Update lagi nih, sesuai jadwal, hari Sabtu...
Langsung review ya...
NaoQuitcher
Zhang Jiao: mau saya jadikan cover buku TTS...
Lu Bu: *injekin Zhang Jiao pake Red Hare*
Zhu Ran: SIFAT GUE KENAPA HA?!
Lu Xun: Sombongnya minta ampun.
Zhu Ran: HA?!
Lu Xun: *asah sandal swallow*
Oke, terima kasih sudah membaca dan me-review XD
Yuuki moon chan
Zhu Ran: LAGI-LAGI, APAAN NIH GUE DIAPA-APAIN MULU...
Lu Xun: sudah kubilang, kamu sombong sih, seenaknya juga.
Zhu Ran: ... baiklah, aku akan merubah sikap!
Nggak seru ntar, Ran...
Yinping: A-Aku hanya mau minta bant-
Zhu Ran: SILAHKAN DIBACA DI CHAPTER INI~
Ra, plis, gausah keps jebol.
Maksih udah baca plus review *wink*
Baiklah, maaf kalau rada gimana gitu ya, lagi-lagi aku harus melakukannya... Zhu Ran, kau jadi tokoh heroik di sini.
Zhu Ran: *tebar darah*
WOY, SEREM!
Baiklah, langsung saja...
H-2 study tour, jam tiga di taman kota. Zhao Yun tidak sengaja bertemu dengan Zhu Ran. Mereka saling memandang dengan wajah curiga dan bete setengah mati.
"Hei, kenapa… KENAPA KAMU DI SINI?!"
"LAH SITU KENAPA DI SINI?! AKU ADA JANJI SAMA YINPING!"
"HAA—GUE JUGA ADA JANJI SAMA XING CAI! CUMA BERDUA!"
"YAUDAH SIH JANGAN SALAHIN GUE, GUE DATANG KARENA ADA ALASANNYA!"
"Hei, kalian berdua ini apa-apaan sih…"
"X-Xing Cai?! Bikin kaget aja, haha… Oh, ada Yinping juga."
"Hai Kak Zhao Yun, hai si landak, terima kasih sudah memenuhi permintaanku!"
"AKU BUKAN LANDAK—Err, sebenarnya ada apa kau memanggilku ke sini?"
"Kalau begitu, kami duluan ya. Bye.."
"Daah Xing Cai~"
Zhao Yun dan Xing Cai pergi dari taman tersebut. Tinggal Zhu Ran dan Yinping.
"Nah, Yinping, bicaralah."
"Umm… Boleh minta tolong nggak?"
"Hmm? Apaan nih?"
"Anu… Aku akan mengadakan meet and greet dengan fans, apakah kamu mau menggantikan managerku yang sedang sakit saat ini? Nanti malam akan diadakan meet and greet. Aku tidak bisa membatalkannya agar fans tidak kecewa, jadi… Bisa tidak?"
Zhu Ran terdiam. Berpikir.
"Hmm… Boleh! Aku akan membantumu sebisaku!"
"WAAAI~ MAKASIH ZHU RAN~"
Zhu Ran dipeluk dengan tenaga super.
"Uhuk! L-Lalu… Apa lagi…?"
"Tunggu seorang lagi! Dia adalah teman sekelasku! Katanya sih sebentar lagi sampai…"
"Yinping, selamat sore."
Seorang gadis berambut lurus panjang hitam dengan wajah sayunya menghampiri Yinping dan Zhu Ran.
"Oh! Ai Chan! Umm, Zhu Ran, kenalkan, dia temanku yang akan membantuku di meet and greet nanti, Ai Chan, dia manager penggantiku, Zhu Ran."
Mereka berdua saling memberi salam.
"Baiklah! Hanya beberapa sentuhan lagi, kita harus membantumu penyamaranmu, Zhu Ran! Oh, ya! Bisakah kau berpikir mengenai nama untuk penyamaran manager?"
"Tenang saja, aku pakai nama asli saja."
"Eh? Nama asli…?"
"Ah, kamu belum tahu ya? Dulu sebelum aku diangkat menjadi anak oleh ayahku yang sekarang, namaku Shi Ran."
"Begitu ya? Baiklah! Lalu… BAJU! YA, BAJU! Ai Chan, ayo kita pergi belanja dulu, bisa 'kan?!"
"Yah, tidak masalah sih." Ai Chan tersenyum.
"Oke! AYO KITA BELANJA~"
Yinping langsung menyeret Zhu Ran ke sebuah toko pakaian. Kali ini, Yinping membeli satu stel jas dan kacamata untuk Zhu Ran. Wah, enak, dibeliin…
"Lalu… Lalu…"
"A-Aduh… Dia ini kenapa, sih…?"
