Ciao~ ada yang kangen? *plaak* okey, mari kita langsung ke ceritanya! mumpung masih anget, mari kita sikat!
Disclaimer : i don't own kurobas and the song song song oh...the song~ #mulaingaco. but the story is mine!
Chapter 34
Sesampainya kalian di stan Klub Karate...
"Irashaimasu!" (selamat datang!) Sambutan dari suara berat nan sangar plus bersemangat khas lelaki sejati menyambut kalian di pintu masuk.
Otot-otot kekar berbalut seragam maid dan seifuku... atau paling banter itu gaun... bisa kalian bayangkan?
'Hoek...' batinmu saat melihat mereka.
"Akashicchi~ aku pergi yuk... aku tak mau disini-ssu..." rengek Kise.
"ini lebih menyeramkan dari pada uji nyali" kata Aomine berekspresi horor.
"Kyaa~ keren sekali! Kawaii naa~ (seragamnya maksudku)" teriak Momoi
Lalu kalian duduk di meja yang di tunjukkan salah satu pelayan di sana. Lalu kamu mengedarkan pandanganmu dan melihat Nijimura.
'Cuma seragamnya aja yang normal, butler dari Kur*shitsuji' batinmu.
"Ah, apa yanng kalian lakukan disini?" tanya Nijimura dengan nada cukup sarkastik.
"Memangnya kenapa, tak boleh?" tanya Akashi
"Tidak, hanya saja..."
"Kami ingin melihat jagoan klub karate berbalut seragam cosplay! Senpai cocok sekali pakai itu~" katamu dengan senyum lebar.
"Terima kasih atas pujiannya, jadi, kalian mau pesan apa?" tanya Nijimura dengan wajah datar dan mengangkat note pesanan
"Huwaa, datar bangeet..." komentar Kise.
"Aku! Aku pesan strawberry short cake dan chocolate milkshake!" kata Momoi riang sambil mengangkat tangan, matanya tak lepas dari daftar menu.
Dan kalian memesan masing-masing menu yang kalian inginkan. Kalau kalian kesampingkan penampilan pelayannya, (Pft) sebenarnya makanan dan minuman bikinan mereka cukup enak.
'jangan lihat pelayannya, jangan lihat pelayannya, fokus ke makanan, fokus ke makanan!' batinmu memberi sugesti pada diri sendiri.
'Dengan bahan yang berkualitas rendah, ini enak juga' batin Akashi mengalihkan pikiran.
"Huwaah! Jangan dekat-dekat dengankuu!" teriak Aomine Histeris sambil mendorong muka salah satu pelayan berbaju maid.
"Okyaku-san hidoii! Masa' gak mau Haru-chan melayani mu? Apa kau tak puas denganku?!" katanya dengan gaya lekong.
"Huanjir! Gara-gara kau makananku jadi gak enak nih! Syuh! Syuuh!" usir Aomine kayak ngusir kucing.
"Aominecchi... kita jadi pusat perhatian loh, tenanglah-ssu..." Kata Kise menenangkan Aomine.
"Aomine, makanlah dengan tenang, biarkan saja orang itu (pelayan maksudnya) mengerjakan pekerjaannya-nanodayo" kata Midorima dengan tenang.
"Gue kagak bisa! Mana bisa gue makan dengan khidmat(?) sambil dipandang tampang horor kayak gini!" kata Aomine sambil emnunjuk muka pelayan itu, masalahnya mereka juga dandan kayak jeng kelin
"Sebenarnya sejak kita masuk kita sudah menjadi pusat perhatian, Kise-kun. Dan Aomine-kun, diamlah" kata Kuroko dengan tenang dan ekspresi datar.
Aomine seketika diam, Kise melanjutkan makannya.
Beberapa minggu setelahnya~
"Peralatannya sudah ada?" . "Sudah dong!" . Grafiti?" . "Semuanya sudah siap, tinggal koreografinya" . "Aku ingin dengar musiknya dulu!" . "Ah, lalu tata panggung ya?" . "Itu sih gampang" . "Oke, mari kita mulai latihannya!" . "Ooh~!"
