmu, 5 menit lagi mereka akan berganti shift. 3 detik cukup bagiku untuk menyusup masuk. Setelah masuk, aku akan menteleport kalian ke dalam. Bagaimana ? "
" Kupikir saran Naruto cukup bagus. Kerja bagus, Yuuto "
" Terima kasih, Azazel – sama, Uzumaki-sama "
Dengan persetujuan dari Azazel itu, Naruto membentuk kunainya untuk diberikan kepada yang lain, selain Asia, Sasuke, dan kelompok Agares. Saat hendak memberikannya pada Dulio, Exorcist terkuat itu menolak.
" 3 detik juga cukup bagiku untuk menyusup ke sana "
" Kau memang tak mau kalah huh, Exorcist terhormat ... " Naruto dan Dulio saling bertukar tatapan tajam. Pemandangan yang cukup membuat mereka yang menontonnya sweatdrop.
" Naruto – san dan Nii – san kupikir ini bukan waktu yang tepat untuk berselisih " ujar Asia, mencoba menjadi penengah bagi keduanya. Mendengar itu, sontak Naruto langsung mengusap surai pirang Asia lembut.
" Kau benar sekali Asia. Jadi, katakan pada Nii – san mu ini untuk menerima kata-kataku ! "
" Jangan terpengaruh Imouto. "
" E-tto " Suasana semakin tak jelas dengan Asia yang tak dapat berkata apa-apa lagi karena tersipu malu dengan usapan tangan Naruto di rambutnya yang belum berhenti pula.
" Oi hentikan kalian berdua ! Jangan membuang waktu lagi!. Dan kau Issei ! " Azazel berteriak memperingati keduanya dan kemudian menunjuk Issei yang duduk di sudut lorong dengan wajah frustasi " Berhenti jadi pecundang dan cepatlah bergerak "
Selesai dengan semua keabsurdan tersebut, mereka telah sampai di depan pintu basement. Seperti yang Yuuto katakan, terjadi pergantian shift. Dan tepat sebelum tiga detik, Naruto dan Dulio telah berhasil masuk tanpa hambatan. Singkat cerita, Naruto menteleport yang lain pada pintu masuk basement.
Suara ledakan masih jelas terdengar dari sini. Bahkan saat tadi berlari kemari, sudah banyak bagian kastil yang roboh akibat ledakan tersebut. Tak ada yang berharap ledakan tersebut akan menghancurkan basement. Namun, mereka hanya dapat berharap karena intensitas ledakan terus meningkat hingga tanah pun bergetar, seakan terjadi gempa bumi.
Azazel, melangkah terlebih dahulu menuruni tangga menuju basement diikuti Dulio dan Naruto baru kemudian yang lainnya.
Tak butuh waktu lama bagi kelompok tersebut hingga sampai di ruangan besar pada lantai pertama. Ruangan yang cukup besar untuk terjadi pertempuran di dalamnya. Penerangan di ruangan itu hanya bermodalkan obor pada dinding, sehingga membuat suasana remang-remang, namun mereka masih dapat melihat dengan jelas.
Semuanya segera bersikap waspada ketika jejeran bayangan dari sekelompok vampire bergerak cepat. Satu squadron vampire penjaga yang jumlahnya sekitar 100 vampire berdiri menghalangi jalan keluar mereka.
" Kita tak memiliki waktu untuk menghadapi semuanya " gumam Alivia.
" Kau benar, gadis Bune. Oleh karena itu ... " Azazel melirik ke belakang, pada kelompok Dulio " Siapa dari kalian yang ingin menghadapi mereka ? Mengingat akan ada lawan yang sangat kuat menunggu di lantai paling bawah, aku tak ingin membuang tenaga sia-sia di sini "
Akeno dan Xenovia maju selangkah, memproklamirkan diri untuk mengambil tugas pertama. Xenovia bahkan telah memanggul pedang Durandalnya. " Biar kami saja Azazel – sama. Anda memiliki tugas yang begitu penting di bawah. Hanya ada yang cukup paham bagaimana cara kinerja Holy Grail " ujar Akeno mengemukakan pendapatnya.
Sebelum sempat merespon ucapan Queennya, Rias berhenti ketika melihat Rugal, Bennia, dan Megumi ikut berdiri sejajar dengan Akeno dan Xenovia.