"Begitulah Yinping," Ai Chan mendatangi Zhu Ran yang tengah kebingungan, "kalau nggak perfect, dia nggak akan puas."
"Ahahaha… Dasar. Oh, ya. Kamu anak Shu?"
"Ya. Aku murid kelas satu, satu kelas sama Yinping."
"Oh, aku dari Wu. Kamu pasti kenal kakak kelas kalian yang namanya Zhao Yun atau Xing Cai, 'kan? Mereka teman-temanku."
"Ah, begitu ya…? Asyik ya punya banyak teman."
"Lho? Memangnya kamu nggak banyak teman?"
"Nggak… Aku selalu sendiri, tapi karena Yinping mendekatiku, aku jadi punya teman, walau cuma Yinping saja."
"Heei~ Ai Chan! Bantu aku untuk penyamaran!"
"Ah! Baik! Ayo, kita ke sana." Ai Chan tersenyum lebar, kemudian berlari menuju kearah Yinping yang tengah sibuk memilih ini dan itu.
Zhu Ran hanya bisa menghela nafas dan mengikuti mereka berdua.
Setelah belanja perlengkapan yang mereka butuhkan, mereka bertiga segera pergi menuju tempat meet and greet diadakan, tepatnya di sebuah hotel berbintang yang megah.
"Kyaa~ Ternyata pas!" Yinping terlihat senang melihat Zhu Ran yang baru saja keluar dari toilet buat ganti pakaian.
Kini Zhu Ran terlihat seperti pengusaha kaya, menggunakan setelan jas hitam dengan dasi berwarna hitam dan kemeja merah.
"Mungkin kamu mau pakai kacamata?"
"NGGAK USAH. GUE UDAH GANTENG KAYAK GINI KOK~"
"Eeeh… Kalau nggak pakai nanti ketahuan~"
"NGGAK USAH—"
"Ehem! Tidak perfect maka Yinping tidak bangga, benar 'kan?" Ai Chan ikut nimbrung.
"Ah! Ai Chan benar! Ayo pakai~"
Dengan pemaksaan seperti itu, Zhu Ran akhirnya menggunakan kacamata yang sudah dibelikan oleh Yinping.
"Nah, gitu 'kan ganteng~"
"… G-Gue emang udah ganteng dari awal kok~"
NGGAK RAN, NGGAK.
"Bilang aja yang sejujurnya, thor. Nggak usah tsundere gitu~"
ASTAGA SIAPA YANG TSUNDERE?!
"Ah, iya… Tsundere biasanya nggak mau ngaku~"
BERISIK. KEMBALI KE NASKAH! EHEM!
Saat itu mereka tengah berjalan menuju tempat ganti Yinping. Di sana, menunggu seorang laki-laki yang pernah dilihat Zhu Ran sebelumnya di suatu tempat.
"Ah, Yinping? Waah, ternyata benar, lebih cantik daripada yang di TV!"
"A-Ahahaha, bisa saja…"
Lelaki pirang itu menatap Zhu Ran dengan bingung. Zhu Ran sendiri sok-sokan bergaya keren di hadapan si pirang. Lelaki pirang itu tersenyum.
"Hmm? Kayak pernah lihat, dia siapa, Yinping?"
"O-Oh, pengganti managerku, asisten manager… Ummm…"
"Shi Ran." Dengan gaya sok cool Zhu Ran menjawab.
"Ah! Iya, benar! Hehe, aku sampai lupa nama gara-gara bersemangat!"
"Wah, bahaya tuh. Oh, ya. Saya Guo Jia, pemilik hotel ini. Salam kenal, manager… SHI RAN."
Guo Jia menjabat tangah Zhu Ran dengan kuat dan meremas tangannya dengan evil grin.
"O-Oh… Ya, ya… Salam kenal… GUO JIA…" Zhu Ran bertampang aneh gara-gara menahan sakit di tangannya.
"Umm… Kalian kenapa tampangnya aneh begitu?"
"Ahaha, nggak apa-apa kok, iya 'kan, MANAGER?"
"Oh, tentu saja. Kami tidak apa-apa kok…"
"Ah, kalau begitu aku ganti dulu ya, Ai Chan, temani aku!"
"Ah, baik. Tunggu di sini, ya, manager!"
Kedua cewek itu away. Melihat mereka sudah away jauh-jauh, mereka melepas jabatan tangan mereka berdua.
"HEE… ASISTEN MANAGER APANYA… KAMU HANYA MURID SMA YANG CINTA SAMA API."
"TERUS KENAPA? AKU NGGAK YAKIN INI HOTELMU, ATAU INI HOTEL ORANG TUAMU?"
"AKU PENERUSNYA, KENAPA? MASALAH? DARIPADA TUKANG TIPU?"
