FF ini milik TaniaMs, saya hanya meremake dari cerita aslinya.
Cast:
Cho Kyuhyun
Choi Siwon
Etc.
Happy reading
.
.
oOoOoOo
Kyuhyun menatap pantulannya di depan cermin. Bayangan disana terlihat sempurna. Make-up yang menghiasi wajahnya tidak berlebihan namun membentuk kontur wajahnya dengan baik. Tulang pipinya sedikit lebih menonjol, hidungnya terlihat lebih mancung, dan bibirnya di sapu dengan lipstik warna pink lembut. Meskipun begitu, raut cemas disana tidak dapat ditutupi sama sekali.
Apalagi yang kau takutkan, Kyu? Kyuhyun bertanya pada dirinya sendiri.
Undangan sudah tersebar. Makanan dan minuman pasti sudah disediakan disana, tempat pemberkatan juga sudah beres. Gaun pengantinnya juga baik-baik saja, dan dia mengenakkannya dengan nyaman saat ini.
Well, tidak begitu nyaman mengingat slepp—ekor gaun—mencapai delapan meter. Entah kapan Siwon membicarakan itu dengan sang desainer karena seingatnya keputusannya jatuh pada angka lima. Tapi mau bagaimana lagi? Di hari terakhir fitting dia tidak terlalu peduli karena kepalanya sakit akibat kurang tidur. Dan barulah tiga puluh menit yang lalu, saat asisten desainer merentangkan sleep itu dia menganga lebar.
"Tenang Kyu," ujar Kyuhyun pada cermin. "Siwon SANGAT mencintaimu. Dengan huruf kapital pada kata 'sangat'. Jadi dia tidak akan lari sebelum pemeberkatan." Kyuhyun menarik napas. "Kalaupun dia kabur, kau bisa membunuhnya tanpa takut harus masuk penjara sama sekali."
"Cemas, huh?" Eunhyuk muncul disampingnya. Disusul detik selanjutnya oleh Amber sehingga sekarang ada bayangan mereka bertiga di cermin. "Just relax, Kyu."
"Apa aku tampak memalukan?" tanya Kyuhyun.
"Apa kau gila?" balas Wero. "You look so perfect!"
Kyuhyun ingin mengusap wajahnya, namun dia urungkan karena dia memakai sluier—kudung—yang menutupi wajahnya. "Apakah ramai di luar sana?"
"Memangnya apa yang kau harapkan dari 400 tamu undangan?"
"Benar juga," keluh Kyuhyun.
Tak lama kemudian salah seorang agen pernikahan memasuki ruangan dan mengatakan bahwa sudah saatnya Kyuhyun masuk. Dan Kyuhyun merasakan kakinya bergetar, dan tangannya mendadak dingin.
"Hyuk, apakah kecemasanku ini normal?"
"Tentu saja," jawab Eunhyk cepat. "Kami keluar dulu, agar bisa melihat momen saat appamu menyerahkan tanganmu pada Siwon. Itu pasti keren sekali!"
oOoOoOoOo
Kyuhyun berusaha tidak menunduk saat dia mulai memasuki Ballroom hotel yang sudah di sulap menjadi, well, taman kota di musim semi kalau dia menyebutnya. Ada bunga dimana-mana dan ruangan di dominasi oleh warna hijau dan putih. Bahkan di lorong yang saat ini dia lalui di apit oleh bunga-bunga yang disusun dalam pot yang menarik.
Saat Kyuhyun mengangkat kepalanya, matanya bertemu dengan mata Siwon. Namja itu tersenyum padanya, dan Kyuhyun merasakan kecemasannya sedari tadi langsung menguap entah kemana. Digantikan dengan jantungnya yang mendadak berdegup kencang. Orang-orang disekitarnya terlihat memburam, karena fokusnya hanya pada Siwon. Bahkan suara-suara yang tadinya sangat keras, berubah menjadi gumam-gumaman kecil tidak penting.
Ketika Kyuhyun tersadar, dia sudah berhadapan dengan Siwon, dengan kedua tangannya berada dalam genggaman laki-laki itu. Dia mendengar pendeta berbicara, tapi dia tidak menangkap dengan jelas apa yang sedang dibicarakan olehnya. Dia, masih terlalu fokus pada Siwon. Masih tidak percaya, bahwa akhirnya dia dan Siwon bisa sampai pada tahap ini tanpa rintangan yang berarti.
