Disclaimer : YuGiOh!! Milik Om Kazuki Takahashi.
Warning : chapter filler yang super garing dan tidak jelas, beberapa kata kotor yang tidak tersensor karena suatu alasan, beberapa character yang agak OOC, Gaje dan Language
-------Chapter 29-------
Mine But Not Mine
-------Wisma Sennen Sebulan Kemudian-------
"Yugi-kun."
"......"
"Yugi-kun?"
"......"
"Yugi-kun!!"
"eh? Huh?"
Yugi mulai tersadar lamunannya saat seseorang kini mulai menepuk bahunya dengan lembut. Seseorang itu ternyata adalah roommatenya sekaligus kekasihnya sendiri.
"kau kenapa Yugi-kun? Semenjak ibumu datang dan menyuruh kita untuk segera pindah ke Osaka, kau menjadi murung hingga sampai saat ini." Ryou terlihat begitu khawatir. Semenjak mereka resmi menjadi sepasang kekasih dan mengabarkan hal itu pada keluarga Yugi, ibu dari kekasihnya itu menyuruh mereka untuk segera pindah dari wisma Sennen secepatnya. Ia hanya ingin meresmikan ikatan Yugi dan Ryou ke tahap pertunangan. Tentu saja sebagai anak yang penurut, Yugi tak akan bisa membantah keinginan ibunya itu. namun Ryou tahu bahwa kekasihnya itu tetap saja tak dapat menyembunyikan kegundahan hatinya secara terus menerus.
Yugi terlihat menghela nafasnya dengan cukup singkat dan mulai menatap kearah pria albino yang sudah berdiri tepat di hadapannya itu. "tenanglah Ryou-kun. Aku hanya mengenang saja. Begitu banyak pelajaran hidup yang sudah kudapatkan di tempat ini. aneh rasanya jika kita harus pindah dari tempat ini secepatnya. Aku pasti akan sangat merindukan tempat ini......"
Yugi terlihat kembali menatap ke arah jendela dengan pandangan kosong. Seluruh kenangan akan setiap kejadian yang sudah ia alami selama ini mulai bergelut dalam pikirannya. Ia sungguh tak ingin masa-masa berharganya di wisma Sennen harus berakhir sampai disini. Ia sungguh semakin familiar dan senang terhadap tempat kosnya itu. seluruh penghuni yang ada dalam wisma sennen sakan sudah menjadi bagian dari keluarganya sendiri sekalipun banyak sekali keanehan yang terjadi. Namun, justru beraneka ragaman keanehan yang terjadi itulah yang membuat kukuhnya persatuan mereka. Hal itu memang sungguh aneh namun itulah yang terjadi.
Yugi lalu berjalan secara perlahan-lahan dan mulai menyentuh pintu kamarnya sendiri. Ia tak akan bisa melupakan kejutan-kejutan yang terjadi di saat ia membuka pintunya setiap pagi. Berawal dari pemilik kosnya yang selalu saja membuat Yugi bingung dengan tingkahnya. Lalu housemate brunettenya yang terkesan begitu dingin yang saat ini sudah menjadi kekasih dari sahabat baiknya sendiri, dua housemate kembarnya yang suka berbuat mesum, sahabat masa kecilnya yang kini sudah menjadi kekasihnya sendiri bahkan kembaran dari roommatenya dan yang terakhir.......adalah kembarannya sendiri.
'Yami.....' Yugi hanya bisa mengatakan nama itu di dalam hatinya. Ia tak akan bisa melupakan mantan partnernya itu sekalipun dalam sebulan ini, mereka berdua tak pernah sekalipun berinteraksi. Mereka berusaha menghindar, berusaha untuk tidak berbicara satu sama lain dan berusaha untuk menjauh. Semua itu sungguh sangat menyakitkan baginya. Namun hal itu ia lakukan untuk kebaikannya sendiri. Ia tak bisa menghancurkan kepercayaan yang diberikan oleh roommatenya itu. ia tak bisa menghancurkan harapan ibunya. Ia masih ingat dengan jelas bahwa ibunya begitu bahagia setelah mengetahui bahwa kini ia dan Ryou sudah kembali bertemu dan menjadi sepasang kekasih. Ia tak bisa berlaku egois dan mengelak akan semua itu. pada akhirnya ia harus mengorbankan harapan dan keinginannya sendiri. Ia harus berkorban untuk mewujudkan impiannya yang lain. Membuat ibunya bahagia.
"sudah kuputuskan Ryou-kun, besok kita akan pindah dari sini."
"kau sudah yakin akan hal itu?" Ryou menautkan kedua alisnya dan menatap Yugi dengan pandangan skeptis. Yugi hanya tersenyum melihat itu.
"aku yakin."
'karena walau bagamanapun juga, aku harus segera bangkit dan menerima kenyataan ini. Aku tak bisa terus hidup dalam keinginan semu seperti ini. aku harus melangkah kedepan sekalipun itu menyakitkanku. Aku tak punya pilihan lain.....' dengan hati yang miris, Yugi hanya bisa terdiam dan kembali menatap jendela dengan tatapan kosong.
-------Kamar Yami-------
"hei!! Ayo cepat dimakan!!! Aku sudah susah payah membuatkannya untukmu brengsek!!!"
Disaat yang sama, Bakura terlihat begitu berantakan. Rambutnya acak-acakkan, beberapa luka goresan akibat terkena benda panas mulai terlihat di sekujur tangannya. Ia terlihat begitu marah terhadap kawan punknya itu. sudah setengah jam berlalu, ia masih saja belum berhasil untuk membuat kawan mantan sex godnya itu memakan satu sendok pun dari masakannya itu. Ia benar-benar begitu jengkel karena jerih payahnya hanya mendapat sebuah perkataan yang begitu singkat, padat dan sangat jelas.
"terima kasih Bakura tapi, aku tidak lapar."