"HEI, HEI, YINPING YANG MENYURUHKU BEGINI, JANGAN NUDUH DONG…"
"Ah! Tuan Guo Jia! Bisa ke sini sebentar?" Seorang laki-laki melambaikan tangan dari kejauhan.
"Oh, aku segera ke sana! Sampai jumpa, tukang tipu~"
"Sampai jumpa juga, anak sombong~ Huh! Siapa yang akan termakan dengan kata-katanya itu? Aku tukang tipu? Yang benar saja!"
Tak lama kemudian, Yinping dan Ai Chan datang.
"Maaf, lama ya? Hmm? Kok wajahmu kusut gitu?"
"Yinping… Aku bukan tukang tipu 'kan…?" Air mata Zhu Ran membentuk pola aliran sungai.
"He?"
"Bukan 'kan ya…? Hiks."
APANYA YANG NGGAK AKAN TERMAKAN DENGAN KATA-KATA 'TUKANG TIPU'?!
"A-Aku tidak mengerti… Oh, sudah jam segini! Kita harus cepat!"
Acara meet and greet pun dimulai, sebelum meet and greet antara idol dan fans, mereka diwawancarai terlebih dahulu.
"Baiklah, saya akan bertanya dengan managernya terlebih dahulu, bisa tolong sebutkan nama Anda?"
"O-Oh, saya Shi Ran…" Zhu Ran terlihat gugup karena terlalu banyak kamera di hadapannya.
"Manager Shi Ran, apa yang membuat Anda bersedia menjadi manager dari Yinping?"
"Umm… Karena saya melihat bakat yang luar biasa dari dirinya, jadi… Begitulah…"
Skip dulu deh bagian wawancara, mari kita lihat Zhao Yun dan Xing Cai. Terlihat Zhao Yun menggotong banyak sekali kantung plastik belanjaan. Mereka berjalan menyusuri jalanan yang padat merayap itu. Tiba-tiba, langkah Xing Cai terhenti. Ia menengok ke sebuah layar TV yang terpampang di etalase toko elektronik. Matanya terbelalak, kemudian menyeret Zhao Yun.
"ADUDUDUH APA SIH? INI BELANJAANNYA NANTI JATU—"
"ITU ZHU RAN 'KAN?!"
"HA? APA MAKSUDM—HAAAAAAAAAAAAH?!"
Ternyata, mereka berdua syok melihat Zhu Ran dengan pakaian tidak biasanya itu muncul di TV, acara meet and greet siaran langsung.
"Baiklah, terima kasih manager Shi Ran. Selanjutnya…"
"MANAGER SHI RAN?!" Keduanya syok.
"A-Apa sih yang dia lakukan…?"
"Tadi dia bertemu Yinping, mungkin dia menggantikan manager aslinya di meet and greet? Kudengar, managernya sakit dan harus berobat ke luar negeri."
"Ah, begitu ya… TAPI KENAPA HARUS ZHU RAN?! Lu Xun gitu masa nggak bisa?"
"Mungkin karena kurang manly?"
"Ah… Benar juga ya, kurang manly…"
Lu Xun: AKU TAHU LHO KALIAN BICARA APA, IYA, AKU TAHU LHO! *nangis*
"Nggak ngerti lagi Yinping kenapa milih dia… Sudahlah! Berat nih!"
"Kalau begitu, ayo kita pulang sekarang."
Kembali ke Zhu Ran, umm… Manager Shi Ran.
"Selanjutnya adalah acara meet and greet…"
Zhu Ran terlihat kaku menatap satu per satu fans yang bertemu dengan Yinping, tak sengaja matanya melihat ke suatu tempat. Ia melihat Bai Jiaoju, teman kecil Zhao Yun. Dengan panik ia menutupi wajahnya dengan gaya sok ganteng.
"Aku ganteng kok thor, uhuk."
Iya aja deh.
Saat giliran Bai Jiaoju…
"Ah, kalau nggak salah… Kamu sempat berada di SMA Shu, ya?"
"Yup! Kau melihatku? Aku adalah teman kecil Zhao Yun!"
"Begitu? Waah, terima kasih sudah mau mampir!"
"Yaah aku juga nge-fans sama kamu sih! Habis kamu imut!"
"Hehe, kamu juga imut kok!"
"Hmm… Yinping, itu managermu?"
"Iya, ada apa?"
"Kok mirip sama landak yang kutemui dulu ya?"
Yinping keringat dingin. Ia menatap Zhu Ran yang sedang menutupi wajahnya dengan tangan, pura-pura membetulkan kacamata dengan gaya sok-sokan.
