Ringkasan Chapter lalu!

Naruto yang kehilangan fokus saat teleportasi dari dimensi kelima tiba-tiba muncul di Poveglia, tepatnya di Ghoul Dungeon. Setelah mendengar cerita tentang jatuhnya Poveglia ke tangan Ootsutsuki Urashiki, salah satu dari 4 Jenderal Penguasa Dunia, Naruto memutuskan bergabung bersama Shion dan Magician Poveglia melawan Ootsutsuki dan keronco-keronconya serta menyelamatkan Miroku-sama.

Operasi ini dibagi menjadi tiga tim! Tim pertama dipimpin Shion bertugas menyusupi Poveglia Glory House, tempat Miroku-sama disekap. Tim Kedua dipimpin Pein bertugas sebagai pengalih perhatian. Tim Ketiga dipimpin Terumi Mei bertugas membuat mantera teleportasi skala besar di bagian utara Kota Poveglia. Pertaruhan mereka bukan hanya waktu dan tempat, tetapi lawan dari pihak Penguasa Dunia!

Di kala semua rencana diperkirakan berjalan lancar, tiba-tiba Tim Kedua kedatangan dua karakter pro-Penguasa Dunia yang kuat. Bikou dari Gunung Bunga dan Buah dan Kuroka sang Nekomata yang berbahaya. Keduanya menghadapi Pein yang berusaha melindungi Ibiki dan Anko dalam proses ritual sihir Five Judgement From The Sky. Di tempat lainnya, Tim Pertama yang dipimpin Shion langsung menghadapi Ootsutsuki Urashiki! Chiyo dan Dohnaseek menjadi korban kekejaman sang Jenderal psiko. Mampukah Naruto yang berada di Tim Pertama melawan seorang keturunan Dewi Kelinci?!

Icha and Michi-san Present:

The Girl with One Hope

.

.

.

Naruto dan Highschool DxD bukan milik saya, keduanya adalah karya besar dari Masashi dan Ichibumi

Rate: M

Genre: Adventure, Fantasy, Drama, Romance

Warn: Latar Original. Lolicon (maybe)

Naruto (18) x Hinata (12), Lolicon khan?

.

.

.

Kuoh 9

Apa ucapan selanjutnya yang dikatakan Urashiki?

"Tunggu sebentar," sang Jenderal menjetikkan jarinya dan dua orang dari pasukan Ootsutsuki datang lalu bertekuk lutut penuh hormat kepada Ootsutsuki tersebut "Tolong bawa gulungan ini ke Poveglia Glory House dan buatkan pelet untuk ikan-ikanku. Lalu…" mata Urashiki memandang datar ke arah Tim Pertama "Perketat pertahanan kita."

"Baik, Urashiki-sama! Tetapi, maafkan jika saya terlalu banyak berbicara, bukankah lebih baik kita kepung mereka dengan kekuatan kita sekarang?"

Urashiki menebas kepala pasukannya yang memberi saran tadi. Semua anggota Tim Pertama melebarkan mata kaget, terkecuali Naruto. Sang Chasseurs menatap datar semburan darah yang keluar dari leher putus pasukan Ootsutsuki akibat ditebas Urashiki. Satu orang pasukan lainnya langsung bergegar lalu menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Jangan memberiku saran bodoh…khekhekhe, lagipula aku ingin bermain-main dengan mereka. Oy kau…" diserahkannya gulungan itu kepada satu pasukan Ootsutsuki tersebut "…Cepat laksanakan apa yang telah aku perintahkan."

"Ba-baik Urashiki-sama." Orang itu menerima gulungan dari Urashiki penuh khidmat lalu berlari cepat meninggalkan lokasi. Mata beriris katak Naruto menatap tajam punggung orang tersebut. Di dalam gulungan itu pasti ada tubuh manusia, karena dari kata-kata Urashiki yang menyuruh membuatkan pelet untuk ikan-ikannya serta ucapan Urashiki bahwa pelet untuk ikannya terbuat dari daging manusia, pasti kesimpulannya menuju ke arah sana. Ootsutsuki sialan…dia mempermainkan manusia seperti barang murahan saja. Naruto tidak mau mengatakan hal tersebut karena ada hal lebih penting yang harus diputuskan.

"Semuanya, kita harus cepat bergerak menuju Poveglia Glory House, tanpa menunggu pemberitahuan dari Pein karena kita sudah ketahuan."

Semuanya terkejut mendengar ucapan Naruto.

"Bagaimana dengan Urashiki?" tanya Kiba. Dia yakin Urashiki tidak akan melepas mangsanya dengan mudah. Pemburu psiko yang senang memutar-mutar daging dan darah seperti permainan anak-anak.

"Kalian yang pergi ke sana…" Naruto melirik tajam ke arah Shion "…Biar aku yang menghadapinya."

"Naruto-kun?!" lalu "Naruto-senpai?!" dan "NARUTO-ANJING?!" itu adalah respon dari Taruho, Kiba,Koneko dan Hidan yang terkaget mendengar ucapan sang Chasseurs. Hidan menggelemetukkan giginya karena gusar.

"Kau bercanda kan, sialan busuk?! Kau mau menghadapi Ootsutsuki itu sendiri?!"

Naruto menganggukkan kepala.

"KAU TIDAK LIHAT DIA MEMBUNUH DUA SENSEI KITA DENGAN MUDAHNYA?! AKU MERASAKAN AURA KEGILAAN DARI DIRINYA, DAN DIA TIPE ORANG YANG BERANI MATI DEMI KESENANGAN!"

"Be-benar Naruto-senpai…kita harus menghadapi Urashiki bersama-sama…" kata Koneko menguatkan pendapat Hidan. Taruho meneguk ludahnya, begitu pula Kiba. Mereka semua tak percaya Naruto berani menghadapi Urashiki setelah melihat apa yang diperbuat Jenderal Penguasa Dunia tersebut.

"Tak kusangka kau begitu perhatian kepadaku, Hidan…"

Hidan semakin gusar. Dia tak menyangka Naruto masih sempat-sempatnya bercanda di situasi genting seperti ini. Saat ia ingin berteriak, Naruto menoleh ke arah teman-temannya dengan kilatan mata yang tenang namun mematikan.

