Balas Revievv :girl-chan 2 : Ya, makasih.. mudah-mudahan hari rabu nanti nggak kecyduk sama Mastah :V
Jeff : Memangnya disana ada apa? kok sampai salah satu anggotanya seperti itu?
Me : Liat aja, kalian bertiga pasti nanti juga ngerti kok.
Karasu : Siapa juga yang mau nanya.. -_-"
me : Ya kali aja, kalian tiba-tiba asal nyeplos kayak si itu. *Nunjuk Gumo.
Gumo : Emangnya gue gitu yak?
Me : Lu mau Eudo ngamuk lagi karena bilang kalo si Red itu pacarnya ternyata bukan?
Gumo : *merinding. Nggak mau! Senpai serem kalo ngamuk...
Me : Yaudah, sana kalian pergi aja! Kenalan sama squad sebelah! dan jangan sakitin hewan mereka yak! dan jaga mulut si Gumo kalo bisa jangan sampe keceplosan
J,K,G : Buat apa kami terusik sama hewan!
THX!
Happy Reading...
Chapter 26 : 4 Mage Absurd Day Drabble
1. Tamu
"Disinikan bener tempatnya?" tanya seorang Lightning mage berambut biru muda.
"Yak, kalau tidak salah baca memang disini." jawab seorang fire mage berambut Pirang sambil membuka gerbang markas.
"Yakin? Gue agak kurang percaya sama lu, karena lu sering nyasar biarpun udah dikasih peta." tanya seorang ice mage berambut putih skeptis.
"Udahlah, tanya dulu aja.. Kalo salah tinggal minta maaf terus keluar kemudian gebukin dia." ucap seorang earthmage berambut merah (bukan si 'entuh' ya) watados dan mendapat sebuah jitakan dari si fire mage.
Kemudian mereka berempat masuk dan menekan bel di pintu masuk markas. Romi kemudian membukakan pintunya dan langsung sweatdrop karena..
"I Love You.. Huwaaaaa!"
Kejadian (yang persis) rubah kampret ditonjok terulang lagi dihadapan dia. *dicakar yang bersangkutan.
"EM kampret! Gini nih keseringan nonton spongebob yang episode coklat tapi versi bahasa inggrisnya!" sembur si Lightning mage setelah menonjok si Earth mage dan korbannya mendarat dengan ngenes dibelakang mereka.
"Ka.. Ehm.. Kalian mencari siapa?" tanya Romi.
"Oh, kami mau berkunjung saja. Mengunjungi teman kami Red, ngomong-ngomong ini Reha squad kan?" tanya si Fire Mage yang tukang nyasar itu. *dibakar
"Ya, ini Reha squad. Mencari Red, silahkan masuk karena dia sedang pergi sebentar." ucap Romi kemudian mempersilahkan mereka berempat masuk.
Mereka semua langsung dituntun Romi ke ruang tengah dan ketika sampai di ruang tengah mereka langaung disuguhi teh sama Romi dan duduk di sofa.
"Hoya? Ada tamu toh?" Iris baru keluar dari kamarnya membawa sebuah bungkusan kertas agak tebal dipelukannya.
"I.. Iya, kami temannya Red." ucal si Ice mage agak blushing liat Iris. (Me : Cie, demen yak :v ; IM : diem lu *bekuin ; Me : *Beku)
"Oh, temennya Jin-sensei toh..." Iris langsung mangut-mangut.
"Jin-sensei? Itu siapa?" tanya si Lightning mage bingung.
"Itu nama Aslinya Red, Jin.." ucap Iris datar. "Udah ya aku mau pergi dulu dah!" Iris langsung keluar sambil membawa tumpukan kertas itu keluar markas dan menuju ke.. You know lah, Perkumpulan Fujo dan Fudan rahasia.
"Dia cantik ya.." gumam si Ice Mage, yang membuat semua orang kaget.
"Aje Gile, lu baru kesini udah ngebet orang aja!" sembur si Earth mage.
