ROCKIN HEAVEN

TEENS PREMIERE LOVE BEAT

Sakai Mayu / SexyBabyWolf

Luhan yang bahagia karena sudah menjadi siswa high school dan pindah ke Korea berniat membuat masa high schoolnya indah dan berharap bisa menemukan namja idamannya. Namun begitu sampai sekolah,ia terkejut. Semuanya namja. Bisakah Luhan bertahan? Warning: GS, OOC, OTP12, crack pair slight. Hunhan, Chanbaek, slight Hunrene, Krishan couple lain menyusul. Yang gak suka monggo diclose saja. Yang mau review silahkan dengan bahasa yang pantas dan yang gak mau review juga gpp. This fanfiction is special for "HUNHAN BUBBLE TEA COUPLE EVENT". Sebuah remake dari komik berjudul sama karangan Sakai Mayu. Karena remake jadi gak akan sama 100% seperti yang ada didalam komik. Aku sih gak mau ketinggalan, hanya lagi belum dapat wangsit aja. #Sehun hanya milik Luhan dan author Cuma pinjem bentar aja! Balikinnya nanti saja kalau autor udah bosan, keke. Happy read.

balasan review :

luhannieka : arra. kenapa dengan krishan? oke sudah dilanjut ya! ck, maunya#digaplok. ANDWE! nanti ditendang Lu na baru tahu rasa! gomawo 3 bbuing~

Angel Deer : mmm, gimana ya? baca sendiri aja ya! kekeke sudah dilanjut! gomawo 3 bbuing~

BeibiEXOl : nanti nuna, oops keceplosan nih#garuk kepala. mm, kalau itu bisa diatur. pasti mami panda keluar kok! sudah dinext gomawo 3 bbuing~

erisaayu . safira . 5 : apa bocah?#pukul kepalamu pakai tongkat baseball. yaa, kau benar benar tidak sopan! ketawa? haha iya setelah aku menghajarmu!ooh, itu ya, mmm aku seperti perkiraanmu! keke, tak apa aku tidak tersinggung. tulis saja apa yang kau katakan#senyum lima jari. dan jangan panggil aku ahjussi. aku masih belum punya anak -_-. waktu 6 tahun? aku mau sekarang pabo! arra, sudah dinext gomawo 3 bbuing~

khalidasalsa : keke, ikutin aja ya. sudah dilanjut gomawo 3 bbuing~

0312luLuEXOticS : chap 27) hahaha, santai nuna santai! oke oke. chap 28) ADOOOOOH#nutup telinga. MWO? terima? aku akan dibunuh hun hyung! keke, ikutin lanjutannya ya nuna gomawo 3 bbuing~

Cherry EXOL : ahaha#ketawa miris. siapin peti buatku deh. gak janji bakal selamat kalau banyak yang dukung krishan. huaaaa, sudah dilanjut#lari marathon ke galaxy. gomawo 3 bbuing~

PrinceOh : kurang panjang? mm, mianhae! ini aku kasih lagi hehehe. gak janji ya hyung(?) gomawo 3 bbuing~

Xi Luge : ohoho, ne udah update lagi. mmm, tao menyusul ne. gomawo udah suka. keke, sudah diupdate ya. ahaha, emang tahu alamat mimpi Dyo? kalau tahu datang aja! ahahaha, ania. aku seneng kok kalo bolak balik review. keke serasa ngechat. iya udah dilanjut, doh! ania, santai aja hyung! sudah dinext nih -_- ohui, salam kenal hyung! aku Dyo, dari galaxy(?)#kumat. ahaha iya sama sama. by the way, BERINTERAKSI? kenapa terkesan seperti aku makhluk halus ya? ah abaikan saja gomawo 3 bbuing~

N.B : gomawo untuk review, fav, dan follow yang diberikan. mungkin ceritanya sudah pasaran dan ada yang sudah tahu mungkin. banyak typo dan mungkin kesalahan lainnya, jwesonghamnida. tapi, ya terima kasih lagi, yang menyempatkan diri review. yang gak reviewpun gpp karena saya open source(?) keke, ditunggu chap selanjutnya 3 saranghae bbuing~

Part 29 (Not Ended Problem)

Author POV

Hari terakhir liburan, tempat pemotretan Kris.

"Setelah ini cut dulu. Kita akan melakukan pemotretan!" ucap salah satu kru disana.

"Baiklah, aku pergi dulu!" ucap Kris lalu membungkukkan badannya dan pergi menghampiri temannya.