"I, Choi Siwon, take you, Cho Kyuhyun to be my wedded wife, to have adn to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness or in health, to love and to cherish, till death do us part, and here to I pledge you my faithfulness."
Kyuhyun sudah menekankan pada dirinya sendiri sejak beberapa hari yang lalu, bahwa di hari pernikahannya ini, dia tidak akan meneteskan air mata. Dia tidak akan menangis lalu mengacaukan wedding vow yang sudah di hafalnya. Namun, semua harapannya gagal total saat mendengar Siwon mengucapkan hal itu padanya. Bahkan ketika mengucapkan sumpahnya sendiri, Kyuhyun tersendat-sendat meskipun akhirnya dia berhasil menyelesaikannya.
Meskipun pandangannya buram karena air mata, dia masih bisa melihat tatapan Siwon yang sedang tertuju padanya. Bukan jenis tatapan yang membuatnya jengkel, melainkan tatapan lembut yang membuat kakinya semakin bergetar. Entah mana yang harus dia syukuri, Siwon menatapnya penuh tawa terpendam atau tatapan lembut seperti sekarang. Well, mungkin lebih baik yang kedua. Karena kalau sampai namja itu menatapnya sambil menahan tawa, dia yakin acara sakral yang sedang khidmat itu akan berubah jadi gelak tawa akibat dia menendang selangkangan Siwon.
Kyuhyun menyadari dirinya baru saja melamun saat tiba-tiba wajah Siwon sudah berada di depan wajahnya. Hanya berjarak sekian senti. Dia bahkan yakin kalau bibirnya dan bibir Siwon sudah bersentuhan.
Ketika Kyuhyun masih sibuk mengingat-ingat kapan dia melakukan pertukaran cincin, Siwon sudah menciumnya dalam-dalam. Dengan gerakan refleks, tangannya menyambar lengan Siwon sebagai pegangan karena kakinya benar-benar sudah lemas. Dia tidak ingin tampak memalukan jika tiba-tiba saja tubuhnya mabruk akibat di cium oleh suaminya. Ah, rasanya menyenangkan dan ada sedikit rasa geli yang menggelitik perutnya saat menyebut Siwon sebagai suaminya. Namun begitulah adanya, kan?
Sebaiknya dia menarik kembali kata-kata dulu, tentang dia, Siwon dan pernikahan tidak bisa digabungkan dalam satu kalimat. Namun sekarang, malah rasanya sangat aneh jika ketiga kata itu tidak berada dalam kalimat yang sama.
Kyuhyun, Siwon, dan pernikahan adalah tiga kata terbaik dan seharusnya memang berada dalam satu kalimat.
oOoOoOoOo
"Apa-apaan ini?!" Protes Kyuhyun tak terima saat Siwon menutup matanya dengan kain hitam hingga dia tidak bisa melihat apa-apa selain kegelapan.
Tepat pada pukul dua dini hari, pesta perayaan pernikahan mereka berakhir. Siwon benar-benar memilih EO yang terbaik. Semuanya berjalan lancar dan tepat waktu sehingga tidak satupun acara yang kacau.
Acara pemberkatan mereka dan sedikit makan setelahnya berlangsung selama tiga jam. Mereka punya waktu istirahat selama dua jam sebelum akhirnya kembali melanjutkan acara pesta perayaan yang juga di lakukan di The Star Hotel. Bahkan dalam jeda dua jam itu dia tidak benar-benar bicara pada Siwon, karena dia langsung berendam. Lalu selanjutnya dia kembali di make-up untuk pesta perayaan dan memakai gaun baru.
Kyuhyun merasakan wajahnya kebas karena terlalu banyak tersenyum. Dia tidak yakin semua orang yang datang itu berjumlah dua ribu, tapi mereka semua benar-benar banyak. Mereka berjalan kesana-kemari, menjumpai kenalan-kenalan Siwon yang tiada habisnya. Dia bahkan heran kenapa Siwon bisa mengingat nama mereka semua.
