Yoshino kembali, thanks sudah setia menunggu Battle 100 ^^

Chapter 29 update!

Mata yang tidak wajar, pertahanan yang sempurna sampai keanehan yang menyelimuti kesempurnaan itu…

"Pertarungan ini akan segera berakhir, karena aku akan mengalahkanmu disini"

Battle 100 ..

Chapter 29

Uchiha Shisui

"Kau masih tidak menyerah juga? Berpikirlah jernih kau tidak akan bisa mengalahkanku meskipun kau berlatih selama 10 tahun" dan debu yang mengelilingi area itu pun telah hilang tersapu angin, kini Itachi telah berdiri di balik pohon untuk menghindari dampak serangan Shisui sebelumnya.

"Hanya aku yang bisa menandinginya, tapi bukan itu yang aku bicarakan…

karena semasa hidupnya dia belum pernah mengalami kekalahan dalam sebuah pertarungan" Lanjut Itachi mengenai perkataannya saat pertama kali, dia masih melihat ekspersi Shisui dari kejauhan. Ekspresi Shisui masih sama seperti sebelumnya, mata rinnengan (kanan) dan mata mangekyou sharingan (kiri) terus menatap tajam semua lawan yang ia hadapi.

Dan disaat yang sama Kurama terkejut dengan apa yang disembunyikan oleh Shisui, "Tidak mungkin dia…."

Naruto Shippuden © Masashi Kishimoto

Genre-Adventure/Action/Fantasy/Fight

Battle 100 © Yoshino Tada

Akhirnya Kurama menyadari bahwa ada sesuatu yang janggal di dalam diri Shisui. Shisui masih menatap Naruto dengan tatapan kosong, sedangkan Naruto masih berusaha bangkit dari tekanan yang diberikan oleh Shisui. "Aku tidak akan menarik kata kataku kembali, karena itulah jalan ninjaku!" tegas Naruto yang kini telah bangkit kembali dan bersiap untuk melawan Shisui sekali lagi.

"Semangat yang bagus akan tetapi semuanya akan sama saja, takdir telah mengatakan bahwa aku akan menang dan kau akan kalah, kesempurnaan sudah menghubungkanku dengan kemenangan dan itu tidak bisa diganggu gugat" kata Shisui seolah olah meremehkan kekuatan Naruto dan menganggap dirinya sudah memenangkan pertarungan ini.

"aku tidak percaya dengan takdir dan kesempurnaan, karena hal itu dapat diubah dengan semangat dan kerja keras, tidak mungkin seseorang dapat secara instans menjadi sempurna, karena kesempurnaan membutuhkan sebuah semangat pantang menyerah dan kerja keras!" seru Naruto yang tak mau kalah dengan argument yang diucapkan oleh Shisui kepadanya.

"Apa kau tidak mengerti? Aku bilang kesempurnaan itu adalah sesuatu yang sudah ditakdirkan sejak lahir dan kau tidak bisa mengubahnya dengan mudah, semuanya sudah ditentukan sejak kita lahir" mata rinnengan dan mangekyou sharingan Shisui masih menatap tajam mata biru milik Naruto dan ia tidak mengalihkan sedikit pun pandangannya dari mata Naruto.

"Akan aku buktikan bahwa kesempurnaan itu tidak ada dan akan aku buktikan juga bahwa dirimulah yang salah karena aku akan mengalahkanmu disini!" ujar Naruto mempertegas tekadnya, ia pun semakin percaya diri setelah mengatakan hal itu kepada Shisui. Mendengar perkataan itu Shisui hanya tersenyum dingin.

"Baiklah buktikanlah kepadaku jika perkataanku salah, dan lawanlah aku dengan seluruh kemampuan yang kau punya karena setelah pertarungan yang baru saja kita lakukan aku yakin kau telah mengalami banyak kerugian dan kondisimu yang sekarang ini tidak memungkinkan untuk melawanku" jawab Shisui.

"Naruto sudah kalah, meskipun begitu aku cukup mengapresiasi semangat pantang menyerahnya karena untuk pertama kalinya ada seorang lawan yang berani menantang Shisui sampai seperti ini" batin Itachi sambil memperhatikan perbincangan Shisui dan Naruto. di samping itu Sasuke mulai bangun dari pingsannya. Matanya terbuka dengan sendirinya, sedikit demi sedikit, ia pun melihat Shisui dan Naruto yang berdiri dan saling berhadapan, penglihatannya masih samar-samar sehingga mereka tidak terlihat begitu jelas di kedua matanya.

