DISCLAIMER: Ojamajo Doremi © Toei Animation, 1999-2004. Ojamajo Doremi 16, Ojamajo Doremi 16 Naive, Ojamajo Doremi 16 Turning Point & Ojamajo Doremi 17 (light novel) © Kodansha, 2011-2013. Tidak ada keuntungan komersial sepeserpun yang saya dapatkan dari fic ini, dan semua lagu yang judulnya tercantum dalam fic ini juga bukan punya saya.

Catatan Author: Tiba di chapter 29!

Nah, chapter yang satu ini akan menceritakan tentang reuni kedua dari Doremi dkk di SD Misora (di Ojamajo Doremi 16 dijelaskan kalau mereka akan reunian lagi lima tahun setelah reuni yang diadakan saat itu, dan reuni yang satu ini nih, yang mau saya ceritakan disini). Apakah akan ada kejutan disini? Just find out here.

.

Intro: Di suatu hari, di bulan April tahun 2011…

Dua orang pemuda berjalan menerobos malam menuju ke sebuah rumah yang berada di tengah sebuah perumahan kecil. Seorang diantaranya yang berambut hijau membopong temannya yang berambut biru, yang berjalan disebelahnya dengan susah payah dan agak pincang.

"Kalau kau cedera begini, harusnya kita naik mobil," gerutu Masaru dingin, "Letak perumahan ini memang sangat dekat dengan stasiun, tapi sia-sia saja kalau kakimu sedang cedera begini, Kotake."

"Yah, tidak apa-apa kan, kalau aku merepotkanmu sedikit?" balas Kotake, "Lagipula, sia-sia saja kalau kita bawa mobil. Toh, besok kita semua akan berangkat naik bus MAHO-Do."

"Terserah kaulah," Masaru menghela napas.

Saat mereka sampai di depan rumah yang mereka tuju, mereka bertemu dengan tiga orang pemuda lainnya yang juga baru tiba disana.

"Hey, kenapa kalian berdua ada disini?" tanya Kotake kepada dua dari tiga pemuda itu, "Apa akhirnya kalian memutuskan untuk tinggal 'disini'?"

"Yah, begitulah," jawab salah satunya yang berambut blonde gondrong yang diikat.

"Semua ini kami lakukan demi cinta kami kepada mereka," sambung yang satunya yang berbaju merah.

"Tapi ngomong-ngomong, kau siapa?" tanya Masaru kepada pemuda berambut tan yang berdiri disebelah si baju merah, "Kenapa kau kemari?"

"Oh, hi!" sapa pemuda itu, "I'm Momoko's nearest friend."

.

(Opening Song 'Ojamajo Girlband': 'Egao no Mirai he' by MAHO-Do – Original Version by Yuki Matsuura)


Ojamajo Girlband

.

The Second Reunion


Kotake, Masaru, Leon, Tooru dan Steve kemudian bergegas menuju ke halaman rumah tersebut, dan setelah menunggu selama beberapa menit, mereka akhirnya dipersilakan masuk ke dalam rumah tersebut oleh lima orang gadis yang tinggal didalamnya.

Tanpa mereka sadari, seorang lelaki paruh baya mengamati mereka dari kejauhan. Dari semua peralatan yang dibawanya terlihat bahwa lelaki itu adalah seorang wartawan, dan dari ekspresi wajahnya terlihat bahwa orang itu… sedang menyimpulkan sesuatu yang buruk.

'Jangan bilang kalau di malam hari, mereka…' pikirnya, 'Ini akan jadi berita yang sensasional.'

Sementara itu, kelima pasangan yang tadi memasuki rumah tersebut sudah berada di ruang tamu, sedang berbincang-bincang tentang apa yang akan mereka lakukan esok harinya.

"Ya ampun, Tetsuya. Seharusnya kau bilang padaku, kalau kakimu ini sedang cedera," protes Doremi, "Lagipula, kau tidak harus datang ke reuni besok."

