Ahoy there! Saya kembali lagi, ya Author sekarang jarang banget post, banyak alasannya, salah satu nya tugas sekolah (oke itu yang paling utama) males pergi ke warnet buat post cerita (tak ada modal-dilempar) wokeh, sebelum saya mehalabiu (?) di sini, mari balas review dari para Readers tercinta~ ^^
-Lee Xia-
Benar! Cowok kok nyanyi Frozen, dasar gak gentle *di jadiin pahatan es*
Thanks to review~
-xtreme guavaniko-
Ini, coba lah ramuan dari pak Deng Ai di jamin mujarab *kasih obat-di bor*, burung Beo hinggap dijendela, ChaoYunPing pada gila~ *di lempar ke jurang*
Thanks to review~
-girl-chan2-
Terima kasih, mereka semua memang pada k-o-c-o-k (?) *dor!* ups, maksudnya kocak.
Oke thanks to review~
-DissaChavalliana-
Yup! Puisi dari sang maha guru Ma Chao, dan si banci kelas kakap Zhang He *tepuk tangan*
Oke thanks to review~
-Hanami-
Yah, tapi sayang si Guo Jia di tolak mentah mentah di depan kelas, malu nya tuh pasti disini *tunjuk muka Guo Jia*, well Ling Tong langsung phobia kembang api *plak*. Ternyata Li Wan itu istri si poChong! *keselak batu bata*
Jia Chong: ekspresi biasa aja keless...
Aiko: oke, ntar Li Wan masuk, tenang saja, dehohohoho *tawa bahagia tanda mengancam Jia Chong*(?)
Oke thanks to review.
-YuanChan48-
Puisi Zhang He terbaiklah *nari bareng Zhang He* Ma Chao seperti nya bingung mau nulis apa, dan mungkin otaknya sedang error *ditabrak kuda* benar! Zhu Ran! Kau harus mempertanggung jawab kan masalah mu ama Lu Xun (?) *apanya?!* typo, maksudnya gara gara kamu panggung nya kebakar! Kabut asap! *plakplakplak*
Oke thanks to review.
-IkanTerbang-
Hola juga~ Ma Chao ama Zhang He emang wonderfull dah puisi mereka, Gan Ning kayak nya rip english, dan Guo Jia... *puk puk Guo Jia* maaf kan diri ku yang menistakan dirimu *di buang* dimana ada kelas 2c pasti akan terjadi kekacauan! Hero of Chaos *di tebas Cao Cao*, wokeh, ntar Lian Shi akan muncul ^^
Oke thanks to review~
-BlackHorizon Knight-
Tentu boleh, benar, Cao Pi kau akan di kenakan sanksi pengubahan hak cipta! *plak*
Zhao Yun: ya pergi ke warnet buat cek yutub
Yaaah gara gara mereka juga acara pun jadi bubar, dan untuk trio kingdoms, emang udah pada stress, pangkat tinggi tapi otak nol *di triple attack*
Oke thanks to review~
-Yanagi277-
Kayaknya Guo Jia sulit move on deh, masih maju mundur soalnya *plak*
Ma Chao: dimana~ dimana~ dimana~
Dua singgit! Dua singgit! Dua singgit! *Mail mode-dilempar* kayaknya Cao Pi niru Elsa deh...
Oke thanks to review~
-Liu Xuan De-
Terima kasih ^^ banyaka karakter yang tidak masuk mungkin, karna saya bingung mereka mendapatkan peran apa *lirik char lain* oke nanti akan saya usaha kan, dan salam anda akan saya sampai kan ke Liu Bei
Liu Bei: hola~
Dan char Samurai Warrior?! Wokeh dengan senang hati akan saya masukkan *ngacir ke SW*
Nobunaga: anak anak, kita harus segera mengungsi dari sini! *bawa koper*
Oke thanks to review~
#AuthorNote:
Request dari junar yatno, dia meminta tante Zhang Chunhua kembali tampil eksis di atas layar (?), oke siap laksanakan kapten!
