Balas Review! :D
Bigfoot the 2nd: Hmm, Flamy itu kagak terlalu OB (obesitas) sih, kurus juga kagak segitunya! Tapi Emy itu kalau udah iseng, ya itu, ada aja yang jadi korban! Okay, Thanks for Review! :D
RIVAIFURUYA: Emy itu anaknya terlalu iseng, makanya begitu! Baiklah, terima kasih Review-nya! :D
Happy Reading! :D
Chapter 29: The Misfortune Day
Mengingat si bocah merah dari 'Epic Battle Fantasy' itu jarang muncul di Heroes Gakuen, jadi Chapter kali ini akan menceritakan kejadian ternistanya.
Lance: *langsung nyiapin Valkyrie Tank buat minggat.*
Me: "WOY, JANGAN KABUR LU!" *langsung tembakin Lance beserta tank-nya pake bazoka lem (?).*
Yah, lebih baik abaikan saja yang barusan!
Sebagai guru yang jarang muncul di Heroes Gakuen, seorang Lance tentu punya kejadian nista yang mungkin tidak kita tau.
Penasaran? Yuk kita tengok!
Semuanya berawal dari pagi yang cerah diiringi suara ayam yang berkokok dengan nyaringnya, bahkan Lance yang lagi ngorok pun sukses dibuat terjun (baca: jatuh) dari kasurnya saat mendengar suara barusan.
"Aduh..." Dia pun melirik jam dinding di atas pintu kamarnya dan langsung terbelalak kaget.
'Ya amplop bin prangko (?), ini kan udah jam setengah tujuh! Bisa telat ngajar, nih!' batinnya cemas. (Note: Author pasti kebanyakan baca buku 'Lupus Kecil' pas masih SMP!)
Dia pun langsung bangun dan pergi keluar kamar untuk membangunkan teman-temannya yang lain.
Beberapa menit kemudian...
Beberapa orang sudah siap siaga di meja makan, bahkan Nordic Five sampai masangin korek api di mata mereka biar kagak merem lagi (khusus Berwald, gue juga kagak ngerti gimana caranya mengingat dia pake kacamata) dan air kobokan pun sudah berkurang banyak karena dipakai untuk mencuci muka.
"Tobat, tobat..." Lance hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya.
"Ngantuk, sih..." balas kelimanya bersamaan.
Suasana pun agak hening sampai...
BRUUUUUUUUT!
Sebuah kejutan pun langsung muncul di meja makan dan rupanya suara itu berasal dari Giro.
"Habisnya pada ngantuk semua sih, hehehe..." ujarnya sambil nyengir.
Kagak sopan banget deh tuh bocah!
Ketika mereka semua berniat protes dan menuduhnya tidak sopan, Giro malah membantah, "Daripada kayak kakek buyutku yang terpaksa operasi gara-gara kagak bisa kentut! Ayo pilih, mau kentut atau operasi?"
Mereka pun terpaksa makan sambil tutup hidung.
Setelah kejadian barusan, para guru pun mulai sibuk membersihkan beberapa sudut asrama dan sekolah.
"Selamat pagi, Flamy-kun! Tumben pagi-pagi begini nongol! Ada program diet, ya?" tegur Tino yang sedang menyapu saat melihat Flamy yang lagi lari pagi di depan asrama.
"Diet apaan? Orang lagi persiapan buat olimpiade musim hujan, aku kan jadi atlet terbaik yang terpilih mengikuti event itu!" balas Flamy ngasal.
"Kalau begitu sama, dong! Aku dan Su-san juga jadi pendamping istimewa raja Citadel untuk berkunjung ke event itu!" ujar Tino tambah ngasal.
"Selamat, ya!" seru Flamy sambil melanjutkan lari paginya sebelum pembicaraan tambah heboh.
Mari kita liat keberadaan Lance sekarang ini!
"Tolong pegangi, ya!" pinta Luthias yang saat itu sedang memaku sebuah kayu untuk membuat kursi taman yang baru dan Lance dengan senang hati memegangi kayu yang akan dipaku Luthias.
Maklum, kursi taman Heroes Gakuen sering dirusak oleh beberapa anak yang tidak bertanggung jawab.
Tanpa diduga, Luthfi datang dan mengatakan hal tidak penting kepada mereka berdua.
"Yo, Thias! Lagi ngapain?" sapa Luthfi.
