Boku wa Exorcist
.
.
.
Disclaimer : Vocaloid milik Crypton Future Media dan Yamaha Corp yang punya.
Warning : Penjelasan panjang x lebar x tinggi, Typo, alur cepat.
.
Chapter 28
Miku, Rin, Luna dan Momo maju.
Sudah hari ke 3 mereka menunggu saatnya mereka untuk melaksanakan ujian. Untuk sekedar informasi, bila satu kelompok sudah maju semua, nilai mereka akan di jumlah dan di bagi 4, baru mereka akan tahu gaji mereka selama satu tahun kedepan.
"Baiklah, mari kita lihat, 10 anak yang akan maju selanjutnya adalah.." Kata Meiko sambil menekan tombol acak, tentunya anak yang sudah muncul tidak akan muncul lagi namanya. Kemudian muncul sepuluh nama di layar. "Nama yang muncul disini harap maju kedepan." Kata Meiko.
"Yosha! Akhirnya aku maju!" Kata Momo, dia sungguh tidak sabar untuk menjalani ujian di sekolah barunya ini, dia selama ini juga belajar bagaimana tes ini berlangsung dengan memperhatikan dari kamera yang mengikuti pergerakan 10 siswa yang sedang ujian.
"Akhirnya, tidak perlu menunggu lama lagi." Kata Rin.
"Semangat ya?" Kata Gakupo kepada para junior nya yang maju sekarang, Miku, Rin, Luna, Momo dan enam siswa lainnya pun maju ke depan untuk mengikuti tes. Setibanya mereka di depan, mata mereka di tutup dengan kain, kamera yang akan mengikuti mereka adalah seperti Drone, tetapi kamera itu juga memiliki speaker untuk berbicara dengan para peserta. Mereka akhirnya di kirim menuju tempat latihan mereka, tentunya mereka tidak akan tahu posisi satu dengan yang lainnya, ini di maksudkan agar ujian ini lebih fokus terhadap kemampuan mereka selama tes, jadi tidak ada yang memberatkan dalam satu tim.
.
Miku Centric
.
Setelah ada perintah untuk melepas penutup mata, Miku kemudian melihat ke sekeliling.
"Baiklah, ujian ini aku harus lebih baik dari ujian tahun lalu!" Ujar Miku bersemangat. Hari ini sudah siang hari.
GRAAAAAA!
Tanpa ada yang tahu tiba-tiba sudah ada bakemono yang hendak menerkam Miku, Miku langsung membuat dinding untuk melindunginya. Miku langsung memerangkap bakemono itu dalam kekkai nya dan mulai membunuh bakemono itu.
'Syukurlah Miku, aku tidak menyadari kehadiran yang satu itu.' Kata Mikuri.
'Yah, kita harus mulai waspada.' Kata Miku dalam pikirannya.
Dia mulai memanjat pohon, dan menemukan bakemono berbentuk burung banyak sekali ada di sana. Dia membuat banyak sekali kekkai yang membunuh semua bakemono disana. Dia harus memburu banyak sekali bakemono, memurnikan hantu, ataupun membunuh Yokai untuk nilainya, tahun lalu, dia berhasil membunuh 450 bakemono, 10 Yokai dan memurninkan 5 hantu. Dan poin tertinggi terjadi pada pemurnian hantu.
'Dijual mainannya, dijual dijual!' Terdengar suara laki-laki di telinga Miku. Miku langsung menghampiri suara itu dan kemudian mendarat di hadapan sosok itu, yang ternyata hantu. 'Wah, ada seorang gadis, kau mau membeli mainan ini?' Tanya orang itu, tetapi Miku tetap diam.
'Miku, dia sudah cukup lama ada di sini.' Kata Mikuri.
'Maka dari itu kita harus memurnikannya.' Kata Miku. "Paman, paman harus segera meninggalkan dunia ini atau paman tidak akan selamat." Kata Miku.
'Apa aku harus bunuh diri? Enak saja!' Kata orang itu, Miku kemudian terbelalak kaget. 'Kau mau membunuhku hah? Meskipun aku hanya penjual mainan, aku tidak akan membiarkanmu untuk membunuhku.' Kata orang itu lagi.
