The Epilog of...

.

Title : Love You Love Me

Pairing : KyuMin

Other Cast :

- Cho Kwangmin

- Cho Youngmin

- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). OOC, bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, TYPOSSSS, WITHOUT EDITING, AND I'LL NEVER EDIT IT AGAIN, penggunaan kata-kata kasar, KEBACOTAN author di beberapa bagian, NO BASHING!

.

.

DON'T LIKE? DON'T READ, DON'T REVIEW, AND DON'T COMPLAIN PLEASE.

.

.

Happy Reading..^^..

.

.

.

.

.

~5 years later~

.

"Kyuhyun, Youngmin, Kwangmin, waktunya makan.." seru Sungmin dari arah meja makan.

Kyuhyun melesat paling cepat menuju meja makan, ia duduk tepat di samping Sungmin.

Tak sampai dua detik, dua bocah kembar datang sambil berlari-lari menuju meja makan. Namun sampai di depan meja makan, mereka memandang Appanya dengan tatapan kesal.

"Appa!" seru mereka berdua secara bersamaan.

"Wae?" Kyuhyun hanya menanggapinya seadanya.

"Aku mau duduk samping Eomma!" seru Kwangmin.

"Na do!" tambah Youngmin.

"Andwae, Appa duluan, berarti Appa yang duduk di samping Eomma.. :P" ujar Kyuhyun sambil menjulurkan lidahnya.

"Appa kemalinkan udah duduk samping Eomma!" ucap Youngmin tidak terima.

"Masa hali ini lagi!" tambah si kecil Kwangmin.

"Hei, sudahlah, kalian duduk di kursi kalian dulu, besok kalian duduk di samping Eomma.. Ara?" Sungmin menengahi pembicaraan antara Ayah, dan anak-anaknya itu.

Youngmin dan Kwangmin sama-ama memanyunkan bibirnya, "Allachi.." ucap mereka bersamaan, dan mereka pun beranjak duduk di kursi mereka.

Sebelum makan, mereka pun membaca doa bersama-sama.

"Selesai.." ucap Kyuhyun mengakhiri doa.

"Manhi deuseyooo.." seru Youngmin dan Kwangmin, secara bersamaan pun mereka memasukkan daging di piring mereka ke dalam mulut mereka masing-masing, dengan menggunakan tangan mereka.

"Hei, gunakan sendok kalian." ujar Sungmin.

Cho twins ini pun mengangguk dan mengambil sendok masing-masing.

"Appa, besok kita jadi piknik?" tanya Youngmin, seperti telah melupakan perdebatan(?) dengan Appa-nya tadi.

Kyuhyun menggeleng, "Lusa.." jawab Kyuhyun.

"Lusa? Lusa itu..." tanya Kwangmin.

"Hari setelah besok.." jawab Sungmin yang mengerti pertanyaan Kwangmin.

Kwangmin memiringkan kepalanya, masih tak mengerti. Ia menoleh ke samping bermaksud bertanya pada kembarannya. Namun dengan cepat Youngmin menyanggah.

"Jangan tanya padaku!" ujar Youngmin, kemudian langsung memakan kembali makan malamnya.

Kwangmin memanyunkan bibirnya imut.

Sementara Sungmin dan Kyuhyun hanya tersenyum memandangi sikap kedua anaknya.

.


.

"Keesokan harinya, Lagi-dan lagi Jack memanjat pohon kacang yang tinggi itu dan mengambil barang-barang dari istana di atas awan, tanpa sepengetahuan raksasa pemilik istana, akan tetapi..."

"Hei, sudah jam 9, waktunya tidur anak-anak.."

Saat sedang seru-serunya Cho twins mendengar dongeng dari Sungmin, tiba-tiba Kyuhyun masuk ke dalam kamar Cho twins dan menganggu acara(?) mereka.

"Appaaaa!" keluh mereka berdua.

Sungmin menutup bukunya, lalu berdiri, "Appa benar, sudah waktunya tidur.."

"Eommaa.. Lanjutkan sedikit saja.. Jebal.." pinta Kwangmin, sambil mengatupkan kedua tangannya dihadapan Sungmin.

Sungmin menggeleng. "Kita lanjut besok saja ya? Sekarang kalian tidur dulu, arra?"

Youngmin dan Kwangmin sama-sama memanyunkan bibir mereka.

"Allachi eomma.." jawab mereka berdua serempak.