Satu-satunya hal yang membuatnya tidak ingin kabur dari ballroom itu adalah Super Junior. Kyuhyun tidak percaya bahwa Siwon benar-benar mengundang boyband kesukaannya itu. Padahal sebelumnya namja itu berkeras bahwa dia tidak akan bisa berada satu ruangan dengan Andrew Choi tanpa berusaha membunuh visual Super Junior tersebut. Dia dengan lugas memberitahu kalau dia sangat menyukai Andrew Choi dan Siwon langsung meledak-ledak.
Setelah acara resepsi itu selesai, Kyuhyun kembali mandi, untuk membersihkan dirinya sekaligus untuk menghilangkan penat yang menggerogoti tubuhnya tanpa ampun. Dia pikir, dia sudah bisa bertemu dengan kasur di salah satu kamar terbaik hotel dan baru bangun keesokan siangnya. Namun, ketika melihat Siwon muncul di kamar hotel yang dijadikan ruang ganti, dia merasa belum saatnya.
Dan benar saja, Siwon membawanya keluar dari hotel sementara keluarga mereka pasti masih berada di hotel itu.
"Lepaskan penutup mata sialan ini," omel Kyuhyun. Berusaha melepas penutup matanya namun Siwon menahannya.
"Rileks, baby." Siwon mengusap puncak kepala Kyuhyun. Bahkan gadis itu belum sempat mengeringkan rambutnya saat dia dengan semena-mena mengajak Kyuhyun pergi. Bukan berarti Kyuhyun tidak berdandan. Gadis itu memakai dress selutut berwarna hitam yang terlihat pas di tubuhnya. Kyuhyun masih sempat menyapukan bedak, juga lip gloss pada bibirnya.
"Baby," ulang Kyuhyun dengan dengusan. "Aku tidak butuh kejutan apapun saat ini. Aku hanya ingin kasur yang nyaman agar aku bisa tidur sampai besok siang."
"Nado," ujar Siwon, "tapi, tempatnya bukan hotel."
Kyuhyun hanya menurut saat Siwon menuntunnya keluar dari mobil. Dia sudah cukup lelah, jadi dia berhenti bertanya pada Siwon kemana namja itu akan membawanya. Lalu dia merasa memasuki lift saat terdengar bunyi denting kecil. Beberapa saat kemudian lift berhenti dan mereka keluar dari sana. Tidak butuh waktu lama saat akhirnya mereka berhenti.
"Kita sudah sampai?" tanya Kyuhyun.
"Sudah," jawab Siwon smabil tersenyum lebar. Dia berjalan ke belakang Kyuhyun dan membuka penutup mata yang menutupi mata Kyuhyun.
Kyuhyun mengerjapkan matanya berkali-kali hingga dia bisa melihat dengan jelas apa yang ada di hadapannya. Beberapa saat kemudian dia menatap Siwon yang sudah berdiri disampingnya. Di hadapannya saat ini adalah pintu apartemen bernomor 1013. Pintu apartemen Siwon. Jadi namja itu membawanya ke apartemen?
"Apa kau berharap akan melewatkan malam pengantinmu di kamar hotel, Kyu?"
"Mollayo," ujar Kyuhyun. Karena dia juga tidak yakin dengan apa yang diharapkannya.
"Well, aku tidak." Siwon mengangkat bahunya tak yakin. "Apartemen ini terlalu berharga bagiku. Kita nyaris melewati semuanya disini. Meskipun kita tidak disini saat aku mengajakmu kencan. Meskipun bukan disini juga aku melamarmu. Tapi, kita akan memulai hidup baru sebagai suami-istri disini." Siwon menatap Kyuhyun. "Bagaimana menurutmu?"
Kyuhyun balas menatap Siwon dan tersenyum. "Setuju," ujarnya.
Siwon menekan password dan pintu apartemen pun terbuka. Dia maju beberapa langkah hingga berada di dalam apartemen, lalu berbalik mengulurkan tangannya pada Kyuhyun. "Welcome to Our Apartment, Baby."
oOoOoOoOo
***END***
Akhirnya selesai juga. Jeongmal kamsahamnida untuk yang sudah review FF REMAKE ini dari awal sampai akhir. #BOW ^_^