Bakura hanya bisa menggeram mendengar jawaban yang terkesan begitu lemah itu. sudah sebulan semenjak Yugi resmi menjadi kekasih dari adiknya sendiri, kawannya itu terlihat lebih pendiam dari biasanya. Sesekali ia mengurung diri di kamar tanpa mengatakan satu patah kata pun. Ia hanya bisa terdiam dan menatap kedepan dengan tatapan kosong. Ia seakan kehilangan jiwanya sendiri. Bakura sungguh tak nyaman dengan keadaan itu. kawan punknya ia sudah ia kenal sejak lama sebagai seseorang yang cukup percaya diri dan begitu regal kini harus berubah menjadi sesosok orang yang tak memiliki semangat untuk hidup. Bakura sungguh muak melihat hal itu. sosok kawan punknya saat ini sudah bukan sosok kawan baik yang ia kenal.
"dengar Yami, aku tak peduli setelah ini kau akan kembali diam menjadi patung selama 24 jam di dalam kamar tapi yang jelas, kau harus makan Yami!! sudah dua minggu kau hanya makan satu kali saja!! Kau bahkan sudah berkali-kali masuk rumah sakit karena kondisi tubuhmu yang semakin lemah itu!! kau ingin mati hah?!!" Bakura membentak dengan sangat kasar. Yami mulai menatap tajam kearah roommate berambut putihnya itu.
"sudah kubilang aku tidak lapar Bakura!!!" Yami memalingkan pandangannya dengan sangat kasar. Bakura kembali emosi dengan hal itu.
"cih!! Apa untungnya kau bersikap seperti ini hah?!! ia tak akan pernah melihatmu!! Ia tak akan pernah tahu keadaanmu!! Ia sudah memilih orang lain!! Ia bahkan akan segera meninggalkan tempat ini!! sebaiknya, kau berhenti memikirkannya dan carilah orang lain yang lebih menarik dari dirinya!! Buat apa kau mempertahankan perasaanmu terhadapnya hah?!! ia tak akan pernah lagi menengok kearahmu!!!"
"tutup mulutmu Bakura!!! Aku tak peduli walaupun Aibou tak akan pernah menjadi milikku, aku akan tetap mencintainya!!!"
"hah?!! Aibou?!! Setelah semua ini, kau bahkan masih menyebutnya dengan sebutan Aibou? Setelah semua ini, kau masih menganggap ia partnermu? Pernahkah terlintas dipikiranmu bahwa mungkin Ia sudah tak lagi menganggapmu sebagai partnernya?!! pernahkah terpikir olehmu bahwa mungkin ia sudah menganggapmu hanya sekedar orang asing di matanya Yami!!! buka matamu Yami!! ia sudah menutup hatinya untukmu!!!" Yami hanya bisa mengepalkan tangannya mendengar itu. yang dikatakan kawannya itu mungkin saja benar. Namun, ia tak mau tahu akan hal itu. ia hanya bisa terdiam dan tak merespon pertanyaan kawannya itu. hatinya sudah cukup hancur. Terlalu hancur untuk bangkit. Bahkan terlalu hancur untuk memiliki semangat hidup. Ia benar-benar begitu hancur. Entah sudah berapa banyak air mata yang ia buang untuk melengkapi kehancuran hatinya itu. ia bahkan sudah tak dapat menangis lagi. Air matanya sudah habis. Ia begitu hampa. Hampa dan tak memiliki apa-apa lagi.
"ada apa ini? mengapa kalian berdua selalu saja ribut?" sumber suara yang begitu familiar terlihat mendekat dan masuk ke dalam kamar. Bakura mulai menatap ke arah figur itu.
"cih!! Jangan salahkan aku!! Ini semua adalah salah sepupumu yang keras kepala dan tak bisa diatur ini!!! aku bahkan mulai ragu. Mungkin saja dia batu!!! Bukan manusia!!"
Kaiba memicingkan kedua mata biru azurenya. Ia lalu memperhatikan keadaan sepupunya yang terlihat jauh dari kata baik-baik saja.
"apa dia sudah makan?" pertanyaan itu ia tujukan pada Bakura. Bakura hanya melayangkan pandangan sinis pada pria brunette itu.
"hah!! pertanyaan macam apa itu? cih!! Dunia akan kiamat jika ia memutuskan untuk makan." sindir Bakura dengan sarkastik. Kaiba mulai menghela nafas mendengar itu. ia lalu mulai berjalan dan berjongkok tepat di hadapan sepupunya. Di depan Yami terlihat sepiring nasi yang tidak jelas bentuknya.
"makanan apa ini?!! kenapa gosong begini!!" Kaiba terus memperhatikan nasi yang berwarna kehitaman di hadapannya itu. Bakura mulai sewot dan merasa tersinggung.
"itu nasi goreng buatanku brengsek!!! Jangan menghina seenaknya saja!! Aku sudah membuatnya dengan susah payah hingga aku menjadi berantakan seperti ini!!!" Bakura sungguh kesal. Ia benar-benar marah karena tak ada yang mau menghargai kerja kerasnya.
"kau bilang ini nasi goreng?!! Nasi keras berwarna hitam pekat ini kau sebut nasi goreng?!! Ini terlihat seperti nasi arang(?) buatku!!! Makanan ini benar-benar tak bisa dimakan Bakura!!! aku tak menyangka kau memberikan sepupuku makanan seperti ini!! aku yakin orang yang kelaparan pun pasti tak akan mau memakan makanan tidak jelas macam ini!!!" kritikan Kaiba begitu keras. Bakura semakin sewot dengan hal itu.
"lalu apa kau punya usulan lain hah?!! daripada kau membuang waktu hanya untuk menjelek-jelekkan masakanku, sebaiknya kau belikan saja sepupumu ini makanan yang berkelas!!"
"hah! tenang saja, aku sudah mengantisipasi hal itu. Isono!!! cepat bawa kemari!!!"
"huh?" belum sempat Bakura merespon lebih jauh lagi, tiba-tiba beberapa figur yang terdiri dari Isono dan bodyguard Kaiba yang lain mulai masuk dan membawa sesuatu. Bakura mulai menautkan kedua alisnya saat bau makanan mulai tercium di dalam kamar.
"a...apa itu?"
