Title : Breath

Maincast : Kai

Naeun (Apink)

Support cast : Taemin, Kyungsoo

Lenght : Oneshoot

Genre : romance, sad, friendship, straight

Author : Bee

Seorang namja berkulit tan, bermata elang, berambut hitam, panggil saja dia Kai.

Namja ini terbangun dari tidurnya.

Ia berjalan malas menuju kamar mandi. Wajahnya tak bersemangat menatap dirinya pada cermin.

Namun dimenit kemudian, ia tersenyum simpul.

Setelah merapihkan diri dan terlihat sudah rapih dengan setelan kemejanya, ia segera pergi menuju suatu tempat.

"Annyeong sexy man..!"

Seru seorang gadis manis berambut hitam panjang bernama Naeun.

Ia menepuk bahu Kai yang terkejut karenanya.

"Dia bukan sexy man, tapi si item pesek!" Canda seorang namja mungil bermata bulat yang sejak tadi bersama Kai.

"Yak Kyung!" Timpal Kai pada sahabatnya tersebut. Kyungsoo.

"Kenapa kalian terlihat begitu lengket?" Cibir Naeun.

"Bukankah kami cocok?" Goda Kyung merangkul Kai.

"Kau cemburu padanya?" Sambung Kai menatap Naeun dengan senyuman yang menggoda iman.

"Ckckck...untuk apa aku cemburu!" Balas Naeun menjulurkan lidah.

"Kau tidak mengikuti kelas dance?" Tanya Naeun.

"Masih ada waktu beberapa menit lagi." Jelas Kai.

"Kalau begitu titipkan salamku pada Taemin sunbae ne..!" Pinta Naeun ber-aegyo.

"Pentingkah itu bagiku?"

"Kyung-ah! Kkaja.."

Kai berlalu begitu saja pada Naeun yang berdiri sedikit jengkel pada namja berkulit tan itu yang tiba-tiba menyebalkan. Kyungsoo menatap bingung pada kedua temannya ini. Ia pun langsung mengejar langkah Kai.

"Kenapa sikapmu selalu berubah saat berkaitan dengan Taemin sunbae?" Tanya Kyung.

"Yeoja itu tidak pernah sadar kalau aku menyukainya! Bahkan perasaan ini sudah lama.." Jelas Kai.

"M-wo? Kenapa kau tidak pernah cerita padaku?"

"Aku gengsi untuk mengatakannya!"

"Yak! Jika kau seperti ini terus, kau akan kalah dengan pretty boy itu."

"Berhenti memujinya! Kau dan Naeun sama saja." Desis Kai.

"Aku tidak tau harus berkata apa tentang ini, tapi hanya satu saran untuk mu-"

"Katakanlah padanya! Sebelum menyesal." Ujar Kyung pergi meninggalkan Kai yang terdiam.

Saat Kai tiba di kelas dance yang sudah sepi, namun ia mendapati Taemin. Namja manis, cantik, dan berkulit putih mulus, tak salah orang menjulukinya pretty boy.

Tapi pandangan Kai bukan pada Taemin, melainkan Naeun yang terlihat nyaman saat berdua dengan preety boy itu.

"Kau membolos?" Tanya Naeun memandang Kai yang berjalan menuju loker ruangan tersebut.

"Bukan urusanmu!" Jawab Kai dingin.

"Ternyata aku tau siapa dancing machine yang sesungguhnya.."

"Lee Taemin sunbae!" Lanjut Naeun.

Kai membanting pintu loker saat mendengar nama itu lagi. Taemin dan Naeun pun tersentak dibuatnya.

"Kau ada masalah Kai? Sepertinya mood mu tidak bagus." Ucap Taemin mendekati Kai.

"Kau benar! Well, sebaiknya aku pergi dari sini."

Kai berlalu cepat meninggalkan Naeun dan Taemin yang bingung.

"Kau tidak bersamanya?" Tanya Naeun pada Kyung yang sibuk makan.

"Sepertinya dia tidak kuliah hari ini."

"Kau tau? Akhir-akhir ini sikapnya aneh. Dia jarang berbicara, jarang tertawa lepas, dan cuek." Lanjut Kyung.

"Dan ku lihat kau semakin dekat dengan Taemin sunbae.."

"Ahh...kami hanya senang mengobrol saja!" Sanggah Naeun.

