Balas Review! :D
Honey Sho: Yah, begitulah! Oke, Thanks for Review! :D
Jeremiah Gerrandy: Sepertinya anda suka baca beberapa fic-ku! Pokoknya begitu aja, deh! Yah, terima kasih Review-nya! :D
Happy Reading! :D
Sebelumnya di 'The Crazy Summer Camping'...
"Mau kemana, neng?"
"Udah, biarin aja! Kayaknya bakalan menarik, nih!"
"Oh, Jashin-sama! Lindungi kami!"
"Lho, kok kalian keringetan begitu?"
"Jiah, mereka lagi! Apa salah saya sampe dapet penumpang kayak mereka?"
Chapter 28: Surprise for Our Teacher Leader
"Oi, David! Apa kau serius membiarkanku menggunakan lapangan ini?" tanya seorang pria berambut pirang jabrik bernama Mathias Køhler kepada seorang pria yang lagi makan.
"Hmm, phake ajha laphangannya!" jawab pria bernama David Black itu.
Mathias hanya menautkan kedua alisnya karena bingung. Biasanya, dia bakalan manggil Andre dan ngajakin perang. Tapi kenapa sekarang dia memberikannya tanpa dipaksa? Sungguh aneh!
"Okay, tak!"
Ini pertama kalinya Mathias berterima kasih kepada David Black! Suatu keajaiban dunia, pemirsa! *Narator jadi MC dadakan.*
Mathias berjalan ke lapangan untuk main dengan teman-temannya. David Black tersenyum jahil dari kejauhan.
"Tugasku sudah selesai! Rencana kedua pun akan dimulai sebentar lagi!" katanya sambil meneruskan acara makannya.
Kalian mau tau maksud David barusan? Inilah yang terjadi beberapa jam yang lalu di CSO Dorm.
-Flashback-
"Oi, minna! Hari ini ulang tahunnya si Kambing, kan?" tanya Andre kepada semua orang yang berada di ruang tengah CSO Dorm.
Semua yang mendengarnya pun langsung memasang tampang berpikir.
"Benar juga, sih! Hari ini kan ulang tahunnya Makkun!" seru Ieyasu setelah berpikir sebentar.
Semuanya hanya mengangguk setuju dan kembali ke urusan mereka masing-masing. Andre melihat reaksi itu pun hanya bisa speechless. Dia pun mengambil sebuah kertas dari dalam bajunya dan menempelkan ke tembok di depan ruangan.
"Bagaimana kita mengerjai si Kambing di hari ulang tahunnya? Mungkin saja dia lupa kalau hari ini ulang tahunnya! Aku sudah menyusun rencana yang akan kita gunakan nanti!" saran Andre sambil memukul meja di dekatnya agar semua orang menatap tembok tersebut.
Setelah melihat rencana tersebut, satu ruangan pun langsung sweatdrop berjamaah. Keempat teman Mathias sesama Nordic hanya bisa menatap Andre seperti mengatakan, 'semoga-nyawamu-selamat-Andre-!'.
Inilah isi kertas di tembok mengenai rencana mengerjai Mathias buatan Andre:
Rencana Mengerjai si Kambing:
1. Membiarkan si Kambing menggunakan lapangan.
2. Saat makan siang, jangan ada yang berbicara dengan si Kambing, termasuk empat anggota Nordic.
3. Menjatuhkan es krim atau sejenisnya ke arah si Kambing.
4. Sita semua tisu di asrama, termasuk tisu toilet.
5. Minta tolong kepada Gerrard untuk menulis papan bahwa kamarnya disegel dan taruh di depan kamar untuk memancing amarah si Kambing. Jika berhasil, berilah kode "Kambing sudah mengamuk!"
6. Minta tolong kepada Gerrard lagi agar si Kambing tinggal di asrama sampai jam tujuh malam untuk uji nyali dengan alasan tertentu.
7. Sebagian orang menjadi hantu dan menutupi jalan si Kambing untuk lari. Kalau bisa, halangi si Kambing lari ke tempat-tempat tertentu, kecuali koridor menuju ke kamarnya alias tempat penyelenggaraan pesta ulang tahunnya.
N.B: Rencana ini harus dimulai/dilaksanakan setelah membacanya.
Pembuat rencana:
-Andre si Hero yang siap membunuh Zombie kapan saja-
Tiba-tiba, semuanya langsung muntaber berjamaah setelah membaca nama pembuat rencana tersebut. Andre heran melihat mereka semua muntaber di tempat, bersamaan pula.
