King of Shinobi

By…Ksatria

Rate : M

Genre : Adventure, Family, Romance, Mysteri

Disclaimaer : Bukan punya saya

Pair :Naruto x ?

Warning : Masih pemula dan cerita abal, gaje dan banyak lagi….

Chapter 29 :

Summary : Naruto adalah anak yang di abaikan oleh kedua orang tuanya dan di anggap aib bagi seluruh desa Konoha sejak dia berumur kurang dari 4 tahun, setelah insiden terjadinya penyerangan pria bertopeng dengan mensumonkan kyubi ekor Sembilan pada Konoha dan disegel oleh Namikaze Minato kedalam tubuh Menma kakak dari Naruto dan mereka yang dipuji oleh warga desa dianggap sebagai keluarga pahlawan desa. Naruto yang berusaha mendapat perhatian mereka, kini merekalah yang menyesal atas perbuatan mereka dan ingin memulai kembali bersama Naruto untuk membuat keluarga yang bahagia.

"siapa kau…?" tanya Genin Otogakure yang memakai perban di kepalanya dengan tatapan tajam.

"aku ninja dari Desa Konoha, Rock Lee…" ucap seseorang yang datang menyelamatkan Sakura yang tidak lain adalah Lee, dengan seekor tupai yang berada di bahu kanannya.

"kenapa kau ada disini…?" tanya Sakura yang merasa lega.

"aku akan selalu muncul di saat kau dalam bahaya…." Ucap Lee dengan gaya kerennya, lalu menurunkan tupai dari bahunya ke rumput hijau dekat dengan Sakura.

"bisa di bilang ini semua berkatmu, pergilah…." Ucap Lee pada tupai itu lalu pergi menjauh dari bahaya.

"tapi saat ini, aku juga musuhmu…" ucap Sakura.

"sudah pernah ku bilang, kan…?aku akan melindungi mu sampai mati…" ucap Lee dengan gaya kerennya.

"hah…" kaget Sakura sambil mengingat pertemuannya dengan Lee di waktu ujian pertama.

"arigatou…" ucap Sakura.

"berhasil, aku berhasil, Guy sensei…"pikir Lee dengan air mata bahagianya.

"apa boleh buat, Zaku kau urus Sasuke, aku yang akan membunuh mereka…" ucap Genin Otogakure itu, lalu menyerahkan gulungan pada Zaku.

"melihat keadaannya, Sakura sudah tidak bisa bertarung lagi…" pikir Lee yang memahami situasi.

"kemampuan Taijutsu si Alis Tebal itu lumayan hebat, sepertinya menyenangkan…" gumam Genin Otogakure itu lalu melaju dengan serangan tangan kanannya.

Sakura telah siap dengan kunai di tangan kanannya sebagai poertahanannya, lalu melemparkan ke arah Genin Otogakure itu.

Dengan cepat dapat di hindari oleh Genin Otogakure itu lalu melompat dan menyerang Lee. Dengan kekuatan otot lengannya, Lee mengambil akar batang pohon besar sebagai pertahannya.

Gundukan akar besar itu telah menghalangi serangan Genin Otogakure itu. "seranganmu itu ada triknya, kan..?tidak bisa di hindari begitu saja, kau sudah pernah memperlihatkannya…" ucap Lee yang membuat kaget si Genin Otogakure itu.

"dia….kuat…" pikir Sakura yang melihat kemampuan Lee.

"tapi, kalau lawanku langsung mereka bertiga, itu akan menyulitkanku, kukalahkan satu persatu, dengan mempertaruhkan nyawaku…." Pikir Lee, sedangkan kedua teman dari Genin Otogakure itu hanya menonton sambil tersenyum meremehkan.

Jauh dari tempat pertarungan itu, team Shikamaru masih berkeluyuran di hutan mencari target mereka. "hyaaaaa, kita sama sekali tidak menemukan orang yang lemah…" ucap Ino yang mengeluh.

"satu-satunya team yang lemah itu team Naruto…" ucap Shikamaru.

"baka, apa kau tidak tahu…?" ucap Ino yang memberitahu Shikamaru.

"Naruto dan Sakura memang tidak apa-apanya, tapi mereka punya Sai yang tampan itu, lagi pula jika kita menyerang mereka, gulungan yang mereka miliki pasti sudah di rebut orang lain…" ucap Ino.

"hah, tidak tahu ya, dalam pertarungan, orang tampan pun bisa dikalahkan, lagi pula apa hubungannya dengan itu, dan yang kudengar, team Naruto itu cukup dekat dengan team nya Sasuke, kurasa ada benarnya juga, kalau gulungan mereka sudah pasti telah di rebut orang lain…" ucap Shikamaru.

"apa…?" ucap Ino kesal dengan perempatan di dahinya.

"gomenasai, aku menyinggung perasaanmu…" ucap Shikamaru.

"dasar orang yang merepotkan, hanya menjelekkan Sai atau Menma dan Sasuke sedikit saja langsung marah…" pikir Shikamaru yang mengeluh.

"tentu saja, orang tampan itu selalu memancarkan pesonanya, Sasuke, Menma dan Sai tidak mungkin kalah, hah, kalau Sakura, Karin, atau pun Naruto itu memang beda…." Ucap Ino dengan rasa kesalnya.

"cih, dasar wanita, memang selalu begitu kalau melihat hal yang begituan…" pikir Shikmaru yang menghembuskan nafas beratnya.

"hah…" gumam Chouji yang sambil makan melihat sesuatu yang mencurigakan.

"hei, Sasuke pingsan….dan Sakura sedang bertarung…." ucap Chouji yang memperhatikannya dari atas pohon.

"apa kau bilang…?" ucap Ino lalu melompat menghampiri Chouji, begitu juga dengan Shikamaru.

"hah…" kaget Ino yang melihat hal itu.

Tempat berkumpulnya team Neji, kini telah bersama dengan Tenten. "dia terlambat, dasar Lee, kayaknya ada yang aneh, dia selalu tepat waktu, dia mungkin bertemu dengan musuh, mungkinkah…?" ucap Tenten yang mulai berpikir ke arah yang diduganya.

"itu tidak mungkin, kalau begitu ayo cari Lee…" ucap Neji.

"ya…" ucap Tenten lalu mereka berdua pergi meninggalkan tempat itu dan melompati setiap pohon untuk mencari Lee.

Di hutan yang lebat terlihat Menma dan Sai sedang melompati pohon demi pohon. "Sai, ini salah mu, kita jadi kelamaan…" ucap Menma.

"urusai, karena aku, kita bisa mendapatkan makanan yang banyak…" ucap Sai dengan gaya kerennya sambil membawa buah-buahan yang segar dan banyak.

"ahhhaaaa, keterlaluan…." Gumam Menma menghela nafas beratnya.

"hei, bukankah itu Karin….?" Ucap Sai yang melihat Karin sedang melompati pohon demi pohon sambil membawa tanaman obatan.

"ya, itu benar, kenapa Karin bisa ada di sana…?" tanya Menma yang juga melihat Karin.

"entahlah, kita datangi saja…" jawab Sai lalu menghampiri Karin yang sedang melompati pohon demi pohon.

"hmmm…" angguk Menma.

Kembali ketempat pertarungan antara Lee dengan Genin Otogakure itu. Kini Lee sedang membuka gulungan perban di tangannya. "Guy sensei, aku tidak akan ragu lagi menggunakan jutsu ini, karena ini adalah kondisi yang kau katakan…." Pikir Lee.

Genin Otogakure yang memakai perban di kepalanya sedang melaju dengan cepat ke arah Lee. "Kondisi untuk melindungi orang yang berharga…" ucap Lee.

Genin Otogakure menyerang Lee dengan kecepatan yang luar biasa. Namun sesuatu yang membuatnya kaget. "menghilang…" kaget Genin Otogakure itu.