#AuthorNote End.
Akademi Dynasty Warriors
By: Aiko Ishikawa
Rated: K+
Genre: Humor, Parody
-Dynasty Warriors belong to Koei-
Warning: OOC bin Gaje binti Stress, typo(s), AU, plesetan berbagai macam produk, banyak karakter asal nyangkut (?) yang bisa terlibat selama cerita berlangsung, (*DUAAAK!*) jangan meniru setiap char yang terlibat di AKDW.
Chapter 29: Akuntansi oh Akuntansi
Di kediaman keluarga Shima Sakon
Sakon: "lha kok rumah gue?! Sana hush! Tak terima tamu!"
Author: "salah tempat! Harusnya rumah nya Magoichi!" (ngamuk)
Readers: "tambah salah!" (tendang Author kembali ke fandom DW)
-scene normal-
Di kediaman keluarga Sima.
"beb..." tegur Zhang Chunhua.
"hmm" Sima Yi cuman merespon datar sambil baca koran.
"aku dah cantik belum?" tanya Zhang Chunhua.
"hmm" Sima Yi masih merespon dengan tekanan nada yang sama.
"iiih bebeb! Masa sih 'ham, hem, ham, hem'!" gerutu Zhang Chunhua kepada suami nya.
"kamu dah cantik, sangaaaaaat cantik! Kamu kan istri ku yang tercintah, kalau kamu gak cantik ngapain aku nikahin kamu" celetuk santai Sima Yi, padahal kata kata nya barusan akan memecahkan perang dunia Shinobi yang ke sepuluh (?) (Naruto:"vangke! Sejak kapan!")
Aura pembantaian pun keluar, "jadi selama ini, kamu berniat berselingkuh di belakang ku!" teriak Zhang Chunhua.
"ti, tidak! Sumpah, aku tidak pernah selingkuh!" Sima Yi sujud gaje.
Tiba tiba sebuah foto 'Yaoi" Sima Yi dan Cao Pi, Sima Yi dan Cao Cao lewat *SUMPAH BUKAN AUTHOR YANG MELEMPAR FOTO ITUUUU!-PLAAAAK!*
"ini apa?" tanya Zhang Chunhua dengan wajah sadis like a Okita Sougo atau mari baca: Oh Kita makan Sagu *Author di bombardir pake peluru Bazooka*
"bukan! Aku tidak pernah melakukan hal aneh, aku masih waras!" Sima Yi meminta belas kasihannya. Tapi maaf kedua anaknya tak berani menolong sang Papa karna takut, yaaah yang memegang kuasa penuh di rumah adalah Zhang Chunhua, jadi Sima Yi mah ciut, apa lagi Shi dan Zhao, entah ini seperti drama 'Suami-suami takut Istri' *DOR!*
"ya sudah... Mungkin ini perbuatan iseng Author" Zhang Chunhua meremas foto foto itu lalu membuang nya ke tempat sampah. *sumpah bukan gue! Demi kaki bau nya Nobunaga! (?) Ini bukan salah gue!-plak*
Zhang Chunhua mulai bersiap untuk berangkat ke sekolah, di ikuti oleh kedua anak nya yang dari tadi bersembunyi agar selamat dari 'amukan Zhang Chunhua'.
"pssst kakak Shi..." bisik pelan Sima Zhao.
"apa?" tanya Sima Shi.
"Mama lagi 'dapet' ya? Kayaknya emosi nya meledak banget..." bisik Sima Zhao lagi.
"ah, kamu ini Zhao, macem tak tau Mama saja, dia kan memang selalu marah marah, dan Papa yang selalu menjadi karung tinju Mama" kata Sima Shi yang tanpa disadari nya telah membongkar rahasia terhebat sepanjang abad Dinasti Han! Sima Yi menjadi karung tinju sodara sodara!