.
"Disini lebih bagus kalau gerakannya begini menurutku..." . "Benarkah begitu?" . "Tapi bukannya malah aneh ya?" . "Enaknya itu nyambung kayak gini!, terus kayak susun-susun gitu" . "Maksudmu?" . "susun-susun?" . "Ikh! Kalian masak gak pernah lihat Kaleidoskop sih?" . "Yee, tiap kaleidoskop itu beda-beda!" . "Oh iya-ya" . "Sheesh... nah ketua, ngapain bengong mulu?" . "Aku gak bengong! Dan berhentilah memanggilku ketua!" . "Kenapa? Itu kenyataan kan?" . "Rasanya... gak enak di telingaku aja! Udah! Pokoknya jangan memanggilku ketua!"
.
"Jadi nanti itu begini, terus gini, terus tep! Tep! Tep!... tara!" . "Aaaaaaa, aku gak ngerti" . "Aaaaaa kalau gitu ikutin aja! Dari dulu selalu begini kau itu!" . "Eheheheh.." . "entar di beat ini kalian bla..bla..bla..." . "terus di jeda ini pantomim kan?" . "Yosh! Kalau gitu udah ngerti? Pokoknya hati-hati ama fokus aja"
.
"Yosh! Osaki ni!" (Nah, latihan sampai di sini!) . "Otsukare sama deshita!" . "mata ashita nee~" . "Jaa na!" . "Ooh!" . "ah! (name), boleh aku menginap di tempatmu?"
"Daisuke? Mezurashii na, doushita no?" (Daisuke? Jarang sekali, ada apa?) katamu sambil menyelempangkan tas.
"..." dia menunduk dan mengalihkan perhatiannya, kelihatan ragu-ragu sekaligus gelisah. melihat dia kesulitan menjawab kamu menghela nafas.
"Boleh saja" jawabmu
.
.
.
"Hee, ternyata kau tinggal sendiri" komentarnya begitu masuk ke apartemenmu dan melihat-lihat
"Telat kalau kau baru tau sekarang, sebenarnya kalau kau ingin kau boleh saja berkunjung kapan saja, Hideyoshi hampir tiap minggu ke sini, Paula dan Suzuhara juga. Yang lainnya juga kadang-kadang mampir" Balasmu
"Terima kasih, maaf merepotkan" katanya sambil menaruh barang-barangnya
"Santai saja! Kayak orang asing saja"
.
.
Paginya...
'untung hari ini hari minggu... untuk Daisuke... biarkan saja dia sendiri, mungkin dia lagi ada masalah yang lumayan berat sampai dia lari dan tak bisa menceritakannya' pikirmu sambil menggeliat dalam kasur, bersiap untuk sesi tidur kedua.
BRAAAAAK!
"Apa-apaan kau?!" . "Tung-!" . "Siapa kau?! pencuri ya?! Ayo ngaku!" . "Kalian salah paham!" . "Mau apa kau di apartemen (calon) pacarku hah?!"
Gradak gradak! Dap! Dap! Braaak!
"DAMN YOU SON OF A B*TCH! WHAT THE F*CK IS GOIN' ON?!"
#kalian masih ingat dengan note : 'jangan ganggu (name) kalau dia lagi tidur'? :v
"Kata-kata yang sangat kasar untuk mengawali hari yang begitu indah (name)" kata suara yang kamu sangat mengenalnya. Kamu mengucek mata lalu berkedip berulang kali sambil memincingkan mata.
"Akashi? Kalian? Apa yang kalian semua lakukan di sini? Lepaskan dia Daiki, dia temanku" katamu. Dan Aomine melepaskannya sambil mendecakkan lidahnya.
"Ohayo gozaimasu, (name)-san" . "Ohayo (name)cchi~" . "Ohayo (name)-chin..."
"Ohayo... geez, aku hanya ingin minggu pagi yang tenang... hoaaaahm... jadi, apa yang membawa kalian kesini?" tanyamu sambil bersandar di dinding.