"Maksudmu Zhu Ran? Bukan! Nama managerku ini Shi Ran! Asisten manager sih, soalnya managerku lagi sakit…"
"O-Oh, iya juga sih, 'kan banyak sekali orang bertampang pasaran begitu!"
JLEB.
'AKU DENGAR, JIAOJU…'
"Anda tidak apa-apa?" Ai Chan menatap Zhu Ran bingung.
"O-Oh… Ya… Hanya grogi kok ahahaha, aku belum pernah masuk media selama ini…"
"Hmm, aku juga belum pernah kok. Setiap ada kamera, aku selalu grogi, hanya saja… Yinping terus menyemangatiku. Setiap aku grogi, dialah yang selalu membantuku untuk bangkit. Ya, dia orang yang hebat. Makanya, aku iri dengannya."
"Iya sih. Dia benar-benar percaya diri."
"Aku ingin seperti dia, tapi kurasa… Nggak bisa."
"Bisa saja kalau kamu punya kepercayaan diri yang sama dengan Yinping. Lihat, dia sempat menyerah menjadi idol karena kejadian tidak mengenakkan. Tapi, dia terus bangkit dari hal itu. Makanya, bisa jadi setenar ini."
"… Begitu, ya…?"
Acara meet and greet saat itu benar-benar ramai dan padat. Zhu Ran masih berdiri dengan kaku mengawasi fans yang hendak bertemu dengan Yinping. Selesai acara meet and greet, sebagai penutupan, Yinping membawakan satu lagu terbarunya di panggung.
Setelah acara selesai, para tamu undangan mendapat makan-makan gratis di hotel.
"BERSINAR—MAKANANNYA BERSINAR—"
"Umm, itu hanya makanan biasa, kok…"
"BAGIKU INI BERSINAR—"
"Ahahaha… Jangan lupa, kamu sedang jadi managerku…"
Zhu Ran diem, membetulkan dasinya yang miring, kemudian mengambil makanan yang tersedia dengan tampang sok cool.
"M-Mandom…"
RAN, JANGAN. ITU UNTUK ANIME SEBELAH.
Ehem! Setelah selesai makan-makan, Zhu Ran dipanggil oleh beberapa tamu undangan untuk diajak ngobrol. Sedangkan Yinping tengah menatap jendela kaca yang lebar itu, menatap langit mendung dengan Ai Chan.
"Mendung sekali, ya…"
"Iya. Oh, ya. Selamat atas keberhasilan acaramu, Yinping!"
"Ahaha, makasih Ai Chan! Ai Chan mau 'kan selalu jadi pendukungku?"
"Tentu saja!" Ai Chan tersenyum kecil, tapi senyuman itu tiba-tiba memudar.
Ia menatap Yinping yang tengah menyemangati dirinya sendiri itu, dengan tatapan datar.
"Aku iri denganmu…"
"Eh?"
"Kau hebat. Aku ingin bisa sepertimu, Yinping."
"Ai Chan juga hebat kok! Kehebatan kita beda-beda! Nggak mungkin sama persis, jadi… Semuanya itu hebat, kok!"
Ai Chan tersenyum lebar.
"Lagi-lagi kamu menyemangatiku… Kalau begitu, bagaimana kalau kita jalan-jalan?"
"Ide bagus!"
Mereka berdua berjalan-jalan di dalam hotel, entah kemana tujuan mereka, hanya sekedar melihat-lihat sekeliling hotel saja.
"Lhadalah…? Yinping kemana…?" Zhu Ran celingak-celinguk mencari Yinping.
"Yinping sama temannya tadi, lagi jalan-jalan. Tadi sih ke sana." Guo Jia menunjuk kearah sebuah pintu besar, pintu keluar ruangan itu.
"Ah, baiklah. Terima kasih, Guo Jia!"
"Sama-sama, tukang tipu~"
"MASIH AJA—"
Tak terasa mereka berdua sampai di sebuah tempat yang luas dan terlihat sepi. Tempat itu benar-benar dikelilingi jendela kaca yang lebar dan besar. Yinping menatap langit, saat itu hujan.
"Waah… Nggak kerasa hujan, ya. Pantas saja semakin dingin."
Ai Chan terdiam menatap Yinping dari kejauhan. Ia menggenggam tasnya erat.
"Ai Chan, sini deh! Kenapa harus jauh-jauh begi—"
"Yinping. Boleh aku bertanya sesuatu…?"
"Umm… Boleh. Kenapa?"
"Kenapa kamu harus bersikap sok kuat dihadapan orang lain?"
Yinping terdiam dengan pertanyaan Ai Chan, kebingungan.