BUUAAAKKKHHH…

Tendangan Lee kini bersarang di dagu Genin Otogakure, dan dengan kekuatan kakinya mampu melemparkan Genin Otogakure lebih ke atas lagi. Lee segera melompat menyusul Genin Otogakure itu. "belum selesai…" ucap Lee yang membuat kaget Genin Oogakure itu.

Perban yang di tangan Lee segera membungkus lengan dan kaki serta tubuh bagian dada sampai ke kaki Genin Otogakure itu, sehingga dapat mengunci pergerakan Genin Otogakure itu, dan menghantamkan jatuh ke bawah tanah dengan kecepatan yang luar biasa.

"oh, tidak, dia akan jatuh…" ucap Zaku lalu membentuk handseal.

"rasakan ini…" teriak Lee yang memutarkan tubuh Genin Otogakure itu dengan kecepatan luar biasa.

Omore Renge

Teriak Lee yang terus memutarkan tubuh Genin Otogakure yang siap akan jatuh ke bawah dengan sangat keras.

AAAAAAHHHKKK…

Teriak Zaku lalu menghantamkan kedua lengannya ke tanah hingga menimbulkan lubang dan bergerak membentuk dua garis arah menunju jatuhnya Genin Otogkaure itu.

BUUUAAAARRRR….

Kepulan asap tebal mulai menghilang. "perasaan ini…" pikir Lee mulai curiga.

Sakura merasa lega melihat kemampuan Lee yang membuat Genin Otogakure itu tidak berdaya. "wah, wah, tepat waktu…" ucap Zaku.

Terlihat gundukan tanah yang di tancapi oleh tubuh Genin Otogakure itu. Genin Otogakure itu mulai bergerak dan melepaskan dirinya dari gundukan tanah tebal.

"tidak mungkin…" ucap Lee dalam kagetnya melihat lawannya mampu bergerak setelah terkena jutsu miliknya.

"jutsu itu sangat mengerikan, aku masih bisa terluka padahal aku jatuh kedalam busa tanah…." Ucap Genin Otogakure itu, lalu mulai merentangkan tangan kananya.

"giliran ku…" ucap Genin Otogakure itu, lalu membuka lengan bajunya yang kini terlihat senjata yang akan di gunakan oleh Genin Otogakure itu.

"gawat, saat ini, tubuh ku masih…" pikir Lee yang dalam keadaan letih.

Genin Otogakure itu segera melaju dengan kecepatan menuju ke arah Lee, dengan cepat Lee mundur ke belakang, namun meskipun sudah di hindari tetap saja sesuatu yang membuatnya berhenti bergerak di tempat yang di hindari.

Pandangannya mulai berkunang-kunang dan tidak jelas. "jutsumu itu memang cepat, tapi jutsuku melebihi kecepatanmu dan itu adalah kecepatan suara…" ucap Genin Otogakure itu.

Lee mulai terduduk lemas, pandangan nya mulai tidak jelas dan bergoyang-goyang. "akan ku tunjukkan dinding yang tidak bisa kau lalui…." Ucap Genin Otogakure itu dengan tatapan tajam nan membunuh sambil tersenyum puas begitu juga dengan kedua temannya.

Telingan Lee mulai meneteskan darah. "telinga kiriku…" gumam Lee yang memegang telinga kirinya.

"serangan itu ada trik khususnya, menghindar tidak ada gunanya, itulah serangan ku…" ucap Genin Otogakure itu sambil menunjukkan tangan kanannya.

"apa yang dia lakukan…?" pikir Sakura.

"itu suara, walaupun kau bisa menghindari pukulanku, suaranya yang akan menyerangmu, apa kau tahu arti sebenarnya dari suara…?" ucap Genin Otogakure itu.

"gelombang…" ucap Sakura yang muali panic.

"benar, dengan kata lain, mendengar suara berarti, gendang telingamu menangkap gelombang suara yang terbawa oleh udara dan gendang telinga mu akan rusak jika mendengar suara melebihi 150 Mhz, selain itu, dengan menyerang saluran setengah lingkaran yang ada di bagian dalam, keseimbangan tubuhmu akan hilang…." Ucap Genin Otogakure itu yang membuat Lee terkaget.

"hahaahaha…untuk sementara, kau tidak akan bisa menggerakkan tubuhmu dengan bebas…." Ucap Genin Otogakure itu sambil tertawa.

"dan Taijutsu bodohmu itu tidak akan mempan, ya, jutsumu tadi memang hebat, sampai aku harus mengeluarkan jutsuku, tapi kau tidak akan bertahan lebih lama lagi, aku bebas mengengendalikan suara ultrasonic dan tekanan udara yang kekuatannya bisa menghancurkan batu, aku bisa mengendalikan udara dalam tanah dan mengubah tanah menjadi busa yang empuk, berbeda dari jutsumu yang konyol…" ucap Zaku lalu menarik kedua lengannya Dari dalam tanah dan menunjukkan sesautu dari telapak tangannya yang memunculkan hembusan udara dari alat yang berbentuk corong berada di telapak tangannya.

Mendengar perkataan itu, Lee tidak dapat berkutik. "baiklah, selanjutnya…kauuuu…." Teriak Genin Otogakure itu lalu menyerang Sakura dengan cepat menggunakan tangan kananya.

"sialan…" ucap Lee yang tidak bisa bergerak, saat melihat Sakura sedang di serang.

"dia datang…" ucap Sakura lalu mengambil kunai dari peralatan ninjanya.

"apa…?tidak mungkin…" gumam Genin Otogakure itu melihat Lee sedang bergerak menunju ke arahnya.

"Lee…" gumam Sakura.

Konoha Senpuu

Ucap Lee menyerang Genin Otogakure itu dengan tendangan namun keadaan Lee membuatnya dapat menghindari serangan Lee dengan cara melompati tendangan Lee. "sepertinya seranganku tadi masih ada pengaruhnya, aku sedikit terkejut, tapi kau tidak akan bisa mengulangi Taijutsu mu yang seperti tadi…." Ucap Genin Otogakure itu lalu menyerang Lee dengan tangan kananya.

Lee dapat menagkis serangan itu. "lengan ini mengandalkan suara yang masuk kedalam sampai tingkat tertinggi, ini adalah pengeras suara dan suara ini tidak mengikuti gerakan lengan, supaya tepat sasaran, aku mengendalikan suara itu dengan menggunakan chakra…." Ucap Genin Otogakure itu.

AAAAKKKKKKHKHHH….

Teriak Lee yang begitu kesakitan dan jatuh tidak sadarkan diri. "sekarang akan ku akhiri…." Ucap Genin Otogakure itu.

"tidak akan ku biarkan…" teriak Sakura lalu melemparkan shuriken.

"hei, ayo pergi dari sini, mereka sangat berbahaya….." ucap Chouji yang bersembunyi di balik semak belukar bersama Ino dan Shikamaru.

"sepertinya Sasuke dan Naruto sedang pingsan, tapi kemana Menma, Sai, dan Karin, sedangkan Lee dan Sakura juga sudah babak belur, apa yang akan kau lakukan Ino…?" ucap Shikamaru lalu berbalik bertanya.

"apa maksudmu…?" tanya Ino yang tidak mengerti.

"saat ini Sakura dalam bahaya, apa kau yakin…?" jawab Shikamaru lalu berbalik bertanya.

"hah…" gumam Ino.

"kalian berdua bersahabat, kan…?" ucap Shikamaru.

^ FlashBack ^

"hei, Sakura, jangan terlalu tegang…" ucap Ino yang duduk bersebelahan dengan Sakura.

"Ino, aku dengar kau juga…." Ucap Sakura.

"apa itu…?" tanya Ino sambil tersenyum.

