Alam bawah sadar Naruto masih bergejolak dengan pertarungan yang tak kunjung usai, sedangkan di dalam ruang perawatan Naruto, teman-teman dan masyarakat desa masih menunggu kesadaran sang Hokage tersebut, semuanya bersatu, berdoa bersama-sama untuk kesembuhan Naruto.
Serangan terakhir akan segera dilancarkan!
Chapter spesial! (suprise update!)
Naruto © Masashi Kishimoto
Genre–Yang sekiranya sesuai
Power of White © Yoshino Tada
Power of White ..
Chapter 29
Tempat yang dipenuhi kebencian.
Pria berambut pirang diikat seperti ekor kuda mengatakan beberapa kata yang penting, diantaranya semua orang harus percaya kepada Naruto, dan ninja medis terutama Sakura harus memberikan pengobatan medis dari luar alam bawah sadar Naruto, walaupun luka Naruto tak terlihat di tubuh aslinya, namun bisa saja ia mendapati luka serius di dalam tubuh alam bawah sadarnya. Ketika semua menyadari kejadian itu, Sakura tak kuasa membendung air matanya, tersedu-sedu sambil memberikan pertolongan untuk Naruto.
Kakashi, Tsunade, Shizune, Sai, dan Inoichi pun hanya bisa berdiam diri tak bisa melakukan apapun, mereka menundukkan sedikit kepala, pertanda putus asa, namun dalam hati kecil mereka mengatakan bahwa mereka masih mengharapkan Naruto kembali.. ke desa Konoha,
Mata Rinnengannya yang biasa ia gunakan untuk mengawasi keamanan dan ketentraman desa dari sudut ke sudut dari penjuru desa, sampai sesuatu yang tak mudah untuk diawasi pun kini masih terpejam, rambut putih terurai tertidur nyaman di bantal putih rumah sakit, kedua tangannya yang haus akan darah kejahatan terlentang nyaman tak bisa bergerak dan tak bisa digerakkan, semua orang yang berada dalam ruangan itu hanya mendengar suara jeritan tangis dari Sakura, serta menunggu kesadaran sang Hokage Uzumaki Naruto.
Hanya 'Percaya' yang bisa mereka lakukan untuk sekarang. sedangkan masyarakat desa setempat masih berdoa dan mengharapkan kesembuhan serta kesadaran sang Hokage, karena mereka juga merindukan senyuman khas dipagi hari dari Naruto.
Terlihat di persimpangan jalan, dua orang penduduk desa Konoha yang bercengkrama satu sama lain, tentu saja membahas keadaan Hokage.
"Apa ada informasi terkini tentang kondisi Hokage?" tanya pria membawa dagangan pasar.
"Sampai sekarang kondisi Hokage belum membaik, Tsunade-sama sudah mengoptimalkan pengobatannya dan berusaha semampunya namun luka yang ia derita sepertinya sangat parah.."
"Apakah ini dampak dari melindungi desa Konoha dan kita? Aku sangat kecewa, karena tidak bisa melakukan apa-apa saat kejadian itu.."
"Yah, aku juga… aku merasa seperti manusia yang tak berguna, membiarkan Hokage menanggung beban berat itu sendirian, hanya untuk melindungi kita.." seseorang yang melewati dua orang yang sibuk berbicara pun tiba-tiba saja menyela perkataan mereka.
"Ini bukan waktunya untuk menyalahkan diri kalian sendiri, setidaknya kita sudah berusaha untuk mengembalikan perekonomian Konoha, setelah dihancurkan Pain… yang harus kita lakukan sekarang adalah berdoa untuk kepulihan Hokage, aku yakin Hokage-sama pasti akan sadar…" wanita itu meyakinkan dua orang tersebut agar tidak putus asa, dan yakin terhadap Hokage.
"Iya. Kepercayaan adalah kuncinya…"
"Baiklah, aku akan bersemangat bekerja…"
"Dan lagi pula, aku juga merindukan wajahnya ketika tersenyum.. dia sangat tampan…"
"Kau ini! disaat-saat seperti ini…"
"Hahaha, maaf-maaf, hanya bercanda kok, dah.."