"heh, aku sudah membelikan berbagai macam makanan berkelas untuk persediaan satu hari. Ada pizza, sushi, sup, baso daging, seafood, cornet beef, bebek goreng, kentang goreng, ayam goreng, ayam bakar, ayam panggang, ayam presto, bahkan ayam gosong(?) juga ada." Bakura langsung sweatdrop mendengar hal itu. ia hanya bisa melongo saat satu meja beroda yang cukup panjang kini sudah berada di dalam kamar. Diatasnya sudah terdapat berbagai macam makanan yang dapat membuat mulut mengeluarkan air liur.
"ka...kau membeli makanan sebanyak ini memangnya siapa yang mau makan brengsek?!!" Bakura tak henti-hentinya terbelalak dan melongo.
Kaiba mulai melipat kedua tangannya. "sudahlah, semua makanan itu sungguh terlalu 'sederhana' bagiku. Aku yakin kalian bisa menghabiskan semua itu dalam waktu satu hari."
Bakura hanya bisa melayangkan tatapan aneh pada pemilik Kaiba corporation itu. ia sungguh meragukan 'kewarasan' Kaiba.
"sebaiknya kau makan sedikit Atem. Jika kau jatuh sakit, semua tak akan berjalan baik. Walaupun saat ini ia tak pernah bersosialisasi denganmu, tapi aku yakin Yugi tak ingin kau menjadi seperti ini." Yami hanya terdiam mendengar itu. mendengar kata 'Yugi' yang keluar dari mulut sepupunya, ia seakan ingin menangis. Ia hanya ingin melihat Yugi dan mendekap aibounya itu dengan sangat erat. Ia begitu merindukan kembaran kecilnya itu. secara perlahan-lahan, ia mulai mengambil sedikit makanan yang berada di atas meja dan mulai memakannya perlahan-lahan. Ia lakukan hal itu untuk Yugi. Yang dikatakan sepupunya itu benar. Yugi tak akan ingin dirinya menjadi hancur seperti ini. karena bagaimanapun juga, yang memilih jalan pertahanan cinta ini adalah dirinya sendiri dan bukanlah Yugi. Ia harus menerima segala resiko dan konsekuensi dari keputusannya itu.
"akhirnya kau makan juga eh?" Bakura melipat kedua tangannya dan mulai menatap kawan punknya itu dengan tatapan sinis. Yami hanya diam dan hanya mengunyah makanannya perlahan-lahan dengan tatapan kosong.
Kaiba hanya dapat melipat kedua tangannya dan menghela nafas. Ia hanya bisa membatin di dalam hati dengan perasaan sedih. Ia sungguh merasa kasihan dengan nasib sepupunya itu.
'apa sungguh tak ada sebuah titik penyelesaian lagi?'
-------Lorong Wisma Sennen-------
"kita harus meyakinkan Yugi agar tidak pindah dari sini teman-teman!! Aku tidak rela jika ia benar-benar harus menjadi pendamping dari Ryou!!! Aku tak menyangka ibu Yugi bisa menyetujui hubungan mereka seperti itu!!" Jou terlihat panas. Saat ini ia, Anzu dan Honda terlihat sedang berdebat dengan cukup panas. Mereka tak ingin sahabat baik mereka pergi begitu saja.
"tapi kita sudah tidak tahu lagi bagaimana cara meyakinkan Yugi!! Aku yakin sebenarnya Yugi juga tak ingin pindah begitu saja!! Ia sudah tak punya pilihan lain!! Ia melakukan ini karena terpaksa!!" Anzu terlihat membentak. Raut wajah kusut sungguh tergambar pada paras cantiknya itu. pada akhirnya, Honda pun angkat bicara.
"apa Yugi tidak ingin menyelesaikan kuliahnya dulu disini? Sayang kan, jika kuliahnya harus terpotong hanya karena pindah dan.......'bertunangan'??" gerutu Honda kesal. Semua kembali memasang wajah kusut memikirkan hal itu.
"apa sungguh tak ada cara lain? Aku sungguh tidak terima jika Yugi harus bersama dengan Ryou. Aku kasihan melihat Yami....." gumam Jou lemas. Dengan keadaan Yami yang seperti saat ini, hal itu juga berdampak pada Kaiba. Akhir-akhir ini Kaiba juga terlihat bingung dan sedih. Sesekali ia khawatir pada keadaan orang yang merupakan satu-satunya keluarganya itu. Jou sungguh tak ingin dua bersaudara itu harus mengalami masalah yang rumit seperti ini. ia hanya ingin semuanya bahagia. Ia bersama Kaiba dan tentu saja sahabat baiknya bersama dengan sepupu dari kekasihnya sendiri. Andai saja situasi bisa berjalan seperti itu. Jou hanya bisa berandai-andai saja.
"sekarang kita harus bagaimana? Kini Ryou bahkan berhasil membuat Yugi percaya padanya dan menyukainya." keluh Anzu sedih. Jou dan Honda hanya bisa menunduk mendengar hal itu.
"fufuhuhuhuhu.....kalian juga tak ingin Yugi-boy pindah dari sini ya?" suara yang terkesan lebay itu hanya bisa membuat Jou dan yang lainnya mengarahkan pandangannya dengan pasrah.
"halo Pegasus-san....."
"halo Joey-boy, Honda-boy dan Anzu......boy(?), senang bisa melihat kalian disini. Jangan khawatir, aku akan berusaha untuk membuat Yugi-boy tetap tinggal disini." Semua hanya bisa melongo kecuali Anzu. Ia masih merasa tersinggung karena namanya telah diberi sebuah embel-embel 'Boy'.
"oh ya? Apa anda bisa membantu agar Yugi tidak pergi dari sini?" Jou melayangkan pandangan skeptis. Pegasus mulai mengibaskan rambut platinumnya ke samping.
"mudah-mudahan saja cara ini berhasil. Yohooo!!! Kemarilah!!" Pegasus mulai melambai-lambaikan tangannya untuk menyuruh seseorang mendatanginya. Tak lama kemudian sesosok figur pria yang memakai surban dan berpakaian putih terlihat berjalan perlahan-lahan mendatangi Pegasus dan yang lainnya. Figur pria itu terlihat melotot seraya menggoyang-goyangkan dupa berasap yang ada di tangannya. Semua mulai sweatdrop melihat figur itu.