"menyukai Sasuke…" jawab Sakura yang membuat Ino kaget.

Hembusan angin menerbangkan dedaunan. "mulai saat ini kita adalah rival…." Ucap Sakura yang beranjak pergi.

"kenapa…?memangnya kenapa…?bukankah kau menyukai seseorang….?" Ucap Ino, namun tidak di perdulikan oleh Sakura yang terus melangkah pergi.

END

"kenapa…?kenapa aku mengingat kejadian waktu itu…?" pikir Ino yang teringat masa lalunya bersama Sakura.

"hei, Ino, apa yang akan kau lakukan….?" tanya Shikamaru.

"aku tahu, tapi kita tidak bisa apa-apa, kita tidak boleh muncul seenaknya, bukan…?" jawab Ino.

"walaupun kita keluar, kita hanya akan mati sia-sia…." Pikir Ino yang begitu ketakutan.

Di perjalanan. "maaf, aku meninggalkan Sakura sendirian bersama Naruto dan Sasuke…." Ucap Karin sambil membawa tanaman obatan yang terus melompati pohon demi pohon.

"ya, aku mengerti itu, kita juga harus cepat, sebelum mush menemukan Sakura…" ucap Menma.

"hmmm, semoga saja…." Ucap Sai yang terus melompati pohon demi pohon.

Kembali ke pertarungan, Lee sudah terbaring lemas tidak berdaya. Kini hanya Sakura yang tersisa untuk melawan Genin Otogakure itu. "aku juga…." Ucap Sakura yang melemparkan shuriken, dengan cepat di tangkis oleh Zaku dengan menghempaskan shuriken menggunakan kedua tangannya.

"tekanan udara, shurikennya diterbangkan kembali…" ucap Sakura yang mulai terjatuh ke tanah, namun karena rambut Sakura di tarik membuatnya tidak terjatuh.

"rambutmu bagus juga, hey kalau kau masih punya waktu luang untuk mengurus rambutmu, kau harusnya lebih banyak berlatih lagi, jangan berlagak cantik, kenapa tidak kau bunuh saja orang yang bernama Sasuke itu didepan mata orang ini…." Ucap perempuan Genin Otogakure itu sambil menarik rambut Sakura.

"ya, kedengarannya bagus…" ucap Zaku.

"hei, hei…" ucap Genin Otogakure dengan perban di kepalanya.

"aku tidak akan membiarkan itu terjadi…." Pikir Sakura.

"jangan bergerak…" teriak Genin perempuan dari Otogakure sambil menarik rambut Sakura.

"Sakura…" gumam Lee yang masih tersadar namun tidak dapat bergerak sama sekali.

"tubuhku tidak bisa berggerak, lagi-lagi, aku hanya jadi beban saja, aku selalu di lindungi, menyebalkan, aku selalu berpikir, kali ini, kali ini, aku harus melindungi orang yang berharga bagiku…." Pikir Sakura dengan air matanya membasahi kedua pipinya.

Zaku mulai bergerak dan melangkahkan kakinya ke arah Sasuke. Aura pekat warna keunguan muncul di balik tanda yang di berikan oleh Orochimaru. "oi, Sasuke dan Naruto dalam bahaya…" gumam Shikamaru di balik semak belukar.

Dengan tetesan air matanya. "tidak ada gunanya, itu tidak akan mempan pada ku" ucap Genin perempuan Otogakure itu.

"apa yang kau bilang…?" ucap Sakura yang tersenyum dengan senjata kunai di tangannya.

"apa…?" kaget Genin perempuan Otogakure itu.

Mereka semua menjadi kaget melihat Sakura memotong rambutnya yang di tarik oleh Genin perempuan Otogakure itu dengan kunainya. "aku selalu, berusaha menjadi salah satu ninja, aku selalu berkata, aku suka Sasuke, tapi aku tidak bisa melupakan perasaan ku pada Naruto yang sok tahu itu, aku hanya selalu, melihat mereka dari belakang, namun, mereka semua, Sai, Menma, Karin selalu ada didepan dan berjuang demi aku, Lee, kau juga mengatakan kau sangat suka dengan ku, dengan perasaan itu, kau bertarung demi melindungi ku, rasanya kau sudah mengajarkan pada ku…."

^ FlashBack ^

"Sakura, aku pasti akan melindungi mu dan semuanya, karena aku akan menjadi Hokage…." Ucap seorang anak berambut jabrik dengan tersenyum lebar.

"hmmmm…." Ucap Sakura dengan anggukan sambil tersenyum lebar.

END

"aku ingin menjadi seperti kalian…" pikir Sakura yang teringat masa lalunya.

Ikat kepala milik Sakura terjatuh. "kali ini, aku ingin kalian semua, melihat pertarungan ini saja dari belakang…." Pikir Sakura yang bertekad kuat.

"Sakura…" gumam Ino yang menatap Sakura.

"Sakura…" gumam Lee yang masih terbaring lemah di tanah.

"Kin, bunuh dia…"teriak Zaku pada Genin perempuan Otogakure itu.

Setelah mendengar perkataan Zaku, Kin langsung mengambil senjata jarum dari peralatan ninjanya dan menyerang Sakura.

Dengan cepat pula Sakura membentuk handseal. "hah, segel itu…" ucap Zaku yang mengerti dengan tindakan Sakura.

Kin langsung menusukkan senjatanya ke Sakura, namun betapa kagetnya, setelah kepulan asap tebal menghilang telihat batang phon besar menggantikan tubuh Sakura.

"Kawarimi No Jutsu…" ucap Kin dalam kagetnya.

"di sebelah kanan, ya…?kau pikir aku bodoh…?dengan Ninjutsu dasar begitu kau pikir kau bisa mengalahkanku…?" pikir Zaku.

"Kin menyingkir dari situ…." Teriak Zaku, lalu Kin melompat segera menjauh.

Sakura menyerang dengan melemparkan kunainya. "percuma saja…." Teriak Zaku yang merentangkan kedua tangannya ke depan.

"tekanan udara 100% gelombang ultrasonic 0%, keluarlah, apa hanya itu yang bisa kau lakukan…?" gumam Zaku yang melihat Sakura dari tadi melemparkan kunainya dan terus membentuk handseal.

Zankuuha

Teriak Zaku lalu menghempaskan kunai yang mengarah padanya, Sakura yang terkena hempasan angin berubah menjadi kepulan asap tebal dan berganti menjadi batang pohon besar.

"pergerakanmu sudah ketahuan, kau di atas…" pikir Zaku yang mengetahui rencana Sakura.

Sakura segera membentuk handseal kembali. "berapa kali pun kau mencobanya, itu tidak akan berguna, cukup kuhadapi dengan ini saja…" ucap Zaku yang mengambil kunai dari peralatan ninjanya lalu melemparkan kunai ke arah Sakura.

Sakura tidak dapat menghindari kunai itu, dan dapat menangkisnya dengan tubuhnya. "dimana selanjutnya….?" Ucap Zaku yang melirik kiri dan kanan.

Zaku terkaget, ketika mengetahui kalau Sakura yang dia serang adalah yang asli. "apa…?kali ini bukan Jutsu Kawarimi…" gumam Zaku yang tidak dapat menghindari serangan Sakura.

Sakura telah menembus pertahanan Zaku dan berhasil menghunuskan kunainya. Tangan kanan Zaku yang di gunakannya sebagai tangkisan kini terluka, masih belum sampai disana, Sakura mengigit lengan kiri Zaku.

Semua yang melihatnya menjadi terkaget. Ino yang melihat Sakura terus di pukuli oleh Zaku tanpa henti, sedangkan Sakura tidak melepaskan gigitannya sama sekali.

^ FlashBack ^

"hiks…hiks…hiks…" tangis seorang anak berambut pink.