" Ini hanya masalah kecil. Aku terbiasa untuk membantai vampire "
" Aku mengikuti Rugal – senpai ! "
" Hitung saja aku sebagai perwakilan dari Seekvaira – sama. " ujar Megumi ceria.
Bennia mulai mengangkat sabitnya. " Aku mulai ! " Dengan ciri khas grim reapernya, ia meninggalkan bayangan hitam, jejak dari kecepatannya yang tinggi. Belum cukup di sana, bayangan itu berganda, menjadi semakin banyak. Dengan mudahnya, gadis tersebut menebas setiap vampire yang menghalangi langkahnya. Tebasan yang ia berikan tak memberikan luka, namun setiap vampire yang terkena tebasan itu segera roboh.
" Itu kemampuan sejati dari Grim Reaper. Setiap tebasan itu akan menebas roh. Melihat bagaimana para vampire yang bahkan telah diperkuat oleh Holy Grail tumbang dengan satu tebasan saja. Kekuatan Bennia – chan kukira setara Middle – class " jelas Naruto, dengan tatapan mata terpaku pada Bennia yang masih terus beringas menebas para vampire.
" Aku tak boleh kalah dengan kouhaiku itu. Dan lagi, aku tak akan mengecewakan Sona – sama ! " Setelah mengucapkan sumpahnya, Rugal berlari cepat ke arah kumpulan Vampire lainnya, perlahan tubuhnya membesar, menjadi layaknya manusia serigala, perubahan drastisnya itu sempat membuat para Vampire ketakutan. Sudah bukan rahasia umum lagi, bahwa vampire dan werewolf bermusuhan.
" Aku juga akan maju " Megumi mengeluarkan sayap naganya. Dalam satu kibasan sayap lebar tersebut, beberapa vampire di depannya terlempar, tak hanya sampai di sana, gadis itu juga membombardir sekumpulan vampire di hadapannya dengan tombak cahaya. Fakta itu membuat semuanya terperangah, hybrid devil-dragon yang mampu menciptakan cahaya ... itu tak pernah terdengar sama sekali. Azazel bahkan sempat melirik pada Naruto yang menyeringai kecil.
" Megumi merupakan half breed sepertiku. Ayahnya adalah dragon sedangkan ibunya adalah fallen angel. Karena itulah dia mampu menciptakan tombak cahaya. " jelas Naruto, mengerti dengan tatapan menuntut Azazel.
Rias yang mendengar itu, menyimpan baik-baik ingatan ini sebagai referensi untuk rating game berikutnya yang ia sangat ingat akan berhadapan dengan Seekvaira.
" Ufufu, kita tak boleh kalah Xenovia – chan. " ujar Akeno telah menggunakan pakaian mikonya.
" Aku duluan, senpai ! " Xenovia dengan gaya bertarung beringasnya maju memberantas para vampire. Tak butuh waktu lama hingga Akeno bergabung dengan yang lain, menembakkan petir-petir yang dengan cepat menumbangkan para vampire.
" Ayo. Jangan membuang waktu lagi " Azazel dan yang lain melangkah cepat menuju pintu yang telah bebas dari penjagaan tersebut. Menuruni tangga sekali lagi, mereka memasuki lantai 2 yang mana memiliki ruang yang sama seperti pada lantai 1. Dan seperti sebelumnya, telah terdapat sekelompok Vampire yang menunggu mereka, jumlahnya lebih sedikit, namun energinya bukan main-main. Ke semuanya berada pada tingkatan High Class, bahkan beberapa telah sampai pada kelas Ultimate.
" Kekuatan ini ... pasti mereka telah diperkuat dengan Holy Grail. " ujar Azazel setelah mengamati sejenak.
" Aku mengenali mereka. Mereka adalah bawahan langsung dari para pengkudeta. Mereka juga yang meringkus kami ketika infiltrasi " ujar Sasuke. Naruto mengangguk membenarkan kata-kata Sasuke.
Kelompok Dulio yang mendengar ucapan Sasuke segera membuat sikap waspada. Masing-masing dari mereka telah siap dengan senjata masing-masing. Namun, hanya satu yang berani melangkah ke depan, dan dia ...
" Koneko – chan " panggil Rias, tak mengerti mengapa Koneko memunggungi mereka.
" Tolong serahkan ini padaku. Aku dapat menangani mereka "
" Kau yakin Koneko – chan ? " tanya Rias khawatir.