"Memangnya butuh alasan untuk mengunjungi rumah seorang teman?" balas Akashi.
"Aku... sebaiknya aku pulang, tak enak terus merepotkanmu" kata Daisuke sambil berdiri.
"Kau kesini karena tak punya tempat lain lagi kan? Kalau masih belum tenang kau boleh tinggal di sini sesukamu. Masalah tak akan selesai jika kondisimu seperti ini." Katamu setelah berjalan di dekatnya.
"Dan kalian, serius deh, kenapa kalian ke sini? Aku sudah gak tau lagi bagaimana aku harus menghadapi kalian... AKU MAU TIDUR! SEHARI TANPA MENGGANGGUKU APA SUSAHNYA BAGI KALIAN SIH?!" teriakmu
"Jangan gitu dong... kan kami Cuma datang berkunjung dan mau mengajakmu ke taman-ssu!" jawab Kise.
"Taman? Taman yang mana? Jangan-jangan yang baru di perbaiki itu?" tanyamu
"Benar, kupikir sayang jika hari yang cerah ini terlewat begitu saja, aku dan adikku akan kesana, dia mengajak teman-temannya dan aku mengajak kalian. Jika (name)-san mau, bagaimana kalau kau juga ikut kami?" tawar Kuroko
"Nggak, aku capek dan mau tidur" jawabmu tegas
"Jangan jawab gitu dong (name)-cchi! Ayolah! Kita main bareng-ssu!" Kise merengek dan memeluk kakimu.
"Idih! Lepasin! Kalau aku bilang gak mau ya gak mau!" katamu sambil menarik kakimu.
"(name)cchiii!" rengek Kise berlanjut ditambah Murasakibara yang menarik bajumu."(name)-chiin, ayo ikut.."
"Kalian bisa nggak sih sehari aja gak ngganggu aku?!" balasmu sambil menarik bajumu dan menggoyangkan kakimu.
"Rasanya kok kayak liat adegan KDRT yang di drama-drama tivi itu yah?" komentar Aomine.
"Tak kusangka kau melihat yang seperti itu Aomine-kun" balas Kuroko.
"Mao bagaimana lagi? Nenek-nenek itu selalu mengganti saluran seenaknya" balas Aomine
"jangan bicara seperti itu, Entar kamu kena karma loh" jawab Kuroko.
"Lepasiiin! Aku mau tidur! Kalian kolot amat!" teriakmu.
"Berjuanglah, Murasakibara-kun, Kise-kun!" Teriak Kuroko mendukung.
"Kurokocchi juga bantu dong! Aominecchi! Jangan pasang muka begitu-ssu! Yang liat pengen muntah tau!" teriak Kise
"Mukaku dari sononya gini! Jangan ngefitnah!" Aomine lempar barbel
"Aaaaah! Apa yang kau lakukan kepada barbel-ku?!" teriakmu
"Soko ka-ssu?!"(Yang itu?!) Kise nangis bombay
"Kabarnya di sana juga ada pertunjukan dance jalanan-nanodayo" kamu terdiam "Ada tangga piano dan beberapa alat musik lainnya yang di desain sedemikian rupa agar cocok dengan latar taman-nanodayo" kamu masih terdiam "Dan kabarnya penjual kaki lima disana menjual barabg-barang yang berkualitas, CDs, Buku, sepatu, kaos, makanan dan minuman juga ada-nanodayo"
"AKU IKUT! Tunggu sebentar!" teriakmu kayak anak kecil yang polos sambil angkat tangan.
"Aku serahkan apartemenku padamu ya! Daisuke! Ingat, jangan dibukain ke siapa-siapa yg gak kamu kenal lho! Kunci pintunya!" . "Iya-iya, aku bukan anak kecil, sudahlah, cepat pergi" . "Yosh! Ittekimasu!"
"Oi, emang gak papa di serahin ke dia begitu saja?" tanya Aomine khawatir.