"kau selalu saja di ejek dahi lebar, ya…?" ucap seorang anak berambut pirang pucat.

"hiks…hiks…siapa kau…?" tanya anak berambut pink itu.

"namaku, Yamanaka Ino, nama mu…." Jawab anak berambut pirang pucat itu yang bernama Ino berbalik bertanya.

"Namaku, Sakura…." jawab anak berambut pink yang bernama Sakura.

"hah, aku tidak bisa mendengarmu, keraskan suaramu…." Ucap Ino.

"Haruno Sakura…." ucap Sakura dengan keras meskipun air matanya terus menetes.

"hah, begitu, ya, kau punya dahi yang lebar, karena itu kau menutup dengan rambut poni mu itu, seperti hantu…." Ucap Ino menyentuh dahi Sakura yang tertutupi oleh rambut poninya.

"bukan begitu…." Ucap Sakura pelan.

"nama mu Sakura, kan…?" ucap Ino.

"hmmm…" angguk Sakura.

"besok ke sini lagi ya, aku akan memberimu sesuatu yang bagus…" ucap Ino lalu pergi meninggalkan Sakura.

"hah…" gumam Sakura yang melihat Ino pergi.

Esok harinya. "lihat, kau terlihat manis, Sakura, aku berikan pita itu pada mu…." Ucap Ino sambil tersenyum.

"arigatou, tapi…" ucap Sakura pelan.

"tapi apa…?" tanya Ino.

"dahi ku…" jawab Sakura pelan.

"kau tahu, kalau kau terus menyembunyikannya kau akan terus di ejek, Sakura kau punya muka yang manis, jadi kau harus lebih percaya diri, lebih percaya diri…" ucap Ino memberi tahu sambil memuji.

"Ino…" pikir Sakura yang menatap Ino dengan perasaan senang.

Di keramaian anak-anak. "hei, siapa itu…?" tanya anak perempuan di sebelah kiri.

"siapa dia, Ino…?" tanya anak perempuan di sebelah kanan.

"namanya, Sakura…" jawab Ino.

"hei, sapa mereka…" ucap Ino pada Sakura.

Sakura mendekat dan berlindung di balik bahu Ino. "ha'i…." ucap Sakura pelan sambil tersipu malu.

Beberapa hari kemudian. "ada seseorang yang kusukai, apa kalian tahu….?" Ucap Sakura dengan senang pada teman-temannya.

"cepat beritahu kami…" ucap anak perempuan di sebelah kanan.

"apa itu Sasuke…?" tanya anak perempuan sebelah kiri.

"hah, kenapa kalian bisa tahu…?" ucap Sakura yang berbalik bertanya.

Ino yang dari tadi memperhatikan cukup terkaget dengan ucapan Sakura. "apa yang kau bicarakan…?Sasuke sangat terkenal, dia yang paling popular, dan tentunya Menma juga sangat popular…." Ucap anak-anak itu.

"hah, begitukah…?" ucap anak-anak itu.

"oh tidak, aku pasti akan punya banyak saingan, apa yang harus aku lakukan…?" ucap Sakura.

"hei, Ino, Sakura belakangan ini jadi ceria…." Ucap anak yang di sebelah Ino.

"dia hanya berani bertindak…" ucap Ino.

Sore hari dengan hembusan angin segar. "Ino, aku dengar Sasuke suka dengan cewek rambut yang panjang…." Ucap Sakura tersenyum.

Sore hari berikutnya. "Ino, aku dengar kau juga menyukai Sasuke, mulai saat ini, kita adalah rival…." Ucap Sakura yang pergi menjauh dari Ino.

"kau bukan kah, menyukai seseorang itu…." Ucap Ino.

"aku hanya benci dia, sama seperti mu…." Ucap Sakura.

END

Ingatan masa lalunya telah memenuhi semua pikirannya, perasaan yang begitu kesal saat melihat Sakura di tindas dengan meneteskan air matanya. "aku akan…" gumam Sakura, lalu di lemparkan oleh Zaku.

"menyerahlah…" ucap Zaku.

Di balik persembunyiannya, tubuh Ino bergetar marah melihat Sakura di perlakukan seperti itu. "hei, Ino…" ucap Shikamaru.

"aku harus melindungi semuanya…" gumam Sakura yang menatap tajam ke arah Zaku.

"dasar keras kepala…" teriak Zaku yang begitu kesal.

"hah…" kaget Sakura ketika melihat seseorang datang di hadapannya.

"orang aneh muncul lagi…" ucap Zaku yang melihat ketiga orang datang melindungi Sakuira.

"Ino…" pikir Sakura yang melihat Ino, Shikamaru, dan Chouji datang menyelamatkannya.

"Sakura, aku sudah berjanji tidak akan kalah dari mu, kan…" ucap Ino yang membuat kaget Sakura.

"tidak akan ku biarkan kau bertarung sendirian di depan Sasuke…" ucap Ino.

"lagi-lagi, sampah desa Konoha muncul…" ucap Genin Otogakure yang memakai perban di kepalanya dengan tatapan tajam.

Chouji begitu ketakutan melihat tatapan itu. "apa yang kalian berdua pikirkan, mereka berbahaya…" ucap Chouji yang syalnya di tarik oleh Shikamaru dengan tubuh yang gemetar ketakutan.

"tapi apa boleh buat, Ino saja berani keluar, apa kita laki-laki mau lari…?" ucap Shikamaru.

"maaf jadi melibatkan kalian, bagaimanapun juga kita ini satu team, kita saling berbagi susah dan senang, kan…?' ucap Ino.

"ya, kita lihat saja…" ucap Shikamaru sambil tersenyum.

"tidak, aku tidak ingin mati, lepaskan syal ku…" ucap Chouji yang berusaha kabur meninggalkan mereka.

"kau menyebalkan, berhentilah jadi penakut…" ucap Shikamaru yang terus menahan syal Chouji.

"hehehe, kalau mau lari ya silahkan, gendut…" ucap Zaku dengan tawa meremehkan.

Chouji mendengar perkataan Zaku mulai merasa adanya ketidak senangan. "apa yang dia katakan…?aku, tidak begitu jelas mendengarnya…" gumam Chouji.

"hah…" bingun Zaku dengan tingkah Chouji.

"kata-kata itu tabu buat Chouji…" pikir Shikamaru yang mulai panic dan berkeringat dingin.

"coba katakan sekali lagi…." Ucap Chouji dengan tampang seriusnya.

"kalau kau mau melarikan diri, silahkan, gendut…" ucap Zaku dengan sangat keras.

"gendut, gendut, gendut…." Ucapan tersebut terngiang di telinga Chouji.

"aku tidak gendut, aku hanya bertulang besar saja…." Teriak Chouji yang begitu kesal dengan amarah memuncak.

"hanya bertulang besar…" teriak Chouji dengan rasa kesalnya mengeluarkan chakra besar.

"w…wow…" pikir Sakura yang swetdrop dengan tingkah Chouji.

"baiklah, kau sudah mengerti, kan…?ini adalah pertarungan antara Konoha dan Oto…" ucap Chouji pada kedua temannya dengan mata berapi.

"beruntung sekali…" pikir Ino sambil tersenyum senang.

"dasar, sepertinya ini akan merepotkan…" ucap Shikamaru.

"itulah kata-kata ku…." Ucap Zaku yang mulai jengkel.

"padahal kami di suruh untuk memburu Sasuke dan anak Yondaime itu sebelum ujian ini berakhir…" pikir Zaku yang merasa jengkel.

"Sasuke…." Gumam Sakura yang melihat sesuatu menguap dari tubuh Sasuke.

"Sakura, mereka berdua, uruslah mereka, dan aku tidak akan memaafkan mu, jika Naruto sampai terluka…." Ucap Ino yang dibalas anggukan Sakura.