"Bagaimana? Pemotretan itu menyenangkan bukan?" manager Kris membawakan coklat hangat pada Luhan lalu duduk disampingnya. Luhan mengangguk dan menerima minuman itu sambil berterima kasih.

"Disini Kris benar benar berubah. Seperti bukan anak High School saja!" ucap Luhan pelan.

"Ya, itulah kelebihannya! Tapi mau bagaimanapun juga dia hanyalah seorang anak High School. Yi Fan pasti menikmati festival saat itu! Makanya dia jadi sangat bersemangat saat bersekolah!" ucap sang manager sambil tertawa.

"Dan juga ini adalah pertama kalinya Yi Fan membawa temannya ikut pemotretan. Saat ini dia benar benar terlihat seperti anak High School sungguhan!" lanjut sang manager membuat Luhan terkesiap dan memandang Kris yang tengah bercanda bersama rekannya.

"Dengan begini juga ia pasti akan mendapat banyak pengalaman disekolah. Sebagai teman, kau pasti tahu scandal dia sebelumnya kan?" Tanya sang manager pada Luhan dan dijawab Luhan dengan tatapan bingung.

"Yaa, Yi Xiao! Kau bicara sesuatu tentang keburukanku padanya ya?" tiba tiba saja Kris berdiri dibelakang managernya dan melipat kedua tangannya didepan dada. Walaupun artisnya sangat tidak sopan padanya yang lebih tua, Yi Xiao tidak memepedulikannya. Ia mendengus dann membuang pandangannya.

"Ah maaf saja tapi aku 'belum' bilang apa apa padanya!" ucap Yi Xiao sambil menekankan kata belum. Kris yang kesal dengan tingkah managernya segera mengejar yeoja itu. luhan hanya tersenyum melihat keakraban keduanya. Mereka berdua tidak terlihat seperti artis dan manager. Tapi terlihat seperti saudara.

XXX

"Yohooo, apa kaabr kalian semua? Pasti kalian sedang merindukanku kan? Apa sebegitu sepinya karena aku tidak ada?" ucap Kai keras. Ia baru saja masuk kedalam kelas dan langsung disambut yang lainnya. Mereka semua masih membicarakan acara liburan kemarin.

"Ruru!" Baekhyun memanggil Luhan dan duduk disebelahnya.

"Baekkie, selamat pagi! Bagaimana liburannya? Menyenangkan tidak?" ucap Luhan dengan ceria.

"Mm, sangat menyenangkan. Dan yang paling mengerikan adalah saat Kai hanyut dan Suho yang berusaha mencarinya malah tersesat. Lalu kau sendiri bagaimana?" Tanya Baekhyun sambil menatap Luhan yang tiba tiba saja diam.

"Aku yakin kau pasti tidak kesepian kan? Soalnya Sehun juga tidak ikut. Kau pasti bersamanya kan?" tebak Baekhyun sambil mengedipkan matanya.

"Kemarin dia ikut denganku ke pemotretan." Sahut Kris dari belakang hingga membuat semua menoleh dan menatapnya kaget.

"Apa?" koor mereka semua terkejut.

"Kris!" cicit Luhan menunduk tak berani menatap Kris dan teman temannya secara langsung. Kris berjalan dengan santai dan merengkuh Luhan dalam pelukannya.

"Kami sudah jadian" ucap Kris pelan namun penuh penekanan. Mereka semua diam membatu.

"K…Kris, apa yang kau lakukan?" ucap Luhan sambil menatap namja yang tengah memeluknya kini.

"Lebih baik mereka tahu ini Lu!" ucap Kris pelan menenangkan Luhan.

"Mwo?" kini Kai menatap keduanya tidak percaya.

"Kenapa bisa begini?" ucap Chen penuh penekanan dan menatap Kris tajam.

"Kau sendiri juga tidak keberatankan, Oh Sehun?" Kris menoleh kearah pintu kelas dan Sehun sudah berdiri disana dalam diam dan wajah datar andalannya. Luhan yang sadar Sehun juga ada disana mulai merasakan hawa yang tidak mengenakkan.

"Itu tidak ada hubungannya denganku!" sahut Sehun singkat lalu berjalan menuju kebangkunya dalam diam. Semua anggota gengnya menatap Sehund engan tatapan tidak percaya.

"Tidak ada hubungannya bagaimana maksudmu Sehun? Luhan, ada apa sebenrnya?" ucap Kai emosi.

"Kau serius bicara seperti itu?" ucap Chanyeol sambil menatap Sehun. Sementara Luhan hanya diam dan tidak berani membuka mulutnya.