Koneko mengangguk kecil " Ha'i. Aku akan menggunakan semua yang telah Nee – sama ajarkan padaku. " Sedikit kilas balik, ketika Rating Game untuk pertama kalinya dibuka, Kuroka menyusup ke pesta tersebut, memancing Koneko ke dimensinya untuk berbincang. Pada kesempatan tersebut, berkat saran dari anggota tim Vali dan juga Naruto, Kuroka menjelaskan mengapa dahulu ia membunuh masternya. Ia mengatakan bahwa King nya yang dahulu berniat untuk bertindak semena-mena terhadap Koneko, karena itulah ia menggunakan senjutsunya untuk membunuh King tersebut. Kuroka tak memiliki bukti untuk mendukung ucapannya, namun kakak Koneko itupun tak memaksa adiknya untuk percaya. Kuroka menceritakan ini semata-mata agar Koneko mulai bangkit dari traumanya terhadap senjutsu. Senjutsu yang terus ditahan pada tubuh Koneko akan berdampak buruk pada dirinya sendiri.
Perbincangan mereka harus terhenti ketika Rias dan Issei datang menyerang Kuroka yang mereka anggap bermaksud jahat pada Koneko. Namun keduanya dihentikan oleh Vali. Hakuryuukou itu kemudian membawa Kuroka pergi setelah berpesan untuk menanyakan kebenarannya pada Sirzech Lucifer, karena Naruto dan timnya telah mengusut kasus tersebut hingga selesai.
Dan benar saja, Sirzech mengatakan bahwa kasus Kuroka telah selesai. Namun, karena situasi Makkai yang tidak stabil, ia belum dapat mencabut buronan atas Kuroka. Kuroka sendiri pun tak masalah atas hal itu, sebagai gantinya ia diberikan waktu untuk mengunjungi Koneko sebulan sekali dan pada akhirnya mengajarkan konsep senjutsu itu sendiri.
Kembali ke Koneko. Aura putih mulai mengelilingi tubuh Koneko, menerangi dirinya hingga sosok Koneko tak terlihat. Saat cahaya memudar, terlihatlah Koneko dalam wujud dewasa menggunakan kimono putih lengkap dengan telinga kucing dan dua ekor putihnya.
" Ki – senjutsu yang kukumpulkan membuatku mengamali pertumbuhan paksa saat kukeluarkan kembali " jelas Koneko singkat.
" Itu adalah hasil latihannya dengan Kuroka secara diam-diam. Hanya aku yang pernah melihat langsung proses latihan mereka. Aku menyebutnya sebagai shirone mode. " sambung Rias tersenyum bangga.
Dari posisinya, Koneko mengambil ancang-ancang. Dalam gerakan cepat, ia melayang tinju kosong ke udara. Tinju yang mengarah pada sekumpulan vampire. Dan Naruto dapat merasakannya, energi senjutsu yang begitu terkonsentrasi merambat dalam jalur lurus tersebut.
Tinju itu membuat vampire yang terkena rambatan tinju itu terbakar api putih.
Para Vampire yang menjadi korban berteriak kesakitan " Tidak mungkin ! Api tidak akan membakar tubuh kita yang telah diperkuat Holy Grail " Keluhan mereka tak berarti, api putih itu membesar, menelan mereka, dan memanggangnya hingga menjadi abu.
" Ini kekuatan pemurnian. Teknik khusus yang hanya dimiliki Koneko – chan sebagai nekoshou. Prinsipnya berbanding terbalik dengan api hitam kutukan Raja Naga Vvitra milik Saji "
Azazel menyambung penjelasan Rias " Api hitam Vvitra mengutuk seseorang ke dalam keabadian dengan menggunakan energi negatif, sementara api putih Koneko memurnikan dan menghilangkan eksistensi jahat dengan energi positif"
" Jangan mendekat padanya ! " Salah satu vampire berteriak memperingati. Ia terlihat lebih pandai dari yang lainnya " Dari penjelasan tadi, berarti kekuatan pemurnian itu datang dari aura putih yang menyelimuti tubuhnya. Jika kita menyentuhnya, sama saja kita menyentuh kekuatan pemurnian itu sendiri. Karena itulah, serang dia dengan senjata ! "
Duak
Baru saja selesai dengan kata-katanya, Vampire itu telah tewas dengan tengkorak yang retak. Berdiri di atas vampire tersebut adalah Sasuke dengan sharingannya yang telah aktif. " Akan kubalas perbuatan kalian kemarin ! "
" Jangan lupa untuk menendang bokong vampire gendut di sana Sasuke – teme ! " sahut Naruto menunjuk pada Vampire paling besar yang panik sendiri karena ditunjuk Naruto.