"Gak papa, gak papa! Aku sering begini kok~" jawabmu riang.
"Mine-chin, tadi saat kau memukul teman (name)-chin kamu bilang hal yang membuatku ingin meremukkanmu..." Murasakibara menatap tajam Aomine yang seketika tubuhnya menegang.
"A..ahahaha! apa yang kau bicarakan? Aku tak mengerti..." jawaban Aomine terdengar aneh
"Aomine-kun.. kalau kau bicara seperti itu lagi, aku tak mau menjadi bayanganmu lagi..." dari Kuroko keluar aura gelap.
"Te-Tetsu?!"
"Sangat konyol-nanodayo, kudengar hari ini Virgo akan mengalami kesialan jika tidak menjaga bicaranya" Midorima menaikkan kacamatanya dan entah kenapa kamu merasa hawa dingin darinya.
"Kau sangat straight-forward Daiki, aku suka itu, tapi, sepertinya kau harus kuajari agar bisa memilih kata-kata..." peringatan, pelajaran dari Akashi itu bagai neraka lho, sumpah suwer!
"Aominecchi memang bodoh-ssu! Kau tak boleh bicara seperti itu di hadapanku!" Memang aura Kise entah kenapa gak pernah down, tapi tak ada yang tau tindakan apa yang bisa dia lakukan untuk membalas perlakuan kasar padanya.
Pernah, suatu kali guyonan Aomine melebihi batas dan esoknya, majalah Mai-chan Aomine terbakar di halaman rumah Aomine, dan fotonya saat membaca Majalah itu juga tersebar di Sekolah, akibatnya Aomine terserang demam 3 hari. Hahaha! Mereka memang kumpulan cowok ajaib :v
/
"Hei pak! Ini jam tangan? Kok bentuknya aneh?" tanyamu pada salah satu penjual kaki lima
"Oh bukan! Ini bukan sekedar jam tangan biasa! Kau lihat nak? Di sini ada wadah memory card, aku akan memasukkan memory card milikku, lalu kau lihat tombol-tombol ini? Mirip tombol apa?" tanya si penjual
"Tombol Mp3 player...jangan jangan!" kamu menebak dengan wajah antusias
"Yap, betul dugaanmu nak!" dan si penjual menekan tombol bersimbol 'play' dan mengalun musik dari sana. "Untuk mengatur volume, tinggal tekan lalu putar yang ini... bagaimana nak? Kamu tertarik?"
"Keren! Aku akan membelinya pak!"
Di taman yang luas itu, selain ada pohon-pohon besar, jalan, bangku dan lainnya, di sana juga ada area skate board dan BMX, lalu lantai dansa, lapangan basket, lapangan tenis dan badminton, rumah pohon, rumah burung, taman bermain dan yang menarik, alat musik yang dimodifikasi.
"Whoaa! Tiang-tiang dan tangganya beneran bunyi! Keren! Ayo kalian juga coba!" katamu masih dengan antusias.
"Haha! Beneran bunyi-ssu!" Komentar Kise berantusias, Aomine, Kuroko dan Murasakibara sibuk sendiri memukul tiang-tiang itu.
"Ayo kalian berdua juga coba!" katamu sambil menarik tangan Akashi dan Midorima.
"Oh Iya, adikmu dan teman-temannya dimana? Katanya mau bareng?" tanyamu kepada pemilik surai baby blue di sebelahmu.
"Jangan tiba-tiba muncul-nanodayo!" teriak Midorima begitu dia sadar Kuroko ada di antara dirinya dan kamu.
"Barusan dia menghubungiku dan kita setuju untuk berpisah, dan maaf Midorima-kun, tapi aku tidak tiba-tiba muncul" jawab Kuroko datar dan monoton
Saat kalian lagi asyik bermain, terdengar musik yang beat dan susunannya sangat familiar di telingamu.
'Musik ini... jangan-jangan!' kamu pun berlari ke suatu kerumunan orang yang mengeliling sesuatu.
"Ini... battle!" serumu begitu sampai di sana.