"Lagi bikin bangku, lha! Masa makan palu?!" balas Luthias sewot sambil menengok dengan tampang kesal.
"Kamu mau ngapain di sini?" tanya Lance penasaran.
"Yah, ngeliatin aja! Mumpung kagak ada kerjaan!" jawab Luthfi santai.
"Maklumi aja!" gumam Luthias yang masih agak emosi sambil melanjutkan pekerjaannya.
"Moncong-moncong, gue boleh cerita kagak?" tawar Luthfi.
"Cerita apaan?" tanya kedua ornag itu bersamaan.
"Jadi begini, seorang anak bertanya kepada temennya, 'Lu pinter Inggris?'. Kemudian temennya menjawab, 'Iya!'. Anak itu pun bertanya lagi, 'Tomorrow artinya apa?'. Temennya menjawab, 'Besok!'. Anak itu ngomong lagi dengan tampang herp, 'Yah, sekarang aja apa! Kirain lu pinter, tapi ternyata bego juga!'. Temennya pun kesel dan ngomel, 'Memang begitu artinya, dodol!'. Selesai!"
"KAGAK LUCU!" pekik Luthias emosi sambil getokin palunya ke sembarang arah dan...
BLETAK!
"GYAAAAAAAAAAAAAA!"
Luthias dan Luthfi pun menengok ke arah sumber teriakan dan langsung cengo mendapati Lance yang memegangi tangan kirinya dengan tampang kesakitan.
Jika kalian berpikir kalau Lance yang terkena getokan palu barusan, berarti kalian benar!
"Lance?!" jerit Luthfi shock.
"Huwaaa, beklager! Gue kagak tau, seriusan!" seru Luthias panik.
Ketika sang Greenlandic sedang marah, justru si Gunner yang jadi korban. #SAVEMISTERLANCE *HASHTAG MACAM APA INI?!* *digiles Valkyrie Tank.*
Alexia: "Errr, BakAuthor... Itu plesetan dari '#SaveHajiLulung', kan?"
Me: "Oh iya, itu dapet dari fic-nya Dissa!"
Alexia: "Pantesan..." *sweatdrop.*
"Ugh... No prob, mungkin aku perlu ke Klinik!" Pemuda berambut merah itu pun langsung pergi.
Di Kantin...
Noel yang sedang mencari tempat duduk tak sengaja melihat Lance di sebuah meja dan menghampirinya sambil duduk di bangku seberangnya. Ketika melihat tangan kirinya yang diperban, dia bertanya, "Tanganmu kenapa?"
"Kepentok palu..." jawab Lance singkat.
"Lho, kok?"
"Ceritanya panjang..."
"JANGAN COMOT BAGIAN GUE!"
Keduanya pun menengok dan mendapati Johnny dan Gary lagi rebutan makan mie ayam di pojok Kantin. (Note: Sebenernya Chapter ini selingan dari Chapter 27, jadi jangan heran kenapa Black Rose masih ada di Heroes Gakuen! ^^V)
"Mulai lagi mereka..." Noel pun berdiri dan berjalan menghampiri mereka.
Sementara Lance, dia hanya bisa mengamati kepergian Noel.
Ketika sang Gunner ngobrol, dia terpaksa ditinggal pergi karena ada yang berantem rebutan mie ayam. #SAVEMISTERLANCE *digiles lagi.*
'Yah, tak apalah!' batin Lance sambil tersenyum miris.
"Permisi..."
Lance pun menengok dan mendapati Hanzo sedang berdiri di depannya.
"Tadi Noel di sini?" tanya Hanzo.
"Tadi sih iya, tapi dia pergi lagi buat lerai Johnny sama Gary di pojokan..." jawab Lance sambil nunjuk kedua orang yang berantem barusan.
"Boleh duduk di sini?"
"Tentu!"
Akhirnya keduanya pun mengobrol ala kadarnya, walaupun Lance sedikit risih karena rupanya Hanzo merokok. (Note: Harap jangan ditiru karena ini sengaja dicantumkan berdasarkan fun fact tentang Hanzo yang dikasih sama Bigfoot ke Author!)
Ketika ngobrol dengan si Ronin buta, malah dikiderin asap rokok. #SAVEMISTERLANCE
Setengah jam kemudian di ruang guru...
"Kas, liat Hanzo kagak?" tanya Sally kepada Lukas.
"Paling lagi keluar, memangnya kenapa?" jawab Lukas nanya balik.