"Itu… mm lagipula kamu juga sudah putus kan waktu itu!" sahut Luhan pelan.

"Mwo? Yaa sebenarnya kalian ini bagaimana sih? Apa mau kalian?" teriak Kai sudah diliputi emosi.

"Itu tidak ada hubungannya denganmu!" ucap Sehun menyibukkan dirinya dengan bermain game diponselnya.

"Luhan ingin jadian dengan siapa…itu adalah urusannya sendiri!" lanjut Sehun dengan nada datar. Kai yang benar benar emosi mengepalkan tangannya dan bersiap menghajar ketua dari kelompoknya itu.

"Kau…" geram Kai.

PLAK

Sebelum tangan Kai mendarat diwahaj Sehun, tangan BAekhyun justru yang pertama kali mendarat disana. Semua yang disana menatap dengan kaget.

"Baekkie!" ucap Chanyeol dan Luhan bersamaan lalu menarik Baekhyun kebelakang.

"Apanya yang tidak ada hubungannya? Kau ini, sebenarnya ada apa denganmu hah?" maki Baekhyun pada namja putih itu. Sementara Sehun hanya diam sambil meraba pipinya yang terasa panas.

"Kau sama sekali tidak pernah memikirkan perasaan orang orang yang ada disekelilingmu!" lanjut Baekhyun. Sementara Suho, Chen, Kai, Chanyeol dan Luhan hanya memasang wajah datar melihat Sehun ditampar Baekhyun.

"Lebih baik kita keluar, ayo Baek. Luhan juga!" ucap Chanyeol lalu menarik Baekhyun diikuti Luhan dibelakangnya.

"Lebih baik kau pikirkan ini baik baik!" ucap Kai pelan sebelum ikut meninggalkan Sehun dikelas sendirian. Sehun hanya diam dengan wajah datarnya.

XXX

"Kau sudah bertindak terlalu jauhkan?" Tanya Chanyeol dengans enyuman lembut pada Baekhyun.

"Ne, mianhae!" ucap Baekhyun pelan sambil menumpu kepalanya.

"Gwenchana! Luhan, katakan padaku, kau serius melakukan semua ini pada Sehun? Saat aku bilang kau tidak jadi ikut, Sehun juga bilang dia tidak mau ikut!" ucap Chanyeol sambil menatap Luhan.

"Eh apa? Bukankah dia bilang dia masuk angin?" ucap Luhan terkejut.

"Dan meskipun begitu, dia tidak suka sendirian jika sedang sakit." Mata Luhan membulat mengetahui kebenaran lain yang dikatakan Chanyeol.

"Aku juga sudah bilang padanya kalau ada apa apa lebih baik mencarimu! Jadi kufikir akan baik baik saja!" lanjut Chanyeol membuat Luhan menutup telinganya.

"Sudah cukup!" teriak Luhan membuat Chanyeol terdiam.

"Aku juga tidak akan begini jika Sehun tidak berkata begitu! Aku juga ingin bisa seperti Baekhyun yang kuat! Aku…sudah menyerah! Makanya aku akan berusaha menyukai orang lain yang menyukaiku! Aku akan berusaha!" ucap Luhan lalu tersenyum meyakinkan teman temannya bahwa ia baik baik saja. Baekhyun dan Chanyeol menatap Luhan dalam diam.

"Terima kasih karena kalian sudah mengkhawatirkanku! Aku akan kembali kekelas dulu ne!" ucap Luhan lalu melambai meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun.

"Dasar rusa bodoh!" desis Baekhyun diikuti tatapan tajam Chanyeol pada punggung Luhan yang menjauh.

XXX

Siwon saem berdiri didepan kelas dengan raut wajah ngeri menatap anak didiknya. Sepertinya pertengkaran tadi membawa dampak serius pada kelas itu.

"Ada apa ini? Kenapa suasana kelas ini seperti pemakaman hah?" ucap Siwon saem dengan suara sedikit bergetar.

"Hah, sudahlah! Aku tidak peduli dengan itu! Yang pasti liburan panjang sudah berakhir dan kalian juga harus mempersiapkan diri dalam semester baru ini juga dengan test test yang sudah ditentukan oelh sekolah! Kalian buat kelompok masing masing berisi 3 orang! Dan tuliskan apa yang akan kalian lakukan dimasa depan dalam kertas kosong!" instruksi Siwon saem dari depan.

"Tidak terasa sudah kelas 2!" ucap siswa lain.

