Eternal Love

by

Achan Jeevas

.

.

.

Chapter 29 : My Kingdom Part III

.

.

.

.

.

.

.

Satu persatu para pangeran dan putri dari masing-masing Kaum Supernatural memasuki ruang singgahsana tempat dimana rapat akan dilaksanakan. Mengapa para pengeran dan putri? Bukan para Raja dan Ratu? Seperti yang dikatakan U-Know kemarin bahwa para Pemimpin Kaum Supernatural menyerahkan perang ini pada para penerus mereka.

"Alpha Luhan, terimakasih sudah mau ikut dalam perang ini."

Luhan menepuk bahu JR. "Aku belum memiliki keturunan jadi aku sendiri yang turun tangan. Dan aku membawa para Dominant Betaku, mereka siap berperang untuk melawan SCoups. Istriku juga membawa para kesatria wanita Vampire nya."

"Sekali lagi terimakasih, Alpha Luhan, Lady HyunA."

Luhan dan Hyuna hanya tersenyum pada JR dan langsung memasuki ruang singgahsana yang besar itu. Keduanya bergandengan tangan dengan erat dan tidak mempedulikan tatapan orang lain yang memandang mereka aneh.

Bagaimana tidak aneh sejak perang delapan belas tahun yang lalu antar kaum supernatural tidak diperbolehkan berinteraksi satu sama lain apalagi menjalin hubungan dan bila ada yang menjalin hubungan mereka akan dihukum oleh Hunter milik Dewa Langit.

Namun ada juga yang tidak peduli. Lagi siapa yang peduli ketika dua hari kedepan akan terjadi perang berdarah lagi. Serta lihatlah sekarang ini, para penerus kaum supernatural tengah berada satu ruangan dan itu semua karena mereka ingin melindungi kaum mereka dari kegilaan SCoups dan pengikutnya yang baru aka Para Prajurit Bayangan.

Baekho mendekati sahabatnya dengan ekspresi gusar. "JR, Aku ingin memberitahumu sesuatu."

"Bicaralah."

"Clara berhasil kabur dari penjara. Sepertinya para prajurit bayangan yang membebaskannya."

JR menghela nafas mendengar ucapan sahabatnya itu. Wajahnya tetap tenang, seolah ia sudah tahu bahwa ini akan terjadi. "Setidaknya kita tahu ia akan kemana."

"Memangnya ia kemana, Hyung?" tanya Jaehyun yang sudah ada disamping kakaknya.

"Tentu saja ia akan ke tuannya. Clara tidak akan bisa melakukan apapun tanpa tuannya. Tuannya yang bernama SCoups."

.

.

.

"Berhenti." Ucap SCoups namun para prajurit bayangan itu tidak menghentikan aksi mereka menyetubuhi Ren.

Kemarahan langsung merasuki jiwa SCoups. Ia segera mengeluarkan pedangnya.

"Aku bilang berhenti!" tepat setelah mengatakannya SCoups langsung menebas kepala para prajurit bayangan itu. Empat kepala terpisah dari tubuh mereka dan mengucurkan darah hitam kental dan berbau busuk itu.

SCoups langsung menundukan dirinya dan ingin membawa adiknya dalam pelukannya namun ia urungkan niatnya ketika ia sadar jika ia menyentuh tubuh Ren maka adiknya akan mengetahui seluruh rencananya. Jadi SCoups hanya diam dan tubuh polos adiknya yang bergetar.

"Sakit… hiks… sakit… Hyung… Minki sakit… hiks hiks… mereka jahat pada Minki."

Mata SCoups langsung melebar mendengar ucapan adiknya yang dibarengi dengan air mata itu. Adiknya memanggilnya Hyung dan mengatakan sakit. Tanpa peduli dengan segalanya ia langsung membawa tubuh kurus adiknya dalam pelukannya.

SCoups ingat ketika mereka masih kecil, Ren selalu jadi bahan bully an anak-anak vampire lain karena mereka menganggap wajah cantik Ren itu aneh. Ren seorang laki-laki tapi memiliki paras seperti perempuan.

Mereka sering meledeki Ren dan melemparkan Ren dengan batu sehingga membuat adiknya terluka. Ren akan selalu menangis dan mengatakan sakit tapi tidak pernah mengatakan nama dari anak-anak yang membully nya namun SCoups dan JR akan selalu tahu dan mereka akan selalu membalas ulah anak-anak nakal itu.