"Karena melihat kegilaan dari Urashiki, aku memutuskan untuk melawannya sendiri. Ingat tujuan utama kita…Tujuan Tim Pertama bukan melindungi Naruto dari kematian, tetapi menyelamatkan Miroku-sama di Poveglia Glory House. Walaupun itu mengorbankan nyawa kita sebagai anggota Tim Pertama tetapi tujuan kita tercapai, itu adalah hasil terbaik. Aku tidak mau kematian Chiyo-sensei dan Dohnaseek-sensei menjadi sia-sia. Mereka telah mempertaruhkan nyawa sejak meletakkan nama mereka di 'papan' Tim Pertama!"

"Naruto…" gumam Shion pelan.

"Percayakan kepadaku, teman-teman. Tidak ada alasan aku mengatakan ini, tetapi ingatlah…" Naruto tersenyum tipis saat matanya memandang semua teman-temannya, terutama saat irisnya memandang Shion dengan sedikit getaran pelan "…Aku adalah sosok yang muncul di Kewaskitaan Shion-sama sebagai cahaya harapan. Masihkan kalian meragukan seorang Magician hebat yang memiliki kemampuan ESP dan PK yang berbahaya? Apakah kalian meragukan ramalan dari Pemimpin Kota Poveglia?!"

Kata-kata Naruto mendera di hati Taruho, Kiba, Koneko dan Hidan. Mereka paham dan mengerti semua ucapan Naruto. Hati mereka bergetar. Tembok kekhawatiran itu runtuh menjadi dinding kepercayaan. Kepercayaan kepada sang Chasseurs berambut pirang.

"Kalau begitu…" kata Taruho "…Anda jangan sampai mati."

"Naruto-senpai…" Koneko mengepalkan kedua tangannya "…Terima kasih karena telah mengingatkan kami kepada sesuatu yang kami lupakan."

Naruto menganggukkan kepala. Dia memandang lekat-lekat sang Pemimpin Kota Poveglia "Jadi bagaimana, Pemimpin Tim Pertama?"

Shion menundukkan kepalanya. Dia berbalik dalam diam. Tanpa sepatah katapun, Shion mengangkat tangannya dan memberi kode kepada Tim Pertama untuk bergerak "Terkecuali Naruto…" gumam Shion datar. Naruto terkekeh pelan. Dia dapat melihat 'tanda' di leher jenjang gadis anggun tersebut. Dia tidak akan menjadikan 'tanda' itu hanya sebuah simbol, tetapi cap janji yang harus ia tepati!

"Jika kau mati, aku akan mencampurkan tanah kuburmu dengan kotoran kuda, kuning bangsat!" kata Hidan yang berbalik dengan raut wajah kesal. Kiba menganggukkan kepala sambil tersenyum penuh kepercayaan kepada Naruto. Shion pertama kali bergerak dan diikuti semua rekannya. Dia tidak memberikan semangat ataupun salam perpisahan kepada Naruto,

'Karena aku yakin kita pasti bertemu lagi. Jangan kalah, Naruto!' batin penguasa Kota Poveglia itu dengan segenap emosinya.

Naruto membunyikan lehernya setelah semua punggung anggota Tim Pertama benar-benar sudah menjauh. Naruto tahu bahwa akan terjadi bentrokan antara Tim Pertama dengan anak buah Urashiki, karena jarak antara dirinya dan gedung Poveglia Glory House hanya 100 meter. Sang Chasseurs menyeringai tipis melihat Urashiki berdiri santai smabil meletakkan pancing chakra di atas bahu.

"Sekarang kita bisa bertarung gila-gilaan…" kata Naruto dengan intimidasi kelam. Urashiki tertawa terbahak-bahak.

"Kau memang pembawa cahaya, anak Namikaze Minato-dono…tetapi aku yakin kau punya sisi gelap juga."

"Karena aku Chasseurs, pemburu elit yang telah melakukan ratusan misi, mau itu di sisi terang ataupun di sisi gelap." Kata Naruto membalas omongan Urashiki. Keduanya saling pandang. Dua badass itu mengeluarkan aura sangat kuat. Naruto sangat berterima kasih atas pelatihannya di dimensi kelima, dia merasa kemampuannya dengan Urashiki sejajar, walaupun dia belum tahu kemampuan total Jenderal Penguasa Dunia tersebut…

"Vaexjoe kudengar sudah hancur, ah…sudah jatuh. Yang kubingungkan adalah kelemahan kalian menghadapi Momoshiki-senpai saat kota kalian diserang. Apakah kekuatan Chasseurs hanya sebatas klien dan uang?"

"Kau terlalu dangkal memahami ideologi kami…pengungkitanmu tentang Vaexjoe tak akan mempengaruhi moralku-ttebayo."

"Fufufu…sekarang aku benar-benar tertarik kepadamu, anak Namikaze Minato-dono…" Urashiki menghempaskan ujung bawah pancing chakranya ke tanah. Tanah itu retak seketika "…Bisa kita mulai?"

Naruto mencabut Kusanaginya. Dia mengalirkan Energi Alam pada bilah pedang tersebut. Mata Urashiki melebar. Dia benar-benar merasakannya. Sangat amat merasakannya!

"Itu adalah…" Urashiki menyeringai lebar "Salah satu dari Sanshu no Jingi, Kusanagi no Tsurugi!"

Naruto tidak menjawab.

"Hahaha…tak kusangka salah satu item dari Pusaka Kaguya ada di tanganmu nak…" Urashiki menggenggam kuat gagang pancing chakranya, mengangkat ke atas lalu memutarnya dengan cepat di depan tubuh "Pertarungan ini menjadi lebih menarik."

"Mari kita lihat, apa kau masih bisa mengatakan kata 'menarik' setelah aku menebas lehermu." Kata Naruto tenang sambil melesat cepat ke depan. Pertarungan dimulai!

Pertarungan antara Uzumaki Havenz Zain Namikaze Dwezbrencksky Qoille Naruto Vs Ootsutsuki Urashiki dimulai!


Naruto tahu tidak akan ada benturan antara senjatanya dan senjata Urashiki. Begitu dia melesat maju, sebuah tali bercahaya merah muda muncul dari gagang tersebut dan melesat ke arahnya. Jika dia terkena kail tali pancing chakra itu, maka riwayatnya akan tamat. Naruto melompat salto ke kanan, berpijak di tanah lalu melompat tiga kali ke belakang. Tali pancing chakra Urashiki terus saja mengejar. Sang Chasseurs berlari cepat ke kanan sambil memandang celah untuk menyerang Urashiki.