"Naruto?" batin Sasuke yang masih terlentang di tanah dan berusaha bangkit kembali. "Aku akan segera kesana" tambahnya yang masih berbatin sambil mencoba berdiri dan menahan rasa sakitnya.

"Hey Naruto?" kini Naruto berada di tempat Kurama.

"Sebelum kau melawannya? Aku ingin mengatakan ini kepadamu, tentang kebenaran Shisui" ucap Kurama serius.

"Kebenaran Shisui?" balas Naruto kebingungan. Gemercik air masih terdengar jelas di kedua telinga laki laki berambut kuning jabrik tersebut. Dia pun menaruh rasa keingin tahuan yang tinggi karena hal ini akan menentukan pertarungan yang akan terjadi berikutnya.

Disamping itu sesuatu yang misterius berkedip terus menerus, bola mata berwarna merah itu melihat ke berbagai arah seperti mengawasi ancaman ancaman yang membahayakan tubuh yang dihinggapinya tersebut.

"Tidak mungkin, dia….." setelah Kurama membicarakan rahasia Shisui kepada Naruto, Naruto pun langsung terkejut dan tercengang atas fakta yang baru saja ia dengar dari Kurama.

"Jadi itu yang membuat Shisui dapat menghindari serangan seranganku dan Sasuke?" tanya Naruto. Kurama menganggukan kepala bahwa memang hal itu lah yang membuat Shisui tidak bisa terkena serangan dan gerakannya terlihat sangat sempurna.

Sasuke masih berusaha bangkit kini dia sudah berdiri dan menatap punggung Shisui yang berjarak sekitar 17 meter jauhnya. Dan hal yang mengejutkan pun juga dilihat oleh Sasuke. "Sebenarnya apa itu?" pikirnya. Ekspresinya berubah derastis setelah melihat sesuatu yang misterius tersebut. Sebuah mata sharingan yang tertanam di leher bagian belakang Uchiha Shisui.

"Jadi kalian sudah melihatnya ya?" ucap Shisui sambil melihat reaksi Naruto dan Sasuke yang telah mengetahui kebenaran mengenai pertahanan dan serangan sempurnanya. "Ini aku dapat dari Ayahku" tambahnya singkat.

Kini semua perhatian tertuju kepada Shisui, Itachi, Orochimaru dan Kabuto pun juga sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi kepada Shisui. "Sebenarnya? Apa itu? Mata sharingan? Di leher?" tanya Naruto dengan ekspresi penasaran seolah olah dia ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepada Shisui.

"Sejak kecil aku memang seperti ini….."

A long time ago

Suara tangisan bayi terdengar lantang di sebuah rumah sakit di pusat Konoha, semua orang menantikan kelahiran bayi kecil dan manis itu, namun disaat kebahagiaan yang luar biasa itu terlimpah ruah, sesuatu yang menyedihkan terjadi. Ayah dari bayi itu terlihat menggendong bayi yang baru saja lahir tersebut, ia terus menimang nimang dengan senyuman bahagia, tangisan kecil masih terdengar oleh orang-orang yang berada di dalam ruangan itu, sampai senyuman orang-orang itu berubah menjadi kepanikan, tiba-tiba saja denyut jantung dan nadi ibu bayi itu melemah dengan sendirinya.

"Apa yang terjadi?" tanya Kagami panik. Anggota medis pun berusaha sekuat tenaga untuk menstabilkan denyut jantung bayi ibu itu supaya nyawanya dapat tertolong. "Cepat lakukan sesuatu!" bentak Kagami sambil mengangkat kerah salah satu anggota medis.

"Tenang tuan, kami akan segera melakukan sesuatu " jawab anggota medis itu ketakutan, dan mereka pun akhirnya mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menolong ibu bayi tersebut sampai akhirnya takdir berkata lain wanita itu meninggal setelah proses operasi selesai, dan Uchiha Kagami merasa sangat kehilangan atas sepeninggalnya istri tercinta. Tetesan air mata berlinang di kedua matanya, kini ia terduduk di kursi lorong rumah sakit sambil merunduk penuh kesedihan. "Sekarang apa yang harus aku lakukan? Disaat seperti ini kenapa kau yang?" tetesan air mata terus berjatuhan dan menetes ke lantai secara bergantian. Laki laki berambut hitam sedikit curly itu mengepal tangannya dengan erat seakan akan tidak terima dengan takdir yang melanda dirinya sekarang ini.