Kelompok Dulio yang tersisa tanpa ragu meninggalkan lantai 2 itu pada Koneko dan Sasuke. Prioritas utama mereka saat ini adalah menyelamatkan Valerie.
Ketika sampai di depan pintu lantai 3, Issei dan Alivian segera merinding.
" Ada apa Issei ? " tanya Rias. Issei tak menjawab, namun mereka segera mengetahui jawabannya ketika Alivia membuka pintunya.
Seekor naga raksasa, bersisik hitam dan mata perak yang mengerikan menatap mereka tajam.
" Lama tak berjumpa, Ddraig – channnn ! "
" Grendel ! " Issei menyahut nama tersebut. Seperti yang disampaikan sebelumnya, Grendel sebelumnya dibawa oleh Euclid untuk menyerang Kuoh Akademi pasca kepergian Rias dan Yuuto ke Rumania.
" Guahaha. Sekarang, mari kita lanjutkan pertarungan sebelumnya ! "Grendel mengeluarkan tawa kejam. Keinginan jahat yang begitu besar menguar dari tubuhnya, mereka dapat merasakan betapa sesaknya hawa tersebut.
" Issei jangan gunakan True Queen. Kita membutuhkannya untuk melawan Crom Cruach ataupun Ophis di depan sana " ujar Rias memperingati Issei. Sebelum sempat Issei memprotes, Rias kembali melanjutkan " Aku memiliki teknik yang cukup kuat untuk menumbangkannya. Aku hanya butuh waktu "
Issei meneguk ludah mendengarnya " Itu bisa diatur Buchou "
" Kami juga akan membantu ! " ujar Alivian dan Alivia. Sementara Azazel, Dulio, Naruto, Asia, dan Gasper menepi. Asia dan Gasper lebih bersikap sebagai support dalam pertarungan ini , sementara bagi Naruto dan Dulio, mereka menyimpan energi mereka untuk musuh berbahaya di depan sana.
" Menarik ! Perlihatkan semua kemampuan kaliannn! "seru Grendel.
Issei, Yuuto, dan Irina melesat terlebih dahulu. Issei dan Yuuto memiliki kecepatan yang setara, sementara Irina mengikuti di belakang.
Namun serangan mereka sia-sia, Grendel bahkan menerimanya sambil tertawa bengis.
Ascalon, pedang pembantai naga milik Irina tidak terlalu berpengaruh pada Grendel. Namun, Yuuto belum menyerah, ia membentuk sebuah pedang dengan Sword Birth nya.
" Meski hanya replika, namun ini sekuat aslinya ! Rasakan ! "
STAB
" Guohhh! "
Grendel meraung nyaring ketika pedang Yuuto itu menancap pada tubuhnya. Darah biru keluar terus menerus dari luka akibat tusukan pedang Yuuto. Melihat Yuuto yang masih melayang di dekatnya, membuat Grendel jengkel, dan dengan cepat menggunakan ekornya untuk membanting Yuuto. Namun, Alivian yang telah berwujud ular naga berwarna hijau dengan cepat membelit Yuuto. Rahangnya yang terbuka lebar menghembuskan topan tepat pada luka Grendel membuat sang naga jahat semakin mengerang perih.
" Pedang iblis Gram huh ? pedang pembantai naga terkuat yang pernah membunuh Raja Naga Fafnir. Pantas saja, Grendel hingga begitu " ujar Azazel menggosok dagunya. Dalam hati, ia memuji potensi yang dimiliki Knight Kiba itu yang mampu membuat replika yang sekuat aslinya.
Namun, apa berakhir di sana ? Tentu tidak. Dengan tubuh yang telah diperkuat Holy Grail, tak butuh waktu lama bagi tubuhnya memulihkan diri. Akan tetapi, Grendel pun tak memiliki kesempatan untuk membalas, Alivia membentuk lingkaran sihir yang besar, menaungi kepala Grendel, mengantarkan serangan-serangan sihir layaknya tetesan hujan lebat. Ditambah Alivian yang mengurung Grendel dalam tornado.