"ada aura negatif disini!!! Cukup banyak sekali aura negatif!!!" sahut figur itu dengan suara yang mendengung. Ia bahkan mulai melingkarkan asap dupa pada Jou dan yang lainnya. Jou, Honda dan Anzu hanya bisa sweatdrop dan menatap figur itu dengan pandangan aneh.
"uhh....di..dia siapa Pegasus-san?"
"fuhuhuhuhu!! Dia adalah seorang paranormal yang sudah kusewa. Perkenalkan dia adalah mbah 'Shadi Millenium'. Panggil saja dia mbah Shadi. Oh, Shadi-boy(?) perkenalkan mereka adalah teman-teman dari seseorang yang aku sukai. Yang pirang itu Joey-boy, lalu sebelahnya Honda-boy dan yang perempuan manis disana bernama Anzu-boy....." semua semakin sweatdrop mendengar hal itu. Shadi terlihat menatap Jou dan yang lainnya dengan tatapan yang kurang begitu ramah.
"ha...halo? se...senang bisa berjumpa dengan anda, m...mbah Shadi....." Jou berusaha berkata dengan seformal mungkin. Namun yang bersangkutan tidak menghiraukan Jou dan malah berjalan mondar-mandir ke segala arah.
"banyak sekali aura negatif!! Banyak sekali iblis yang bersemayam disini!! i...ini tempat mengerikan!!! Tempat ini gelap!!! Panas!!! Gila!!! Dan.......mencekam!!! hroaaa!!!!" Shadi terlihat menggetarkan dupanya dan terus berputar-putar dengan tidak jelas. Jou dan yang lainnya hanya bisa sweatdrop melihat hal itu.
"a...apa yang sedang ia lakukan?" Jou begitu bingung dan tak mengerti sama sekali dengan apa yang telah terjadi. Pegasus terlihat tersenyum dan mulai menghampiri paranormal aneh itu.
"Shadi-boy, apakah aura-aura negatif ini yang menyebabkan Yugi-boy ingin segera pindah dari sini? Jika memang begitu, aku mohon hilangkan aura negatif beserta iblis-iblisnya. Aku akan bayar berapa saja!! Yang terpenting, Yugi-boy tidak pergi dari sini!! Huhuhuhuuu...." Pegasus mulai mendramatisir. Shadi kembali menatap tajam ke arah kliennya itu.
"tempat ini terlalu mengerikan Pegasus-san. Biar saya tunjukkan dimana saja letak aura negatif itu." Shadi mulai berjalan dengan langkah lebar seraya melakukan pose aneh dengan melambai-lambaikan kedua telapak tangannya kedepan. Semua kembali sweatdrop melihat hal itu.
"disini!! Disini auranya menggila!! Semakin lama semakin bertambah!!! Aura ini begitu kejam!!! BEGITU KEJAM!!!! UUUAAARRRGGGGHHHHH!!!!!" Shadi mulai menggeliat dan segera menebarkan bunga tujuh rupa ke tempat itu. ia bahkan mulai menyemburkan air liurnya. dan parahnya lagi, tempat itu merupakan kamar Marik dan Malik.
"ke...kenapa kamar Marik dan Malik banyak aura negatifnya?" Jou hanya bisa melongo.
"terang saja banyak aura negatifnya, mereka kan selalu melakukan perbuatan laknat. Jangan-jangan mereka sendiri sumber aura negatif itu?" Honda berspekulasi dengan tidak jelas. Belum sempat Jou dan Anzu merespon, interupsi kembali menghadang mereka.
"Holy mother of horus!!! Banyak sekali iblis di dalam sini Pegasus-san!!! Iblis-iblis itu begitu ganas!!! Begitu mengerikan!!! Begitu lebay!!!"
"whoutss?!! Benarkuahh itu Shadie-boy?!! Katakansss iblis apa itu?!! semengerikan apa itu?!! apakah iblis-iblis itu berpotensi untuk membunuh Yugi-kun hah?!! katakan padaku!!! KATAKAN!!! HUWAAAAAAHHH?!!!" Penyakit ke-lebay-an Pegasus kembali kambuh. Ia mulai mendekap tubuh Shadi dan mulai menangis di punggungnya. Semua hanya bisa sweatdrop melihat hal itu.
"tenang saja Pegasus-san, iblis-iblis itu masihlah iblis tingkat ringan. Mereka hanya berupa tuyul dan yang paling mendominasi adalah iblis berupa monyet dan orang utan." Semua semakin bertambah sweatdrop mendengar itu. tak lama kemudian Shadi kembali menaburkan bunga tujuh rupa di sepanjang lorong dan memberi dupa di tiap ujungnya.
"err...a..apa kau yakin cara ini akan benar-benar berhasil?" tanya Honda singkat. Anzu dan Jou hanya bisa menjawab dengan serempak. "Tidak....."
Honda hanya bisa menghela nafas dengan hal itu. tak lama kemudian, terdengar suara keributan yang berasal dari ujung lorong.
"APA-APAAN KAU BRENGSEK!!!! AKU BUKAN IBLIS DASAR TOLOL!!! HOII!!! HENTIKAN!!!!"
"awwewewewewewew!!! Awe!! Awe!! Crococococooossss!!! Musnahlah iblis!!! Musnah!!! MUSNAH!!! WEWEEWEWEWEWE!!!! BWWOOOSSSSHHH!!!!!"
"AAARRRGGGHHH!!!!"
Suara teriakan memilukan itu membuat hampir seluruh penghuni keluar dari kamar mereka masing-masing. Kaiba dan Yami terlihat keluar dari kamar. Bahkan Yugi dan Ryou juga mulai muncul di permukaan(?).