Mereka pun mulai merebahkan diri di atas ranjang mereka, Sungmin dan Kyuhyun tak lupa membantu mereka mengenakan selimut, dan mengecup kening masing-masing kedua anaknya.

"Jaljayo.." ucap Sungmin dan Kyuhyun, sebelum keluar dari kamar kedua anaknya.

.


.

"Jeongmal?" ucap Sungmin dengan nada tinggi.

Sontak kedua anaknya yang sedang sibuk dengan dunia masing-masing, menoleh pada Eomma-nya yang sedang menerima telphone.

"Ne, jangan pulang terlalu malam ya.." ucap Sungmin lesu.

Youngmin dan Kwangmin yang merasa bingung dengan perubahan emosi Eomma-nya, hanya mengangkat bahu, lalu kembali memainkan mainan mereka masing-masing.

"Hnn, Ne, Na do saranghae.." ucap Sungmin, lalu mengakhiri panggilannya.

"Eomma.." panggil Youngmin.

Sungmin bergeming, ia memandang anak pertamanya itu seakan menjawab panggilan Youngmin.

"Tadi itu Appa?" tanya Youngmin, bermaksud menyakan si penelphone tadi.

"Ne.. Hmm, Appa bilang hari ini Appa akan pulang terlambat, jadi Appa tidak makan malam di rumah." jawab Sungmin.

"Yes!" seru Kwangmin tiba-tiba.

Sungmin dan Youngmin sama-sama menoleh ke bocah paling kecil ini.

"Wae?" tanya Youngmin.

"Belalti makan malam nanti, aku bisa duduk samping Eomma.." ucap Kwangmin sambil melempar pistol mainannya, dan berlari memeluk Eomma-nya.

"Ya!" Youngmin melempar PSP-nya ke sofa, lalu ikut berlari memeluk Sungmin.

"Aku yang duduk samping Eomma!" sahut Youngmin.

"Ani! Nega!" balas Kwangmin.

"Naaaann!" seru Youngmin.

Sungmin yang berada diantara keduanya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kedua anaknya yang jarang akur.

.


.

"Jack pun menebang pohon kacang tersebut, sehingga..."

'TING NONG TING NONG'

Cerita Sungmin terganggu oleh bunyi bel dari pintu.

Youngmin dan Kwangmin mendecak kesal, karena mau tidak mau Sungmin harus menghentikan ceritanya sejenak.

Sungmin melirik ke arah jam digital di meja kecil di samping tempat tidur. Waktu menunjukkan pukul 09:05pm.

"Siapa yang bertamu malam-malam begini.."

"Tunggu sebentar ya chagi.."ucap Sungmin pada Youngmin dan Kwangmin sambil memberikan buku cerita itu pada kedua anaknya, dan beranjak keluar kamar.

Bukannya menunggu Youngmin dan Kwangmin malah mengikuti Eomma-nya keluar.

.


.

"Omo!" Sungmin cukup terkejut melihat Eunhyuk sedang memapah Kyuhyun di depan pintu, di tambah lagi separuh wajah Kyuhyun ditutupi oleh masker.

"Bawa masuk dulu! Nanti aku ceritakan.." ujar Eunhyuk, sambil memapah Kyuhyun masuk ke dalam, dan tentunya dibantu oleh Sungmin.

.

.

.

"Tadi ku rasa temannya ada yang naik jabatan, jadi mereka merayakannya di club.." ujar Eunhyuk mengawali cerita.

"Lalu kenapa Kyuhyun jadi mabuk berat begini?" tanya Sungmin sambil melepaskan masker yang Kyuhyun kenakan.

"Sepertinya mereka taruhan lagi.." jawab Eunhyuk sambil mengangkat bahunya.

Sungmin memandang wajah Kyuhyun yang kini sedang asik tidur dibahunya.

"Lalu masker ini? Kenapa ia bisa memakai ini?" tanya Sungmin lagi sambil mengangkat masker yang tadi ia lepaskan dari wajah Kyuhyun.

Eunhyuk memutar bola matanya.

"Kau tahu, tadi aku dan Donghae hampir menjadi sasarannya!" ujar Eunhyuk agak bete :P.

"Maksudmu?"

"Kyuhyun hampir saja mencium aku dan Donghae! Dia kira aku ini istrinya apa?!" ujar Eunhyuk kesal.

Sungmin menelan ludahnya, lalu melirik horor ke arah suami-nya. Rupanya kebiasaan anehnya saat mabuk itu bisa ia lakukan pada siapa saja.