Tiba-tiba ponsel gadis itu bergetar menerima pesan dari-Kai.

'Datang ke taman komplek nanti sore'

Gadis ini menggerai rambutnya bebas, dihiasi sebuah bandana pita merah yang memberi kesan imut. Ya, Naeun siap untuk menemui Kai.

'Kenapa anak itu ingin bertemu seperti ini?'

Pikirannya selalu bertanya sepanjang jalan. Dan sepanjang itu pula dia begitu berdebar.

"Kai-ya!" Panggilnya pada sosok namja tampan dan cool yang masih setia menunggunya.

Kai menoleh dengan tatapan datar.

"Kenapa kau ingin kita bertemu disini?"

"Bagaimana hari-harimu sekarang bersama-Taemin sunbae?"

"M-mwo?"

"Aku mendengar ucapan mu padanya saat di kelas dance."

"Ucapan apa?"

"Tentu saja tentang kau yang menyukainya!"

"Sepertinya kau sudah tak membutuhkan ku lagi, tapi aku senang sebelum keberangkatan ku ke kanada, kau tidak sendiri."

"M-MWO?" Kejut Naeun.

"Besok aku akan ke kanada untuk kuliah ku yang lebih baik."

"Sepertinya sudah cukup pembicaraan kita. Sampai bertemu di masa depan!"

Setelah menjelaskan semuanya, Kai pergi meninggalkan Naeun yang mematung. Bahkan gadis itu tak sadar kalau Kai mengacak lembut puncak rambutnya dan mengecup keningnya sekilas sebelum namja itu pergi begitu saja.

'Saranghae' batin Kai.

"Kenapa saat aku kembali, kau pergi dariku? Bahkan begitu jauh." Lirih Kai sekarang berada di tempat kremasi, berdiri tepat pada debu dan foto Naeun yang terpampang.

"Bukankah sudah ku bilang, kau harus mengatakannya sebelum terlambat!" Ucap Kyung menepuk lembut bahu Kai.

"Kau tau? Sejak kepergianmu ke kanada, Naeun begitu terlihat buruk. Dan kau menyangkanya kalau dia menyukaiku? Dia sangat kecewa dengan pikiranmu itu!"

"Apa yang kau dengar di kelas dance saat itu, dia sedang berlatih untuk mengatakan suka padamu. Setiap dia bersamaku, dia selalu membicarakanmu. Dia sangat mengagumi mu dan sangat mencintaimu." Jelas Taemin.

"Dia selalu memikirkanmu Kai..! Saat dia membaca surat cintamu, dia benar-benar seperti orang gila. Menangis, kemudian tersenyum."

"Dia sakit untuk waktu lama. Karena tidak mau makan dan minum. Hingga ia kekurangan berat badannya drastis yang mengakibatkan dia meninggal."

Penjelasan semua itu membuat Kai semakin terpuruk. Air matanya sudah tak terbendung.

"Ini dari Naeun, bacalah!" Ucap Taemin memberinya sebuah surat.

Ini aku, sudah lama bukan?

Semua ini sungguh terlalu berat,

Tapi membiarkanmu pergi hanya meninggalkan penyesalan

Nafas berat mewakili perasaan ini

Semua terlalu mengejutkan,

Sampai tidak ada satu katapun yang ku ucap

Hanya terdiam, dengan menggenggam hati yang berdebar ini

Apa kau mengalami banyak kesulitan?

Dimana sekarang?

Terlalu banyak kata yang ingin aku katakan

Tapi aku tidak bisa mengatakan semua itu

Aku mengatakan semua baik baik saja,

Menghibur hati yang sebenarnya terluka

Ketika aku mengingat masa lalu,

Dimana kita begitu bahagia,

Terlintas dalam benak, seharusnya kita tidak berpisah

Ketika air mata ini mengalir

Semua kenangan kembali teringat

Dan aku tidak tahu harus melakukan apa

Semua terlalu menyakitkan,

Aku yang selalu saja memikirkanmu

Semuanya semakin menyakitkan

Tolong izinkanlah aku, Setidaknya mendengar hembusan nafasmu

End

A/N : Kai memang ditakdirkan hanya untuk Kyungsoo seorang... :'v

Entah kenapa akhir-akhir ini mimin Bee lagi pengen nulis ff baper. :v

*review

*tinggalkan jejak

Jangan lupa add id Kpop fanfic di Line messenger id: knq4411u