"Kau lincah juga nak.." kata Urashiki mengomentari pergerakan Naruto. Talinya terus melesat mendekati Naruto. Sang Chasseurs membalikkan tubuhnya dan menebas tali tersebut menggunakan Kusanagi. Urashiki menyeringai. Tentu saja…Kusanagi adalah pedang yang bisa membelah apapun, apalagi ditambah dengan lapisan Energi Alam dari Naruto. Tidak bisa dipungkiri…dia harus melesat maju dan beradu langsung dengan Chasseurs tersebut.

Tak!

Gagang pancing dan bilah Kusanagi bertemu. Naruto menggesekkan Kusanaginya ke atas lalu melakukan tendangan putar ke rusuk kanan Urashiki menggunakan kaki kirinya. Urashiki menahan tendangan Naruto dengan cara mengangkat kaki kirinya lalu menginjak kaki Naruto ke tanah. Retakan muncul di tanah akibat gerakan dua petarung tersebut.

"Hahahaha!" Urashiki mengibaskan pancingnya ke atas dengan sekuat tenaga, Naruto menendang lutut kiri Urashiki dengan tendangan datar kaki kanannya. Keduanya saling termundur ke belakang. Urashiki langsung menyerang Naruto dengan tali pancing chakranya secara membabi buta. Naruto mengelak lesatan tali tersebut dengan gerakan yang sangat lincah. Melompat ke kanan, ke kiri, salto belakang, salto depan, salto kanan, salto kiri hingga melompat ke depan dan ke belakang.

Asap dan debu mengepul ke segala arah akibat tanah terkena hantaman tali pancing chakra Urashiki. Beberapa reruntuhan yang terkena tali pancing juga roboh dan hancur. Naruto berdiri tenang di hadapan sang Jenderal Penguasa Dunia di kala asap-asap di sekitarnya mulai menghilang.

"Hooo…" Urashiki benar-benar tertarik dengan kemampuan anak Namikaze Minato. Tak dapat dia menahan gejolak jiwa petarungnya yang mulai menggila.

"Pernahkah kau mendengar bahwa di setiap jiwa para pemancing selalu diisi pancingan dan wadah cacingnya? Mereka selalu membawa alat memancing itu ke mana saja dan siap memancing jika melihat genangan air."

"Aku tak pernah mendengarnya dan itu terdengar bodoh bagiku…"

"Kau tidak mempunyai rasa simpati sebagus ayahmu, nak…"

Wajah Naruto mengeras "Jangan pernah mengatakan hal apapun tentang keluargaku!"

"Kenapa kau marah…bukankah suatu kesenangan mendengar dirimu selalu disebutkan dengan keluargamu. Masih banyak anak-anak sebatang kara yang menyedihkan, tanpa kasih sayang keluarga tercintanya."

Naruto menutup matanya. Dia tidak boleh terbawa emosi sehingga mengacaukan gerakannya.

"Jiwa para pemancing akan selalu muncul saat dia melihat mangsa. Ikan-ikan di air adalah mangsa kami. Namun," Urashiki mengambil wadah cacing yang bersinar merah muda berbentuk seperti kendi di belakang pinggangnya. Wadah cacing itu disebut wadah chakra. Urashiki menunjukkan wadah chakra ke arah Naruto dengan tatapan senang "Jika kami mempunyai mangsa di darat," matanya memandang Naruto "Seperti sekarang ini…maka kami para pemancing juga harus menangkapnya."

"Jadi kau adalah pemancing dan aku adalah ikan di darat?"

"Benar sekali…" kata Urashiki dengan suara penuh semangat "…Aku senang kau mengerti."

"Aku sama sekali tidak mengerti." Naruto memasang kuda-kuda. Kali ini dia bukan hanya melapisi bilah Kusanaginya dengan energi alam saja. Dia harus mempunyai strategi untuk mengalahkan Ootsutsuki Urashiki.

"Akan kutembakkan Goudodama dari dalam wadah chakraku ini." Kata Urashiki sambil mengarahkan lubang wadah chakranya ke arah Naruto "Bersenang-senanglah nak!"

Lima bola hitam aneh sebesar bola tenis lapangan keluar dari dalam wadah chakra. Naruto memutar pedang Kusanaginya seperti baling-baling kipas. Angin kencang muncul dari sana dan membuat gerakan lima Goudodama melambat.

'Saatnya!' Naruto melompat ke kanan sambil menggerakkan segel tangan. Muncul satu bunshin dari sang Chasseurs. Angin yang menghambat Goudodama menghilang dan lima bola hitam itu melesat ke arah Naruto. Sang Chasseurs berputar dan menjadikan bunshinnya sebagai tameng.

"Maaf bunshin-ku," Naruto mengeluarkan tongkat sihir lalu menghentakkan tubuhnya menggunakan mantera Ventus Lente, dia melesat cepat ke arah Urashiki di kala bunshinnya menghilang karena terkena Goudodama "Aku harus menggunakanmu sebagai tameng demi mengelabui Ootsutsuki sialan itu!"

"Cho-Odama Rasengan!"

'Energi Alamkah?' Urashiki melesatkan tali pancing chakranya ke Cho-Odama Rasengan Naruto. Sang Chasseurs melepaskan Rasengan besarnya saat terasa ditarik tali pancing chakra Urashiki.

'Jadi tali itu bisa menempel pada jutsu juga ya…?' Naruto berguling roll ke depan dan berlari kencang sambil membuat Rasengan bentuk barunya. Urashiki mendecih pelan. Dia dan Naruto hanya berjarak 5 langkah saja.

"Tatoru Urashiki!" kata Urashiki sambil menghentakkan kaki kanannya ke tanah. Dari dalam tanah muncul seekor kura-kura sebesar badan manusia dewasa dalam posisi berdiri dan tempurung menghadap ke arah Naruto.

Rasengan Naruto berputar kencang dan berbentuk seperti shuriken. Tanpa basa-basi, sang Chasseurs menghantamkan jutsunya ke tameng penyu Urashiki. Nama jutsu tersebut adalah "Senpou: Futon: Rasenshuriken!"

