"Apa yang ingin kau katakan kepadaku, goat-face?" tanya Ichigo saat mendatangi kamar ayahnya.

"Kau sudah datang, nak!" balas Isshin Kurosaki dengan wajahnya yang serius dan saat ini dia sedang duduk di kursi. Sepertinya ini memang benar-benar pembicaraan serius. Isshin Kurosaki dikenal di keluarganya sebagai orang yang selalu suka melakukan hal-hal yang aneh.

"Kau terlalu serius. You creeping me out, goat-face. What is it?" cowok berambut oranye itu masih sedikit merasa aneh dengan keseriusan dari ayahnya itu.

Isshin menarik nafas perlahan, menutup matanya dan kemudian berucap, "Ichigo, apapun yang akan kusampaikan berikutnya. Kau harus tahu aku tetap menyayangimu."

"Uh-huh?" Ichigo menjawab dengan ragu sambil menggangguk.

Jeda beberapa menit sebelum sang ayah berujar lagi, "Sebenarnya, kau bukanlah anak kandungku."

Deg!

Lima kata yang terucap itu membuat keadaan ruangan itu menjadi sunyi senyap. Yang lebih tua dari mereka masih terus menutup matanya seolah tidak berani menatap Ichigo. Sedangkan yang lebih muda hanya menatap sang ayah dengan mata melebar dan mulut sedikit membuka. Tapi tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.

"Are you serious, goat-face?" sahut Ichigo kemudian ketika dia sudah cukup bisa meredakan shock-nya.

Sejenak Isshin tidak menjawab pertanyaan anak kandungnya, coret, bukan anak kandungnya itu. Lalu tiba-tiba dia berdiri dan bersuara dengan oktaf yang sedikit tinggi mengucapkan dua kata yang akan dibenci semua orang pada satu hari keramat ini yaitu, "APRIL MOP!"

Setelahnya Isshin kemudian tertawa terbahak-bahak karena puas mengerjai sang cowok berambut oranye tersebut.

Tapi hal itu tidak berlangsung lama karena tentunya sang anak akan melayangkan tendangannya yang jauh lebih hebat daripada yang biasanya dia lakukan. Sepertinya kali ini Isshin terlempar sejauh satu kilometer menembus beberapa rumah sekaligus. Hmm, mereka harus meminta maaf pada tetangga.

~end~

A/N (Author's Note): Okay, ini adalah update setelah hampir setengah tahun lebih hiatus dari dunia membaca dan menulis. Semenjak kuliah Saichi kehilangan mood menulis dan membaca. Dikarenakan juga kuliah semester tiga saat itu begitu banyak kejadian. Dan setelahnya sibuk dengan anime dan manga. Tehe. Maafkan kalau yang kali ini tidak ada romancenya, I can't imagine Ichigo lovey-dovey with his father. Dan memang terlambat untuk april mop, but I still want to say happy april mop everyone! Oh one more thing, the ending of the manga is suck! Okay scratch that. Anyway, I don't think there's still people waiting for this fanfic. But review please? Thank you!

Next chapter: Jugram Haschwalth

See ya in the next chapter!