'Dia tidak tahu kalau dirinya adalah arwah?' Kata Mikuri terkejut.
"Paman.. apa paman tidak sadar kalau paman sendiri arwah?" Tanya Miku bingung.
'Arwah aku arwah?' Kata paman itu kaget. 'Kau jangan berbohong nak!' Kata orang itu marah.
'Dia mulai marah, awas tersentuh Miku.' Ingat Mikuri, Miku hanya mengangguk.
"Sungguh aku tidak bohong paman! Kalau tidak percaya tembus saja pohon di sebelah paman." Kata Miku, baru kali ini dia mengetahui ada arwah yang tidak sadar kalau dirinya adalah arwah. Paman itu langsung menembus pohon dan memang tembus.
'Tidak! Tidak mungkin! Aku sudah mati? Pantas saja ada orang aneh yang mengatakan aku harus menjajakan daganganku disini, ini adalah hutan dimana para arwah berkumpul kan?' Tanya orang itu, Miku hanya mengangguk. 'Pantas saja setiap orang yang aku temui tidak memperdulikan aku, ternyata, aku sudah tidak terlihat oleh mereka!' Kata orang itu sambil menangis. 'Padahal minggu depan adalah ulang tahun putraku, padahal aku ingin membelikan hadiah kepadanya.' Kata paman itu sambil menangis.
'Perasaanya sungguh kuat, maka dari itu dia tidak tahu kalau dia mati.' Komentar Mikuri.
"Memangnya, paman ingin membelikan apa kepada putra paman?" Tanya Miku.
'Sudah lama dia ingin kursi roda agar dia bisa kemana-mana, dia sudah lama menderita penyakit yang menyebabkan dirinya lumpuh.' Kata paman itu, Miku kemudian mengeluarkan catatannya.
"Kalau boleh tahu alamat paman dimana?" Tanya Miku, paman itu langsung memberikan alamatnya dan Miku mencatatnya. "Baiklah, begini paman, kalau paman terus berada di sini, paman tidak akan bisa menyebrang ke alam sana, paman akan menjadi arwah terkutuk atau Yokai di sini dan paman tidak akan bisa melihat perkembangan putra paman, aku yang akan membelikan putra paman kursi roda dan paman tenang saja, paman bisa pergi dengan tenang." Kata Miku.
'Kalau begitu, ini ambil uang paman untuk iuran membelinya.' Kata paman itu tetapi Miku menolak.
"Uang itu paman simpan saja, urusan uang tenang saja! Aku ini bangsawan, urusan uang sungguh mudah bagiku." Kata Miku sambil tersenyum.
'Baiklah, paman paham, terima kasih banyak, paman akan selalu mengawasi putra paman dari atas sana.' Kata paman itu kemudian badannya terangkat dan langsung melesat ke langit.
"Satu hantu berhasil murni." Kata Miku girang, dirinya mulai melanjutkan perburuannya di hutan itu. "Baiklah, jangan membuang waktu." Kata Miku kepada dirinya sendiri.
'Ayo kita beraksi, aku merasakan banyak di sini.' Kata Mikuri, Miku hanya mengangguk.
.
Rin Centric
.
Berbeda dengan Miku yang harus pergi berburu, dirinya hanya perlu fokus di daerah sekitarnya untuk menemukan bakemono atau Yokai. Di tangannya ada beberapa sulur yang menyebar ke segala arah, itu untuk 'radar' nya dalam menjaring mangsa.
"Haaahh.. aku sama sekali dari tadi tidak merasa ada hantu dari tadi. Bisa-bisa poinnya kurang." Kata Rin pada dirinya sendiri, dia sudah seperti laba-laba dalam jaring yang dia buat sendiri. Dia kemudian merasakan sesuatu di salah satu jarinya. Dia memejamkan mata. "Baiklah, daripada kekurangan poin, aku harus memburu lebih banyak bakemono dan Yokai." Kata Rin mulai menuju tempat dimana ada Yokai disana.
Groaaaarrr!
Ada kurang lebih 5 Yokai disana.