Tameng penyu Urashiki hancur. Rasenshuriken Naruto membesar lalu meledak membentuk bulatan chakra raksasa. Beberapa batu reruntuhan bangunan berguling ke berbagai arah akibat dari daya ledakan Rasenshuriken.

Ketika ledakan itu menghilang, tersisa sebuah kawah besar di antara Urashiki dan Naruto. Sang Chasseurs sedikit terengah-engah, sementara Urashiki masih tetap berdiri santai sambil memperlihatkan seringaian sombongnya.

"Baru kali ini ada manusia rendahan yang bisa menghancurkan tameng penyu-ku…" Lima Goudodama melayang di belakang Urashiki "…Dan juga bisa menghindari serangan Goudodama-ku. Khekhekhe, okee…aku akui kekuatanmu sungguh membuatku sangat tertarik, anak Namikaze Minato-dono…"

Naruto memejamkan matanya. Walaupun Senjutsu-nya belum hilang, dia masih teringat kata-kata Bee tentang batasan waktu Sage Modenya.

"Kau memang bisa menguasai Teknik Sage, tetapi ada satu hal yang membuat Teknik Sage-mu tidak bisa bertahan lama-yo."

"Apa itu-ttebayo?"

"Kami tidak tahu pasti bakayaro, konoyaro! Tetapi sumber dari penahan Sage itu ada di lehermu!"

Sang Chasseurs membuka matanya perlahan. Dia harus menghabisi Urashiki dengan cepat atau keadaan akan befbalik mendesaknya.

Urashiki juga memikirkan cara untuk mengalahkan Naruto. Tidak dipungkiri, pemuda bersurai pirang di hadapannya adalah lawan yang sangat berbahaya. Jika saja dia tidak melompat menjauhi ledakan jutsu yang dikombinasikan dengan energi alam tadi, maka dirinya pasti kalah. Urashiki menyeringai, baru kali ini darah bangsawannya berdesir panas akibat masuk ke suasana pertarungan yang menyenangkan.

"Hyaaah!"

Urashiki melesat maju diikuti 5 Goudodama. Naruto mengibaskan Kusanagi-nya lalu melompat berputar ke depan.

Trang! Kusanagi Naruto menghantam sebuah Goudodama yang melindungi wajah Urashiki dari tebasan berputar sang Chasseurs. Naruto melompat salto ke kanan lalu melakukan sabetan-sabetan miring ke kanan maupun ke kiri. Goudodama Urashiki terus menjadi pertahanan sang Ootsutsuki.

"Heahahaha!" Urashiki tertawa gila. Dua Goudodama-nya melesat ke depan, berbelok lalu bergerak dari arah belakang Naruto, menyerang Naruto dari belakang. Sang Chasseurs melompat salto belakang menghindari serangan tersebut. Dia menapakkan kakinya di tanah lalu melesatkan dua tembakan pistol glock ke arah kepala Urashiki.

'Dia bisa menggunakan alat Teknologi juga?!' seringaian Urashiki semakin lebar "JADI KAU SEORANG MULTITALENT JUGA?! HUAHAHAHA!" satu Goudodama Urashiki menghantam dua peluru tersebut dan mmbelahnnya menjadi dua bagian. Naruto menggerakkan handseal. Potongan dua peluru tersebut berubah menjadi empat ekor katak kecil yang langsung melesatkan lidahnya dan mengikat kedua tangan dan kedua kaki Urashiki. Naruto melompat mundur dua kali lalu menggerakkan segel tangan.

"Futon: Jubashi-"

"Tak akan mudah!" tali pancang chakra Urashiki melilit tubuh Naruto sehingga keseimbangan Naruto goyah. Lesatan tembakan peluru angin dari jutsu Jubashinya meleset dan hanya mengenai bahu atas kanan Urashiki. Sedikit cipratan darah muncul dari luka tersebut. Sementara Naruto jatuh ke tanah dan diseret mendekati Urashiki. Empat Goudodama menghancurkan empat katak yang mengikat anggota gerak Urashiki dengan lidah mereka. Satu Goudodama melesat ke arah Naruto.

Naruto masih bisa menggerakkan segel tangan walaupun tubuhnya terikat"Kuchiyose: Crushing Toad Stomach!". Tubuh Naruto langsung diselimuti daging dari perut katak dan Goudodama Urashiki hanya menghantam daging perut katak tersebut. Dengan cepat Kusanagi Naruto mengoyak sisi kanan perut katak lalu melesat cepat ke arah Urashiki dengan kecepatan tinggi. Mata Urashiki melebar. Kusanagi itu bisa terbang?!

'Tidak! Dia menggunakan mantera untuk menggerakkan Kusanagi-nya!'

Kusanagi Naruto menyabet gagang pancing chakra Urashiki sehingga patah menjadi dua bagian. Urashiki melompat mundur ke belakang menghindari sabetan Kusanagi yang digerakkan menggunakan mantera Deplacer. Tanpa disadari, Naruto keluar dari daging perut katak menggunakan lubang koyakan yang dibuat Kusanagi-nya dan melompat menjauhi daging perut katak tersebut. Dia tersenyum tipis.

Naruto telah meletakkan puluhan bom kertas di dalam perut katak dan telah ditambahkannya energi alam. Saat dia menggerakkan handseal, bom kertas itu meledak dan menghancurkan satu Goudodama Urashiki. Energi alam memang satu-satunya kekuatan yang dapat menghancurkan Goudodama .

Urashiki menahan sabetan Kusanagi Naruto menggunakan semua Goudodama-nya. Alhasil, keempat Goudodamanya tercincang Kusanagi sang Chasseurs yang telah dilapisi energi alam. "Sialan!" kata Urashiki dengan senyuman tak nyaman. Matanya melebar. Saat ditemukannya celah, dia melompat melewati Kusanagi Naruto dan berlari ke arah sang Chasseurs dengan kecepatan tinggi. Mata Naruto menajam. Di tangan Urashiki tergenggam sebuah kotak kayu berwarna hitam. Sangat mencurigakan…

"Kau membuat pertarungan ini seperti permainan ular-tangga, anak Namikaze Minato-dono!"

"Aku tidak mengerti cara berpikirmu…" gumam Naruto. Dia menggerakkan Kusanaginya berputar menyerang Urashiki dari belakang. Sang Ootsutsuki menoleh sedikit ke arah Kusanagi Naruto dan menyeringai tipis.