"Jangan tiba-tiba lari begitu (name)cchi! Kau membuatku kaget-ssu!" seru Kise begitu dia menyusulmu, lalu kemudian yang lain menyusul.
"Waah, ada apa ini? Rame banget" tanya Aomine sambil mencoba mengintip 'sesuatu' di depan.
"Pertarungan dance jalanan, aku sering melihatnya di Amerika, tak kusangka aku bisa melihatnya di negara ini." Katamu sambil tak melepas pandangan dari 'pertunjukan' itu.
Lalu karena keramaian tak sengaja kamu terdorong ke arena dimana si pemenang yang sedang membanggakan diri.
"Hei! Cewek itu penantang selanjutnya!" teriak seseorang. Kamu masih bingung dan menggeleng.
"Aku pasang 500 yen untuk gadis itu!" kata seseorang dan kamu langsung menunjuk diri sendiri.
'aku? Astaga, tak kukira bakal begini' pikirmu masih agak kaget dan ragu-ragu.
"Ayo nak! Tunjukan kemampuanmu! Tunjukkan apa yang kamu bisa!" teriak seseorang yang mendukungmu.
'oke, mari kita mulai' pikirmu dan kamu mulai menggerakkan badanmu sesuka hati, battle dance pun dimulai.
.
.
.
"Hei! Ada polisi! Cepat kabur!" teriak salah satu penonton dan kerumunan dan kalianpun mulai berlarian.
"Apakah kamu harus menerbangkan semua balon penjual itu-ssu?! Kan kasihan penjualnya! Terus kita gak bakal dikejar-kejar kayak gini-ssu!" kata Kise saat kalian melewati area BMX dan skateboard, dan menghindari para penggunanya.
"Mau bagaimana lagi?! Aku terbawa suasana! Udah jangan banyak bicara! Cepat lari!" balasmu sambil melompati pagar dan masuk gang sempit untuk membingungkan salah satu dari beberapa polisi yang tadi datang ke taman.
"Sial, polisi ini gak nyerah sama sekali!" keluah Aomine.
"Jangan perlihatkan wajahmu!" teriakmu saat dia akan menoleh.
"Aku perhatikan sepertinya polisi itu..." kata-kata Akashi tergantung
"Kau juga menyadarinya? Kalau polisi itu seorang... LOLICON! Aduh!" Lanjut Aomine yang Midorima lempar sandal yang entah dari mana.
"Kalian sudah mengetahui rahasiaku... JANGAN HARAP BISA KABUR KALIAN!" teriak polisi itu sambil mempercepat larinya. Dari sakunya bertebaran foto-foto anak-anak kecil dan remaja imut.
"Ush! Ngaku dia" komentarmu sweatdrop.
Kalian melompati sebuah tembok dan bersembunyi di sekaligus menyamar dengan koran di salah satu toko dan halamannya, dan lolos.
"Fuuh... hampir saja! Benar-benar memacu adrenalin! Hahaha!" katamu.
"Kuharap ini yang terakhir kalinya-nanodayo" kata Midorima
"Lho? Kenapa? Kau tidak suka ya?" tanyamu.
"Itu sudah jelas-nanodayo! Kita jadi kelihatan kayak kriminal kan?!" Midorima meninggikan suaranya.
"Ini sih masih mending timbang tahun lalu, kami pernah dikejar segerombolan polisi dan hampir ketangkep, seru sekali! Untung gak ketangkep!" balasmu
"Itu bukan suatu hal yang benar untuk dipamerkan-nanodayo!" komentar Midorima.
"Cerewet! Hidup tak akan menyenangkan jika tak ada tantangan! Benar kan Daiki?!" tanyamu ke Aomine yang lagi berseri.
"Benar! Tadi menegangkan sekali! Seru lho! Ayo kita lakukan lagi!" katanya.
"Jangan malah mendukungnya-Nanodayo!" Midorima melempar tutup tempat tong sampah dan headshot. "Dan ingat (name), jangan ulangi lagi, kau hanya beruntung tidak tertangkap, tapi selanjutnya tak ada yang tau" Midorima memegang bahumu dan menatapmu dengan serius.