"Yah, habisnya aku sudah berjanji pada diriku sendiri, kalau di reuni kali ini, aku ingin mendatanginya bersamamu," sahut Kotake, "Aku ingin reuni kali ini akan jadi lebih baik dari reuni lima tahun yang lalu."

"Benar juga ya?" Doremi tersenyum kecil, "Tapi… kalau kakimu cedera begini…"

"Sudahlah. Kau tidak perlu membicarakan tentang kakiku lagi, Doremi. Lagipula, ini hanya cedera ringan saja kok," ujar Kotake, mencoba menenangkan hati kekasihnya itu, "Kurasa… besok juga cedera kakiku ini akan sembuh."

"Oh, baiklah… Kalau kaupikir kau akan baik-baik saja besok."

Masaru lalu berkata kepada Steve, "Kelihatannya, hanya aku saja yang baru bertemu denganmu hari ini. Selama hampir dua tahun ini, jadwal kuliahku di luar negeri memang sangat padat sekali."

"Ah, tidak apa-apa," sahut Steve dengan ramah, "Setidaknya, kita bisa bertemu hari ini. Senang bisa berkenalan denganmu, Masaru."

"Aneh juga. Aku sudah kenal dengan Steve tapi masih belum tahu kalau Leon dan Tooru tinggal disini lagi – Ningenkai," Kotake menggeleng, "Kenapa selama lebih dari setahun ini, kalian tak pernah sekalipun menonton pertandinganku bersama yang lainnya?"

"Maafkan kami, Kotake," ujar Leon, "Habisnya, pertandinganmu selalu diadakan saat kami sedang tidak bisa menontonnya secara langsung, jadi… mau bagaimana lagi?"

"Tapi ngomong-ngomong, apa yang sedang kalian lakukan disini?" tanya Masaru, "Aku dan Kotake kan sengaja ingin menginap disini supaya kami bisa ikut berangkat ke reuni bersama dengan Fujiwara dan yang lainnya. Kenapa kalian juga…"

"Mereka memang bukan alumni SD Misora, tapi itu bukan berarti mereka tidak bisa ikut kita ke reuni kan?" jawab Onpu, "Aku sudah tanya ke panitia reuni, dan mereka bilang kita bisa mengajak mereka kesana."

Gadis berambut ungu itupun menghela napas dan menambahkan, "Setidaknya, aku bersyukur karena kali ini, aku bisa datang kesana. Kalian tahu sendiri kan, kalau aku tak bisa datang ke reuni lima tahun yang lalu?"

"Aku juga tidak bisa datang saat itu," sahut Momoko, "Tapi syukurlah, kali ini, aku bisa datang kesana bersama dengan kalian semua."

"Pasti reuni kali ini akan seru sekali," ujar Doremi yang kemudian menghela napas, "Kalau saja ikat rambutku masih belum rusak sekarang… Pasti aku masih bisa bernostalgia dengan cara mengikat rambutku lagi seperti dulu."

"Tapi kan kau masih bisa mengikatnya dengan ikat rambut barumu, atau dengan pita rambut yang baru saja kaubeli," sahut Hazuki, "Model rambut yang sama bukan berarti harus diatur dengan ikat rambut yang sama kan?"

"Benar juga ya," timpal Doremi, "Kalau begitu… khusus besok, aku akan mengikat rambutku seperti yang biasanya kulakukan dulu."

"Kalau setelah besok kau masih ingin mengikat rambutmu seperti itu juga tidak apa-apa, Doremi-chan," komentar Aiko, "Semua orang kan juga tahu kalau gaya rambutmu itu hampir selalu menjadi ciri khasmu."

"Kurasa tidak perlu seperti itu, Ai-chan," Doremi menggeleng, "Kelihatannya, aku sudah terbiasa mengenakan bando yang kalian buat. Aku hanya akan mengikat rambutku besok."

"Jadi, apa kalian sudah menyiapkan kamar untuk kami?" tanya Tooru, "Disini ada kamar tamu kan?"

"Ya, tapi masalahnya hanya ada tiga kamar tamu disini," sahut Onpu, "Harus ada beberapa diantara kalian yang berbagi kamar."