"Baiklah! Ucapkan selamat tinggal untuk kepala kalian." Kata Rin kemudian membuat sulur yang menjerat leher para Yokai itu hingga terbelah, berbeda dengan bakemono, Yokai bila di bunuh mereka akan mengeluarkan bau tidak sedap, tingkatnya adalah semakin lama Yokai hidup di bumi, semakin bau nantinya. Rin mulai terbatuk karena ini. "Ukh, kalian sungguh bau." Kata Rin sambil menutup hidungnya.
Graaaaa!
Seekor bakemono yang sedari tadi sudah mengincar Rin mulai menyerang. Tetapi tentunya bagi seorang Rin, hal itu tidak bisa membuatnya terkejut dan panik, bakemono itu langsung terjerat beberapa sulur yang kemudian membuatnya mati.
"Kau sungguh salah kalau mengira aku akan lengah." Kata Rin menunjukkan salah satu tangannya yang jari-jarinya masih tersambung dengan sulur-sulur yang dia sebar tadi. Semua cara di perbolehkan, selama hewan buruannya bukan milik orang lain, bebas untuk membunuhnya dengan cara apapun, semua kemampuan di kerahkan disini. "Whoaaa! Ada gerombolan datang!" Kata Rin merasakan kesepuluh jarinya bergerak. Ada sekawanan bakemono mendekat. "Ayo lakukan ini." Kata Rin sambil menunjukkan smirk khas nya. Dia tidak memakai sarung tangan kali ini karena yang dia lawan adalah makhluk dunia lain yang tentunya tidak mungkin di baca oleh Rin.
Dia hanya bisa membaca masalalu dari sentuhan tangan.
Grroaaaarr!
Graaaaarrr!
Gerombolan itu mulai datang. Rin hanya mempertahankan smirk nya, menangani bakemono tingkat F yang berkeliaran di sini tentunya sungguh mudah bagi kelompok terbaik di angkatannya.
.
Luna's Cenric
.
Berbeda dengan yang lainnya, Luna kelihatannya memikirkan cara yang lebih cerdik lagi, dia melakukan 'play victim' disini.
"Tidak! Jangan kejar aku lagi!" Kata Luna sambil berteriak dan berlari dari gerombolan Yokai yang mengejarnya, tiba di suatu tempat Luna langsung mengeluarkan smirk nya. "Bercanda!" Kata Luna sambil tersenyum dan berbalik. Para Yokai itu sudah masuk dalam jebakannya.
Beberapa segel peledak dia pasang disana langsung meledak ketika para Yokai itu melewatinya. Kelebihan dari pemilik segel kertas adalah, segel mereka lebih menghemat tenaga dan bila ada Yokai atau bakemono yang berada dalam area segel itu, segel itu akan meledak dan membunuh Yokai atau bakemono yang ada di sekitar mereka.
Yokai ketika mati akan menimbulkan bau yang luar biasa jadi..
"Ukh, hueekk! Busuk sekali!" Keluh Luna mencoba menghindar dari area ledakan, apinya tidak akan menyambar yang lain selain Yokai atau bakemono, itu adalah api suci. "Hueekk! Seharusnya aku segera pergi tadi, lebih baik aku mencari bakemono saja." Kata Luna setelah dia muntah karena bau itu tadi. Dia kembali menyebar jebakan lainnya, selama itu masih jebakan yang di buat siswa tersebut, itu sudah menjadi poin ketika mereka tidak tahu kalau jebakan mereka berhasil.
Graaa!
Seekor bakemono menyerang dari belakang.
"Kyaaa!" Jerit Luna, kemudian dia tertawa. "Bercanda!" Katanya, bakemono itu langsung meledak. "Aku benar-benar mendapat buruan banyak kali ini!" Kata Luna senang.
Dia kembali mengecek jebakan-jebakan lainnya apakah sudah berhasil atau bukan. Dia sama sekali tidak menemui hantu selama ini.
"Mungkin jumlah terbunuh di sini sudah mulai berkurang, seharusnya aku bersyukur sih, tetapi, kalau begini, poinku berapa? Tetapi ujian di sekolah ini sungguh seru, aku tidak pernah menangkap sebanyak ini!" Kata Luna berbicara kepada dirinya sendiri, ya dia kan anak yang baru pindah dari sekolah lamanya. "Aku semakin betah di sekolah ini." Kata Luna lagi. "Momo bagaimana ya?"