"Baik, maaf" katamu.
"Lho, Kurokocchi dimana-ssu?" tanya Kise dan kamu juga gak merasakan nadanya
"Dia tertinggal? Jangan bilang dia tertinggal!" katamu mulai panik.
"Tenanglah kalian, Tetsuya bukan anak kecil, dengan segera dia pasti akan menemukan kita" kata Akashi.
Tap! Tap! Tap! Lalu kalian mendengar langkah ringan mendekati kalian.
"Tolong jangan tiba-tiba berlari seperti itu dan mengambil rute yang sulit, aku sulit mengikuti kalian." Kata pemilik surai baby blue itu sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah
"Maafkan aku Tetsu, tapi kalau gak mengambil rute yang sulit, polisi bakal gampang mengejar kita" jawabmu.
"Kuro-chin kan bisa lolos karena hawa keberadaanmu yang kecil..." jawab Murasakibara yang tumben mau angkat bicara.
Kuroko mengerucutkan bibirnya tanda dia tak suka hawa keberadaannya yang di salahkan. "Hanya karena hawa keberadaanku yang kecil bukan berarti kalian bisa meninggalkanku begitu saja..." katanya.
'Ka-KAWAII!' batinmu sambil menutup mukamu yang memerah.
"Hei, kau!" panggil seseorang, kalian semua menoleh.
"Aku melihatmu tadi, kau luar biasa! Apa kau tertarik bekerja di entertainment? Perusahaan kami biasa menggali potensi dari anak-anak berbakat!" kata pria berpakaian rapi itu. Sambil menyerahkan kartu nama. "ah, kalian juga boleh ikut kok! Dan Kise Ryouta bisa pindah agensi lho~" lanjutnya sambil melihat ke arah mereka satu-persatu
"Aku..." . "Tak usah terburu-buru menjawab, pikirkan baik-baik dan hubungi nomor ini jika kamu mau!" . "tapi..." . "Melihatmu tadi aku benar-benar tergugah, baru kali ini aku melihat banyak potensi yang bisa di gali dari seorang anak" . "TAPI AKU BUKAN COWOK!"
"He?" orang itu kicep. Kartu namanya adalah kartu nama agensi pencari bakat pria.
Kamu pakai jaket abu-abu berbahan kain tebal, lalu di dalamnya memakai kaos, lalu pakai celana gelap panjang dan sepatu, kamu bawa tas ransel dan rambutmu di kuncir ke belakang di tambah kamu di kelilingi cowok-cowok yang tinggi jadi keliatan pendek. Sekilas orang pasti salah mengira kalau kamu itu bocah SD unyu-unyu yang jalan-jalan bersama kakak-kakaknya.
"Tak apa! Kalau mau kamu bisa meyamar jadi cowok! Kamu berbakat jadi artis film laga! Saat kamu di kejar polisi tadi benar-benar waaah gitu!"
BUGH!
"Ayo kita beli es krim di sana! Kelihatannya enak tuh!" katamu sambil melangkahi sesuatu(?) milik orang tadi, dan itu adalah tubuhnya yang tak bernyaw-yang pingsan. Kisedai hanya menatap horor tubuh itu sambil mengikutimu yang sudah ngacir duluan.
.
.
.
.
.
"Waaai~ terbang..terbang~" kata Murasakibara sambil menerbangkan daun-daun yang berguguran di jalan sepulang sekolah.
"Murasakibara! Berhentilah menerbangkan daun-daun-nanodayo!" kata Midorima.
"Hee~ ii n ja Mido-chin... kan bagus..." Murasakibara berkata dengan wajah terganggu
"Tapi itu membuat kotor jalan lagi-nanodayo, apa kau tidak berpikir siapa yang membersihkannya?" balas Midorima lagi.
"Whahahaha! Terbang! Terbang! Kirei naa~" katamu riang sambil menerbangkan daun juga.