.

Kau harus berhati-hati Min!

.

"Ahmnn.. Yasudah.. aku akan membawanya ke kamar, terima kasih sudah mengantarnya.." jawab Sungmin agak canggung. Bayangkan! Suaminya hampir mencium saudara iparnya sendiri?! Dalam keadaan tidak sadar pula?! Apa jadinya? -.-

"Hm, ne gwanchana.." jawab Eunhyuk mulai santai.

Sungmin pun berdiri dari sofa, dan mulai memapah Kyuhyun. Namun belum selangkah pun ia melangkah menuju kamar. Suara-suara malaikat #eaa*coret* telah menahannya.

"Eomma.." panggil Youngmin dan Kwangmin. Sambil membawa sebuah buku cerita yang belum Sungmin selesaikan dari kemarin. Mereka memasang kitty face andalan mereka untuk merajuk pada Sungmin.

Sungmin cukup bingung sekarang, anak-anaknya harus tidur sekarang, sementara di sisi lain, Kyuhyun masih belum ia urus, ia masih mengenakan pakaian kantornya, dan kini dalam keadaan mabuk.

Sungmin memandang Eunhyuk yang masih berdiri disampingnya. Ia ingin meminta tolong pada Eunhyuk untuk membawa Kyuhyun ke kamar, tapi sewaktu-waktu Kyuhyun bisa bangun, dan bisa saja ia menyerang(?) Eunhyuk saat itu juga. Atau ia ingin meminta tolong pada Eunhyuk untuk membantunya menidurkan kedua anaknya, tapi apa anak-anaknya mau?.

"Arraseo.. Hei Kalian, malam ini Ahjusshi yang akan membacakan dongeng sebelum tidur bagaimana?" tawar Eunhyuk pada Youngmin dan Kwangmin, ia seakan mengerti permasalahan Sungmin.

Youngmin dan Kwangmin saling memandang satu sama lain sejenak, mereka berniat untuk menggeleng, tapi Eunhyuk sudah mendorong mereka berdua untuk masuk ke kamar.

"Ayo aku tau kalian menantikan cerita dariku.." ujar Eunhyuk yang dihadiahi gelengan oleh Cho twins ini.

"Ayo kita masuk kamaaarr.." seru Eunhyuk, sambil menutup pintu kamar.

"Andwae ahjusshi!" balas kedua Cho junior itu dari dalam kamar.

Sungmin yang memandangi mereka, hanya menggelengkan kepalanya sejenak, entah nanti ia harus berterima kasih pada Eunhyuk atau tidak.

Sungmin pun membawa Kyuhyun ke dalam kamar. Perlahan ia melepaskan sepatu, kaus kaki, jas, dasi, dan ikat pinggang dari tubuh Kyuhyun. Ia tidak ingin membangunkan Kyuhyun dalam keadaan Kyuhyun yang masih bisa dikatakan mabuk.

Selesai Sungmin mengganti kemeja dan celana Kyuhyun dengan piyama. Ia hendak beranjak keluar kamar, untuk menemui anak-anaknya di kamar sebelah. Namun rupanya ia kurang cepat. Kyuhyun terlanjur bangun, dan kini menahan tangannya dari belakang.

Sungmin menelan ludahnya dengan susah payah. Ia membalikkan badannya, untuk melihat ke arah Kyuhyun.

Tepat saat Sungmin menoleh. Kyuhyun pun menariknya ke atas ranjang.

"KYAA!"

.

.

.

O.. Ow.. O.o

.

.

.

Sementara di sisi lain...

"KYAA!"

Youngmin dan Kwangmin sedikit terlonjak ketika mendengar suara jeritan kecil yang terpendam dari kamar sebelah.

"Itu tadi suala Eomma-kan?!" tanya Kwangmin tak tenang.

"Ne! Eomma kenapa?!" Youngmin malah bertanya balik.

Keduanya malah kini menatap ke arah Eunhyuk.

Eunhyuk menajamkan telinga-nya. Berusaha mendengar suara-suara dari kamar sebelah.

'Hmmpph! Ennghh..'

Suara-suara yang cukup aneh dan asing di telinga Cho twins, tapi Eunhyuk tersenyum dan menyimpulkan sesuatu.

"Ahjusshi! Eomma kenapa?!" tanya Kwangmin dengan nada khawatir.