"Hm, nanti biar aku saja yang bacakan!" sahut teman satu kelompoknya.

"Kenapa semua jadi begini?" ucap Suho serius pada Chanyeol. Chanyeol diam tak menanggapi ucapan Suho. Tapi dalam pikirannya, ia kembali melihat Sehun yang terjun dari lantai sekolahnya saat junior high school dulu.

"Chen-aa, kau sekelompok denganku ne!" ucap Kai pada Chen yang sedang sibuk menulis.

"Arraseo! Aku…tidak akan melajutkan ke universitas!" ucap Chen membuat Kai melotot kaget.

"Aah, pasti kau akan membantu ditokomu kan?" tebak Kai smabil tersenyum.

"Ani, aku akan belajar ke luar negeri." Ucap Chen membuat Kai menatapnya dengan wajah bodoh.

"Lu…luar negeri? Eodiseo(keman)?" ucap Kai dengan wajah tidak percaya.

"Nunaku bilang dia memiliki kenalan di New York! Jadi mungkin aku akan belajar disana! Aku suka memotong rambut, makanya aku memilih amerika untuk mengasah kemampuanku! Dengan begitu saat aku kembali ke korea nanti aku bisamenjadi piñata rias artis!" ucap Chen sambil tersenyum.

"Mwo? Kau serius? Kenapa tiba tiba seperti itu sih? Lalu berapa lama kau pergi keluar negeri? Berarti aku akan kesepain dong disini?" ucap Kai dengan nada memelas.

"Kau mau rambutmu kupotong hah?" ancam Chen sambil menatap tajam Kai.

"Potong apa sih? Jangan bercanda! Kalian semua…bicara bodoh macam apa hah?" ucap Kai emosi.

"Kau pikir aku sedang bercanda?" tantang Chen membuat namja tan itu menggeram marah.

"Sudah cukup, terserah kalian saja!" ucap Kai lalu menendang tempat sampah disampingnya. Tidak menghiraukan pandangan aneh dari teman temannya dan juga pandangan marah dari Siwon saem.

"Yaa Kim Jongin! Apa apaan kau?" tegur Siwon saem.

"Berisik!" teriak Kai membalasnya lalu pergi dari kelas itu. Luhan pergi menyusul Kai.

"Kai!" pangggil Luhan membuat Kai berhenti namun tidak menoleh.

"Kau juga…Chen juga… menyebalkan! Sejak dia datang, kita semua jadi aneh!" teriak Kai lalu menatap Luhan dengan mata nyalang.

"Kau salah! Itu tidak benar!" ucap Luhan lirih sambil menatap Kai yang kini menyeringai remeh.

"Tidak benar katamu? Bicaralah sendiri pada dinding!" ucap Kai lalu pergi meninggalkan Luhan. Luhan menatap punggung Kai yang menjauh dengan pandangan sedih.

Tanpa mereka sadari Sehun juga melihat semua itu dan juga mendengar semua ucapan keduanya. Ia melangkahkan kakinya ke atap tanpa menghiraukan Luhan. Dia menaiki tangga dengan pelan dan membuka pintu lalu masuk kesana.

"Memilih sesuatu yang berbeda pasti bukanlah suatu hal yang mudah dan mulai sekarang kita harus membiasakannya! Tapi, orang yang mau melihat kedepan pasti tahu bagaimana mengatasinya!" – Xi Luhan

Sehun melangkah dengan pasti menuju pagar pembatas. Dia berdiri disana dan memandangi pemandangan dibawahnya. Ia menoleh kesamping dan melihat namja tampan berseragam junior high school berada disampingnya juga menatapnya dengan pandangan yang sama.

"Kau bodoh, Sehun!" ucap namja itu pelan. Sementara Sehun hanya tersenyum miris.

"Sejak kapan aku tidak bodoh?" sahut Sehun sambil menatap depan. Namja itu ikut memandang depan.

"Jadi…" ucap namja itu harus terpotong dengan terpaksa.

"Diam Oh Sehun! Jangan menceramahiku karena pada dasarnya aku adalah dirimu!" ucap Sehun lalu mencengkeram pagar pembatas dengan erat. Namja itu adalah Sehun ketika masih dijunior high school. Orang yang sama saat Sehun terjun dari gedung sekolahnya. Sehun tersenyum miris dan memandangi namja didepannya dengan seragam junior high school itu.

"Aku memang bodoh!" ucap Sehun lirih bersamaan dengan namja itu.

TBC

mian kalau ada typo dan kata kata yang tidak baku ya, see ya~ saranghae bbuing~ :D