"TAK AKAN SEMPAAAT, HAHAHAHA!" Urashiki melempar kotak kayu tersebut ke arah Naruto. Tutup kotak kayu terbuka dan mengeluarkan asap putih tipis. Iris katak Naruto menajam. Urashiki membungkukkan tubuhnya sehingga Kusanagi Naruto melewati punggungnya. Naruto yang sedang melompat mundur menjauhi asap putih tersebut dikejutkan karena Kusanagi-nya berhenti berputar di udara. Tidak seperti dihentikan suatu benda atau dinding tak kasat mata, Kusanagi itu berhenti karena waktu di sekitarnya terhenti. Bahkan debu yang melayang di sekitar Kusanagi ikutan berhenti di udara.

"Jangan-jangan asap putih itu adalah penghenti waktu…?" tanya sang Chasseurs. Asap putih tersebut perlahan-lahan menghilang. Urashiki berjalan perlahan dengan seringaian lebar. Dia melewati semua benda di depannya yang berhenti bergerak secara mendadak.

"Ya…lebih tepatnya pembekuan waktu. Ini adalah asap dari kotak tamatebako yang dapat membekukan seluruh benda dan ruang yang terkena asapnya. Jika kau kena, maka waktu pada tubuh dan seluruh situasi takdirmu akan membeku." Urashiki terkekeh pelan "Kuakui kau manusia pertama yang mematahkan pancing chakra-ku dan menghancurkan lima Goudodama. Tetapi keberuntunganmu akan berakhir, anak Namikaze Minato-dono…" Urashiki mengeluarkan dua kotak kayu tamatebako dari balik pakaian putihnya. Dipegangnya dengan kedua tangan. Naruto mendecih pelan. Jika ia terkena asap dari kotak kayu tamatebako, maka selesailah sudah…

"Hyaaaah!"

Urashiki melesat dengan cepat sambil melempar satu kotak tamatebako ke arah Naruto. Sang Chasseurs melompat salto ke kanan menghindari asap putih yang keluar dari kotak kayu tersebut.

"Kau beruntung karena telah berhasil mematahkan pancing chakraku! Jika saja pancing itu masih ada, maka aku akan mudah membekukan waktumu!"

"Itu bukan keberuntungan…" Naruto menembakkan peluru dari pistol Glock-nya ke arah Urashiki. Sang Ootsutsuki menghindari tembakan-tembakan tersebut dengan gesit.

"Itu adalah hasil dari kelemahanmu, Ootsutsuki sialan!"

"Beraninya kau menyebut kami sialan, manusia rendahan!"

Satu kotak tamatebako kembali terlempar. Naruto menembak kotak kayu tersebut hingga pecah dan mengeluarkan asap putih tipis. Sang Chasseurs melompat salto belakang sambil menembakkan mantera Ventus Lente sehingga asap itu menyerbak ke segala arah menjauhi Naruto. Saat kakinya berpijak di tanah, Naruto dikejutkan dengan Urashiki yang sudah dua langkah di dekatnya dengan kepalan tangan kanan siap menghantam perutnya.

Duagh! Cipratan air liur keluar dari mulut Naruto saat pukulan itu telak mengenai perutnya. Naruto memegang pergelangan tangan Urashiki dengan kedua tangan. Iris Urashiki bergetar. Dengan cepat sang Chasseurs memelintir tangan kanan Urashiki sehingga berputar patah.

Bagh! Urashiki menerjang pelipis kanan Naruto dengan kaki kiri sehingga sang Chasseurs jatuh terseret ke belakang. Belum sempat dia bangkit, Urashiki sudah ada di atas tubuhnya dan menghantam sang Chasseurs dengan lutut kanan. Tubuh Naruto terbenam ke tanah yang retak dan berhamburan tak karuan.

"Hahahaha…" walaupun tertawa, Urashiki sedikit terengah-engah. Di bawahnya terbaring Naruto dengan dada yang tertimpa lutut kanan sang Ootsutsuki. Naruto menutup mata kanannya menahan kesakitan. Lelehan darah merah keluar dari sudut bibir kanannya. Urashiki sendiri semakin menekan dada Naruto sehingga tubuh sang Chasseurs semakin terbenam ke tanah.

"Kau akan membayar tanganku yang patah ini, bocah pirang sialan. Hahaha…setelah aku membekukan waktumu, akan kucincang tubuhmu perlahan-lahan dan kujadikan umpan ikan." Urashiki mengangkat tangan kanannya yang memegang kotak tamatebako. Iris katak Naruto bergetar pelan. Dia memutar otaknya untuk menghindari asap putih pembeku waktu tersebut. Dia melirik ke kanan. Tongkat sihirnya tergeletak cukup jauh untuk diraih tangan kanannya. Pistol Glock-nya ada di atas kepala. Matanya memandang kembali ke wajah angkuh Urashiki. Sesaat, saat kotak kayu itu terjatuh ke bawah dan perlahan-lahan tutupnya terbuka, Naruto teringat rap buruk Killer Bee…

"Ah…aku juga punya hadiah kepadamu, Naruto-yo," Bee memberikan sebuah gulungan berwarna merah dengan ikatan pita putih kepada Naruto "Ini adalah satu gulungan berisi Reverse Summoning. Gulungan ini membuatmu bisa satu kali kembali ke dimensi kelima jika kau membutuhkannya. Katakanlah, jika kau sedang terdesak-yo."

Mata Naruto melebar. MASA BODOH DENGAN RAP HANCURNYA, DIA PUNYA GULUNGAN REVERSE SUMMONING TERSEBUT!

Naruto dengan sekuat tenaga mengambil gulungan itu dari balik jubahnya dan membukanya dengan cepat. Urashiki sedikit terkejut melihat pergerakan Naruto. Dia semakin kuat menekan dada sang Chasseurs dengan lutut kanannya. Gulungan itu terbuka di sisi kanan Naruto. Menggunakan darah yang keluar dari sudut bibirnya, Naruto mengoles menggunakan jempol lalu menapakkan telapak tangan kanannya ke aksara fuin Reverse Summoning tersebut dan menghilang dalam kepulan asap putih tebal. Urashiki melompat dua kali ke belakang saat tubuh Naruto di bawah lututnya tiba-tiba lenyap. Kotak tamatebako terbuka dan asap putih pembeku waktu itu menjadi sia-sia.

