36.

Dengan sekali terjang Kuroko memberikan ignite passnya sekuat tenaga pada Midorima.

Brugh—ceplok!

Midorima terjengkang. Lumpur basah berpecikan di mana-mana. Kuroko terlempar ketanah. Segalanya menjadi gelap.

Ketika ia membuka matanya, yang pertama kali dilihat adalah lampu bohlam gantung diruang bawah tanahnya, bukan hamparan hutan pohon pinus. Kuroko terduduk mengedarkan pandangannya, bagai baru saja menaiki vertigo.

"Aku sudah kembali." Ia kembali mengedarkan pandangannya kesegala arah. "Kise-kun? Akashi-kun?"

Ya, Kuroko telah kembali, tidak ada yang berubah—ruang bawah tanah masih berbau apek-lembab. Kecuali kenyataan bahwa peti mati ditengah ruangan telah hilang bersama kedua saudaranya.

Pada akhirnya tidak ada seorangpun yang ditemukan.


The End.

(A/N dihalaman terakhir ssu~)