Sima Zhao melirik Papa nya yaitu Sima Yi yang sudah ringsek (?) bak mobil yang habis kecelakaan, tapi seperti nya dia tetap berusaha tegar agar terlihat bugar dan burger~ (?)
Sesampai nya di Sekolah.
"Sanniang..." tegur Guan Suo.
"ya?" tanya Bao Sanniang.
"ada sesuatu hal yang ingin aku katakan pada mu..." kata Guan Suo.
"apa itu?" tanya Bao Sanniang penasaran.
"Papa aku suka Big Bang dingin, tapi kamu suka nya Big Bang langsung... Aku sudah tidak tahan!" Guan Suo mulai menangis efek dampak dari iklan Big Bang (?)
Bao Sanniang hanya tersenyum tulus, "tak apa sayang..." kata nya.
"serius?" kata Guan Suo tersenyum tanda kemerdekaan telah tiba.
"benar" jawab Bao Sanniang.
"akhirnya! Abah! Emak! Suo akhirnya bisa melamar pujaan hati Suo!" teriak bahagia Guan Suo yang pasti PingXingYinping pada merasa malu yang di pendam dalam dalam.
Well abaikan drama iklan Big Bang abal-abal yang tak bisa di akui kualitas baik-buruk nya.
"bayangkan ku beri Burung Beo, ke Ma Chao, akan kah dia berubah menjadi seorang yang tak teriak Justice lagi" Ma Dai mulai bernyanyi riang, sebenarnya dia agak frustasi mendengar teriakan 'Justice' Ma Chao, tiap mandi 'Justice' tiap makan 'Justice' tiap nyuci baju 'Justice' telinga Ma Dai terasa penuh dengan Justice milik Ma Chao. Jika di ekstrak dengan rumus Aljabar dan ditambahkan sedikit Matrix dan ditambah garis Linier, yang ada burung Beo nya juga ikut teriak 'Justice' akibat kicauan indah Ma Chao tentang Justice, oke tabah lah Ma Dai, untuk telinga mu buatan Tuhan, kalau buatan Zhang Jiao bisa bolak balik ke rumah dia doang hanya untuk memperbaiki 'telinga'
Dan pelajaran pun di mulai, dengan ini berakhir korban iklan asal nyangkut, anggap promosi ikhlas Author *apa nya?!* dan sekarang pelajaran Ekonomi yang di ikuti oleh Akuntansi~ Mampus kalian semua! Mwahahahahahahaha! *Author di true musou warga DW*
Zhang Chunhua masuk ke kelas, aura pembantaian tadi masih terasa, murid murid langsung meneguk ludah masing masing, soal nya aura ini lebih bahaya dari pada aura Lu Bu dan aura yang ada di kutub Utara-Selatan (*itu Aurora thor!*) "apakah kalian telah membawa buku yang kemarin saya pesan?" tanya Zhang Chunhua sambil menatap seluruh murid.
"ju...jurnal ya bu..." kata Jiang Wei agak malu malu guk-guk (?)
"iya" kata Zhang Chunhua tegas bak sang ratu istana.
"apa?! Saya kira di suruh bawa sajadah (?) buat sholat minta hujan?!" teriak Fa Zheng *cielah nak*
"buat apa?" tanya Guan Xing.
"di tempat Author mulai terserang kabut asap..." jelas Fa Zheng.
"halah, itu cuman kiriman paket, bukan asli orisinil dari tempat nya" kata Guan Xing santai.
"sudah! Sudah! Sudah! Yang Ibu minta buku Jurnal! Bukan Sajadah! Kamu mau Naik Haji ya?!" bentak Zhang Chunhua.
"gak bu... Musim Haji dah lewat..." kata Fa Zheng. Wuis keren dah kalau Fa Zheng naik haji lalu di beri gelar Haji Fa Zheng (?) *plak*
"dan sebenarnya kamu bawa buku Jurnal atau tidak?" tanya Zhang Chunhua.