"Maksudku… Kenapa harus menjadi kuat, padahal kita menyadari bahwa kita ini orang yang lemah, tidak ada apa-apanya…"
"Jangan begitu," Yinping membelakangi Ai Chan, menatap langit saat itu, "Kita tidak bisa terus-terusan menganggap diri kita lemah. Kalau lemah, nantinya pasti jadi susah untuk menjalani hidup, karena sekali nggak bisa melakukan suatu hal, pasti akan mudah menyerah nantinya. Aku nggak mau jadi orang seperti itu. Harus bisa bangkit dan memperbaiki diri, mumpung masih ada waktu untuk perbaiki diri."
"Kau hebat. Satu pertanyaan lagi…"
"Semua orang itu hebat, kok. Hmm?"
"Kalau saja… Kalau saja sahabatmu mengkhianatimu, kamu bagaimana?"
"Huh? K-Kok jadi begini sih topiknya…? Umm, ya jelas aku kecewa dengannya! Tapi, aku tetap memaafkannya, kok."
"Benar begitu…? Kalau saja, sahabat yang telah menyakitimu itu mencoba untuk membunuhmu? Kau masih mau memaafkannya?"
Yinping terkejut. Ia menunduk kebingungan.
"Umm… Kurasa iya…"
"Oh," Ai Chan berjalan mendekati Yinping yang tengah kebingungan, "Yinping. Boleh aku berkata sesuatu lagi?"
"A-Ai Chan? Kenapa suasananya jadi begini ya… Ada apa denganmu…?"
"Boleh tidak?"
"U-Uh… Boleh saja kok. Kita 'kan teman, ceritakan saja apapun!"
Ai Chan tersenyum kecil. Ia merogoh isi tasnya dan mendapati suatu barang.
"Yinping, bagaimana kalau… AKU YANG AKAN MEMBUNUHMU?" Ai Chan mengeluarkan pisau dan dengan cepat berlari kearah Yinping dengan brutal.
Yinping terkejut dan segera menyingkir, menjauhi Ai Chan yang tiba-tiba itu.
"A-Ai Chan?! Darimana pisau itu?!"
"Aku mengambilnya dari meja tempat kita makan tadi…"
"Buang benda itu, Ai Chan! Kamu kenapa?! Kenapa ingin membunuhku?!"
"Karena kamu itu menyebalkan… Orang lemah yang sok kuat."
Yinping terdiam menatap Ai Chan yang tiba-tiba berubah menjadi seorang gadis psikopat.
"Aku benci orang lemah sok kuat! Aku benci sekali, sangat benci! Makanya, aku ingin memusnahkan orang yang seperti itu… ITU BERARTI KAMU HARUS MUSNAH!"
Yinping berlari, terus berlari menghindari Ai Chan. Tapi tetap saja Ai Chan mengejarnya dengan brutal, sampai akhirnya, Yinping terpaksa harus pergi keluar ruangan menuju atap hotel. Angin kencang dan hujan lebat di atap hotel itu sedikit mengganggu langkah Yinping. Sampai akhirnya ia terpojok.
"Kau tidak akan bisa lari lagi…"
"Ai Chan! Tolong hentikan ini semua! Aku tidak suka ini!"
"Tapi aku suka, gimana dong?"
Yinping terlihat ketakutan melihat ekspresi Ai Chan yang penuh dengan emosi.
"K-Kukira kau adalah orang baik… Aku senang kamu menjadi temanku, tapi… Aku salah!"
"Memang, kamu salah mengambil jalan, Yinping…"
"Ai Chan! Tolong hentikan ini semu—"
"TIDAK AKAN!"
"YINPING!"
BRAK!
Seseorang berhasil membanting Ai Chan dari belakang. Kini Ai Chan sudah ditahan oleh seorang pria yang berhasil menyelamatkan Yinping.
"Z-ZHU RAN! KAU DATANG!"
"Sekarang cepat lari! Aku akan menahannya agar kau bisa kabur!"
"B-Baik! Terima kasih!"
"TIDAK AKAN KUBIARKAN KAU LOLOS! LEPASKAN AKU! LEPASKAAAN!"
"Hei, psikopat bodoh! Diam saja!"
"TIDAK AKAN KUBIARKAAAAAAAAAAAAN—"
Ai Chan berhasil lolos dari tangan Zhu Ran, dengan cepat ia menodongkan pisaunya kearah Yinping. Yinping yang tengah berlari itu membalikkan badan, matanya terbelalak melihat Ai Chan yang sudah berada dekat dengannya dengan pisau yang sudah menantinya itu.
"AI CH—"
JLEB!
Mata Yinping terbelalak lebar, begitu juga dengan Ai Chan. Tangan Ai Chan gemetaran, dengan cepat melepaskan pisau yang ia tancapkan.
"Kau… Apa yang… Kau lakukan…?" Ai Chan mundur lima langkah dengan tangan gemetaran.