GRAOOOOOOOOO
Raungan yang keras itu membuat mereka semua segera menutup gendang telinga. Lingkaran sihir Alivia pun menghilang karena kehilangan fokus, dan hanya dengan satu kibasan tangannya, Grendel terbebas dari topan Alivian. Ia kini berhadapan dengan naga muda tersebut, ukuran mereka berbeda jauh. Di hadapan Grendel, Alivian hanya seumpama ular lidi yang berhadapan dengan anaconda. Dengan satu libasan tangan, Alivian terhempas. Beruntung Naruto segera menangkapnya.
" Sudah cukup, aku akan melakukan yang terakhir ! "
Itu Rias, di depan nya sekarang terdapat lingkaran sihir Gremory berukuran sedang, namun yang menarik perhatian adalah keberadaan sebuah bola kehitaman yang terus aktif berdenyut.
Melihat teknik itu, semua budak Rias segera menyingkir.
" Ini seperti yang dikatakan Euclid ... kekuatan penghancur dari Bael huh ?! Boleh Jugaaa ! Tembakkan bola itu bocah iblis dan akan kuperlihatkan keagungan Dragon ! " Grendel berseru, sama sekali tak gentar.
" Tak perlu kau pinta ! Hancurkan naga brengsek ini Extinguish Star ! " Bola berdenyut itu dengan cepat berubah bentuk menjadi sebilah tombak panjang dan melesat menuju Grendel yang siap menerima serangan tersebut.
Naruto menatap tertarik pada tombak tersebut. Kekuatannya terasa seperti Ruin Extinct milik Sirzech, namun jauh lebih lemah.
GUOHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH
Grendel berseru nyaring, tubuhnya dari sebatas pinggang hingga ke kakinya mulai menghilang. Tubuh bawahnya seakan ditarik dengan gravitasi mengerikan dari teknik Rias tersebut. Hingga setelah rintihan Grendel berhenti, mereka semua melebarkan mata melihat Grendel yang masih tetap bernafas meskipun telah kehilangan setengah tubuhnya.
" Huahahahaha ... itu tadi menyakitkan ! Sangat menyakitkan ... Tapi dengan tubuhku saat ini yang telah diperkuat Holy Grail .. " Perlahan, bagian bawah tubuh Grendel kembali memulih, Grendel menatap mereka semua dengan seringai buasnya " Itu percuma ! "
" Aku masih dapat melakukannya ! " ujar Rias, berniat mengeluarkan semua demonic powernya. " Dengan semua kekuatan ini, aku akan menghancurkanmu hingga ke jiwa, hingga kau tak dapat bangkit lagi ! "
" Hanya untuk melawan naga kotor ini, kau sampai menggunakan ini. Menyedihkan ! " Naruto berjalan ke hadapan Grendel yang telah mendapatkan seluruh tubuhnya kembali. Grendel yang baru menyadari Naruto menatapnya buas, namun nyali sang naga mulai bergetar kala bertemu mata biru beku Naruto.
" Valerie membutuhkanku dan Gasper di depan sana. Dan kadal menjijikan sepertimu tak akan menghalangi jalanku. "
Mereka merasakannya, atmosfer yang mengerikan. Kekuatan yang begitu tinggi dan itu datang dari Naruto. Satu lingkaran kecil muncul di ujung jari telunjuk Naruto, dan itu seketika seluruh lantai tempat mereka berdiri bergejolak, rantai-rantai dengan pendulum tajam yang jumlahnya tak terhingga meluncur cepat membelenggu Grendel.
" A- apa ini ?! " seru Grendel tak percaya.
" Aku serahkan sisanya padamu, Alivia " ujar Naruto melirik pada Alivia yang tersentak, masih terkejut dengan perubahan sikap mendadak Naruto.
Azazel menatap tajam ke depan, Ia tak perlu menanyakan lagi tindakan Naruto ketika merasakan dua hawa kehadiran yang begitu kuat. Satu hawa kehadiran yang pernah mereka temui, Naga Jahat Terkuat, Crom Cruach. Sedangkan yang satu lagi, Azazel yakin juga sangat berbahaya, seekor naga dengan kemampuan magic yang tinggi. Satu nama yang hanya berada di pikirannya sekarang.
" Bersiaplah, Crom Cruach dan Azi Dahaka kemari ! " seru Naruto.