"Aku…" ucapnya terbata, laki laki berumur 30 tahun itu masih menangis tersedu. Namun ia mengingat kata kata terakhir yang dikatakan oleh istrinya sebelum dia meninggal dunia.

Kembali ke beberapa waktu yang lalu ..

"Sayang? A-aku ingin kau melakukan sesuatu untuk putra kita" ucap ibu Shisui terbata bata, ia terlihat meringis kesakitan.

"Apa? Katakanlah?" jawab Kagami tanggap sambil mendekatkan diri ke tempat dimana istrinya tersebut berbaring lemah tak berdaya.

"Aku ingin kau menjaga Shisui, dan disamping itu aku juga ingin menjaganya dengan cara yang lain untuk itulah sebagai ibu aku akan melindunginya dari marabahaya yang menimpa dirinya suatu saat kelak? Apa kau mengertii maksudku?" tatap ibu itu sambil merintih kesakitan,dia berusaha menahan rasa sakitnya yang sudah mencapai puncaknya.

"Apa maksudmu?" tanya Kagami yang tidak begitu paham mengenai permintaan yang diajukan oleh Istri kesayangannya tersebut.

"Aku ingin kau menanamkan mata sharinganku ke tubuh putra kita dengan begitu secara tidak langsung aku juga turut andil dalam meli- uhuk uhuk" belum sempat meneruskan kalimatnya ibu Shisui pun sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya lagi dan perkataan itu mengakhiri perbincangan suami istri tersebut selama-lamanya.

"Sayang? Sayang? Sayang!" teriak Kagami penuh luapan emosi dan kesedihan. Namun semua orang yang berada di situ hanya bisa terdiam seraya menundukkan kepala menunjukkan bahwa orang-orang tersebut turut berduka cita atas sepeninggalnya istri dari Uchiha Kagami.

"Apa aku harus menjalankan wasiat istriku?" pikir Kagami serius, ia ingin segera mentransplantasi kan mata sharingan milik istrinya yang notabene adalah ninja perempuan terkuat di keluarga Uchiha. "namun aku harus meminta persetujuan dari tetua klan Uchiha, agar operasi ini dianggap legal dan diizinkan" ia pun segara berangkat untuk meminta persetujuan tetua Uchiha agar diperbolehkan melakukan transplantasi yang cukup sulit tersebut.

Setelah melalui proses negoisasi yang cukup alot akhirnya Uchiha Kagami diperbolehkan untuk melakukan transplantasi ke putranya sendiri dengan tujuan agar dapat melindungi diri dari marabahaya sesuai pesan terakhir yang diucapkan oleh istrinya.

Suara teriakan bayi terdengar sangat keras dan memantul mantul di ruangan yang dijadikan sebagai tempat transplantasi dilakukan. "Jika transplantasi sukses maka bayi ini akan menjadi bayi terkuat yang pernah lahir di keluarga Uchiha, dan akan meneruskan kepemimpinanku suatu saat nanti" batin Madara selaku tetua keluarga Uchiha, ia berdiri bersandar di dinding dan memperhatikan jalannya proses transplantasi sambil melipat tangannya.

"Sesuatu yang ekstreme harus dipersiapkan sebaik mungkin, agar dapat dilakukan dengan baik dan lancar karena hasil adalah segalanya" pikir Kagami sambil melihat bayinya yang masih menangis dengan lantangnya.

"transplantasi ini membutuhkan waktu yang cukup lama, dan juga membutuhkan beberapa bantuan medis dari klan Uchiha sndiri ditambah lagi aku sudah mempelajari buku yang berisi mengenai tata cara mentransplantasi mata ke bagian bagian selain mata itu sendiri jadi aku harap ini akan berhasil" lanjutnya sambil memakai masker berwarna hijau dan bersiap untuk mentransplantasi mata Ibu Shisui ke putranya itu.