Boomm!
"Semoga dia bisa menangkap banyak juga."
Booommmm! Boom!
"Aku jadi tidak sabar melihat dia nanti."
Boomm!
Kenapa setiap Luna berbicara ada suara ledakan? Karena dia berbicara sambil berjalan santai di area yang sudah menjadi perangkapnya, selama dia berbicara tadi dia menjadi sasaran para bakemono dan Yokai. Tenang saja, dia tidak selicik itu untuk menggunakan pengendaliannya kok, dia memang murni di incar.
Booomm!
Oke pendapatan Luna sudah sangat banyak, tetapi tanpa hantu itu akan percuma, poinnya sedikit.
"Apa sebaiknya aku juga menyerbu daerah lain seperti yang lainnya ya? Begitu saja deh, daripada poin untuk kelompokku berkurang." Kata Luna kembali bermonolog. Dia kemudian berlari menuju arah lain untuk mendapatkan hasil buruan lagi.
.
Momo's Centric
.
Momo sedang kelelahan sekarang, bahkan baru 30 menit dari waktu keseluruhan baru berjalan, dia sudah sangat kelelahan.
"Haahh.. haahh.. sial! Di gunung ini mereka banyak sekali sih!" Kata Momo sedikit mengumpat, dia sedari tadi sudah mengenakan mantra sungguh banyak. Dia berada di kaki gunung, di sini para Yokai sungguh banyak. Dia bahkan tidak perlu melakukan mantra areal.
'Terkutuklah kalian wahai jiwa yang terkutuk!' Rapal Momo sambil menaburkan air suci, lama kelamaan air suci miliknya akan habis, sementara para Yokai masih terus berdatangan, mereka menginginkan jiwa milik Momo.
'Brulant! Brulant! Brulant!' Rapal Momo menggunakan mantra pembakar berulang kali, tetapi para Yokai masih saja ada yang mengejarnya, dia kemudian berlari untuk menyelamatkan dirinya sendiri . Posisinya sudah sangat terdesak, dia tidak sadar kalau dia berlari ke arah jurang, untungnya dia berhenti sebelum dia terjun bebas di jurang itu, ketika dia berbalik para Yokai itu sudah sangat dekat.
"Tidak ada cara lain lagi.. Aku harus menggunakannya." Kata Momo, dia bersiap untuk mantra yang sangat besar. Pertama dia menyiapkan mantra areal dan menyebar 500 meter jauhnya.
'Brule le Yokai qui est dans ma region magique!' Rapal Momo, tiba-tiba dalam tanah muncullah api dan kemudian membakar para Yokai yang berada dalam mantra areal Momo. Tentunya mantra tipe ini sungguh menguras tenaganya. Hingga akhirnya para Yokai itu akan mati, Momo langsung menerjang gerombolan itu, dirinya harus melakukan itu atau terjebak dalam bau yang sangat kuat. Akhirnya dia bisa lolos dan para Yokai itu lenyap meninggalkan bau yang menyengat, Momo terduduk di tanah dirinya sudah sangat kelelahan.
"Haaahh.. haahh.. mereka banyak sekali." Kata Momo kelelahan, kemudian dia merasakan angin, asap di sana mulai berhembus kearahnya. "Apa aku tidak bisa beristirahat sekejap saja?" Tanya Momo mulai bangkit dan pergi dari jangkauan asap itu. Dia belum tahu kalau bau yokai itu bisa membuat orang muntah, Luna sudah menjadi korbannya. Dia berlari sekuat tenaga ketika dia tahu anginnya semakin kencang.
Akhirnya dia bisa selamat setelah pergi dari jalur angin itu. Dia kembali terduduk.
"Haahh.. haahh.. apa aku bisa beristirahat sekarang? Kakiku sakit sekali.." Kata Momo kelelahan, kakinya terasa bergetar.
Grrrrr!
"Ya ampun apa aku tidak bisa beristirahat sejenak? Kakiku sakit nih!" Teriak Momo, tetapi dia tetap saja membunuh bakemono yang mendekat itu. Kamera drone itu mendekat.