"Sakit, Hyung. Tolong hentikan rasa sakit ini. Tolong Minki, Seungcheol Hyung." Jiwa dan raga sudah tidak sanggup menanggung rasa sakit lagi. Pikirannya dan tubuhnya selalu mengingat sentuhan kotor itu. "Sakit… hyung."

"Hyung ada disini, Minki-ya."

Ren menyentuh tangan SCoups yang masih memegang pedangnya. "Tolong hentikan rasa sakit ini dengan pedangmu."

SCoups tentu tahu maksud dari perkataan adiknya. Adiknya ingin menghilangkan rasa sakit yang ada di jiwa dan raganya dengan mati karena ketika kau mati.. kau tidak akan merasakan rasa sakit lagi… untuk selamanya.

SCoups menggeleng. Bukan ini yang ia inginkan, bukan seperti ini yang ia harapkan.

"Aku tidak bisa." SCoups hendak berdiri dan meninggalkan adiknya ketika Ren dengan kekuatan terakhirnya menarik pedang SCoups dan menusukannya pada dadanya sendiri.

Jlebbb

"Minki!" SCoups langsung menangkap tubuh adiknya sebelum Ren terjatuh kelantai kotor itu. SCoups hendak mencabut pedang itu dari dada adiknya namun tangan menyentuh pipinya.

"Aku melihat… Eomma dan Appa, Hyung." Ren tersenyum lemah melihat wajah kakaknya. "Apa yang putramu bilang memang benar. Seberapapun kejamnya kau, kau tetap keluargaku, kau kakakku."

"Kau juga, Minki-ya. Kau adikku dan akan selamanya menjadi adikku."

Nafas Ren kian memendek. Kepalanya ia benamkan di dada kakaknya. "Tolong berhentilah, Hyung."

Satu tetes air mata membasahi pipi SCoups ketika tubuh adiknya sudah tidak benafas.

.

.

.

JR duduk di kursi singgahsana milik Ayahnya. Walaupun ia belum di nobatkan sebagai Raja tapi dialah Pemimpin dalam perang ini. Disamping kanan dan kirinya ada Baekho dan Jaehyun dan didepannya duduklah para calon pemimpin kaum supernatural.

"Kita melanggar hukum Dewa Langit dengan berada dalam satu ruangan tapi terkadang kita harus melanggar hukum untuk melakukan kebaikan, untuk mendapatkan kemenangan kita." JR berdiri dari kursinya dan menatap seluruh orang yang berada dalam ruangan.

Luhan dan HyunA saling melirik dan tersenyum mendengar ucapan JR.

"SCoups telah memulai perangnya kembali. Prajurit yang SCoups miliki bukan lagi para Half-Blood tapi para Prajurit Bayangan."

Sebagian besar seluruh orang yang berada dalam ruang singgahsana itu tampak gusar. Tentu mereka tahu apa itu Prajurit Bayangan. Mereka adalah Titisan Iblis. Mereka adalah para prajurit yang dikutuk oleh Dewa Langit karena kegilaan mereka terhadap perang.

"Prajurit Bayangan? Bukankah mereka adalah…"

"Yah." Potong JR. "Mereka adalah Titisan Iblis. SCoups bersekutu dengan Iblis itu sendiri."

Sosok pangeran tampan itu berdiri di tengah-tengah ruangan, matanya memandangi satu persatu sosok-sosok disekelilingnya. "Kalian bisa kembali ke Istana kalian masing-masing bila kalian tidak ingin mengikuti Perang ini. Kalian bisa pulang dan melawan pasukan SCoups dengan pasukan kalian sendiri tapi aku disini meminta kalian untuk menggabungkan kekuatan kita semua sebagai Satu Kaum. Kaum Supernatural."

JR terdiam untuk beberapa saat. "Aku meminta maaf atas perang delapan belas tahun yang lalu yang membuat terpecah belahnya Kaum kita, tapi kita semua tahu lebih baik bersama-sama dari pada seorang diri."

.

.

.

"Belum terlambat untuk menghentikan semua ini." Seongwoo memandang sahabatnya itu. Keduanya saat ini tengah bermain catur.

"Memang belum." Balas SCoups sambil menggerakan bidak caturnya.

"Kalau begitu hentikanlah."

SCoups terdiam mendengar ucapan Seongwoo. Menghentikan semua ini?