"baiklah kita mulai" perintah Uchiha Kagami, dan orang orang yang membantu dalam proses transplantasi itu mulai sibuk dengan tugasnya masing masing, ada yang mencuci peralatan, ada yang memberikan peralatan yang dibutuhkan, memberikan obat bius, dan hal hal lainnya yang berkaitan dengan operasi itu sendiri.

mereka semua bekerja sama dengan kompak, waktu terus berlalu 1jam, 2 jam, 3jam dan jam pun akhirnya menunjukkan pukul 11 malam, dan tiba tiba saja air mata menetes dari kedua mata Kagami yang melihat anaknya terbaring lemah dan masih di operasi, "Aku minta maaf…. Tapi inilah satu satunya jalan terbaik, kau akan menjadi shinobi yang sempurna di masa depan nanti,Shisui" ucapnya terbata-bata.

Dan setelah sekian lama melakukan operasi, akhirnya proses perpindahan mata itu telah selesai dilakukan. "Akhirnya selesai, transplantasi mata berakhir dilakukan" ucap Kagami sambil melihat ke arah Madara yang masih bersandar di dinding ruangan. Mendengar suara itu Madara mulai membuka matanya, sebelumnya matanya terpejam karena menunggu terlalu lama.

"Bagus dengan begini, akan ada shinobi dari klan Uchiha yang akan menjadi shinobi yang ditakuti karena kekuatannya, Uchiha Shisui" jawab Madara. "Akan tetapi untuk sekarang tidak ada yang bisa melebihi kekuatanku" pikirnya.

"Aku tidak begitu mengerti, leher Shisui terlalu kecil untuk ditransplantasikan 2 buah mata sekaligus, apakah memang hanya bisa 1 mata saja?" pikir Kagami sambil memegang toples kecil yang berisikan mata sharingan milik istrinya yang tidak bisa ditransplantasikan ke bagian belakang leher Shisui.

"Meskipun begitu masih banyak waktu baginya untuk mengendalikan mata ketiga itu, aku yakin dia bisa melakukannya, cepatlah dewasa Shisui dan jadilah shinobi yang hebat" lanjut Kagami sambil melihat anaknya yang masih tertidur di kasur dengan leher yang diperban.

5 tahun kemudian ..

"Shisui?"

"Shisui?"

"Shisui?"

Bebarapa kali nama Shisui dipanggil, suara itu begitu pelan dan halus, dan orang yang memanggil nama Shisui tersebut berusaha menggerak gerakan tubuh Shisui agar Shisui terbangun dari tidur lelapnya.

"Ayah?" ucap Shisui dengan nada mengantuk, dia masih terlihat ingin memejamkan matanya sekali lagi.

"Cepat bangun, kau nanti akan terlambat" mendengar kata terlambat Shisui pun langsung terkaget, ia teringat sesuatu yang cukup penting. "Ha? Inikan hari pertamaku masuk ke perguruan aku harus cepat!" jingkraknya sambil berlari dan bergegas keluar kamar, ia pun tidak begitu memperdulikan ayahnya yang berada di dalam kamar tersebut.

"Dasar?" batin Kagami tersenyum tipis.

Setelah beberapa menit bersiap siap, Shisui pun berlari keluar rumah dengan tergesa gesa. "Aku berangkat!"

"Hati hati ya!"

Kini ia berlari sambil memakan roti isi yang menjadi sarapan paginya. "Aku tidak boleh terlambat" batinnya penuh semangat. Shisui telah sampai di depan gerbang akademi dan berjalan pelan menuju pintu utama dari bangunan yang cukup besar tersebut. "Dari sinilah semuanya berawal…" batinnya sambil membuka pintu kelasnya. Seakan akan tidak percaya,wajahnya tiba tiba memerah malu dilihatnya para murid yang sudah duduk sambil memperhatikan guru yang sedang mengajar.

"Ano,apa aku terlambat?" ucapnya penuh malu.

"Kenapa kau malah tanya kepada Sensei!" jawab sensei berteriak. Semua murid pun tertawa mendengar lelucon dadakan tersebut. "Maaf maaf"Shisui pun hanya bisa menggaruk garuk rambut hitamnya sambil menunduk minta maaf. "Baiklah kau boleh duduk" perintah sensei, kemudian Shisui berjalan menuju bangku yang terlihat kosong yang disana sudah duduk seorang anak yang juga dari keluarga Uchiha.