"Sakura, aku tahu kalau Naruto tidak memenuhi janjimu, tapi aku tahu Naruto adalah orang yang membuat mu tersenyum untuk pertama kalinya…" pikir Ino yang melirik ke arah Sakura, lalu ke arah Naruto dan kembali menatap lawannya.

"kalau begitu, team Ino, ayo beraksi dengan kekuatan penuh…" ucap Ino dengan semangatnya.

"ya…." Ucap mereka bersama.

"formasi, INO…" ucap Ino yang memberi tanda.

"SHIKA…" ucap Shikamaru.

"CHO…" teriak Chouji penuh amarahnya.

"kami mengandalkan mu, Chouji…" ucap Ino.

"oke…." Ucap Chouji, lalu membentuk handseal.

Baika No Jutsu

Ucap Chouji lalu tubuhnya mengembang menjadi bulat. "selanjutnya, Taijutsu Konoha…" ucap Chouji.

Kedua tangannya menghilang dan kedua kakinya pun menghilang, hingga berikutnya adalah kepalanya.

Nikudan Sensha

Teriak Chouji lalu tubuhnya berputar dengan kecepatan luar biasa mengarah pada Zaku. "jutsu apa itu, Cuma si gendut yang berputar saja, kan…" ucap Zaku yang meremehkan.

Zankuuha

Teriak Zaku lalu menghentikan laju Chouji dengan telapak tangannya yang mengeluarkan angin kencang.

Ino dan Shikamaru terkaget dengan kemampuan Zaku yang dapat menghentikan laju Chouji. Begitu juga dengan kedua Genin Otogakure yang kaget saat melihat Chouji tidak terhempaskan oleh jutsu Zaku.

"dasar…" teriak Zaku yang menambah tekanan angin lebih besar lagi.

"hah, dia melompat…"kaget Zaku ketika melihat Chouji dapat berputar ke atas.

"tidak akan mempan melawan putaran nya itu, bahkan jika aku menggunakan gelombang suara, jika terkena serangan seperti itu, tulang-tulang ku akan remuk…" pikir Zaku yang begitu panic sekaligus ketakutan.

Genin Otogakure yang memakai perban di kepalanya itu langsung mengarah pada temannya Zaku dengan cepat. Melihat hal itu Shikamaru telah membentuk hendseal. "tidak akan kubiarkan, kaulah yang paling berbahaya…" gumam Shikamaru.

Ninpo Kagemane No Jutsu

Teriak Shikamaru, lalu bayangan miliknya memanjang mengarah pada Genin Otogakure itu.

"tubuhku, hah…" ucap Genin Otogakure itu yang tiba-tiba berhenti dan tidak dapat menggerakkan tubuhnya, lalu begitu kaget ketika bayangannya bersatu.

BUUUUAARRRR

Putaran tubuh Chouji berhasil menghantam tanah dan terus berputar, sedangkan Zaku dapat menghindarinya dengan susah payah. "cih…" mendecih Zaku setelah menghindarinya.

"hah…" kaget Genin Otogakure itu yang sendang melakukan gerakan aneh.

"Dosu, apa yang kau lakukan disaat seperti ini…?' teriak Kin pada Genin Otogakure yang memakai perban di kepalanya.

Saat menoleh ke Shikamaru, Kin menjadi kaget dan mulai memahaminya. "jutsu melumpuhkan bayangan…"ucap Dosu yang mengikuti pergerakan Shikamaru.

"Ino, selanjutnya tinggal perempuan itu…" ucap Shikamaru.

"ya, Shikamaru, tolong jaga tubuh ku, ya…" ucap Ino lalu membentuk handseal.

"ya…" ucap Shikamaru.

"hah…" kaget Kin yang mulai mewaspadai.

Ninpo Shintenshin No Jutsu

Teriak Ino, lalu tubuh Ino terjatuh dan di tangkap oleh Shikamaru. Serangan Chouji terus mengarah pada Zaku tanpa henti dan Zaku hanya dapat menghindarainya.

"brengsek…" kesal Zaku.

"Kin…" teriak Zaku.

"apa yang terjadi…?" tanya Dosu yang melihat tindakan temannya begitu aneh.

"kita akhiri saja pertarungan ini…" ucap Kin yang membuat kedua temannya kaget.

"kalian, kalau kalian bergerak sedikit saja, akan kubunuh anak yang bernama Kin ini, kalau tidak mau berakhir di sini, tinggalkan gulungan itu dan pergilah, saat kau sudah jauh dan kami tidak merasakan chakra kalian lagi, aku akan melepaskan perempuan ini…." Ucap Kin yang di rasuki Ino.

"mereka ini, kenapa tidak mau menurutinya…?" pikir Ino yang merasuki Kin.

"Chouji…." Teriak Ino memberi tanda.

"yeah…" ucap Chouji yang mengerti maksud Ino.

"ini gawat, mereka…." Ucap Sakura yang begitu kaget dan panic sekaligus gelisah.

Zaku yang melihat itu, langsung merentangkan tangannya dan mengeluarkan angin dari telapak tangan kirinya mengarah Kin, dengan cepat Chouji menahan serangan itu meskipun terlempar cukup jauh.

Begitu juga dengan tubuh Kin membentur salah satu pohon besar. "Ino…" Ucap Shikamaru kaget melihat darah mengalir keluar dari mulut Ino.

"aku pusing…." Gumam Chouji yang matanya terus berputar sambil memegang mulutnya.

Kin yang di rasuki oleh Ino terlihat berusaha berdiri, dengan darah mengalir keluar dari mulutnya. "orang yang mengerikan, dia menyakiti temannya sendiri…?" ucap Kin yang di rasuki Ino.

"heh, ceroboh, tujuan kami bukan gulungan atau lulus ujian ini menurut aturan…." Ucap Dosu yang membuat kaget Shikamaru, Chouji dan Kin yang di rasuki Ino.

"apa…?" kaget Kin yang di rasuki Ino.

"Sasuke…" ucap Dosu.

Terlihat tubuh Sasuke mengeluarkan aura keunguan. Bayangan milik Shikamaru kini telah berpisah dari bayangan Dosu. "jutsu ku…" pikir Shikamaru yang tidak dapat menahan jutsunya.

"jadi jutsu melumpuhkan bayangan ini hanya 5 menit ya…?" ucap Dosu.

"ini bukan jutsu melumpuhkan bayangan, ini jutsu menyatukan bayangan…" ucap Shikamaru membenarkan.

"selain itu, perempuan itu tampaknya bisa mengambil alih tubuh orang lain, dilihat dari pendarahan itu, kalau aku membunuh Kin, berarti perempuan itu akan mati juga…." Ucap Dosu yang berhasil menganalisanya.

"apa kau mau membunuh temanmu sendiri…?" tanya Shikamaru.

"kalau itu di perlukan…" jawab Zaku lalu menyiapkan jutsunya lagi mengarah pada Kin.

"ini buruk…" ucap Shikamaru yang putus asa.

"brengsek…" kesal Chouji.

"sayang sekali, dia akan mati bersama-sama…" ucap Zaku.

"kau terlalu santai…." Ucap Dosu.

"hmph, aku tidak menyukai ini sama sekali Ninja rendahan dari Oto, mengalahkan ninja kelas dua begitu dan menganggap itu sudah hebat…" ucap Neji yang muncul bersama Tenten sedang berdiri di atas pohon.

"apa…?" kaget Dosu, begitu juga dengan Zaku dan Shikamaru serta Chouji, dan Kin yang di rasuki Ino.

Bahkan Sakura pun ikut kaget melihat kedatangan Neji yang bersama Tenten. "mereka adalah teman team Lee…" gumam Sakura.

"Lee…" ucap Tenten yang begitu khawatir.