"Jangan menirunya (name)!"-Midorima menijat pangkal hidungnya.
"Kau membosankan Shin! Ini kan bener-bener bagus! Tangkap Ryouta! Daiki!" katamu sambil lanjut menerbangkan daun-daun itu.
"Aku akan menangkapnya lebih banyak darimu Aominecchi!" kata Kise
"Hah! Ngipi kau!" balas Aomine meremehkan.
Akashi dan Kuroko menatap kalian yang asik bermain sambil membicarakan buku-buku favorit mereka dan kadang Midorima juga ikut berbicara dengan mereka, langit sore yang berpadu dengan daun maple berwarna merah dan kuning, angin sudah mendingin dan mulai kencang.
Whuuush
"Ah!" Daun-daun berterbangan dengan sendirinya tertiup angin, tanpa sadar kamu berjalan di depan mereka, berlatar belakang matahari terbenam dan langit sore, ditambah daun-daun yang berguguran sejauh mata melihat. "Hei! Kalian lambat nih!" katamu sambil menoleh kebelakang
Cklik!
"Apa yang kau foto Ryouta?" tanyamu.
"Ya jelas foto kamu dong!" jawabnya sambil tersenyum mantab.
"Ja-" . "Oooi! (name)!" kata-katamu terputus saat ada yang memanggilmu, kamu menoleh ke sumber suara. Ada Joe dan teman-temanmu yang lain.
"Ah, Joe!" kamu melambaikan tangan membalasnya. "Saa tte, soreja! Mata ashita na!"(nah, sampai jumpa besok!) katamu dengan senyum dan menghampiri teman-temanmu.
"(name)cchi! Boleh aku-maksudku kami melihatmu latihan? Sudah lama bukan?" tanya Kise.
"Ah! Boleh-boleh! Ayo!" jawabmu.
.
.
.
Baby i'm preying on you tonight
Hunt you down eat you alive
Just like animals, animals
like animals-mals
Maybe you think that you can hide
I can smell your scent from miles
Just like animals, animals
Like animals-mals, Baby i'm..
So whatcha' trying to do to me?
It's like we can't stop, we're enemies
But we get along when i'm inside you
You're like a drug, that's killing me
I cut you out, entirely
But i get so high when i'm inside you
Yeah, you can start over, you can run free
You can find other fish in the sea
You can pretend it's meant to be
But you can't stay away from me
I can still hear you making that sound
Taking me down rolling on the ground
You can pretend that 'it' was me, but no...
Baby i'm preying on you tonight
Hunt you down eat you alive
Just like animals, animals
like animals-mals
Maybe you think that you can hide
I can smell your scent from miles
Just like animals, animals
Like animals-mals, Baby i'm..
So if i run, it's not enough
You're still in my head, forever stuck
So you can do what you wanna do
I love your lies, i'll eat them up
But don't deny the animal
That comes alive when i'm inside you
Yeah, you can start over, you can run free
You can find other fish in the sea
You can pretend it's meant to be
But you can't stay away from me
I can still hear you making that sound
Taking me down rolling on the ground
You can pretend that 'it' was me, but no...
Baby i'm preying on you tonight
Hunt you down eat you alive
Just like animals, animals
like animals-mals
Maybe you think that you can hide
I can smell your scent from miles
Just like animals, animals
Like animals-mals, Baby i'm..
Don't tell no lie-lie-lie-lie
You can't deny-ny-ny-ny
The beast inside-side-side-side
Yeah, yeah, yeah
No girl don't lie-lie-lie-lie
You can't deny-ny-ny-ny
The beast inside-side-side-side
Yeah, Yeah, yeah
Ooh ooh oh oh oh wooh oh oh
(just like animals, animals, like animals-mals 2x)
...
Aauuuuuu
Baby i'm preying on you tonight
Hunt you down eat you alive
Just like animals, animals
like animals-mals
Maybe you think that you can hide
I can smell your scent from miles
Just like animals, animals
Like animals-mals, Baby i'm..