Dan itulah salah satu perbincangan singkat mengenai Hokage yang sangat diharapkan kesembuhannya agar dapat memimpin desa seperti sedia kala, karena sejak dua minggu setelah berada di rumah sakit, perekonomian Konoha menjadi tidak stabil.
Alam bawah sadar, Naruto.
White masih dihadapkan dengan tiga sannin yang melegendaris, dan ia tak gentar sedikit pun menghadapi ketiganya sekaligus, ia malah tersenyum ketika mereka merencanakan sesuatu yang menarik, ia ingin segera menghabisi mereka bertiga. White menyeringai, pedang yang berlumuran darah telah terbasuh dengan air yang berada di bawahnya, ia pun hanya memegang pedang itu sambil bersiap menerima serangan mereka bertiga.
"Kelihatannya kau percaya diri sekali, White…"
"Kami akan menyerangmu, sekarang!" teriak Jiraiya bersemangat. Serangan terakhir telah dimulai…. Jiraiya, Minato dan Naruto langsung berlari kencang menuju ke tempat White, masing-masing dari mereka telah membawa Rasengan.
'Apa yang akan kalian lakukan, serangan sederhana seperti itu tidak akan bisa melumpuhkanku….' Tapi disaat bersamaan 3 rasengan itu dilemparkan ke arah White bersama-sama, perputaran yang cepat menghasilkan rotasi dan gelombang air yang mulai berombak. White sudah menyadari bahwa rasengan tersebut akan dilemparkan tapi….
"Masing-masing dari rasengan itu adalah chakra Senjutsu, jika terkena tubuh White, kami akan memiliki waktu yang cukup untuk mengambil mata Obito, tetapi bukan itu saja…" White berhasil menangkis rasengan itu dengan penyerap jutsu, otomatis semua rasengan itu terhisap langsung ke tubuh White dan menjadi chakranya sendiri. namun itulah rencananya, tiba-tiba White tidak bisa mengendalikan dirinya, seakan-akan dirinya telah dikunci oleh chakra senjutsu yang telah masuk ke dalam tubuhnya… dan Naruto pun berlari di belakang White sambil bersiap menyerangkan rasengan shuriken dengan chakra senjutsu.
"Terima ini…."
Tubuh White yang tak bisa menguasai chakra senjutsu pun, tiba-tiba mulai mengeras menjadi batu yang padat, ia sudah tak bisa menggerakkan tubuhnya lagi dan rasengan shuriken telah menghancurkan batu itu berkeping-keping.
Melihat itu Jiraiya dan Minato merasa aneh, White bisa dikalahkan dengan mudahnya. ini sesuatu yang berada diluar perkiraan mereka, 'Aku merasakan kejanggalan, kenapa White sangat mudah dikalahkan…?' Naruto yang telah melancarkan serangan terakhir pun juga merasakan keanehan pada diri White. namun semua itu menjadi kenyataan dalam hitungan detik.
"Sudah kubilangkan… Cllppp! Aku bisa membaca pikiran manusia… " ujar White yang sudah berdiri di belakang Naruto dan menusukkan pedangnya dari belakang. lantas Naruto kesakitan, darah membanjiri mulutnya dan keluar layaknya air terjun merah kecil.
"Naruto!"
"Tenang Minato, itu hanya Kagebunsin!"
"Tapi, Sensei?"
"Sebelum kalian menyerangku dengan kombinasi 3 rasengan itu, diam-diam aku telah menyelinap di dalam air dan membiarkan tubuhku (klon) menjadi target sasaran, dan aku telah memperkirakan semuanya, sebab dan akibat, waktu kapan terjadi pelemparan rasengan, serta hunusan pedangku ke tubuh Naruto kagebunshin, tapi tetap saja…. ini adalah setengah dari tubuh Naruto, aku yakin dia juga merasakan hal yang sama.."
Di tempat Kyubi, Naruto merasakan sakit yang luar biasa, seperti perutnya telah ditusuk pedang tajam yang panjang sampai tertembus tubuhnya. Begitu menyakitkan sampai dia hampir tak bisa bernafas. Ia pun memegangi perutnya dan tak bisa berdiri dengan tegap.