"dia bodoh…." Ucap Neji.

"Sakura, apa yang terjadi…?" ucap seseorang yang datang langusng mengahampiri Sakura.

"Menma, Sai, Karin, kalian…." Ucap Sakura yang mulai meneteskan air matanya yang ternyata yang menghampirinya adalah Sai, Menma, dan Karin.

"kau tidak apa-apa kan Sakura…?" tanya Karin yang tidak dapat di jawab oleh Sakura.

"sialan, kalian….." ucap Menma yang merasa kesal.

"hah, mereka terus menerus datang sepeti kecoak saja, dan anak Yondaime itu akhirnya datang juga…." Ucap Dosu yang melirik ke arah Menma.

"anak yang kalian kalahkan itu adalah anggota team kami, tapi kalian sudah seenaknya…." Ucap Neji yang membentak dengan rasa kesalnya, lalu mengaktifkan Byakugan miliknya.

Shikamaru, Chouji, dan Kin yang di rasuki Ino begitu kaget melihat itu, begitu juga dengan kedua Genin Otogakure. "kenapa matanya itu…?rasanya penglihatannya bisa menembus apa pun…." Gumam Dosu yang mulai panic.

"kalau mau melanjutkan ini, aku akan melawanmu dengan kekuatan penuh…" ucap Neji dengan tatapan tajamnya, begitu juga dengan Tenten yang mulai bersiap.

"hah…" kaget Neji.

"ada apa…?Neji…." tanya Tenten yang melihat reaksi Neji berubah.

"chakra ini…" pikir Neji yang mulai gelisah.

"kalau kau mau melawanku, datanglah kemari…" ucap Dosu yang menerima tantangan Neji.

"tidak, sepertinya, aku tidak perlu melakukan itu…" ucap Neji yang tersenyum tipis.

Mereka cukup kaget mendengar perkataan Neji. Aura keunguan semakin banyak keluar dari tubuh Sasuke. "kalau begini terus, tanpa kekuatan, aku tidak bisa melakukan apapun, karena aku tidak punya kekuatan, semuanya mati, tidak kau membiarkan semuanya terbunuh, aku hanya melihat saja, kalau saja aku punya kekuatan…." Kumpulan ingatan yang mengerikan tentang masa lalunya melihat dirinya dan menentang kepribadian dirinya.

Sasuke bangkit dari perbaringan dengan chakra keungunan menyelimuti seluruh tubuhnya. "Sasuke, kau sudah sadar…" ucap Sakura yang mulai merasa senang, namun berganti kaget dan takut.

Begitu juga dengna Karin, Sai, dan Menma yang melihat kengerian itu tepat di belakang mereka, bukan hanya itu Shikamaru, Ino dan Chouji begitu kaget. "apa itu Sasuke…?" gumam Kinyang di rasuki oleh Sasuke dengan perasaan takut.

Tenten, Neji pun ikut terkejut melihat Sasuke seperti itu. "Sakura, siapa yang membuatmu jadi begitu…?siapa…?" tanya Sasuke dengan chakra keungunan menyelimutinya, serta tandan hitam yang mulai menyebar di tubuhnya.

"segel kutukan itu menyebar ke seluruh tubuhnya…?" gumam Dosu yang begitu panik.

"Sasuke, tubuhmu…?" ucap Sakura yang melihat Sasuke.

"Sasuke, kau…." Ucap Menma.

"apa kau baik-baik saja…?" tanya Sai yang begitu khawatir.

"tubuhmu, Sasuke…." Ucap Karin yang begitu khawatir.

"jangan khawtir…." Ucap Sasuke dengan mata sharinganya dan chakra keungunan menyelimuti tubuhnya,begitu juga dengan tanda yang menyebar keseluruh tubuhnya.

"sebaliknya kekuatan ini menyebar keseluruh tubuhku, akhirnya aku mengerti, akan ku balaskan dendam, aku harus mendapatkan kekuatan walaupun harus menyerahkan diriku pada setan…" ucap Sasuke.

"itu adalah tanda di leher yang di bilang oleh perempuan yang bernama Sakura itu, segel kutukan, tapi, aku tidak menyangka dia sudah bisa berdiri…" gumam Dosu.

"oi, apa kau mencari ku…?aku yang melukainya loh…." Ucap Zaku dengan tersenyum menantang.

"hah…" kaget Ino.

"Ino, kalau tetap di situ, kau akan terkena serangan, kembalilah ke tubuh mu ini…." Teriak Shikamaru pada Ino.

"Chouji, kau juga, bersembunyilah di sini…" teriak Shikamaru pada Chouji.

Kai

Ucap Ino setelah membentuk handseal, dan tubuh Kin terjatuh ke tanah dengan keadaan tidak sadarkan diri. "bagus, dia sudah kembali…" ucap Shikamaru yang melihat Ino telah kembali ke tubuhnya.

"Shikamaru, apa yang akan terjadi…?" tanya Chouji yang begitu ketakutan.

"mana aku tahu…?" jawab Shikamaru.

"apa…?" kaget Dosu dalam kepanikannya.

Chakra keungunan Sasuke terus menyelimuti tubuhnya. "apa itu….?apapun itu, tidak mungkin sampai begini, chakranya itu terlalu besar…." Gumam Dosu dalam kepanikannya.

"Dosu, jangan takut dengan bajingan setengah mati seperti dia…" ucap Dosu yang membentuk handseal.

"hentikan, Zaku, apa kau tidak mengerti…?" teriak Dosu memperingati.

"aku akan mengalahkannya dalam satu serangan…." Ucap Zaku yang membuat kaget Sakura, Sai, Menma, dan Karin.

Zankuu Kyakuha

Teriak Zaku lalu mengeluarkan angin kencang dari telapak tangannya. "heh, aku sudah melenyapkannya…" ucap Zaku dengan bangganya.

"siapa…?" ucap seseorang.

"hah…" kaget Zaku, lalu terlempar jauh akibat pukulan Sasuke.

Tanah tinggi membentengi serangan Zaku dan melindungi Sai, Karin, Naruto, Sakura, dan yang melakukannya adalah Menma terlihat sedang membentuk handseal dan melepaskannya lagi.

"Zaku…" ucap Dosu dalam kagetnya melihat Zaku dengan mudahnya terlempar hingga terguling di tanah.

Dengan cepat Sasuke membentuk handseal. Katon Housenka. Teriak Sasuke lalu menyemburkan bola api ke arah kedua Genin Otogakure.

"jangan sombong dulu, akan ku musnakan semuanya…" teriak Zaku lalu menghempsakan bola api itu dengan jutsu anginnya. "apa…?shuriken di dalam api" kaget Zaku yang melihat shuriken setelah apinya padam.

Serangan shuriken mengarah pada tubuh Zaku. "Zaku, di bawah…" teriak Dosu memberitahu.

Zaku yang mendengar perkataan Dosu menjadi kaget, sesaat Ia melihat Sasuke melewati bawahnya untuk masuk ke daerah belakangnya dan kini kedua tangannya telah di tahan oleh Sasuke dengan kakinya tepat di atas tubuhnya.

"tingkat chakranya sangat berbeda, apa dia benar-benar Sasuke…?" ucap Ino dengan tubuh yang gemetaran.

"sepertinya dua lengan ini sangat kau benggakan, dasar…" ucap Sasuke dengan tatapan dan senyuman yang mengerikan.

"hentikan…" ucap Zaku dalam ketakutannya.

"hentikan, atau aku akan membunuhnya…." Ucap Dosu yang mengarahkan lengan kanannya pada Naruto yang terbaring.

Sakura, Karin, Menma, dan Sai terkejut ketika melihat Dosu yang sudah di depan Naruto yang hanya beberapa jarak darinya.