"Eh! Si Cyntia mau lu kemanain!" timpal si Fire mage sambil menoyol si Ice mage.
"Oh iya! Hampir aja gue kebablasan."
"Woof! Ada tamu, woof! Ungyaaa! Teiron~" Hato yang tiba-tiba muncul dari belakang mereka sambil membawa Nigou digendongannya, langsung menaruh Nigou di lantai dan memeluk si Earth mage itu dengan erat.
"Hei, Stop! A.. Sesak!" rintih si Earth mage sambil mendorong Hato yang memeluknya. "Maaf, woof!"
"Huff~ hei, emm... Sepertinya kau salah orang.. Namaku bukan Teiron.." ucap si Earth mage.
"Hah!? Siapa kau!? Beraninya meniru Teiwoof!" bentak Hato sambil menarik kunciran kecil si Earth mage itu. "A.. Aduh! Sakit!"
"Hato! Hentikan, mereka temanku!" teriak Red sambil menepis tangan Hato yang menarik rambut si Earth mage. "Kau tak apa?"
"Ya..."
"Tapi Master! Dia telah meniru-!"
"Biarku Jelaskan dulu! Dia ini bukan Teiron, memang mirip hanya saja namanya Moku!" ucap Red sambil melipat tangannya. "Moku?"
"Ya, namaku Mokudanshi MahouTsuchi, salam kenal. Umurku masih 15 tahun." ucap Moku.
"Oh, maaf ya, Mowoof.. Aku kira kamu Teiron, habisnya mirip sih.." ucap Hato dengan perasaan menyesal. "Tak apa.."
"Ngomong-ngomong, kenapa setiap berbicara, kau hampir menggunakan suffix, woof! Ya?" tanya si Ice mage penasaran.
"Karena dia ini sebenarnya anjingku.. Frost." jawab Red datar.
"EEEEEEEHHHHH!!! Dia Anjing!?" teriak keempat orang itu kaget.
"Beneran, iya kan? Hato? Dan.. Nigou?"
"Nigou?" tanya si Fire Mage kebingungan.
"Tuh!" Red menunjuk seekor anjing kecil di kaki si Fire mage yang sedang berusaha masuk ke jubahnya. "Arf!"
"Omagama! Ngapain dia masuk ke jubah gue!?" teriak si Fire mage yang kaget melihat Nigou masuk ke jubahnya.
"Anget kali, mueheheh!" timpal si Lightning mage.
"Ish! Jangan masuk jubah gue kek!" ucap si Fire mage sambil menarik Nigou keluar tapi Nigou malah enggan untuk keluar dari jubahnya.
"Lu salah caranya, gini nih.. Nigou! Ayo sini waktunya makan siang!"
SYUUTTT!!
"Arf! Arf!" Nigou memperhatikan Red dengan senang sambil mengibas-ngibaskan ekornya.
"Sebentar ya Nigou, oh iya, kalian silahkan keliling dulu. Ntar gue kenalin ke squad ini sama satu lagi. Moku, lu mau liat 'kembaran' lu itu?" kata Red sambil berseringai.
"Ok, yaudah nanti aja ya, kita juga baru nyampe ini jadi bawaannya cape." ucap Frost sambil bersantai di sofa.
"Ok, tunggu yak."
2. Perkumpulan Fujo
"Yo, semua!" sapa Iris ketika sampai di rumah temannya, si Terri seorang Terra yang memiliki id 'Terryaki ia food'.
"Ahoy, Iris-chan, bawa bahannya nggak?" tanya seorang gadis Anubis bernama Lira, ('Tofu Master').
"Bawalah~ nih! Pasti harus dibawa dong alat tempur mah!" Iris menunjukan tumpukan kertas yang dia bawa barusan dari kamarnya.