"Ada apa Naruto? apa kau baik-baik saja?" tanya Kushina khawatir sedangkan di depan mereka telah datang Kyubi dengan kekuatan monsternya. Kushina pun berusaha mengekangnya dengan rantai emas.
"Dia lebih kuat daripada sebelumnya…!" ucap Kushina yang berjuang keras untuk menahan pergerakan Kyubi, sedangkan Kyubi terus ngotot ingin mencincang serta memakan dua manusia itu. "Rantai ini! sialan kau, Kushina! Aku akan membunuhmu!" teriak Kyubi dengan suara menggelegarnya. Naruto pun meyakinkan dirinya untuk bangkit serta menahan rasa sakitnya, namun anehnya.. luka tusukan itu perlahan-lahan tersembuhkan dengan sendirinya..
"Ini?"
"Ini?" kata Naruto asli dan Kagebunshin bersamaan.
"Chakra Sakura?"
Ketika itu juga air mata menetes sedikit demi sedikit turun ke alam bawah sadar Naruto, bak hujan di langit yang mendung "Apa ini? ….Ini air mata? Sakura telah menungguku? Bersama semuanya?..." dan seketika itu Naruto menyadari bahwa dirinya tidak harus berada di sini terus-menerus.. "Aku harus mengalahkan kalian berdua!" Naruto langsung bangkit dan berlari ke arah Kyubi yang juga berlari ke arahnya.
"Kau akan lenyap dari hadapanku, Naruto!" teriak Kyubi dengan semangat membunuh yang menggebu-gebu. Chakra Kyubi menyelimuti seluruh tubuh Naruto, dan dalam wujud Naruto sekarang, ia menggabungkan mode sennin, sharingan, dan chakra cerah Kyubi bersama-sama, mata berpola plus dan memiliki 4 tomoe di masing-masing sudut terbentuk, kekuatan fisiknya pun bertambah kuat, pola pikirnya juga terus meningkat, dan ia tahu betul apa yang harus Naruto lakukan sekarang.
"Pertarungan ini akan segera berakhir, Kyubi!" seru Naruto yang telah membawa dua rasengan shuriken bercampur api hitam amaterasu, diameter rasengan tersebut pun juga tak main-main, lebih dari 10 meter dengan perputaran pusaran yang menakjubkan. Kyubi juga bersungguh-sungguh, bijuu dama super besar pun telah terbentuk di dalam mulutnya, siap untuk ditembakkan ke arah Naruto dan Kushina.
Di samping itu, Naruto bunshin sudah tak lagi merasakan sakit di perutnya, dan luka sobeknya pun telah tertutup dengan cepat. 'Chakra Sakura, telah menyembuhkan luka dalam tubuhku…' pikir Naruto yang sudah menyadari bantuan dari dunia luar, lantas ia memanfaatkan situasi tersebut untuk mengintimidasi White yang berdiri di belakangnya. Naruto berbalik dan mengeluarkan tinju terbaiknya, tangan kanan ia hempaskan ke muka White, namun White dapat dengan mudahnya menggagalkan pukulan itu.
"Jadi, kau disembuhkan dari luar ya? menarik sekali… ada salah satu shinobi yang berhasil membaca situasi di dalam tubuhmu…. Jika dia menyentuh tubuhmu lagi, aku akan bunuh dia…" ujar White dengan tatapan mengerikannya. Dan genggaman itu sulit untuk dilepaskan Naruto.
"Cengkramannya kuat sekali… tanganku sulit untuk digerakkan." Minato dan Jiraiya pun tak tinggal diam, Minato sudah berada di belakang White karena sebelumnya ia meninggalkan segel formula teleportasi di salah satu bagian tubuh White. sedangkan Jiraiya sudah memegang dua kaki White dari dalam air.