"Baik. Kalau begitu, aku akan sekamar dengan Tooru-kun," simpul Leon, "Biar Kotake-kun sekamar dengan Yada-kun dan Steve menempati kamarnya sendiri."

"Seperti di dorama kita dulu saja," sahut Kotake sambil mengernyitkan dahi, "Yah, baiklah. Kurasa idemu bagus juga."

"Steve, kau tidak apa-apa kan, kalau harus tidur sendiri di kamarmu?" tanya Momoko yang sedikit merasa tidak enak dengan kekasihnya itu, "Habisnya, satu kamar tamu hanya bisa ditempati maksimal oleh dua orang."

"Setidaknya, aku masih beruntung karena masih ada sisa kamar untukku," jawab Steve penuh pengertian, "Don't you worry, Momoko. I don't mind if I should stay in that room alone."

"Syukurlah kau mengerti," Momoko tersenyum lega, "Thank you so much, Steve."

.O.

Keesokan paginya…

"Kalian sudah siap?" tanya Doremi saat ia keluar dari kamarnya dan menuruni tangga, menghampiri kesembilan orang yang sudah menunggunya disana, setelah sebelumnya ia mempersiapkan dirinya, termasuk diantaranya mengikat rambutnya seperti apa yang sering dilakukannya dulu, "Kurasa kita harus berangkat sekarang juga."

"Baik. Kalau begitu, biar aku yang mengemudikan bus," ujar Aiko, "Kalian bisa duduk santai dibelakang.

"Biar aku saja yang mengemudi, Ai-chan," sahut Leon sambil berjalan melewati gadis berambut biru itu dan merebut kunci bus MAHO-Do dari tangannya, "Sekali-sekali, biarkan bus kalian disupiri oleh orang lain selain kalian."

"Kau benar-benar bisa mengemudikannya?" tanya Aiko dengan nada sarkastik, "Memangnya kau sudah punya SIM?"

"Tsk tsk tsk," Leon mengayunkan telunjuk tangan kanannya, "Asal kau tahu saja, Ai-chan. Sebelum aku dan Tooru-kun pergi kesini kemarin, kami memutuskan untuk mengurus pembuatan SIM kami, dan kami berhasil."

Leon lalu menyodorkan sesuatu yang diambilnya dari dalam saku celana panjangnya kepada Aiko, "Ini buktinya."

"Oh, baiklah," Aiko menghela napas, "Tampaknya kau sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat."

Merekapun memasuki bus MAHO-Do dan bergegas menuju ke SD Misora, tempat diadakannya reuni hari ini.

Setibanya mereka disana, mereka berpencar. Leon, Tooru dan Steve yang bukan merupakan alumni sekolah itu memutuskan untuk menunggu yang lainnya di ruang serbaguna, sementara yang lain memasuki ruangan kelas yang mereka tempati saat masih bersekolah disana – Doremi, Kotake, Masaru dan Momoko memasuki kelas 6-1 sementara Hazuki, Aiko dan Onpu memasuki kelas 6-2.

"Untung kali ini, aku tidak terlambat datang," Doremi menghela napas lega, "Tidak seperti lima tahun yang lalu…"

"Ya, dan aku juga senang karena kali ini, kita bisa berangkat kesini sama-sama," sahut Kotake, "Kalau saja aku bisa lebih cepat mengambil keputusan…"

"Oh, ayolah Tetsuya. Jangan ungkit-ungkit masalah itu lagi," keluh Doremi, "Yang sudah berlalu biarkan saja berlalu. Sekarang waktunya kita menatap masa depan."

"Baiklah…" Kotake akhirnya tersenyum, "Semua itu memang sudah berlalu, dan sekarang, biar semua orang tahu kalau hubungan kita sudah mencapai tahap yang serius – sebentar lagi kita akan menikah."

"Bicara soal kedatangan, kurasa sebentar lagi Seki-sensei akan datang kemari," ujar Masaru sambil menoleh kearah sebuah jam dinding di dalam kelas itu yang telah menunjukkan waktu pukul sebelas kurang lima menit, "Lima menit lagi acaranya akan dimulai."