"Aku menentangnya." Ucap Clara ketika ia memasuki ruangan yang hanya berisi Seongwoo dan SCoups. Ia menatap sosok yang sudah menjadikannya Vampire itu. "Setelah semua yang mereka lakukan padamu selama ini dan kau ingin menghentikan perang ini seenaknya? Perang yang kemenangannya ada di tangan kita ini? Jangan bodoh, SCoups."

Pandangan SCoups kini tertuju pada Clara. Gadis itu tengah tersenyum licik. "Kemana perginya kebencian yang ada pada dirimu, SCoups? Keluarkanlah amarahmu, tunjukanlah pada mereka siapa yang berkuasa disini. Mereka semua hanyalah sampah tak berguna."

SCoups langsung berdiri dari duduknya, matanya masih memandang Clara. "Seongwoo, adakan pertemuan dengan rekan-rekan kita dan pastikan ketika perang mereka dalam keadaan lapar. Karena banyak makanan untuk mereka di medan perang."

Seongwoo berdiri dari kursinya dan keluar dari ruangan untuk melakukan apa yang SCoups ucapkan namun sebelum keluar ia memberikan tatapan tajam pada Clara.

.

.

.

"Aku akan tetap mengikuti perang ini dengan atau tanpa kalian."

Hening menyelimuti ruangan megah tersebut.

"Kami ikut denganmu."

Seluruh mata kini tertuju pada pemilik suara indah yang berdiri didepan pintu ruang singgahsana. Disana berdirilah keindahan sejati yang bernama Hwang Minhyun dengan wujud sejatinya dibelakangnya berdirilah Sehun, Kai, Daniel, CL, Kris, Jaebum, Jinyoung, Youngmin, Hangeng, Heechul, Jinki dan YoonA.

Seluruh makhluk yang ada disana tercekat dengan keindahan yang dimiliki Hwang Minhyun. Mereka bagaikan melihat kecantikan sejati para Ratu.

"Queen Fox." Ucap salah satu dari mereka ketika melihat mahkota yang dipakai Minhyun.

"Aku Hwang Minhyun, Pemimpin baru Kaum Fox akan bergabung dengan Kaum Vampire untuk melawan SCoups dan pasukannya."

.

.

.

"Sewoon sudah Eomma katakan bahwa kita tidak bisa melakukan apapun selain menunggu bulan purnama yang sempurna." ucap Seunggi ketika melihat putra bungsunya hendak meninggalkan rumah mereka.

"Eomma, Aku tidak bisa hanya duduk diam dan menunggu. Bisa saja ketika kita kesana dan SCoups sudah membunuh mereka semua."

Seunggi terdiam mendengar ucapan putranya itu.

Sewoon menggenggam tangan sosok yang sudah melahirkannya dengan lembut. "Eomma, darah vampire yang mengalir ditubuhku bukan darah vampire biasa tapi darah vampire pureblood dan raja vampire itu sendiri. Aku bisa menemukan Mansion Tua itu tanpa cahaya purnama yang sempurna. Aku yakin aku bisa, Eomma."

"Eomma ikut denganmu dan bawa Jaehwan juga."

.

.

.

"Ini sudah berakhir, apapun yang kita lakukan semuanya sudah berakhir. Kita tidak akan bisa mengalahkan SCoups dan Prajurit Bayangannya." Ujar Sulli, Calon penerus bangsa Peri.

JR menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Sulli. "Ini bukan akhir. Ini hanya awal untuk kemenangan kita. Kami tidak memaksamu untuk ikut pada Perang ini. Kau bisa kembali ke Istana mu dan duduk melihat SCoups menghancurkan Kaum Supernatural. Rumahmu, Rumah kita semua."

Sulli langsung menundukan wajahnya. Rumahnya, tempat ia dibesarkan selama puluhan tahun. "Tidak, Aku tidak akan membiarkan rumahku di hancurkan oleh bajingan itu. Aku ikut denganmu Pangeran JR. Pimpin kami dalam perang ini."

Semua orang dalam ruangan tersebut langsung berdiri dan membungkukan tubuh mereka pada sang pangeran vampire. "Pimpin kami dalam perang ini, Pangeran JR."

JR memandangi puluhan calon penerus berbagai kaum supernatural yang membungkukan badannya padanya bahkan Sehunpun ikut membungkukan badannya, memberinya hormat begitu juga kekasihnya yang memberikannya senyum manis.

"I will."

.

.

.

"Kenapa kalian masih ada disini?" tanya Seongwoo pada puluhan prajurit bayangan yang menjaga pintu ruang bawah tanah.