"Aduh..." Sally langsung tepuk jidat. "Jangan dibiarin sendiri, atuh! Dia kan buta, temenin kek!"
"Suruh aja si bocah merah itu..." usul Lukas sambil nunjuk Lance yang lagi baca buku.
Ketika sang Gunner sedang membaca, sang Norwegian malah menyuruhnya mencari si Ronin buta. #SAVEMISTERLANCE
Lance hanya mengangguk dan langsung bangun untuk pergi mencari Hanzo.
Di koridor kelas Premium...
"Nyari kemana, ya?" tanya Lance sambil celingukan.
"Sensei~"
Begitu pemuda berambut merah itu menengok...
"ASTAGA KAMBING!" jerit Lance terlonjak kaget sampai jatuh terduduk dari tempatnya.
Ternyata yang mengagetkannya adalah seorang gadis berambut pirang twintail yang diikat dengan pita yang bertanya, "Masih ingat aku?"
"A-apa yang kau lakukan di sini, Hikari? K-kau membuntutiku sampai sini?" Lance nanya balik dengan tampang gugup plus blushing.
"Aku kangen~" balas Hikari sambil tersenyum manis.
(Note: Sebenarnya Hikari adalah nama NPC yang godain Lance di Epic Battle Fantasy 3 dan 4, jadi wajar kalau Lance sampai kagok pas ketemu sama dia! Maklum, Lance tuh aslinya agak kuper kalau deket sama cewek!)
"Errr, se-sebaiknya kita bicarakan lain kali saja! Sampai jumpa!" Lance pun langsung ngacir entah kemana, sementara Hikari hanya bisa meratapi kepergiannya dengan tampang bingung.
Niatnya pengen nyari si Ronin buta, tapi malah ketemu sama fans nyasar. #SAVEMISTERLANCE
Sementara itu...
"Tadi Lance di sini?" tanya Idham.
"Lukas nyuruh dia nyari Hanzo, tapi sampe sekarang belum balik!" jawab Johnny datar. "Memangnya kenapa?"
"Ada yang ngirim ini buat dia!" balas Idham sambil memperlihatkan sebuah kotak yang dibawanya.
Di saat bersamaan, yang bersangkutan pun langsung nongol sambil ngos-ngosan.
Ketika ada yang nyariin, sang Gunner langsung nongol setelah kabur dari fans yang nyaris bikin jantungan. #SAVEMISTERLANCE
"Lha, aku cariin malah nongol sendiri!" ujar Idham sweatdrop.
"Ha... Ha... Ke-napa nya-ri... Aku?" tanya Lance yang masih ngos-ngosan.
"Nih, ada paket untukmu!" Idham memberikan kotak yang dipegangnya.
"Dari siapa?" Lance menerima kotak itu dengan bingung.
"Kagak tau, orang nemu di dekat pintu! Soalnya ada namamu di situ!"
Ketika Lance membuka paket itu, dia pun kembali jantungan dan...
"HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!" Lance pun langsung loncat ke langit-langit.
"Kenapa dia?" tanya Johnny bingung.
"Masa dia takut sama beginian?" Idham mengeluarkan sesuatu dari dalam kotak itu yang ternyata adalah boneka Creeper.
Dapet paket dari seseorang, isinya malah sesuatu yang ditakutinya. #SAVEMISTERLANCE (Lance: "AUTHOR, UDAHAN KAGAK BIKIN HASHTAG KAYAK GITU?!"/Me: "Kagak, gue masih belum puas nistain lu!" XP)
"Idham-pyon, tadi siapa yang teri- ASTAGA KAMBING!"
Giro yang baru nongol pun langsung mangap melihat Lance yang udah gelantungan di lampu gantung ruangan itu. Sontak, guru-guru lainnya pun langsung menghampiri TKP.
"Dia ngapain di situ?" tanya Garu bingung.
"Gara-gara ini, nih..." jawab Idham sambil memperlihatkan boneka Creeper yang dipegangnya.
Alhasil, mereka semua pun langsung sweatdrop.
"Ja-jauhkan..." pinta Lance dari atas lampu.
"Aku buang ya..." Idham pun berniat pergi untuk membuang boneka itu.
"Yang pen-ting jan-gan a-da makh-luk i-tu..." balasnya terbata-bata.
Kasihan banget sang Gunner saking takutnya sama Creeper. #SAVEMISTERLANCE
"Iya, iya..." Idham pun langsung keluar. "Tapi abis ini turun dari situ!"