"bawa sih bu" kata Fa Zheng sambil meletakkan sebuah buku tebal dan besar berwarna coklat motif batik modal maling dari meja belajar Author *byuseeet*
"ya sudah, mari kita akan belajar tentang Akuntansi" kata Zhang Chunhua.
"apa itu?" tanya Lu Lingqi.
"mungkin menghitung modal uang" celetuk Xing Cai.
"mungkin menghitung hutang" kata Lian Shi.
"kas kelas! Kas kelas!" sorak Shang Xiang.
"yaaah mungkin bisa di bilang begitu" kata Zhang Chunhua, dia memperlihat kan sebuah lembaran soal kepada para murid, "kali ini Ibu akan membagi kelompok, para murid dari Fraksi Wei kalian berkumpul dengan Wei, Shu begitu pula, Wu begitu pula, dan Jin begitu pula" jelas Zhang Chunhua.
"Bu!" Guo Jia mengangkat tangannya.
"ada apa?" tanya Zhang Chunhua.
"Lu Lingqi bagaimana Bu? Dia kan sendirian dari Other yang lain dah pada tua bangka semua" kata Guo Jia.
Warga Other termaksud para guru (Other) langsung datang menghampiri Guo Jia. "ape loe kate ketek onta?! Saya masih muda!" kata Lu Bu.
"benar! Kita ini kan masih cantik!" kata Zhu Rong dan Diao Chan.
"eh loe mau di pukul pake panci ya? Biar gak playboy lagi!" ancam Meng Huo sambil membawa panci.
"ini scroll enak banget loh buat tabok orang, kau mau merasakannya?!" ancam Chen Gong.
"situ mau di sihir jadi ayam ya?!" kata Zhang Jiao.
"dasar bocah gak tau diri! Gue gak tua bangka!" kata Zuo Ci *nyadar diri deh...*
"eh saya ini masih tamvan dan muda! Cewek cewek aja naksir saya termaksud Author!" kata Dong Zhuo *idih najis...*
"demi nama besar keluarga Yuan, saya gak tua bangka!" kata Yuan Shao.
"hieeeh! Hieeeh! Hieeeh!" omel Red Hare yang juga ikut mengadukan hak nya (?) (*artinya: saya ini kuda paling keceh!*)
Guo Jia hanya terdiam seribu bahasa mendengar aduan HAM (?) para warga Other, sampai Zhang Chunhua yang merasa kesal menendang satu per satu para warga Other itu keluar kelas, "pergi dari sini!"
"ya sudah, Lu Lingqi kamu bisa memilih ingin bergabung dengan kelompok siapa" saran Zhang Chunhua.
Lu Lingqi memperhatikan anggota temannya, Wei, Shu, Wu, Jin, "saya pilih Wu aja deh" kata Lu Lingqi.
"huraaaaa!" sorak bahagia Xiao Qiao.
"baiklah, silahkan kau bergabung dengan mereka" kata Zhang Chunhua.
Zhang Chunhua membagikan sebuah kertas berisi kan sebuah soal Akuntansi.
Bunyi Soal:
"Pak Jia Xu ingin membuka usaha warnet dengan nama 'Jia Xu Turban awesomeNet' dengan modal awal (1 sept) Rp 250.000.000,00/(1 sept) dia membeli 5 unit komputer/(2 sept) dan dia juga membeli print dengan merek Camel (?) seharga Rp 1.000.000,00 /(2 sept) tidak lupa pula dia memberi tinta Print dengan warna Hijau, Biru, Merah, Kuning, dan Hitam seharga Rp 225.000,00 /(2 sept) tidak lupa pula dia juga membeli 500 pack kertas HVS seharga Rp 10.000.000,00 /(3 sept) dan modal Wi-Fi dia minta ama Zhang Liao /(3 sept) dan dia memasang tarif per jam-Rp 4.000,00 /(5 sept) dalam pembukaan pertama, anak-anak Wei dan Shu mampir ke warnet Jia Xu terdiri dari delapan orang yaitu CP, GJ, YJ, LD, XY dan dari Shu GP, ZB, GX anak anak Wei bermain dengan tarif satu jam, dan anak anak Shu bermain dalam tarif dua jam. Hitunglah penghasilan Zhang Liao yang di dapat selama sebulan karna telah menyumbangkan Wi-Fi nya kepada Jia Xu"
"dafuuuk! Soal macam apa ini?!" kata Jiang Wei memutar otaknya.
