Balas Revievv :Arifuki24823 : Weh, Weh! Omae wa 'Papa' Ndayo! :VAlucard : Aku.. takjub dengan penampilannya, kepribadiannya juga lumayan dia juga manis di pengelihatanku. Aku ingin sekali melahap tubuh imut itu. *ngilerRone : Dia saja Amnesia baru dua minggu yang lalu.girl-chan 2 : Kasihan, Oh Kasihan, Oh Kasihan, Aduh Kasihan. *ngikutin Upil-Ipil :VUpps, Aku blom sempet nyebut Arie lupa soalnya, Forgive me!Thx you two!

Chapter 32 : Lomba Tujuh Belasan Absurd.

Lectro menerima surat dari seseorang tanpa sebuah alamat pengirimnya di surat tersebut.

"Ini dari siapa lagi?" gumamnya bingung dan membuka surat tersebut.

Halo, Lectro! Bagaimana kabarmu? Baik? Aku baik-baik saja disini, bahkan Heidasu masih sehat juga kok. Oh iya, aku ingin mengunjungimu boleh kan? Dan juga sekarang aku juga seperti dirimu tinggal bersama squad loh, anggotanya cuman delapan orang doang. Ketuanya juga, yah.. Tua juga orangnya mirip om-om..

Entah kenapa Lectro sepertinya merasa tidak asing mendengar squad yang berisi delapan orang doang. "Kok, kayak squad Unique sih.." gumamnya.

Trus mana disquad itu ada robotnya loh! Iya, aku serius aku melihatnya sendiri, ada robotnya! Aku sampai penasaran dengan dirinya. Trus.. Em.. Aku rasa aku nggak terlalu kenal sih, tapi ada satu orang yang mukanya ketutup mulu sama Helmnya cuman keliatan mulutnya doang.

"Please.. Jangan bilang kalo itu.."

Namanya Destra kalo nggak salah deh..

Namanya Destra..

Destra..

"Gyaaaaaaaa!!!"

"Ada apa teriak-teriak!?" tanya Alex yang panik melihat Lectro yang jatoh dari kursinya.

"Ungh, surat dari kakak gue.. Namanya Seander.. Gue kaget anjir! Argh!" gerutu Lectro.

Alex menaikan alisnya "Napa? Ada darahnya?" tanya Alex.

"Bukan, kakak gue.. Jadi Hero Unique.. Dan udah masuk squad hero Unique sekarang." keluh Lectro. "Dan dia mau nengokin gue kesini nanti."

"Oh.. Emangnya dia hero apa?"

"Poseidon.." gumam Lectro.

"Lah, Poseidonkan Rare? Kok Jadi Un-" Lectro melemparkan Alex sebuah kertas pengumuman Hero Unique baru.

Pengumuman.

New Unique Gear!

Poseidon Armor.

Nantikan juga Hero Unique Poseidon yang akan ikut bertarung di dunia Lost saga. Heroes!

Alex mangut-mangut, "Oh.. Jadi begitu."

"Heeh.. Kenapa ya.. Kakak tengah gue Hero Normal, gue Hero Rare, lah kakak tertua gue.. Keenakan malah Hero Unique!"keluh Lectro yang meletakan kepalanya dimeja dan melihat surat kakaknya lagi. "Dia bilang, dia juga penasaran banget sama kakak lu."

"Oh, iye.. Lu tadi bilang lu punya kakak? Kok, nggak pernah kelihatan." sambung Alex

"Kakak gue hanya tinggal dirumah keluarga gue dan blom minat nyari squad, dia lebih enak kerja sendirian." ujar Lectro.

"Emangnya kakak lu itu Hero apa? Namanya juga siapa?"

"Nama dia.. Heidasu Izanami, panggilan Heidasu atau nggak Izami. Hero Hades, orangnya agak psikopat tapi nggak terlalu parah." jawab Lectro.

"Dia kakak angkat?"

"Kakak kandung gue, emang nama marga kita bertiga beda-beda karena kekuatan kita, tapi sebenarnya kita ini saudara kandung kok dengan jangka beda waktunya 10 tahun sama semua." ujar Lectro.

"Oh iya, besok tujuh belasan ya? Udah siap semuakan?" tanya Lectro.

"Udah dong! Inget aja besok rame tuh lapangan depan squad." kata Alex. "Jangan Sampe kalah ya!"

"Yoi!"

Time skip..

Pagi Hari, tanggal 17 Agustus.

"Udah semuanya datangkan?" tanya Reha sambil mengecek perlengkapan lomba. Tiba-tiba, dia merasakan kalau kakinya basah. "Loh kok, ini siapa yang bikin genangan air!?"

Lectro hanya bisa menduga satu hal soal genangan air misterius ini. "Dia sudah dekat.."

"Halo semua, halo Lectro!" ucap Seander yang baru datang bersama dengan kedelapan anggota Unique lainnya.

"Yo, semuanya! Sepertinya kalian bakalan lomba tujuh belasan ya! Kami ikut!" seru Kazuma.

"Silahkan.. Tinggal pilih lombanya aja, dan baca peraturannya juga." ujar Reha.

Peraturan :

1. Dilarang keras teleport atau bakalan digebukin ditempat!

2. Nyogok orang, di disqualifikasi!

3. Boleh skill asal bukan skill spam yang nyebar ke arah penonton karena bakalan disetting kayak mode deathmatch!

4. Jangan berubah jadi apapun atau didiskualifikasi.

5. Buff speed dilarang keras! Tapi, debuff speed boleh!

"Se.. Serius ini peraturannya?" tanya Destra yang sweatdrop membacanya.