"Kami menjaga para tahanan, Tuan."

"SCoups memerintahkan kalian untuk ke markas utama, akan di adakan pertemuan disana dan kalian harus ada disana."

"Tapi jika kita ke markas utama siapa yang akan menjaga para tahanan disini, Tuan?"

"Tinggalkan dua prajurit bayangan disini. Sisanya ikut aku ke markas utama."

"Dua prajurit? Bukankah itu terlalu sedikit, Tuan?"

Seongwoo langsung menatap tajam prajurit itu. "Dua prajurit cukup untuk menjaga mereka. Lagipula mereka terlalu lemah untuk bisa kabur dari sini."

Beberapa prajurit saling berpandangan dengan ragu.

"Ini perintah SCoups. Aku yakin kalian tidak mau membantah perintah langsung Tuan Besar kalian itu, bukan?"

Mendengar nama SCoups ekspresi ketakutan langsung tercetak diwajah para prajurit bayangan. Walapun mereka adalah titisan iblis namun SCoups benar-benar mengerikan untuk mereka, sama mengerikannya dengan Lucifer.

"Kami akan segera ke markas utama, Tuan."

Seongwoo mengangguk mendengar jawaban tersebut dan segera pergi dari sana. Dalam hati Seongwoo tersenyum puas.

Rencananya berhasil.

Seongwoo tidak mengkhianati SCoups, ia tetap membantu SCoups dalam perang ini dan ia tidak membantu JR memenangkan perang. Ia hanya membantu adik bungsu JR untuk menyelamatkan Aron, Samuel, Taeyong dan putranya, Woojin.

Bagaimana Seongwoo bisa tahu Sewoon akan menyelamatkan mereka berempat? Karena hanya Sewoonlah yang bisa melihat Mansion Tua ini dan Seongwoo yakin JR dan Jaehyun meminta adik bungsu mereka untuk mencari tempat ini.

.

.

.

"Jadi, Ibumu sudah memberikan kekuasaannya padamu, hm?" tanya JR pada kekasihnya ketika keduanya sudah ada di taman belakang Istana Kaum Vampire.

Minhyun menyandarkan kepalanya di dada bidang JR. "Belum, tapi Mommy memaksaku untuk memakai mahkota ini agar Kaum lain menghargaiku."

JR tersenyum mendengar jawaban kekasihnya. Calon mertuanya itu memang seperti itu.

Hening kini menyelimuti keduanya.

"Jjuya."

"Hm?"

Minhyun diam, dia ragu apakah ia akan mengatakannya atau tidak.

"Kenapa, Permaisuriku?"

"Jjuya… Apakah kita akan selamat dalam perang ini?"

JR tidak menjawab. Ia hanya mengeratkan pelukannya pada tubuh wangi kekasihnya. Mata tajamnya masih memandang langit biru. "Setidaknya putra kita selamat."

"Nde, kau benar Jjuya. Setidaknya Seonho masih bisa melihat dunia ini bersama dengan Kakek dan Nenek-neneknya."

Yunho, BoA, Tiffany dan Seonho memang sudah meninggalkan tanah Kaum Supernatural. Mereka berada di Busan. Kota teraman di Korea Selatan karena para Kaum Supernatural tidak akan bisa menginjakan kaki mereka disana bila mereka tidak memiliki ijin. Mangka dari itu dulu JR tidak bisa menemukan Minhyun karena Minhyun ada di Busan dan JR tidak memiliki ijin untuk bisa masuk ke Busan.

"Jjuya, menurut Jjuya aku lebih pantas seperti apa? Aku yang berambut blonde atau aku yang berambut hitam?"

"Aku suka Permaisuriku dalam keadaan apapun. Ralat, aku mencintai Permaisuri Hwangku dalam keadaan apapun bahkan jika Permaisuriku yang cantik ini tidak memakai baju aku tetap mencintainya."

Minhyun langsung mencubit pinggang JR. "Mesum!"

JR terkekeh dengan tingkah manis pasangan jiwanya ini. "Aku bukan mesum, Sayang."

"Jjuya itu Mesum."

"Tidak."

"Mesum."

"Tidak."

Minhyun langsung melepaskan pelukannya pada JR dan memandang JR dengan kesal. "Mesum mesum mesummmmm."

Dan apa yang bisa JR lakukan selain mencubit gemas pipi chubby Minhyun.

.

.

.

Baekho mencengkeram dadanya ketika rasa sesak itu kembali menyerang.