"Kombinasi serangan kah?" ucap White santai, Jiraiya pun berusaha menarik tubuh White ke dalam air, namun tak disangka, itu tidak mudah seperti yang ia pikirkan. "Kenapa aku tidak bisa menariknya? Blughh.. ini berat sekali.." sedangkan Minato telah menusukkan kunai uniknya ke punggung White dan mengambil kantung ninjanya beserta isi-isinya. Dan seketika itu juga Minato menghilang. Naruto masih dalam cengkraman White, dan White tak mau melepaskan cengkraman tersebut. Minato yang telah kembali ke tempat asalnya, tiba-tiba saja tertusuk pedang White.
Slllppp!
"Oughhh?" darah keluar dari mulutnya, untuk kesekian kalinya Minato terkena serangan White, White sudah berada di belakang Minato. 'Naruto memanglah spesial, ia mendapat bantuan langsung dari dunia luar, tapi untuk kau.. mungkin tidak… aku akan membunuhmu di sini, Minato." Pedang itu terus White tusukkan ke dalam perut Minato sampai tertembus. Sedangkan Jiraiya hanya bisa meratapi kesalahannya… ia masih berada di dalam air. Dalam nafas yang terengah-engah karena kesakitan, Minato memindahkan kantung ninja itu ke tempat Naruto kagebunshin.
"Mata ini? akhirnya kita berhasil… tapi.." sebuah kapsul berisi mata Obito telah berada dalam genggaman Naruto. namun ia melihat Minato yang sudah tak mampu untuk bergerak lagi.. "Apakah pengorbanan ayah sepadan dengan kedua mata ini?" Naruto terlihat frustasi, urat-urat kemarahan, dan kebencian dari dalam dirinya mulai bangkit kembali, menguasai tubuhnya.
Jiraiya yang berada di dalam air muncul ke permukaan dan menyerang White dengan rasengan. Rasengan berdiameter besar pun langsung tercipta cepat dan ia arahkan ke tubuh White. White masih membelakangi Jiraiya, tangannya masih sibuk menghunuskan pedang ke tubuh Minato. "Kalian hanya buang-buang waktuku…" dan akhirnya jutsu itu akan ia gunakan.. mata Rinnengan menatap mata mode sennin Jiraiya, tubuh Jiraiya merasakan sesuatu yang aneh..
Naruto yang menyadarinya pun tak bisa berkutik untuk menghentikan jutsu fenomenal tersebut. "Ini… mustahil…"
"Dengan ini matilah kau…"
Crshhhh! Tubuh Jiraiya yang melayang di udara pun hancur berkeping-keping ledakan yang dihasilkan dari dalam tubuhnya yang membuat itu terjadi, dan White hanya bisa tersenyum menyeringai ketika dua sannin itu telah tiada dalam genggamannya.
White melepas tusukkan pedang itu dengan pelan-pelan dan penuh kehati-hatian, darah anyir terlihat begitu kental. Dan saat ia selesai menarik pedang itu, Minato jatuh tersungkur, tenggelam di dalam air yang tak ada dasarnya. "Ayah!"
"Jangan sekali-kali, kau menantangku… Naruto." ucap White memperingati Naruto untuk kesekian kalinya, dihiasi senyuman yang mengerikan yang tak bisa lepas dari bibirnya. Darah anyir menetes-netes dari ujung pedangnya yang runcing, tetesan itu menyatu dengan air yang ada di bawahnya.
"Aku tidak tahu apa yang aku rasakan sekarang, tapi aku benar-benar ….. membencimu!" pungkas Naruto yang telah diselimuti chakra Kyubi serta kombinasi mata sharingan dan mode sennin. Naruto yang tadi telah mendapatkan mata Obito dengan pengorbanan sang ayah kini telah memasangnya ke tangan kanannya yang terbuat dari sel-sel Hashirama.
"Pengorbanan ayah tidak akan kusia-siakan…. Aku akan membuatmu menyesali perbuatanmu, White!"
"Heh, meskipun kau hanyalah bunshin, kau berani sekali yang mengataiku seperti itu… aku ingin segera membunuhmu…" Naruto bergerak secepat kilat, dan ia telah berada di depan White, hanya berjarak 10 centimeter saja, sebelum pukulannya mengenai wajah White. tapi White menghindar dengan memanfaatkan kemampuan membaca pikiran serta analisa akurat. White membalas, ayunan pedang yang elegan telah ia hunuskan, namun Naruto menghilang dalam sekejap.