"a...ada apa ini?!! Ba...Bakura?!!" Kaiba terlihat melotot dan mulai memeriksa keadaan roommate sepupunya itu. bahkan Yami terlihat menautkan kedua alisnya tanda heran. Yugi dan Ryou juga sudah berdiri di tempat kejadian perkara. Keheningan kembali terjadi dalam sejenak sebelum pada akhirnya sebuah gunung merapi mulai meletus dengan gemparnya. Umm....ralat. sebuah kemarahan mulai meletus dengan gemparnya.
"APA-APAAN INI?!!! MENGAPA DISAAT AKU KELUAR KAMAR, TIBA-TIBA AKU SUDAH DISEMBUR DENGAN AIR LUDAH DAN DIRAJAM DENGAN BUNGA BANGKAI?!!! KAU PIKIR AKU INI IBLIS HAH?!! DASAR BRENGSEK!!!" Wajah Bakura memerah. Ia benar-benar begitu marah. Semua hanya bisa melongo dan bingung. Pegasus mulai angkat bicara.
"uhh....sepertinya terjadi kesalahan disini Bakura-boy....."
"TIDAK!!! INI TIDAK SALAH!!! DI...DIA ADALAH KETURUNAN DARI IBLIS ZORC!!!! SANG PENGUASA NERAKA!!! I..IA HARUS SEGERA DIMUSNAHKAN!!! DUNIA BERADA DI AMBANG KEHANCURAN!!!! OOOAAARRGGGHHH!!!!!!" Shadi mulai histeris dan kembali menggoyang-goyangkan dupanya di hadapan Bakura. Ia mulai melakukan sebuah tarian aneh dengan menggoyang-goyangkan kepalanya ala india. Semua hanya bisa menatap Shadi dengan pandangan aneh.
"siapa dia? Mengapa kau menambah satu orang gila lagi di wisma ini Pegasus?!!!" Kaiba begitu emosi dan menatap Pegasus dengan tatapan pembunuh.
"umm....di..dia bukan orang gila Kaiba-boy, a...aku menyewa jasanya agar ia bisa memusnahkan aura-aura negatif yang ada di wisma imutku ini. dengan begitu, Yugi-boy tidak akan pindah dari sini....."
"huh? A...aura negatif? A...agar aku tidak pindah?" Yugi hanya bisa sweatdrop sendiri. Sepertinya ada kesalahan asumsi yang terjadi saat ini.
"BRENGSEK!!!! MENYINGKIRLAH DARIKU BEDEBAH TENGIK!!! ARRGGHH!!!" Bakura terlihat kelabakan dengan Shadi yang terus merajamnya dengan bunga dan menyembur-nyemburkan air ludah padanya. Semua kembali sweatdrop melihat hal itu.
"umm....sepertinya kita harus menghentikan orang ini dari Bakura dan sebelum Bakura benar-benar membunuh orang ini....." gumam Jou singkat. Semua hanya bisa setuju dengan hal itu.
-------20 Menit Kemudian-------
"ja...jadi, Yugi-boy akan tetap pindah dari sini meskipun Yugi-boy tidak mau begitu? Jadi Yugi-boy TERPAKSA PINDAH?!! HUWAAAAAAHHH!!!" Pegasus mulai menangis saat Yugi menjelaskan situasinya pada semuanya. Setelah mendengarkan penjelasan dari mahasiswa teladan itu, berbagai macam respon mulai terlihat.
"maafkan aku Pegasus-san. Aku sungguh tak ingin pindah dari sini. Tempat ini sudah memberikan banyak sekali kenangan berharga padaku. Aku tak akan melupakan kalian semua....." Yugi memaksakan diri untuk tersenyum. Ia mencoba menyembunyikan kesedihannya. Semua hanya bisa terdiam dengan hal itu. bahkan Yami hanya bisa menatapnya dengan paras yang terlihat pilu tanpa mengucapkan satu patah katapun. Walaupun paras kembarannya itu tidak terbaca tapi Yugi tahu persis bahwa mantan partnernya itu menyimpan kesedihan yang begitu mendalam. Ia mulai merasa bersalah akan hal itu.
"huff!! Sekarang sudah jelas kan bahwa culun akan tetap pindah dari sini meskipun kau memanggil seribu paranormal sekalipun!!! Sebaiknya, kau jangan pernah memanggil orang gila itu lagi Pegasus!!! Jika sampai kau memanggil pria bernama Shandal(?) itu lagi, aku tak akan segan-segan membunuhnya!!!" semua mulai sweatdrop dengan hal itu. Pegasus mencoba meluruskan pernyataan housematenya itu.
"umm....Kura-boy, pria tadi bernama Shadi-boy...."
"ah!! Terserahlah!! Persetan dengan namanya!! Aku tak peduli!!" dengus Bakura kesal seraya melipat kedua tangannya. Jou lalu menatap kearah kekasihnya. Kaiba terlihat menganggukkan kepalanya perlahan-lahan pada Jou. Jou mulai mengerti apa maksud dari pria brunette itu. Setelah keheningan terjadi beberapa saat, ia lalu mulai memberanikan diri untuk bertanya pada Yugi yang saat ini sedang duduk bersebelahan dengan Ryou.
"Yug, umm.....bisa kita bicara sebentar?" Yugi terdiam sejenak mendengar itu. ia tahu bahwa kawannya itu ingin mengatakan sesuatu yang penting padanya. Di saat ia akan merespon pertanyaan kawannya itu, kekasihnya sudah langsung menyela pembicaraan.
"berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk berbicara pada Yugi-kun, Jou? Aku harap kalian bisa cepat karena aku dan Yugi-kun harus mengemasi barang-barang kami. Dan aku benci sendiri di kamar tanpa Yugi-kun....." dengan itu Ryou mulai memangku tubuh kecil Yugi dan mendekap tubuh roommatenya dengan sangat erat. Yugi hanya bisa terbelalak melihat sisi posesif kekasihnya itu. Jou dan Kaiba sungguh tidak senang dengan pemandangan itu. bahkan Yami terlihat mengepalkan tangannya begitu erat hingga urat dan otot tangannya mulai terlihat. Ia benar-benar begitu marah. Ia tak terima Aibounya direbut oleh orang lain seperti ini. Kaiba yang melihat itu mulai menepuk bahu sepupunya. Ia hanya bisa menyuruh sepupunya itu untuk mengendalikan emosinya.