"btw, Jia Xu buka usaha warnet ya?" tanya Liu Shan.
"entah, tapi ini soal kok aneh banget, berapa untung nya Zhang Liao? Sedangkan yang dibahas adalah modal nya Jia Xu..." kata Xu Shu.
"coba pake rumus asal tebak dot kom" saran Zhang Bao.
Semua anak anak Shu melempar kertas kearah Zhang Bao.
"meh... Aku malas, kalian yang kerjainlah ntar aku tinggal copy-paste" kata Guan Ping sambil merebahkan kepalanya di atas meja.
"dasar!" Xing Cai memukul kepala Guan Ping.
"ya sudah ayo kita kerja kan" Jiang Wei mulai mencoret kertasnya.
-Wei-
"inisial namanya sepertinya itu nama kita semua..." kata Cao Pi.
"kau benar!" tambah Yue Jin.
"bahkan Xun Yu yang baru pun masuk, bahkan inisial nya 'XY' seperti rumus saja" celetuk Guo Jia.
"..." Xun Yu hanya terdiam.
"btw, bagaimana ini, apa ada yang tahu cara mengerjakannya?" tanya Cai Wenji.
"kalau jika yang ditanyakan adalah 'penghasilan Jia Xu' pasti mudah, lah ini malah Zhang Liao" kata Wang Yi mengetuk-ngetuk pulpennya.
"om Zhang Liao punya wi-fi ya? Pulang sekolah kita mampir yuk buat main COC" ajak Li Dian.
"kau ini..." kata Cai Wenji.
"sudah, sudah, bagaimana ini, ada yang tahu cara mengerjakannya?" tanya Zhen Ji.
"coba ane coba coret coret dulu..." Guo Jia memulai menghitung di atas buku.
-Wu-
"dafuuuk! Gue bakar juga ni kertas!" Zhu Ran ingin memanah kertas soal yang terletak di meja.
"WU!" Sun Ce, Sun Quan dan Gan Ning mengikat Zhu Ran sambil teriak 'Wu' itu adalah semboyan mereka untuk hal kekompakan.
"woi! Apa yang kalian lakukan?! Lepaskan hoi!" teriak Zhu Ran.
"diam rambut landak no.2 kalau kamu gak di ikat, kamu pasti akan membakar kertas soal itu" kata Sun Ce.
"iya benar" tambah Sun Quan.
"kalau kamu bakar sekolah sih gak masalah..." kata Gan Ning.
"WU!" Zhou Yu dan Sun Quan mengikat Gan Ning.
"apa apaan ini woi?!" teriak Gan Ning.
"gak boleh bakar sekolah..." kata Sun Quan.
Zhou Yu kembali duduk, dia memandangi Lu Xun yang dari tadi sedang mengetuk-ngetuk pulpennya di atas meja, well mungkin karna soal itu yang membuatnya pusing, atau OTP nya si Zhu Ran yang di ikat (?) *duaaaak!*
"ada apa Lu Xun?" tanya Zhou Yu.
"soal ini cukup membingungkan..." kata Lu Xun.
Zhou Yu bernafas lega, ia kira Lu Xun galau karna OTP nya di ikat *Author di panah Zhu Ran*
Lu Lingqi menghela nafasnya, "begini, sebenarnya soal nya ini bisa saja di hitung, tapi pertanyaan paling terakhir itu yang sangat mebingungkan..." jelas Lu Lingqi.