"Ngiming-ngiming, Rai sama Jin-sensei nggak ikut?" tanya Yukari, si gadis Robin Hood penasaran. (Cek 'yuyumimirara')
"Lectro dia lagi sibuk, entah ngapain mungkin lagi pengen sendiri kali. Kalo Jin-sensei, dia ada temen dateng jadinya nggak bisa ikut." jawab Iris watados.
"Kalo si Emy-chan gimana? Bukannya lu temen deketnya dia?" tanya Mikami, si gadis Dragon Rider. (Mikamichan1)
"Entah-" tiba-tiba, pintu dibuka dengan keras (baca : dibanting) sama orang yang sedang dibicarakan. "Panjang umur~"
"Maap telat semuanya, abis memohon gue sama do'i gue soalnya biar diijinin kesini." ucap Emy yang baru datang dengan nafas terengah-engah, karena dia juga membawa seseorang dibelakangnya.
"Oi! Kenapa gue dibawa kesini sih!" bentak Alexia yang dibawa dikarung sama Emy.
"Katanya mau ketemu Sensei kerja! Yaudah ini, lu gue bawa ke rumah temen gue karena kita butuh bantuan lagi dari tenaga ahli (baca : kuli) karena Lectro sama Red ora iso dateng!" jawab Emy dengan seringai di mukanya.
"Yakin, ini kalian mau ngerjain doujin semua?" tanya Alexia kurang percaya.
"Iye beneran! Makany kita butuh bantuan lu, tapi pertama-tama lu harua pake sebuah baju yang diperlukan dulu!" ucap Terri sambil mengobrak-abrik lemarinya dan mengeluarkan sebuah pakaian.
Alexia menatap horor pakaian itu, pasalnya itu adalah...
"Nah pakailah~" Terri memberika Alexia sebuah pakaian maid berwarna pink ke Alexia. Iya serius! Pakaian Maid berwarna Pink ke Alexia!
"A.. Apa nggak ada yang lain!?" tanya Alexia agak ketakutan melihat pakaian itu di tangan Terri.
Terri mengobrak-abrik lemarinya lagi dan menemukan sebuah pakian seragam sekolah berwarna kuning dengan bebek diatasnya dan juga sebuah pakian kucing (for F) berwarna kuning. "Pilih salah satu, jika tidak kau akan dipakaikan paksa dengan pakaian maid pink itu!"
"Emm... Yang mana ya.."
"10 detik dari sekarang! 9..."
"Hah!?"
"8..."
"Yang mana ya!?"
"7..."
"6..."
"5..."
"Yang.. Emm..."
"4... 3..."
"Kucing! Eh, sekolah aja!!" pekik Alexia terpaksa karena itu lebih baik daripada memakaikan sebuah kostum maid pink ke dirinya, dan dia akan di bilang crossdress sama orang banyak.
"Bagus! Ini pakai lah~" ucal Terri sambil menyodorkan pakaian sekolah bebek itu ke Alexia.
Beberapa saat kemudian..
"Aih~ Imutnya! Sini foto dulu~" ucap Yukari sambil menarik tangan Alexia dan foto bareng.
"Gue juga!"
"Idem!"
"Mau dong!"
"Udah rame-rame aja! Katakan kejuuuuu!"
Diantara semua foto itu, ekspresi Alexia hanya satu. Manyun, karena jadi korban Fujo lucknut. :v
3. Sepupu
"Etto, Hubungan kalian semua ini apa ya?" tanya Amelia yang sedang duduk disamping Frost.
"Kami ini sepupu kok..." jawab Frost seadaanya.
"Oh, sepupu toh. Berarti Pyro, Moku, sama Rai itu sepupumu ya."
"Bukan seperti itu, Amelia..." timpal Pyro.
"Hah? Trus gimana?" tanya Amelia bingung.
"Gini, Pyro itukan sepupu gue, nah si Pyro ini punya sepupu namanya Moku, nah Moku ini punya sepupu juga namanya si Rai." jelas Frost datar.