"Di mana dia?"
"Di sini!"
Byuurrr! Naruto muncul dari dalam air dan memukul dagu White sampai terlempar ke atas, White tersenyum sinis. "Apa hanya-" White pun terdiam ketika.. kedua mata Obito terbuka lebar dan White terhisap ke dimensi lain. Naruto pun mendarat mulus ke perairan, 'Akhirnya, aku berhasil memindahkannya ke tempatnya berasal, kali ini aku akan menggunakan jutsu itu…' dan bersamaan dengan itu Naruto masuk ke dimensi yang White tuju, untuk melakukan sesuatu yang harus dilakukan.
Dan diwaktu yang bersamaan, Naruto dan Kyubi saling serang menyerang, jual beli serangan dengan rasio yang sangat dahsyat.. "Rasakan ini! rasenshuriken amaterasu!" teriak Naruto sambil melemparkan serangannya secara bergantian.
"Bijuu dama!"
Bungggg!
Duarrrrrr!
Kedua serangan itu bertumbukan satu sama lain, dan menghasilkan ledakan yang sangat dahsyat, Naruto berusaha melindungi wajahnya dengan kedua tangannya, sedangkan Kushina merundukkan kepalanya karena angin yang kuat atas ledakan tersebut. tidak hanya itu saja, Kurama mengeluarkan Bijuu damanya untuk sekali lagi..
"Bijuu dama!"
"Tidak mungkin."
Duarrrrr!
Ledakan besar terjadi untuk kedua kalinya, Naruto dan Kushina menghilang entah ke mana karena ledakan yang sangat besar tersebut… sekarang tinggal Kyubi yang berada di alam bawah sadar sendirian.. "Aku berhasil mengalahkannya, White-sama?"
"White-sama? jangan-jangan? Tcihh.." grutu Kyubi kesal, ia sudah tahu bahwa White telah kembali ke tempat asal muasalnya, yaitu di alam bawah sadar paling dasar. Tempat pertama Naruto dan White bertemu. Tempat yang dipenuhi dengan kebencian serta kegelapan. Namun disaat Kyubi merasa dirinya sudah menang, Naruto dan Kushina muncul dari dalam air, Naruto pun memandangi mata Kyubi tajam, dan memutar segel yang berada di perutnya disaat itu juga. Kayu berwarna merah lagi-lagi menjatuhi tubuh Kyubi, dari leher, tubuh hingga kesembilan ekornya. Dan gerbang segel pun menutup, kunci segel yang unik pun tertutup dengan rapat, tak akan bisa dibuka oleh siapapun kecuali White.
"Inilah yang kami incar, untuk mengalahkan White, aku harus mengalahkanmu terlebih dahulu… dengan memindahkan dia ke tempat lain untuk menjaga jarak denganmu, meskipun….." Naruto menundukkan kepalanya sebentar. "Ayah dan Jiraiya-sensei? Mengorbankan nyawanya…" penyesalan tidak bisa lagi disembunyikan Naruto, ingin sekali ia melakukan sesuatu untuk menolong mereka, tapi ini adalah pilihan yang mereka ambil, dan ia hanya bisa menghormati keputusan mereka.
Kushina pun memegang pundak Naruto sembari tersenyum kepadanya. "Tenang saja Naruto, kau masih bisa bertemu mereka setelah pertarungan ini usai, jadi ayo kita lanjutkan semangat yang telah mereka berikan kepada kita.."
"Ibu?"
Senyuman manis itu dipertunjukkan Kushina untuk anaknya yang didera kebimbangan, dan setelah berhasil menyegel Kyubi ia pun menghilang ditemani burung-burung gagak yang berterbangan untuk mengikuti di mana White berada, sedangkan Kushina masih berada di tempat Kyubi untuk berjaga-jaga kemungkinan kejadian yang tidak diinginkan.
"Sial! Tanpa White-sama, aku tidak akan bisa keluar dari segel ini, segel khusus milik pertapa sennin."