"Eh? Sudahlah tidak usah dipikirkan, anggap saja tidak ada suara.. Appa dan Eomma kalian sedang membuatkan adik untuk kalian.." ujar Eunhyuk dengan polos(?)-nya, tanpa memikirkan dengan siapa ia berbicara.

"Adik?" sahut Youngmin.

"Gimana cala buatnya?" tanya Kwangmin. Ia memiringkan kepalanya, lalu menoleh ke arah Youngmin. Ia berniat pertanya pada kakaknya itu, namun dengan cepat Youngmin kembali menyanggah.

"Jangan tanya padaku!" ujar Youngmin sambil menarik selimutnya menutupi separuh badannya.

Kwangmin kembali memanyunkan bibirnya.

"Ahjusshi, gimana calanya buat adik?" tanya Kwangmin pada Eunhyuk.

"Eh?" Eunhyuk cukup terkejut dengan pertanyaan Kwangmin yang cukup frontal itu -,-.

Masa iya, dia harus menjelaskan caranya pada bocah yang umurnya saja belum mencapai 5 tahun.

"Ahm, caranya hanya orang dewasa yang boleh mengetahuinya.." ujar Eunhyuk, sambil menyeka keringat dinginnya.

"Ahjusshi!" protes Kwangmin yang terlalu penasaran.

"Sudahlah, lebih baik kita lanjutkan lagi ceritanya." ujar Eunhyuk.

"Shileo! Tidak usah dilanjutkan, Nan jallae.." ujar Youngmin ketus, ia menarik kembali selimutnya sampai menutupi seluruh tubuhnya.

Eunhyuk mendelik kesal dengan tingkah anak berumur 4 tahun itu, sifatnya ketusnya pasti menurun dari Sungmin.

Eunhyuk sekarang memandang ke arah Kwangmin.

"Na do.." Kwangmin dengan cepat menarik selimutnya dan ikut menutupi seluruh tubuhnya.

Eunhyuk mendengus kesal. Ia segera keluar dari kamar si kembar ini, dan menuju kamar tamu di rumah baru keluarga Cho ini.

.


.

Sungmin sedang memotong-motong kimbap di dapur, tepat saat kedua Cho twins terbangun dari tidurnya.

Kedua bocah kembar ini berlari menemui Eomma-nya, untuk menanyakan sesuatu, namun baru sampai di depan dapur, Sungmin sudah memerintahkan mereka untuk mandi dulu.

"Mandi dulu, lalu bersiap, 30 menit lagi kita berangkat.." ujar Sungmin sambil memasukkan beberapa potong kimbap ke dalam kotak bekal, untuk piknik nanti.

Kedua Cho junior ini mendesah kecewa. Mereka berdua mempercepat langkah mereka dalam mandi dan bersiap.

.

.

.

"Eomma, apa sudah jadi?" tanya Kwangmin setelah ia sampai di dapur. Ia telah siap dengan pakaiannya, dan terlihat rambut hitamnya masih sedikit basah.

Sungmin sedikit menoleh, lalu kembali menata telur gulungnya di dalam kotak bekal.

"Sedikit lagi bekalnya jadi.." jawab Sungmin.

"Bukan bekalnya!" sanggah Kwangmin dengan cepat.

"Lalu?"

"Adik kami" sahut Youngmin dari belakang.

Telur gulung yang tadi di pegang Sungmin, tiba-tiba menggelinding ke lantai.

"A.. Adik? Maks.. Maksud kalian?" tanya Sungmin terbata-bata.

"Tadi malam kami mendengal Eomma berteliak, kita juga mendengal suala Appa dan Eomma tadi malam sualanya sangat aneh" ujar Youngmin.

"Iya.. Kata ahjusshi, Eomma sama Appa lagi buat adik untuk kita.." tambah Kwangmin.

Wajah Sungmin sontak memerah mendengar tuturan kedua anaknya, ia bingung harus mengatakan apa kepada kedua anaknya.

"Minnie, mobilnya sudah siap.." tiba-tiba Kyuhyun masuk ke dalam rumah.

Kedua anaknya pun langsung berlari menuju Appanya.

Kyuhyun pun menyambut mereka, dan membawa mereka berdua dalam gendongannya.

"Appa, adiknya sudah jadi belom?" tanya Youngmin.

"Ne?!" tanya Kyuhyun bingung.

"Gimana calanya buat adik?" tambah Kwangmin.

"Ndeee?!" Kyuhyun tampak shock mendengar pertanyaan kecil dari anak keduanya itu.