"kau benar, kenapa pertanyaan terakhir malah membahas 'Zhang Liao' bukan 'Jia Xu' jika membahas 'Jia Xu' pasti mudah mencari untung rugi hasil pendapatannya selama sebulan" kata Zhou Yu.
Semua anak anak Wu berpikir kecuali Ling Tong yang telah membanjiri meja nya dengan iler.
"baiklah, coba masing masing dari kalian menghitung lalu kita diskusikan kembali" kata Lian Shi.
"oke" jawab semua nya.
-Jin-
"Ibu gak kira kira bikin soal...susah binggo" kata Sima Shi.
Sima Zhao no comment untuk soal itu karna dia kagak ngerti sama sekali berharap dapat jawaban dari langit aja dah.
"Xiahou Ba gak ngerti..." kata Xiahou Ba polos.
"oi Chong, coba bantu gue menghitung" pinta Zhong Hui.
"iya, iya..." Jia Chong mulai menghitung di atas kertas walau pun sebenarnya dia lagi bad mood, mungkin lagi 'dapet' *kapak mendarat di hadapan Author*
"coba tak hitung dulu" Wen Yang mulai mencoba untuk menghitung di ikut oleh Wang Yuanji.
Setelah bermenit menit kemudian, Zhang Chunhua menanyakan hasil nya, "bagaimana? Apa ada yang sudah dapat hasil nya?" tanya Zhang Chunhua.
-Wei-
"hasil dari ku sih nol..." kata Guo Jia.
"kok bisa?!" tanya anak anak Wei lainnya.
"yaaah karna om Zhang Liao gak punya wi-fi, yang ada mah om Xiahou Dun" jelas Guo Jia secara logika asal nyangkut (?)
"betul juga" jawab seluruh anak anak Wei.
-Shu-
"jawaban nya apa Wei?" tanya Zhao Yun.
"jawabannya adalah Uchiha Madara" kata Jiang Wei mantap.
"Ha?!" semua nya hanya melongo dan terkejut, Uchiha Madara? Oh ya betul? Emang nya dia bisa Akuntansi apa? Punya bini aja kagak *Author di serang pake Susano'o*
"kok bisa Uchiha Madara?" tanya Bao Sanniang.
"nih coba lihat" Jiang Wei meletakkan kertas coretannya ke atas meja dan memperlihat kan hasil nya ke pada teman teman nya, semua yang melihat kertas itu memandangi Ma Dai.
"Ma Dai..."
"hehehehe, tadi Jiang Wei request Uchiha Madara sih, jadi aku gambar kan deh" kata Ma Dai cengar cengir ala Red Hare.
Bao Sanniang merobek kertas itu dan membuang nya ke tempat sampah.
"request gue..." Jiang Wei hanya bisa meratapi nasih Madara yang berakhir di tong sampah *ckckckckck-plak*
-Wu-
"akhirnya!" Lu Xun mulai menunjukkan keberhasilannya.
"kau sudah menemukannya Lu Xun?" tanya Zhou Yu.
Lu Xun mengangguk sambil tersenyum.
"apa dia?" tanya Zhou Yu bersemangat.
"jawabannya adalah...Zhu Ran" jawab Lu Xun sambil tersipu.
Kwek, kwek, kwek (soundtrack bebek-Bebek siapa yang lepas?!)
"apa hubungannya Zhu Ran dengan Akuntansi?!" omel Lian Shi dan Lu Lingqi.
"oh itu, sebenarnya sih saat aku mengerjakan soal ini, Zhu Ran terus saja meminta tolong, jadi suara Zhu Ran itu terus terngiang-ngiang di kepala ku, jadi aku tulis Zhu Ran deh" jawab santai khas polos Lu Xun.
Kwek, kwek, kwek.
"GOLOK MANA GOLOOOOOK?! MAU GUE KURBAN KAN NIH DUA BOCAAAAAAH!" teriak Sun Quan ngamuk bak sapi (?) *plak*
"yang ada Lu Meng ngamuk loh..." kata Sun Ce menenangkan Sun Quan.