"Aku benar-benar tidak sabar," kata Momoko, "Rasanya… menyenangkan sekali bisa datang kesini tahun ini."

Percakapan mereka kemudian diinterupsi dengan kedatangan beberapa teman mereka dan juga guru mereka saat mereka bersekolah disana, Seki-sensei.

Hampir mirip seperti lima tahun yang lalu, mereka semua duduk membentuk formasi semi-lingkaran lalu menyebutkan apa saja yang telah mereka raih sekarang dan juga, apa yang menjadi kegiatan mereka saat ini.

"Seperti yang telah kalian tahu, sekarang aku tinggal di Tokyo dan bergabung di MAHO-Do – sebuah girlband – bersama dengan Doremi-chan, Hazuki-chan, Ai-chan dan Onpu-chan, dan…" Momoko sebagai orang yang memiliki nomor absen pertama memulai sesi cerita, "Saat ini, aku sedang berusaha untuk menjadi pattissier yang handal. Karena itulah, aku akan melanjutkan kuliahku ke sebuah perguruan tinggi yang ternama diluar negeri, sesaat setelah kontrak kerjaku sebagai MAHO-Do selesai."

Setelah itu, para alumni lain juga ikut bercerita secara bergantian, sesuai dengan urutan nomor absen mereka saat masih belajar di kelas itu, hingga tiba giliran Kotake untuk bercerita.

"Yah, kalian bisa lihat sendiri apa yang terjadi padaku sekarang. Akhirnya aku bisa mewujudkan impianku selama ini untuk menjadi pemain bola, dan juga – tentu saja, berlaga di J-league… dan semua itu bisa terjadi bukan hanya karena usaha dan kemauanku yang keras, melainkan juga…" manik sapphire pemuda itu sempat menyorot kearah seorang gadis yang duduk disebelahnya sebelum akhirnya ia menambahkan kata-katanya, "Karena dukungan dari orang yang kucintai."

Doremi membalas tatapan Kotake dan tersenyum, mengetahui bahwa apa yang dimaksud oleh pemuda itu adalah dirinya sendiri.

"Ah, kelihatannya, ada sedikit urusan pribadi yang dikemukakan disini," sang guru juga ikut tersenyum mendapati bahwa hubungan kedua muridnya yang dulu sering bertengkar menjadi semakin dekat dan mulai menuju ke tahap yang serius, "Selanjutnya…"

Acara pun kembali berlangsung seperti tadi, sampai waktunya sang gadis berambut merah yang duduk disebelah Kotake untuk bercerita.

"Mungkin, apa yang kulakukan saat ini tidak jauh berbeda dengan apa yang Momo-chan lakukan saat ini, karena kami memang sedang tergabung di MAHO-Do, tapi bedanya… aku menaruh minat kepada hal yang menurutku jauh lebih penting. Hal yang selama ini kusukai tanpa kusadari sedikitpun. Hal yang bisa dibilang baru kutemukan ada dalam diriku, dan…" gadis itu berpikir sebentar, "Memang hal yang satu itu adalah hal yang sangat penting bagi sebagian besar orang yang ada di dunia ini, karena itulah, ketertarikanku pada hal ini semakin lama semakin bertambah besar."

"Baiklah…" sang guru menghela napas, "Jadi, hal apa itu, Harukaze."

Doremi tersenyum, "Itu adalah…"

.O.

Sementara itu, di ruang serbaguna…

"Duh, kapan mereka akan kesini?" tanya Leon agak tidak sabar, "Memangnya acara reuni harus seperti ini ya?"

"Sabarlah kawan," sahut Tooru yang mencoba menenangkan Leon, "Mereka kan sudah lama tidak bertemu dengan teman sekelas mereka masing-masing, jadi wajar saja kalau kegiatan berkumpul di kelas membutuhkan waktu yang agak lama. Nanti juga mereka akan kesini untuk berkumpul dan berkaraoke bersama, Leon-kun."