"Nanti aku turun, kok!" Nah, itu baru jelas ngomongnya!
"Mendingan kita turunin aja!" usul Jeanette yang kagak enak hati melihat Lance gelantungan kayak MoSaKey (MOnyet-SAru-monKEY). *Girl-chan di-Unload sama Lance.* (Note: Unload itu salah satu skill Lance di EBF!)
"Seterah lu, deh!" balas yang lainnya.
Akhirnya, Lance pun diturunkan dari lampu gantung.
Siang harinya...
"Lap'r n'h..." ujar Berwald tiba-tiba. "Mak'n yuk!"
"Memangnya ada yang bisa kita makan?" tanya Gary.
"Sebentar... Biar aku cari dulu..." Lance pun langsung pergi memeriksa persediaan makanan.
Beberapa menit kemudian...
"Adanya cuma ini..." kata Lance sambil membawa sepiring kentang balado di tangan kanan dan dua potong ayam di atas piring kaca di tangan kiri, kemudian menaruhnya di atas meja.
"Kagak ada nasi?" tanya Gary bingung.
"'Ni lag' 'khir bul'n, b'lum 'da y'ng b'li b'ras..." jawab Berwald datar. (Lu kate anak kosan?)
Gary dan Lance pun langsung sweatdrop mendengarnya.
"Yaaaah, terus gimana makannya?" tanya Gary minta pendapat.
"G'doin?" usul Berwald yang langsung di-Snipe sama Lance.
"Kita ini bukan anak kost, tau!" bentak Lance kagak nyelow.
"S'ma 'ja! K'lau lu b'rdu' k'gak m'u, m'nding g'e g'doin 'ja b'rdu' s'ma D'nmark!" balas Berwald watados.
"Baru tau gue kalau Mathias doyan gadoin makanan!" gerutu Lance sweatdrop. "Ya udah, lha! Daripada kagak makan!"
Gary pun mengangguk setuju dan mereka pun terpaksa gadoin sepiring kentang dan dua potong ayam itu berempat. (Iya, berempat! Soalnya Berwald juga ngajakin Mathias! Sungguh rival yang baik hati (?), ya!)
Niatnya pengen makan, tapi nasinya habis dan ujung-ujungnya malah gadoin makanan rame-rame. #SAVEMISTERLANCE
Setelah makan, mereka pun main KoG (King of Game) bareng-bareng.
"Siapa raja?" tanya Garu.
"Aku!" seru Jeanette sambil mengangkat sumpitnya. "Nomor 2, 5, dan 10 crossdress!"
Reaksi mereka yang dapet nomor itu?
Noel udah pundung di pojokan karena dapet nomor 5.
Giro langsung pingsan di tempat begitu mendengar dia dapet nomor 2 dan terpaksa diseret sama Idham dan Luthias ke tempat aman (baca: ruang dandan).
Nah, yang satu ini sangatlah paling horror PAKE BANGET!
Lance udah gemeteran di tempat begitu mendapati nomor 10 di sumpitnya dan dia pun langsung digotong rame-rame sama Nordic Five.
"SOMEBODY HELP MEEEEEEEEEE!" jeritnya ketakutan.
"Semoga diterima di sisi-Nya..." gumam Sally watados dan kagak nyadar kalau dia sukses bikin Johnny yang mendengarnya langsung sweatdrop. (Noel, Giro, Lance: "KITA BELUM MATI, TAU!")
Beberapa menit kemudian...
"Pffffft... MPUAHAHAHAHAHAHA!"
Suara tawa pun terdengar menggelegar saat mereka melihat ketiga korban crossdress kita.
Noel kagak bisa ngomong apa-apa saat dipakaikan baju balet pink lengkap dengan bando putih berpita di kepalanya plus sayap kupu-kupu warna ungu ngejreng.
"Vati..." Giro hanya bisa meringkuk di pojokan dengan baju maid yang dipakainya. (Thundy: "Baru tau gue kalau dia tuh anak papa..." *dihajar Giro.*) (Note: Vati artinya 'ayah' dalam bahasa Jerman.)
Sementara Lance...
Kayaknya kagak usah ditanya, deh!
"Lance-kun... Pffffft... Kamu mau nikah sama Ice-kun, ya? Pfffft... Gaunnya cakep banget, deh! Hmhmhmhm..."
Tadi Tino bilang apa? Nikah? Gaun?