Dan benar saja, kedua naga itu dalam wujud humanoid mereka masing-masing menampakkan diri di depan pintu keluar. Crom Cruach, naga jahat terkuat, berjalan memasuki ruangan aula tersebut. Matanya menatap bosan pada Grendel yang terbelenggu oleh rantai-rantai sihir.
" Tak kusangka, Grendel dapat dibelenggu hingga seperti ini " Azi Dahaka yang berada di belakangnya, mengamati rantai tersebut dengan cermat.
" Aku dapat merasakan energi rantai ini berpusat pada iblis kuning itu " Tangan kanannya menunjuk Naruto. " Sangat kuat. Rantai itu menyegel kekuatan Grendel dengan menghisap terus menerus energi naganya. "
" Kau dapat melepaskannya ? "
" Itu hal mudah " Azi Dahaka menjawab enteng pertanyaan Crom Cruach. Baru saja tangannya hendak bergerak, sebuah lingkaran sihir besar menelan keberadaan Grendel.
Azazel segera menatap pada Alivia ketika menyadari lingkaran sihir itu milik Pillar Bune.
" Kau berpikir untuk menjinakkannya ? "
Alivia mengangguk, sama sekali tak mempedulikan keterkejutan yang lain. " Tepat sekali, Azazel –dono ".
" Menjinakkan seekor naga jahat huh ? Gadis itu terlalu percaya diri " komentar Crom Cruach.
" Jadi sekarang bagaimana ? Kalian masih ingin lewat ? " Azi Dahaka mengeluarkan nafsu membunuhnya yang sanggup menggetarkan lingkungan di sekitar mereka.
" Kita berpencar. Asia dan Gasper akan ikut bersamaku untuk menyelamatkan Valerie. Dulio akan menghadapi Azi Dahaka, sementara Sekiryuutei akan menghadapi Crom Cruach. Sisanya bertindak sebagai support " Naruto memutuskan membentuk strategi itu dengan cepat.
Issei segera merafal mantranya untuk menjadi True Queen, Crom Cruach sangatlah kuat, ia berbeda jauh dengan Grendel. Ketika hendak melafalkan mantra tersebut, ia merasakan hawa keberadaan yang sangat kuat bergerak cepat ke tempat mereka.
" Dia kemari, partner "Ddraig bereaksi. Ia sangat mengenali hawa keberadaan tersebut.
Cahaya putih kebiruan melesat cepat setelah menghancur pintu lalu mendarat di samping Issei. Ketika cahaya memudar, orang yang muncul ternyata Vali. Ia sendirian tidak bersama anggota kelompoknya. Vali telah menggunakan armor balance breakernya.
" Kau pasti Crom Cruach ! "
" Tepat Hakuryuukou ! "
Mereka berdua menatap satu sama lain. Aura permusuhan yang mengudara semakin kental dengan kedatangan Vali.
Azazel yang melihat muridnya kembali bersuara " Vali, kau terlambat "
Vali, yang statusnya sebagai buronan kelas internasional karena tujuannya yang masih belum jelas terhadap Ophis, tetap dianggap oleh Azazel sebagai keluarga. Azazel lah yang membesarkan Vali yang dibuang oleh ayah kandungnya atas perbuatan keji sang kakek, Rizevim.
" Tadi kelompokku bertemu dengan Hexennacht,sekawanan magician liar milik Khaos Brigade. Kami cukup kesulitan, karena terdapat seorang pengguna Longinus Incrinate Anthem, Warlburga. Namun saat hampir selesai aku merasakan hawa kekuatan Naruto di sini. Karena itulah, aku kemari dan lihat siapa yang kutemukan di sini. "
Vali menatap Dulio, Naruto, Crom Cruach, dan terakhir pada Issei " Semua orang yang sangat ingin kulawan "
" Aku menantikan bertarung dengan kalian setelah ini " ujarnya pada Naruto, Dulio, dan Issei.
" Terserah saja! " balas Naruto dan Dulio
" Etto – sepertinya kita harus menghajar Crom Cruach terlebih dahulu "
" Aku setuju. Mari lakukan seperti terakhir kali "
Azazel menghela nafas dan menatap pada yang lainnya " Kalian dengar bukan, serahkan dia pada tiga pemilik Longinus ini. " Kemudian, ia berpaling pada Naruto, Gasper, dan Asia " Kau jadi pergi terlebih dahulu "
Sebagai jawaban Naruto menggunakan mode Balance Breaker Subtitutenya, yang mengizinkannya untuk berpindah hanya dengan tatapan mata.