'Gyaku Kuchiyose no Jutsu kah?' batin Urashiki. Dia memandang sekelilingnya dengan waspada. Tidak ada tanda-tanda Naruto akan menyerang. Mendecih pelan, Urashiki menggelemetukkan giginya karena geram.


"Nyaaan!"

Teriakan imut Kuroka yang berbahaya saat mengeluarkan puluhan mantera Explosa dari lingkaran sihirnya tidak menggentarkan hati Pein. Dia membalas tembakan-tembakan sihir itu dengan tembakan sihir Explosa dari tongkat sihirnya.

Daghh!

Bikou mengambil kesempatan untuk menyerang Pein menggunakan tongkat Ruyi Jingu Bang-nya. Namun Pein dapat menahan lesatan tongkat tersebut dengan pergelangan tangan, tentu saja menahan serangan seperti itu menjadi hal yang mudah bagi Pein. Tongkat Bikou terus menyerang Pein secara membabi buta.

Bak! Bak! Bak! Bak! Bak! Pukulan-pukulan tongkat Ruyi Jingu Bang terus Pein tahan dengan pergelangan tangan kirinya. Sebuah cahaya sihir dari mantera Explosa melesat ke arah Pein. Beberapa anggota Tim Kedua segera melindungi Pein dari tembakan tersebut menggunakan mantera Kekkai.

"Kita harus berjuang bersama-sama, Pein-san!"

"Kami tidak akan takut jika bertarung di sisimu!"

Pein tersenyum mendengar teriakan semangat anggota tim-nya. Dia melompat salto belakang lalu meninju tanah di depan Bikou dengan kepalan tangan kanannya. Bikou melompat mundur ke belakang menghindari gelombang serangan dari tanah tersebut.

"Oops…kau begitu menyusahkan." Ucap Bikou sambil memutar tongkat Ruyi Jingu Bang-nya di atas kepala lalu menghempaskannya ke tanah. Dia berdiri santai di samping Kuroka.

"Sewajarnya bagi penerus pemimpin aliran Human Magic yang diharapkan." Komen Kuroka sambil menutup mulutnya dengan tangan kanan. Mata Pein menajam.

"Apa maksud kalian?"

"Kita sudah lama tahu kalau aliran Human sering dianggap sebelah mata oleh dua aliran Bangsa Magic lainnya. Fufufu…God Magic punya mantera yang bisa memberi cahaya, kebaikan, kesehatan dan pembebasan kutukan. Dark Magic punya mantera pemberi kutukan, kegelapan dan kekuatan kelam…Human Magic, orang-orang itu sering mengharapkan kekuatan Magic dari tubuhnya saja dan seringkali disebut kekuatan terendah Bangsa Magic."

"Lalu kenapa?" tanya Pein tenang kepada Kuroka. Nekomata itu tertawa pelan.

"Bukankah riskan seorang Magician dari aliran Human melawan dua Yokai seperti kami?"

Pein mendengus pelan. Beberapa orang dari Tim Kedua berdiri di samping Pein dengan tongkat sihir teracung ke depan. Pein menutup matanya, memberikan sedikit atensi serta beristirahat sejenak…

"Aku tidak peduli kalian Yokai atau manusia…aku juga tidak peduli tentang diriku sebagai Magician dari aliran Human. Yang kutahu adalah teman-teman Magicianku dari berbagai aliran berjuang bersamaku dan menentang rezim Penguasa Dunia yang kacau saat ini," Pein membuka matanya. Dia mengepalkan kedua tangannya dengan erat "Jika kalian berada di pihak Penguasa Dunia, maka kalian adalah musuhku. Itulah…" Pein berlari kencang ke arah keduanya, beberapa anggota Tim Kedua menembakkan mantera Iaculat ke arah Kuroka dan Bikou bersamaan.

"ITULAH YANG KUKETAHUIII!"

"HYAAAAH!" teriak Bikou sambil memanjangkan Ruyi Jingu Bang-nya ke arah kepala Pein. Pein meninju ujung tongkat yang memanjang tersebut dengan kepalan tangan kanannya dan seketika Bikou terseret beberapa meter ke belakang. Kuroka melesat terbang mendekati Pein dengan mata kucing nyalang yang berbahaya. Puluhan mantera yang mengarah kepadanya ia lenyapkan dengan kemampuan sihir manipulasi ruang.

"Dia…!" Pein mengepalkan tangan kirinya saat lingkaran sihir ungu khas Kuroka muncul di depan wajah lelaki bersurai jingga tersebut.

"Mati kau…" kata Kuroka "Aku juga tidak peduli jika kau mati!"

BLAAARRHHHH!

Ledakan besar terjadi di sekitar Kuroka dan Pein. Dari balik kepulan asap kecoklatan, Kuroka melompat ke belakang sambil mendecih tidak senang. Bikou memendekkan tongkatnya dan memutarnya beberapa kali sebelum mengarahkan ujungnya ke depan. Setelah asap kecoklatan itu hilang, Pein berdiri tegak bersama Anko-sensei dan Ibiki-sensei di kedua sisinya. Anko menjilat bibirnya sambil memandang sadis.

"Dua lawan satu itu tidak adil lho…" kata Anko "Bagaimana jika tiga lawan dua?"

"Terima kasih telah menahan mereka, Pein…saatnya lima hujan kutukan akan membuat pasukan Ootsutsuki menjadi kebingungan dan suasana pusat kota menjadi kacau." Ibiki mendongakkan kepalanya ke atas. Langit sudah berubah mendung dengan gumpalan awan tebal kehitaman. Tidak ada cahaya matahari cerah lagi, yang ada hanya sinar suram sehingga kekelaman suasana menjadi lebih jatuh ke arah kegelapan dan kesuraman.

"Hujan kutukan pertama," ucap Ibiki-sensei. Dia mengangkat tangan kanannya lurus ke atas. Kuroka dan Bikou ikutan mendelik ke sana dengan decihan pelan.

"Hujan katak!"

Selama satu jam lebih katak-katak berwarna hijau jatuh dari langit dan membuat pasukan Ootsutsuki marah karena dikerumuni katak-katak tersebut. Lebih sadisnya, katak-katak itu menyerang para pasukan Ootsutsuki dengan lidah mereka yang sangat asam, asam itu bahkan mampu melelehkan besi dengan sekejap.