"Tapi… apa mereka tidak makan siang?" tanya Steve kepada Leon dan Tooru, "Di ruangan ini, mereka hanya kumpul-kumpul dan karaoke saja?"

"Entahlah. Aku dan Leon-kun saja hanya mengetahuinya dari penjelasan yang diutarakan oleh Doremi-chan, Hazuki-chan dan Ai-chan kemarin," jawab Tooru sambil mengangkat bahu, "Aku tidak mengetahuinya dengan pasti, apa disini mereka juga akan makan siang atau tidak."

"Kalau saja sekolah tempat kita belajar di Fukui pernah mengadakan acara seperti ini," Leon menghela napas, "Aku yakin, para penggemar kita disana pasti akan kembali mengerubungi kita dan bertanya yang macam-macam kepada kita. Kau tahu sendiri kalau kita sangat populer di sekolah itu, Tooru-kun."

"Apa hubungannya dengan kepopuleran kita disana?" Tooru mengernyitkan dahi, "Kupikir kau mau bilang kalau… 'Kalau saja sekolah itu mengadakan acara reuni dan kita diundang, kita sendiri pasti akan bisa merasakan bagaimana rasanya bertemu dengan teman-teman seangkatan kita disana…', tapi ternyata, omonganmu malah menyasar kemana-mana…"

"Aku hanya bosan," sahut Leon, "Kenapa mereka semua tidak langsung berkumpul disini saja? Lagipula… mereka hanya terdiri dari dua kelas, jadi kenapa mereka…"

"Mungkin supaya mereka bisa bernostalgia dengan suasana kelas yang mereka tempati dulu," ujar Steve menimpali, "Kalau mereka langsung berkumpul disini, mereka tidak bisa bernostalgia mengenai kelas mereka masing-masing."

"Kau benar juga sih," si rambut blonde kembali menghela napas, "Tapi kenapa harus selama ini?"

"Jangan berlebihan, dude. Ini baru setengah jam dan kau berkata seolah-olah sudah dua belas jam mereka berada di kelas-kelas itu," Steve kembali menyahut, "Paling-paling mereka akan keluar setengah jam lagi."

"Oh, baiklah Mr. Penyabar. Mungkin aku harus belajar sabar darimu…" balas Leon, "Kalau setengah jam lagi mereka masih belum keluar dari kelas-kelas itu juga, aku akan mendatangi mereka semua disana."

"Kuharap itu takkan terjadi…" ujar Tooru.

"Leon really gets mad…" tambah Steve.

Keduanya menghela napas.

Steve memang bukanlah salah satu dari anggota FLAT 4, tapi sejak pertama kali ia bertemu dengan Leon dan Tooru, ia mencoba untuk menyesuaikan diri dengan keduanya, dan hasilnya pun tak buruk. Hubungan mereka sudah seperti sahabat sejak lama saja, walau tentunya, Steve belum tahu tentang rahasia besar Leon dan Tooru yang sebelumnya adalah seorang mahotsukai sejak mereka lahir.

Mereka kemudian memutuskan untuk tidak mengatakan sepatah kata pun lagi, merasa bahwa lebih baik mereka menunggu dengan tenang sampai yang lainnya keluar dari kelas-kelas tempat mereka berada dan menghampiri ketiga pemuda tersebut di ruang serbaguna tempat mereka menunggu sekarang.

Waktupun berlalu dengan sangat cepat, sampai akhirnya tujuh orang yang mereka tunggu pun keluar dari kedua kelas itu dengan wajah yang lebih cerah, berjalan menuju ke ruang serbaguna bersama dengan alumni SD Misora lainnya yang juga mengikuti acara reuni tersebut.

"Jadi… bagaimana reuni di kelas kalian masing-masing?" tanya Tooru kepada mereka bertujuh, "Apa semuanya berjalan lancar?"

"Reuni di kelas 6-2 berjalan dengan sangat baik," jawab Onpu, "Kelihatannya semua orang di kelas kami sudah tidak ragu lagi memilih apa yang mereka inginkan untuk masa depan mereka."