"Kalau begitu kalian berempat ini.. Orang yang punya sepupu, kemudian sepupunya ini punya sepupu juga, trusnya sepupunya juga punya sepupu, nah trua sepupunya sepupu itu punya sepupu lagi." kemudian mereka berlima berakhir dengan muka 'yo dawg' sambil ngakak.
4. Pertama kali berkunjung.
"Nih tempatnya, inget-inget peraturan itu, jangan sampe terpelatuk kalian apalagi kau Gumo.." Reha menatap intes ke Gumo karena dia sering keceplosan soal beberapa hal. "O.. Oke."
"Udah ya, dah!"
Mereka bertiga masuk ke gerbang Garu squad dan memencet tombol bel di pintu depannya.
"Inget, peraturan pertama jangan ketakutan melihat salah satu anggotanya... Emangnya ada apa ya dengan anggotanya?" gumam Jeff penasran.
Ting Tong!
Seseorang membukakan pintunya dan, "Ya..."
GEDEBUGH!
"Jeff! Oi! Jangan Pingsan!" Jeff pingsan karena kaget melihat Tumma, sementara Karasu hanya kaget melihat Tumma dan latah. "Kadal, eh, kadal! Anjrit kaget gue!"
"Hiks.. Maaf, kalian takut ya.. Melihat diriku?" tanya Tumma dengan mata mulai tergenang air.
"Ahh! Bukan-bukan, aku biasa aja kok, nggak apa-apa." hibur Gumo sambil memnyadarkan Jeff dengan cara menamparnya berkali-kali. "Oi! Bangun!"
"Aku hanya kaget saja melihatmu..." jawab Karasu datar. "Ya, kecuali dia.. Dia dari sananya emang udah panikan, jadi panik banget dia bakalan pingsan."
"Oh.. Yaudah, kalian mau masuk? Silahkan.."
"Permisi.. Maaf, merepotkan.."
5. Teiron dan Moku.
"Yak, sudah sampai woof!" ucap Hato ketika keluar lubang buatannya bersama dengan keempat mage yang berkunjung itu.
"Jadi ini tempatnya? Lumayan.." komentar Rai sambil mengangguk dan melihat sekeliling.
"Nyaw, Nyaw!"
"Tsuchiii~" Hato kemudian langsung memeluk Tsuchi dengan Erat.
"Nyaaaaaaa!!" jerit Tsuchi yang sesak karena dipeluk Hato. "Maaf.."
Tsuchi menatap ke Moku dengan bingung pasalanya, dia seperti melihat 'Papa' nya nggak ketakutan melihat Hato bahkan malah bersikap biasa saja. "Nyaw, Nyaw nyaw nyaw?"
"Ee.. Dia ngomong apa? Kok kayak ngeong sih?" tanya Moku yang agak risih.
"Dia bilang 'papa, kok tidak seperti biasanya?'." ucap Hato yang masih memeluk Tsuchi dari belakang tapi, pelan-pelan.
"Papa? Emm... Maaf nak, sepertinya kau salah orang deh..." balas Moku. "Tapi, kenapa Pa-"
"Tsuchi, ada ap-"
Krik, Krik, Krik..
"Teiron~" Hato mulai mendekati Teiron dan memeluknya erat-erat.
"GYAAAAA!! LEPASIN GUE! KENAPA LU KESINI LAGI SIH! DAN KENAPA ADA GUE JUGA DISITU!?"
"Teiwoof, kenalkan merek temannya Master Red. Yang mirip kamu itu namanya Moku."
"HOI! TOLONGIN GUE DONG LEPAS DARI MAKHLUK INI! GYAAA!!"
"Maap, tapi gue nggak yakin sih. Tapi coba deh.." Moku mendekat kearah Hato dan mengusap bagian belakang telinga Anjing Hato dan ternyata berhasil.
"Woof! Hnn.. Teruskan, woof! Ah~ ya disitu woof!" pinta Hato yang tiduran di tanah sambil menggeliat keenakan karena bagian sensitifnya diusap.