"Se-sepertinya re-rencana itu akan berhasil, Andre-san! Huek!" kata Lance sambil muntah dan dibawa Emil ke ruang kesehatan sebelum nyawa ehemkekasihnyaehem melayang ke udara kayak balon yang terlepas dari tangan anak kecil.
Sementara Andre malah loncat-loncat gaje sambil berteriak 'Berhasil, berhasil, berhasil, hore!' ala Fora The Ispohet (?). Tiba-tiba, seorang pria yang lagi numpang lewat (?) memotret Andre dan mengupdate status di FB.
Begini isi statusnya:
Fernando si Pengusir Setan (?):
[Picture]
Masa kecil Andre kurang bahagia! Mari kita sumbangkan barang yang tidak berguna, termasuk sampah-sampah kalian, ke penghuni CSO Dorm bernama Andre.
1 second ago Like: 63738389371 Comment: 73739202737302
Hebat, bukan? Baru aja fotonya di-update udah banyak yang like dan komen. Itulah kelebihan penghuni CSO Dorm terkenal dengan predikat 'Asrama Terheboh, Tergokil, Terunik, Terdahsyat, Terlucu, Tergila (?), Terstress (?) Segajad Raya' menurut catatan FFN (?). *Narator digampar Reader.*
-Flashback End-
Nah, kita kembali ke zaman dahulu (?)! Ralat, deng! Maksudnya ke zaman sekarang. Mathias sekarang sedang asik main bola dengan para cowok yang ada di CSO Dorm. Karena aku malas menjabarkan permainan mereka, kita skip saja bagian ini sampai waktu makan siang! *Narator dihajar Reader.*
-skip time-
Sekarang adalah waktu makan siang di CSO Dorm. Para penghuni CSO Dorm pun langsung berhamburan menuju ke 'surga makanan' alias ruang makan. Mereka datang secara bersamaan ke ruang makan dan menyebabkan perkelahian yang tidak terelakkan. Mereka hanya memperebutkan satu makanan terenak, yaitu sebuah roti SANDWICH! *Narator ditimpuk batu.* Ehem, abaikan saja kalimat barusan! Kita kembali ke cerita!
Terlihat kerumunan orang di sebuah gudang bekas peninggalan penjajahan Belanda (?). Kerumunan orang tersebut adalah para penghuni CSO Dorm. Hanya satu orang yang tidak hadir karena dia lah yang akan dikerjai nanti. Kalian sudah tau siapa yang tidak hadir? Yap, si ketua guru NihoNime Gakuen sejak tahun 1537 *kelamaan woy!* alias Mathias Køhler.
"Gimana, David? Apa tugasmu berhasil?" tanya Dominique kepada David Black sambil memakan bekal Alin.
Alin yang menyadarinya langsung menimpuk Dominique dengan kaki kursi yang sudah patah karena diduduki Valkyrie Tank Lance (?).
"Berhasil, Dominique! Hei, Andre! Saatnya rencana kedua dijalankan!" seru David Black bersemangat untuk mengerjai sang ketua guru.
Semuanya mengangguk setuju, sementara Andre hanya memasang tampang berpikir.
"Yosh, rencana kedua! Jangan ada yang bicara sama si Kambing, termasuk kalian berempat!" kata Andre kepada keempat anggota Nordic.
Lukas, Emil, Tino, dan Berwald hanya menanggapinya dengan wajah datar. Tapi dalam hati, mereka berharap bisa selamat dari amukan sobatnya nanti.
"Oi, apa yang kalian lakukan?"
Semuanya mengenal suara itu. Suara itu adalah orang yang berulang tahun, Mathias. Semua menatap Matihas, sementara yang ditatap membalasnya dengan cengiran khas-nya. Tiba-tiba, semua orang yang berada di gudang (kecuali Mathias) langsung berdiri dan keluar dari gudang tersebut.
Ada yang keluar lewat jendela, cerobong asap (?), lubang di langit-langit (?), ada yang menggali tanah di lantai agar bisa keluar (?), dan hebatnya lagi, ada yang keluar lewat PINTU! *Narator dihajar massa.*
Mathias hanya menatap heran kejadian tersebut. Kenapa mereka semua keluar dari gudang itu dengan cara yang nista. Udah gitu, kagak ada yang menjawabnya pula! Mathias berpikir ini adalah game 'diam saat jam istirahat', jadi dia menghiraukannya.