"Di kelas 6-1 juga… sangat menyenangkan," tambah Doremi, "Kelihatannya, kekompakan diantara kami semua masih sangat terjaga."

"Ya, semua orang bahkan kagum padamu, Harukaze," ujar Masaru, "Apalagi, saat kau mengutarakan keinginanmu dan rencana masa depanmu untuk mewujudkannya."

"Memangnya hal itu segitu besarnya ya?" sahut Doremi malu-malu, "Itu memang hal yang penting buatku, tapi bagi sebagian orang…"

"Hei, justru hal itu membuatku semakin bangga padamu, Doremi," potong Kotake, "Yah, berhubung sesi karaoke sudah dimulai, bagaimana kalau sekarang kita bernyanyi duet?"

"Eh? Tetsuya…" pipi gadis itu semakin merona, "Apa kita harus menyanyi sekarang juga? Aku… masih ingin mengobrol dengan yang lain."

"Ah, tidak tidak. Pokoknya kali ini kalian harus bernyanyi," ujar Aiko yang kemudian mendorong Doremi dan Kotake ke tengah ruangan, "Lima tahun yang lalu kan, hanya Kotake yang menyanyi, dan sekarang… waktunya kalian menyanyi duet."

Didorong seperti itu, tentu saja Doremi tidak bisa melawan. Ia menghela napas dan akhirnya berkata, "Baik, tapi setelah ini, kau dan Leon-kun juga harus menyanyi duet ya?"

"Ah, itu urusan gampang. Pokoknya sekarang, kalian menyanyi saja dulu."

"Baiklah. Baiklah."

Setelah Aiko berjalan kembali ke tempat para sahabatnya yang lain berada, Doremi dan Kotake mulai bernyanyi.

(Song in Karaoke: 'You're Just My Love' by Kotake Tetsuya and Harukaze Doremi – Original Version by Mitsuishi Kotono and Furuya Tohru)

"Pilihan lagu mereka tepat juga…" komentar Aiko, "Lagu ini memang cocok untuk mereka."

Sang gadis tomboy menempatkan kedua tangannya dibelakang kepalanya, "Padahal aku hanya menyuruh mereka untuk berduet, bukan berarti aku berharap mereka menyanyikan lagu yang lumayan romantis seperti ini."

Hazuki tersenyum, "Itu artinya perasaan cinta diantara mereka berdua sekarang sudah semakin kuat. Baik Doremi-chan maupun Kotake-kun sekarang sudah benar-benar tidak bisa dipisahkan satu sama lain."

Mereka terus saja memperhatikan gerak-gerik Doremi dan Kotake saat menyanyi duet, dan saat mereka selesai menyanyi, Aiko pun mengerti apa yang harus dilakukannya. Iapun mengajak Leon menuju ke tengah ruangan untuk berkaraoke.

Tanpa disadari, acara reuni pun berakhir. Semua orang disana sepakat untuk terus melaksanakan reuni tiap lima tahun sekali, dan seperti reuni lima tahun yang lalu, mereka semua berfoto bersama sebelum akhirnya bergegas pulang ke rumah masing-masing. Kelima pasangan kekasih itupun memutuskan untuk kembali ke Tokyo, dimana permasalahan baru sudah menunggu mereka…

.

(Ending Song 'Ojamajo Girlband': 'Zutto Friend' by MAHO-Do – Original Version by Nakatsukasa Masami)


Catatan Author: Finally, saya bisa bikin chapter yang lumayan panjang lagi disini…

Buat yang belum tahu, lagu yang saya pakai di bagian karaoke di chapter ini adalah salah satu lagu dari salah satu Memorial Song Box dari Sailor Moon – jelas bukan punya saya, dan waktu saya denger lagunya, entah kenapa saya langsung ngebayangin gimana rasanya kalau yang nyanyi lagu itu Doremi dan Kotake… it should be so sweet. X3

Yah, setelah ini memang masih ada masalah yang menunggu Doremi dkk, tapi masalah itu sebenarnya nggak terlalu besar dan masih bisa mereka hadapi. Masalah apakah itu? Readers bisa cari tahu di chapter depan!