"Benar-benar menyusahkan…kalian ingin membasahi kota ini dengan cairan menjijikkan itu." Bikou menaruh tangan kirinya di pinggang. Dia tertawa lepas. Santai memang menjadi salah satu sifat dari seorang Bikou. Namun tidak bagi Kuroka, dia sedikit jijik melihat katak-katak itu berlompatan kesana-kemari sambil mencari pasukan Ootsutsuki untuk dijilat sampai meleleh. Untung saja dirinya membuat mantera Kekkai berbentuk bola yang melindungi mereka berdua dari katak-katak tersebut. Di depannya, Tim Kedua juga melindungi diri mereka dengan mantera Kekkai.

"Hyaaaah!" Kuroka menyatukan kedua telapak tangannya. Cahaya ungu muncul di kedua telapak tangan tersebut. Bikou berkata "Oooh…" pelan sambil antusias menatap proses sihir manipulasi dimensi Kuroka.

"Akan kulenyapkan katak-katak sialan ini ke dimensi kosong!" kata Kuroka. Perlahan-lahan areal di sekitarnya mengerut. Perlahan-lahan terbentuk robekan dimensi kecil.

"Jangan biarkan dia menghilangkan katak-katak kita!" teriak para anggota Tim Kedua dengan suara antusias.

"Hujan kutukan kedua, hujan darah!" teriak Ibiki sambil mengangkat tangan kanannya lurus ke atas.

Langit pun menurunkan rintikan deras darah yang mengerikan serta berbau amis. Akibat derasnya hujan darah, selama 30 menit pusat kota Poveglia sudah terendam banjir darah semata kaki. Kekacauan mulai tampak di pusat kota bahkan para pasukan Ootsutsuki mulai kalap tak karuan.

"Tampaknya sihir mereka adalah sihir tingkat atas yang mengerikan, Kuroka…" Bikou mengangkat kedua bahunya "Apa kau bisa memindahkan semuanya menggunakan kemampuan sihir manipulasi ruangmu?"

"Jangan remehkan aku, Bikou." Kuroka mengangkat lurus kedua tangannya ke depan. Cahaya ungu menyelimuti seluruh pusat kota dan robekan dimensi semakin besar. Semua katak dan darah yang ada di pusat kota terseret masuk ke robekan dimensi seperti terhisap ke lubang hitam. Pada dasarnya sihir perobekan dimensi yang dilakukan Kuroka memiliki prinsip yang sama seperti penghisapan bintang mati oleh lubang hitam. Benda-benda yang terhisap akan berada di dimensi lainnya.

"Dia hebat…" gumam Anko. Ibiki mengangkat kedua tangannya kembali, hujan ketiga, yakni hujan belatung. Kuroka dan Bikou mendongakkan kepala kaget karena jutaan belatung turun dari langit dan menggeliat menjijikkan di pusat kota. Tubuh pasukan Ootsutsuki yang dikerumuni belatung langsung disantap seperti ulat yang memakan daun.

"ARRGGHHH!"

"BELATUNG INI MENGERIKAAAN!"

"TOLONG AKUUUU!"

"Apa kalian akan menyerah?" tanya Ibiki dengan wajah tenang. Kuroka mendengus pelan.

"Jangan membuatku tertawa…ini adalah hal kecil bagiku," Kuroka mengarahkan lingkaran sihir ungunya ke arah Bikou dan menghilangkannya dalam lubang dimensi. Mata Pein melebar. Sekejap, Bikou muncul di belakang Ibiki dengan tongkat Ruyi Jingu Bang yang mengarah ke punggung guru akademi tersebut. Anko cepat menahan serangan tongkat Bikou dengan lilitan lima ular putih yang keluar dari balik jubahnya.

"Responmu sangat cepat…" puji Bikou.

"Terima kasih." Anko mengarahkan tongkat sihirnya ke arah Bikou dan lima ular putih keluar dari dalam tanah melilit Yokai tersebut. Bikou memutar tongkatnya, memutuskan lima ular yang membelit Ruyi Jingu Bang, kemudian menebas lima ular yang ingin melilitnya. Dia melompat mundur dua kali sambil melumpuhkan belasan anggota Tim Kedua yang ingin menyerangnya. Bikou masih bisa berdiri tenang walaupun anggota Tim Kedua telah mengepungnya. Ditatapnya Kuroka yang sedang merapal mantera.

'Aku akan menyesakkan kalian dengan cara mengerutkan ruang di sekitar kalian…terima-lah kemarahan dari Nekomata yang tidak memiliki belas kasihan.' Kuroka mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah Pein dan yang lainnya, sementara Ibiki-sensei mengangkat tangan kanannya ke atas.

"Hujan kutukan keempat, Hujan kotoran!"

Pasukan Ootsutsuki mendongakkan kepala. Mereka ternganga shock ketika jutaan kotoran berbau jatuh ke langit seperti hujan. Menjijikkan, mengerikan dan membuat mual. Plak! Plak! Plak! Begitulah bunyinya saat kotoran itu jatuh ke tanah Poveglia. Pasukan Ootsutsuki berteriak murka dan penuh kekesalan.

"INI KOTORAAAN!"

"SIALAAAN! APA-APAAN INI?!"

"MENGAPA BISA JATUH RIBUAN KOTORAN DARI LANGIT?! INI NAMANYA HUJAN KOTORAN! HUJAN KOTORAAAN!"

Kuroka menyeringai. Dia semakin ingin mengerutkan dimensi kepada orang-orang di hadapannya. Sangat menjijikkan. Sebagai Nekomata, dia sangat membenci situasi menjijikkan seperti ini!


Naruto berdiri perlahan-lahan sambil memegang dadanya. Cukup sakit merasakan serangan lutut dari Ootsutsuki Urashiki. Jikalau tidak menyelimuti tubuhnya dengan energi alam, maka tulang dada atau tulang rusuknya bisa patah. Dia memandang tempat yang dipijak dengan wajah tenang. Ini adalah dimensi kelima…jadi benar gulungan yang diberikan Killer Bee adalah gulungan Reverse Summoning.

"Yo, cepat sekali kau menggunakan hadiahku, bakayaro! Konoyaro!"

Tersambutkan Rap buruk…Naruto menoleh ke arah Bee dengan kekehan pelan.