Setelah itu, Mathias kembali ke asrama dan mendapati semua penghuni CSO Dorm di ruang tengah menganggapnya seperti hantu. Bayangin aja! Saat Mathias memanggil teman-teman Nordic-nya, mereka tidak menjawab. Saat Mathias menantang Luthfi bertanding, dia malah menggambar bola. Saat Mathias mengajak Lance battle, dia malah ngutak-ngatik Valkyrie Tank-nya (?). Saat Mathias mematahkan biola milik Giro-kun, dia malah memainkan MP3-nya.
Sekarang emosi Mathias memuncak. Saking marahnya, dia sampai mematahkan sapu milik salah satu muridnya. Sementara pemilik sapu tersebut hanya menangisi kepatahan (?) sapu kesayangannya.
Mathias pun langsung keluar sambil membanting pintu ruangan dengan keras, sementara penghuni ruangan itu pun langsung heboh dengan kepergian sang ketua guru.
"RENCANA KEDUA BERHASIL!" teriak mereka semua dengan happy-nya.
Semuanya senang karena berhasil mengerjai Mathias. Ada yang menangis terharu, koprol, salto, joget gaje, bahkan membanting temannya sendiri (!). *sadis lu!*
"Nah, saatnya rencana ketiga! Siapa yang mau melakukannya?" tanya Andre kepada semuanya.
Seisi ruangan pun langsung hening seketika karena tidak ada yang mau melaku-
"Biar aku saja yang melakukannya!" jawab Sakazaki santai.
Sakazaki ingin melakukannya sebagai bentuk balas dendam karena pernah dikerjai oleh sang ketua guru. Semua temannya hanya menatap Sakazaki dengan kaget karena tidak percaya dengan perkataannya barusan.
Andre berjalan ke arahnya sambil mengeluarkan segelas jus jeruk dan memberikannya kepada Sakazaki.
"Jadi, begini rencananya! Kau pura-pura minum dan tidak sengaja menjatuhkan jus ini ke arah si Kambing! Usahakan mengenai kepala atau bajunya!" jelas Andre.
"Baik!"
Sakazaki pun berjalan keluar ruangan untuk mencari Mathias. Setelah beberapa lama mencari, akhirnya dia menemukan sang ketua guru di halaman belakang. Dia sedang duduk sambil memainkan kapaknya. Dilihat dari tampangnya, sepertinya dia lagi galau karena dari tadi dikacangin terus. (Thundy: "Enak ya makan kacang?" -3-/Mathias: "Urusai!").
Sakazaki pun segera lewat di depannya sambil berpura-pura minum dan sengaja menjatuhkan jusnya ke jas Mathias.
"Ups, kesalahan!" kata Sakazaki yang sebenarnya senang karena bisa balas dendam kepada Mathias.
Kita lihat reaksi Mathias di papan kemarahannya. Wow! Papannya meningkat drastis dan tiba-tiba meledak, pemirsa! Kita harus memperingatkan Sakazaki!
Oi, Sakazaki! Pergi dari situ sekarang juga!
"Buat apa lari?" tanya gadis itu heran.
Karena si Kambing sudah mau meledak! PEMIRSA, MARI KITA LARI!
"Grrrrrr! Sialan kau, Sakazaki!" teriak Mathias geram plus murka.
Mathias mulai menghancurkan benda di sekitarnya dengan kapaknya. Saat ini Mathias sedang mengamuk. Mungkin orang yang melihat adegan ini akan segera berlindung di rumah anti gempa karena takut terjadi gempa karena kemarahan Mathias yang luar binasa (?).
"Sepertinya kita harus meminta maaf kepadanya nanti!" kata Sakazaki setelah melihat kejadian barusan.
Semuanya hanya mengangguk setuju.
Sepuluh menit kemudian, kemarahan Matihas pun mereda. Tapi saat Mathias mengamuk barusan, mereka sudah menjalankan rencana keempat: menyita semua tisu di asrama.
"Aku harus membersihkan ini sebelum lengket!" kata Mathias sambil berlari ke arah toilet.
Saat di toilet, Mathias segera membersihkan jasnya dengan air dan mencari tisu toilet.
"Cih, tisu toiletnya habis! Siapa yang ngabisin tisu toilet, sih?!" tanya pria jabrik itu kesal.
Mathias segera berlari ke seluruh asrama untuk mencari sebuah tisu, tapi hasilnya nihil. Karena tidak menemukannya, dia terpaksa melepaskan jasnya.