"Siapa yang tadi nyaranin gue pake baju pengantin, hem?!"
Baju pengantin?
Ja-jadi...
RUPANYA SI GUNNER MALANG KITA DIPAKSA PAKE GAUN PENGANTIN, PEMIRSA! #SAVEMISTERLANCE *Girl-chan langsung di-Oblivion sama Lance.* (Note: Oblivion tuh salah satu skill Limit Break Lance di EBF!)
Sontak, Lukas pun jadi korban tunjuk seluruh penghuni ruang guru lainnya.
"Problem?" tanya sang Norwegian dengan Troll Face.
'Stress gue lama-lama kalau begini jadinya!' batin Lance kesal dan langsung pergi.
"Oy, mau kemana?" tanya Mathias yang heran melihat Lance pergi.
"Kagak usah tau!" balas Lance yang masih kesal dan...
BRAAAAAAAAAK!
Pintu pun dibanting dengan keras sampai-sampai dinding di sekitarnya retak semua.
"Mau disusul?" tanya Garu yang agak tidak enak hati.
"Sebaiknya biarkan saja dia!" usul Luthias yang juga tidak enak hati.
Mereka semua pun mengangguk setuju dan permainan pun dilanjutkan kembali.
Tapi belum setengah jam, tiba-tiba ada yang kebelet.
"Gue ke toilet dulu, ya! Kebelet, nih!" ujar Hanzo tiba-tiba.
"Gue temenin, deh! Takutnya nyasar lagi, deh!" Mathias pun berdiri dan mereka pun pergi berdua.
"Mereka kagak bakalan 'begituan', kan?" tanya Jeanette agak parnoan.
"Ya kagak, lha! Secara Anko itu... Yah, tau sendiri deh!" balas Lukas sambil angkat bahu.
Di toilet...
"Jangan lama!" kata Mathias saat Hanzo masuk toilet.
Pria jabrik pun hanya bisa menyender di tembok selagi menunggu Hanzo, tapi mata birunya tak sengaja melihat sesuatu yang berwarna putih tergeletak di salah satu kursi di depan toilet. Begitu dia mengambil benda itu, sang Danish langsung terbelalak kaget.
"Benda ini kan..."
Sementara itu...
Sherantou fyuntou ni boonhorumutou, yutorando hantou mo orenchi
Luthias yang merasakan HP-nya berbunyi pun langsung mengeluarkannya dari saku celana dan melihat pesan yang masuk.
Lance masih belum balik? Gaunnya sama gue, nih!
"Hah?!" pekik Luthias kaget dan satu ruangan pun langsung menengok ke arahnya.
"K'napa, Green?" tanya Berwald.
Luthias hanya bisa memperlihatkan pesan di HP-nya dan mereka pun ikutan kaget, bahkan sebuah kalimat menggantung langsung keluar dari mulut Tino.
"Jangan bilang kalau Lance-kun..."
Kembali ke toilet...
"Kau yakin soal ini?" tanya Hanzo ketika mereka berdua berniat kembali ke ruang guru.
"Ja! Sebenarnya aku tau dia pergi kemana kalau sedang stress, tapi tidak bisa kuberitahu sekarang! Sebaiknya kita tunggu saja nanti malam!" jawab Mathias sambil menghela nafas.
Sore harinya di taman sekolah...
"Nasibku sial mulu perasaan..." gumam Lance sambil jalan dengan tampang lelah plus hanya pakai kaos kutang dan celana pendek. (Eh, apa kagak kedinginan tuh?)
Ketika melihat sebuah pohon, dia pun menghampiri sambil menyender di situ sambil bergumam lagi, "Mending aku tidur di sini aja..."
Alhasil, Lance pun tertidur dengan lelap. Saking lelapnya, dia sampai bermimpi menjadi pemain sinetron dalam film berjudul 'Ada Apa dengan Lance' dengan Emil sebagai pasangan mainnya.
Aih, manisnya~
Awalnya lagi apes, jadi akhirnya malah jadi kayak sinetron begini. #SAVEMISTERLANCE
Malam harinya...
"Kamu kagak liat Lance?" tanya Emil kepada Fiorel sebagai satu-satunya orang yang tak ikut permainan tadi siang.
"Dari tadi sore kagak ngeliat, tuh!" balas Fiorel sambil angkat bahu.
"Ice..." panggil Mathias dari belakang.
"Kenapa?" tanya Emil sambil menengok ke belakang.