"Memang macam tuh lah! Kalo nggak curang cem ko orang!" sembur Reha.

"Yaudah, ikut deh."

~tarik tambang~

"Yang menang ntar lawan squad gue!" sahut Reha.

"Ehem.. Ok, ok pertama-tama dari sisi unique ada, Kazuma, Azerio, Ars, dan Ferdinand!" teriak Jung yang jadi MC.

"Yo semua! Kami bakalan berusaha!" seru mereka (min. Ars yang pendiem orangnya)

"Kak Ars! Berjuanglah!" teriak Andre. Ars hanya menengok dan tersenyum ke adiknya.

"Baiklah, dari squad Garu, ada Mathias, Ikyo, Vience, dan Te.. Teiron!" sahut Jung yang agak nggak percaya dengan apa yang dia baca. Sementara, Teiron hanya nyengir kuda dan mendapat tatapan 'WTF' dari semuanya yang ngeliat dia maju ke lapangan dengan kaos kutang doang.

"Astaga Kambing! Siapa yang daftarin Teiron ke lomba tarik tambang!?" seru si ketua squad yang melirik ke arah para anggotanya dengan tatapan 'Demi apa dia ikut ginian?'

"Dia yang mau ikut kok Kaichou!" jawab Alpha datar.

Sang ketua squad hanya Facepalm dan Reha hanya bisa menepuk pundaknya. "Yang tabah ya.." hibur Reha.

"Nah, khusus pertandingan ini kalian tidak boleh menggunakan skill kalian sama sekali, dan buat Kazuma-san kau dilarang menggunakan god-hand modemu, paham?" kata Jung dan semuanya mengangguk.

"Baiklah, pertandingan akan dimulai dari hitungan ke 3.. 2.. 1.. Mulai!"

"Tarik!!" pertandingab berjalan dengab intens dan serius bahkan penonton sampai ribut.

"Ayo kakek! Berjuang!"

"Teiron jangan sampe kecapean!"

Sampai Red menyadari sesuatu yang ganjil dengan pertandingan eh.. Bukan.. Melainkan ada yang hilang. "Kok, rasanya yang hilang?" gumamnya.

"Woof, Master, Nigou mana?" tanya Hato yang kebingungan mencari Nigou yang mendadak hilang.

Ingin tau dimana Nigou?

"Tarik! Jangan sampe kalah!" seru Mathias yang dibagian paling belakang.

Jung tiba-tiba mendapatkan sebuah pesan dari Headsetnya. "Jung! Nigou Hilang! Dia ada dilapangan!"

"Waduh! Gimana nih! kalo misalnya dia mendekat ke area bakalan-"

"GYAAAAAAAAAAAAH!"

"Runyam..."

Brak! Bruk! Bruak! Towewewew! Gedubrak!

Mau tau yang terjadi?

Jadi gini, anda tau silit? Nigou nggak sengaja lepas pengawasan Hato dan main masuk aja ke arena dan nggak ada yang nyadar sama sekali kecuali Teiron yang ngeliat Nigou dibawah dia lagi ngeliatin dia.

"Hnnn..."

"NAKAL YA! JANGAN DIULANGI LAGI! PAHAM UCAPAN KAKAK!" bentak Hato.

"Hmnn.."

Dan bagaimana keadaan Teiron?

Tenang, dia tertiban paling bawah kok diantara semua orang.

"Innallilahi! (?) Teiron jadi gepeng kuy!" seru Jung yang melihat Teiron pingsan karena tertindih paling bawah diantara orang-orang yang notabene lebih gede.

"Gue mau ketawa kasian, nggak ketawa Mubazir." ucap Reha sampai menahan tawanya diikuti beberapa orang lainnya yang juga menahan tawanya.

~Lomba Makan Kerupuk~

"Ya mulai!" seru Jung sambil memencet stopwatch yang menunjukan waktu 2 menit dan lomba makan kerupukpun dimulai.

Kita kenalkan para perserta lomba makan kerupuknya.

Disudut kanan, ada Maurice Wolvine, yang makan kerupuknya sambil lompat-lompat kayak kodok, karena kerupuknya dimain-mainin sama Jung yang setengah terkekeh.

"Si Sialan!" keluh Maurice yang ketika mau ngegigit kerupuknya malah makin tinggi alias Loncat keatas.

"Hampir lupa kalau kerupuk kalian bakalan gue main-mainin." ucapnya sambil nyengir dan goyang-goyangin tiang penyangga tempat kerupuknya diikat.

Ditengah, ada Azerio si Azazel, yang ikut lomba makan kerupuk sambil mondar-mandir karena kerupuknya muter-muter tujuh turunan. Mau make tangan nggak bisa karena diiket, mau make skill ntar kerupuknya kebakar didiskualifikasi dia.

"KUAAAAAMMMPPRRREEEEEEEETTTT!" gerutunya sambil mengejar-ngejar kerupuk tersebut.

Dan yang terakhir ada, Sarah yang makan kerupuk sambil bengong ngeliatin kerupuknya gerak-gerak sendiri dan ketika ngegigit kerupuknya dia langsung diem karena kerupuknya kekealotan.

"Aduh, Alot sekali Kerupuknya!" ujarnya setelah selesai menggigit satu gigitan pas.

Kemudian, ada Alisa si Fire Imp yang hampir ngebakar seluruh kerupuknya dan tinggal setengah sekarang.