Namun disaat itu semua perhatian hanya tertuju kepada Shisui yang telah duduk dan meletakkan tasnya. "Kau lihat, dia masih berumur 5 tahun, kenapa dia bisa masuk ke kelas A? padahal kelas A kan hanya untuk anak yang sudah menginjak umur 7 sampai 8 tahun" bisik salah satu anak dengan anak lainnya yang berada di sampingnya.

"Kau benar, kenapa bisa begitu apakah dia istimewa?" jawab anak lain yang sepertinya sependapat. Mendengar ucapan ucapan itu Shisui merasa ada yang salah dengan dirinya namun lamunannya langsung buyar saat seseorang mengajaknya bicara.

"Jangan dipikirkan, mereka memang seperti itu, perkenalkan namaku Uchiha Itachi, semoga kita bisa berteman dengan baik" uluran persahabatan itu diterima dengan penuh senyuman. "Hehe, namaku Uchiha Shisui senang berkenalan denganmu" jawab Shisui yang masih tersenyum polos.

Mereka pun tersenyum bersama, dan disaat kesenangan itu terselip beberapa insiden yang membuat Shisui akhirnya menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan dirinya.

Di lapangan terbuka, tanah berwarna coklat yang tidak begitu keras dan lunak adalah tempat bagi beberapa murid yang sudah bersiap melakukan seni bela diri yang telah turun temurun dilakukan. Dan murid murid yang dipanggil namanya pun berjalan memasuki lingkaran yang sudah disiapkan untuk duel tersebut. "Mulai!" seru sensei sembari memberi aba-aba kepada para murid yang melakukan duel. Terlihat anak anak tersebut mengikuti kegiatan itu dengan antusias sampai akhirnya.

"Uchiha Shisui?" panggil sensei.

"Iya?" jawab Shisui sambil mendekat ke tempat berdirinya sensei sekarang.

"Dan Hyuga Tanaka" setelah keduanya dipanggil, mereka pun langsung menuju tempat duel. "Woy bukankah ini berat sebelah,Hyuga Tanaka adalah murid paling kuat dan pintar di akademi mana mungkin anak ingusan itu dapat mengalahkannya" bisik bisik beberapa orang yang terlihat antusias dengan pertarungan tersebut.

"Hyuga san! Ayo menanglah!" teriak para gadis yang mengidolakannya karena memang dia adalah murid yang tampan dan jenius. Hyuga pun hanya tersenyum tipis.

"Hyuga Tanaka?" pikir Shisui yang sekarang memasang kuda kuda bertarung. "Shisui? Kau pasti bisa!" seru Itachi dari jajaran penonton duel tersebut. Mendengar teriakan itu Shisui pun tersenyum bersemangat. "Pasti!" kemudian tangannya mengepal erat.

"Baiklah duel shinobi, mulai!" dan akhirnya duel pun dimulai, tanpa basa basi Hyuga langsung memukul perut Shisui dengan keras sampai mulutnya menganga dan mengeluarkan ludah. "Cepat sekali!" batin Shisui sambil bertahan dan menahan rasa sakit kini dia masih berdiri sembari memegangi perut yang terkena serangan.

"Sudah kuduga Hyuga terlalu kuat untuknya" remeh beberapa orang yang melihat pertarungan itu.

"Aku akan segera mengakhirinya" Hyuga pun melancarkan beberapa serangannya ke bagian vital tubuh Shisui, "Gerakannya sangat cepat dan terampil, aku harus menghindarinya jika tidak aku akan kalah" pikir Shisui sambil mengelak dan menghindar secara terus menerus. "Rasakan ini!" tangan kanan Hyuga diarahkan tepat ke perut Shisui, hal yang menimpa Shisui sebelumnya pun terjadi kembal. Kali ini Shisui merunduk sambil merintih kesakitan.

"Shisui? Jika kau mengaku kalah pertarungan ini akan saya hentikan" ucap sensei khawatir terhadap Shisui yang sudah penuh luka karena serangan bertubi tubi dari Hyuga.

"Aku tidak akan kalah" pungkas Shisui yang membuat penonton hanya bisa terdiam sambil menahan tawa. "Menyerahlah, kau tidak akan bisa mengalahkannya!" ejek salah satu anak dengan nada meremehkan.

"Cih…" Shisui nampak tidak terima dengan semua olokan itu, namun dia hanya ingin memenangkan pertarungan ini dan membuktikan bahwa dirinya adalah shinobi yang kuat.