"Fyuh, untung aku pake baju dobel! Aku sangat beruntung!" kata Mathias sambil berjalan menuju ke kamarnya.
Di sisi lain...
"Rencana keempat lumayan karena aku baru ingat si Kambing itu pake kemeja di dalam jasnya! Sekarang jalankan rencana kelima! Oi, Lance! Cepat ke kamar Gerrard! Minta agar dia menuliskan bahwa kamarnya disegel, oke?" perintah Andre kepada Lance.
Lance pun segera ke tempat tujuan untuk menemui sang mantan Jenderal SAS, Gerrard! *BGM: Suara piano rusak.*
Di kamar Gerrard...
TOK TOK TOK!
"Masuk!" kata seseorang di seberang sana (?).
Lance pun masuk ke kamar itu setelah mengetuk pintu tersebut. Di dalam kamar itu, terdapat Gerrard dan Jennifer.
"Kau butuh apa?" tanya Gerrard.
Lance berjalan mendekati mereka berdua dan mulai menceritakan rencana Andre untuk Mathias, sementara Gerrard dan Jennifer hanya ngangguk-ngangguk. Author memanfaatkan hal ini dengan menyetel lagu Project Pop 'Metal vs Dugem' dari VCD-nya (?).
Tanpa disangka, sebagian penghuni CSO Dorm pun berkumpul di kamar tersebut. Semua orang yang berada di sana tiba-tiba dugem dan berpose ala anak punk sambil mengangguk-anggukan kepala mereka.
Gerrard pun berdiri dari tempat duduknya dan segera mengeluarkan senjata kesayangannya yang berisi air comberan (?).
"Kalian ngapain di sini?! Ini ruanganku, bukan diskotik!" teriak sang mantan Jenderal SAS yang ingin membubarkan pasukan disko dadakan tersebut.
Mereka semua pun langsung kabur begitu saja dari ruangan itu sebelum kepala mereka menjadi bau karena peluru baru dari Gerrard.
Gerrard pun kembali menyimpan senjatanya dan duduk.
"Baiklah, tapi ini akan aku cabut besok pagi! Bagaimana?" tanyanya sambil memberikan sebuah kertas kepada Lance.
Lance hanya mengangguk dan pamit untuk keluar sambil membawa kertas tersebut dan menempelkannya di depan kamar Mathias.
"Rencana kelima, dimulai!" kata Lance sambil berseringai jahil.
Beberapa menit kemudian...
"Saatnya un- GERRARD SIALAAAAAAAAAAAN!" teriak Mathias geram plus kesal setelah membaca kertas tersebut.
Kertas itu bertuliskan:
PENGUMUMAN
Untuk sementara, kamar ini disegel karena ada masalah!
Gerrard
Sementara teman-temannya langsung tertawa setelah melihat reaksi pria jabrik tersebut. Semuanya segera berjalan ke arahnya dan memperbaiki posisi raut wajahnya masing-masing (?).
"Dan! Lu dipanggil Gerrard, tuh!" kata Emil pura-pura takut.
Setelah mendengar hal itu, Mathias pun segera berlari ke kamar Gerrard sambil membawa kapaknya, sementara Emil dan yang lainnya segera berteriak untuk memberikan kode.
"KAMBING SUDAH MENGAMUK! KAMBING SUDAH MENGAMUK! Sekarang kita jalankan rencana keenam!"
Sementara itu...
"Pertama, lu nyegel kamar gue! Sekarang, lu nyuruh gue di sini sampe jam tujuh?! LU UDAH GILA YA, HAH?!" teriak Mathias sambil mengancungkan kapaknya.
Gerrard hanya mengeluarkan secarik kertas dan membacanya.
"Hmm, ini sebagai hukuman buat lu! Pertama, lu pake lapangan kagak pake perang! Kedua, lu kagak ngajak ngomong yang lain! Ketiga, lu ngotorin jas lu! Keempat, lu ngabisin semua tisu dan terakhir, lu ngancurin halaman belakang!"
"Woi! Bukan gue yang ngelakuin semua itu, kecuali yang terakhir!" bentak Mathias sambil menggebrak meja dengan kesal.
Jennifer hanya bisa sweatdrop mendengarnya, sementara Gerrard segera mengeluarkan senjatanya dan menembaki foto yang ada.
"Tapi gue melihatnya! Sebagai hukumannya, lu di sini sampai jam tujuh dan melakukan uji nyali di sini!" kata Gerrard.