"sial aku terlalu lengah…" gumam Menma yang tidak dapat bergerak dengan ancaman Dosu.

Sasuke masih memegang kedua lengan Zaku dengan cukup kuat, terdiam untuk sesaat. "hmmpph, dasar merepotkan…." Gumam Neji yang melihat Naruto di jadikan sandera.

"ini bertambah gawat…." Gumam Shikamaru.

Sakura segera dengan cepat menghadang Dosu yang ingin melancarkan seranganya pada Naruto yang keadaannya masih lemah.

"tidak akan ku biarkan kau menyerang Naruto…." Teriak Sakura yang menghadang tindakan Dosu dan membuat Karin, Sai, Menma, dan Sasuke.

"kalau begitu, kau juga akan ku bunuh…." Ucap Dosu yang mengancam, lalu menyerang Sakura yang melindungi Naruto.

"Nii-san, Yuji, semuanya, jangan tinggalkan aku, aku akan menjadi kuat dan melindungi kalian…" ingatan ketika kehilangan seseorang yangberharga satu persatu bersimbah darah. "kau ingin menjadi kuat, kalau begitu akan kuberikan sebanyak yang kau mau…." Suara yang begitu keras bercampur di dalam ingatannya, hitam gelap dengan mata merah menyala dengan tawa yang mengerikan muncul di hadapan Naruto.

Tiba-tiba rumput dan pohon menjadi tandus, para hewan yang di sekitarnya melarikan diri. "a…apa yang terjadi…?" gumam Shikamaru yang begitu kaget dan ketakutan dalam kepanikannya saat merasakan sesuatu yang begitu mengerikan.

"apa ini…?" gumam Dosu yan berhenti menyerang Sakura.

Chakra Sasuke yang berwarna keunguan kini berubah arah seolah chakra itu tersedot sesuatu. Karin, Sai, dan Menma terkaget bukan main saat melihat Naruto bangkit dengan tubuh terselimuti oleh aura yang berwarna hitam pekat. Sakura yang merasakan tekanan chakra yang mengerikan menoleh ke belakangnya. "Na…Naruto…." Gumam Sakura dalam kagetnya sekaligus ketakutan.

"si, siapa dia sebenarnya…?" gumam Neji yang melihat perubahan Naruto dan merasakan tekanan chakra yang mengerikan darinya. Ia melompati pohon yang dia naiki bersama Tenten kini berubah menjadi debu.

Rambut kuning Naruto perlahan berubah menjadi warna hitam perkat, serta matanya yang berwarna biru langit berubah menjadi warna merah mengerikan, aura hitam pekat menyelimuti tubuh Naruto dan menyebar ke seluruh area, hingga membuat semua rumput, dan pepohonan berubah menjadi debu.

"apa-apan ini….?" Gumam Dosu dalam ketakutannya.

Tanpa disadari Dosu, Naruto tiba-tiba di hadapannya, tatapan yang mengerikan membuat Dosu ketakutan. Naruto merentangkan tangan kirinya di depan Dosu, lalu Dosu terpental cukup jauh mengenai pohon di sekitar yang belum menjadi abu.

AAAAAKKKKKKKKHHHHH

Teriak Dosu yang terpental hingga mengenai salah satu batang pohon yang belum menjadi abu hingga batang pohon itu hancur. "a, apa yang terjadi….?" Gumam Dosu yang begitu pelan dengan luka di tubuh dan kepalanya.

Entah sadar atau tidak, ketika Naruto melihat air mata Karin dan Sakura, serta rambut berwarna pink berserakan di tanah yang kini berubah menjadi debu, membuatnya semakin marah. Tatapan matanya semakin tajam dengan aura chakra berwarna hitam pekat semakin membesar menyelimuti tubuhnya. Membuat semua yang melihatnya menjadi ketakutan.

"Sakura, siapa yang melukai kalian….?siapa yang melakukan itu pada rambut mu dan membuatmu seperti ini…?" tanya Naruto dengan tatapan tajamnya mengarah kedepan tepatnya di hadapan Genin Otogakure.

Sakura merasakan ketakutan yang luar biasa, membuatnya tidak dapat menjawab pertanyaan Naruto. Dengan kecepatan yang luar biasa tanpa di sadari kini Naruto telah berada di hadapan Sasuke dengan kakinya di atas kepala Zaku. "apa mereka yang melakukannya, Sasuke…..?" tanya Naruto dengan tatapan tajamnya membuat Sasuke merasakan ketakutan dengan tatapan itu, suaranya pun tidak dapat terbuka akibat tekanan chakra Naruto yang mengerikan.

"ada apa dengan kalian….?apa kalian ingin menyembunyikan itu dari ku…?" tanya Naruto yang kebingungan karena tidak ada siapa pun menjawab pertanyaannya.

"apa itu Naruto yang aku kenal….?" Pikir Ino dengan tubuh gemetarnya.

"aaahhhhaaaa…..hhhhaaaahhh…hhhaaaahhhh….a, aku sulit bernafas….." gumam Chouji yang begitu ketakutan dengan keringat bercucuran.

"Na….Naruto, hentikan ini, mereka sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi….." ucap Menma yang menenang kan Naruto yang kini sudah ada di samping kanan Naruto sambil memegang pundaknya.

Naruto mengangkat kakinya dari kepala Zaku, begitu juga dengan Sasuke yang melepaskan kedua tangan Zaku. Senyum mengerikan terbersit di wajah Naruto, saat Zaku ingin berdiri dengan tubuh yang gemetar, tiba-tiba Zaku terlempar hingga terkena batang pohon yang belum berubah menjadi abu hingga batang pohon itu hancur.

"a, apa yang terjadi….?" Pikir Menma dalam kagetnya.

"aku tidak dapat melihat pergerakan itu…." Pikir Sasuke dalam kagetnya.

Darah mengucur dari luka di tubuh dan kepalanya, tanpa di sadari oleh Zaku Naruto sudah di hadapan Zaku. "he, hentikan…." Gumam Zaku yang begitu ketakutan saat kaki kanan Naruto telah terangkat dan mengarah ke tangan kanan Zaku.

AAAAAAKKKKKKKKHHHHHHHH

AAAAAKKKKKHHHHHHHHHHHH

Dua kali teriakan Zaku, yang merasakan rasa sakit ketika kedua lengannya di patahkan. "aku tidak bisa membiarkan Naruto seperti ini…." Gumam Menma yang tubuhnya gemetaran.

"bagaimana bisa, kita baru saja melihat Iblis yang begitu mengerikan…." Ucap Sasuke dengan tubuh gemetarnya.

Dosu mulai berdiri dengan luka di tubuhnya, semakin gemetar ketakutan saat melihat temannya Zaku kehilangan kedua lengannya yang di patahkan begitu mudah hanya dengan sekali injakan yang terlihat pelan namun keras.

Senyum mengerikan dan tawa yang mencekam membuat mereka menjadi bertambah ketakutan. "hahahhahaha…ini sungguh menyenangkan melihat sampah seperti kalian ketakutan….." tawa Naruto yang begitu mengerikan, hingga membuat mereka menjadi ketakutan.

Naruto mulai melangkahkan kakinya ke arah Dosu yang kini terlihat sedang berdiri dengan luka di tubuhnya serta tubuhnya yang gemetaran ketakutan. Langkah demi langkah terus melaju. "hentikan ini Naruto….." teriak Sakura yang memeluk tubuh Naruto dari belakang.

Naruto berhenti sesaat. "apa yang kau lakukan, Sakura….?" ucap Naruto dengan tatapan tajamnya.

"kumohon hentikan, kumohon jangan lakukan lagi…." Ucap Sakura dengan tangisannya.

"aku tidak akan membiarkan mu menjadi seperti ini, aku ingin Naruto kembali seperti biasanya…." Teriak Karin yang sudah ada di hadapan Naruto dengan kedua tangannya di rentangkan menghadang Naruto dengan air matanya menetes.