"Ikut aku!" perintah pria jabrik itu sambil berjalan pergi dan Emil pun mengikutinya.
Di sebuah taman...
"Coba liat di sana!" Mathias menunjuk sesuatu di bawah pohon.
Emil pun mengamati arah yang ditunjuk sang Danish dan langsung sweatdrop mendapati sang Gunner yang dicarinya sedang tertidur di sana.
Ketika dicariin sang Uke tercinta, yang dicari malah tertidur di bawah pohon. #SAVEMISTERLANCE *AUTHOR TERLALU NGE-FANS SAMA LANCE!*
"Sepertinya dia kelelahan setelah kejadian hari ini..." gumam sang Icelandic sambil menghela nafas.
Mathias pun mengangguk setuju, kemudian menghampiri pemuda itu dan menggendongnya sambil berkata, "Sebaiknya kita biarkan saja dia beristirahat..."
Emil pun mengangguk setuju dan akhirnya mereka memindahkan pemuda berambut merah itu ke kamarnya.
Setelah Lance ditidurkan di kasurnya, mereka berdua pun pergi meninggalkan kamar pemuda itu. Tapi tanpa mereka sadari, dia tersenyum kecil dalam tidurnya.
Yah, setidaknya nasib Lance tidak selalu sial di akhirnya!
To Be Continue...
Special Omake: TTS Time and Icilcy Hidden Ability
Di suatu siang yang mainstream, para pengurus OSIS Heroes Gakuen sedang mencari kegiatan untuk mengusir bosan mereka.
"Bang, beli TTS!" teriak Exoray kepada seorang penjual koran keliling yang lewat di depan asrama.
"Mau model apa, dek?" tanya penjual koran itu.
"Memangnya ada model apa aja, bang?" tanya Daren bingung.
"Ada model dari lokal, dari mancanegara, bahkan dari kampung saya juga ada!" jelas penjual koran itu.
"Ya elah, bang! Itu mah bukan model TTS, tapi cover-nya doang! Wong paling isinya juga sama!" ujar Alexia sewot sambil mengambil sebuah TTS dengan cover yang kagak terlalu norak.
"Nah, harganya pun tergantung model! Yang lokal seribu peso, yang mancanegara lima ribu peso, dan yang dari kampung saya tuh agak mahal, dua puluh ribu peso!"
"Lha, kok yang model kampung mahal banget?" tanya Saphire heran.
"Soalnya mereka difotonya langsung jadi, beda sama yang udah beken dan banyak bajakan fotonya..."
"Bajakan atau kagak, yang penting bagus, bang!" timpal Vience sambil nunjukin sebuah TTS ber-cover bintang film yang berpakaian 'you know what i mean'.
Untung penjualnya kagak terlalu ngerti 'begituan', jadi dia kagak perduli dengan komentar Vience barusan.
"Tapi yang lebih penting itu isinya, dek! Dijamin bakalan mengasah otak!"
"Buktinya?" tanya Teiron penasaran.
"Di kampung abang, orang yang suka ngisi TTS ini, otaknya bisa ngiris daging, lho!"
Ih, kagak masuk akal banget, deh!
"Eh iya, TTS ini juga bisa buat ngurusin badan kan?" tanya Ikyo sambil melirik si Fire Mage kecil yang kayaknya kagak suka dikompori. (Note: Masih ingat kejadian di Chapter 28?)
"Oh, bisa juga kok! Kalau otak terkuras, lemak pun terkuras juga!" jelas si penjual koran sok tau.
"Terserah! Mau bikin otak tajam atau badan jadi kurus, yah bodoh amat dah! Saya beli satu!" seru Flamy sambil mengambil sebuah TTS tanpa melihat cover-nya dengan tampang sebal karena sukses dijahili Ikyo.
Tapi ketika mereka mau membayar...
"Kagak ada kembalian, dek! Gimana kalau saya nyanyi aja sebagai kembaliannya?" tawar si penjual koran yang udah mau nyanyi.
"Stop, stop! Kembaliannya buat abang aja! Kami ikhlas, bang! Udah sana!" usir Thundy dengan sadisnya.
"Makasih, dek! Semoga amalnya dibalas berlipat ganda!" balas si penjual koran sambil ngangkat tangan.
"Amin!" sahut seluruh pengurus OSIS serentak dan penjual koran itu pun pergi.