"Kau tidak akan bisa ke mana-mana Kyubi, berapa kalipun kau mencoba kau tidak akan bisa mengalahkan Naruto, karena dia mewarisi semangat yang kuat dari guru dan ayahnya, serta dariku… Naruto itu kuat.. aku beruntung menjadi ibunya.."
"Hahahaha, bicara apa kau ini, setelah ini Naruto akan mati di tangan White-sama, dia dan impian konyolnya itu tidak akan merubah takdir yang telah ditentukan."
"Apa yang kau tau tentang takdir yang telah ditentukan? Menurutku takdir bisa diubah berdasarkan semangat dalam mengubahnya, tidak pantang menyerah dalam menghadapi masalah apapun, semua itu…. akan Naruto lewati."
"Kushina? Semua perkataanmu itu memang benar, tapi aku hanya percaya kepada White-sama.. dialah makhluk yang akan menjadikanku monster yang berguna.."
"Berguna katamu? Dia hanya memanfaatkanmu untuk membentuk wujudnya yang asli, dan pada dasarnya kau itu adalah sebagian dari tubuhnya, yang berarti kebebasanmu itu hanyalah omong kosong.."
"White-sama tidak akan berbohong kepadaku! Dia akan menempati janjinya!"
"Terserah kau saja….. 'dan yang hanya bisa kulakukan sekarang adalah percaya sepenuhnya kepada anakku. Naruto? semoga berhasil..' suara tetesan air yang jatuh terdengar begitu jelas, namun tetesan itu tidak terlihat bentuknya, tempat yang disinggahi Naruto dan White berbeda dengan sebelumnya, kali ini daratan luas sejauh mata memandang, dengan ruang lingkup kegelapan yang jauh lebih pekat daripada sebelumnya.
"Ini adalah tempat kali pertama kita bertemu, kan? kenapa kau membawaku ke sini?" tanya White curiga, di situ pertama kali juga White membaca pikiran Naruto, namun Naruto tidak bisa membaca pikiran White, Naruto mencoba membaca pikiran White, tapi di tempat ini, ia tidak bisa melakukan hal tersebut.
"Kau mengingatkanku pada masa lalu, menarikku dalam kegelapan yang tidak henti-hentinya menggrogoti jiwaku, memberiku halusinasi tentang peristiwa terbunuhnya guruku, memberiku kekuatan berupa mata yang berasal dari burung gagak Itachi, mata Shisui. kau benar-benar mengingatkanku pada masa lalu, White."
"Memang benar ini adalah tempat di mana aku mencoba membujukmu untuk membenci dan membalas dendam atas kematian gurumu, tapi pada akhirnya kau menikmati itu bukan? kau boleh menolak ajakan tersebut, tapi hal yang lebih mengerikan akan terjadi kepadamu, memang aku tidak bisa keluar sebelum mengalahkanmu. Tapi itu pekerjaan mudah buatku, melihatmu saja aku sudah tahu apa yang kau pikirkan… dalam artian aku sudah menggenggam nyawamu di tanganku."
"Sepertinya kau berlebihan White, nyawamulah yang telah kugenggam di tanganku, kau tidak akan bisa ke mana-mana sekarang. karena aku telah menguasai tempat ini.."
"Jangan membuatku tertawa Naruto, di sini tempat yang dipenuhi kebencian, bagaimana kau bisa yakin jika kau akan melenyapkanku di sini? itu terlalu kekanak-kanakan…"
"White? itu adalah nama temanmu dulu kan? aku rasa kau telah memakai nama yang salah.. sifatmu dan sifat White berbeda sangat jauh, dan monster sepertimu tidak akan bisa menggantikan posisi White, dia memang manusia lemah, tapi di samping itu… White adalah manusia paling sempurna dalam sikapnya, selalu tertawa dan tersenyum, mengabaikan hal-hal yang tidak penting menurutnya, dan itu berbanding terbalik dengan sikapmu, ingin menyelesaikan dunia ini sendiri, seperti kau yang mengatur semua kehidupan di alam semesta … kau tidak lebih dari seorang pembual."