"Hyung, kau tidak apa-apa?" tanya Daniel khawatir pada Baekho, pasalnya Baekho tengah melatihnya. "Aku tidak memukulmu dengan keras kan? Maafkan aku, Hyung."

"Tidak, bukan salahmu. Aku memang sudah merasakannya sejak beberapa jam yang lalu."

"Lebih baik kau istirahat saja, Hyung. Tidak lucukan jika saat perang nanti kau malah tertidur. Ren-Hyung pasti akan menganggapmu tidak keren."

Baekho tersenyum mendengar ucapan Daniel tapi jantungnya seakan tertusuk ratusan jarum ketika nama Ren terdengar. "Kau benar, Aku mungkin butuh istirahat."

Baekho membalikan badannya menuju kamarnya, dalam hati ia berdoa kepada Dewa Langit semoga kekasihnya baik-baik saja. Semoga.

.

.

.

Minhyun memandang cermin yang menampilkan wajah cantiknya dengan mata biru dan rambut pirangnya. "Baru satu jam yang lalu aku berambut hitam sekarang kembali ke pirang lagi."

JR memeluk pinggang Minhyun dari belakang dan mengecupi leher jenjang Minhyun. "Itu karena kau belum sepenuhnya menjadi Ratu Fox."

"Jadi jika aku menjadi Ratu Fox maka aku akan seperti ini selamanya?"

"Ya dan Tidak."

"Kenapa Ya dan Tidak?"

"Ya karena ini adalah wujud sejatimu maka kau akan seperti ini seterusnya dan Tidak karena setelah kau dinobatkan secara resmi menjadi Ratu Fox maka kau bisa mengubah penampilanmu. Tidak mungkin kan kau datang ke dunia manusia dengan tubuh seluruh keindahan ini? Bisa-bisa mereka menculikmu dan memajangmu dalam museum sebagai makhluk paling indah di dunia."

.

.

.

"Berhenti!"

Jaehwan dengan segera menginjak rem mobilnya ketika kekasihnya berteriak padanya.

"Ada apa, Sewoonie?" tanya Seunggi pada putranya.

Sewoon membuka pintu mobil kekasihnya dan memandang takjub bangunan didepannya. Bangunan didepannya begitu besar namun terlihat sangat mengerikan karena ratusan tahun tidak dihuni. "Eomma, apakah mansion tua yang Father katakan dikelilingi oleh kabut berwarna merah?"

"Yah."

"Mansion Tua itu ada didepan kita sekarang."

Seunggi memandang putranya. "Selamatkan mereka, Sewoon. Hanya kaulah harapan kita."

Sewoon mengangguk akan ucapan Ibunya, ia lalu memandang Jaehwan dan memeluk erat kekasihnya. "Jaga Eomma untukku."

"Pasti. Berhati-hatilah."

.

.

Sewoon mencengkeram kalung ruby pemberian Ayahnya dengan erat ketika ia memasuki Mansion Tua tersebut. Setiap langkah yang Sewoon lakukan harus ekstra hati-hati agar tidak menimbulkan suara.

"Aneh, kenapa sepi sekali. Aku pikir akan ada banyak penjaga." Sudah dua menit Sewoon memasuki Mansion penuh debu itu dan ia tidak melihat satupun penjaga. Sewoon memejamkan matanya untuk menemukan aura milik sosok-sosok yang dikenalnya, walaupun Sewoon sudah sepenuhnya menjadi manusia namun ia tetap memiliki darah vampire dalam pembuluh darahnya dan ia bersyukur akan itu karena dengan itu dia bisa merasakan aura-aura seseorang.

Sewoon membuka matanya dan memandang kebawah kakinya. "Penjara Bawah Tanah."

.

.

Sewoon langsung menutup mulutnya ketika melihat dua makhluk aneh tanpa kepala tergeletak didepan pintu dan ia dibuat terkejut bukan main ketika melihat sosok laki-laki didepannya.

"Instruktur Ong."

"Lama tidak bertemu, Sewoon."

Sewoon memundurkan tubuhnya, ia tahu dari kakaknya jika sosok didepannya berpihak pada SCoups.

"Tidak usah takut padaku." Ujar Seongwoo ketika melihat Sewoon memundurkan tubuhnya.

"Apa yang kau cari ada dibelakang pintu ini." Seongwoo menunjuk pintu dibelakang tubuhnya. "Masuklah."