"Ok, huff.. Makasih ya udah nolongin gue dari dia." ucap Teiron.
"Sama-sama." balas Moku sambil tersenyum dan membenarkan kaca matanya.
"Miaw!" tiba-tiba Flore muncul dibawah kakinya Moku. Dan sekejap itu pula Moku loncat ke pohon kepala terdekat.
"HYAAAAAAAAAAAAAHHH!!!"
Frost yang baru sampai langsung sweatdrop melihat kejadian itu.
"Pyro, jangan bilang dia kambuh lagi?" tanya Frost yang sweatdrop melihat Moku nangkring di pohon kepala yang tinggi.
"Iye.. Lagi, karena kucing kecil ini." jawab Pyro sambil menunjuk Flore dikakinya.
"The Heck... Oi! Moku Turun kucingnya udah diurusin tuh!" sahut Frost.
"G.. Gue nggak biaa turunnya nih! Bantuin dong!" balas Moku yang masih nangkring diatas pohon kelapa itu.
'Ternyata ada yang sama kayak gue, cuman berbanding terbalik..' batin Teiron, kemudian dia merasakan ada yang ngegusel dikakinya dan itu adalah...
"Arf!"
Nigou...
"HYAAAAAAAAAH!"
Dan dia malah ikutan nimbrung di pohon kelapa sama Moku. (Wew, hebrat ya pohon kelapanya :V *ditimpuk batu bata 2x)
"Darimana dia muncul?" ujar Frost yang melihat Nigou muncul tiba-tiba di bawah kaki Teiron.
Dan tak jauh dari situ terdengar suara teriakan beberapa orang dan suara ledakan dan tembakan.
"EH! KAMBING BALIK LU KESINI! JANGAN LARI!!"
"HUWAAAA!! MAAFIN GUE RED! RONE!! GUE HANYA KEBAWA EMOSI!!"
"NGGAK ADA AMPUN!!! LU HARUS JADI BONEKA LATIHAN TEMBAK GUE DI MARKAS!! BALIK SINI LU KAMBING!!"
"Ada apa dengan mereka.." gumam semuanya yang melihat dengan double sweatdrop.
"Udahlah, yang penting turunin dulu tuh dua botjah." ucap Pyro sambil memikirkan sesuatu.
"ya tapi, gimana caranya?" tanya Rai.
"Eh, buset! Itu kenapa ada dua Teiron nemplok di pohon kelapa? Dan siapa kalian?" tanya Alpha sweatdrop melihat ada dua Teiron yang nyangkut di pohon kelapa.
"Al! Bantuin gue sama temen gue turun dong!" sahut Teiron dari atas pohon.
"Emangnya kenap- oh.." Alpha melihat Nigou menengok keatas pohon kelapa tak jauh dari tempatnya berdiri. "Ada Nigou toh~"
"Udahlah, cepet tolongin gue kek!' seru Teiron yang udah nggak sabaran.
"Kayak Waktu itu aja yak! Tapi, Mathiasnya lagi diamuk sama Red dan Rone." Ucap Alpha yang mendapatkan sebuah timpukan batu bata dari Teiron.
"Normalan dikit kek!" semburnya.
"Emangnya waktu itu lu diturunin caranya gimana?" tanya Moku penasaran.
"Di.. Dijatohin.." jawab Teiron datar.
"Di-Dijatohin!?" Moku menancapkan kukunya makin dalam, persetan dengan kukunya rusak. "Nggak ada cara yang lebih bagus apa!?"
Teiron hanya menggelengkan kepalanya. "Au tuh, si kambing geblek emang gitu."
Meanwhile..
GUBRAK!
Mathias menabrak sebuah pintu yang baru saja dibuka sama Maurice sampai meninggalkan sebuah ceplak merah dimukanya. "Aduh! Sakit!"
"Oh, sorry nggak tau ada lu.." ucap Maurice tapi dia tiba-tiba kabur dari tempat itu juga.
"Aura gelap macam ap- Hegh!"