"tenang saja, aku tidak akan lama. Aku hanya ingin mengucapkan beberapa pesan perpisahan pada Yugi." Jou mengatakan dengan begitu tenang. Walau begitu, bisa dipastikan bahwa Jou saat ini juga sedang menahan amarahnya. Ryou mulai tersenyum mendengar itu.
"baiklah jika begitu. Jangan lama-lama ya Yugi-kun....." dengan itu, Ryou mulai mendaratkan sebuah kecupan lembut di pipi Yugi. Yugi hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan canggung. Walau sudah sebulan ia dan Ryou menjadi sepasang kekasih, namun Yugi tak akan pernah bisa merasa nyaman jika di dekat roommatenya itu. Ryou bahkan terus saja mencoba untuk membujuk Yugi agar ia bisa menidurinya namun, Yugi selalu saja memiliki beribu-ribu alasan untuk dapat mengelak permintaan Ryou. Ia masih belum siap menyerahkan kesuciannya itu pada kekasihnya. Dan mungkin ia tak akan pernah bisa siap.
Yugi lalu mulai menatap Yami secara diam-diam. Saat ini kembarannya itu terlihat sedang berbicara dengan sepupunya di ujung lorong. Yugi hanya bisa menatap dengan penuh harap. Ia sudah memiliki sebuah angan-angan tersendiri.
'mungkin satu-satunya orang yang akan mendapatkan kesucianku adalah dirimu......partnerku......' batin Yugi sedih. Ia tak dapat memungkiri bahwa ia masih mencintai kembarannya itu.
"ayo Yug, ikut kami....." Jou mulai menepuk bahu kawannya itu dengan lembut. Honda dan Anzu terlihat menganggukkan kepala mereka pada Yugi. Yugi hanya bisa mengangguk dan mulai beranjak menuju ke taman bersama dengan ketiga kawan baiknya itu.
Yami dan Kaiba hanya bisa menatap langkah Yugi dan yang lainnya menuju ke taman depan. Yami terus menatap kembarannya itu dengan perasaan sedih. Saat ini ia hanya ingin memeluk Yugi dan tidak ingin melepasnya. Ia begitu merindukan kehangatan Aibounya itu.
"percayakan semuanya pada Tuhan, Atem. Semoga saja semua permasalahan ini berakhir dengan pemecahan yang terbaik." Yami hanya bisa menganggukkan kepala mendengar itu. ia lalu kembali mengarahkan pandangan ke arah Yugi yang saat ini sudah hampir keluar dari lorong wisma.
'jangan tinggalkan aku Aibou......'
-------Kamar Yugi-------
Malam itu, Ryou terlihat membereskan beberapa pakaian dan perlengkapannya. Ia juga masih menunggu kekasihnya untuk kembali.
"kenapa Yugi lama sekali?" dengan perasaan was-was, Ryou mulai mondar-mondir seraya melipat kedua tangannya. Selang tak lama kemudian, ia mulai tersenyum. Ia tersenyum saat ia membayangkan hari jadi pertunangannya dengan Yugi nantinya.
"aku tak menyangka setelah ini aku dan Yugi akan resmi bertunangan. Setelah kami menamatkan bangku kuliah kami, kami akan menikah dan hidup bahagia bersama-sama......sungguh sebuah moment yang begitu menyenangkan. Aku sungguh mencintaimu Yugi....." Ryou terlihat begitu bahagia. Ia mulai mendekap kalung pemberian Yugi dengan sangat erat. Ia sungguh berharap bahwa harapannya itu tercapai. Harapan agar ia bisa selalu bersama dengan pahlawan hatinya itu untuk selamanya.
"tapi......mengapa sampai saat ini, Yugi masih tak bisa sepenuhnya mencintaiku? Aku yakin bahwa sebenarnya ia masih menyimpan perasaan terhadap Yami. ini tidak adil!! Mengapa selalu saja ada orang yang merusak kebahagiaanku?!! Mengapa membuat Yugi sepenuhnya mencintaiku begitu sulit sekali? Mengapa?!!"
Kedua tangannya mulai terkepal dengan begitu erat. Ryou mulai tertunduk dan menggigit bibir bawahnya. Tak lama, sebuah senyuman mulai tersimpul di wajahnya.
"aku yakin bahwa aku pasti akan dapat membuat Yugi mencintaiku sepenuhnya. Yang kubutuhkan hanyalah waktu. Ya.....hanya sebuah waktu dan usaha. Kau pasti akan mencintaiku sepenuhnya Yugi.......sama seperti aku yang selalu mencintaimu. Aku pasti akan membuatmu bahagia....."
Ryou mulai tersenyum dan tertawa. Ia terus tenggelam dalam dunia angan-angannya. Ia sungguh terlihat seperti orang yang sudah kehilangan akal sehatnya. Berbicara sendiri. Memikirkan pemecahan sendiri. Bertanya dan lalu menjawab pertanyaannya sendiri. Dan ia selalu saja menyimpan sebuah optimisme yang diluar batas. Namun ia tak peduli akan hal itu. selama ia bisa meraih tujuannya dan mendapatkan hati pahlawan kecilnya itu, ia tak peduli. Ia sudah terlalu mencintai roommatenya itu. seseorang yang selalu melindungi dan menjaganya semenjak kecil. Dan ia yakin, ia pasti akan dapat membuat Yugi bahagia bersamanya.
"ya...harapanku pasti tercapai....aku yakin itu...."
Tok!! Tok!! Tok!!
Sebuah suara ketukan pintu membuat Ryou terbuyar dari lamunannya. Memahami realitas itu, Ryou mulai tersenyum. Dengan tergesa-gesa, ia segera beranjak menuju pintu dan mulai membuka pintu kamarnya dengan cepat.