"Apa yang membuat anda berpikir saya akan mempercayai ucapan anda."

"Aku adalah Gurumu. Walaupun aku tidak pernah mengajarmu namun kau tetap muridku. Anggap saja sebagai hadiah dari seorang guru pada muridnya."

Sewoon menatap ragu-ragu sosok tampan didepannya namun tanpa pikir panjang langsung berjalan memasuki pintu tersebut.

.

.

"Aron-hyung."

Aron langsung mendongak mendengar suara lembut adik dari sahabatnya itu. "Sewoon, bagaimana kau bisa ada di–…. Seongwoo."

Sewoon menengok kebelakang dan ternyata mantan Instruktur Dance nya itu mengikutinya. Sewoon sudah siap melakukan kuda-kudanya jika Seongwoo menyerangnya namun Seongwoo malah melemparkan sesuatu padanya.

Sewoon dibuat terkejut saat sesuatu yang dilemparkan Seongwoo padanya adalah kunci namun keterkejutannya hanya sebentar karena ia langsung berbalik dan membuka sel tahanan Aron dan Samuel.

Selesai membuka sel Aron –dan Samuel, Sewoon langsung berlari menuju sel Taeyong dan dengan cepat membuka sel tersebut.

"Taeyong-hyung?" Sewoon mengguncang tubuh calon kakak iparnya itu dan tidak ada gerakan sama sekali. "Taeyong-hyung, bangun."

"Dia tidak akan bangun sampai empat hari kedepan." Ujar Seongwoo bersamaan dengan Aron dan Samuel keluar dari sel mereka.

"Kenapa?"

"Aku memberikannya ramuan yang membuatnya mati suri selama beberapa hari agar SCoups tidak bisa mengetahui penglihatan Taeyong."

Sewoon mengangguk mengerti. Ia lalu membopong Taeyong dan Aron menggendong Woojin.

"Tapi dimana Ren-hyung?" tanya Sewoon kebingungan karena ia tidak melihat sosok cantik namun judes tersebut.

"Dia tidak selamat."

"A-apa?!"

"Ren memilih jalannya sendiri." Ucap Seongwoo dengan pelan namun masih bisa didengar oleh mereka. Seongwoo menghela nafas lalu menundukan badannya agar sejajar dengan tubuh kecil Samuel, dengan perlahan Seongwoo membuka penutup mata Samuel.

"Hey, Samuel."

Samuel mengerjap-erjapkan matanya, hal pertama yang ia lihat adalah mata Seongwoo dan tanpa bisa ia cegah ia melihat seluruh kehidupan Seongwoo.

"Ahjusshi mencintai Daniel-hyung." adalah kalimat pertama yang keluar dari bibir kecil Samuel ketika melihat seluruh kehidupan Seongwoo. "Ahjusshi menjaga Daniel-hyung dengan cara Ahjusshi sendiri."

Seongwoo tersenyum mendengar ucapan bocah didepannya. "Benar sekali tapi bukan itu yang ingin aku bicarakan."

Samuel memandang Seongwoo dengan diam menunggu sosok tersebut melanjutkan ucapannya.

"Ahjusshi hanya ingin berterimakasih padamu karena selalu menjaga Woojin. Terimakasih."

"Sama-sama, Ahjusshi. Lagipula itu sudah tugas Muel sebagai kakak untuk Woojin dan Seonho."

Seongwoo mengacak rambut Samuel dan berdiri didepan Aron. Ia mengelus kepala putranya yang berada di gendongan Aron.

"Maafkan Daddy, Sayang. Daddy minta maaf. Daddy berharap Woojinie bisa hidup dengan jalan yang benar tidak seperti Daddy dan Daddy berharap suatu saat nanti Woojinie bisa melindungi seseorang yang Woojinie anggap penting. Jangan seperti Daddy yang tidak bisa menjaga Woojinie dan Mommymu." Setelah mengatakannya Seongwoo mencium kening Woojin cukup lama dan memundurkan tubuhnya menjauh dari putranya. "Segeralah keluar dari Mansion ini."

Aron mencengkeram lengan Seongwoo. "Ikutlah dengan kami."

"Aku tidak bisa. Maafkan aku." Setelah mengatakannya Seongwoo langsung menghilang dari hadapan mereka.

.

.

.

"Darimana saja kau?" tanya Clara ketika melihat Seongwoo memasuki markas mereka yang berisi para monster dan raksasa.

"Bukan urusanmu."