Don't tell no lie-lie-lie-lie
You can't deny-ny-ny-ny
The beast inside-side-side-side
Yeah, yeah, yeah
No girl don't lie-lie-lie-lie
You can't deny-ny-ny-ny
The beast inside-side-side-side
Yeah, Yeah, yeah
[Animals-Maroon 5]
Reader POV
Oh tuhan, tarian dan lagunya bener-bener bikin deg-degan... meskipun aku adalah ketua, tapi kurasa aku masih belum apa-apa dibanding mereka. Dancenya ada beberapa bagian yang bergilir, jadi aku bisa sesekali menonton mereka~
"Sekarang ayo kita coba memakai stick light di lagu selanjutnya, matikan lampunya!" kataku mengintruksi, jujur, aku tidak suka menyuruh-nyuruh atau memerintah. Rasanya bukan gayaku, tapi seseorang lebih cocok melakukannya dibanding aku *melirik kepala merah*
Yep, hasil latihan kami dari hari ke hari semakin memuaskan, gerakan kami juga makin sinkron, dan yang paling utama, stres kami bisa terlepas di setiap gerakan kami. Hampir saja aku lupa alasan utama aku masuk tim ini, perasaan sederhanaku dulu yang begitu kuat, i love dance! Ahaha! Pikunnya aku.
"Ah! Gerakan di sini itu diganti jadi ini aja" . "He? Bukannya bareng-bareng ya?" . "Enaknya kalo itu sih di akhir" . "Ada tribalnya dong!" . "Berisik!" . "Entar stiknya di lempar-tangkap gitu, mungkin sulit, tapi patut di coba!" . "Hem...bole-bole..." . "Bole?" . "Terus gantian yang keluar, kayak grup terkenal itu lho! Panggungnya jadi gak terlalu rame" . "Terus ada gerakan kayak 'BOOM' gitu" . "Tolong pake bahasa yang kumengerti" . "Enaknya di sini itu..." dan diskusi kami berlanjut sampai malam. Kadang kawan-kawan Kisedai juga ikut-ikut usul dan terbawa suasana. Seru sekali.
Nyahoo~ terima kasih sudah membacanya!
Aku juga buka pendaftaran(?) maksudku request fanservice kisedai plus kuroko, scenenya gimana jelasin dan (mungkin) bakal aku muat sesuai urutan yang mana dulu, habis ide fanser nya macet sih, disogok apa aja gak mau keluar(lho). Kalo tertarik tulis di review atau telpon-maksudku kirim di PM, dengan senang hati kutunggu~
Menurut author pribadi nih, lagu di atas sesuai image Akashi deh :3 entah yang Bokushi apa dua-duanya~
ah, yang request lagu, chap depan-depan bakal ku muat, gak semuanyanya sih, cuma satu chapter satu lagu
Asia Tetsu(haha, kalo gitu kerjakan aja pelan-pelan, kalo kena WB ya jgn di garap dulu :v),akashiro46(err...tentang itu masih labil aku :3),momonpoi, anonim-san13(aku suka beberapa lagunya doang, kebetulan bagus, apa lagi yg di buat soundtrack anime), Kazuyaaa(hwaaa~ seniman komikus beneraan~ aku jadi penasaran pingin baca, aku juga pingin gambar komik, tapi masih belum ada drongan batin :v), ShanNeko(err, kamu suka begituan? terkejut saya O_O"), HikarinRin23, Yuzu Nishikawa(gomen kalo scene cafe cosplaynya rada...#speechless), uzumaki himeka(ciee~ yang anak sastra~), Kurotori Rei, kuroi uso, Nikio Suzaka(gomen! akan kuperbaiki! maaf kalo agak susah dimengerti1 aku gakn nyadar lho! yaqinlah sumpah!), Reiya Sapphire, Tsuki no Scarlett(request anime? err... aku gak begitu paham, aku yang menyarankan apa kamu?)
Yosh! review yang luar binasa seperti biasanya! *peluk Reader* *dijitak*
see you in next chapter! ^_^/