"Nggak ada yang liatkan?" gumamnya yang makan kerupuknya selow-selow aja.

Kemudian...

"Yak, yang menang adalah... Alisa!" seru Jung dan mengangkat tangan Alisa.

"Makasih, makasih!" serunya sambil melambaikan tangannya.

Sementara yang lainnya, kerupuk Maurice masih sisa dua pertiganya, Azerio sisa seperempat, Sarah habis kedua setelah Alisa.

Efeknya, Maurice Pundung dibangku penonton sementara Azerio ngedumel.

~Lomba balap Karung~

"Baik selanjutny lomba balap Kerupuk eh.. Balap Karung!" larat Jung sebelum kena timpukan batu dari para penonton.

Para perserta segera berkumpul di tempat yang sudah disediakan berupa area yang sudah dibuat jalur khusus dan karung goni.

"Ris, ngapain pake Bunny Ears?" tanya Giro yang disebelahnya penasaran akibat Iris make bando kuping kelinci.

"Nggak apa-apa kok, mungkin aku bisa menang karena pakai ini!" jawabnya. "Mungkin juga, bakalan berguna."

"Entahla.." ujar Giro.

"Destra! Lepas tuh helm! Emangnya lu bisa liat apa!? Mata lu aja ketutupan sama Helm sisa mulut doang!" pancing Frost sambil menunjuk Helmnya Destra. (FYI, Helm Omen yang cowo emang nutupin Mata tapi kebuka dibagian mulutnya, dan sampai sekarang blom ada yang pernah liat muka Destra dari lubang hidung keatasnya gimana.)

Destra malah mendeath glare kearah Frost, "Gue masih bisa ngeliat jalan oi! Gue nggak buta kayak dia!" bentak Destra sambil menunjuk Naya.

Oke Destra, bersiap mendapat lemparan pisaunya adeknya ya.. Biarpun Percuma sih.. Karena dia bisa ngedeflect serangan -w-"

Sebenarnya Salem ingin melepar pisau sekarang juga ke Destra. Tapi, dia nggak bisa melakukannya karena disebelah dia itu adalah..

"Oi ada Karung Kosong yang mau loncat-loncat tuh!" ejek Alucard, dan Alfred langsung menatapnya dan mengacungkan Jari tengahnya dengan muka Bete dan Aura Suramnya. (Yang pasti udah buat Salem panik duluan, bahkan mau pingsan yang ada.)

"Kak Alu sudahlah, kalian bertengkar mulu." lerai Sarah.

"Destra! Semangat! Yayang Lu juga semangatin loh!" sahut Ferdinand yang sukses mendapat sebuah gaplokan keras di badannya dari Azerio.

"Bacot! Dan bisa nggak kenceng-kenceng nggak!?" bentak Azerio

Peluit ditiupkan dan para perserta mulai berlomba dengan mengerahkan seluruh tenaganya. Yang paling depan adalah Dua orang yang lagi berantem Frost dan Destra, disusul sama Iris dan Giro, kemudian disusul lagi sama Salem. Nah, yang seremnya ada Karung Goni loncat-loncat sendiri tanpa adanya peserta disitu. *DiLempar Lance sama Alfred

Salem mencoba menengok kebelakang dan dia langsung jejerit heboh karena ngeliat Alfred loncat keraha dia.

"GYAAAAAAAAH!"

"mungkin ide buruk untuk menaruh Alfred disebelah Salem." ujar para anak cowo squad Garu. (Min. Rendy yang entah kenapa malah ketakutan setengah mati liat Alfred loncat-loncat pake karung goni.)

Ketika mereka mau mencapai garis finish, Frost mulai dengan kekuatan Esnya dan membekukan jalur disekitarnya untuk memperlambat musuhnya.

Untuk beberapa orang bukan buat halangan, kayak Destra dia menggunakan Skill Armor dan Cloacknya secara bergantian. Iris menggunakan skill bunny ears untuk melompat diatas Es yang licin. Alfred menggunakan skill Lancenya untuk berseluncur di es seperti Frost. Giro bergantian antara double jump dengan berseluncur. Sementara, Salem.. Dia malah kepleset dengan muka duluan yang mendarat.

"Pemenangnya adalah... Alfred!" seru Jung.

Saat dilihat foto hasil pertandingan sebelum menyentuh garis Finishnya. Awalnya Destra mimpin karena baru selesai menggunakan Skill Cloacknya disusul Frsot yang lagi berseluncur di es. Tapi, ketika Destra mau menyentuh garis finish, Alfred datang dengan kecepatan penuh dan langsung mendahului Destra sebelum dia masuk ke garis finis. (Jadi, gini.. Kalau punya Lancer coba Dash Hold D (ditahan dulu) deket jurang ntar pasti ngebutnya kayak apaan tau)

~Masak~

"Nah, yang berikutnya adalah lomba memasak! Yang akan dimasak adalah berupa appetizers, Main Dish, Dan Hidangan pencuci mulut!" Seru Jung.

"Disisi Unique, ada Harada, Seander, dan Walrus. Disisi Reha ada Alex, Silica, dan Kazegami. Disisi Garu ada Vience, Mathias, dan Alexia!" sambung Jung sambil memperlihatkan para peserta.

Gimana Reaksi para pendukung..

"Wal, masak hidangan pencuci mulutnya jangan pedes ya!" teriak Kazuma.

"Iye!" balas Walrus.