Clara tersenyum culas ketika mencium darah dari tubuh Seongwoo. "Aku mencium aroma penghianatan disini."

Seongwoo memandang dingin Clara. "Aku mencium kematian darimu."

Senyum culas menghilang dari wajah Clara digantikan dengan ekspresi datar. "Jika kematian mendatangiku maka kematian juga akan mendatangi Daniel."

Seongwoo mencengkeram tangan Clara dengan keras, andai dibolehkan ia akan dengan senang hati mematahkan tangan ini. "Akan aku pastikan kematian enggan menyentuhnya selagi aku masih ada."

.

.

.

"Baringkan dia dengan perlahan." Ucap Seunggi pada Jaehwan yang menggendong Taeyong yang masih tidak sadarkan diri diatas kasur milik Sewoon. Saat ini mereka sudah sampai di rumah besar miliknya.

Sewoon mengelus lengan Aron. "Hyung, kau juga harus beristirahat."

Aron menggeleng, ia harus segera ke Istana Vampire. Perang sebentar lagi akan dimulai.

"Hyung, aku memaksa. Istirahatlah."

Dan apa yang bisa Aron lakukan selain menurut ucapan Sewoon. Ia memang tidak pernah bisa membantah ucapan anak-anak dari Lord U-Know.

"Hanya tiga jam setelah itu bangunkan aku. Aku harus ke Istana."

Sewoon mengangguk.

Aron melangkahkan kakinya menuju kamar tamu yang telah disediakan Seunggi dan mulai masuk ke alam mimpi. Aron hanya membutuhkan lima detik untuk masuk ke alam mimpi, ia berharap ia hanya tidur selama tiga jam namun ketika ia membuka matanya perang sudah dimulai.

.

.

.

.

.

TBC

30 December 2017

.

.

Achan minta maaf karena chapter ini belum ada perang karena menurut achan nggak mungkin kan tiba-tiba langsung perang ajah, pasti dong membutuhkan proses detik-detik menuju perang tapi achan janji next chapter bakal perang tapi nggak janji update cepet karena rabu depan achan udah mulai UAS dan tugaspun masih ada yg ngintilin achan dan juga chapter perang itu susahhh apalagi buat achan yg belum pernah nulis perang-perangan, achan mah lebih suka nontonnya dan bayanginnya buat nuangin ke tulisannya itu butuh pemikiran ekstra bgt. Tapi next chapter juga bakal jadi challenge buat achan karena achan yg nggak pernah nulis perang-perangan.

Achan amat sangat sangat sangatttttttt berterimakasih sama kalian yang masih setia menunggu cerita ini dan juga terimakasih atas semangat yang kalian berikan buat achan #deepbow

.

.

Balasan review :

songyoyo : Ongniel moment next chapter yah hehehe. yang ninggal di chapter ini Ren tapi nanti di perang juga ada lagi yg ninggal antara niel n clara. terimakasih udah baca nd review ff achan.

Guest 1 : chapter ini yg ninggal Ren tapi next chapter ada lagi kok. terimakasih udah baca nd review ff achan.

Kfcfmd : wah siapa nih yg jahat? scoups kah? hehehe achan emng butuh dia jadi jahat di ff achan ini. terimakasih udah baca nd review ff achan.

YRK4113 : salah satu tebakan uty benar. Ren yg ninggal di chapter ini tapi next chapter ada lagi yg ninggal. moment ongnieljin ditunggu ajah yah pasti bakal muncul kok. btw tuh udah ada moment ongjin diatas. terimakasih udah baca nd review ff achan.

Michiyo Park : hehehe mian, achan emng butuh scoups jadi jahat di ff achan ini. mianhae tapi ff ini bener-bener harus achan tamatin segera coz achan sendiri yg nulis ff ini greget sendiri hehehhe. terimakasih udah baca nd review ff achan.

verenakiem : iya penyesalan emang selalu datang terakhir. terimakasih udah baca dan review ff achan.

TiasPrahastiwi : hehehe achan emng butuh scoups jadi jahat di ff achan ini. yeah achan juga seneng akhirnya 2hyun bersatuuuu. terimakasih atas semangatnya, terimakasih juga sudah baca nd review ff achan.

naynaaay : taeyong baik-baik ajah kok heheheh. ini achan udah di lanjut yah. terimakasih sudah baca nd review ff achan.

Esty : iyahhh scoups emang kejam tapi achan sukaaa #plakk wkwkkw terimakasih sudah baca nd review ff achan.