Chakra Kyubi telah menghilang, dan Naruto yang tadinya terbelah menjadi dua sekarang sudah menyatu dan memiliki kekuatan ganda, rambut putih lurus dengan mata sharingan biasa, wajah mereka benar-benar mirip. Hanya mata yang membedakannya.
"Pembual katamu? Aku telah hidup ratusan tahun lamanya, dan aku mengerti betul tentang kehidupan dari masa ke masa, anak kecil sepertimu tahu apa tentang arti kehidupan? Kau mengingatkanku dengan White, namun dia jauh lebih baik darimu, karena dia tidak pernah sekalipun membunuh."
Ekspresi Naruto berubah, yang tadinya dingin menjadi cemas namun ia berusaha tetap mempertahankan sikapnya yang tak mempunyai perasaan. "Tetaplah di sini, dan bangkitlah ketika kehidupan telah berada di ujungnya, White? kau tidak diizinkan oleh alam untuk keluar di daratan bumi, karena kau akan menghancurkan bumi, namun sebagai gantinya, aku akan memperlihatkanmu tentang jutsu terlarang, yang kau sendiri tidak akan pernah bisa membacanya…"
"Jutsu terlarang?" White masih dalam keadaan santai, meskipun perkataan Naruto yang barusan membuat White penasaran, tapi White belum bisa membaca pikiran Naruto, ini seperti sesuatu yag sudah direncanakan dengan matang.
'Tunggu dulu, kenapa aku tidak bisa membaca pikirannya? Apa yang sebenarnya terjadi?' batin White resah, mata Rinnengannya yang mengatakan itu, White mulai terpancing dan itu menimbulkan reaksi yang diluar dugaan, White meluruskan tangannya.. 'Aku merasakan sesuatu yang janggal, firasatku juga buruk mengenai ini, aku harus mengakhiri pertarungan ini dengan segera…' White berusaha menunjukkan sesuatu yang mengerikan pada Naruto, dengan jutsu pengendali kematian miliknya.
Naruto masih dalam keadaan tenang dan tidak sedikitpun terpancing dengan jutsu yang akan digunakan White. wajahnya menunjukkan ketenangan yang sangat luar biasa, dan hal itulah yang membuat White tidak bisa membaca pikiran Naruto, karena Naruto telah mengosongkan pikirannya, dan tidak memikirkan apapun.
'Apa jangan-jangan, dia tidak memikirkan apapun? Tapi itu mustahil, setiap manusia pasti memikirkan sesuatu, dalam hitungan detik pun mereka tak mungkin mampu untuk tidak memikirkan apapun….. tapi apapun yang kau lakukan, kau akan berakhir dengan pecahan kecil.' White telah memusatkan tenaga dalam miliknya ke dalam tubuh Naruto, dan bersiap untuk meledakkan tubuhnya dari dalam.
"Berakhir sudah…"
Duarr!
Tubuh Naruto pun hancur berkeping-keping, dan White tersenyum senang melihat pembunuhan sadis itu.. "Tidak mungkin ada manusia yang bisa menandingiku, kau terlalu banyak omong, Naruto." tapi pecahan-pecahan itu berubah menjadi serbuk-serbuk kayu, yang berarti, itu adalah jutsu pengangganti jasad.
Naruto telah mengudara, ia menyiapkan beberapa lembar kertas dengan mantra dari ayahnya, sebelum kematiannya, Minato memberikan lembaran kertas itu. 'Naruto? gunakan kertas-kertas ini, kertas ini akan berguna untuk menyegel White, jutsu terlarang yang hanya bisa dikuasai oleh keturunan klan Uzumaki, termasuk dirimu.'
Naruto menyebarkan kertas itu pada empat titik, masing-masing di sekitar White berdiri, pola persegi telah terbentuk dalam sekejap mata. "Apa yang akan kau lakukan…" ucap White berusaha meronta, namun usahanya sia-sia karena dirinya tidak bisa bergerak setelah dibatasi kertas mantra tersebut.