"Cie, Suami Istri nih!" seru para anak cowok squad Reha. (Min. Eudo yang kambuh sisconnya ngeliat Alex berduaan sama Silica)

"A.. Alexia (Otou-chan) ikut lomba memasak!?" pekik para anak squad Garu bersamaan yang kaget melihat Alexia ikut lomba memasak.

"Dan Juri Lomba memasaknya adalah ada Takano, Rilen, dan Grayson!" seru Jung sambil menunjuk para juri.

Kemudian, pertandingan memasakpun dimulai. Dari sisi Unique, Harada yang memakai ikat kepala, yukata yang lengannya dilipat, membuat hidangan berupa Okonomiyaki, Seander membuat hidangan berupa Nasi Goreng sea food, dan Walrus membuat hidangan berupa skoteng. Dari sisi Reha squad, Alex membuat berupa sup jagung kental yang dimasukan kedalam sebuah roti puff yang manis, kemudian silica membuat hidangan berupa Lasagna, kemudian Kazegami membuat kue brownies coklat dan juga puding rasa strawberry dengan fla vanila. Terakhir dari Garu squad, Mathias membuat sandwich khas negaranya, Vience membuat telur dadar, dan Alexia mencoba membuat kejutan dengan membuat Scone.

Dua jam berlalu dan waktunyaa penilaian!

"Hm.. Okonomiyaki.." ucap Takano sambil menaikan alisnya.

"Ayah tau apa yang kau suka nak." balas Harada sambil nyegir kuda.

"Hmm.. Baiklah." para juri mengambil Okonomiyaki buatan Harada dan memakannya langsung.

"Wah, Enak!" seru Bibi Rilen.

"Iya enak juga!" timpal Grayson.

Sementara Takano..

"..." dia malah takjub dan meneteskan air mata.

"Sudah ayah bilang enakan."

Kemudian, bagian Seander.

"Nasi Goreng seafood?" tanya Bibi Rilen.

"Yap, Special khas keluargaku!" jawab Seander sambil tersenyum.

"Baiklah kami coba.."

Satu suapan yang memuaskan lidah mereka, rasa dari bumbu yang agak pedas dan campuran rasa dari bebagai campuran produk laut seperti cumi-cumi, udang, dan ikan menjadi satu... (Ok stop, ntar malah jadi kayak Shokugeki no Shoma lagi , yang makan maksakan aja ampe.. You know lah..)

"Wah, buat sekoteng nih." ucap Grayson saat melihat masakan milik Walrus.

"Biasanya aku lebih mengutamakan cabai, tapi karena aku bagian hidangan penutup jadi aku buatkan sekoteng jahe aja." komentar Walrus ketika para juri mencoba masakan miliknya.

"Hmm.. Hangat dan manisnya terasa, bagus-bagus." komentar Grayson.

Kemudian disisi Reha squad..

"Coba kami lihat masakanmu Alex." pinta Takano.

Alex membuka penutup makanannya dan sinar yang menyilaukan matapun keluar dan membuat para juri.. (Lebay banget! Lu kira cooking master boy apa! Yang masak nasi goreng doang lebaynya kayak apaan tau! *digeplak Alex)

"Hmm.. Hanya Roti?" tanya Takano.

"Tidak, silahkan di potong bagian atas tengah rotinya." ujar Alex.

Para Juri mengambil sendok dan memotong bagian atas roti tersebut dan menunjukan sebuah isi berupa sup kental yang masih hangat.

"Selalu kreatif seperti biasa Alex" komentar Takano.

"Hmm.. Enak juga supnya." komentar Grayson.

"Terima kasih."

"Baiklah Silica mana masakanmu?" tanya bibi Rilen.

Kemudian, Silica mengeluarkan Lasanganya dari oven dan masih mengepul asap putihnya.

"Tadi, aku hangatkan sebentar karena takut dingin. Karena kejunya nggak akan enak jika keras dan dingin." ucap Silica.

"Baiklah kami coba." kemudian makanan buat Silica dipotong dan dimakan para Juri.

"Enak! Kejunya seperti meleleh dimulutku, pasti Mozarella ya?" tanya bibi Rilen, silica hanya mengangguk kecil.

"Terakhir, Kaze.. Kau nggak salah bahankan?" tanya Takano.

"Nggak kok, aku teliti dalam hal ini." balas Kazegami.

"Hmm.. Manis, empuk, dan seimbang." komentar Grayson.

Terakhir...

"Baik Mathias, kau membuat Sandwich, isinya apa saja?" tanya Takano.

"Fillet Ikan Tuna, Selada, Tomat, Salmon, dan bawang bombay yang ku goreng sebentar." ucap Mathias. "Jika mau Mayoneis bisa ku ambilkan."

"Hmm.. Enak juga." komentar Takano.

"Baik Vience, pasti telur dadar seperti biasa, apa yang kau taambahkan sekarang?" tanya bibi Rilen.

"Aku tambahkan daging ayam, bawang putih, daun bawang, cabai, dan sedikit wortel yang ku potong kotak-kotak. Oh, tidak lupa, dalamnya kubuat agak cair jadi makin enak." ucap Vience.

"Menarik.." komentar Bibi Rilen.

"Em.. Alexia, kau membuat apa?" tanya Grayson.

"Aku membuat Scone pak!" ucap Alexia.

"Baiklah, pertama-tama aku akan mencoba tehnya dulu ya." ucap Grayson dan menyeruput tehnya. "Lumayan, lalu kue-"

"Tunggu! Biar aku yang coba!" pinta Takano.

"Si.. Silahkan.." ujar Alexia.

Takano mencoba scone milik Alexia, awalnya tak ada reaksi, kemudian..

