Lucius Malfoy berhasil mendapatkan tiket untuk menonton piala dunia Quindditch. Sebenarnya Harrieta dan Draco setengah hati menonton pertandingan ini. Sehingga mereka memilih berada di tenda. Mereka juga tengah menunggu seseorang. Draco masih membaca bukunya saat Harrieta membuat teh secara muggle. "Mau teh Draco?"tawar Harrieta.
"Pakai susu"jawab Draco. Harrieta tersenyum dan membuatkan untuknya dan Draco. Harrieta meletakkan teh susu milik Draco di meja. "Tahun ini Triwizard"kata Draco tiba - tiba. Harrieta mengganguk. "Aku benci mengatakan ini, tapi mungkin tahun ini Dumbledore akan menyerangku secara frontal"kata Harrieta. Ia benci sisi buta dari tahun ini. Di masa sebelumnya, Tournament Triwizard jadi kesempatan bagi Lord Voldermort untuk mendapatkan kembali tubuhnya dengan menggunakan darah Harrieta namun tahun ini Harrieta tak tahu pasti.
"Hmm seseorang berhasil memasuki ward kita"kata Draco. Harrieta mengangguk. "Barty Crouch Junior"jawab Harrieta yang duduk di pangkuan Draco. Harrieta bersandar pada Draco dan membiarkan sihirnya menyebar, membelai Barty Crouch Junior. Yang bersangkutan langsung berlutut. "Barty " panggil Tom dari belakang.
"My Lord, anda kembali"kata Barty dengan gemetaran . Tom hanya tersenyum . "Ayo kembali"ajak Tom Riddle. Mereka pun berapprate bersama.
Harrieta tersenyum. "Ron akan menyusahkan."kata Draco. Harrieta menyetujui hal tersebut. Ginny dan Kembar Weasley selalu memberikan laporan mengenai Ron tampaknya ia semakin menaruh dendam padanya. "Jangan pikirkan itu. Draco kau tahu Neville meminta izin padaku untuk mendekati Ginny"kata Harrieta. Draco mengeratkan tangannya pada pinggang Harrieta. "Benarkah?"kata Draco.
Harrieta mengangguk . "Membicarakan soal pendekatan"kata Draco. Ia pun merapal mantra yang kemudian sebuket bunga Lily keluar dari tongkatnya. "Ini hadiah courting pertamaku"lanjutnya. Harrieta tersipu malu. "Terima kasih Dragon"jawab Harrieta.