Naruto membuat handseal di tangannya, tanpa menyebutkan kalimat jutsu, sebuah lilin-lilin dengan tempatnya yang berjumlah 8 telah mengelilingi tubuh White. garis-garis pun membentuk segi delapan, setelah itu diikuti garis yang melingkar sejumlah 8 lingkaran. Dan yang terakhir Naruto menginggit jarinya, sehingga darah keluar dari jempolnya dan ia meneteskan ke masing-masing kertas tersebut, kertas-kertas itu berubah warna menjadi merah, sentuhan paling akhir. Naruto menggunakan seluruh chakranya untuk menyegel White.
Sambil berkonstrasi, Naruto mundur beberapa langkah ke belakang melewati satu garis lingkaran, dua garis lingkaran, tiga garis lingkaran, sampai garis kedelapan, ia lewati. "Terakhir! Segel delapan lingkaran, aktifkan!" sebuah kayu berwarna putih tiba-tiba muncul dari garis pertama membentuk sebuah setengah lingkaran, diikuti garis kedua, ketiga, keempat dan seterusnya sampai garis kedelapan.
"Tidak mungkin! Jutsu apa ini! aku tidak mungkin kalah dengan manusia!" teriak White dari dalam yang tidak terima akan kekalahan ini, dan Naruto yang telah berhasil menyegel White, menghela nafasnya berulang kali, selama penyegelan dan sebelum itu, ia tidak memikirkan apapun, ia hanya focus dengan jutsu ini.
"Klan Uzumaki, memang menarik… aku beruntung bisa menjadi anak kalian, ibu ayah? Selanjutnya? Uhuk-uhuk! Darah ?" batuk Naruto mengeluarkan darah, chakra yang dikeluarkan untuk menyegel White tidak sedikit, dan hal itulah yang membuat tubuhnya tak kuasa untuk menahan dampak dari jutsu terlarang tersebut. "Sisa chakraku hanya bisa kugunakan untuk pindah ke tempat ibu, aku…. Akhirnya….. berhasil…." Bersamaan dengan itu, Naruto telah menghilang ditemani pusaran perpindahan dimensi khas mata Obito.
…
….
…..
Sesampainya di tempat ibunya, Naruto langsung terjatuh karena sudah tak kuat lagi untuk menahan dampak jutsu tersebut. "Uhuk-uhuk!"
"Naruto!?" Kushina langsung berlari ke arah Naruto, sambil menyandarkan kepalanya ke dadanya. "Kau berhasi!" imbuh ibunya.
"Aku… hah hah? Berhasil… hehehe.."
Kyubi yang melihat itu seolah-olah tidak percaya dengan kejadian yang menimpa White, ia sangat marah terhadap White. "Tidak mungkin, ini mustahil… tidak mungkin White kalah!"
"Memang aku tidak mungkin bisa mengalahkannya, kekuatannya sangat luar biasa, tapi ….. yang hanya bisa kulakukan adalah menyegelnya…" balas Naruto tersenyum, dan senyuman itu mengakhiri pertarungan yang menegangkan tersebut, namun resiko penyegelan itu ialah, Naruto masih tidak bisa kembali ke dirinya yang dulu, rambut putih dan sifatnya masih tetap sama, sangat dingin tapi ramah. Dialah sang Hokage keenam yang tidak akan berubah, Uzumaki Naruto.
To be continue!
Chapter 29 END!
Berikan 70 review untuk season 2 nya…. ! XD
Hahaha xD
Chapter spesial berakhir, setelah ini chapter 30... chapter akhir di mana nanti Naruto telah sadar kembali, dan pada ujung chapter akan dibahas Rencana Kabuto yang akan membentuk Akatsuki baru yang dipimpin manusia yang lebih kuat daripada Madara.. (Season duanya akan dimulai tanggal 1 Juli 2015) klau gak lupa xD
Anggota Akatsuki yang baru (Bocoran) yang lainnya menyusul. masih bingung xD
Namikaze Minato
Uchiha Shisui
Uchiha Madara
?
Dan invit pin bb saya, mengenai informasi lebih lanjut. 54BA0EBC
See you, hari sabtu!