" Kuanggap itu sebagai iya " dengus Azazel.
Gasper dan Asia kini tepat berada di belakang Naruto. Sementara Dulio, Issei, dan Vali berdiri sejajar dengan Naruto.
Crom Cruach dan Azi Dahaka melemaskan tubuh mereka. Bersiap untuk pertarungan hebat yang sudah lama tak mereka rasakan.
Flagello di Colori del Arcobaleno Speranza di Briscola
Empireo Juggernaut Overdrive
Cardinal Crimson : True Queen.
Dulio, Vali, dan Issei menunjukkan bentuk terkuat dari Longinus mereka saat ini.
" Aku dapat menangani mereka bertiga. Fokus pada pemengang Declare of War, kita tak bisa mengizinkannya lewat "
" Tch ! Jangan memerintahku ! " Azi Dahaka menegur keras intruksi Crom Cruach, namun tetap melaksanakannya.
Solid Impact Booster
Armor bagian lengan Issei mengkilap, strukternya pun semakin padat.
" Minggirlah ! " Dengan tenaga booster di punggungnya, Issei melesat cepat menuju Azi Dahaka.
Tep
Crom Cruach segera menghalanginya. Naga jahat terkuat itu bahkan menangkap tinju Issei hingga menimbulkan tekanan angin di sekitar mereka.
" Lawanmu adalah aku ! " Crom Cruach mengangkat tubuh Issei dan melemparkannya pada Vali yang melesat ke arahnya dari samping.
Vali membiarkan Issei lewat, tak ada niatan untuk menahan rivalnya. Bersama dengan Dulio, ia mengepung sosok Crom Cruach dengan kepalan tinju masing-masing.
Crom Cruach mengepakkan sayapnya lebar-lebar menghindari pukulan tersebut.
" Jangan pikir bisa lari ! " Dulio menghembuskan angin tornado menuju Crom Cruach yang segera mengembalilkan serangan itu dengan kepakan sayapnya.
Crimson Blaster
Silver Blaster
Dua energi destruktif berwarna merah dan perak melesat cepat menuju Crom Cruach dari sisi yang berbeda.
Crom Cruach lagi-lagi mengagalkan serangan itu dengan mengumpulkan energi naganya, mementalkan dua energi itu ke langit kosong. Ledakan besar tercipta di sana, mewarnai langit malam Rumania.
Tinggalkan sejenak pertarungan keempatnya.
Fokus sekarang adalah pada Naruto yang menatap Azi Dahaka.
" Hanya menggunakan substitute, kau meremehkanku iblis muda ! "
" Aku hanya ingin menghemat energi, siapa yang tahu aku akan berhadapan dengan siapa lagi di depan sana "
" Kheh ! Kau tidak akan bisa lewat sebelum Holy Grail di dalam tubuh vampire muda itu jadi milik kami "
" Kami akan lewat. KAMI AKAN MENYELAMATKAN VALERIE ! " ujar Gasper, berteriak keras pada akhir kalimatnya seraya mengeluarkan aura kegelapan dari tubuhnya.
" Aura ini ... " Crom Cruach menukikkan alisnya, merasa begitu mengenal aura yang dikeluarkan Gasper.
" Perlihatkan pada mereka Gasper ! Dirimu yang sebenarnya ! "
" ARGGHHH ! "
Kegelapan hitam pekat menelan ruangan tersebut. Hanya mata merah Gasper yang bersinar di ruangan tersebut. Begitu seluruh tubuhnya diselimuti kegelapan, ruangan itu kembali seperti sedia kala terkecuali bagi Gasper yang telah bertransform ke wujud dewasanya. Penampilan gadisnya telah dibuang jauh, perawakannya menjadi pria dewasa yang matang. Kostum Cross Dress nya juga telah tiada digantikan jubah layaknya para Vampire pada umumnya. Namun, Gasper yang saat ini bukanlah Vampire. Dia ... monster
" Kau sudah mengetahui ini sejak awal huh, iblis ! "
Naruto merangkul Asia lebih dekat dengan dirinya. Gasper yang saat ini di dekat mereka cukup berbahaya.