"ya biarin! Suruh Papa biar pecat si Lu Meng!" kata Sun Quan masih marah dengan meteran marah jebol 100%.
"ya udah..." Zhou Yu menyeret Zhu Ran.
"eh?" Zhu Ran yang merasa diri nya di seret merasa bingung, "ada apa ini?" tanya Zhu Ran.
"karna Author bukan lah seorang Fujo, jadi untuk sementara kamu di karantina biar gak ganggu Lu Xun..." Zhou Yu membuka jendela lalu melempar Zhu Ran dengan ekspresi datar like a Okita Sogo atau Oktober ini So Hijikata Go! (?) *plak*
"UWAAAAAA MAMAAAAAA TOLONGIN GUEEEEE!" teriak alay Zhu Ran yang di jatuhkan dari lantai dua oleh Zhou Yu *itu mah bukan alay Thor, tapi histeris...*
"dah beres..." kata Zhou Yu.
Semua murid kelas 2c termaksud Bu Zhang Chunhua langsung masang wajah sweatdrop en shock, Zhou Yu yang merupakan saingan Mitsuhide SW soal iklan kecantikan produk shampoo ternyata sesadis ini... Oh well~
-Jin-
"lapor! Lapor! Ada pembunuhan!" Xiahou Ba berteriak histeris.
"halah, paling juga si Zhu Ran nyangkut di pohon atau dia nimpa Wei Yan, inti nya dia gak bakal mati..." jelas Wen Yang berpikir Ipo-Chan (Inisiatif Positif Gin-Chan)(?)
"ya sudah lewatkan masalah Zhu Ran, lalu bagaimana dengan jawabannya, kalau aku sih No" kata Sima Shi arti nya dia gak mendapatkan hasil jawabannya.
"kalau aku sih Yes" kata Zhong Hui.
"apa dia?" tanya anak anak Jin penuh semangat.
"jawabannya adalah Pasti Zhang Liao Kaya" jawab ngawur versi Zhong Hiu *plak*
Sima Shi dan Jia Chong mengangkat Zhong Hui.
"eh apa apaan ini? Nanti kulit ku lecet akibat kalian!" kata Zhong Hui ngamuk.
"kau akan bernasib seperti Zhu Ran..." jawab Jia Chong.
"Zhu Ran Janai! Zhong Hui Da!" teriak Zhong Hui mengikuti mode Katsura dari Gintama.
"bacot loe!" Sima Shi dan Jia Chong melempar Zhong Hui melalui jendela.
"TIDYAAAAAK!" teriak lebay Zhong Hui.
Mari lewatkan sesi melempar orang ini.
"baiklah anak anak, apakah kalian sudah mendapatkan hasil nya?" tanya Zhang chunhua.
"teks dialog diatas Bu, Author capek nulis..." jawab para murid serentak.
Zhang Chunhua melihat teks dialog diatas, oke untuk para Readers yang malas scroll mosue atau Hp dan Andromeda (?) nya keatas, inilah hasil jawaban para murid.
-Wei-
"hasil dari ku sih nol..." (Guo Jia teks Dialog)
-Shu-
"jawabannya adalah Uchiha Madara" (Jiang Wei teks Dialog)
-Wu-
"jawabannya adalah...Zhu Ran" (Lu Xun teks Dialog)
-Jin-
"jawabannya adalah Pasti Zhang Liao Kaya" (Zhong Hui teks Dialog)
Zhang Chunhua hanya bersweatdrop ria saja, jawaban para murid pada ngawur dan tidak ada yang benar. "oke kalian harus mengulang kembali, dan hitung lah dengan benar... Besok harus di kumpul!" kata Zhang Chunhua mulai esmosi (?)
"yaaaaaah" semua murid hanya bisa pasrah plus lesu.
Well then, tadi dia chapter 29 GAJE tingkat janggut Guan Yu *plak* berminat meninggalkan jejak review? See ya next chapter~