"Terpaksa. Selebihnya, berguna…"

"Apa yang mau kau lakukan di sini, yo?!" Bee berjalan mendekati Naruto sambil mengangkat tangan kanan ala salam metal. Naruto memberikan isyarat bahwa dia tidak membutuhkan nasihat rap dari Bee.

"Aku hanya bersembunyi sementara dari pertarungan.

"Pertarungan?"

"Ya…"

"Seharusnya kau menjawab Yeah biar seru, bakayaro! Konoyaro!"

"Yeah…" kata Naruto sambil memasang tampang sweatdropped. Bee mendekatkan wajahnya. Jelas tatapannya tertarik karena Sage Mode Naruto masih bisa bertahan.

'Padahal kalung itu…'

"Seperti yang kau katakan, Bee-san. Kalung ini membuat Sage Mode-ku tidak bisa bertahan lama…aku bisa merasakannya," Naruto memasukkan kedua tangannya di saku celana "Akan tetapi, tahannya Sage Mode ini karena aku tidak menggunakan jutsu yang banyak menghabiskan energi."

"Chakramu masih ada Naruto-yo?"

Naruto menganggukkan kepala.

"Dengan bantuan energi alam, aku masih bisa membuat satu Cho-Oodama Rasengan atau satu Rasenshuriken."

"Kenapa tidak memberikan sedikit Mana pada tubuhmu dan konversikan Mana itu menjadi chakra?"

Tanda seru muncul di atas kepala Naruto. Iris kataknya bergetar kaget. Benar juga…seperti yang dikatakan Killer Bee, Sage Mode bisa membuatnya mengubah Mana menjadi chakra dan chakra menjadi Mana. Apalagi dibantu energi alam yang memperkuat Mana dan chakra-nya. Kekuatannya bisa berkali-kali lipat lebih kuat, Naruto tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.

"Kau bisa mengirimku untuk muncul di belakang seseorang?" tanya Naruto sambil tersenyum tipis. Bee menunjuk Naruto dengan kedua tangannya yang dibentuk seperti gaya menembak.

"Uuu yeaaah. It's Easy Job!"

Menuju ke lokasi Urashiki…

Urashiki memandang sekelilingnya dengan waspada. Dia tidak tahu di mana sang Chasseurs akan muncul, tetapi firasatnya mengatakan bahwa seorang Naruto adalah sosok berbahaya yang tidak boleh dilengahkan sedikitpun. Sebuah kotak tamatebako tergenggam erat di tangan kirinya.

"Aku, salah satu dari empat Jenderal Penguasa Dunia, tidak akan pernah bisa kau kalahkan, anak Namikaze Minato-dono…" mata Urashiki melebar. Dia berbalik ke belakang dan melempar kotak tamatebako ke arah Naruto yang tiba-tiba muncul di belakangnya. Asap putih pembeku waktu menyelimuti tubuh Naruto dan membuat sang Chasseurs beku hingga 10 ribu tahun ke depan.

"Aku tahu kau akan muncul dari dimensi lainnya dan menyerangku dari belakang. Namun itu tidak ada gunanya karena aku sudah tahu isi gulungan ninja yang kau keluarkan tadi. Kesalahan utamamu adalah menunjukkan gulungan tersebut kepadaku," Urashiki menyeringai "Nikmatilah pembekuan waktumu selama sepuluh ri-"

"CHO-OODAMA RASENSHURIKEN!"

Mata Urashiki melebar. Di belakangnya! Dia berbalik ke arah punggungnya dan melihat sang Chasseurs melempar Rasenshuriken yang 4 kali lebih besar dari ukuran normal. Jika Oodama Rasengan 2 kali lebih besar dari ukuran Rasengan normal, Cho-Odama Rasengan 4 kali lebih besar dari ukuran Rasengan normal, maka Cho-Oodama Rasenshuriken 4 kali lebih besar dari ukuran Rasenshuriken normal.

Urashiki tidak sempat mengambil kotak tamatebako ketika Rasenshuriken besar itu mengenai tubuhnya. Dia berteriak kencang dan ditelan dalam cahaya putih penuh kekuatan yang berbentuk bola. Suara kesakitan Urashiki dilenyapkan suara ledakan dari jutsu Naruto.

"Jangan meremehkan seorang Chasseurs…" kata Naruto dengan wajah tenang. Kedua matanya kembali menjadi iris biru yang menyejukkan

TBC

Chapter kali ini terfokus pertarungan antara Naruto Vs Urashiki, serta sedikit scene antara Tim Kedua melawan Bikou-Kuroka di pusat kota. Naruto harus menggunakan gulungan Reverse Summoning yang diberikan Bee untuk mengalahkan Urashiki. Sage Mode Katak yang digunakannya juga tidak bisa bertahan lama akibat dari kalung sang Chasseurs.

Ada Readers yang menanyakan soal Kekuatan Urashiki. Selain referensi dari Anime Boruto, aku juga mengambilnya dari legenda Urashimataro sang nelayan penyelamat penyu. Beberapa aspek legenda itu kukembangkan menjadi kekuatan Urashiki. Oh ya, jutsu Futon: Jubashi milik Naruto diambil dari jutsu Naruto di fic TBT karya Doni-san. Lagipula scene kali ini dibantu oleh Doni-san sebagai pembuat konsep pertarungan.

Cerita The Girl with One Hope memang meluas, tetapi percayalah…arc Kuoh dan satu arc terakhir semakin dekat, jadi fic ini sebentar lagi akan tamat (jika Author updatenya cepat wkwkwk). Sejak mengetik chapter pertama, aku selalu terbayang akhir cerita yang mengejutkan dan mengapa aku suka mengambil tema di luar tema Canon yang bisa lebih kukembangkan.

Terima kasih atas reviewsnya, yang berakun sudah ku-PM kan. Untuk Pair, yahh…itu nanti-nanti saja ya wkwkwk.

Sampai jumpa di Next Chapter!

Next Chapter: Kuoh 10

"Ritualnya cukup merepotkan ya…?"/"Kau…kau adalah leluhur para Monyet di Gunung Buah dan Bunga, Sun Wukong of King Monkey?!"/"Kami para Ghoul akan melindungi Magician yang sedang melakukan ritual, Terumi-Kouchou."/"Bisa kita mulai ronde kedua kita, Naruto?"/"VALIIIIIIIIIIIIIIII!"