Tangan kanan Naruto di hadapkan di depan Karin seolah akan menyerang. "oi, oi, oi, apa yang akan di lakukan Naruto…?" gumam Shikamaru yang begitu panik.

"itu salah nya yang telah berani meletakkan tangannya pada rekan-rekan ku, aku tidak akan memaafkan siapapun yang menyakiti rekan ku, hidup atau mati…." Ucap Naruto dengan tatapan tajamnya, membuat mereka menjadi terkaget dengan ucapan Naruto.

"tapi, kau tidak perlu melakukan ini…." Ucap Karin dengan air matanya semakin deras.

"ku mohon Naruto…." Ucap Sakura yang masih menahan Naruto dengan air matanya terus menetes.

"aku tidak perduli….." ucap Naruto lalu siap menyerang Karin dengan tangan kanannya, namun tiba-tiba tangan kiri Naruto menghentikan tangan kanan Naruto.

"oi, apa kau yakin denngan ini….?" Ucap Naruto yang bertindak aneh, lalu warna rambut Naruto mulai kembali menjadi warna kuning.

"tentu saja, aku tidak akan menyakiti rekan-rekan ku, bahkan jika aku harus mati….." ucap Naruto yang terus memegang tangan kanannya dengan kuat.

"menjauhlah dariku, Karin, Sakura…." teriak Naruto.

Karin dan Sakura kaget mendengarnya, begitu juga dengan tingkah Naruto yang aneh. Menma, Sai, dan Sasuke menjadi kaget dengan tingkah Naruto, begitu juga dengan Shikamaru, Chouji dan Ino yang yang telah menjauh dari tempat persembunyian mereka yang kini telah menjadi debu. Neji dan Tenten yang masih berdiri kaku dalam ketakutannya menjadi kaget melihat tindakan aneh yang di lakukan Naruto. Begitu juga dengan kedua Genin Otogakure yang masih tersisa.

Naruto mendorong Karin dan Sakura untuk menjauh darinya. "maaf Karin, Sakura…." teriak Naruto yang matanya pun mulai berubah menjadi biru langit kembali tapi kesadarannya menjadi sesuatu yang di pertanyaakan.

"apa yang terjadi pada Naruto….?" Tanya Sai yang kebingungan.

Naruto terus bergerak kesana dan kesini tak tentu arah." Apa kau yakin, menolaknya, kau sudah tahu, mereka yang telah menghinamu, membuangmu, menindas mu dan merenggut orang yang berharga bagimu, kau seharusnya tahu dengan ini, kita bisa menghancurkan Konoha dan Dunia yang busuk ini, tempat bagi sampah seperti mereka….." teriak Naruto yang bertingkah aneh, aura hitam pekat yang menyelimuti tubuh Naruto pun tidak menentu lagi ukurannya, menjadi kecil atau besar.

Warna rambut dan matanya kadang berubah-ubah dari hitam pekat dan merah menyala, berubah menjadi kuning dan biru langit. "urusai, kau tidak perlu ikut campur urusan ku…." Teriak Naruto.

Mereka menjadi kaget dengan perkataan Naruto. "apa yang terjadi dengannya….?" Gumam Shikamaru dalam kagetnya.

"kau benar-benar keras kepala…." Ucap Naruto dengan tingkah anehnya.

"aku tidak akan melewatkan kesempatan apapun yang datang padaku, aku akan menghancurkan semuanya, tapi aku tidak akan menyakiti rekan-rekan ku…" teriak Naruto dengan tingkah anehnya.

"tidak menyakiti rekan-rekan mu, baka, justru kau lah yang akan di sakiti oleh mereka, pengkhianat seperti mereka harusnya di bungkam saja…." Ucap Naruto.

"dasar sialan kaaaauuuuuu…" teriak Naruto yang begitu keras hingga aura hitam pekatnya melebar dengan cepat dan mengarah ke langit.

"hentikan ini, apa kau yakin melakukan ini….." teriak Naruto yang bertingkah aneh dengan aura pekatnya menyelubungi tubuhnya hingga mencapai langit.

Setelah aura pekat hitam menghilang, awan hitam mulai berkumpul dan menuruni hujan dengan lebat. "a….aku…..t…tidak….ak…akan….m…menya….kiti….re…kan….rekan…ku…" ucap Naruto terbata-bata lalu jatuh tidak tersadarkan diri.

Setelah beberapa saat hujan pun telah reda. Semua tampak kembali seperti semula dengan perasaan yang membaik, dari rasa takut yang mengerikan. Sakura dan Karin segera menghampiri Naruto yang keadaannya tidak sadarkan diri. "dia memang kuat, kami tidak akan bisa mengalahkannya, bahkan dengan Sasuke pun tidak dapat kami kalahkan, ini sebagai imbalannya…." Ucap Dosu yang menyerahkan gulungannya dengan menaruhnya di tanah tidak jauh dari hadapan Sakura dan Karin.

"memang tampaknya kami egois. Tapi ada hal yang harus kami pastikan, sebagai gantinya, aku berjanji, kalau dalam ujian ini kita berkesempatan untuk bertemu lagi, kami tidak akan lari atau bersembunyi….." ucap Dosu yang mengangkat tubuh temannya dengan luka di tubuhya, lalu pergi meninggalkan mereka.

"tunggu, apa yang sebenarnya Orochimaru inginkan pada Sasuke, dan kenapa harus Sasuke….?" Teriak Sakura bertanya.

"aku tidak tahu, kami hanya di perintahkan untuk membunuh Sasuke dan Menma anak dari Yondaime Hokage…." Jawab Dosu lalu pergi menginggalkan mereka sambil membawa kedua temannya yang terluka.

"menyuruh kami membunuh Sasuke dan Menma anak dari Yondaime, tapi bergerak duluan, selain itu, dia tidak membunuh Sasuke atau pun Menma, malahan memberikan segel kutukan itu pada Sasuke, aku tidak tahu apa yang dia pikirkan, dan yang lebih mengejutkan dia yang bukan termasuk daftar yang di target, dia benar-benar monster yang mengerikan, mungkin dia iblis yang menyamar…." Pikir Dosu dengan tubuh yang gemetar ketika mengingat nya kembali.

"hoi, apa kalian tidak apa-apa, ini merepotkan, tapi Ino, tolong periksa keadaanLee…" ucap Chouji yang keluar dari semak belukar bersama dengan Shikamaru dan Ino.

"ya…" ucap Ino.

"chakra itu, tidak normal, Clan Uchiha, sekuat ini kah, termasuk, dia yang di anggap aib bagi desa, benar-benar tidak masuk akal chakranya itu…." Pikir Neji yang terlepas dalam ketakutannya.

"sial, kenapa aku, dia bisa sekuat itu…." Gumam Sasuke yang kesal sambil melirik ke arah Naruto yang terbaring.

"apa-apaan Naruto ini….?aku tidak tahu kalau Naruto sekuat ini…." Ucap Shikamaru.

"hmmmpphh, aku pikir Naruto itu sangatlah lemah dan tidak berguna…." Ucap Choouji.

"tapi, aku takut melihat Naruto yang seperti itu, kurasa menghancurkan desa Konoha, bukanlah hal yang mustahil baginya…." Ucap Shikamaru.

To Be Continue

Terima kasih atas reviewnya…

Maaf lama update, sesuai janji saya update lagi….

Dan untuk sarannya terima kasih, chapter berikutnya akan saya usahakan seperti yang di sarankan oleh Takatoo Youichi...

Bagi para Reader's tolong tetap reviewnya saran, komentar, dan kritikannya sangat membantu…..

ARIGATOU GOZAIMASU…

LOG OUT