" Tentu saja. Karena itulah, aku menyetujui Gasper untuk mengikuti rencana ini. Karena aku yakin, kau akan menampakkan diri. "
" BALOR ! " Gasper berbalik menatap pada Crom Cruach yang memanggil nama lainnya. Panggilan itu dipenuhi hasrat kebencian. Sekilas kembali pada zaman dahulu, Balor merupakan dewa yang memiliki mata jahat. Dengan matanya tersebut, ia mampu mengendalikan Crom Cruach. Sacred gear Gasper dinamai atas dirinya.
" Kita akan berbincang nanti, Cruach – chan ! Sekarang, aku akan mendobrak masuk. Iblis, kau bersiap dengan teknik teleportmu itu. Ini perubahan pertamaku, mungkin aku tak dapat menahan bentuknya lebih lama "
" Tak perlu kau peringatkan ! "
" Jangan sombong kalian ! " Azi Dahaka membentuk menembakkan martial-martial sihir tak terhitung jumlahnya, ke semuanya sama sekali tak menggunakan lingkaran sihir !
Swush
Gasper mengibaskan tangannya, sebuah lingkaran sihir raksasa mengibas semua martial hingga tak ada satupun martial tersebut yang meledak.
" Aku mulai, Gasper ! " Naruto masih dengan merangkul Asia menggunakan kemampuan subspecies nya, berteleport sejauh pandangan matanya !
" Tak akan kubiarkan ! "
Tubuh Naruto yang semula telah berpendar kuning berhenti bersinar ketika Azi Dahaka mengeluarkan tekniknya.
" Lawanmu adalah aku ! "
Swush
Dua sulur kegelapan dengan cepat menerjang Azi Dahaka, namun tak berhasil. Sulur itu bahkan tak menggores tubuh sang naga.
" Serangan fisik tak akan mempan ! Aku punya ide ! "
" Lakukan ! "
" Apapun teknik kalian tak akan berguna ! Aku adalah penguasa sihir itu sendiri ! "
Area sekitar mereka seketika gelap kembali.
" Mau membutakanku huh ?! Percuma ! Naga memiliki indra penglihatan terbaik ! "
Kegelapan itu kemudian berkobar membentuk sebuah tangan yang segera membelenggu Azi Dahaka. Namun hanya sebentar, kegelapan itu segera musnah begitu Azi Dahaka mengeluarkan sayap naganya.
" Kau terlalu berisik untuk ukuran seorang naga ! " Tanpa Azi Dahaka sadari Naruto telah berada di hadapannya.
Clap Stunner
Tepukan dengan frekuensi tinggi tepat di telinga naga yang begitu peka sudah cukup untuk membuat Azi Dahaka kehilangan keseimbangannya sejenak.
Dan hanya sejenak itu, Naruto segera menggunakan teleportnya.
Namun, kemampuan sihir Azi Dahaka sangat tangguh, dalam keadaan seperti itu pun sihir nya masih bekerja untuk menghalangi Naruto.
" Sekarang ! " Gasper menyeringai mendengar intruksi itu. Lingkaran sihir berwarna emas muncul di telapak tangannya, berbentuk layaknya jam.
Dan kemudian ...
Sring
Naruto dan Asia melewati Azi Dahaka.
" Yeah ! Maju Uzumaki – san/ Naruto – san / Asia – chan ! " sahutan gembira dari para pasukan di belakang mereka.
' Begitu ternyata ... Balor menggunakan sihir time nya berbarengan dengan teleport bocah tersebut, mereka mempercepat sihir mereka untuk menghindari blokade sihirku '
" Tak akan kubiarkan ! " Azi Dahaka segera berbalik. Lengannya membesar, menjadi lengan naga untuk menangkap keduanya namun sebuah dinding lava membara menahannya.
" Tch, kau menghalangi kesenanganku manusia ! "
" Aku akan membantu dari sini ! " Dulio bergabung dengan Gasper untuk menahan Azi Dahaka.
Naruto dan Asia memasuki ruangan ritual Valerie. Keselamatan Valerie tergantung pada mereka berdua.
TBC
Akhirnya punya waktu lenggang lagi buat update ni fanfic. Hanya perlu sekitar 5 chapter lagi, baru bisa lanjutin lagi Longinus Balancer nya. Masih banyak di alur ini yang kuadopsi dari Light Novelnya sendiri, namun tentu ada juga yang perlu direvisi untuk kepentingan alur ke depannya. Ok, selanjutnya yang bakal diupdate adalah I am a Shinobi dan The Heirs. Heavenly Dragon Killer sedang diangsur, kemungkinan bulan depan sudah bisa diupdate.