"Makanan macam apa ini!" dia melempar Scone milik Alexia ke mulut Alexia dan sang korbannya langsung pingsan setelah mencoba masakannya. "Berikan aku Tehnya!"

"Oke, itu serem.." komentar Vience dan Mathias yang mojok berduaan diujung stand mereka ketakutan sambil pelukan.

"Rasanya nggak enak?" tanya bibi Rilen.

"Haa! Lega.. Parah banget, tehnya sih bagus, lah kuenya.. Ergh! Parah! Nggak enak! Munafik! Sampah!" sembur Takano.

Ok, "Ceramah no Justu" Takano udah keluar tuh. *dilempar Sconenya Alexia.

"Pedes amat ngomongnya.." gumam Grayson.

Maklum, dia sensitif dengan yang namanya rasa pak.

"Eh?" semuanya menghadap ke langit.

Upps, maaf aku pergi dulu ya! Maaf kalo breaking the forth wall!

Kemudian..

"Baiklah, menurut penilaian juri yang menang adalah.. Harada, Silica, dan Kazegami!" seru Jung.

Ingin tau Nilainya..

Harada : 99

Alex : 98

Mathias : 96

Silica : 97

Vience : 95

Seander : 94

Kazegami : 96

Walrus : 93

Alexia : 50 (selamat dapet Nilai karena Tehnya doang!)

~Lomba Masukin Pensil ke botol~

"Baiklah, yang berikutnya, lomba memasukan pensil kedalam botol!" seru Jung.

Kemudian para perserta mulai ngumpul, ada Edward, Andre, Mita, Rina, dan Ferdinand (yang diketahui sudah mendapatkan surat ancaman dari para kakak [Edgar, Ars, dan Eudo] untuk tidak menyentuh adiknya sama sekali)

"Ok, kalian semua silahkan dimulai tapi, muter dulu lima kali ya!" pinta Jung. Keempat anak plus satu Om *ditembak sama Ferdinand langsung berputar-putar layaknya penari balet yang hendak melakukan gerakan akhir dan langsung berjongkok ketika selesai berputar mereka langsung jongkok tapi diluar dugaan mereka malah melakukan hal-hal aneh.

Andre nyusruk kedepan, Mita kesamping, Edward kebelakang, Rina malah sempoyongan, nah si Ferdinand malah guling-gulingan di tanah karena ada jalan menurun dilapangan tersebut.

Satu kejadian nggak enak kemudian..

"Hei! Aku berhasil! Kakak, kakak! Aku menang!" seru Edward ketika berhasil menjadi yang pertama sukses memasukan pensil kedalam botol. Disusul sama Rina, kemudian Mita baru Andre. Bagaimana dengan Ferdinand?

Dia malah pingsan setelah guling-gulingan ditanah.

"Oi! Bangun!" sahut Harada sambil menoel-noel pipi Ferdinand.

Break sebentar...

"Jung!" panggil Luthias.

"Heeh, apa ndro?" tanya Jung.

"Abis ini lomba apa?" tanya Luthias.

Jung melihat daftar lomba yang akan dipertandingkan berikutnya. "Lomba makan hati, lomba menikung Gebetan orang, lomba mewarnai hati yang kelam, lomba belah duren, lomba panjat pinang ranti, lomba memancing di air ke- wait!? Naskahnya ketuker sama curhatan orang abis diputisin!?"

Alhasil, Luthias hanya jawdrop.

"Kalo hadiahnya?" tanya Luthias.

"Hadiah utamanya, tiket naik commuter line keliling Jabodetabek, tiket gratis masuk Dufan, voucher makan gratis di warteg terdekat, voucher gacha 100 persen dapet gacha UR atau SSR, K0nd... NTF! (Nani the Fu*k!) hadiahnya ketuker semua!?"

Ok, balik ke lomba!

"Ok, ke lo- eh?"

"Jung, bentar ada yang mau tampil dulu, nih kertasnya." kata Reha sambil menyerahkan sebuah kertas kecil ke Jung.

"Ehem.. Jadi, sebelum lomba berikutnya dimulai pertama-tama kita saksikan dulu tari saman (?) gabungan dari para anak perempuan squad Reha dan Garu, Wait What!?"

"Turun lu dari panggung!" teriak Reha.

"Tunggu bentar Buchou! Ini kayak ya diluar rencana deh!? Dan siapa juga yang pernah nari saman diantara kita semua!?" tanya Jung dengan tatapan. 'Ini semua rencana siapa!?'

"Semua ini rencananya si Sandra setelah ngeliatin video temen-temen lama gue pada nari saman dulu." ucap Reha datar.

Flashback

"Ketua! Oh Ketua!" panggil Sandra.

"Heeh, ada apa mba?" tanya Reha.

Sandra memperlihatkan sesuatu dari handphone-nya. "Ini tari apa ya? Kok kayaknya seru?" tanya Sandra yang memperlihatkan sebuah video tari saman.

"Oh, itu tari saman. Emangnya kenapa mau coba? Nggak bisa sendiri loh.." jawab Reha datar.

"Hmm.. A.. Ok, aku nyari orang dulu!"

Beberapa saat kemudian..

"Ketua!" panggil Sandra.

"Opo to mba?" tanya Reha yang lagi dipeluk Yamagi. "Minggir lu!"

"Segini cukup nggak? Katanya mereka tertarik." tanya Sandra yang mengajak, Amelia, Rina, Iris, Lisa, Alisa, Monika, Silica, Mia, Marisa, Adelia, Vivi, Emy dan Elwa.