'Apa kau yakin ingin berhenti lebih awal?' Tanya suara dari Drone itu.
"Tidak aku tidak boleh seperti ini! Aku tidak boleh menyusahkan kelompokku. Aku tidak jadi menyerah! Aku harus bisa menyelesaikan satu jam penuh ini!" Kata Momo sambil berdiri.
'Baiklah, ujianmu masih di lanjutkan.' Kata suara dari Drone itu lagi kemudian kembali mengawasi dari jauh.
Momo kembali bergerak untuk menentukan hewan buruan.
.
Normal centric
.
Akhirnya satu jam berlalu. Semua peserta kembali di jemput dan diajak kembali ke sekolah untuk melihat poin mereka.
Miku Hatsune :
45 Yokai
100 Bakemono
10 hantu
Total 35.000 Rell
Rin Kagime :
40 Yokai
145 Bakemono
5 Hantu
Total 36.000 Rell
Luna Amane :
20 Yokai
80 Bakemono
4 Hantu
Total 20.000 Rell
Momo Momone :
80 Yokai
50 Bakemono
4 Hantu
Total 25.000 Rell
Semuanya kemudian menoleh ke arah Momo, selama ini belum ada yang mendapatkan lebih dari 50 Yokai sekali tes. Bahkan kelompok Luka sekalipun, sedangkan Momo hanya menggaruk belakang kepalanya. Dia pun sedikit bersyukur telah di mendapat kejadian tadi, sebenarnya kakinya sakit, tetapi hasilnya tidak sebegitu mengecewakan.
"Baiklah, kelihatannya ada rekor baru yang di cetak anak baru ini, 80 yokai dalam sekali tes. Mari kita beri tepuk tangan kepada Momone-san." Kata Meiko sambil berdiri, seluruh aula kemudian riuh tepuk tangan, sedangkan Momo hanya tersenyum malu.
Mereka akhirnya di perbolehkan duduk kembali dan sesampainya di bangku mereka, mereka masih di sambut tepuk tangan oleh kelompok mereka.
"Kau hebat Momo-san, kau berhasil mengalahkan rekor Gakkun." Kata Luka.
"Haahh.. kakiku harus jadi korban disana Luka-senpai. Aku bahkan tidak merasakan kakiku sekarang." Kata Momo.
"Tetapi itu aneh, tiba-tiba para yokai itu muncul serentak dan memburumu." Kata Yuuma. "Kau tidak menggunakan kemampuanmu kan?" Kata Yuuma sambil berbisik, Momo hanya menggeleng.
"Ya ampun senpai, kekuatanku hanya bisa di buat mengendalikan bakemono tahu, yokai mana bisa di kendalikan?" Balas Momo sambil ikut berbisik. Yuuma hanya mengangguk, jawaban Momo masuk akal baginya.
"Mau menyelidikinya disana?" Tanya Len sambil berbisik.
"Ketika tes sudah selesai." Kata Gakupo menambahkan ikut berbisik.
"Kelihatannya aku juga harus ikut." Kata Kaito malas.
"Semuanya juga harus ikut dong." Kata Lui sambil tersenyum, Kaito hanya kembali bersandar, dirinya merasa kehilangan harapan sekarang, semuanya tertawa melihat reaksi Kaito.
.
.
.
TBC
Gomen Clara updatenya lebih telat, Clara enggak bisa update kalau tidak di rumah-desu. Dan Clara baru bisa pulang 2 minggu sekali-desu. Mohon bersabar ini ujian-desu (Kuno banget-desu). Baiklah, arigatou yang sudah mau menunggu-desu. Rencananya setelah ujian ini kelompok Kaito, Gakupo dan Luna bakalan tahu Meiko yang sebenarnya dan perang pun dimulai-desu. Yah di tunggu saja-desu.
Balasan review :
Miza fuyumi : Tenang aja, pasti bilang kok Clara-desu. Di tunggu selalu update ceritamu juga-desu.
Yuu Yukimura : Enggak apa-apa kok Christa, yang penting Christa udah baca gitu aja Clara udah seneng-desu. Emang mau berakhir-desu. Gomen kalau banyak banget chapternya-desu.