"Benar apa kata mereka, sebaiknya kau menyerah saja" provokasi Hyuga meremehkan Shisui. Dan disaat yang bersamaan Hyuga kembali melancarkan serangannya berkali kali serangan itu mengarah ke tubuh Shisui dan berkali kali juga Shisui terkena serangan itu sampai pada akhirnya. Mata sharingan Shisui telah bangkit, dan mata di belakang lehernya mulai terbuka dengan sendirinya. Hyuga yang sekarang berada di belakang Shisui mulai memanfaatkan celah yang terbuka itu untuk melayangkan serangan kejutan.

"Dengan ini kemenangan akan menjadi milikku!" beberapa centimeter lagi serangan itu akan mengenai punggung Shisui sampai kekuatan yang tersembunyi pun akhirnya muncul secara tiba tiba dan mereka yang melihatnya pun langsung terkejut.

Shisui berbalik arah dengan sangat cepat, kedua mata sharingannya menatap tajam wajah Hyuga yang masih ingin memukulkan serangannya kepada Shisui, kaki kanan Shisui pun langsung ia tendangkan ke bagian pipi sebelah kanan sambil melayangkan tubuhnya dan diwaktu yang sama bayangan terbentuk secara tidak terduga Shisui muncul dari atas dan menyergap Hyuga dengan satu pukulan.

Semua orang yang melihatnya pun tercengang, mereka tidak percaya akan apa yang sekarang ini mereka lihat, karena murid terkuat di akademi dapat dikalahkan dengan mudahnya oleh murid baru yang masih berumur 5 tahun. "Akhirnya mata itu telah bangkit…." Batin Ayah Shisui yang melihat pertarungan itu dari jarak yang cukup jauh.

"Kekuatan yang luar biasa" sensei hanya bisa melongo dan tidak tahu harus mengatakan apa. Sebelumnya ia berpikir bahwa Hyuga akan menang dengan mudah namun perkiraannya salah.

"Dia mengalahkan Hyuga Tanaka? Murid paling kuat dan jenius di akademi ini?" pikir beberapa anak yang sepertinya menyesali ejekannya terhadap Shisui. Itachi yang melihat hasil pertarungan itu hanya bisa memberikan tanda jempol sambil tersenyum tipis kepada Shisui.

"Yosh!" jawab Shisui sembari membalas tanda jempol Itachi.

"Duel berakhir, pemenangnya adalah Uchiha Shisui" ujar sensei tersenyum senangnya, semua murid pun mulai mengakui kehebatan Shisui dan memberikan tepuk tangan yang cukup meriah.

Prokk Prokk Prokk

Kini olokan mereka menjadi sebuah pujian yang terus mengalir, Shisui hanya tersenyum malu ketika pujian itu terus berdatangan, dan hari demi hari berlalu sampai pada akhirnya dia menjadi idola baru di akademi dan dikirim untuk menjadi perwakilan akademi yang ditugaskan untuk mengikuti ujian chunin yang diselenggarakan khusus bagi para murid jenius yang berada di Konoha.

Kini Shisui telah berdiri sambil melihat cermin yang berada dihadapannya. "Sebenarnya apa yang telah terjadi kepadaku, kenapa ada mata di belakang leherku?" tanya Shisui kepada dirinya sendiri dia keheranan dengan hal yang aneh yang sekarang menempel ditubuhnya.

"Namun ketika itu aku dapat merasakannya, Hyuga memukulku dari belakang dan rasanya seperti aku melihat pukulan itu dari depan, jelas sekali tapi kenapa aku tidak bisa menggunakan mata bagian belakangku disaat saat normal seperti ini?" jadi mata belakang Shisui hanya bereaksi ketika ia merasakan marabahaya yang hendak mengincar dirinya, itulah fungsi mata peninggalan ibu Shisui yang sampai sekarang membuat dirinya menjadi shinobi yang kuat dan disegani oleh semua lawan lawannya.

"Jadi kemana mata yang satunya?"

Kembali ke pertarungan..

"Aku tidak pernah berpikir bahwa dirinya memang kuat sejak lahir, dia memiliki segala aspek untuk menjadi shinobi yang sempurna" Sasuke hanya bisa tertegun atas pengalaman Shisui yang ia beberkan kepada dirinya dan Naruto.

