Ia terus melangkah dengan lucu kesuatu tempat.
Dan ya, langkahnya memasuki sebuah kebun yang sepi. Bahkan sudah malam seperti ini.
Anak kecil ini mendengar tangisan bayi dengan sangat jelas karena telinganya yang lebar.
Ia melangkah mencari tangisan tersebut. Hingga ia terdiam dan terkejut, bahkan merasa ketakutan ketika mendapati pemandangan yang mengerikan.
Ya, ia melihat seorang ayah bersama sosok berjubah hitam. Dan lebih mengenaskan lagi, ia melihat bagaimana ayah itu terbunuh oleh sosok tersebut yang tiba-tiba menghilang.
Anak laki-laki ini mendekati seorang balita yang terbungkus selimut. Ia menatap balita itu dengan wajah datarnya.
Balita itu masih terus menangis, hingga dengan lugunya, anak laki-laki ini mencoba untuk mengusap kepala teman kecilnya itu.
Dan tak lama kemudian, beberapa orang datang melihat dua anak dengan seorang pria yang tewas.
"Chanyeol-ah..."
Merasa terpanggil, anak itu menoleh dan mendapati orang tuanya yang menghampiri.
Ya, anak kecil itu adalah Park Chanyeol. Dan semenjak kejadian itu, entah kenapa Chanyeol selalu mendapat mimpi seorang ahjussi yang ia temui di kebun itu.
'Tolong lindungi dia.'
'Kau harus menjadi penyelamat Baekhyun.'
Dua kalimat itu selalu terbayang di pikiran Chanyeol hingga akhirnya ia kembali di pertemukan Baekhyun pada masa kuliah.
"M-mwo? J-jadi selama ini..." Baekhyun masih tak habis pikir dengan semua cerita dari Chanyeol.
"Aku tidak tau apakah aku indigo sepertimu atau tidak. Tapi kejadian itu selalu terekam olehku."
"Aku benar-benar mengingatnya dengan jelas."
"Dan sejak itu aku merasa seperti ada yang mengikutiku. Dia selalu memintaku untuk melindungimu."
"Kau tidak bisa melihatnya?" Tanya Baekhyun yang merasa heran karena dia pun tidak melihat apapun dari Chanyeol.
"Aku hanya melihatnya yang selalu datang ke mimpiku. Dia ayahmu."
"Sepertinya aku paham sekarang Yeol."
"--mungkin karena kau ada di kebun itu dan menemuiku, ayahku merasa lewat dari dirimu, ia dapat melindungiku. Bukankah selama ini kau selalu melindungiku dan menyelamatkanku?" Pikir Baekhyun.
"Ya, karena kejadian kemarin malam, aku dapat memahami semuanya. Tentang masa lalu yang masih terhubung masa sekarang." Balas Chanyeol.
"Bagaimana bisa kau melawan iblis itu? Bahkan aku saja tidak bisa."
"Karena ayahmu selalu berbisik jangan takut. Jika kita takut mereka akan semakin mengendalikan pikiran kita. Dan kau tau?"
"Apa?"
"Aku menggunakan cara ayahmu yang melumpuhkan iblis itu."
"Ye?"
"Aku masih ingat saat gelang doa itu terikat di tangan iblis itu. Dan ya gelang doa itu sama seperti yang kita punya. Tak hanya itu, aku tak sengaja melihat buku yang menunjukan kalau gelang doa dapat melumpuhkannya."
"Sepertinya kau lebih hebat dariku Yeol."
"Ada satu hal lagi."
"Katakanlah semuanya padaku." Baekhyun semakin mendekatkan dirinya di hadapan Chanyeol.
"Kau pernah bermimpi. Aku merasa seperti berada di posisi ayahmu."
"Aku berada di sebuah rumah yang gelap dan dingin. Aku masuk ke sebuah ruang bawah tanah. Dan mendapati sosok jubah hitam yang terduduk diam."
"Aku mengambil satu buku dan menulis sesuatu disana. Hingga sosok itu mulai bergerak mendekatiku."
"Dengan cepat aku berlari keluar dan selamat dari sosok tersebut. Hingga aku ke kamar lantai atas yang terdapat lambang bintang."
"Entah kenapa aku mencoret-coret dinding itu dengan beberapa kalimat."
"Mwo? Jadi apakah semua petunjuk itu ayahku yang membuatnya?"
"Mungkin. Dan kebodohanku terjawab saat mendapati kejadian kemarin. Ya, semua teka-taki yang ada di otakku sudah terjawab."
"Sekarang, apakah kau masih bermimpi ayahku?"
"Ya, semalam. Dia hanya mengatakan padaku untuk membuatmu bahagia." Chanyeol menatap lekat wajah namja mungil itu.
"Ckck apakah ini hanya ucapan manismu saja eoh?"
"Aigooo...aku benar Baek! Dan kau tau? Sepertinya sejak kecil ayahmu menjodohkan kita." Chanyeol menahan tawanya yang membuat perutnya terasa geli.
"Aku iri denganmu Yeol."
"Mwo? Wae?"
"Kau selalu bermimpi ayahku. Sedangkan aku? Aku selalu bermimpi hal-hal menyeramkan."
"Jika kau bertemu ayahku, katakan padanya, Byun Baekhyun akan baik-baik saja selama Park Chanyeol selalu di sisinya."
Chanyeol merasa telinganya panas mendengar ucapan manis itu.
"Omo...manis sekali." Chanyeol mencubit gemas pipi Baekhyun.
"Itu untuk appa, bukan untukmu!"
Tak tahan dengan kekasih mungilnya ini, Chanyeol menariknya hingga mata mereka saling bertemu dan mengunci pandangan masing-masing.
"Akan ku sampaikan ucapanmu padanya." Bisik Chanyeol bahkan gerakan bibirnya menyentuh bibir Baekhyun.
Namja mungil itu hanya membalasnya senyuman manis hingga kedua mata menyipit lucu.
Chup~
Ya, Chanyeol mendaratkan bibirnya pada bibir Baekhyun yang sudah menjadi candu baginya.
Keduanya saling melumat dan menyalurkan perasaan mereka lewat ciuman manis ini.
Baekhyun masih tak percaya jika Chanyeol menyimpan sesuatu yang sama sekali tak ia ketahui.
Mereka di pertemukan sejak kecil, walau harus terpisah karena keluarga Chanyeol pindah rumah.
Dan lewat indigo, mereka di pertemukan kembali hingga berakhir di persatukan.
*indigo Byun*
terima kasih buat kalian yang menyukai ff ini
maaf kalau selera horornya garing :')
dan ya, terjawab sudah di epilog ini
udah ending ya.
pai pai~
