OTP by AMEUMA
Disclaimer Tadatoshi Fujimaki
Ketika OTP ada dalam drabble.
Request for Kurary
Manga Kisha
-Nijimura x Haizaki x Mayuzumi drabble-
Mayuzumi sering mampir ke manga kisha terdekat, bilangnya mau coba baca manga. Sementara Haizaki sering mampir ke manga kisha tersebut alasannya mau ngenet. Tetapi, dibalik semua pernyataan yang mereka lontarkan tersebut, ternyata dua makhluk bersurai abu-abu itu diam-diam ngeceng mas-mas bersurai raven dengan bibir maju yang sedang menjaga toko.
Seperti halnya hari ini, hari Jumat, dimana hampir mayoritas orang memposting gambar bertuliskan Thanks God, its Friday! Haizaki juga merasa beruntung pada hari ini. Pasalnya, ia disamperi oleh mas-mas tersebut tepat ditempat dia sedang ngenet.
Mas-masnya tersenyum sangat manis kearah Haizaki. Haizaki melihat nametag yang tersemat dengan simetris di baju yang dipakai masnya.
Nijimura.
Begitulah tulisan yang tercantum pada nametag tersebut.
"Ada apa?" niat pasang tampang manis, Haizaki malah membuat tampang preman yang otomatis membuat kening Nijimura berkedut kesal.
Nijimura menunjukkan jam yang menempel di dinding.
"Sekarang masih jam 11," ucap Nijimura.
"Lalu?"
"Apa adik membolos?" Nijimura menaikkan nada satu oktaf ketika mengucapkan kata membolos.
Alih-alih mencerna perkataan sarkasme Nijimura, Haizaki malah senang sendiri karena dipanggil adik oleh masnya tersebut.
"Tidak, aku sedang mencari tugas," ucap Haizaki.
"Bisa bantu aku?" tanya Haizaki, PDKT.
Nijimura menghelakan nafas berat, ia pun duduk memepet Haizaki yang seketika membuat Haizaki senyum-senyum sendiri.
Namun, ketika ia melihat layar komputer didepannya, urat kesal Nijimura kembali muncul.
Bukan tugas yang ia lihat disana, tetapi sebuah game online yang sedang dimainkan Haizaki.
Berniat mengusir bocah menyebalkan tersebut, Nijimura harus kembali bertugas ketika indera pendengarannya mendapati suara pintu toko yang dibuka. Mau tidak mau, Nijimura pun segera kembali ke tempat jaganya dan menyapa pelanggan tersebut.
"Selamat datang."
Sosok bertampang datar yang baru memasuki toko tersebut pun tetap pada tampangnya. Tak ada perubahan. Ia mengeluarkan beberapa buku dan menyimpannya diatas meja yang memisahkan dirinya dan Nijimura.
"Saya mau meminjam lagi," ucap Mayuzumi kalem.
Ia pun meninggalkan Nijimura yang sedang mendata buku yang dikembalikan olehnya.
Diantara rak-rak buku yang sudah pasti sosoknya tak akan terlihat oleh mas penjaga, Mayuzumi mengepalkan tangannya dan tersenyum senang. Berusaha untuk tidak teriak, ia pun menepukkan telapak tangan pada pipinya.
Mayuzumi teramat senang karena Nijimura menyapanya seperti biasanya. Padahal, jika ia mampir ke tempat rental lain, tak ada satu pun penjaga yang menyapanya. Mungkin karena hawa keberadaannya terlalu tipis, ia diabaikan dan tak disapa oleh para penjaga.
Oleh karena itu, Mayuzumi pun memutuskan sering datang ke manga kisha ini untuk mendapatkan sapaan dari Nijimura.
Sadar ada suatu tatapan yang menusuk punggungnya, Mayuzumi pun membalikkan badannya dan mendapatkan seorang anak SMA bersurai abu-abu yang menatapnya.
Mayuzumi tahu, anak SMA tersebut juga ngeceng Nijimura. Terlihat percikan petir imajiner ketika mereka berdua saling adu tatap.
Haizaki menarik senyum licik, ia pun dengan sengaja menjatuhkan mouse hingga terdengar suaranya.
Nijimura yang mendengar hal tersebut pun segera menghampiri Haizaki.
"Bocah, jangan ngerusak!" teriak Nijimura kemudian. Ia memang sudah memendam kekesalannya pada Haizaki sejak lama. Dan akhirnya, sekarang ia keluarkan semuanya.
Ia pun menarik Haizaki keluar dari bilik tersebut dan menyeretnya. Lalu melempar Haizaki keluar dari toko tersebut.
"Sekolah sana! Kalau sudah pulang sekolah baru boleh nongkrong lagi disini!" ungkap Nijimura kemudian dengan nada kemarahan.
Namun ditelinga Haizaki, perkataan Nijimura tersebut terdengar seperti, "Kau belajar dulu, nanti baru ketemu aku lagi."
Haizaki salah paham. Sudah jelas Nijimura mengusirnya. Sementara didalam kisha, Mayuzumi hanya diam. Ia tak bisa menarik perhatian Nijimura seperti Haizaki tadi. Sebenarnya ia juga ingin diperhatikan oleh Nijimura, tapi apalah daya dengan wajah flat dan hawa keberadaan tipis, mana mungkin sosoknya bisa menjadi pusat perhatian bagi mas penjaga manga kisha tersebut.
Mayuzumi pun menghelakan nafas. Ia mengambil beberapa buku secara random dan membawanya pada meja tempat Nijimura berjaga.
Nijimura yang sudah kembali dibalik mejanya pun segera mendata buku yang dipinjam Mayuzumi tersebut satu persatu.
"Kau sering kemari?" sebuah pertanyaan meluncur dari bibir Nijimura.
Mayuzumi yang asalnya melihat lantai pun segera membawa netranya menatap Nijimura. Ia hanya mengangguk, tak sanggup berucap.
"Buku yang kau pinjam sudah banyak sekali," ucap Nijimura.
"Kalau misalnya kau memang ingin meminjam buku, hubungi aku saja dulu. Nanti akan aku carikan dulu, jadi nanti kau tinggal mengambilnya," tawar Nijimura. Ia pun menuliskan nomornya pada selembar kertas lalu memberikannya pada Mayuzumi.
"Nomorku. Dan ini bukunya."
Mayuzumi speechless, sementara Haizaki yang ternyata masih berada diluar, curi-curi pandang pada kelakuan dua orang tersebut. Ia pun segera memasuki kembali manga kisha tersebut dengan muka kesal.
"Gue juga mau nomor telepon elu, Nijimura!" teriak Haizaki dan segera mendapatkan jitakan cinta dari Nijimura.
:::::::
Ini mah NijiMayu dengan bumbu lawak dari Hai(?) :'
Di dalam drabble ini saya buat AU, Penjaga Toko!Nijimura, Murid SMA!Haizaki, Mahasiswa!Mayuzumi.
Dan untuk rambut Haizaki, yang saya pakai disini rambutnya pas SMP.
Maaf jika kurang nge-feel, karena saya hanya dapat sedikit referensi tentang NijiHaiMayu. D':
Tapi, terima kasih karena sudah mempercayakan OTP-nya untuk saya buat drabble-nya! xD
Maaf karena tidak bisa membalas review para readers satu persatu.
Tapi, saya berterimakasih pada para readers yang sudah membaca, me-review, mem-favorite dan mem-follow fic ini!
Sekali lagi, terima kasih! :D
#AMEUMA