Yinping terdiam dan membungkam mulutnya dengan kedua tangannya. Ia terlihat mengeluarkan air mata, tidak terima apa yang sedang terjadi.
Ya, pisau yang Ai Chan tancapkan…
Tertancap di perut Zhu Ran.
"Kau… Tidak apa-apa 'kan… Yinping?" Zhu Ran melangkah mundur sambil menahan sakit.
"Kenapa… Zhu Ran…?"
"Huh…? Kenapa, ya…? Aku sendiri… Tidak tahu…"
BRUK!
"ZHU RAN!" Yinping berlari kearah Zhu Ran yang jatuh tergeletak di tempat itu dengan darah yang mengalir.
Ai Chan terduduk. Ia terlihat syok.
"Zhu Ran," Yinping meletakkan kepala Zhu Ran di pangkuannya, "Zhu Ran, sadarlah!"
"Yinping… Untung saja kamu… Nggak kenapa-kenapa, ya…?"
"… Maafkan aku, Zhu Ran…"
"Sudah… Nggak usah nangis… Aku nggak akan rela kalau kamu terbunuh…"
"Tapi—"
"Sudahlah… Yinping."
Matanya tertutup.
"ZHU RAN!"
"Yinping! Kenapa kamu ada di sini?! Ah!" Guo Jia datang dengan beberapa pengawalnya.
Guo Jia menatap Zhu Ran dengan syok, kemudian menoleh kearah Ai Chan yang daritadi terdiam.
"O-Oy…"
"Tangkap aku… TANGKAP SAJA AKU! Aku… Aku yang melakukannya!" Ai Chan langsung menyerahkan diri kepada Guo Jia.
"Kau… Apa yang terjadi di sini…?"
"Aku mencoba membunuh Yinping, tapi… Sudahlah! Tangkap saja aku!" Ai Chan menangis dan bersujud dihadapan Guo Jia.
Guo Jia menatap pengawalnya, mengangguk pelan, kemudian pengawalnya membawa Ai Chan pergi. Melihat kejadian itu, Guo Jia langsung menelepon pihak rumah sakit terdekat.
"ZHU RAN, GUE LIHAT DI BERITA! LU NYAMAR JADI MANAGERNYA YINPING?!"
"TERUS DITUSUK OLEH TEMANNYA YINPING?!"
"DASAR NEKAT!"
Saat itu, sedang ada di rumah sakit, lagi-lagi rumah sakit. Zhao Yun, Xing Cai, dan Lu Xun datang menjenguk sahabat landak mereka, Zhu Ran si landak kehujanan.
"Hai, para fansku~"
Lu Xun langsung lempar sandal swallow.
"Terus, study tour kita gimana? Besok, lho!"
"Tenang, aku masih ikut kok! Aku sudah bilang ke kepsek Sun Jian lewat si Quan."
"Kamu tuh istirahat aja keleus… Dasar—"
"Permisi…"
Yinping masuk dengan membawa keranjang buah. Ia mendekati Zhu Ran.
"Umm, maafkan aku atas kejadian kemarin. Terima kasih juga karena telah menolongku!"
"Ahahahaha! Iya, iya, nggak apa-apa kok!"
"Oh, ya… Bolehkah aku bicara berdua dengan Zhu Ran sebentar?"
"Begini… Managerku yang asli sudah mengetahui kejadian kemarin, aku juga sudah bicara lewat telepon dengannya. Aku dimarahin, sih. Tapi… Dia mengucapkan terima kasih untukmu karena sudah menolongku. Lalu, Ai Chan, sudah ditangkap oleh Lu Bu dan Diao Chan."
Zhu Ran senyum-senyum mesum. Yinping, hati-hati, ada yang senyum mesum.
"Terima kasih juga sudah menolongku… Maaf melibatkanmu, Zhu Ran… Umm… Ada yang ingin kukatakan padamu… Satu hal…"
"Ya? Katakan saja! Akan kujawab!"
Yinping menundukkan kepalanya.
"Umm… Aku… Apa ya…? Aku bingung…"
"To the point aja, Yinping… Kelamaan."
"A-Ah! Maaf! Umm… Aku…"
Sepertinya kalian sudah tahu dia akan bicara apa selanjutnya…
"Aku punya landak mini dan kuberi nama Shi Ran! Maaf, ya! Habis namanya terdengar imut, sih!"
Dugaan kalian salah~
Zhu Ran terdiam, sweatdrop, nggak tahu harus ngomong apa.
"Umm… A-Ada apa?"
"Ha… Landak… Ha… Hahaha.. HAA—" Kemudian Zhu Ran tewas di tempat.
"E-EH?!"
Tak terasa hari sudah siang, Yinping sudah pulang, masih ada Zhao Yun, Lu Xun, dan Xing Cai.