"Akhirnya ketangkep juga lu Kambing!!" ucap Red dengan nada rendah dan Aura gelap disekitarnya dan menarik kerah Mathias.
"Lu kira.. Lu bisa kabur dari kami berdua hah!?" ucap Rone sambil berseringai jahat ke Mathias.
"Gyaaaaaaaaaahhhh!!!! Tidakkkk!!" Mathias akhirnya diseret sama Red dan Rone ke halaman depan buat you know lah..
"Greeny! Tolongin gue!" teriak Mathias ketika melihat Luthias didepannya. Tapi, Luthias malah kabur karena ketakutan melihat Red dan Rone lagi ngamuk. "Tidak! Greeny, jangan pergi! Tidak Greeny! TIDAAAAAAAAAAAK!"
Kembali ke dua EM di pohon kelapa...
"Denger teriakan?" tanya Ikyo yang ikutan ngeliatin dua EM diatas pohon kelapa sambil bawa matras.
"Nggak tuh." jawab Alpha.
"Udah siapkan? Gue telepon temen gue dulu.." Rai menelepon seseorang temannya yang merupakan ahli.. Bahan peledak!
"Halo?" jawab seseorang dibalik telepon.
"Ah~ Riri, boleh lempar bomb lu kesini?" tanya Rai.
"Buat apa?"
"You knowlah, ada yang nyangkut di pohon kelapa dan nggak bisa turun." jawab Rai datar.
"Ok, pasang GPS lu biar gue tau tempatnya. Dan bombnya bisa langsung ke lu. Dadah, Rai!"
Klik..
"Tadi temen?" tanya Alpha.
"Hooh, dia kebetulan ahli bahan peledak kok." jawab Rai watados.
"Hah!? Jangan bilang lu tadi nelpon Riri!" pekik Moku makin panik.
"Emang dia siapa?" tanya Teiron penasaran.
"Cewek temen, jobnya Hook..." jawab Moku seadanya.
"Emangnya kena- anjrit jangan bilang kalo-"
"Ah, ada bomb terbang!" seru Pyro ketika melihat bomb di langit sedang menuju ke pohon kelapa itu.
SYUUUTT!!
JEGEEEEER!!
Pohon kelapa itu berguncang dengan hebatnya dan akhirnya mereka berdua kehilangan pegangan dan jatuh.
"HUWAAAAAAAAAA!!"
Alpha dan Ikyo segera menghampiri keduanya dan menatmruh matras ditanah.
Pluk!
Moku berhasil mendarat dengan selamat, tapi mana Teiron.
"Teiron berhasil aku selamatkan Woof!"
Sepertinya Hato menyelamatkan dirinya sebelum mencapai matras. "Peluk!"
"GYAAAAAAAAA!! KENAPA HARUS LU LAGI SIH!!" Jerit Teiron ketika dipeluk sama Hato dengan erat.
Satu pelukan kemudian..
"Makan yuk, laper nih~" ajak Moku sambil memegang perutnya yang kelaparan.
"Ok, tapi bibiku lagi pergi dan belum masak sisanya hanya ada Roti." ucap Teiron datar.
"Yaudah apaan aja asal makan deh!"
Kemudian diruang makan..
"Hei! Ini Roti dengan selai ka- huwa! Moku! Teiron!" teriak Rai panik ketila Moku dan Teiron melompat kearahnya karena dia membawa sebuah piring berisikan roti selai kacang dan kue mangkuk.
6. Bakar-Bakaran.
"lagi ngapain?" tanya Reha yang melihat Pyro sedang berdiri didepan api.
"Bakar-bakaran." Pyro menyadari kalau apinya makin kecil dan mulai meredup. "Apa ada bahan bakar untukku?'
"Bentar ya kuambilin dulu.." kata Reha kemudian masuk kedalam markas.
Beberala saat kemudian..