Naruto terlihat mengepal tangannya, "Apa yang dikatakannya memang tidak bohong, dia memang kuat sejak lahir tapi menurutku tidak ada shinobi yang sempurna di dunia ini" batin Naruto sambil menatap mata Shisui yang juga menatapnya.

"Naruto? aku sudah siap" ujar Kurama yang menyeret Naruto kembali ke tempatnya.

"Maksudmu, aku bisa menggunakan mode bijuu lagi?" tanya Naruto penasaran, Kurama pun menganggukan kepala pertanda benar, "Namun kali ini kau harus memusatkan perhatianmu kepada aliran chakra yang mengalir di tubuhmu karena hal itulah yang dapat membuat mode biju bisa bertahan dengan lama" mendengar perkataan itu mata Naruto berbinar binar.

"Yosha! Aku akan berjuang semaksimal mungkin dattebayou!" balas Naruto bersemangat, kini ia telah kembali ke tempat pertarungan. "Apakah ada sesuatu yang terjadi kepadanya? Pikir Shisui.

"Sasuke!" teriak Naruto lantang, Sasuke pun menghilang dan menuju ke tempat Naruto berdiri. "Tidak perlu berteriak" tutur Sasuke dingin. "Jadi apa yang kali ini kau rencanakan?" tanyanya penasaran. Shisui masih melihat Naruto dan Sasuke dengan sorotan tajam. "Apa yang mereka rencanakan?" batinnya dalam hati.

"Aku ingin mencoba sesuatu, aku ingin kau membantuku Sasuke"

"Cepat katakanlah, kita tidak ada waktu lagi dan juga aku sudah kehabisan banyak chakra sehingga setelah ini aku tidak bisa bertarung lagi" jelas Sasuke mengenai kondisinya yang sekarang ini menimpanya.

"Aku tahu dattebayou, aku juga sudah kehabisan banyak chakra oleh karena itu kita serang dia dengan satu serangan" Sasuke pun berusaha mengerti apa yang Naruto maksud, Sasuke menganggukan kepala. "Aku mengerti, jadi kita hanya memfokuskan seluruh sisa chakra kita dalam satu serangan?" tanya Sasuke.

"Benar, namun dengan pertahanan sempurnanya tidak mudah bagi kita untuk menembusnya meskipun begitu kita akan tetap mencari semua celah dan kelemahan sekecil apapun dari pertahanannya itu" ujar Naruto. dan setelah beberapa saat tiba tiba saja chakra berwarna oranye kembali menyelimuti tubuh Naruto, dan jubah berwarna sama juga muncul secara bersamaan.

"Chakra itu berbeda dari yang sebelumnya?" pikir Shisui dengan ekspresi dingin.

"Apakah ini kekuatan Naruto yang sebenarnya? Menurutku kekutan inilah yang membuatnya dapat mengalahkan 3 monster sekaligus" batin Sasuke sambil melirik jubah berwarna oranye milik Naruto.

"Apa itu?"

"Kekuatan yang luar biasa, aku yakin itu dari monster ekor 9" tutur Orochimaru.

"Yosh, akhirnya aku bisa mengerahkan seluruh kemampuanku," ujar Naruto bersemangat.

"Sasuke? Apa kau bisa melakukan rencanaku?" tanya Naruto sambil memandang wajah Sasuke yang berada di sampingnya.

"Tentu saja aku bisa, yang pasti jangan sampai meleset" balas Sasuke. Mereka pun mulai menatap Shisui. Dan disaat yang sama chakra Naruto membentuk monster berekor 9 namun hanya dari gumpalan chakra bukan tubuh asli.

"Jadi kau sudah mulai bersungguh sungguh?" ucap Shisui tersenyum licik. "Baiklah, aku juga akan mengerahkan seluruh kemampuanku…" lanjutnya.

"Sekali lagi…. Kali ini…. kita pasti…. Akan menang!" dan disaat yang bersamaan bijuu dama mulai berkumpul di satu titik.

"Pertarungan ini akan segera berakhir, karena aku akan mengalahkanmu disini"

Uzuchi team kembali bersatu!

To be continue ..

Chapter 29 END

Hargai kerja keras author dengan memberikan review yang selayaknya.

Sampai jumpa di chapter 30 see you! ^^

©Yoshino Tada