"kenapa kau lama sekali Yugi-kun?!! Aku sudah menung...." Ryou sungguh terbelalak dengan figur yang sudah berada di hadapannya. Ia tak dapat melanjutkan perkataannya. Figur yang saat ini berdiri di hadapannya bukanlah orang yang ia tunggu-tunggu. Namun figur itu adalah seseorang yang sudah pernah menghancurkan hidupnya sendiri.
"aku harap kau berkenan menerima kunjunganku......adikku."
To Be Continued........
Yugi sudah berada dalam situasi terjepit untuk segera meninggalkan wisma dan bertunangan dengan Ryou. Di tengah-tengah masa itu, begitu banyak yang menyayangkan keputusan Yugi. Lalu, apa yang terjadi selanjutnya? Apa maksud kedatangan sosok figur yang saat ini sudah berada di hadapan Ryou? Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Stay tune in the next chapter.
Yami : maaf atas keterlambatan update dalam chapter ini. Author gaje kita saat ini sedang sakit dan terjangkit penyakit *Beep* sehingga ia tidak memungkinkan untuk update sesuai jadwalnya. Semoga para reader sekalian bisa memaklumi atas segala gangguan teknis yang terjadi. Dan semoga chapter yang tidak jelas ini tidak terlalu mengecewakan para pemirsa sekalian. Author akan tetap berusaha untuk update secepatnya walaupun mungkin tidak serutin biasanya. Oke, karena saat ini dia sedang tepar, biar kami yang membalas balasan reviewnya
Marik : hei!! Tunggu dulu!! Kenapa penyakitnya disensor?!!
Yami : -_- privacy dodol....
Marik : oh...
Yugi : ^__^ wokeh, balasan review :
To Vichan91312 :
Yami : wow!! Aku dapat pendukung!! Thanks!! Aibou will always be mine!!
Ryou : sepertinya pereview yang ini tidak terlalu suka denganku.... T_T (nangis darah)
Bakura : heh, yang kulakukan di kamar duo Psycho itu? masa sih sadis? Aku kan hanya membuat kedua jasad mereka menyerupai rel kereta api....
All : (sweatdrop)
Yugi : ^__^ arigato ne buat reviewnya Vi-chan!!
To Dika The Winged Kuriboh :
Malik : woi Ryou!! Dia sepertinya lebih membencimu daripada pereview yang sebelumnya....
Ryou : TT_TT astojim.....cintaku pada Yugi-kun sungguh sangat tulus tahu!! Hiks!! Mengapa nggak ada yang ngerestuin sih!!! MENGAPA?!!! (langsung mojok, suram)
Marik : eh, Kur(?) katanya loe disuruh ngedidik adik loe yang bener!!
Bakura : -_- ntar kusuruh Ryou les deh, biar lulus SPMB(?)
Malik : -_-' jadi kagak nyambung deh.....
Yami : O_O heck? Punya anak?? Aibou, kau bisa hamil??
Yugi : (sweatdrop) Err.....gimana ya? terima kasih untuk reviewnya Kurii-chan!! ^__^
To Sora Tsubameki :
Bakura : -_- hmm.....yang ini malah pengen ngebunuh kau, Ryou.....
Ryou : (air mata udah jadi air terjun tingkat lebay) hiks....kau kejam memberiku peran seperti ini Author!! T_T sebenarnya Author kita itu seorang Heartshipper atau Heartbasher sih?!!
Yami : -_- dua-duanya.....bahkan aku ragu apakah dia benar-benar puzzleshipper ataukah puzzlebasher.....
Yugi : (sweatdrop)
Jou : ^___^ arigato untuk reviewnya Sora-san!!! Tetep semangat ya!! Ganbatte ne!!
To coolkid4869 :
Kaiba : hei lo!! Beraninya ngatain gue om-om!!! You!! You son of a.......denah(?)!!!
Yami : -_- mending om-om, aku malah dikatain Alay? Huff, mana aku disuruh nangis terus lagi!!
Yugi : hmm.....cincinnya dikatain sampah ya? Sebenarnya pengen sih aku buang nih cincin, tapi sayang banget nih. Kalau dijual lumayan lho!! ^__^
Ryou : T_T kejam.....
Rafael : O_O wow!! Amelda, Varon!! Obsesi dangdut kita terekpose bok!!!
Amelda : O_O WHOT!!! OUW MAI GOAT!!! NOOOOOO!!! PADAHAL IMPIAN KITA KAN NGEBENTUK TRIO MACAN GENERASI DUA!!! DX (lebay)
Varon : (masa bodo dan tetap berjoged) sahara~ kasihku~ mantap coy!!! Ih'hiii!!! Wakakakakakakak!! Ayo bos Dartz!! Kita goyang ngebor yuk!! Yohoo!!! Asoy bok!!! XD
Dartz : -_- aku lebih suka goyang gergaji.....
All : (sweatdrop)
Jou : ^_^ terima kasih buat reviewnya coolkid-san!! Tetap semangat ya!!
To Ryuu No Kami :
Bakura : (smirk) prince of Psycho eh? Boleh.....boleh juga. Ayo kita bantai Pegasus.....
Pegasus : O_O ASTOJIM!! SHADIE-BOY!!! HELP ME!!! DX
Shadi : (sweatdrop) klien gue kok jadi sarap gini sih?
Yugi : arigato buat reviewnya Ryuu-kun!!! XDD dan.....(tatapan horor) awas jika meminta lemon....(bawa golok)
Yami : (pucat, sweatdrop)
To Shara Serenia :
Bakura : oh jadi ini pereview yang sepertinya 'terobsesi' denganku?
Yami : loe ditawarin jadi anggota haremnya dia lho!!
Bakura : -_- setelah aku berhasil ngeraep Ryou, aku gabung deh.....
Ryou : (sweatdrop)
Yami : eh? Borgol? Aku pinjam donk!!! (pervert smirk) OUCHH!!! TAT (Dijotos Yugi)
Yugi : mesum parah kau ini!!! dasar bejat!!! Pasti nular dari bapaknya nih!!!
Aknamkanon : (sweatdrop)
Kaiba : thanks for the review Shara-san!!!