Mathias hanya bisa mendengus sebal dan segera keluar dari ruangan tersebut dengan membanting pintu.
Setelah Mathias keluar dari kamar tersebut, Jennifer mengeluarkan HP-nya untuk menelpon sang pembuat rencana alias Andre. Terdengar ringtone HP Andre yang sukses membuat Jennifer jawdrop seketika.
Begini bunyi ringtone-nya:
'Bintang jatuh, alangkah indahmu! Puth abu-abu, di langit yang hitam (?)! Pelukismu Agung, itulah namanya! Bintang jatuh, ciptaan Andre!'
Benar yang dikatakan Fernando tadi, masa kecil Andre memang kurang bahagia. Lagu beginian aja kagak tau, apalagi saya! *Narator dilempar Reader ke jurang.* Eh, hanya bercanda deng!
Setelah mendengar ringtone gaje tersebut selama beberapa menit, akhirnya ada yang mengangkat panggilan telepon dari Jennifer.
"Andre, rencanamu yang keenam sudah selesai! Apakah kalian sudah mendekor kamarnya?" tanya Jennifer.
"Iya, Jennifer! Sedikit lagi selesai dan terima kasih kerja samanya! Apakah kalian akan datang?" jawab Andre bertanya balik.
"Tentu saja! Ini kan ulang tahun salah satu penghuni CSO Dorm!" balas Jennifer.
"Baiklah, kami akan menunggu kalian datang ke sini!"
"Oh iya, Andre! Semoga masa besarmu bahagia, ya!" seru Jennifer yang berniat menghibur Andre karena ringtone gaje barusan.
"Ma-maksudmu apa?" tanya Andre bingung.
"Lupakan saja yang barusan!" jawab Jennifer datar.
"Kalau begitu, aku akan menutup teleponnya sebelum Lance menghancurkan meja dengan Valkyrie Tank-nya dan sekali lagi, terima kasih bantuannya!"
TUTTT TUTTT TUTTT!
Dan pembicaraan gaje itu pun berakhir sampai di sini!
Di kamar Mathias...
"Apa kalian sudah memakai kostumnya?" tanya Andre kepada gerombolan hantu dadakan yang berada di hadapannya.
"Siap!" seru Tino yang memakai kostum manusia setengah singa (?) sambil memegang sebuah tombak.
"Maafkan aku, Mathy! Tapi ini semua rencana si Hero itu!" lirih Girl-chan yang memakai kostum boneka Annabelle yang ditakuti Mathias sejak kecil.
"Kami dari tim minion sudah siap!" kata Luthfi yang mewakili Dark, Giro-kun, dan Idham yang lagi asik ngobrol.
Mereka memang memakai kostum minion, tapi modelnya kayak di game horror yang bisa membuat Mathias nangis enam puluh turunan (?) saat masih duduk di bangku SMP.
Kita skip saja kostum yang mereka pakai. Rencana terakhir pun dimulai!
Malam harinya...
Saat ini, kita sedang syuting 'Masih Dunia Ini' (?) dan sekarang sudah jam tujuh malam. Saatnya rencana terakhir dijalankan. Kita liat keadaan Mathias yang sedang berjalan di koridor depan asrama sambil membawa senter yang sudah mati-nyala karena terjatuh di tangga tadi.
"Ini mudah sekali, kan? Begini saja tidak menakut- I-Itu ANNABELLE!" teriak Mathias ketakutan saat melihat penampakan boneka perempuan sambil berlari ke arah tangga dan berhenti sebentar untuk mengatur nafasnya.
Mathias segera menarik nafas panjang setelah melihat penampakan barusan.
"Hah, hah, hah! Pa-pasti ini mimpi, kan? Menakutkan sekali! Sejak mimpi itu, aku tidak mau melihat Annabelle lagi! Ayolah, Mathias! Tenang!" kata Mathias sambil mencoba menenangkan dirinya sendiri.
Ternyata cara itu berhasil dan sang ketua guru pun kembali tenang.
Dia kembali berjalan di lantai dua CSO Dorm karena lantai satu sudah tidak aman lagi (karena ada penampakan boneka Annabelle).
Dia mengarahkan cahaya senter kesana-kemari untuk jaga-jaga kalau boneka Annabelle itu muncul lagi. Tapi, dia tidak menyadari kalau di belakangnya sudah ada orang yang mengikutinya dari tadi dan menepuk pundaknya.