Chika Chiki : wahhh maafkan achan bikin mata dikau berkaca-kaca. well next chapter masih ada cast yg ninggal entah itu scoups atau yg lainnya hehehe terimakasih sudah baca nd review ff achan.

vee : ini udah next yah. iyah scoups mah hoby bikin para readers achan naik darah heheheh. terimakasih sudah baca nd review ff achan.

Riskiulya : iyah scoups emng gila tapi achan suka #plakk heheh ini udah di lanjut yah. wahh kalau jangan lama-lama achan nggak janji krn sebentar lagi achan UAS dan tugas masih byk yg ngikut. achan juga udah naruh di bio achan kalau achan bakal slow update. terimakasih sudah baca nd review ff achan.

vega : iyahh achan juga penasaran sama scoups, jalan pikirannya masih belum achan mengerti #plakk terimakasih sudah baca nd review ff achan.

naokonini : versi hunkai yah? wahh achan pecintai kaihun nih tapi achan minta maaf krn sepertinya achan nggak bisa coz real life achan sibuk nih hehehh terimakasih sudah baca n review ff achan.

Angel Leeteuk Saranghae : ini sudah di lanjut yah chingu. terimakasih sudah baca n review ff achan.

chimchimlv : iyahhh scoups emang jahat tapi achan sukaaa #plakk wkwkkw terimakasih sudah baca nd review ff achan.

Nurul1707 : achan nggak nyakitin Ren lagi karena Ren udh nggak bisa ngerasain rasa sakit lagi untuk selamanya. maafkan achan. wahh hebat bisa bayangain n jikapun gk bisa monggo liat ff achan yg ada di wattpad disana achan taru foto minhyun spt deskripsi achan diatas. achan juga pengen semua couple bahagia namun apa dayaaa kadang planning achan beda dari planning awal achan. maafkan achan huuhuhu. ini sudah update yah. terimakasih atas semangatnya dan terimakasih juga sudah baca dan review ff achan.

heavenutt : halo dear achan biasanya ngebales review para readers dengan PM mereka (bagi yg log in) tapi terkadang mereka gk bales balesan achan jadi achan stop deh hehehhe. maafkan achan yah coz achan juga pengen bales satu persatu kaya gini tapi apa daya waktu achan nulis ff dan upload juga nggak banyak krn tersita buat nugas dan belajar. terimakasih sudah baca dan review ff achan.

RLike : halo dear cuma mau bilang sebelum achan update seminggu sekali dulu achan update tiga hari sekali tapi krn udah mulai aktif ngampus dan banyak tugas jadi achan update setiap ada waktu saja hehehe. terimakasih atas semangatnya dan terimakasih juga sudah baca dan review ff achan.

Guest 2 : terimakasih atas pujiannya dan semangatnya, terimakasih juga sudah baca dan review ff achan.

lunch27 : achan merasa ff ini sudah terlalu panjang eheheheheh ff ini ff terpanjang yg pernah achan buat. terimakasih sudah baca dan review ff achan.

Kola-dyn : iyahhh scoups emang jahat tapi achan sukaaa #plakk wkwkkw Jaehwan x Sewoon udah ada yah walaupun sedikit karena kalau makin banyak maka makin panjang lagi ff ini tapi achan bakal bkin Jaehwan x Sewoon ada kok di spin off nanti. terimakasih atas semangatnya dan terimakasih juga sudah baca dan review ff achan.

cometbridge : iyahh ren kasian. terimakasih sudah baca dan review ff achan.

tititari99 : wahhh sampe maraton. iya gpp kok. terimakasih atas pujiannya dan semangatnya, terimakasih juga sudah baca dan review ff achan.

RabbitV : Scoups emang bastard tapi achan sukaaa yg bastard kaya gituh #plakk terimakasih sudah baca dan review ff achan.

Bety BI : ongniel bersatu yah? hmmm akan tiba saatnya kok. bentar lagi deh achan janji. iyah achan juga kasian sama niel menderita mulu #plakk #inisalahdirimusendiri wahh maafkan achan yg nggak bisa update kilat karena real life achan sendiri sibuk dengan UAS dan Tugas. maafkana chan yah. terimakasih sudah baca dan review ff achan.

Chris Han : Iyah Ren kasiannn.. terimakasih sudah baca dan review ff achan.

Guest 3 : Terimakasih atas pengertiannya dan terimakasih juga sudah baca dan review ff achan.