"Nih! Ku taro langsung aja ya." ucap Reha sambil melempar kertas-kertas yang dia ambil dari ruangannya. Tak sengaja, Pyro melihat sebuah kertas dengan tulisan.. 'Aku Sayang kamu~'
"Emm.. Ini dapet dari mana yak?" tanya Pyro penasaran.
"Meja gue.. Udah dibakar aja semuanya nggak penting ini kok." ucap Reha
"REEHAAAAAAAAAA!! KENAPA KAU MEMBAKAR SURAT DARIKU!!"
jangan tanya deh siapa yang teriak..
7. Menghilang.
Frost adalah orang yang nggak gampang gemuk padahal banyak makannya padahal setiap makan dia bisa menghabiskan 4 buah porsi piring sekaligus memangnya apa rahasianya ya.
"Emm.. Gue kalau makan serasa aneh gitu deh.." ucap Frost datar.
"Oh.. Alamakjang! Lu udah ngabisih satu toples kacang aja!" ucap Jung kaget karena melihat satu toples kacang yang kocong tanpa sisa.
"Kan gue bilang, tiba-tiba makan itu pas gue makan serasa menguap dan langsung masuk ke perut gue..." jawab Frost gugup.
"Coba Lihat!?" Eris mengeluar sebuah kamera dan kue.
Frost memotong kue itu dan memakannya dan benar saja. Sebuah kue di garpu itu langsung hilang dalam sekejap tanpa sisa sedikitpun yang membuat Eris dan Jung kebingungan.
8. Kopi problem.
"Ngomong-ngomong, disini ada kopi nggak? Tadi soalnya Rai ke dapur mau buat kopi.." ucap Moku datar.
"Oh, lagi habis.." jawab Lectro datar.
"Lebih baik kau segera hentikan dia.." ucap Frost datar.
"Kenapa?" tanya Eudo penasaran.
"Gini-"
"PREKELEEEEEEE!!" Sebuah teriakan dari dapur oleh seseorang. Dan juga sebuah tendangan oleh rak-rak meja dan juga suara orang dibanting.
"Tumben, tapi kok kayaknya tadi gue denger suara orang dibanting ya?" tanya Pyro.
"Palingan itu Takano-san, karena dia paling gampang terusik jika ada yang ngobrak-ngabrik rumahnya." jawab Eudo watados.
9. Secret Technique
Saat ini sedang dilakukan beres-beres markas dibantu dengan empat mage Nista itu. Semuanya berbagi tugas masing-masing ada yang membersihkan lantai, ada yang mengelap jendela, membersihkan meja, dll.
Moku yang sedang asik-asiknya mengepel lantai entah harus mendapatlan sebuah kejadian nggak enak pasalnya..
"Nyehehehe! Kutangkis seranganmu!" ujar Eris yang memainkan tongkat pelnya bagaikan pedang.
"Ohh! Tidak semudah itu!" balas Jung yang ikut-ikutan maenin tongkat pelnya.
Nggak sengaja Eris kepleset lantai yang lincin dan mundur berberapa langkah sebelum akhirnya jatuh dilantai. Tapi, sayangnya ujung tongkat pelnya mengenai (baca : menusuk) pantat Moku tepat ditengah sampai menimbulkan suara yang absurd yang kelewat tinggi.
Jlebb~
"Ah, AAAAAhn!"
Sekarang kondisi Moku sangatlah sehat walafiat karena dia sedang nungging dilantai.
Beberapa saat kemudian..
Moku berniat untuk membalaskan dendamnya karena sudah di tusbol sama Eris. Ketika Eris sedang berjalan dikoridor tanpa ada tau si Moku. Moku mengendap-endap berjalan ke Eris dan membentuk tangannya seperti pistol dan..
"MOKU SECRET TECHNIQUE!! HEYAAA- AH! AAAAHN!"
Jleb~
"Kurang cepet!" ucap Eris setelah teleport kebelakang Moku dan melakukan hal yang mau Moku lakukan.
Bonus :
"Heeee!!! Bikin squad baru!?" pekik semuanya bersamaan.