"Ran, kamu kenapa lesu begitu? Emang Yinping bilang apa…?"
"Landak… Dia punya landak mini… Dinamain Shi Ran…"
"BPPFFT—" Zhao Yun tak bisa mengontrol ketawanya sampai nyembur.
"Hmphhff—" Xing Cai juga.
"A-Ahahaha… Kok bi—"
"Katanya… Habis nama Shi Ran terdengar imut… Imutnya sih gue terima… Tapi, landak… Aku disamain sama landak…"
Lho? Baru sadar kalau kamu disamain sama landak? Jadi selama ini panggilanmu sebagai landak kehujanan dan lain-lain itu apa?
"Maksudku… Kukira dia akan menyatakan cinta, tapi…"
"BWAHAHAHAHAHAHA—NGAREP KAMU, RAN! NGGAK BAKALAN DEH! DIA 'KAN IDOL!"
"Oh, iya ya. Idol kayak dia nggak boleh punya pacar, Ran. Nggak bakalan!"
"Kalau punya pun pasti nanti keluar dari dunia idol deh…"
"… HIKS. AUTHOR SENANG AKU SINGLE YA THOR YA, KASIH GUE JODOH—"
NGGAK MAU~
"JAHAAAAAAAAAAT—ADAW! SAKIT!"
"Oh, ya. Besok study tour, aku harus pulang!" Lu Xun langsung beberes.
"Lah, gue packingnya gimana dong?"
"Yaudah deh nanti aku packing-in, terus kubawa ke sini."
"LU XUN BAIK DEH~ MWAH~"
Lu Xun jantungan.
"Oke, kami juga mau packing, sampai ketemu besok Ran!"
"Sampai ketemu besok."
"Ya! Makasih sudah menjengukku! Aku nggak apa-apa, kok!"
Hari study tour, hari dimana kebahagiaan menyelimuti Zhao Yun. Wajahnya berseri-seri, cerah, lebih terang dari matahari. Ia datang dengan barangnya dan dimasukkan ke bagasi bus yang sudah diatur.
"Zhao Yun! Masuk bus mana?" Lu Xun datang dengan wajah bahagia.
"Bus C, kenapa? Kamu dimana?"
"Sama dong! Sama Zhu Ran juga bus C!"
"Jadi, keempat SMA akan campur aduk di satu bus, ya? Hmm, bagus juga sih, menjaga kekerabatan.."
Di sana sangat ramai sekali, penuh dengan murid-murid kelas dua dari empat SMA ternama. Terlihat juga kepala sekolah keempatnya berkumpul, saling berbincang ala bapak-bapak. Bisa dilihat juga saat itu, Zhu Ran tengah terburu-buru hendak memasukkan barang bawaannya ke bagasi bus.
"Adududuh… Masih sakit aja ini luka…"
"Zhu Ran!"
Zhu Ran menoleh ke belakang, ada Yinping.
"Lho? Kelas satu kenapa kemari…?"
Yinping langsung memberikan sebuah strap handphone berwarna merah kepada Zhu Ran.
"Ha? Apa ini?"
"Jimat! Strap handphone buat jimat! Bawa saja, kita kembaran, lho!"
"A-Ah, makasih…"
Zhu Ran menerima strap handphone yang diberikan oleh Yinping.
"Oh, ya. Soal kemarin, bercanda kok. Aku nggak punya landak mini… Sebenarnya, aku ingin mengatakannya sekarang…"
"SYUKURLAH KAMU NGGAK PUNYA LANDAK MINI NAMANYA SHI RAN… Jadi, apa yang sebenarnya ingin kamu katakan?"
"Aku… Uhh… Lukamu, semoga cepat sembuh. S-Sudah baikan?"
"Ah, makasih. Masih sering sakit, sih… Tapi, kalau aku nggak ikut study tour, kasihan author, nanti ceritanya garing lagi."
ERR… JANGAN GITU DONG, ADUH.
"Tapi, memangnya dibolehkan?"
"Aku sudah minta ijin… Walau dengan paksaan."
"Oh… AH! BUKAN INI YANG INGIN KUKATAKAN! ADUH… Umm, sebenarnya…"
"Y-Ya…?"
"Aku… Bukan. Kau hebat kemarin. Kau mau melindungiku dari pisau milik Ai Chan. Aku sangat suka dengan sikapmu kemarin, hebat, pemberani, walaupun selalu bertindak seenaknya, hehe…"
"Yang terakhir itu apa banget, Yinping."
Dia benar kok, Zhu Ran.
"Ah, maaf. Tapi, dari semua hal yang kemarin terjadi, aku sangat menyukai sifatmu."