"Ha.. Hah!? Kalian yakin nih!?" tanya Reha dengan mata terbalak melihat sekumpulan anak cewek yang mau nyoba tari Saman. "Nggak ada yang bisa ajarin soalnya disquad! Mau nggak mau kalian harus latihan di sanggar tari."

"Tenang, aku udah nemu sanggar tari yang bisa ngajarin kok." ucap Marisa. "aku pernah liat ada yang nari saman disana soalnya.

"Yaudah, biayanya kalian tanggung sendiri ya. Squad cuman bantu 40 persennya doang." jawab Reha datar. "Berapa puluh ribu peso per orangnya?"

"Per orang.. 30 ribu doang per minggu. Dateng seminggu tiga kali pertemuan." jawab Marisa.

"Yaudah, terserah kalian kalau mau ikut ya. Terserah." balas Reha seadanya.

Flashback end

"Yah, begitulah."

Jung langsung sweatdrop.

Skip Time..

"Ok, setelah acara mendadak barusan mari kita kembali ke acara utama yaitu lomba cari benda."

~lomba Cari Benda~

Jung mulai menjelaskan peraturan yang perlu diketahui oleh para perserta. Awalnya mereka akan berlari menuju sebuah meja yang terdapat banyak kertas disitu, kemudian ketika mereka membuka kertasnya mereka harus langsung mencari benda tersebut dan membawanya ke garis finis secepat mungkin. Orang yang membawa barang yang benar dan tercepat dia yang menang.

"Ok, sudah siap? Tiga! Dua! Satu! Mulai!"

Kemudian para perserta mulai berlari, dari sisi unique ada Kazuma, dari sisi garu squad ada Luthias, dari sisi reha squad ada Red. Mereka segera berlari menuju meja tempat yang ditentukan dan membuka kertasnya masing-masing.

"Dapat apa ya?" gumam Kazuma, saat dia membukanya dia harus membawa sebuah, "Perintah macam apa ini!?"

'Teman terbaik dan harus cium dia di garia finish.'

Kemudian, Luthias mengambil kertas dan membukanya, tapi dia langsung membanting kertas itu ke tanah karena, "Argh! Nggak beruntung!"

'Sayuran Hijau'

Ketika Red membuka kertasnya dia langsung menuju pasar terdekat dan membeli daging kambing (?) dan juga pisau (?)

Buat apa?

Gini..

"Oi! Kambing! Lari nggak lu ke garis finish atau gue bakal motong lu jadi seonggokan daging kambing kayak gini!" ancam Red yang menodongkan pisaunya ke arah Mathias. Sekejap itu pula Mathias langsung ngibrit ke garis finish dibelakangnya terdapat Red yang masih ngejar dia make pisau.

Sebenarnya sih, yang harus dibawa Red itu cuman daging kambing doang. Tapi, kenapa dia harus ngancem Mathias juga ke garis finish? Entahlah, hanya Red dan pikiran linglungnya yang belom sembuh yang tau.

Bagaimana dengan Luthias?

"Bang! Beli Brokolinya satu!" dia berusaha keras untuk menahan rasa malu, ngeri, jijaynya ke Sayuran dengan membawa brokoli ke garis finish setelah membelinya dari tukang sayur terdekat.

Sementara Kazuma?

"Hara.. Maaf, boleh ikut gue bentar." pinta Kazuma sambil menarik tangan Harada dengan muka merah dia lari ke garis finish.

Jika kalian beruntung, mungkin kalian akan menemukan sebuah gambaran pasangan sedang berlari-lari dipantai dengan background matahari terbenam. Dan juga, tolong kuatkan diri kalian ya wahai para Fujo.

Kemudian, di garis finish.

"Yak, pemenangnya Luthias!" seru Jung.

Sementara itu orang yang menang nggak kelihatan batang hidungnya, karena lagi cuci tangan dengan air bersih, kembang tujuh rupa (?) tidak lupa dengan tanah sebanyak tujuh kali dan juga sabun yang banyak bahkan saking paniknya dia sampai tayamum (?). Kalau soal Kazuma dia nggak bakalan tau, bagaimana nasib badannnya nanti malam hari di markas.

"Yah, yang penting kakek bukan ngembat dirimu lagi, Taiga." ucap Takano.

"Yah, kau benar yah..." ujar Taiga.

Note : Rei gue ganti jadi Taiga, biar make nama lama dia sebelun gue ganti jadi Rei a

"Oi, Taiga! Nanti Malam-" Sebelum selesai mengucapkan sesuatu Takano sudah melemparkan sebuah duri milik Taiga ke kepala Harada. "Nggak boleh! Dan nggak akan!" sembur Takano.

"Oh iya, mana si Saos Tartar bentar lagi giliran dia di lomba bawa kelereng?" tanya Jung.

Vience segera mencari Tartagus dan menemukan dia sedang, "ah~ Tarta-kun, Co Cwiit."

mojok...

berduaan...

sama Iris!

Vience hanya menghela nafas sebelum dia bersiul untuk memanggil Jeronium.

"Woi mas! Abis ini giliran lu! Jangan mojok mulu! Atau lu gue tabrak pake Jeronium!" ancam Vience.

"Ampun VJ!!" Tartagus langsung ngibrit ke area lomba dan Alibi Vience berhasil lagi.

Skip lomba ini, karena nggak rusuh..

~lomba tata rias~

"Ok, pertama-tama kita perlu relawan yang mau di dandanin." Ujar Jung tapi malah sepi.