"Hooh.. Gue bikin squad baru. Yaj, untuk jaga-jaga sih." jawab Reha datar.
"Siapa wakilnya?" tanya Yuki.
Reha menarik tangan seseorang. "Alucard.." ucap Reha datar.
"Heee!? Dia si anggota baru itu!?" tanya Jeff.
"Yaiyalah, kalo baru bikin pasti dapetnya Hero vampire, dan satu lagi..." Reha menarik saru orang lagi.
"Hai..." seorang breseker pria berambut coklat menghampiri mereka.
"Hai.. Namanya siapa?" tanya Red.
"Tantrum Fernades... Salam kenal." ucap Tantrum sambil membungkuk.
"Hai! Kamu ganteng ya!" ucap Iris sambil memegang tangan Tantrum dengan senang. "Ma.. Makasih."
"Oh iya.. Satu lagi, daftar orang yang bakal lu pindahin. Buat nanti, dan juga ada anggota baru nantinya." ucap Reha sambil menyerahkan sebuah kertas.
Daftar orang pindahan..
1. Silica
2. Eudo
3. Jung
4. Yamagi
5. Iris
6. Ethan (khusus lu, lu jadi space trooper)
7. Mita
8. Sandra
"Wait, trus hubungan gu- ah.. Keceplosan!" ujar Alex sambil blushing.
"Ya elah, tenanglah, ini hanya squad cadangan kalau misalnya squad kita meledak baru kalian pindah nanti." ucap Reha datar.
"Hish, yaudah, ngomong-ngomong. Sub squadnya nanti mau dikasih nama apa?"
"Entahlah, nanti juga gue kasih tau kok. Dan lagi pula, kalo soal hubungan squad kita sama Garusquad tetep bakalan terjaga ini. Makanya ini gue mau kasih tau dulu ke kalian ntar baru ke dia." ucap Reha datar.
Semuanya pun ber-oh- ria.
"Ok, saatnya beres-beres dan cari gedung baru buat kalian bersebelas." ucap Reha watados.
Takano mengangkat Alisnya, "Sebelas?"
"Ah.. Maaf aku ketinggalan." seorang pria Geomje berambut hijau muncul. "Doumura!?"
"Nah, dia ikut juga. Dan ayo cari gedung baru dulu. Ntar susah nyarinya kalo kemaleman." ajak Reha. "Semuanya kami pergi dulu ya!"
"Dah!"
"Ngomong-ngomong, anda tetap ngurusin squad lama kitakan?" tanya Alucard.
"Yalah, hanya saja.. Mungkin akan agak jarang karena fokus ke squad baru kita dulu." jawab Reha datar.
"Oh... Eh.. Kita sepertinya diikutin."
"Hemm.."
"Ketua! Ini untuk kalian makanlah." ucap Yuki sambil memberikan sebuah keranjang makanan.
"Ok, makasih Yuki..."
"Tetap ingat kami semuanya yak, aku tau kamu 'itu' kok." ucap Yuki sambil tersenyum.
"Hiks.. Makasih Yuki."
Tak lama kemudian..
Mereka kemudian menemukan sebuah gedung markas kecil. "Sepertinya disini bagus."
"Ya, dan juga tidak jauh dari tempat awal kita." ucap Eudo.
"Nah, ayo kita beres-beres dulu." ajak Reha.
Udahkan.. Yaudah! Dahh! :v
A/N : Sebuah langkah pencegahan jika char ke cyduk mastah nanti makanya bikin dua squad, lama dan baru. tapi, kalau soal cerita tetep bakalan make dua squad ini lah. Mereka tuh udah kayak 'orang terpecaya' aku akan mulai dari awal lagi karena ingat bikin baru = bebek :v -w-/
Nick : *akan ku bahas di chapter selanjutnya atau liat FB aja nanti kok. -w-/ ke mungkinan si bakala 'Bearfield',tapi entahlah *digebukim Chris Redfield