Kyuhyun menatap Sungmin shock atas pertanyaan kedua anaknya, tapi Sungmin malah berdecak, dan membuang mukanya, dengan wajah yang masih semerah tomat.

.

.

~1 month later~

.

.

"Kau belum tidur?" tanya Kyuhyun pada Sungmin yang masih duduk di pinggir ranjang.

Sungmin hanya tersenyum kecil dan menggeleng.

Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin dan duduk disampingnya.

"Kau memikirkan sesuatu?" tanya Kyuhyun.

"Hnn, Aniya.
Aku hanya merindukannya.." jawab Sungmin sambil menggenggam sebuah foto.

Kyuhyun memandangi foto di tangan Sungmin, lalu mengambilnya dan menatapnya sejenak.

"Mungkin kalau ia bisa berada di dunia ini, sekarang ia sudah masuk sekolah dasar ya.." ujar Kyuhyun terus mengamati foto hasil USG yang umurnya kurang lebih sudah 6 tahun.

Sungmin tersenyum, ia meletakkan kepalanya di bahu Kyuhyun.

"Tapi aku bahagia, kehadiran Youngmin dan Kwangmin, benar-benar mengobati luka lama.." Kata Sungmin, sambil menerawang ke atas.

"Ne.. Terima kasih, sudah melahirkan mereka berdua ke dunia.." ujar Kyuhyun kemudian memeluk Sungmin dengan erat.

Sungmin hanya mengangguk dan membalas pelukan Kyuhyun.

'TOK TOK TOK TOK TOK TOK'

Terdengar suara dari ketukan pintu kamar Kyuhyun dan Sungmin, suara itu terdengar ribut, dan pasti di ketuk secara keroyokan(?).

"Eommaaa.. Appaaa.." seru suara-suara kecil dari luar kamar.

Kyuhyun dan Sungmin sudah mengetahui dengan jelas suara-suara siapa saja itu.

"Ne, masuk chagi.." ujar Sungmin.

Dua bocah kembar itu masuk ke dalam kamar sambil masing masing membawa bantal, Youngmin juga terlihat membawa selimut, dan Kwangmin membawa sebuah boneka pikachu.

"Kenapa kalian belum tidur?" tanya Sungmin.

"Tidak bisa tidul" ujar Youngmin.

"Na do.." tambah Kwangmin.

"Lalu kenapa kalian ke sini?" tanya Kyuhyun tiba-tiba memeluk Sungmin protective.

"Aku mau tidul sama Eomma.." jawab Kwangmin, diikuti anggukan oleh Youngmin.

"Andwae, tidak boleh, Eomma hanya boleh tidur sama Appa.." ujar Kyuhyun sambil menjauhkan Sungmin dari kedua anaknya.

"Appaaaa!" protes mereka berdua. Kemudian mereka berdua sama-sama menggembungkan pipi mereka.

Kyuhyun dan Sungmin sedikit terkekeh melihat kedua anak mereka yang begitu imut dan juga tampan.

"Hhaha.. Sudahlah, ayo kemari.." ajak Sungmin.

Kedua bocah itu tersenyum, lalu berlari naik ke atas ranjang.

"Yasudah kalau begitu, ayo kita tidur.." ujar Kyuhyun.

Mereka pun mulai merebahkan diri di atas ranjang.

Kyuhyun, Youngmin, dan Kwangmin, menutup matanya lebih awal di banding Sungmin. Sungmin hanya tersenyum saat memandangi wajah mereka satu persatu. Hufth.. Triple Cho ini..

Sambil tangannya menggenggam sebuah benda kecil, tangan lainnya mengusap perutnya.

Sekali lagi Sungmin memandang wajah suami dan anak-anaknya sejenak, lalu menatap benda kecil ditangannya itu.

'Dua garis..' batin Sungmin saat menatap benda ditangannya.

Sungmin tersenyum, ia mengusap perutnya lebih intens dan protective, mencoba merasakan adanya kehidupan yang baru di sana, sebelum akhirnya ia ikut terlelap...

.

.

.

.

.

.

_THE END_

.

.

This is the epilog.. I think it's enough, so don't ask for sequel :)

Thanks for all reviews, from chapter 1 until 28.. I love you so much guys! :*

Last word.. Review Please :)

.

.

Dini Auliya Zayyana Elf
Diniaulicious
1st published for epilogue: August 30th, 2011