"Kalo kayak gitu nggak bakaln ada yang mau loh." komentar Giro.

"Nggak ada ya, yaudah kalo gitu. Kita serahkan pada ahlinya." Jung langsung menjetikan jarinya.

Satu saat kemudian...

"Nah, ginikan enak ada yang mau jadi relawan." ujar Jung.

"Iya sih jadi relawan.. Tapi.." ucap Giro kemudian, kamera langsung memperlihatkan Giro, Teiron, Alexia, dan Alpha yang jadi relawan (baca : korban) lomba tata rias. "Nggak Gini Juga kali!" teriaknya.

"GYAAAAAAA! JANGAN DIMENORIN!"

mau tau hasilnya?

"Pfft! Giro makin cantik aja! Jadi ragu gue lu itu cowok! Hahahaha!" (Ikyo)

"Otou-chan jadi syantik!" (Lucy)

"Ah! Tei-kun! Maaf aku nggak bisa dandan soalnya!" (Lisa)

"Mas, kalo mau jadi banci.. Dandannya benerin dulu gih! Menor banget!" (Maurice)

~Panjat Hati Gebetan eh.. Panjat Pinang!~

"Ok, lomba terakhir! Panjat pinang!" seru Jung.

"Manjat doang pasti gampang.." batin para anak cowo.

"Tapi, pinangnya udah dilumurin Oli!" sambung Jung sambil nyengir.

"HUAAAAAPAAAAHHH!!" teriak para cowo bersamaan.

"Tapi, Jung siapa yang lumurin Oli-nya tadi kayaknya masih kering deh?" tanya Reha bingung.

"Tuh!" Jung menunjuk Tsuchi yang belepotan Oli dan sedang dimandikan Hato disebuah tempat yang sudah ditutupi Tirai.

"Nah, Tsuchi jadi anak baik ya~ woof!"

"Nyaw!"

"Em.. Ok"

Lombapun dimulai tapi sebelumnya, para cowok udah pada ganti baju jadi kaos kutang semua, yah kecuali beberapa orang yang memutuskan nggak pake baju. Bahkam, ada yang nggak pake baju tapi masih pake helem, sebut saja namanya Mawar. *disetrum sama Destra.

"Serius, kerahasiaan wajah Destra lebih haqiqi dari pada wajah Tumma yang dulu masih pake topeng bebek." gumam para anak squad Garu.

"Udah yok! Kita mulai lombanya! Mulai!" semua orang langsung berebutan naik ke pinang yang udaah dilumuri Oli tersebut. Karena gagal mereka langsung membuat sebuah rencana.

"Gini Ars, Gue, Harada paling bawah."

"Trus Ferdinand, Walrus, Drud, kalian ditengah!"

"Azerio sana Seander kalian terakhi, nah Destra lu yang manjat nanti keatasnya!" usul Kazuma. "Udah siap! Team Unique!"

"Tean Unique!" seru para Om-Om itu. *digebukin para Hero Unique.

"Jadi pertama, Gue, Red, sama Alucard dibawah!"

"Trus, naek Alex, Eudo, Lectro! Lu pada ditengah!"

"Dan terakhir, Eris sama Revan kalian diatas, lalu Ethan lu loncat nanti keatasnya! Paham!" usul Rone.

"Paham!"

"Nanti begindang aja, Mathias, Luthias, dan Ikyo dibawah jadi fondasi!"

"Trus nanti naik lagi, Edgar, Rendy, sama Gue yang ditengah!"

"Sisanya, Maurice, Thundy, sama Teiron. Nah, Teiron bagian manjatnya aja nanti karena dia paling enteng!" usul Alpha.

Mereka mencoba formasi itu, Destra mulai memanjat tubuh para temannya dan melompat ketika ingin meraih puncak dari pinang. Ethan mencoba memanjatnya dengan sekuat tenaga dan akhirnya mencapai atas juga. Sementara Teiron butuh tenaga tambahan dari luar.

"Oi Teiron! Liat kebawah deh!" panggil Mathias yang paling bawah.

Teiron menengok dan melihat.

"Teiwoof! Berjuanglah!"

"Arf! Arf!"

"HYAAAAAAAAAA!!" Sebuah teriakan yang membuat dia langsung terbang menuju puncak dan nemplok disana.

"Ok, Makasih Hato dan Nigou, nanti ku berikan tulang deh!" ucap Mathias.

"Ok, nantu jangan lupa ya!"

Bonus :

"Revan mana?" tanya Rone bingung mencari si doi nggak ketemu-temu.

"Kak Revan dikamar entah ngapain.." jawab Marisa.

Rone langsung ke kamarnya Revan dan melihat kalau lampunya sudah mati. "Sudah tidur hee.." gumannya dan membuka pintu kamar Revan. Ternyata, Revan ketiduran di meja setelah menulis sesuatu.

Rone hanya tersenyum kecil, menggeser bangku meja Revan dan mengangkat Revan ke kasurnya. Dia sebenarnya pensaran dengan apa yang ditulis Revan, tapi ketika melihat sampul bukunya ternyata sebuah diari Rone langsung mengurungkan niatnya untuk membaca buku tersebut. Dan meninggalkan kamar Revan.

"Hei, apa yang kau lakukan di kamar Revan?" tanya Red curiga.

"Hanya mengeceknya dan dia ketiduran di meja, yaudah ku pindahkan dia ke kasurnya." jawab Rone.

"Hei.. Hato bersikap aneh, dan aku tak mengerti sama sekali apa yang dia maksud." ucap Red datar.