To Nonohana Kizure :
Bakura : hmm....ternyata ada yang seneng ama seni kata-kata kotor gue!! Ahahaha!! XDD
Ryou : aku ketuker kepribadian ama Kura? Iya kali ya?
Kaiba : hmm.....nonjok Ryou terus-terusan? Pengennya sih tapi....
Bakura : (melototin Kaiba) ape lo botok?!!
Kaiba : (melototin Bakura) diem lo bolot!!!
Pegasus : ya ampiun!! Aku masih hidup bok!! Jangan dibunuh donks akiu!!! Hiks T_T
Yugi : terima kasih buat reviewnya Nonohana-san!! ^__^
To Dechan-aishiro :
Ryou : yang ini juga benci ama aku T_T aku nggak jahat kok!! Cuman sedikit posesif ama Yugi-kun alias Yuu-chan...
Pegasus : TT_TT teganya bok!! Aku disangka udah tewas!! Aku masih sehat buger lho!!
Bakura : -_- wow!! Loe cinta ma gue ya? Sorry kalau gue buruk nih.....(langsung jadi ooc) don't stop loving me baby!! XDD
Yami : (sweatdrop) hmm....Author emang guru . De-chan mau nggak diajarin ama Author? Hehehe....
Yugi : ^__^ thanks for the review!! Ficnya tetep bersabar menunggu ya. Author masih sakit. Wokeh!! Arigato ne!!
To ArcXora :
Yugi : O.O merasa bersalah di fb? Jangan sedih Xora-san!! (langsung peluk-peluk Xora-san)
Yami : T_T enaknya bisa dipeluk Aibou..... (iri)
Ryou : O_O WECKS!!! A..Arwahnya Devil ngikutin aku terus!! Huwaa!!! T_T
Yugi : Arigato ne Xora-san!! gambarnya kami tunggu lho!! ^__^
To Uchiha 'Haruhi' Gaje :
Kaiba : -_- aku yakin dari sekian banyaknya pereview, yang ini adalah yang paling bernapsu bunuh si Ryou
Ryou : (ngamuk gaje) kenapa sih nggak ada yang dukung heartshipping?!! Aku dan Yuu-chan begitu serasi tau!! Sama-sama imut, sama-sama hikari, sama-sama innocents(?), sama-sama manisnya!!! Dukung kami donk!!! DX
Yami : -_- cih!! Aibou tercipta hanya untukku tau!! Pergi sana lo ke Bakura!!!
Yugi : O_O WHOT!!!! Adegan raep?!! (blush, langsung kabur)
Yami : Aibou pakai malu-malu segala. Aku jadi makin pengen nyerang(?) dia nih.... =3=
Jou : ^__^ paparazzi ditunggu aja ya, arigato ne Haru-chan!!!
To Devil 'HEAVEN' :
Kaiba : -_- gomen jika chapter kemarin membuat anda begitu panas dingin.....
Yami : O_O silsilahnya keluarganya begitu membingungkan.....
Yugi : Author bahkan ampe coret-coret di kertas buat nyusun silsilah itu lho
Marik : -_- dan Author malah makin kagak nyambung....
Malik : (sweatdrop)
Yugi : arigato buat reviewnya Evil-san!!! ^__^
To Kuzu here Kuzu There :
Ryou : O_O hmm....kemana sisi polosku pergi? Kemana ya? (langsung nyari di bawah kolong jembatan)
Jou : -_- Ryou idiot deh.....
Yami : kissnya hot? Padahal aku sudah bolak-balik ngebujuk Author untuk membuatkanku scene raep. Hiks.....tidak terealisasi.....author geblek!!! TT_TT (disambit Author)
Yugi : hmm.....masa lalu tendershipping ya? Sebentar lagi mungkin terkuak. Tunggu aja XDD
Bakura : hmm....dapetin Ryou? Doain aja, mudah-mudahan gue bisa ngeraep tuh pria jalang(?) n hamil di luar nikah.....
All : (sweatdrop)
Yami : Arigato untuk reviewnya Kuzu-san!!
To ka hime cullen :
Malik : eh, yam lo mau nggak dikasih ke Ka-san?
Yami : =_= gomenasai Ka-san, aku masih cinta mati ama Aibou.....
Malik : -_- capek deh....
Yugi : arigato buat reviewnya!! Thanks udah di add ya Ka-san!! ^__^
To Din-chan :
Yugi : ^_^ wai!! Ada pendatang baru!! Selamat datang Din-chan!! (tebar-tebar confetti)
Yami : hehe, emang bukan perasaan anda aja, Author emang memiliki kebiasaan buruk untuk menggunakan kata 'mulai' secara lebay. Author akan berusaha untuk menguranginya. Thanks telah diingatkan ya.
Ryou : T_T tuh kan!! aku dikatain penganggu!! Kenapa sih nggak ada yang dukung hubunganku dengan Yuu-chan?!! Padahal kami kan sama-sama imutnya, sama-sama manisnya, sama-sama....
Malik : -_- duh!! Cerewet lo Ryou!! Wokeh, thanks buat reviewnya Din-chan!!! XDD
To Dewi-Shii~Loverz!! XD :
Yami : wow, pendatang baru lagi nih (tebar-tebar confetti)
Bakura : hmm...fic ini lebih hot dari save my darkness heart. Terang aja nona. Rated fic ini kan M jadi otomatis lebih hot....
Ryou : dari pereview pertama ampe sekarang semuanya pengen bunuh aku!! Hiks!! Aku jadi terbuang gini....T_T
Yugi : ^__^ arigato buat reviewnya Dewi-san!!!
To Bm, Lisa, Devil xXx, Y x Y dan Pembaca yang lain : Arigato ne baby!!! XDD (disayat)
Yugi : jangan lupa sebelum pergi, review ulang seperti biasa!! Segala pertanyaan, kritik bangunan, saran semuanya diterima!!
Yami : -_- flame kali ini akan dibuat untuk bakar-bakar jemurannya tetangga
Yugi : (sweatdrop) wokeh!! Arigato!! See you all in the next chapter!! ^__^