'Hih, tangan siapa ini?' batin Mathias merinding.
Dia menoleh ke belakang dan mendapati bahwa boneka ketakutan keduanya berada di belakangnya sekarang.
Mathias diam di tempat selama beberapa detik untuk mengenali boneka tersebut dan berteriak, "MINION?!"
Dengan cepat, dia segera berlari ke arah tangga, tapi dicegah boneka Annabelle. Dia berlari ke ruang tengah, tapi ada Zombie. Entah kenapa, setiap Mathias berlari ke arah yang diinginkannya, selalu saja dihentikan oleh hantu yang muncul entah darimana (kecuali sepasang tupai (?) dan singa jadi-jadian yang muncul dari ruang kesehatan dan toilet dan dia terpaksa lari lagi karena mereka membawa tombak).
Entah sudah berapa lama dia berlari mengelilingi asrama sebanyak tiga kali putaran dan tidak terasa juga waktu sudah menunjukkan jam delapan malam. Dia berlari kembali ke lantai dua asrama dan berusaha mencari tempat yang cocok untuk bersembunyi. Akhirnya, dia sampai di depan kamarnya, tempat yang menurutnya aman dari sergapan hantu (jadi-jadian). Dia mengatur nafasnya sebentar dan masuk ke dalam ruangan tersebut.
Baru saja dia menutup pintu, tiba-tiba bulu kuduknya berdiri semua menandakan bahwa ada yang sedang berjalan ke tempatnya sekarang. Saat ada yang menggeser pintu, Mathias segera menyiapkan kapak di tangannya.
Pintu pun terbuka lebar dan...
"HAPPY BIRTHDAY, (PAK) MATHIAS/ANKO UZAI/DAN/TA-SAN/MAKKUN/KØHLER-SAN/(PAK) KAMBING/DENMAKU-PYON/MATHY!" teriak semua orang yang sedang membawa kue ulang tahun berukuran besar beserta hadiah yang menumpuk di pojok ruangan setelah Berwald mengambil kain yang menutupinya.
Mathias hanya bisa terdiam dan mencoba untuk mencerna kejadian yang terjadi hari ini sekaligus tanggal berapa hari ini. Setelah beberapa lama berpikir sambil menatap kalender di dekatnya, akhirnya dia sadar kalau hari ini ulang tahunnya.
"Akhirnya, semua rencanaku berhasil!" seru Andre tapi langsung speechless saat melihat sang ketua guru melemparinya dengan gelas bir dan berhasil mengenai kepalanya sampai dia pingsan di tempat.
Tiba-tiba, terdengar gelak tawa dari seluruh penghuni CSO Dorm karena Andre hanya pura-pura pingsan, walaupun kepalanya masih sakit akibat lemparan gelas bir barusan. Orang-orang yang baru datang pun langsung memberikan Mathias hadiah ulang tahun yang mereka bawa.
"Te-terima kasih su-sudah memberikan ke-kejutan ini u-untukku!" kata pria jabrik itu terbata-bata sambil menggaruk kepalanya dan malu-malu.
Semua yang melihatnya langsung kaget melihat ekspresi mengejutkan dari sang ketua guru.
Mereka semua pun kembali tertawa dan Mathias sangat senang karena mendapatkan teman yang selalu baik padanya. Walaupun kadang sedikit menyebalkan, tapi hal itu membuat kehidupannya penuh warna.
Mereka mengabadikan kenangan hari itu di dalam handycam milik Enzo dan mereka juga berfoto dengan pose yang membuat orang tertawa, termasuk Mathias. Kenangan yang sangat indah bagi seorang Mathias Køhler sang Denmark.
"Tak for alt, mine venner (Terima kasih untuk semuanya, teman-temanku)!"
To Be Continue...
Preview for Chapter 29:
"Norge, rupanya Ice masih tidur! Bagaimana dengan rencanamu mengenai perayaan ulang tahun Ice?"
"DAN! KENAPA LU HABISIN SEMUA LICORICE-NYA?!"
"Begini! Aku hanya ingin bilang kalau kau bukan uke-ku lagi, Emil-san!"
"O-oi, Su-san! Le-lepaskan! Ki-kita diliatin Nor-kun! Da-dasar bodoh!"
"Emil-san, ini sebagai tanda permintaan maafku karena kejadian tadi pagi! Jadi, will you ma- Emil-san? EMIL-SAN!"
Review! :D