"Boleh aku lihat?"

"Ayolah.."

Kemudian, di ruang farmasi..

"Apa yang terjadi dengan Hato?" tanya Red bingung melihat Hato dengan posisi nungging.

"Em.. Sepertinya dia..." Yuki mencoba menyentuh 'vital Region'-nya Hato dan Hato langsung mendesah.

"Hnnfmmh... Woof!"

"Yah.. Dia masuk masa 'itu' jadi, dia bakalan sangat sensitif terhadap sentuhan." jawab Yuki seadanya.

"Apakah rasa sakit juga sangat sensitif baginya?" tanya Rone.

"Hmm.." Yuki mencubit badan Hato dan Hato langsung kaget dan menggeram ke Yuki.

"GRRRRR! SAKIT BODOH! MAU KU GIGIT YA KAU! GRRRR!!"

"Sepertinya dia sangat sensitif dan juga dia menjalan perubahan sikap selama dia bakalan masih di masa ini." jawab Yuki tapi dia menyadari sesuatu yang lebih berbahaya dan langsung menghindarinya.

"Grrrrrrr! Kemari kau!!"

"Ha.. Hato! Kendalikan dirimu!" perintah Red.

"Jangan beri aku perintah! Manusia sialan! Aku tak suka diperintah!" Hato rambutnya berubah jadi hitam dan berantakan dan matanya merah.

"Hato! Kendalikan dirimu!"

"Beraninya kau memberiku perintah!" Hato langsung menjatuhkan Red dan mengigit lengannya sampai berdarah.

Pletak...

"K.. Ka.. Kak... Kakak..." seorang anak kecil berambut coklat muda terlihat ketakutan bahkan hampir menangis melihat Hato yang berubah dan mengamuk menjatuhkan sebuah tulang.

"Kau siapa?" Rone menyadari syal hijau tua yang dipakai anak itu dan menyadari kalau dia adalah.. "Ni.. Nigou!?"

"Ka.. Kakak kenapa mengigit Red tou-san? Jangan-jangan kakak.. A.. Aku takut.. Dengan kakak... Jangan dekati aku!" jawab Nigou dan lari ketakutan menjauh dari ruang farmasi.

"Ni... Nigou! Tunggu! Hato Lihat apa yang kau! Hato!"

"Ni.. Nigou!!" Hato mau menghampiri Nigou tapi dia bertabrakan dengan seseorang.

"Hato..."

Buagh!

"KAU TAU APA YANG KAU LAKUKAN HAH!?" bentak Takano setelah memukul Hato dibagian pipinya dengan Nigou dibelakangnya ketakutan dan meringuk dibelakang badan Takano.

"A.. Ayah, a.. Aku bisa jelaskan!"

"Minggir!" Takano mendorong Hato ke tembok dan mengecek keadaan Red. "Red tunjukan lukamu."

Red menunjukan luka bekas gigitan Hato ditangannya. Cukup parah karena lukaanya besar dan dalam. Takano langsung menghadap ke Hato lagi.

"Kau.. Masih sayang tulangmu? Apa nggak?" tanya Takano.

"Ma.. Masih." jawab Hato ketakutan.

"Oh.. Yaudah.. SILAHAKAN KELUAR DARI SINI! DAN JANGAN PERNAH KEMBALI LAGI KESINI! BODO AMAT KAU LUKA-LUKA! KELAPARAN! KEHAUSAN! YANG PENTING KAU KELUAR DARI SINI! CEPAT!"usir Takano.

"A... Ayah, tolong maafkan aku.. jangan buang aku lagi." pinta Hato.

"MAAF! MAAF! PERGI KAU DARI SINI!"

"AYAH/TAKANO-KUN! jangan lakukan itu! Kasihan Hato!" terka Red, Rone, dan Yuki bersamaan.

"NGGAK PEDULI! NIGOU MINGGIR KAU! BIAR AYAH TENDANG DIA KELUAR DARI SINI!"

"nggak mau! Kalau kak Hato dibuang Nigou juga ikut!" bantah Nigou sambil memeluk Hato yang sedang menangis.

"Nigou..."

"Nigou maunya sama kakak, Nigou nggak peduli kak Hato kayak gimana-pun! Nigou bakalan ikut kakak kemana aja karena Nigou sayang sama kak Hato!" timpal Nigou yang masih memeluk Hato.

"Cih! Terserah kalian, pokoknya jangan harap kalian dapat makan boleh nambah berkali-kali seperti biasa. Hmph!" Takano pergi dengan perasaan masih marah dan mengendus tanpa melihat kebelakang.

"Nigou.. Harusnya.."

"Nggak akan! Nigou akan tetap melindungi kakak agar bisa tinggal disini sama Nigou!" bantah Nigou.

"Terima kasih, woof!" Hato memeluk adiknya itu dengan perasaan terharu.

"Selamat ya, kau masih bisa di keluarga kita Hato." ujar Yuki sambil mengusal kepala Hato. "Tapi, sebelumnya.. Bagaimana bisa Nigou juga berubah jadi manusia?"

"Em.. Begini..."

To Be Continue.. Wtf! Seriously!?

A/N : Keluarga kamiyama emang gitu, keras dan kasar kalo marah, tapi kalau udah baikan bakalan Lembut, teduh, tenang. Jadi, maklumi ya :VSoal Nigou bakalan dibahas di Chapter selanjutnya!....Bukan! Besok tuh bakalan bahas Liburan para Unique dulu :V