Ketika mereka mengisi TTS yang dibeli barusan, ternyata susah banget! Ngisi satu aja mesti pake nguras banyak pikiran dan nanya sana-sini!
Tapi, mereka kagak sengaja menemukan satu pertanyaan yang lucu: Apa warna pakaian dalam yang dipakai guru Ekonomi di sekolah Author? (Nah lho?)
Sementara itu, Icilcy lagi karaokean di kamarnya dengan speaker yang sangat membahana.
sekaiisan no kokuritsukouen, shinpiteki na koori no doukutsu, kuroi sunahama aoi onsen, mitai nara tsureteku kedo~
Dia pun terus berkaraoke ria sampai...
"Icy, lu ngapain dayo?"
Icilcy pun menghentikan acaranya dan menengok hanya untuk mendapati keberadaan Musket yang mangap lebar (karena melihat si pemuda Ice Mage yang biasanya bertampang dingin itu bisa nyanyi ala musisi ternama) di depan pintu kamarnya.
"Oh, lu ya..." Icilcy pun langsung kagok sendiri karena ketauan lagi karaokean.
"Gue kagak nyangka kalau lu hobi karaokean, dayo!" ujar Musket cengo.
"Cuma iseng doang! Ngapain ke sini?" tanya Icilcy.
"Gue bete, dayo! Makanya gue ke sini, daripada kagak ada kerjaan terus ngelamun dan kagak sengaja nelen lalat!" jawab pemuda Musketeer itu sambil mendaratkan pantatnya di atas kasur sang pemilik kamar.
"Mau karaokean bareng gue? Bisa ngilangin bete, lho!" tawar Icilcy.
"Gue kagak suka nyanyi, dayo!" tolak Musket. "Eh, tapi, suara lu keren juga! Kenapa kagak ikutan audisi aja?"
"Kagak usah! Gue nyanyi cuma buat seneng-seneng doang!" balas Icilcy menolak tawaran barusan.
"Sumpah deh, dayo! Suara lu keren banget, gue sampe heran kenapa lu bisa nyanyi sekeren itu!"
Keesokan harinya, Musket menyebarkan berita tentang hobi Icilcy ke seluruh pengurus OSIS lainnya dan tentu saja hal itu membuat mereka heran.
"Sejak kapan Icy suka karaoke? Perasaan dia kagak suka diajakin nonton konser!" tanya Saphire penasaran.
"Gue cuma iseng doang!" balas Icilcy agak risih.
"Iseng sih iseng, tapi suaranya kagak kalah sama musisi terkenal dayo!" timpal Musket rada nyeselin.
"Jangan-jangan lu mau jadi penyanyi lagi?" tanya Teiron.
"Asal nyablak aja lu!" sembur Icilcy sewot.
"Tapi kalau dipikir, Icy itu punya bakat terpendam, lho!" gumam Exoray sambil mikir.
"Apaan, sih?! Orang cuma iseng doang, kagak ngerti banget dibilangin!" bantah Icilcy kesal.
"Kalau lu mau, lu bisa kembangin tuh bakat! Kalau perlu ikutan lomba nyanyi aja sekalian, biar semua orang tau bakat lu!" usul Vience sok bijak.
"Kagak, makasih! Soalnya kalau gue nyanyi, entar satu panggung langsung membeku semua!" tolak Icilcy sambil berdiri dan berniat pergi. "Udah gitu ujung-ujungnya nanti dilemparin barang lagi! Ogah banget, deh!"
Pengurus OSIS lainnya pun hanya bisa menatap kepergian sang Ice Mage dengan tampang risih.
Omake End!
Prepare for Last Chapter, guys! GET READY FOR THE CLOSING PARTY! *plak!*
Abaikan saja!
Cerita yang dikatakan Luthfi itu terinspirasi dari sebuah foto FP Meme di FB! Well, aku bukan anak meme, tapi banyak yang kocak di situ! :3
Yah, hashtag itu tak sengaja dapet dari fic-nya Dissa! Kalau di fic-nya itu '#SAVEHAJILUBANG', di fic ini sengaja ane bikin '#SAVEMISTERLANCE' karena belakangan ini ane lagi keranjingan main EBF (Epic Battle Fantasy) di FB! ^^V
Kejadian gadoin makanan itu kisah nyata waktu ane mau makan tapi terpaksa gadoin kentang sama ayam bareng adek sepupu karena kagak ada nasi! Yah, begitulah! ^^a
Review! :D