"… A… AHAHAHA~ B-Bisa saja~ Wow, aku dapat pujian dari idol!"
"Ya, dan aku menyukaimu—UPS!" Yinping segera menahan ucapannya barusan.
DEG! Panah mendarat di hati Zhu Ran. Wajah Zhu Ran langsung syok dan memerah, begitu juga dengan Yinping.
"A… Apa ini…?" Zhu Ran garuk-garuk kepala.
Kutuan, mas?
Kemudian Author dibakar.
"AUTHOR NGERUSAK NIH—"
EHEM! Lanjut!
"A-Anu… Umm…"
"Terima kasih, Yinping…"
"Eh?"
"Tapi… Kamu seorang idol. Tidak pantas kalau mengatakan itu kepadaku." Zhu Ran tersenyum pahit.
Yinping terdiam, menundukkan kepalanya dengan wajah sedih. Melihat ekspresinya itu, Zhu Ran langsung mengelus kepalanya.
"Sudah, sudah… Terima kasih."
"Uhh… Kalau begitu, aku akan—"
"Aku tahu apa yang akan kamu katakan. Kau sangat menginginkan posisi sebagai idol. Aku masih ingat perjuanganmu sampai dikunci oleh Wang Yuanji segala. Masa' iya kamu mau membuangnya begitu saja hanya karena aku? Bukannya aku menolak, tapi… Setidaknya, bawa mimpimu yang sudah tercapai itu lebih jauh lagi."
Yinping terdiam.
"Y-Yah… Walaupun kita tidak bisa karena statusmu sebagai idol, tapi… Bolehkah aku menjadi fans setiamu?"
Wajah Yinping berubah, ia syok. Kemudian wajahnya semakin merah.
"U-Um… Err…"
"Y-Yaaa itu sebagai gantinya, aduh aku grogi…"
"Boleh kok."
"He? Ciyus? Enelan?"
"I-Iya, aku… Aku senang memiliki fans setia! Hehe~"
"Kalau gitu, sebagai bukti…"
Zhu Ran langsung mengacungkan jari kelingkingnya. Yinping tersenyum, ia juga melakukan hal yang sama. Kelingking mereka bertemu.
"Janji. Aku akan menjadi fans setiamu!"
"Terima kasih, Zhu Ran!"
"WOOOY! ZHU RAN! CEPETAN! KITA UDAH MAU BERANGKAT!"
"A-Ah! Iyaa! Kalau begitu, sampai jumpa lagi!"
"Hati-hati di jalan! Jaga kondisimu! Ehe~" Yinping melontarkan senyum imutnya kepada Zhu Ran yang sudah mulai menjauh untuk segera masuk ke bus.
"Terima kasih, Zhu Ran…"
Di dalam bus, Zhu Ran yang duduk dengan Lu Xun, senyum-senyum sendiri lihat strap handphone dari Yinping.
"Heh, tampang mesum gitu, kenapa? Strap handphone?"
"Yep. Dari Yinping, sebagai pernyataan maaf."
"Pernyataan maaf atau cinta?"
"B-BUH! A-Apa…?!"
"Aku dengar tadi, nggak sengaja. Selamat ya."
"H-Hah… Tapi dia idol, aku hanya bisa jadi fans setianya saja!"
"Fans di hatinya masa' nggak bisa? Pfft—"
"Ah, harusnya aku bilang gitu ya? Ternyata orang macam Xunnie bisa gombal juga…"
"Heh, kalian ngomongin apa, tolong, gue nggak mau duduk sama si keadilan ini…" Zhao Yun nongol di kursi yang berada di hadapan mereka berdua.
"APAAN SIH, TERIMA AJA KELEUS. Terus kenapa kalau keadilan?! Keadilan harus dijunjung tinggi!"
"Ya aku tahu itu, tapi… Terkutuk kamu Ma Chao—"
"Ih, main kutuk aja lu Yun, nggak seru ah!"
Perjalanan study tour mereka sepertinya akan sangat menyenangkan.
Zhu Ran: TERIMA KASIH AUTHOR, AKU DIJADIIN TOKOH SUPER HEROIK.
Zhao Yun: GUE KAPAN, THOR?!
Zhao Yun ntar deh, lagi dipikir buat kamu.
Lu Xun: aku?
Kapan-kapan. Harap bersabar yah...
Btw kalau chapter ini rada aneh maafkan saya, saya kurang bisa menulis yang... seperti itulah (?) makanya saya coba lol.
Untuk chapter selanjutnya, mari kita bercanda ria lagi~ Tentunya nggak cuma mereka-mereka aja, masih ada yang lain bakalan nongol penting di chapter depan, deh!
Oke, sampai jumpa di minggu depan! Jangan lupa review ya~ XD
